Anda di halaman 1dari 8

STATISTIKA I

STATISTIK DATA (Menentukan Rataan Hitung Data)

Oleh :

Saptana Surahmat

DATA (Menentukan Rataan Hitung Data) Oleh : Saptana Surahmat Perhatikan masalah berikut : Seorang pengusaha berencana

Perhatikan masalah berikut :

Seorang pengusaha berencana membangun Toserba untuk melayani masyarakat di suatu wilayah. Namun ia masih mempertimbangkan apakah akan dibangun Toserba untuk kelas menengah ke atas atau menengah ke bawah. Untuk itu, pengusaha tersebut mencari informasi tentang tingkat ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Melalui survey, staf dari pengusaha tersebut mulai mengumpulkan data dan mengolahnya.

Informasi yang diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa rataan peng- hasilan masyarakat di wilayah tersebut adalah Rp 3.224.000,- per bulan. Beradasarkan informasi tersebut, pengusaha memutuskan untuk membangun Toserba berskala menengah ke atas.

Apakah yang dimaksud dengan rataan data ? Apakah rataan dapat mewakili sekumpulan angka- angka dari suatu data ?

***

Dalam statistika, terdapat tiga kategori ukuran statistik yang dapat digunakan untuk menggam- barkan karakteristik data. Ketiga kategori tersebut adalah (1) Ukuran pemusatan (tendency central); (2) Ukuran Letak; dan (3) Ukuran Penyebaran (dispersi).

Rataan merupakan salah satu ukuran statistik yang termasuk ke dalam kategori ukuran pemu- satan. Dalam kategori ini, suatu angka yang diperoleh melalui prosedur tertentu dapat dipandang sebagai wakil dari sekumpulan angka-angka dari suatu data. Dengan kata lain, jika rataan tinggi badan 100 siswa adalah 165 cm, maka angka tersebut dapat dipandang sebagai tinggi badan sebagian besar siswa-siswa dalam 100 orang siswa yang diukur. Meskipun faktanya, tidak semua siswa memiliki tinggi badan sebesar 165 cm.

STATISTIKA I

Rataan Dari Data Tunggal

Data tunggal atau data acak adalah data yang datum-datumnya tidak dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval. Terdapat dua macam data tunggal, yaitu data tunggal tak berbobot dan data tunggal berbobot.

Data tunggal tak berbobot adalah data dimana masing-masing datum disajikan apa adanya (tanpa ada yang disembunyikan). Sebagai contoh, hasil pengukuran tinggi badan 10 orang siswa tercatat sebagai berikut :

162

158

164

166

165

168

168

158

163

162

Sebaliknya, data tunggal berbobot adalah data dimana setiap datum yang bernilai sama ditulis sekali dan banyaknya datum yang sama tersebut dicatat dalam bentuk frekuensi. Sebagai contoh, data tinggi badan 10 orang siswa dari contoh sebelumnya, bila diubah penyajian menjadi data tunggal berbobot akan berbentuk :

Tinggi Badan (cm)

158

162

163 164

165

168

Banyak siswa

2

2

1 1

1

2

Untuk menentukan rataan data yang disusun dalam bentuk data tunggal tak berbobot digunakan ketentuan :

Misalkan suatu data terdiri dari kumpulan nilai x 1 , x 2 , x 3
Misalkan suatu data terdiri dari kumpulan nilai x 1 , x 2 , x 3 , …, x n , maka rataan-hitung data
tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut :
xxx
+ + ++
x
n
1
123
n
x =
,
atau
x
=
x
i
n
n
i = 1

Dengan x menyatakan nilai rataan data dan n menyatakan ukuran data (banyak datum dalam data tersebut).

Sedangkan bila datanya disusun dalam bentuk data tunggal berbobot, aturan yang digunakan untuk menentukan rataan datanya adalah :

Misalkan suatu data terdiri dari kumpulan nilai x 1 , x 2 , x 3
Misalkan suatu data terdiri dari kumpulan nilai x 1 , x 2 , x 3 , …, x n yang masing-masing memiliki
bobot frekuensi sebesar f 1 , f 2 , f 3 ,
,
f n , maka rataan-hitung data tersebut dapat ditentukan
dengan menggunakan rumus berikut :
n
f
.
x
i
i
fx
.
+
fx
.
+
fx
.
++
fx
.
11
22
33
n
n
i
= 1
x =
atau
x =
fff
+ + ++
f
n
123
n
f
i
i
= 1

Contoh 1.

Tentukan rataan-hitung dari data 4, 6, 8, 10, 7, 10, 11 !

Penyelesaian :

Banyak data : n = 7

STATISTIKA I

1 x = 7
1
x
=
7

7 1 7 (4 + 6 + 8 + 10 + 7 + 10 + 11)

=

x

i

i = 1

=

8

Contoh 2.

Nilai rataan ulangan harian Matematika kelas XI MIA-1, XI MIA-2 dan XI MIA-3 berturut-turut 65, 75 dan 80. Banyak siswa untuk masing-masing kelas tersebut adalah 35, 30 dan 35. Hitung nilai rataan ulangan harian Matematika gabungan dari ketiga kelas tersebut !

Penyelesaian :

Sebelum menghitung rataan gabungan dari ketiga kelas, perlu ditentukan terlebih dahulu jumlah nilai seluruh siswa untuk masing-masing kelas.

Jumlah nilai Ulangan Harian kelas XI MIA-1 :

Jumlah nilai Ulangan Harian kelas XI MIA-1 :

Jumlah nilai Ulangan Harian kelas XI MIA-1 :

x

A

x

x

B

C

=

=

=

n

1

n

2

n

3

× x

× x

× x

= 35 × 65 = 2275.

= 30 × 75 = 2250.

= 35 × 80 = 2800.

Nilai rataan gabungan :

x gab

=

∑∑∑

xxx

ABC

+

+

nnn

123

+

+

=

2275

+

2250

+

2800

=

7325

= 73,25

35

+

30

+

35

100

Contoh 3.

Rataan gaji 34 orang karyawan di suatu perusahaan adalah Rp 4.900.000,-. Jika gaji seorang manajer digabungkan, maka rataannya menjadi Rp 5.000.000. Tentukan gaji manajer tersebut !

Penyelesaian :

Misal gaji manajer adalah p dan jumlah gaji 34 karyawan adalah

x

.

x =×=nx

34 × 4.900.000 = 166.600.000,

Rataan gabungan :

x gab

=

x

+ p

35

= 5.000.000

166.600.000 + p

35

= 5.000.000

166.600.000 + p = 35 × 5.000.000

p = 175.000.000 – 166.600.000 = 8.400.000,-

Jadi gaji manajer adalah Rp 8.400.000,-

Contoh 4.

Tentukan rataan hitung dari data berikut :

Tinggi Badan

146

150

154

158

162

166

170

Banyak Siswa

3

5

7

8

4

2

1

Penyelesaian :

STATISTIKA I

i

Tinggi Badan ( x i )

 

f

i

 

f i . x i

1

146

 

3

 

438

2

150

5

750

3

154

7

 

1078

4

158

8

1264

5

162

4

 

648

6

166

2

332

7

170

1

170

 

Jumlah

7

f

i

= 30

7

f

i

.

x

i

= 4680

 

i

= 1

i

= 1

7

f i

.

x i

4680

x =

i = 1

=

7 30

f i

i = 1

= 156

Jadi rataan hitung data = 156.

Rataan Dari Data Berkelompok

Bila ukuran data cukup besar, biasanya penyajian data dalam bentuk data tunggal menjadi kurang efektif. Untuk itu dilakukan penyederhanaan dengan mengelompokan datum-datum ke dalam kelas-kelas interval. Data yang disusun dengan cara demikian dinamakan data berkelompok.

Terdapat tiga cara menentukan rataan hitung untuk data berkelompok, yaitu :

1. Menggunakan Nilai Tengah Kelas

Dengan menggunakan cara ini, sebelum menghitung nilai rataan, perlu ditentukan terlebih dahulu nilai tengah untuk masing-masing kelas. Nilai tengah ini berfungsi sebagai nilai yang akan dianggap sebagai wakil semua data ada dalam suatu kelas. Untuk menentukan nilai tengah kelas ke-i (xt i ) dapat digunakan rumus :

xt

i

=

Batas bawah kelas

+ Batas atas kelas

2

Selanjutnya rataan hitung data ditentukan dengan menggunakan rumus :

x =

f

xt

+

f

xt

+

f

xt

112233

.

.

.

++

f

n

.

xt

n

fff

+ + ++

123

f

n

=

n

i

= 1

f

i

.

xt

i

n

f

i

i = 1

Contoh 5.

Data tinggi badan 100 orang siswa SMA “X” tercatat sebagai berikut :

Tinggi Badan

Banyak

Hitunglah rataan tinggi badan 100 orang siswa tersebut !

(cm)

Siswa

148

– 152

10

153

– 157

17

158

– 162

25

163

– 167

32

168

– 172

16

STATISTIKA I

Penyelesaian :

i

Tinggi Badan

   

f

   

f i × xt i

 

(cm)

xt i

i

1

148

– 152

150

 

10

 

1500

 

2

153

– 157

155

 

17

 

2635

 

3

158

– 162

160

 

25

 

4000

 

4

163

– 167

165

 

32

 

5280

 

5

168

– 172

170

 

16

 

2720

 
 

Total

 

5

f

i

= 100

5

i

f

i

= 1

xt

i

=

i

= 1

 

16135

Rataan tinggi badan siswa :

5

f

i

xt

i

16135

x

=

i = 1

=

5 100

i

f

i = 1

= 161,35

2.

Cara kedua menghitung rataan dari data berkelompok adalah dengan menggunakan simpangan. Pada cara inipun tetap digunakan nilai tengah kelas sebagai wakil dari semua data yang ada dalam suatu kelas. Perbedaan dengan cara sebelumnya terletak pada munculnya rataan sementara dan angka simpangan.

Rataan sementara adalah nilai yang dipilih dari salah satu nilai tengah kelas. Pemilihan nilai tengah mana yang harus dipilih menjadi rataan sementara tidak ada aturannya. Artinya semua nilai tengah kelas dapat dipilih menjadi rataan sementara tanpa kecuali.

Selanjutnya, perlu ditentukan angka simpangan. Angka simpangan dalam penentuan rata-rata adalah angka yang nilainya ditentukan dengan cara menghitung besar selisih antara nilai tengah kelas yang menjadi rata-rata sementara dengan masing-masing nilai tengah kelas yang lainnya. Angka simpangan bisa bernilai positif, bisa juga bernilai negatif tergantung posisi kelas. Bila suatu kelas berada sebelum kelas yang memuat rata-rata sementara, maka nilai simpangan di kelas tersebut akan negatif. Sebaliknya, bila kelas berada setelah kelas yang memuat rata-rata sementara, maka nilai simpangan di kelas tersebut akan positif.

Rataan hitung data ditentukan dengan menggunakan aturan :

Menggunakan Simpangan

Jika x menyatakan rataan sementara dan d i besar simpangan dari masing-masing kelas s terhadap
Jika
x
menyatakan rataan sementara dan d i besar simpangan dari masing-masing kelas
s
terhadap rataan sementara, maka nilai rataan data ( x ) ditentukan dengan rumus :
n
(
f
×
d
)
i
i
i
= 1
x
=
x
+
s
n
∑ i
f
i
= 1

STATISTIKA I

Contoh 6.

Dengan menggunakan simpangan, tentukanlah rataan hitung dari data yang tercantum dalam contoh 5 di atas !

Penyelesaian :

i

Tinggi Badan

   

f

 

d

   

f i × d i

 

(cm)

 

xt i

i

i

1

148

– 152

 

150

 

10

-10

 

-100

 

2

153

– 157

 

155

 

17

-5

 

-85

 

3

158

– 162

x

s

= 160

 

25

0

 

0

 

4

163

– 167

 

165

 

32

5

 

160

 

5

168

– 172

 

170

 

16

10

 

160

 
 

Total

 

5

f

i

= 100

 

5

(

f

i

×

d

i

)

= 135

i

= 1

i

= 1

Rataan tinggi badan siswa :

n

(

f

i

×

d

i

)

135

+

x

=+

x

i = 1

s

=

160

n 100

i

f

i = 1

=

161,35

3. Menggunakan Kode (Coding)

Menentukan rataan hitung dengan menggunakan kode (coding) merupakan pengembangan dari cara simpangan. Karena besar simpangan nilai tengah suatu kelas terhadap nilai tengah kelas yang menjadi rataan sementara merupakan kelipatan dari lebar kelas, maka angka simpangan bisa diganti dengan angka kelipatan dikali lebar kelas. Angka kelipatan inilah yang disebut kode.

Selanjutnya, penentuan rataan hitung dilakukan dengan menjumlahkan nilai rataan sementara dengan rataan nilai kode semua kelas dikali lebar kelas, atau secara simbolik ditulis :

x

=

x

s

+

n

i

= 1

(

f

i

×

c

i

)

n

i

f

i

= 1

    

p

Dengan c menyatakan nilai kode dari masing-masing kelas dan p lebar kelas. Lebar kelas dapat ditentukan dengan cara menghitung selisih tepi atas dan tepi bawah suatu kelas. Sebagai contoh, kelas dengan interval 21 – 27 memiliki lebar kelas sebesar 27,5 – 20,5 = 7.

Contoh 7.

Dengan menggunakan cara pengkodean (coding), tentukanlah rataan hitung dari data yang tercantum dalam contoh 5 di atas !

Penyelesaian :

STATISTIKA I

Tinggi Badan i xt i f c f i × c i i i (cm)
Tinggi Badan
i
xt i
f
c
f i × c i
i
i
(cm)
1
148
– 152
150
10
-2
-20
2
153
– 157
155
17
-1
-17
3
158
– 162
x
= 160
25
0
0
s
4
163
– 167
165
32
1
32
5
168
– 172
170
16
2
32
5
5
Total
∑ i
f
= 100
(
f
×
c
)
= 27
i
i
i
= 1
i
= 1
Lebar kelas :
p = 162,5 – 157,5 = 5
Rataan tinggi badan siswa :
n
(
f
×
c
)
i
i
27
i
= 1
x
=+
x
p
=
160
+
5
=
160
+
1,35
=
161,35
s
n
100
∑ i
f
i
= 1
 
Soal Latihan
1. Hitunglah rataan data berikut :
a.
4
5
2
7
4
6
7
8
3
5
7
10
b.
0,1
0,6 0,8
1,2 1,5
0,9
1,7 2,3
1
1
1 1
3 3
2
1
5
1
c.
2
3
2 3
4 2
3
4
3
3
2. Tentukan rataan hitung data berikut :
a.
Nilai
5
6
7
8
9
10
f
4
6
8
6
4
2
b.
Berat (kg)
5
10
15
20
25
f
2
8
10
20
10

3. Rataan nilai ulangan Matematika 19 orang siswa adalah 7,23. Jika nilai dari seorang siswa yang mengikuti ulangan susulan digabungkan, maka nilai rataannya menjadi 7,30. Berapakan nilai ulangan Matematika dari siswa yang mengikuti ulangan susulan tersebut ?

4. Rataan berat badan 16 siswa perempuan di suatu kelas adalah 48 kg. Sedangkan rataan berat badan siswa putranya 54 kg. Jika rataan berat badan seluruh siswa di kelas tersebut 50,8 kg, tentukan banyak siswa seluruhnya !

STATISTIKA I

5. Tiga mobil A, B dan C melakukan perjalanan sejauh 600 km. Konsumsi bahan bakar dari ketiga mobil tersebut tercatat sebagai berikut :

Konsumsi

(km/liter)

Mobil

A

10

B

30

C

20

Hitunglah rataan konsumsi bahan bakar ketiga mobil ter- sebut !

6. Tabel berikut menyajikan data berat badan 40 orang siswa.

Berat Badan

Frekuensi

(kg)

(f)

26

– 30

5

31

– 35

7

36

– 40

17

41

– 45

9

46

– 50

2

Tentukanlah rataan data tanpa menggunakan rataan sementara ?

7. Data berat badan sejumlah penduduk suatu wilayah disajikan dalam bentuk tabel berikut :

Berat Badan

Frekuensi

(kg)

(f)

20

– 24

4

25

– 39

8

30

– 34

14

35

– 39

n

40

– 44

10

45

– 49

2

Jika rataan berat badan sejumlah penduduk tersebut 34,2 kg, hitunglah jumlah penduduk yang memiliki berat badan antara 35 hingga 39 kg !

8. Berikut data waktu tunggu pasien di suatu klinik :

Waktu Tunggu

Frekuensi

(menit)

(f)

30

– 34

8

35

– 39

10

40

– 44

13

45

– 49

17

50

– 54

14

55

– 59

11

60

- 64

7

Tentukanlah rataan data tersebut dengan menggunakan:

a. Simpangan

b. Kode (Coding)