Anda di halaman 1dari 5

ROTATOR HARMONIS

Abdurrohman (140310130008)
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Kamis, 7 Mei 2015
Asisten : Anggia E
Abstrak
Jika partikel bergetar disekitar suatu posisi setimbang, sedangkan gaya pada partikel
sebanding dengan gerak partikel dari posisi setimbang,maka partikel tersebut dikatakan
melakukan gerak harmonis sederhana. Banyak benda berosilasi yang gerak bolakbaliknya tidak tepat sama karena gaya gesekan melesapkan tenaga geraknya. Gerak
semacam ini dikenal sebagai gerak harmonik teredam (damped). Kita dapat meniadakan
efek redamannya dengan menambahkan tenaga ke dalam system yang berosilasi untuk
mengisi kembali tenaga yang terdisipasi oleh gesekan. Dalam percobaan kali ini kita akan
membahas gejala ini. Dari rotator yang berotasi akan mengalami redaman sehingga akan
mengganggu gerak osilasinya. Hal ini terjadi akibat system yang mendapat redaman dan
gerak osilasi akan menjadi tidak sama. Dari percobaan yang dilakukan kita akan
mendapatkan konstanta redaman yang menyebabkan terganggunya gerak osilasi pada
pendulum ini. Disamping itu kita juga akan mendapatkan konstanta parameter redaman.
Untuk frekuensi alamiahnya didapat sebesar 0.56 Hz. Sementara konstanta redamannya
semakin tinggi seiring besarnya arus yang diberikan.
Kata kunci : gerak harmonik sederhana, damped, rotator, frekuensi alamiah, konstanta
redaman

I. Pendahuluan
Percobaan Rotator Harmonis ini
tidak jauh berbeda dengan osilator
harmonis. Secara garis besar cara
untuk melakukan percobaan dan
rumus yang digunakan hampir sama,
akan tetapi terdapat perbedaannya
yaitu osilator harmonis bergerak
secara
linier
sedangkan
rotator
harmonis bergerak secara melingkar.
Jika partikel bergetar disekitar suatu
posisi setimbang, sedangkan gaya
pada partikel sebanding dengan jarak
partikel dari posisi setimbang, maka
partikel
tersebut
dikatakan
melakukan
gerak
harmonis
sederhana. Banyak benda berosilasi
yang gerak bolak-baliknya tidak tepat
sama
karena
gaya
gesekan
melesapkan tenaga geraknya. Gerak
semacam ini dikenal sebagai gerak
harmonik teredam (damped). Selain
itu ada juga gerak paksaan akibat
dari gaya luar yang diberikan maka
dari
itu
kita
akan
melakukan
percobaan
gejala-gejala
tersebut

dengan tujuan menentukan frekuensi


resonansi
dari
suatu
osilator,
menentukan gaya luar paksaan dan
mengukur redaman suatu getaran
paksaan teredam.
II. Teori dasar
Perioda
T
adalah waktu
yang
dibutuhkan untuk menempuh satu
getaran penuh atau satu putaran.
Frekuensi adalah banyaknya getaran
atau putaran tiap satuan waktu. Jadi
frekuensi merupakan suatu kebalikan
dari perioda.[1]
Getaran Bebas Tanpa Redaman
Percobaan ini menggunakan
piringan kuningan sebagai partikel
yang bergetar harmonis yang disebut
rotor. Piringan ini akan tetap bergerak
harmonis,
karena
pusatnya
dihubungkan dengan per spiral yang
lainnya dihubungkan ke motor yang
amplitudonya dapat diubah-ubah.
Dengan persamaan geraknya

2
t 2

I
+ = 0
(1)
persamaan dari frekuensi diri
dari rotator adalah :

D
I

..(2)

Getaran Bebas dengan Redaman


Pada
percobaan
rotator
harmonis
ini
gaya
teredam
disebabkan oleh kedua buah magnet
pada pendulum yang berarus. Arus
tersebut dinamakan arus Eddy, yang
menyebabkan timbulnya redaman.
Gaya resultan pada benda adalah :
m a = - x V
Sehingga persamaan gerak rotator
yang diredam adalah :
I

D 0
2
t
t

atau
2

2
2 0
2
t
t

(3)
Getaran
Periodis

Dengan

Gaya

Luar

Getaran
ini
biasanya
merupakan frekuensi osilasi yang
dipaksa
oleh
frekuensi
gaya
eksternalnya dan bukan frekuensi
alamiahnya.
Gaya
eksternal
ini
diberikan sebagai :
Fo sin (t).[2]
Karena
piringan
atau
rotator
dihubungkan ke per spiral,dan per
spiral dihubungkan ke motor,maka
gaya yang ditimbulkan motor adalah :

+R
+ D=F 0 sin(wt )
2
t
t

III. Percobaan
3.1 Alat-alat percobaan
- Pendulum torsi
- Motor
- Magnet permanen
- Multimeter
3.2 Metode Eksperimen

Pada percobaan pertama nyalakan


stopwatch, putar pendulum secara
manual mulai dari skala 15 lalu
lepaskan, lalu hitung waktu yang
ditempuh
selama
10
getaran,
melakukan hal yang sama tetapi
dengan skala yang berbeda. Untuk
percobaan
kedua
nyalakan
DC
powersupply,lalu hubungkan dengan
motor, nyalakan dan hubungkan juga
dengan multimeter, masukkan Vin 24
Volt, dan mengatur fein ke skala 27,
dengan mengatur skala grab motor
catat skala amplitudo dari setiap
skala grab dari 6 26. Untuk
percobaan
ketiga,
matikan
multimeter tetapi tetap dihubungkan
dengan DC powersupply, berikan arus
dari 0,1 1 A catat amplitudo yang
didapat. Sedangkan pada percobaan
keempat
nyalakan
kembali
multimeter lalu lakukan prosedure
seperti percobaan kedua dengan
menambahkan arus yang diberikan
dari 0,2 1 A, kemudian catat
amplitudo dan Voutnya.
IV. Data dan Analisa
1. Frekuensi Alamiah

T (s)
1.764
1.795
333
1.779
667
1.79

f (Hz)

F
rata
0.5668 0.564
93
43
0.557

Stedev f
0.004226

0.5619
03
0.5586
59
1.777 0.5625
667
35
1.759 0.5683
333
97
1.768 0.5655
333
04
1.774 0.5636
98
1.768 0.5653
667
98
1.762 0.5675
37
1.750 0.5712
667
11
Momen Inersia
Pendulum
M (Kg)
0.2444 R(m)
D (m)
0.19 Inersi
a
(Kgm2
)
Konstanta 0.0039
Pegas
09

2. frekuensi paksaan
Gaya Fo

0.00155020 0.0056
3
63
0.00155171 0.0056
3
15
0.00154201
6 0.0059
0.00191785 0.0060
6
98
0.00189938 0.0064
3
42
0.00187981 0.0067

4
0.00222385
7
0.00218179
5
0.00214249
3
0.00230998
9
0.00267116
0.00396455
4
0.01151030
6
#NUM!
#NUM!
#NUM!
#NUM!

0.095
0.0011
03

#NUM!
#NUM!
#NUM!
#NUM!

78
0.0072
15
0.0077
75
0.0082
99
0.0091
64
0.0102
54
0.0114
2
0.0139
88
0.0251
7
0.0147
3
0.0103
3
0.0073
3
0.0056
4
0.0044
8
0.0035
6
0.0031
2

3. Frekuensi redaman

Arus

0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7

0.329
0.45
0.71
0.9
1.28
1.6
2.17

0.8
0.9
1

2.674
3.42
3.36

R
0.032
9
0.09
0.213
0.36
0.64
0.96
1.519
2.139
2
3.078
3.36

4. frekuensi redaman dan paksaan

Analisa
Frekuensi Alamiah
Pada, percobaan ini, pertama
yang dilakukan adalah memutar
pendulum sehingga berosilasi dan
kita menghitung sebanyak 10 getaran
untuk setiap skala 5-15. Pada
percobaan ini kita mengukur waktu
lamnya pendulum berosilasi untuk 10
getaran. Dari data yang ada, kita
dapat menghitung nilai frekuensi
alamiah,
nilai momen inersia dan
konstanta
pegas.
Dimana
nilai
frekuensi alamiahnya sebesar 0.56 Hz
sedangkan
kosntanta
pegasnya
sebesar 0,0039
Frekuensi Paksaan
Dari
percobaan
diperoleh,
makin besar nilai skala grob-nya,
maka tegangannya akan semakin
besar
pula.
Sedangkan,
nilai
amplitudo akan naik hingga skala
grob 19, namun setelah skala grob
19, nilai amplitudo semakin lama
semakin mengecil. Sehingga pada
saat skala grob 19 pendulum
mengalami
frekuensi
resonansi.
Selain itu hubungan antara amplitudo
dengan frekuensi nya sama dengan
hubungan antara skala grob dan
amplitudo yakni mengalami kenaikan
kemudian turun sementara grafik
frekuensi
terhadap
tegangannya

berbanding lurus. Dari data yang


didapat, besar
nilai gaya luar
semakin besar seiring semakin besar
skala grobnya, tetapi saat skala 19-26
nilai gaya luarnya (Fo) tak terhingga
karena nilai o nya lebih kecil dari
dan didapat pula sudut fase setiap
skala grob yang diberikan.
Frekuensi Redaman
Pada percobaan ini, dari data
yang diperoleh maka semakin besar
arus yang mengalir dalam rangkaian
maka nilai amplitudonya semakin
lama akan semakin mengecil. Begitu
pula pada perioda, semakin lama
waktu yang dibutuhkan pendulum
untuk melakukan satu getaran penuh
maka
amplitudonya
juga
akan
semakin mengecil. Hal ini karena
terjadi peredaman saat pendulum
berosilasi. Artinya, semakin besar
arus yang kita berikan maka semakin
besar pula redaman-nya. Dari data
yang diperoleh, didapat nilai faktor
redaman dan parameter redaman
yang nantinya akan dipergunakan
saat mencari nilai gaya luar dari
percobaan ke-4.
Frekuensi
Paksaan
dan
Redaman
Dari hasil percobaan diperoleh
data, semakin besar skala grob yang
kita inputkan maka tegangann yang
didapatkan akan semakin besar.
Dari grafik terlihat bahwa
frekuensinya semakin lama semakin
naik sebanding dengan amplitude,
lalu turun pada saat frekuensinya
telah mencapai puncak. Sedangkan
karena ada arus yang diberikan
amplitude puncak dari setiap arus
yang diberikan semakin kecil seiring
arus yang diberiikan semakin besar

atau
hubungannya
berbanding
terbalik, hal itu karena terdapat
faktor redaman. Selain itu dari data
percobaan didapat pula gaya luar
(Fo)nya dan juga sudut fase dari
setiap percobaan. Sama seperti
percobaan frekuensi paksaan, gaya
luar pada percobaan ini saat skala
grobe 25-26, Fo nya tak terhingga
karena nilai o nya lebih kecil dari .
Kesimpulan
Dari
hasil
percobaan
dapat
disimpulkan bahwa:
1. frekuensi alamiah dari rotator
harmonis dapat ditentukan dengan
nilai sebesar 0.56 Hz
2.
Gaya
luar
paksaan
dapat
ditentukan dimana nilainya semakin
besar seiring skala grobe yang
diberikan, tetapi saat skala 19-26 Fo
nya tak terhingga
3. redaman dari suatu getaran
paksaan teredam dapat diukur,
dimana redaman ini mempengaruhi
amplitudo, semakin besar redaman
maka semakin kecil amplitudonya.
Daftar Pustaka
[1] Halliday & Resnick, Fisika
Ketiga, Erlangga, Jakarta, 1997.

Jilid

[2] Richards Sears W Zemansky,


Modern University Physics, Japan
Publications
Trading
Company,Tokyo,1960.