Anda di halaman 1dari 2

Untuk fluida Newtonian viskos tidak tergantung pada laju v, dan dari persamaan

(1.27) gaya F berbanding lurus dengan laju. Fluida yang tegang atau menyebar umumnya
bukan Newtonian dalam sifat viskosnya. Salah satu contoh adalah darah, yang
merupakan sebuah suspensi sel darah dalam cairan. Saat laju regangan bertambah, sel
darah berubah bentuk dan jadi menyesuaikan diri dengan istimewa untuk memudahkan
aliran, menyebabkan berkurang. Fluida yang melumasi sendi-sendi manusia pun
memperlihatkan perilaku yang sama.
Gambar aliran laminer diatas memperlihatkan laju pola aliran untuk aliran laminer
fluida viskos dalam pipa silinder yang panjang. Kecepatan terbesarnya adalah sepanjang
sumbu dan menjadi nol pada dinding pipa. Gerakan ini adalah menyerupai gerakan
sejumlah tabung konsentrik yang meluncur relatif satu terhadap yang lain, dengan tabung
yang berada di pusat bergerak paling cepat, sementara tabung bagian luar diam. Dengan
menerapkan persamaan (1.26) untuk elemen fluida berbentuk silinder, kita bisa
mendapatkan persamaan yang menggambarkan profil laju. Kita tidak akan membahas
dengan rinci; laju aliran v pada jarak r dari sumbu pipa yang berjari-jari R adalah
v=

p1 p 2 2 2
( R r )
4 L

(1.28)

Di mana p1 dan p2 adalah tekanan pada kedua ujung pipa dengan panjang L. laju pada

setiap titik sebanding dengan perubahan tekanan per satuan panjang,

p
( 1 p2 )/ L

atau dp/dx disebut gradien tekanan. Alirannya selalu menuju arah penurunan tekanan.
Untuk mendapatkan total laju aliran volume, kita perhatikan cincin dengan diameter
dalam r, ini adalah vdA; total aliran volume didapat dengan melakukan integrasi dari r =
0 sampai r = R. Hasilnya adalah

( )( p L p )

dV R 4
=
dt 8

(persamaan Poseuille)

Hubungan ini pertama kali didapatkan oleh Poiseuille dan disebut persamaan
Poiseuille. Laju aliran volume berbanding terbalik dengan viskositas, seperti yang kita

harapkan. Laju juga sebanding dengan beda tekanan

p
( 1 p2 ) /L, dan berubah

pangkat empat jari-jari R. jika kita menggandakan R, laju aliran akan bertambah sesuai
dengan faktor 16. Hubungan ini penting dalam perancangan sistem pemipaan dan jarum
suntik. Ukuran jarum jauh lebih penting daripada tekanan ibu jari dalam menentukan laju
aliran dari jarum; menggandakan diameter jarum memiliki efek yang sama dengan
menaikkan gaya ibu jari enambelas kali. Dengan cara yang sama, aliran darah dalam
arteri dan vena dapat dikontrol pada kisaran yang lebar dengan perubahan diameter yang
relatif kecil, inilah mekanisme pengaturan suhu yang penting pada binatang berdarah
panas. Penyempitan arteri yang relatif kecil pada penyempitan pembuluh nadi dapat
menyebabkan kenaikan tekanan darah dan menambah regangan pada otot jantung.