Anda di halaman 1dari 30

Laringo Mask

Airway

FERU BUSTAMI
2004730025
Pembimbing: dr.Indragiri,Sp.An

Pendahaluan
Sungkup laring (LMA, laryngeal mask
airway) ialah alat jalan nafas berbentuk
sendok yang terdiri dari pipa besar
berlubang dengan ujung yang menyerupai
sendok yang pinggirnya dapat di kembang
kempiskan seperti balon pada pipa trakea.

Bentuk LMA
Laringeal mask airway ( LMA ) adalah alat
didesain untuk memberikan dan
menjamin tertutupnya bagian dalam laring
untuk ventilasi spontan dan
memungkinkan ventilasi kendali pada
mode level (< 15 cm H2O) tekanan positif

Ukuran LMA
Ukuran LMA

Berat pasien

Volume
Pengembangan (ml)

Neonatus/bayi sd 5 kg

1,5

5-10 kg

10-20 kg

10

2,5

20-30 kg

14

>30 kg

20

Dewasa kecil

30

Dewasa normal

40

Dewasa besar

Macam-macam LAM
Clasic LMA
Merupakan suatu peralatan yang
digunakan pada airway management yang
dapat digunakan ulang dan digunakan
sebagai alternatif baik itu untuk ventilasi
facemask maupun intubasi ET

LMA Fastrach ( Intubating LMA )


Dirancang khusus untuk dapat pula
melakukan intubasi tracheal. Sifat ILMA :
airway tube-nya kaku, lebih pendek dan
diameternya lebih lebar dibandingkan
classic LMA

LMA Proseal
mempunyai 2 gambaran yang menawarkan
keuntungan lebih dibandingkan LMA standar
selama melakukan ventilasi tekanan positif.
Pertama, tekanan seal jalan nafas yang lebih
baik yang berhubungan dengan rendahnya
tekanan pada mukosa. Kedua, LMA Proseal
terdapat pemisahan antara saluran pernafasan
dengan saluran gastrointestinal, dengan
penyatuan drainage tube yang dapat
mengalirkan gas-gas

Flexible LMA
Bentuk dan ukuran mask nya hampir
menyerupai cLMA, dengan airway tube terdapat
gulungan kawat yang menyebabkan
fleksibilitasnya meningkat yang memungkinkan
posisi proximal end menjauhi lapang bedah
tanpa menyebabkan pergeseran mask. Berguna
pada pembedahan kepala dan leher, maxillo
facial dan THT.

Indikasi LMA
a. Sebagai alternatif dari ventilasi face mask
atau intubasi ET untuk airway management.
b. Pada penatalaksanaan difficult airway yang
diketahui atau yang tidak diperkirakan.
c. Pada airway management selama resusitasi
pada pasien yang tidak sadarkan diri.

Kontraindikasi LMA
Pasien-pasien dengan resiko aspirasi isi
lambung ( penggunaan pada emergency adalah
pengecualian ).
Pasien-pasien yang membutuhkan dukungan
ventilasi mekanik jangka waktu lama.
Pasien-pasien dengan reflex jalan nafas atas
yang intack karena insersi dapat memicu
terjadinya laryngospasme.

Efek samping dari LMA


Efek samping yang paling sering
ditemukan adalah nyeri tenggorok.
Efek samping yang utama adalah
aspirasi.

Persiapan LMA
Langkah 1: seleksi Ukuran
Langkah 2: Pemeriksaan LMA
Langkah 3: Periksa deflasi dan inflasi dari
manset
Langkah 4: Pelumasan dari LMA
Langkah 5: Posisi Airway

Langkah 1
Verifikasi ukuran LMA yang benar
Fitur pedoman Ukuran:
Ukuran 1
: di bawah 5 kg
Ukuran 1,5 : 5 sampai 10 kg
Ukuran 2
: 10 sampai 20 kg
Ukuran 2,5 : 20 sampai 30 kg
Ukuran 3
: 30 kg menjadi dewasa kecil
Ukuran 4
: dewasa normal
Ukuran 5
: dewasa Besar

Langkah 2
Periksa secara visual.
Periksa tabung untuk memastikan bahwa
itu adalah bebas dari penyumbatan.
Menggembosi manset untuk memastikan
bahwa ia akan mempertahankan ruang
hampa.
Penggelembungan manset untuk
memastikan bahwa tidak bocor

Langkah 3
Deflasi dan Inflasi LMA yang perlahanlahan . Selama inflasi udara dalam manset
maksimum tidak boleh melebihi:
Ukuran 1
: 4 ml
Ukuran 1.5 : 7 ml
Ukuran 2
: 10 ml
Ukuran 2.5 : 14 ml
Ukuran 3
: 20 ml
Ukuran 4
: 30 ml
Ukuran 5
: 40 ml

Langkah 4
Gunakan pelumas larut dalam air untuk
melumasi LMA. Lumasi LMA sebelum
dimasukkan. Lumasi bagian belakang.
Hindari berlebihan jumlah pelumas
pada permukaan anterior dari manset atau
dalam mangkuk dari masker karena dapat
mengakibatkan batuk atau obstruksi.

Langkah 5
Posisi airway yang benar dengan
memperpanjang kepala dan leher. Asisten
menarik ke bawah rahang bawah.
Visualisasikan jalan napas oral posterior.
Pastikan bahwa LMA tidak melipat di
dalam rongga mulut seperti yang
dimasukkan.

TEHNIK
PEMASANGAN
LMA

Langkah 1
Memegang tabung LMA , seperti
memegang pena sedekat mungkin ke
ujung mask. Pasang ujung LMA terhadap
permukaan bagian dalam gigi atas pasien

Langkah 2
Tekan ujung atas mask melawan langitlangit yang keras. Menggunakan jari
telunjuk, terus menekan ke atas sebagai
masker muka anda ke pharynx untuk
memastikan ujung tetap merata dan
menghindari lidah.

Langkah 3
Jauhkan leher tertekuk dan kepala
diperpanjang.
Tekan mask ke dalam dinding faring
posterior menggunakan jari telunjuk.

Langkah 4
Lanjutkan mendorong dengan jari telunjuk
Anda.

Langkah 5
Pegang tabung dengan sisi lain
kemudian tarik jari telunjuk Anda dari
pharynx.
Tekan lembut ke bawah dengan tangan
lain untuk memastikan mask sepenuhnya
dimasukkan.

Langkah 6
Kembangkan mask dengan volume udara
yang direkomendasikan.
Jangan over-penggelembungan LMA.
Jangan menyentuh tabung LMA ketika
sedang meningkat kecuali posisi ini jelas
tidak stabil.

Verifikasi Penempatan LMA


Hubungkan LMA ke perangkat Mask BagValve atau ventilator tekanan rendah
Ventilasi pasien sementara membenarkan
suara napas yang sama atas kedua paruparu di segala bidang dan tidak adanya
suara ventilasi atas epigastrium.

Mengamankan LMA
Masukkan blok-gigitan atau gulungan
kasa untuk mencegah oklusi tabung
akibat gigi pasien turun.
Sekarang LMA dapat diamankan
menggunakan teknik yang sama seperti
yang digunakan dalam mengamankan
suatu tabung endotrakeal.

Masalah dengan LMA


Kegagalan masker yang kempis yang
tertekan saat melawan langit-langit atau
pelumasan yang tidak memadai atau
deflasi dapat menyebabkan ujung masker
untuk melipat sendiri.

Setelah ujung mask mulai melipat, dan


mendorong katup tenggorok ke posisi
yang terlipat menyebabkan obstruksi
mekanis.

DAFTAR PUSTAKA
Latief, Said A. dkk. Petunjuk Praktis
Anestesiologi. Edisi Kedua. Bagian
Anestesiologi dan terapi Intensif. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta,
2001.
Wirjoatmojo, Karjadi. Anestesiologi dan
Reaminasi. Edisi Pertama. Bagian Anastesiologi.
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,
Surabaya, 1999-2000.
www.scribd.com/doc/LMA

TERIMA
KASIH