Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan


(PAIKEM)

Oleh:
1. Halimatussyadiyah (12 22 2042)
2. Linda (12 22 2059)
3. Meliyani (12 22 2069)
4. Nia nopita (12 22 2072)
5. Nurfadilah (12 22 2078)

DOSEN PENGAMPU:
Indah Wigati, M.pd.I

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)


RADEN FATAH PALEMBANG
FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU KEGURUAN
PRODI TADRIS BIOLOGI
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sampai saat ini, para penggiat pendidikan selalu berusaha untuk
mengembangkan metode-metode dan model-model pembelajaran yang baik
dan efektif untuk dapat membantu guru daam menyampaikan ilmu-imunya
kepada siswanya. Pengembangan ini telah dilakukan sejak dulu hingga
sekarang secara kontinue dan terus menerus, mengikuti perkembangan
teknologi dan juga permasalahan-permasalahan yang timbul dalam dunia
pendidikan.
Salah satu pendekatan pembelajaran yang dianggap bagus dan layak
untuk diterapkan dalam proses pembelajaran adalah PAIKEM, singkatan dari
Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. PAIKEM
sangat dianjurkan mengingat semakin kompleksnya permasalahan di dunia
pendidikan dan juga besarnya tuntutan yang dibebankan kepada guru dalam
menyukseskan pembelajaran di sekolah ataupun para dosen di universitas.
Pelatihan-pelatihan tentang PAIKEM-pun telah banyak diadakan dalam
rangka meningkatkan kualitas guru/dosen. PAIKEM kini telah menjadi salah
satu bagian dari usaha sebuah unit pendidikan dalam meningkatakan kualitas
pembelajaran selain itu, yang paling mendasar tujuan penerapan PAIKEM
adalah agar siswa-siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran, lebih enjoy dalam belajar dan tentu saja menjadi lebih bisa
menyerap materi pembelajaran yang diberikan. Dapat dikatakan, intinya
penerapan PAIKEM merupakan hal yang sangat penting dan harus dipahami
dengan baik oleh semua guru serta harus dapat diterapkan secara benar.
Namun pada kenyataanya, belum semua guru ataupun para penggiat
pendidikan memahami dengan sebenarnya pendekatan PAIKEM ini, oleh
sebab itu, kami mencoba membantu untuk memberikan pemahaman tentang
PAIKEM yang lebih konprehensif dan mudah untuk dipelajari melalui
makalah ini.
1.2 Tujuan Makalah

Adapun tujuan penyusunan makalah ini, yaitu:


1. Mengetahui pengertian dan ruang lingkup PAIKEM
2. Mengetahui langkah-langkah mewujudkan PAIKEM
3. Mengaplikasikan beberapa metode PAIKEM secara benar

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Dan Ruang Lingkup PAIKEM


PAIKEM adalah singkatan dari pembelajaran aktif. Inovatif, Kreatif,
Efektif dan menyenangkan (DEPDIKNAS, 2007).
Dikatakan demikian karena pembelajaran yang dirancang mampu
mengaktifkan peserta didik, dapat mengembangkan kreatifitas yang efektif
dan menyenangkan peserta didik (Hartono dkk, 2012).
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran seseorang guru
harus menciptakan suasana seaktif mungkin sehingga peserta didik aktif
bertanya, mengemukan gagasan dan lain-lain. Inovatif dimaksudkan bahwa
guru hendaknya menciptakan kegiatan-kegiatan atau program pembelajaran
yang sifatnya baru tidak seperti biasanya. Kreatif dimaksudkan agar guru
menciptakan kegiatan yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat
kemampuan peserta didik. Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar
yang kondusif yang mampu menyenangkan peserta didik sehingga terpusat
pada belajar (Hartono dkk, 2012)
Menurut Nasarius (2006:35) bahwa untuk membiasakan mengajar
dengan pendekatan mengaktifkan siswa seseorang guru perlu memiliki dua
keterampilan dasar yaitu:
1. Menemukan sumber belajar
2. Memilih kegiatan belajar
Perpaduan dua keterampilan akan membuat guru terampil menciptakan
dan memilih kegiatan belajar yang mengaktifkan dan kontekstual. Guru yang
terlihat aktif di kelas akan menjadi subjek yang mendominasi dalam
pembelajaran, dengan hal itu maka siswa akan berperilaku aktif. Sebagai pusat
belajar, siswa harus lebih aktif berkegiatan untuk membangun suatu
pemahaman keterampilan dan sikap tertentu. Aktivitas siswa menjadi penting
ditekankan, karena belajar itu hakikatnya adalah proses yang aktif dimana
siswa menggunakan pikirannya untuk membangun pemahaman (Harto, 2012).
Dalam hal ini, siswa tidak hanya belajar sekedar dengan meyerap dan
mengahafal pengetahuan yang dituangkan oleh guru, tetapi juga ia paham.
Dengan

diaktifkannya

siswa

dalam

belajar

akan

semakin

terlatih

menggunakan pikirannya, karena itu esensiasi pembelajaran bukan terletak


pada gaduh atau hebohnya suasana kelas karena aktifitas fisik siswa,
melainkan pada menggunakan pada aktifitas berpikir tinggi (Harto, 2012).
2.2 Langkah-Langkah Mewujudkan PAIKEM
Agar siswa Aktif maka sikap yang harus dikembangkan oleh guru
yaitu (Harto, 2012):
1. Guru bersahabat dan bersikap terbuka
Akrab, murah senyum, menyapa nama, merupakan teknik menunjukan
bahwa guru bersahabat pada siswa. Jika perlu guru dapat memulai
pembicaraan informal dengan topik yang sedang trend dimata peserta
didik.
2. Guru mengajukan pertanyaan yang mengundang banyak jawaban siswa
3. Guru merespon dan menghargai semua jawaban siswa
Setiap jawaban siswa hendaknya diberi reward oleh guru walaupun
sesungguhnya kurang mengenal, reward itu bisa berupa ucapan, acungan
jempol atau tepukan di pundak.
4. Guru membantu siswa menyelesaikan tugas
Kadang seseorang siswa atau kelompok siswa mengalami kesulitan dalam
menyelesaikan tugas-tugas, guru perlu tahu dan memberikan jalan keluar
agar siswa atau kelompok siswa tersebut tidak tertinggal dari kelompok
lain.
Agar siswa kreatif maka hal yang perlu dikembangkan yaitu (Harto,
2012):
1. Guru membangun lingkungan belajar yang kreatif
2. Guru memberi kesempatan siswa menghasilkan karya atau menuangkan
kreatifitas
3. Guru menghargai dan memajang hasil karya siswa
Selain itu gibbs (1972) dalam mulyasa agar peserta didik lebih
kreatif maka:
1. Dikembangkanya rasa percaya diri pada peserta didik, dan mengurangi
rasa takut
2. Memberi kesempatan pada peserta didk untuk berkomunikasi secara
ilmiah secara bebas dan terarah
3. Melibatkan peserta didik dalam menentukkan tujuan belajar dan
evaluasinya
4. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan otoriter.

Agar pembelajaran efektif maka hal yang harus diperhatikan oleh guru
yaitu (Harto, 2012):
1. Guru memberikan tugas dengan jelas
2. Guru memperhatikan waktu
3. Guru memanfaatkan sumber belajar dan media yang tepat
4. Guru mengakomodasi gaya belajar siswa ketika presentasi
5. Guru mengelola kelas dengan baik
Agar pembelajaran menyenangkan maka (Harto, 2012):
1. Guru tampil semangat, antusias, dan gembira
2. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif
3. Guru memanfaatkan energizer dan humor
Cara

pendekatan

pembelajaran

bisa

dilakukan

(Harto

dan

Abdurrahmansyah, 2009):
1. pendekatan psikologis
pendekatan ini tekanan utamanya adalah dilakukan dorongan atau
motivasi dari guru ke siswa yang bersifat persuasive yaitu suatu dorongan
mampu menggerakakn gaya kognitif, afektif, dan psikomotorik. Guru
ketika mengajar tidak hanya menekan ahli pengetahuan.
2. pendekatan social kultural
pendekatan ini menghendaki pada usaha pengembangan sikap-sikap
pribadai sesuai dengan kehidupan yang terjadi di masyarakat
3. pendekatan keimanan
pendekatan ini menjelaskan bahwa semua ilmu yang diajari akan
membawa konsekwensi muncul nya keyakinan dan keimanan siswa pada
ketauhidan Allah
4. pendekatan sejarah
pendekatan ini memberikan arah penekanan dalam kegiatan
pembelajaran untuk digunakannya pengalaman kejadian pendekatan ini
memberikan suatu peristiwa, tokoh, sebagai satu sisi yang dapat digunakan
untuk memberi pembelajaran kepada siswa.
5. pendekatan filosofis
pendekatan ini memungkin siswa untuk mengaktifkan daya nalar dan
rasionalitas mereka dalam memahami materi yang diajarkan

6. pendekatan fungsional
pendekatan ini memberikan suatu penekaan yang bermanfaat dan
fungsinya untuk kehidupan pribadinya.
2.3 Aplikasi Media Paikem
Metode yang digunakan pada pembelajaran ini, yaitu mengunakan
(Suprijono, 2013):
1. Snowball throwing
a. Guru membentuk beberapa kelompok dan masing-masing kelompok
terdapat ketua kelompok
b. Setiap kelompok membuat soal serta jawaban sesuai materi yang akan
dipelajari. Tetapi siswa sudah belajar sebelum proses belajar mengajar
dimulai
c. Soal yang telah dibuat dibentuk ball dan di lemparkan pada kelompok
lain
d. Kelompok yang mendapatkan ball harus menjawab pertanyaan
didalam nya
e. Kelompok pembuat soal memberikan nilai kepada kelompok penjawab
soal dengan nilai yang sesuai
f. Kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan reward
2. Mind Mapping
a. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah
Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran biologi tentang
virus, maka tema utamanya adalahVirus.
b. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih
berkaitan dengan tema utama
Dari tema utama Virus, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari :
klasifikasi virus, ciri-ciri virus, peranan virus, reflikasi, dll.
c. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau
symbol. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema
turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah
mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis,
warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk
menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Pola-

pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang
kita baca.
d. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan
lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan
menarik dibandingkan Peta Pikiran yang miskin warna.
e. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya
menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu,
membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila
dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil
bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.
3. Everyone is a Teacher Here
a. Siapkan ball kecil untuk dilemparkan pada siswa
b. Putar music selama kurang lebih 2 menit. Saat music berhenti,
perlemparan bola pun dianggap selesai
c. Yang mendapatkan bola tersebut harus mampu memberikan kesimpulan
dan cara penyampaian harus seperti guru.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam proses belajar mengajar diperlukan penerapan metode mengajar
yang sesuai dengan materi, karena dengan metode inilah mempermudah
siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru, ada beberapa metode
PAIKEM yang dapat diterapkan yaitu: Snowball throwing, Mind Mapping,
Everyone is a Teacher Here.
Dengan penerapan metode PAIKEM diharapkan siswa dapat belajar
dengan enjoy serta hasilnya pun bias maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

E. Mulyasa .2003. Kurikulum Berbasisi Kompetensi: Konsep Karakteristik


Dan Implementasi.Bandung: PT. remaja rosdakarya.
Harto, Kasinyo dan Abdurrahmansyah. 2009. Metodologi Pembelajaran
Berbasis Active Learning. Palembang: Grafika Telindo Press.
Harto, kasinyo. 2012. Active Learning Dalam Pembelajaran Agama
Islam.Yogyakarta: Pustaka Felicha.
Hartono dkk. 2012. PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif
dan menyenagkan). Riau: zanafa Bublishing.
Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi
PAIKEM. Yogyakarta: pustaka pelajar.