Anda di halaman 1dari 5

Comments

SECRET OF LIFE ~

BERANDA
PROFIL
ARTIKEL
MOTIVASI
PHYSICS
SOAL DAN PENYELESAIAN
TUGAS KULIAH
ZODIAK

select your language


Sabtu, 20 April 2013

Sistem Konversi Energi : Fuel Cell Hydrogen


Posted by Julius Indra Kusuma at 12.03.00Read our previous post
Dengan semakin meningkatnya laju perumbuhan penduduk maka kebutuhan
energi juga semakin mengalami peningkatan. Namun, peningkatan laju
pertumbuhan penduduk ini tidak diimbangi dengan ketersediaan energi sehingga
menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan cadangan energi yang
ada. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA),
hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata
mengalami peningkatan sebesar 1,6% per tahun. Dari total kebutuhan energi dunia
tersebut sekitar 80% kebutuhan energi masih bersumber dari bahan bakar fosil,
utamanya BBM (Bahan Bakar Minyak). Di sisi lain cadagan energi dunia semakin
berkurang. Untuk mengatasi ketergantungan akan BBM, maka diperlukan alternatif
energi baru. Indonesia sendiri memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang
cukup melimpah, diantaranya : batu bara, angin, panas bumi, tenaga surya
dan biofuel. Salah satu sistem konversi energi yang dapat dilakukan adalah feul cell
berbahan bakar dasar hydrogen.
Fuel cell adalah suatu alat konversi energi elektrokimia yang dapat
mengubah hydrogen dan oksigen menjadi air, yang secara bersamaan
menghasilkan energi listrik dan panas dalam prosesnya.

Fuel cell merupakan suatu bentuk teknologi sederhana yang dapat diisi bahan bakar
untuk mendapatkan energinya kembali, dalam hal ini yang menjadi bahan bakar
adalah oksigen dan hidrogen. Layaknya sebuah baterai, segala jenis fuel cell
memiliki elektroda positif (katoda) dan negatif (anoda). Reaksi kimia yang
menghasilkan listrik terjadi pada elektroda. Pada reaksi ini terjadi elektrolisis
hydrogen yang kemudian melepas electron bebas. Elektron-elektron yang terlepas
ini akan dialirkan ke luar system melalui elektroda. Selain elektroda, satu unit fuel
cell terdapat elektrolit yang akan membawa muatan-muatan listrik dari satu
elektroda ke elektroda lain, serta katalis yang akan mempercepat reaksi di
elektroda. Pada satu unit fuel cell terjadi reaksi kimia yang terjadi di anoda dan
katoda.
Reaksi yang terjadi pada anoda adalah :

2 H2 => 4 H+ + 4 eSementara reaksi yang terjadi pada katoda adalah :

O2 + 4 H+ + 4e- => 2 H2O


Sehingga keseluruhan reaksi pada fuel cell adalah :

2H2 + O2 => 2 H2O


Hasil samping reaksi kimia ini adalah aliran elektron yang menghasilkan arus listrik
serta energi panas dari reaksi.
Beberapa keuntungan dari sistem konversi energi fuel cell hydrogen adalah :
Transformasi energi yang terjadi cukup singkat, dimana ketika fuel cell digunakan
untuk menghasilkan energi listrik maka fuel cell hanya membutuhkan sedikit
transformasi energi, yaitu dari energi kimia menjadi energi listrik. Lain halnya mesin
kalor yang harus mengubah energi kimia menjadi energi panas kemudian menjadi
energi mekanik yang akan memutar generator untuk menghasilkan energi listrik.
Fuel cell yang diaplikasikan untuk menggerakkan motor listrik memiliki jumlah
transformasi energi yang sama dengan mesin kalor, tetapi transformasi energi pada
fuel cell memiliki efisiensi yang lebih tinggi.
Konversi energi fuel cell biasanya lebih effisien daripada jenis pengubah energi
lainnya. Efiensi konversi energi dapat dicapai hingga 60-80%. Hal ini terjadi karena
fuel cell hanya memerlukan sedikit waktu pemanasan. Sehingga resiko operasional
pada temperatur tinggi dapat dikurangi dan efisiensi termodinamika dari reaksi

elektrokimia dapat lebih baik. Karena fuel cell tidak menggunakan proses
pembakaran dalam konversi energi, maka efisiensinya tidak dibatasi oleh efisiensi
siklus Carnot.

Fuel cell tidak mengeluarkan emisi berbahaya karena hanya akan mengeluarkan
uap air apabila memakai hidrogen murni. Namun ketika memakai hidrogen hasil dari
reforming hidrokarbon atau fosil maka harus dilakukan uji emisi untuk menentukan
apakah sistem tersebut masih dapat dikategorikan beremisi rendah. Selain itu, fuel
cell tidak menimbulkan bau tertentu karena zat buangnya berupa H 2O atau unsur
air. kemudian fuel cell juga tidak dapat menimbulkan kebisingan. Karena tidak
adanya proses pembakaran dan tidak ada pula komponen yang bergerak. Kecuali
suara dari beberapa peralatan pendukung seperti pompa, kipas, kompresor, dll.

Daftar pustaka :
Anonim. 2008. Cara Kerja Fuel Cell. http://berita-iptek.blogspot.com/
[Diakses pada : 1 April 2013]
Martaningtyas, Dewi.
2005. Energi
Hijau
Berlimbah
Uap
Air.
http://www.energi.lipi.go.id/ [Diakses pada : 6 April 2013]

Negara, Thomas Ari. 2007. Kelebihan dan Kekurangan Teknologi


Fuel. http://www.kamase.org/ [Diakses pada : 6 April 2013]
Prof.
Dr.
Jusuf. 2012. Kekayaan
Energi
Indonesia
dan
Pengembangannya. http://www.indonesia.go.id/ [Diakses pada : 28 Maret 2013]
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

19999
LINK

Perpustakaan Nasional RI
Universitas Sebelas Maret
Jurusan Fisika UNS
blog.uns.ac.id
juliussecret
facebook
twitter
PLay ONline GAme

LIVE TRAFFIC
POPULAR POSTS

Cara kerja sel saraf


Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut
saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan poten...

PEGAS DAN APLIKASI DI KEHIDUPAN


Jika kita melihat Ketapel, Timbangan ataupun Suspensi pada kendaraan, semua bendabenda tersebut menggunakan sistem pegas. Dari penger...

PEMANFAATAN MEDAN LISTRIK DAN POTENSIAL LISTRIK (Pada Penangkal Petir dan
Generator Van De Graff)
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kita menemui pemanfaatan dari medan listrik
maupun potensial listrik. Salah satu pemanfaatannya ad...

"PDF CONVERT ONLINE"


SHARE IT
2014 ~ Secret of Life ~ is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon Best SEO Template