Anda di halaman 1dari 4

Infosys Tech: The Implementation

Challenges of Knowledge
Management Initiatives
Leave a reply
Infosys merupakan perusahaan pengembang software dengan pusat di Bangalore
India, pada tahun 1990 Infosys telah memulai usaha untuk memindahkan pengetahuan
karyawan ke pengetahuan perusahaan, kemudian dibentuklah Knowledge Management (KM)
group pada tahun 1999, termasuk implementasi intranet dalam perusahaan yang disebut
KShop untuk mengumpulkan dan penggunaan ulang dari pengetahuan organisasi.
Pada pertengahan tahun 2001, KM group mengimplementasikan sebuah sistem yang
disebut KCU (Knowledge Currency Unit), KCU bertujuan untuk mendorong para karyawan
perusahaan untuk memberikan pengetahuan kepada perusahaan. Pengetahuan yang diberikan
kepada perusahaan akan dihargai dengan poin yang dapat diakumulasikan dan kemudian
ditukar dalam bentuk moneter. Implementasi ini mulai menampakkan hasilnya, lebih dari
2400 proposal proyek aset pengetahuan baru, studi kasus, dan penggunaan kembali kode
software masuk ke KShop.
Namun, insentif KCU ini kemudian mengakibatkan sebuah permasalahan. Banyaknya
masukan memberikan beban yang berlebih pada sistem (overload) dan biaya yang tinggi
untuk perawatannya. Beberapa bahkan berpendapat, lebih cepat bertanya dibandingkan
mencari lewat KShop.
Permasalahan lain yang timbul dari insentif KCU adalah hancurnya jiwa komunitas.
Sebelum adanya insentif KCU para karyawan sangat mudah dalam membagi informasi
kepada para karyawan lain, namun setelah adanya insentif KCU suasana ini berubah total,
para karyawan berpikir lebih memilih untuk mendapatkan poin KCU yang bisa mereka tukar
dengan unit moneter dibanding membagi informasi kepada karyawan lain secara cuma-cuma.

Menyadari hal ini, KM group kemudian memperbaiki sistem penilaian pada insentif
KCU, pada April 2002 KM group merubah reward moneter dengan menampilkan orang yang

memberikan pengetahuan, pengetahuan dinilai dari sejauh mana dapat digunakan oleh
perusahaan, dan pengguna juga dapat memberikan rating kepada pengetahuan tersebut.
Penerapan sistem KCU yang baru perlahan mengurangi jumlah masuknya pengetahuan dan
secara tidak langsung menyingkirkan mereka yang memberikan pengetahuan dengan tujuan
memperoleh unit moneter.
Inisiatif lain berfokus pada praktik KM, dengan cara memperpendek waktu proyek
dan memperbaiki tampilan dari KShop sehingga informasi yang dicari tidak membutuhkan
waktu yang lama untuk diakses. Inisiatif lain yang diambil adalah membentuk KM Prime
yang bertanggung jawab pada distribusi informasi dan pengetahuan dalam satu tim, KM
Prime juga bertanggung jawab untuk mengembalikan pengetahuan yang telah diambil beserta
tanggapan, saran atau kritik terhadap pengetahuan yang telah digunakan, dengan cara ini
diharapkan pengetahuan yang ada dapat berkembang.
Setelah modifikasi KCU pengetahuan yang masuk jumlahnya relatif stabil dan lebih
mudah untuk diatur, sehingga para pengguna KShop dapat mengenyam hasilnya, mudah
digunakan, mudah diakses dan tentunya rendah biaya. Hal yang dapat dipelajari disini adalah
suatu sistem baru yang diterapkan seharusnya tidak menabrak sistem lain yang telah ada, atau
merusak kondisi sosial yang ada, seperti yang dikutip dari seorang manajer yang terlibat sejak
awal dengan KM: We are coming to realize that knowledge management requires much
more than just technology. Wehave to pay attention to the cultural and social facets of
knowledge management as well.

Infosys Terpilih Sebagai Pemimpin IDC


Marketscape: Ekosistem Pelaksanaan
Oracle di Seluruh Dunia
Jumat, 7 Desember 2012 10:47 WIB | 1.747 Views
BANGALORE, India dan NEW YORK, 29 November 2012 (ANTARA/PRNewswireFirstCall) -Infosys terpilih sebagai pemimpin global dalam menerapkan sistem Oracle, menurut
Laporan IDC MarketScape: Worldwide Oracle Implementation Ecosystem 2012 Vendor
Analysis[1].
Infosys merupakan salah satu dari hanya dua pemain dalam kategori "Pemimpin" global.
Laporan IDC MarketScape mencakup berbagai vendor yang berpartisipasi di pasar ekosistem

pelaksanaan Oracle di seluruh dunia. Evaluasi didasarkan pada kerangka kerja komprehensif
dan ketat yang menilai masing-masing vendor relatif terhadap kriteria dan satu sama lain.
Kerangka tersebut menyoroti faktor yang diharapkan menjadi yang paling berpengaruh untuk
sukses di pasar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Menurut laporan itu, Infosys adalah pemimpin global berdasarkan konsultasi perusahaan
end-to-end dan layanan integrasi sistem pada platform Oracle untuk layanan mulai dari
konsultasi bisnis hingga konsultasi teknis. Ini termasuk layanan terpadu untuk manajemen
perubahan organisasi, realisasi nilai bisnis/tata kelola nilai, jasa pelatihan, dan manajemen
program. Infosys juga telah melakukan investasi yang signifikan di berbagai bidang strategis
termasuk solusi industri dikonfigurasi untuk percepatan, aplikasi fusi, mobilitas, cloud dan
data yang besar, untuk lebih menyelaraskan dengan arah strategis Oracle di pasar.
"Pemilihan IDC atas Infosys sebagai pemimpin lagi tahun ini menegaskan pekerjaan yang
kami lakukan dengan Oracle dan komitmen kami untuk pasar ini," kata Ravi Kumar S., Wakil
Presiden dan Kepala Praktek Oracle, Infosys. "Klien kami sudah tahu bahwa kami
memberikan solusi Oracle yang terbaik di kelasnya untuk berbagai industri, dan posisi IDC
Infosys sebagai pemimpin dalam implementasi layanan Oracle di seluruh dunia lebih
mendukung pandangan klien kami. Kami terus melakukan investasi strategis dalam inovasi,
produk pengembangan penelitian, dan pengembangan kerjasama dengan Oracle untuk
membangun kemampuan kami."
Infosys adalah Oracle Diamond Partner dan memanfaatkan kemitraannya dengan Oracle
di pasar serta dalam inisiatif pengembangan bersama, termasuk pusat inovasi bersama
Infosys-Oracle yang terletak di Redwood Shores, California, dan di Shanghai, China.
Sumber Daya Tambahan:
* Ekosistem dan Solusi Infosys Oracle: http://www.infosys.com/oracle/pages/index.aspx
* Video: "Kemajuan Radikal" - Pidato Utama Oracle Open World S.D. Shibulal, CoFounder, Chief Executive Officer dan Managing Director Infosys:
http://www.infosys.com/oracle-openworld/agenda/default.asp
* Siaran Pers: Infosys Memenangi Tiga Penghargaan Bergengsi Oracle Excellence
* Studi Kasus: http://www.infosys.com/oracle/case-studies/Pages/index.aspx
Tentang IDC MarketScape
Model analisa vendor IDC MarketScape dirancang untuk memberikan gambaran tentang
kemampuan kompetitif pemasok ICT (teknologi informasi dan komunikasi) di pasar tertentu.
Metode penelitian menggunakan metodologi penilaian yang ketat berdasarkan kriteria
kualitatif dan kuantitatif yang menghasilkan ilustrasi grafis tunggal posisi masing-masing
vendor di pasar tertentu. IDC MarketScape menyediakan kerangka kerja yang jelas di mana
penawaran produk dan layanan, kemampuan dan strategi, dan faktor keberhasilan saat ini dan
masa depan pasar IT dan vendor telekomunikasi dapat benar-benar dibandingkan. Kerangka
kerja ini juga menyediakan teknologi pembeli dengan penilaian 360-derajat kekuatan dan
kelemahan dari vendor saat ini dan yang akan datang.
[1]IDC MarketScape: [WorldWide Oracle Implementation Ecosystem 2012], doc #237327,
Oktober 2012
Tentang Infosys

Infosys bermitra dengan berbagai perusahaan global untuk mendorong pertumbuhan


inovasi mereka. Itulah sebabnya Forbes menempatkan Infosys di peringkat ke-19 di antara
100 perusahaan terkemuka yang paling inovatif. Sebagai penyedia terkemuka solusi generasi
selanjutnya untuk konsultasi, teknologi dan alih daya, Infosys membantu klien di lebih dari
30 negara dalam mewujudkan tujuan mereka. Kunjungi http://www.infosys.com dan lihat
bagaimana Infosys (NASDAQ: INFY), dengan lebih dari 150.000 pekerjanya membangun
Enterprise(R) di masa depan untuk saat ini.
Safe Harbor
Pernyataan tertentu dalam rilis ini tentang prospek pertumbuhan kami di masa depan
adalah pernyataan berwawasan ke depan, yang mencakup sejumlah resiko dan ketidakpastian
yang dapat menyebabkan hasil actual yang berbeda secara materi dari pernyataan
berwawasan ke depan tersebut. Resiko dan ketidakpastian terkait dengan pernyataan ini,
tetapi tidak terbatas pada resiko dan ketidakpastian terkait fluktuasi pendapatan, fluktuasi
kurs mata uang asing, kemampuan kami dalam mengelola pertumbuhan, persaingan ketat
dalam layanan IT yang mencakup berbagai faktor tersebut yang mungkin mempengaruhi
keuntungan biaya, peningkatan upah di India, kemampuan kami untuk menarik dan
mempertahankan para professional ahli, waktu dan biaya dalam harga tetap, kontrak waktu
tetap, konsentrasi klien, pembatasan imigrasi, konsentrasi bidang industry, kemampuan kami
dalam mengelola operasi internasional, mengurangi kebutuhan teknologi dalam bidang fokus
utama kami, agngguan dalam jaringan telekomunikasi atau kegagalan sistem, kemampuan
kami untuk berhasil menyelesaikan dan memadukan akuisisi potensial, tanggung jawab atas
kerusakan pada kontrak layanan kami, keberhasilan perusahaan di mana Infosys telah
membuat investasi strategis, penarikan atau berakhirnya insentif fiskal pemerintah,
ketidakstabilan politik dan konflik regional, pembatasan hukum pada peningkatan modal atau
akuisisi perusahaan di luar India, dan penggunaan yang tidak sah dari kekayaan intelektual
kami dan kondisi ekonomi umum yang mempengaruhi industri kami. Risiko tambahan yang
dapat mempengaruhi hasil operasi kami di masa depan secara lebih lengkap dijelaskan dalam
Annual Report on Form 20-F untuk tahun fiscal yang berakhir pada tanggal 31 Maret, 2012
dan pada Form 6-K untuk kuartal yang berakhir pada tanggal 30 September, 2011, 31
Desember 2011 dan 30 Juni, 2012. Pengajuan ini tersedia di http://www.sec.gov. Infosys
mungkin, dari waktu ke waktu, membuat tambahan pernyataan berwawasan ke depan secara
lisan dan tertulis, termasuk pernyataan yang terkandung dalam pengajuan perusahaan dengan
Securities and Exchange Commission dan laporan kami kepada para pemegang saham.
Perusahaan tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan berwawasan ke depan yang
mungkin dilakukan dari waktu ke waktu oleh atau atas nama perusahaan.
Sumber: Infosys Ltd
Amerika, Jay Barta, Infosys, Amerika Serikat, Telepon: +1-510-926-7840,
Jay_Barta@Infosys.com; Asia Pasifik, Abhijith Karthikeya D, Infosys, India, Telepon: +9180-41563373, Abhijith_Damodar@infosys.com ; EMEA, Paul De Lara, Infosys, Inggris,
Telepon: +44-2075162748, Paul_deLara@infosys.com