Anda di halaman 1dari 5

Adab tidur menurut sunah Rasulullah saw

Sesungguhnya tidur menghabiskan sepertiga dari umur seseorang jika ia tidur


dalam sehari semalam delapan jam. Jika dia mampu mengikuti sunnah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika akan tidur, maka waktu tersebut
dapat dimanfaatkan dalam rangka ibadah. Seorang yang pandai adalah seorang
yang mampu menjadikan kebiasaannya menjadi amalan yang mendapatkan
pahala.

Berikut beberapa sunnah Rasulullah terkait adab tidur.

1. Tidur di awal malam

Di antara tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam


adalah tidur di awal malam, berdasarkan hadits dari sahabat Abu Barzah
radhiyallahu anhu, beliau berkata:

Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat


isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya). (HR. Al-Bukhari
dan Muslim)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, Hal itu karena tidur sebelum
shalat Isya` akan menyebabkan ia tertidur sampai keluar dari waktu shalat Isya`.
Sedangkan begadang setelah shalat Isya dapat menyebabkan tertidur hingga
tidak melaksanakan shalat Shubuh, terlambat dari waktu shalat yang afdhal
(utama), atau tidak bisa melaksanakan dari shalat malam. (Fathul Bari Syarh
Shahih Al-Bukhari)

Begadang di malam hari diperbolehkan jika ada maslahat (kebaikan)nya. AlImam Al-Bukhari meletakkan sebuah bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul
Bab Begadang dalam rangka Menuntut Ilmu.

2. Mencuci tangan dari kotoran

Syariat yang mulia ini mengajarkan kepada kita agar menjaga kebersihan,
termasuk berkaitan dengan pembahasan kita tentang adab tidur. Rasulullah

bersabda,
Barangsiapa yang tidur dan di tanganya ada ghomar yang tidak di basuh
kemudian terjadi sesuatu yang tidak disukainya, maka janganlah mencela
kecuali terhadap dirinya sendiri. (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah,
dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

Ghomar adalah kotoran dan bau tak sedap pada tangan saat setelah makan.

3. Berwudhu sebelum tidur

Disunnahkan berwudhu bagi seorang muslim yang hendak tidur. Tata caranya
sama seperti tata cara wudhu sebelum shalat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa
sallam bersabda sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat AlBara bin Azib radhiyallahu anhu:
Jika engkau hendak menuju ke tempat pembaringan, maka berwudhulah
sebagaimana engkau berwudhu untuk shalat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berwudhu sebelum tidur, hal ini bertujuan agar setiap muslim bermalam dalam
keadaan suci, sehingga bila ajalnya datang menjemput diapun dalam keadaan
suci. Dan sunnah ini menggambarkan bentuk kesiapan seorang muslim untuk
memenuhi panggilan kematian dalam keadaan suci hatinya. Dan jelas bahwa
kesucian hati lebih diutamakan daripada kesucian badan. Dan sunnah ini juga
akan mengarahkan pada mimpi yang baik dan menjauhkan diri dari permainan
setan yang akan menimpanya. (Lih. Fathul Bari, 11/125 dan Syarah Shahih
Muslim, 9/32)

Adapun keutamaan wudhu, maka salah satunya adalah hadits berikut,

Dari shahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam


bersabda:
"Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu' kemudian mencuci wajahnya,
maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan
kedua matanya bersama air wudhu' atau bersama akhir tetesan air wudhu'.
Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang
dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu' atau bersama akhir
tetesan air wudhu'. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa
yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu' atau bersama

tetesan akhir air wudhu', hingga ia selesai dari wudhu'nya dalam keadaan suci
dan bersih dari dosa-dosa." (HR Muslim no. 244).

Alhamdulillah sebuah rahmat dan kasih sayang yang sangat besar yang
diberikan Allah kepada para hamba-Nya.

Adapun jika kita hendak tidur dalam keadaan junub dan belum berkesempatan
untuk mandi janabah, maka cukup bagi kita dengan berwudhu sebelum tidur
sebagaimana jawaban Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam terhadap
pertanyaan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu:

Bolehkah salah seorang di antara kami tidur ketika ia dalam keadaan junub?
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Ya, jika salah seorang di
antara kalian telah berwudhu, maka ia boleh tidur walaupun sedang junub. (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)

4. Membersihkan (dengan cara mengibas/menebah) tempat tidur sambil


membaca basmalah

Di antara tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bagi seseorang yang


hendak tidur adalah membersihkan (mengibas/menebah) tempat tidurnya
(dengan menggunakan kain atau yang selainnya) sambil membaca basmalah.
Hal ini berdasarkan hadits:

Jika salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya hendaklah
dia mengambil kainnya dan mengibas-ngibaskannya ke tempat tidurnya dengan
membaca basmalah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah
radhiyallahu anhu)

5. Larangan tidur bertelungkup

Dari Thikhfah Al-Ghifari radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasulullah


Shallallahu alaihi wa sallam pernah menjumpaiku dalam keadaan tidur
tertelungkup di masjid, maka beliau menggerakkanku dengan kakinya seraya
bersabda: Mengapa engkau tidur seperti ini? Ini adalah posisi tidur yang dibenci

atau dimurkai Allah. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani
rahimahullah)

6. Tidur di atas Lambung Sebelah Kanan

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:


lalu tidurlah di atas lambungmu yang kanan.
(HR. Al-Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710)

Sebagian menjelaskan bahwa hikmah yang terkandung dalam bimbingan


Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk tidur di atas lambung kanan adalah
lebih cepat untuk terjaga (bangun agar bisa shalat malam), jantung bergantung
ke arah sebelah kanan sehingga tidak menjadi berat bila ketika tidur.

7. Meletakkan Tangan di Bawah Pipi

Tata cara ini dijelaskan oleh Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu anhu:

Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam apabila beliau tidur di malam


hari, beliau meletakkan tangan beliau di bawah pipi.
(HR. Al-Bukhari no. 6314)

8. Berdoa Sebelum Tidur

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam apabila akan tidur beliau berdoa:



Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku hidup dan dengan menyebut namamu
aku mati.
(HR. Muslim (no. 2711) dan Ahmad (no.17862))

Dalam Lafadz lainnya:

Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku mati dan aku hidup.

(Doa tersebut silahkan dicopy-paste di wordpad/notepad untuk memperjelas.


Adapun di word office, terkadang mengalami perubahan susunan text arabic.)

9. Membaca Dzikir-dzikir Tidur

a. Dari Aisyah, bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam apabila menuju tempat
pembaringan pada setiap malam, beliau menghimpun kedua telapak tangan
beliau kemudian meniupnya dan membaca Qul Huwallahu Ahad dan Qul
Audzubirabbil Falaq dan Qul Audzubi Rabbi An-Nas kemudian dia mengusap
seluruh tubuh beliau, dan beliau memulai dari kepala kemudian wajah dan
bagian depan jasad dan beliau lakukan hal itu tiga kali.
(HR. Abu Dawud. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam
kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 4228)

b. Membaca takbir, tahmid dan tasbih.

Ibnu Abi Laila berkata: Ali telah menceritakan kepadaku bahwa Fathimah
mengeluhkan apa yang beliau dapati (berupa bekas pada tangan beliau) karena
menumbuk (tepung). Kemudian dibawakan kepada Nabi Shallallahu alaihi
wasallam seorang tawanan dan aku segera mendatangi Nabi Shallallahu alaihi
wasallam. Akan tetapi aku tidak menjumpainya dan beliau menjumpai Aisyah
lalu Fathimah menceritakan (hajatnya) kepada Aisyah.

Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam datang, Aisyah memberitahukan


tentang kedatangan Fathimah kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
mendatangi kami sedangkan kami telah tidur. Lalu aku berusaha bangun, beliau
berkata: Tetaplah kalian di tempat kalian. Lalu beliau duduk di antara kami,
dan aku (kata Fathimah) merasakan dingin kedua kaki beliau yang diletakkannya
di atas dadaku dan beliau bersabda: Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu
yang lebih baik dari apa yang kalian minta kepadaku yaitu bila kalian akan tidur
bertakbirlah 34 kali, bertasbih 33 kali, dan bertahmid 33 kali lebih baik bagi
kalian dari pada memiliki pembantu