Anda di halaman 1dari 14

Benzena

&
Turunany
a

By
Ira Nur Arbaatul Jannah
XII IPA_2

Benzen
a

Friedich Kekule
Seorang kimiawan
jerman sedang
mengerakan rumus
bangun (struktur)
benzena C6H6 di
pertengahan tahun
1860-an. Di suatu
malam yang telah larut
ia duduk di depan
perapian
apartemennya. Dia
tertidur dan bermimpi
melihat sekelompok
atom sedang menarinari di nyala api seperti
ular, dan salah satu ular
membentuk cincin.
Pemandangan ini
sangat
mengagumkannya
sehingga ia pun
terbangun dan
menyadari bahwa

Struktur Benzena

Turunan Benzena
Monosubstitusi
Struktur

Substituen

Nama IUPAC

Nama Lazim

-CH3 (Metil)

Metilbenzena

Toluena

-OH (Hidrosil)

Hidroksibenzena

Fenol

-NH2 (Amina)

Aminobenzena

Anilin

-COOH (Karboksil)

Karboksibenzena

Asam Benzoat

-NO2 (Nitril)

Nitrobenzena

Nitrobenzena

-Cl (Kloro)

Klorobenzena

Klorobenzena

Disubstitusi
Asam orto nitrobenzoat Asam meta nitrobenzoat Asam para nitrobenzoat
(Asam o-nitrobenzoat)
(Asam m-nitrobenzoat)
(Asam p-nitrobenzoat)

Polisubstitusi
1,2,4-tribromobenzena

2-kloro-4-nitroanilina

2,4,6-trinitritoluena

Polibenzena
Naftalena

Antrasena

Fenantrena

Benzopirena

Reaksi-Reaksi Benzena

a. Halogenasi
Halogenasi merupakan reaksi substitusi
atom H pada benzena oleh golongan
halogen seperti F, Cl, Br, I. Pada reaksi
ini atom H digantikan oleh atom dari
golongan halogen dengan bantuan
katalis besi (III) halida. Jika halogennya
Cl2,
maka katalis yang digunakan adalah
FeCl3.
Contoh:

b. Nitrasi
Nitrasi merupakan reaksi substitusi atom H pada
benzena oleh gugus nitro. Reaksi ini terjadi
dengan mereaksikan benzena dengan asam
nitrat (HNO3) pekat dengan bantuan H2SO4
sebagai katalis. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut:

c. Sulfonasi

d. Alkilasi

Sulfonasi merupakan reaksi


substitusi atom H pada benzena
oleh gugus sulfonat. Reaksi ini
terjadi apabila benzena
dipanaskan dengan asam sulfat
pekat sebagai pereaksi.

Alkilbenzena dapat terbentuk jika


benzena direaksikan dengan alkil
halida dengan katalis alumunium
klorida (AlCl3)

Fungsi dan Dampak


Toluena
Toluena digunakan sebagai pelarut
dan sebagai bahan dasar untuk
membuat TNT (trinitotoluena),
senyawa yang digunakan sebagai
bahan peledak (dinamit).

Fenol
Dalam kehidupan sehari-hari
fenol dikenal sebagai karbol
atau lisol yang berfungsi
sebagai zat disenfektan.

Anilina
Merupakan bahan dasar untuk
pembuatan zat-zat warna
diazo. Anilina dapat diubah
menjadi garam diazonium
dengan bantuan asam nitrit
dan asam klorida.

Stirena
Digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan polimer sintetik
polistirena melalui proses
polimerisasi. Polistirena banyak
digunakan untuk membuat
insolator listrik, boneka, sol
sepatu serta piring dan cangkir.

Diagram Kegunaan
Benzana

Dampak Banzena
Benzena
Dihisap sebabkan kematian
Dimakan atau diminum
sebabkan muntah-muntah dan
iritasi lambung
Jika masuk aliran darah:
- Merusak tulang sumsum
- Sebabkan anemia
- Sebabkan leukemia (kanker
darah)
Toluena
Mabuk
Mual-mual
Merusak sel otak

Fenol
Merusak lingkungan
Sifat resisten pada kuman
Merusak jaringan kulit
Kulit bisa terbakar
Terjadi pengelupasan kulit

Anilina
Sakit kepala
Kantuk berat
Gangguan mental
Kerusakan sistem saraf
karsinogen

Nitrobenzena
Racun
Iritasi kulit
Anemia
Liver
Karsinogenik
Gangguan hati dan kekebalan tubuh
Kemandulan

Klorobenzena
Merusak pernafasan
Beracun
Membunuh bakteri yang
menguntungkan