Anda di halaman 1dari 3
Pasar Tradisional Problema dan Solusinya dalam Perspektif Multipelaku i tengah laju ekonomi masarakat Kecil; perkembangan Kedua, pasar tradisional pasar-pasar modern merupakan tempat yangrelatif| dalam bentuk mall, _lebihbisadimasuki oleh pelaku Supermarket bahkan hyper. ekonomi lemah yang market, pasar tradisional _menempati posisi mayoritas Sepertinya tetap memiliki posisi dari sisi jumlah. Pasar strategis, Sekalipun di sebagian _tradisionalelasjauh lebih bisa tempat, pasariradisional memang — diakses oleh sebagian besar cendening kalah bersaing dengan pedagang — terutama yang pasar modem -sepertiterjadi di bermodal kecil - ketimbang beberapa daerah, pasar pasar modern; Keriga, pasar tradisional yang relatif sepi merupakan salah satu sumber : menyiratkan kondisi pasar yang PendapatanAsliDaerahlewat (5 ae terpinggirkan - tapi di banyak — retribusi yang ditarik dari para et i Tradisional: daerahlainya, psartradisional pedagang: —_Keempat, |Fahen Tepaen justramenunjukkan kesemarakan akumulasiaktivitasjual beli di om. dan geliat ekonomi yang eukup pasar merupakan faktor penting menggembirakan. Kita bisa dalam penghitungan tingkatper- menjadi bahanyang berharga bog menyaksikan di beberapa pasar tumbuhan ekonomi baik pada _setiap pengambil kebijakan yang tradisional, betapa masyarakat skala lokal, regional maupun berkeinginan melakukan pe~ daviberbagailapisan tumpahruah, — nasional, nataan pasar-pasar tradisional. Iniartinya, pusat ekonomi yang —_Disamping fungsi ekonomi di relatiflebihbanyakdigulirkanoleh atas, pasar tradisional juga Peta Persoalan wong eiliktersebut telap harus memilikibeberapa fungsisosial, Mengacu pada _ hasil dlipethitungkan. antara lain: pasar tradisional — penelusuran, kta bisamengetahui Pasar tradisional, jika dikaji merupakan ruang penampakan bahwa setiap stakeholders pasar secarajemih, memang memiliki wajahaslimasyarakat yangsaling — tadisional memiliki persepsi yang tebermpa fungsi penting yang tak tergantung arena saling _berbeda tentang permasalahan dapat digantikan begitu sajaoleh + membutubkan; Kedua, pasar yang mereka hadapi. Bisa pasar modern, Setidaknya, ada tradisional adalah tempat bagi dikatakan bahwa masalah Empat fungsi ekonomi yang masyarakat terutama dari dirasakan muncul Ketika ada sejauh ini bisa diperankan oleh Kalangan bawah, untuk kepentingan stakeholders pasartradisional,yaitu Perfama, melakukan interaksi sosial dan _tertentu yang tergangeu, Untuk pasar tradisional merupakan melalkukandiskust informal atas__membaca _ permasalahan- tempat di mana masyarakat segenap permasalahan yang permasnlahan tersebut secara berbagai lapisan memperoleh _merekahadapi. lebih utuh, identifikasi masalah parang-barangkebutukanharian Mengingat berbagai peran dalam perspektif multipelaku dengan harga yang relatif strategisnyatersebut,kamitelah berikut ini kiranya dapat terjangkau, karena memang —melakukan penelusuranterhadap _membantu seringkali relatif lebih murah pasar-pasar tradisional yangada dibandingkan harga yang di Kota Cirebon. Terusung “Pedagang Pasar : Gitawatkan pasar modern, sebuch harapan, realitas pasar + Berkembangnya struktur Dengan katalain pasartradisional tradisonal bisadisingkapkan, dan _persaingan yangtidak adil, merupakan pilar penyangga hal tersebut kemudian bisa Blabasvta um Edisi02. = 14 Januari 2004 vWVin HV¥VTal yang menyebabkan banyak pedagang mengalami nurunan omset secara si nifikan. “Adanya kebijakan pemin- dahan tempat berdagang (relokasi) yang tidak diringi jaminan stabilnya omset para pedagang. + Seringnya ada pungutan retribusi ganda yang mem- beratkan, + Menurunnya omset peda- gang pasar karena pemicu intensitaskeramaian pengun- jung tidak ada lagi, + Menurunnya omset peda- gang Karena tidak mampu bersaing dengan pedagang di pasar moder. Penghasilan bulanan rendah, sementara beban kerjarelatif ting. Pengurus Pasar : + Adanya pedagang yang enggan membayar retribusi/ tidak berjualan schingga target retribusi sering tak tercapai. © Edisi02 @ 14 Januari 2004 Masyarakat : + Pasar tradisional di beberapa tempat cenderung. semrawut sehingga selain membuataktivitas belanja ‘menjaditidak nyaman, juga mengakibatkan kemacetan yang mengganggu mobilitas. + Kontribusi PD Pasar terhadap pos PAD dalam APBD belum signifikan. + Adanya ruas jalan yang semestinya menjadi hak pedestrian pejalan kaki justra dlijadikan sebagai pasar yang menyebabkan masyarakat ‘merasa terganggu dan tak nyaman, Pejabat PD Pasar dan Pemerintah Kota Cirebon : + Pemenuhan target retribusi yang telah ditetapkan atau soal pasar yang semrawut dan sulitditata Berbagai permasalahan yang teridentifikasi di atas, se- sungguhnya berkait kelindan dalam sebuah hubungan kau- salitas, Ketika suatu masalah muncul maka akan selalu diikuti oleh persoalan baru. Dalam analisis kami, berikut inirajutan fenomena masalah—akar masalah yang bisa kami analiss: Fenomena: Berkembangnya struktur per- saingan yang tidak adil, yang menyebabkan banyak peda- gang mengalami penurunan omset secara signifikan, Akar Masalah : + Berkembangnya resesi ekonomi yang memaksa banyak orang mesti mencari nafkah lewat jalur informal seperti berjualan di pasar tradisional. Maka jumlah pe- dagang di pasar tradisional menjadi membludak me- Jebihi daya tampung yang ada. Di sisi lain, pasar tradisional tidak diren- canakan untuk meng- antisipasi persoalan seperti ini, sehingga membludaknya pedagang pasar tradisional menjadi tak terelakkan. Selain itu, harga kios atau tempat berjualan resmi di dalam pasar seringkali tak terjangkau oleh para pedagang kecil, schingga mereka terpaksa berjualan di tempat-tempatyang sejatinya ilegal. Pemkot atau PD Pasar sendiri kemudian gagal menerapkan kebijakan yang antisipatif, tegas tetapi sekaligus ma-nusiawi Sehingga jumlah pe-dagang, maupun formasinya di pasar tradisional menjadi tak terkendali dan merugikan para pedagang yang me- nempati kios/tempat ber- jualan resmi di dalam pasar. VWVLN HVYVI4aL + Dibangunnya pasarmodem dengan tidak memper- hitungkan keberlangsungan pasar tradisional. Betapapun, jika sebuah pasar modern berdampingan dengan pasar tradisional, pasar tradisional akan cenderung kalah ber- saiing dalam menarik pembeli + Proses seperti ini terjadi, acapkali disebabkan oleh adanya pertautan antara kepentingan negara dengan ideologi pembangunan-nya dengan ambisi pemilik modal ‘yang ingin meraihkeuntungan ‘maksimal, Fenomena: Adanya pedagang yang enggan membayar retribusi/tidak ber- jualan schingga target retribusi sering tak tercapai. Akar Masalah: + Rendahnya kepercayaan pedagang bahwa dana re- tribusi yang dibayarkan bisa terkelola dengan baik demi epentingan bersama. + Belum tumbuhnya kesadaran dikalangan pedagang tentang ‘kewajiban merekamembayar retribusi sebagai kompensasi atas fasilitas umum yang ‘mereka gunakan. VWvin H¥V1TaL Fenomena: Pasar di beberapa tempat semrawut, Akar Masalah: + Pengelolaan pasar oleh pengurus pasar maupun pejabat PD Pasar tidak + Tidak adanya rencana yang, bersifat antisipatif terhadap semua kemungkinan per kembangan ketika pasar didirikan. + Pemkot gagal mengem- bangkan kebijakan yang secara tepat mengatasi ‘membludakinya jurilah pen- ‘arinafkah di sektor informal akibat krisis ekanor + Pemkotterkesan meligitimast sebuah tindakan ilegal (Gemisal dengan membiarkan pedagang pasar berjualan di ruas jalan, atan bahkan men- jadikan ruas jalan sebagai pasar yang dikenakan retibusi) Fenomena: Kontribusi PD Pasar tethadap pos PAD dalam APBD belum signifikan. Akar Masalah: + Adanya mismanajemen dalam pengelolaan dana retribusi baik di tingkat pengurus pasar maupun di tingkat pejabat PD Pasar. + Para pedagang enggan ‘membayar retribusi sesuai ketentuan baik karena Jcurangnya kesadaran mau- + Menurunnya tingkat per- ekonomian dan daya beli masyarakat yang membuat penghasilan pedagang pasar tradisional menurun, se- +hingga kemampuan mem- bayarretribusipan menurun. + Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses ‘pembuatan kebijakan yang, terkait dengan penataan pasar maupun dalam pengawasan terhadap pengelolaan dana retribusi oleh PD Pasar. Penutup: Beberapa Saran ‘Mengacu pada uraian di atas, kita melihat bahwa permasalahan yang melingkupi pasar-pasar tradisional tergolong kompleks. Permasalahan itumerentang dari rendahnya kualitas mangjerial yang dikembangkan PD Pasar ‘danseluruhaparatnya di lapangan, kekeliruan pengambilan ke- bijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota, resesi ekonomi yang meningkatkan jumlah ‘peneari kerjadi sektor informal ‘yang cenderung sulit dikendalikan, menurunnya tingkat per- ckonomian dan daya beli ‘masyarakat yang menyebabkan permurunan omset dikalangan para pedagang, hingga rendahnya kesadaran para pedagang akan kewajibannya, dan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemkot dan PD Pasar. Dan yang juga mendasar, adalah rendahnya tingkat keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan kebijakan yang, terkait dengan penataan pasar maupun dalam proses penge- Jolaan dana dan sumber daya lain yang terkait dengan pasar. ‘Tentunya, tak ada jalan mudah dan instan untuk memecahkan sebuah permasalahan yang terlanjur menjadi kompleks. Tapi _setidaknya ada beberapa gagasan yang bisa menjadi bahan pertimbangan di sini: Pertama, pembenahan PD Pasar yang menyentuh berbagai aspek — mulai dari pembenahan Kultur manajemen, sistem keuangan hingga sistem pengawasan ‘menjadi sangat penting untuk dilakukan, PD Pasar maupun Pemkot, mau tak mau mesti ‘menunjukkan keteladanan baik secarateknisadministratifmaupun secara moral, sehingga tingkat kepercayaan dari masyarakat bisa tumbuh. Kedua, Rasa ‘memiliki di kalangan pedagang pasar untuk membayar retribusi dan atau kewajiban lainnya, perlu ditumbuhkan. Keriga, Pihak Pemkot sendiri dituntut untuk mampu secara_konsisten menegakkan dan memenuhi aturan main yang ada. Keempat, Dan hal penting yang menjadi dasar bagi semua itu, adalah perlunya dikembangkan kanal atau niang partisipasi bagi seluruh stakeholders pasar tradisional, dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengevaluasian pasar, termasuk jugatentunya dalam pemanfaatan hasil dari pengelolaan sebuah pasar. @ Edisi02 = 14 Januari 2004