Anda di halaman 1dari 4

Telah banyak diketahui bahwa asam askorbat berperan penting dan diperlukan

dalam diferensiasi berbagai tipe sel mesenkimal, termasuk sel-sel adiposit,


osteoblas, mioblas, dan kondrosit (21, 43-45). Meskipun pemberian insulin
konsentrasi tinggi telah digunakan dalam penginduksian diferensiasi sel-sel
ATDC5 secara rutin, kami menemukan bahwa pemberian asam askorbat yang
mengandung -MEM saja telah cukup untuk menginduksi diferensiasi pada selsel ini (16). Beberapa penelitian kami sebelumnya bertujuan untuk mengetahui
dan mengkarakteristikkan diferensiasi sel ATDC5 yang diinduksi oleh asam
askorbat serta melacak mekanisme aksi asam askorbat dalam proses diferensiasi
tersebut. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa sel-sel yang mendapatkan
perlakuan berupa pemberian asam askorbat menghasilkan pola ekspresi gen yang
hampir sama dengan yang kami jumpai pada diferensiasi sel-sel ATDC5 yang
diinduksi oleh pemberian insulin. Pengamatan yang kami lakukan ini diharapkan
dapat menjadi dasar bagi penelitian-penelitian selanjutnya mengenai penentuan
jenis dan pensinyalan berbagai faktor pertumbuhan (growth factors) selama
diferensiasi sel-sel ATDC5 yang terjadi dengan tanpa adanya paparan tonic
growth factor.
Sebelumnya kami telah berhasil menunjukkan, kemudian mengamati efek
pemberian insulin dosis tinggi terhadap reseptor insulin dan reseptor IGF-I (28).
Dalam beberapa penelitian kami tersebut terdeteksi terjadinya penurunan
(downregulation) kelimpahan reseptor yang cepat dan persisten. Berlawanan
dengan hal ini, tidak dijumpai berbagai perubahan yang telah disebutkan
sebelumnya pada diferensiasi sel-sel ATDC5 yang diinduksi oleh asam askorbat.
Temuan ini mengindikasikan bahwa efek diferensiasi asam askorbat mungkin
tidak bergantung terhadap induksi IGF-I. Sebagai tambahan, pada dasarnya
reseptor-reseptor insulin dan IGF-I tetap akan terekspresi selama dan ditemukan
terlibat dalam diferensiasi sel-sel ATDC5, dan downregulation kedua reseptor
tersebut yang terjadi pada saat adanya insulin konsentrasi tinggi diduga terjadi
akibat adanya endositosis dan degradasi yang diinduksi oleh ligan. Dari sini, asam
askorbat dapat digunakan sebagai agen yang berguna dalam berbagai penelitian

tentang modulasi pensinyalan growth factor yang terjadi selama diferensiasi selsel ATDC5.
Hasil penelitian kami juga mengindikasikan bahwa aktivitas induksi asam
askorbat dalam diferensiasi sel ATDC5 bergantung pada sintesis matriks kolagen
ekstraseluler dan memerlukan pensinyalan ERK. Asam askorbat menstimulasi
hidrosilasi dan pemrosesan pro-kolagen yang diperlukan dalam penyusunan fibril
kolagen dan sekresi kolagen (33-35). Yang menjadi rate-limiting step rangkaian
proses ini adalah hidrosilasi dan sekresi rantai-rantai pro-kolagen yang belum
terproses (unprocessed procollagen chains) yang terakumulasi dalam retikulum
endoplasma sel-sel yang mengalami defisiensi asam askorbat (22)
Pendapat yang menyatakan bahwa diperlukannya diferensiasi sel-sel
ATDC5 dalam produksi dan sekresi kolagen yang baik dan intak, didukung oleh
sebuah observasi yang menjelaskan bahwa hipertrofi kondrosit dapat dihambat
oleh inhibitor sintesis kolagen. Inhibisi maksimal hanya dapat terjadi jika sintesis
kolagen sudah dihambat sejak awal proses diferensiasi, dimana matriks kolagen
yang terbentuk sebelum hari ke-5 biasanya dapat menginduksi terjadinya
diferensiasi derajat sedang. Beberapa observasi pada osteoblas menunjukkan
bahwa inhibisi terhadap sintesis kolagen I dapat menghambat aksi induktif asam
askorbat dalam proliferasi (13) dan diferensiasi osteoblas (9). Reduksi terhadap
proliferasi yang terjadi akibat adanya DHP nampaknya tidak termasuk dalam
faktor yang berkontribusi dalam menyebabkan penurunan diferensiasi kondrosit
hingga 90% yang diukur melalui ekspresi kolagen X. Faktanya, kami menemukan
bahwa inhibisi proliferasi sel ATDC5 melalui penambahan inhibitor ERK, PD98059 dapat menyebabkan terjadinya diferensiasi yang pesat.
Dari sebuah ekstensi dari penelitian-penelitian yang kami lakukan
menunjukkan bahwa sintesis kolagen sangat diperlukan bagi induksi terjadinya
diferensiasi sel ATDC5 sebagai respons terhadap pemberian asam askorbat. Kami
dapat membuktikan bahwa matriks ekstraseluler yang dihasilkan oleh sel-sel
yang dipapar asam askorbat mampu menginisiasi terjadinya diferensiasi tanpa

hadirnya asam askorbat sendiri. Apabila matriks kolagenosa hanya efektif jika
diproduksi oleh sel-sel selama masa awal program diferensiasi, dan apabila
pemberian inhibitor sintesis kolagen hanya dapat menginhibisi sebagian
diferensiasi yang terjadi ketika ditambahkan beberapa hari paska inisiasi
diferensiasi kondrosit, maka, dapat dikatakan bahwa tipe kolagen yang terbentuk
pada awal proses diferensiasi, diantaranya: koagen tipe II, IX, dan IV memainkan
peranan penting dalam proses induksi. Peran penting kolagen-kolagen tahap awal
dalam proses diferensiasi kondrosit ini ternyata juga didukung oleh sejumlah hasil
pengamatan beberapa peneliti lain. Bosnakovski dkk (5) menunjukkan bahwa
hidrogel kolagen dapat menstimulasi diferensiasi mesenchymal stem cells pada
sumsum tulang dengan tanpa harus diberikan berbagai faktor pertumbuhan. Qi
dan Scully (31) mencatat terjadinya peningkatan sintesis proteoglikan dan
kondrosit pada persendian sapi yang diberikan suntikan kolagen II dosis sedang
pada matriks ekstraseluler persendian.
Growth plate cartilage (kartilago pusat pertumbuhan) merupakan sebuah
jaringan yang mengandung kondrosit dan matriks ekstraseluler. Teori yang
menyatakan vitalnya interaksi-interaksi yang terjadi antara matriks ekstraseluler
dengan berbagai growth factors juga diamini oleh beberapa penelitian yang
dilakukan akhir-akhir ini. Pensinyalan ekstraseluler, termasuk interaksi antara
reseptor-reseptor pada permukaan sel dengan berbagai sitokin dan faktor
pertumbuhan terlarut, dengan konstituen matriks ekstraseluler, seperti:kolagen dan
proteoglikan, atau dengan berbagai protein permukaan sel-sel yang bertetanggaan
(1, 10, 11). Keluarga integrin terdiri dari sekelompok reseptor-reseptor yang
mentransmisikan informasi seluler dari matriks ekstraseluler menuju ke dalam sel
tersebut. Dalam growth plate, interaksi antara integrin dengan protein-protein
matriks dapat menyebabkan berbagai efek yang berpengaruh terhadap proliferasi
dan diferensiasi sel-sel melalui aktivasi berbagai jalur-jalur transduksi sinyal
seluler. Jalur ERK memainkan peranan penting dalam transduksi sinyal-sinyal
integrin, khususnya yang meregulasi ekspresi gen melalui aktivasi berbagai faktor
transkripsi (8, 11, 23). Sebelumnya, kami menemukan bahwa terjadi peningkatan

akumulasi ekspresi kolagen X dan glikosaminoglikandalam sel-sel ATDC5 yang


diakibatkan oleh inhibisi jakur ERK melalui pemberian IGF-I untuk memulai
diferensiasi (29). Dalam sebuah penelitian terkait yang lebih terkini yang
menggunakan eksplan metatarsus dari embrio tikus E15-5 menunjukkan adanya
hasil yang berkebalikan. Inhibisi pensinyalan ERK menggunakan U-0126 ternyata
dapat menghambat proses diferensiasi dan tidak dijumpai efek apapun pada
proliferasi kondrosit. Dalam penelitian model selanjutnya, proliferasi dan
diferensiasi kondrosit dapat berlangsung simultanpada zona yang terpisah pada
metatarsal

growth

plate.

Hasil

dari

penelitian

ini

mendukung

peran

prodiferensiasi dari jalur ERK yang bertanggungjawab atas biosintesis matriks


ekstraseluler dan pensinyalan integrin
Ringkasnya, kami berhasil menginduksi terjadinya diferensiasi
kondrosit ATDC5 dalam medium yang diperkaya asam askorbat dan dihasilkan
pola ekspresi genetik yang mirip dengan yang dijumpai pada diferensiasi ATDC5
yang diinduksi oleh insulin dosis sedang. Aktivitas induksi asam askorbat
bergantung terhadap sintesis kolagen dan aktivasi ERK. Lebih lanjut, matriks
ekstraseluler yang dihasilkan oleh sel-sel ATDC5 yang dipapar asam askorbat,
ternyata cukup mampu menginisiasi terjadinya diferensiasi dependen ERK.
Temuan-temuan yang kami jumpai mendukung teori yang menyatakan peran
penting protein-protein matriks dalam tahap awal pensinyalan-pensinyalan yang
memediasi terjadinya kondrogenesis. Hasil penelitian kami juga mengindikasikan
bahwa medium pertumbuhan yang mengandung asam askorbat dapat digunakan
dalam penelitian mengenai berbagai signaling events yang tanpa disertai dengan
adanya efek perancu (confounding effect) berupa
pharmacological growth factor.

pemberian stimulasi tonic