Anda di halaman 1dari 13

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3

JENIS / RAGAM PENELITIAN

Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis


berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan:
1. Tujuan;
2. Pendekatan;
3. Tempat;
4. Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh;
5. Bidang ilmu yang diteliti;
6. Taraf Penelitian;
7. Teknik yang digunakan;
8. Keilmiahan;
9. Spesialisasi bidang (ilmu) garapan;
Juga ada Pembagian secara umum:
Berdasarkan hasil / alasan yang diperoleh :
1. Basic Research (Penelitian Dasar): mempunyai alasan
intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
2. Applied Reseach (Penelitian Terapan) : mempunyai alasan
praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat
melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
Berdasarkan Bidang yang diteliti:
1.
Penelitian Sosial: Secara khusus meneliti bidang sosial :
ekonomi, pendidikan, hukum dsb;
2. Penelitian Eksakta<:Secara khusus meneliti bidang eksakta :
Kimia, Fisika, Teknik; dsb;
Berdasarkan Tempat Penelitian :
1. Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): langsung di
lapangan;
2. Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Dilaksanakan
dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian
sebelumnya;
3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : dilaksanakan
pada tempat tertentu / lab , biasanya bersifat eksperimen atau
percobaan;
Berdasarkan Teknik yang digunakan :
1. Survey Research (Penelitian Survei)
: Tidak melakukan
perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang
diteliti:
2. Experimen Research (Penelitian Percobaan) : dilakukan
perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang
diteliti;
Berdasarkan Keilmiahan :
1. Penelitian Ilmiah
: Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah
(Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan
melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
pembuktian ilmiah / meyakinkan. Ada dua kriteria dalam
menentukan kadar / tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu
penelitian yaitu :
a. Kemampuan memberikan pengertian ayng jelas tentang
masalah yang diteliti:
b. Kemampuan untuk meramalkan : sampai dimana
kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang
sama ditemukan di tempat / waktu lain;
Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah :
a) Purposiveness : fokus tujuan yang jelas;
b) Rigor
: teliti, memiliki dasar teori dan disain
metodologi yang baik;
c) Testibility
: prosedur pengujian hipotesis jelas
d) Replicability : Pengujian dapat diulang untuk kasus yang
sama atau yang sejenis;
e) Objectivity : Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak
subjektif dan emosional;
f) Generalizability
: Semakin luas ruang lingkup penggunaan
hasilnya semakin berguna;
g) Precision
: Mendekati realitas dan confidence peluang
kejadian dari estimasi dapat dilihat;
h) Parsimony : Kesederhanaan dalam pemaparan masalah
dan metode penelitiannya.
2. Penelitian non ilmiah : Tidak menggunakan metode atau
kaidah-kaidah ilmiah.
Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting,
Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis,
Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara,
Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama
Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll;
Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang
menjadi objek penelitian, yangd itatap, yang menunjukkan variasi baik
kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang.
Penelitian yangd ilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel
masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to
describe = membeberkan / menggambarkan). Penelitian dilakukan
terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.
Penelitian secara umum :
A. Penelitian Survei:
Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok,
daerah dsb;

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang
telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus
maupun secara sampel;
Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan
keputusan;
Penelitian ini dapat berupa :
a. Penelitian
Exploratif
(Penjajagan):
Terbuka,
mencari-cari,
pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas.
Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang
paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar
dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara
perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik?
b. Penelitian Deskriptif : Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata
cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap,
pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu
fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam
masyarakat. Peneliti menegmbangkan konsep, menghimpun fakta,
tapi tidak menguji hipotesis;
c. Penelitian Evaluasi : mencari jawaban tentang pencapaian tujuan
yang digariskan sebelumnya. Evaluasi disini mencakup formatif
(melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan
pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan);
d. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan) : menggunakan data yang sama,
menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian
hipotesis;
e. Penelitian Prediksi : Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
f. Penelitian Pengembangan Sosial : Dikembangkan berdasarkan
survei yang dilakukan secara berkala: Misal : Jumlah dan Persentase
Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;
B.

Grounded Research
: Mendasarkan diri pada fakta dan
menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan
generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori,
mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam
waktu yang bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber
teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber
teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data
diurai.

C.

Studi Kasus
: Mempelajari secara intensif latar belakang
serta interaksi lingkungan dari unit yang menjadi subjek; tujuannya
memberikan gambaran secara detail tentang latar belakang, sifat,
karakteristik yang khas dari kasus, yang kemudian dijadikan suatu
hal yang bersifat umum. Hasilnya merupakan suatu generalisasi
3

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
dari pola-pola kasus yang tipikal. Ruang lingkupnya bisa bagian /
segmen, atau keseluruhan siklus /aspek. Penelitian ini lebih
ditekankan kepada pengkajian variabel yang cukup banyak pada
jumlah unit yang kecil.
D.

Penelitian Eksperimen : Dilakukan dengan mengadakan


manipulasi terhadap obyek penelitian serta diadakan kontrol
terhadap variabel tertentu; Untuk pengujian hipotesis tertentu;
dimaksudkan untuk mengetahui hubungan hubungan sebab akibat variabel penelitian; Konsep dan varaiabelnya harus jelas,
pengukuran cermat. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki ada
tidaknya hubungan sebab-akibat serta berapa besar hubungan
sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakukan
tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menjediakan
kontrol untuk perbandingan.
N
o.
1.

Penggolongan
Menurut
Tujuan

2.

Pendekatan

Jenis/Ragam
Penelitian
a.Eksplorasi;
b. Pengembangan;
c. Verifikasi
Longitudinal;
Cross-sectional;
Kuantitatif;
Survei;
Assessment;
Evaluasi;
Action Research;
h.

3.

Tempat

4.

Pemakaian

5.

Bidang Ilmu

6.

Taraf Penelitian

7.

Saat
terjadinya
variabel

a. Library;
b. Laboratorium

c. Field
a. Pure;
b. Applied
a. Pendidikan ;
b. Agama;
c. Manajemen;
d. Komunikasi;
e. Administrasi;
f. Keteknikan;
g. Bahasa;
h. Hukum;
i. Sejarah;
j. Antropologi;
k. Sosiologi;
l. Filsafat;
a. Deskriftif;
b. Eksplanasi
a. Historis;
b. EksposFakto;
c. Eksperimen

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3

JENIS METODE PENELITIAN


Jenis-jenis metode penelitian berikut ini ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan :
1. Istilah penelitian lapangan digunakan untuk membedakan dengan
penelitian
isi
media/teks
media,
misalnya
Laboratory
Exsperimentpenelitiannya jelas di laboratorium
2. Sedangkan penelitian kualitatif yang tergolong menonjol seperti:
Studi Kasus, Fenomenologi, Etnometodologi, Interaksi Simbolik,
Etnografi, Biografi (life history), Grounded Theory, analisis isi
kualitatif (baca: Sanapiah Faisal dalam Bungin 2006:34), selebihnya
karena perbedaan problematika yang dikaji sehingga membedakan
strategi penelitian yang digunakan, sedangkan metodenya
sama yaitu kualitatif.
3. Analisis isi ada analisis isi dengan pendekatan kuantitatif dan
pendekatan
kualitatif.
Sedangkan
penelitian
survei
(baca:singarimbun:)eksploratori atau dekrepsi ada yang menyebut
sebagai survei kasus. Wimmer (1987:102) menyebutnya
descriptive and analytical surveys.
4. Sedangkan Barbbie (1983) mengemukakan jenis penelitian
kuantitatif adalah; eksperimen, survey research, field research,
content analysis, existing data research, historycal research,
comparatif research, dan evaluation research.

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3

Pengertian Jenis Penelitian


1. Penelitian Survei adalah suatu penelitian yang mengambil sampel
dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat
pengumpulan data yang pokok, lazimnya dengan menguji hipotesis;
a. Penelitian Deskriptif Survei adalah penelitian yang bertujuan
mengambarkan suatu fenomena atau melukiskan fakta atau
karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara
sistematis, faktual dan cermat (Rahmad,1999: 9) Penelitian
deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengambarkan atau
melukiskan secara cermat dan sistematis fakta, gejala, fenomena,
opini atau pendapat, sikap, mengambarkan (to describe) suatu
kejadian dsb. Penelitian deskriptif kuantitatif ini digunakan tidak
jarang karena beberapa faktor kebutuhan akan sebuah metode.
Misalnya kita ingin melukiskan jumlah tenaga kerja atau
penganguran di Indonesia, kita ingin mengambarkan opini tentang
kandidat presiden, ingin mengambarkan rating media Surat Kabar
Nasional, ingin mengambarkan sikap pada merk produk tertentu,
ingin melukiskan kebiasaan pembelian produk, kita ingin melukiskan
pilihan-pilihan pembelian produk dalam kategori tertentu,
melukiskan kondisi sosial ekonomi eksternal publik organisasi, atau
melukiskan kondisi tertentu berdasarkan data/dokumen yang ada
dsb.
Desain deskriptif-kuantitatif yang sering digunakan yaitu
desain deskriptif survei. Desain / format deskriptif survei
dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi sebagai
subyek penelitian, pendapat subyek penelitian inilah yang akan kita

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
deskripsikan tentang variabel yang kita teliti. Misalnya kita meneliti
tentang penggunaan media surat kabar nasional sebagai obyek
penelitian, kita mengambil sampel dari populasi masyarakat di
Meruya (dengan berbagai tingkat sosial ekonomi) sebagai subyek
penelitian.
Maka yang kita deskripsikan adalah jenis-jenis media surat
kabar apa yang digunakan, bagaimana cara memperolehnya
(apakah berlanganan, beli eceran, pinjam, tersedia di tempat kerja,
atau berbagai variasi yang lain), jenis isi apa yang sering dibaca,
berapa lama dan berapa kali membaca rata-rata per minggu,
bagaimana cara mengunakannya, dengan motivasi apa ia
menggunakan dsb.
Desain/format deskriptif survei tidak digunakan untuk
menguji hipotesis dan pengunaan statistik deskriptif (frekuensi,
proporsi, mean/rata-rata, median, modus, kuartil, varians, standart
deviasi, jumlah, range, nilai maksimun-minimum dsb) untuk
mengambarkan apa yang terjadi, lasimnya tidak untuk menerima
atau menolak hipotesis.
Sedangkan yang dideskripsikan dapat tentang masyarakat
berdasarkan data yang telah ada, atau situasi dan kondisi sampel
berdasarkan obyek yang teliti, atau pendapat sampel tentang
obyek yang kita teliti, yang mana obyek dapat berupa konsep yang
telah kita batasi pengertiannya (sudah dioperasionalisasikan) atau
bahkan konsep yang kita batasi (konstruk) tersebut disertai dengan
variasi nilai tertentu sebagai variabel penelitian, yang kita
deskripsikan adalah jawaban responden akan kuesioner yang
sebenarnya representasi dari variabel-dimensi-indikator penelitian .
b. Penelitian Survei Korelasional adalah penelitian yang bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih;
Penelitian korelasional/hubungan/assosiasi dapat dikatakan
merupakan pengembangan dari penelitian deskriptif (untuk
selanjutnya baca : deskriptif-kuantitatif), kalau dalam penelitia
deskriptif
kita
mengumpulkan
data
sebanyak-banyaknya,
menyusunya dengan sistematis, kita analisa dengan cermat dan
yang dideskripsikan dalam analisis penelitian adalah variabelvariabel penelitian, situasi dan kondisi yang melingkupinya.
Penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
hubungan antar gejala (variabel), hubungan tersebut positif atau
negatif dan seberapa erat hubungan antar gejala tersebut.
Misalnya pengusaha ingin mengetahui hubungan antara
muatan informasi (kecukupan/kekurangan informasi) dan kebutuhan
akan informasi, Divisi Humas ingin mengetahui hubungan antara
kualitas media (daya tarik untuk dibaca, sesuai dengan kebutuhan,
terpercaya, mudah dipahami, lengkap dan jelas dsb) dan motif

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
pengunaan media, dosen ingin mengetahui hubungan antara
pemberian tugas dengan prestasi mahasiswa dsb.
Perbedaan mendasar antara penelitian deskriptif dan
penelitian korelasional bahwa dalam penelitian deskriptif tidak
membahas tentang hubungan antar variabel, sedangkan kalau kita
lihat dari jenis datanya sama, yang membedakan adalah sifat-sifat
analisanya, penelitian deskripsi mendeskripsikan variabel dan
karakteristik responden, sedangkan penelitian korelasional untuk
memperoleh kejelasan ada tidaknya hubungan antar variabel dan
karakteristik responden seperti apa dalam konteks penelitian
tersebut. Statistik deskripsitidak berupaya adanya generalisasi data
sampel terhadap populasi, sedangkan analisis korelasional selain
mendesripsikan data sampel, peneli ingin memperoleh kesimpulan
apakah korelasi (yang sebenarnya data sampel) tersebut juga
berlaku pada populasi (dengan uji signifikansi).
c. Penelitian Survei Eksplanasi (Explanatory) adalah penelitian
yang bertujuan menjelaskan sustu gejala, mengetahui hubungan
kausal antar variabel-variabel.
Penelitian
eksplanasi
(kuantitatif) dimaksud
untuk
memperoleh kejelasan atau menjelaskan suatu fenomena,
menjelaskan hubungan, menguji pengaruh (hubungan sebab-akibat)
antar variabel, melakukan evaluasi, dan mengetahui perbedaan
atau komparasi satu atau lebih kelompok (yang dikenai perlakuan
dengan yang tidak dikenai perlakuan) atau perbedaan kondisi satu
atau lebih kelompok. Penelitian eksplanasi dapat dilakukan untuk
menguji hipotesis dengan statistik infrensial (korelasi, regresi,
regresi multi variate/path analisis) untuk generalisasi data sampel
pada populasi dengan menarik sampel random dari suatu
populasi.
Penelitian dengan format eksplanasi ini dapat dilakukan
melalui survei dan eksperimen/kuasi eksperimen. Dengan demikian,
ada format eksplanasi survei dan format eksplanasi eksperimen.
Format eksplanasi survei dilakukan untuk memperoleh kejelasan
hubungan antar variabel dan kejelasan hubungan sebab-akibat dua
atau lebih variabel, menguji hipotesis dan menarik sampel dari
suatu populasi. Format eksplanasi survey terdiri dari dua, yang
pertama untuk mengetahui ada tidaknya hubungan/korelasional
(pada bahasan modul 5) dan yang kedua untuk menguji pengaruh
antara antar dua atau lebih variable pada pokok bahasan ini.
Format eksplanasi eksperimen, format ini digunakan pada
penelitian laboratoris, lapangan atau kuasi eksperimen, artinya
bahwa adanya cara-cara memanipulasikan satu (lebih) variabel
pada satu (lebih) kelompok eksperimen dan membandingkannya
dengan kelompok lain yang tidak mengalami manipulasi atau
perlakuan.

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
d. Penelitian survei (desain) Evaluatif adalah penelitian untuk
mengetahui seberapa jauh tujuan yang digariskan dapat dicapai
berdasarkan ukuran yang telah ditentukan (evaluasi formatif
dilakukan pada awal/saat aktivitas sedang dilaksanakan - tujuannya
untuk memperoleh umpan balik, sehingga dapat diperbaiki.
Sedangkan evaluasi summatif adalah evaluasi yang dilakukan pada
akhir akhir aktivitas);
Desain evaluatif merupakan perbandingan antara suatu
ukuran atau kriteria yang ditetapkan dengan ukuran atau kriteria
lain yang diperoleh secara empiris (data lapangan). Desain
evaluatif ini dapat dikembangkan menjadi desain komparatif apabila
diterapkan pada lebih dari satu kelompok khalayak, lebih dari satu
kegiatan, lebih dari satu media, atau aspek-aspek apa yang
dibandingkan. Sedangkan desain evaluatif dapat diterapkan pada
penelitian eksplanasi (hubungan kausal atau kuasi eksperimen)
tetapi juga desain evaluatif dalam studi kasus (baca ulang:
perbedaan metode dan desain penelitian)
2. Penelitian Ekperimen adalah suatu penelitian yang meneliti
hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu (lebih)
variabel
pada
satu
(lebih)
kelompok
eksperimen
dan
membandingkannya dengan kelompok lain yang tidak mengalami
manipulasi;
3. Penelitian Kuasi Eksperimen adalah suatu penelitian untuk
mendekati kondisi ekperimen pada suatu situasi yang tidak
memungkinkan manipulasi variabel;
4. Penelitian Analisis Isi (Content Analysis) kuantitatif adalah
jenis penelitian teks media kuantitatif, yang digunakan untuk
menganalisa kata (word), Gerak (action) dan gambar (picture).
Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisi ; satu kata tunggal,
kalimat, adegan, gagasan, tema, bahkan keseluruhan isi pesan;
Content analysis is a tool for objective, systematic study of
message content (analisis isi adalah teknik penelitian untuk
mendeskripsikan secara obyektif, sistematik dan kuantitatif isi
komunikasi yang tampak, Berelson, 1952). Kerlingger (1973 dalam
Wimmer (1987:166), Content analysis is a method of studying
and analysing communication in a systematic, obyective, and
kuantitatif manner for the purpose of measuring variables.
Krippendorff (1991) Content analysis is a research method
for making replicable and valid reference from data or their contexs
(Analisis Isi adalah suatu tekhnik penelitian untuk membuat
inferensi-inferensi (cara data dikaitkan dengan konteksnya) yang

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
dapat ditiru (replicable) dan sahih data dengan memperhatikan
konteksnya).
Sedangkan analisis isi teks media dengan metode kualitatif
dengan strategi penelitian : Analisis Framing, analisis semiotik,
analisis wacana, atau selebihnya baca dimodul kualitatif, buku
Sobur (2006), Eriyanto (2001) dsb.
Obyek yang diteliti dalam analisis isi adalah isi pesan
komunikasi, dapat berupa :
Kata-kata/Ucapan/Suara
ulisan (kata, kalimat, paragraf atau keseluruhan isi, symbol
dsb)
Visual (gambar bergerak/berjalan)
Photo (gambar)
Gerakan (mencibir, menghindar, memukul, menendang,
membanting dsb)
Adegan (merajuk, memeluk, mencium, mengelus, dsb)
Thema (tema-tema cinta, humor, tragedi, kolosal dsb)
Gagasan/ide (HAM, lingkungan hidup, kesetaraan gender,
pelayanan prima, demokrasi, keterbukaan, kebebasan pers,
dsb)

10

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3

Bagaimana menulis Latar Belakang Masalah?


Uraian dalam Latar Belakang Masalah (LBM) pada prinsipnya
berupa penjelasan dan penegasan tentang duduk persoalan yang diteliti
dan pentingnya penelitian yang dilakukan, yang berpatokan pada
kecenderungan teoretis dan kecenderungan realistis mengenai fenomena
yang diteliti. Dengan demikian, dalam menyusun LBM ini peneliti perlu
mengemukakan secara ringkas kecendererungan-kecenderungan teoretis
apa saja yang dan kecenderungan-kecenderungan realistis apa saja yang
relevan dengan fenomena atau topik penelitiannya.
Dalam menguraikan kecenderungan teoretis, peneliti merujuk pada
teori tertentu yang relevan dengan fenomena yang diteliti, sedangkan
dalam menguraikan kecenderungan realistis peneliti merujuk pada fakta
dan data awal hasil temuan (data sekunder) yang juga berkaitan dengan
fenomena yang ditelitinya. Kedua kecenderungan tersebut perlu
dipaparkan serta diindentifikasikan kesenjangannya (gap) agar peneliti
dengan mantap dapat merumuskan permasalahan yang ditelitinya.
Sebuah masalah dalam penelitian ilmiah harus dipandang sebagai
kesenjangan (gap) antara aspek-aspek idealistik (teori) dengan aspekaspek realistik (fakta atau data sekunder).
Ketidakjelasan permasalahan yang diteliti seringkali disebabkan
karena dalam menguraikan LBM-nya peneliti semata-mata hanya
berlandaskan pada pertimbangan logikanya. Padahal dalam penelitian
ilmiah yang bersifat kuantitatif, keberadaan teori adalah mutlak harus
baik sebagai landasan maupun sebagai unsur ilmu yang akan diuji.
Uraian dalam LBM biasanya dilakukan dalam bentuk deduksi, yakni
dimulai dengan uraian-uraian yang bersifat umum dan diakhiri dengan
uraian yang bersifat khusus, yakni uraian yang berkaitan langsung
dengan fenomena atau masalah yang diteliti. Dalam menggambarkan
kondisi objektif (aspek realistik), peneliti dapat menggunakan formulasi
seperti dalam bidang jurnalisme: What (apa yang sering terjadi), Who
(siapa yang terkait di dalamnya), When (kapan masalah itu terjadi),
Where (di mana maslah itu muncul secara spesifik), Why (mengapa
fenomena tersebut bisa muncul), dan How (bagaimana kaitannya dengan
fenomena yang lain).
Penggambaran tentang apa yang diteliti atau dijelaskan, dalam
penelitian komunikasi (secara kuantitatif), tentu berkaitan dengan
fenomena komunikasi, yakni segala gejala yang berkaitan dengan segala
aktivitas manusia sebagai mahluk sosial dalam mengekspresikan
ungkapan hatinya ketika berinteraksi dan berrelasi sosial dengan
manusia-manusia lainnya, baik secara verbal maupun nonverbal, baik
secara langsung maupun melalui media. Setiap gejala komunikasi atau
gejala sosial itu dinyatakan dalam bentuk variabel-variabel. Variabel
merupakan konsep yang memiliki variasi nilai, yang berlandaskan pada

11

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
asumsi teoretis dari teori a pripori tertentu. Jadi, dalam menetapkan
variabel-variabel penelitian, selain berpedoman pada realitas (fenomena)
yang ada, juga harus mengacu pada teori tertentu yang dianggap relevan
untuk digunakan sebagai landasan dalam mengungkapkan fenomena
yang bersangkutan.
Variabel-variabel yang akan diteliti, secara eksplisit harus tercermin
di dalam rumusan masalah, identifikasi masalah, dan tujuan penelitian
yang akan diformulasikan setelah uraian LBM. Oleh karena itu, agar
variabel-variabel yang tercantum dalam ketiga subbab itu tidak terkesan
ujug-ujug dan mengada-ada, maka sinyalemennya harus sudah ada pada
LBM. Misalnya, kita akan mengungkapkan fenomena: Bagaimana tingkat
pemahaman mahasiswa tentang materi perkuliahan tertentu serta faktorfaktor apa yang berkaitan dengan fenomena itu?. Maka yang pertamatama harus kita jelaskan adalah bahwa tingkat pemahaman mahasiswa
tentang materi perkuliahan merupakan salah satu efek dari proses belajar
dan pembelajaran. Lalu, proses belajar dan pembelajaran kita tegaskan
sebagai salah satu wujud proses komunikasi (komunikasi instruksional).
Selanjutnya kita perlu menelusuri teori apa yang relevan untuk
mengungkapkan fenomena efektivitas peroses belajar (komunikasi
instruksional) itu. Misalnya, kita temukakan teori kredibilitas komunikator
yang salah satu asumsi teoretisnya (proposisinya) adalah bahwa
perubahan sikap dan perilaku khalayak sasaran komunikasi dipengaruhi
oleh kredibilitas komunikatornya. Dengan demikian, variabel utama
dalam penelitian itu adalah Kredibilitas Dosen (Varaiebl X) dan Tingkat
Pemahaman Mahasiswa Terhadap Materi Perkuliahan (Variabel Y). Dengan
masih merujuk pada teori kredibilitas, kredibilitas komunikator misalnya
diartikan sebagai seperangkat penilaian komunikan pada keahlian
(expertness), sifat-sifat dapat dipercaya (trustworthiness), dan daya tarik
(attractiveness) yang dimiliki komunikator, sedangkan perilaku komunikan
diartikan sebagai tingkat pemahaman mahasiswa pada materi
perkuliahan yang diampaikan dosen di ruang kuliah.
Dengan demikian, permasalahan yang kita teliti jelas dasar dan
ruang lingkupnya, yakni di sekitar tingkat pemahaman mahasiswa
dikaitkan dengan kredibilitas dosen ketika mengajar di ruang kuliah, dan
ketika masalah tersebut dijabarkan ke dalam identifikasi masalah maka
unsur-unsur kredibilitas yang akan tercermin di dalam identifikasi masalah
(keahlian, sifat dapat dipercaya atau kejujuran, dan daya tarik dosen) jelas
asal-usulnya.
Selain karena jelas landasan teorinya, kelayakan permasalahan
atau topik yang diteliti (secara akademik), juga ditentukan oleh pentingtidaknya penelitian yang bersangkutan dilakukan (the significance of the
research) dilihat dari aspek praktis. Penelitian yang kita lakukan, selain
penting atau layak secara akademik juga harus dapat memberikan
kontribusi nyata secara operasional atau atau secara praktis (tataran
implementasi). Oleh karena itu, dalam LBM peneliti juga harus
menegaskan kedua kepentingan itu secara jelas dan lugas, yang secara

12

Metode Penelitian Komunikasi 1

Edwi arief sosiawan, M.Si


Kuliah 3
spesifik nantinya akan dieksplisitkan di dalam rumusan kegunaan
penelitian.
Bagaimana Merumuskan Masalah Penelitian?
Rumusan Masalah adalah penegasan dari adanya kesenjangan
antara aspek-aspek teoretis dan aspek-aspek realistis tentang fenomena
yang diteliti, yang sebelumnya telah diuraikan pada LBM. Rumusan
Masalah dalam penelitian ilmiah biasanya diformulasikan dalam bentuk
kalimat pertanyaan. Bagaimana kita membuat rumusan masalah, inilah
contohnya:
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka
permasalahan yang diteliti dapat dirumuskan: Apakah ada hubungan
yang signifikan antara kredibilitas dosen dengan tingkat pemahaman
mahasiswa pada materi perkuliahan? atau Bagaimana Kredibilitas
dosen dalam proses belajar dan pembelajaran dan bagaimana tingkat
pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahannya?
Bagaimana Menyusun Identifikasi Masalah?
Identifikasi Masalah adalah penjabaran lebih lanjut dari rumusan
masalah
atau rincian variabel yang terkandung dalam rumusan
masalah, di mana rincian variabel tersebut sinyalemennya sudah
diungkapkan pada LBM. Contoh identifikasi masalah (untuk penelitian
korelasional):
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka permasalahan yang diteliti
dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1.
Apakah ada hunbungan yang sigfnifikan antara keahlian dosen
dalam proses belajar dan pembelajaran dengan tingkat
pemahaman mahasiswa pada materi perkuliahan?
2.
Apakah ada hubungan yang signifikan antara kejujuran dosen
dalam proses belajar dan pembelajaran dengan tingkat
pemahaman mahasiswa pada materi perkuliahan?
3.
Apakah ada hubungan yang signifikan antara daya tarik dosen
dalam proses belajar dan pembelajaran dengan tingkat
pemahaman mahasiswa pada materi perkuliahan?

1.
2.
3.
4.

ATAU
(untuk penelitian deskriptif)
Bagaimana keahlian dosen dalam proses belajar dan pembelajaran?
Bagaimana kejujuran dosen dalam proses belajar dan
pembelajaran?
Bagaimana daya tarik dosen dalam proses belajar dan
pembelajaran?
Bagaimana
tingkat pemahaman
mahasiswa
pada materi
perkuliahan?

13