Anda di halaman 1dari 3

6) Ayah-Seventeen

Secara keseluruhan lagu ini menceritakan tentang kerinduan dan rasa bersalah
seorang anak terhadap ayahnya yang telah berjasa begitu besar dalam hidupnya,
namun ia baru hanya mengingat ayahnya kala ia berada dalam kesulitan dan jauh
dari ayahnya
Bait pertama menceritakan bahwa ayah bagaikan sebuah tarikan nafas bagi
seorang anak, ia sangat dibutuhkan. Ialah yang menjaga dan mengajarkan anak
bagaimana menjadi yang terbaik
Bait kedua berisi bahwa sosok seorang ayah tak mengenal lelah. Ia bagaikan
penopang dalam hidup anak, yang selalu mendukung, menyemangati, merawat,
dan memberikan tempat bersandar bagi sang anak. Dan ayah selalu memberikan
semua hal yang terindah untuk anaknya, pakaian, makanan, mainan, tempat
bermain, sekolah, dll
Namun, pada bait ke 3 diceritakan bahwa seorang anak ironisnya hanya
membutuhkan dan mengingat ayahnya kala ia mulai kehilangan arah, saat ia
sedang berada dalam kesulitan atau problematika kehidupan, dan kala ia telah
jauh dari ayahnya. Namun selepas dari itu ia tidak menyadari dan mengingat
betapa pentingnya jasa dan sosok seornag ayah dalam kehidupannya.

3) Ibu-Iwan Fals
Secara keseluruhan, lagu ini menceritakan tentang pengorbanan dan kasih sayang
seorang ibu yang begitu besar kepada anaknya sehingga takkan mampu terbalaskan
saking besarnya.
Hal ini dapat kita lihat dari tiap lirik-liriknya. Pada bait pertama, berbunyi:
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah
Bait tersebut menggambarkan betapa panjangnya perjalanan hidup yang dilalui
seorang ibu demi anaknya. Langkah demi langkah, hari demi hari ia lalui tanpa
pamrih. Selama 9 bulan 10 hari ibu mengandung kita, kemudian merawat dan
menyayangi kita siang dan malam dan bekerja keras untuk dapat menghidupi dan
menyekolahkan kita hingga kita dewasa. Dan selama itu pula, seorang ibu harus
menghadapi

berbagai

hambatan,

kesulitan,

rintangan

dan

problematika

kehidupan. Namun, seorang ibu yang menyayangi anaknya tidak akan berputus
asa, ia akan rela berkorban dan terus berusaha sekuat tenaga demi anaknya
meskipun pada kenyataannya sekujur tubuhnya sakit, lelah, dan tak sanggup lagi.
Selanjutnya,
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalasibuibu
Lirik diatas menegaskan bahwa jasa, pengorbanan, dan kasih sayang seorang ibu
itu ibarat udara. Seperti yang kita ketahui, udara itu tak terbatas dan tak
terhingga jumlahnya. Demikian pula dengan jasa seorang ibu, tidak terbatas dan
tidak terhingga jumlahnya sehingga kita tak akan mampu membayar, membalas,
ataupun mengganti jasa seorang ibu. Bahkan, apabila banyaknya udara, luasnya
permukaan bumi, dalamnya lautan, dan tingginya langit di angkasa digabungkan
menjadi satu, tetap saja tidak akan bisa menandingi besarnya cinta dan
pengorbanan ibu kepada anaknya. Selain itu, makna kata udara di sini adalah

sebagai kebutuhan. Manusia selalu membutuhkan udara untuk bernapas. Manusia


tidak dapat bertahan hidup tanpa udara. Seperti itu jugalah ibu, kita selalu
membutuhkan ibu, tanpa ibu kita bukanlah apa-apa, tanpa ibu kita tidak akan
mungkin dapat bertahan hidup hingga saat ini.
Kemudian bait selanjutnya berbunyi,
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalasibuibu.
Bait tersebut menggambarkan kerinduan seorang anak kepada ibunya dan ia ingin
sekali bertemu, memeluk, serta menangis dipangkuan ibunya hingga tertidur
seperti yang ia lakukan saat ia masih kecil. Namun, seorang ibu akan selalu
mendoakan yang terbaik untuk anaknya dan doa tersebut akan selalu mendampingi
dan menuntun anak kapanpun dan dimanapun ia berada. Tidak akan ada dan tidak
akan pernah ada yang mampu membalas jasa-jasa seorang ibu sekuat apapun
mereka mencoba.
Itulah makna dari lagu Ibu. Dari lagu tersebut, tersirat sebuah pesan bahwa segala
hal yang telah kita bangun, setiap episode kehidupan yang telah kita lalui, setiap
kesuksesan yang telah kita raih, dan setiap hembusan nafas yang kita hirup tiap
detik hingga detik ini adalah bentuk kehidupan yang telah ibu perjuangkan untuk
kita. Oleh karena itu, mulai saat ini dan seterusnya , janganlah kita membantah,
melawan, mengeluh, meremehkan apalagi menyesal karen memiliki ibu seperti ibu
kita. Karena ia bahkan tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menyesal karena
telah melahirkan kita. Justru sebaliknya, marilah kita menyayangi, menghormati,
dan berusaha sekuat tenaga untuk membanggakan ibu kita. Dan jangan lupa
berdoalah yang terbaik untuk dirinya sebagaimana ia mendoakan yang terbaik
untuk diri kita.