Anda di halaman 1dari 6

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang mana atas rahmat-Nya kami masih
di beri kesehatan sehingga dapat menyelesaikan karya tulis yang sederhana ini,
pentingnya pengaruh lingkungan hijau tarhadap prestasi siswa. Namun banyak
komponen baik struktural, fungsional, maupun lingkungan yang dapat
mempengaruhi proses tersebut. Dengan demikian studi mengenai fungsi ini
sangat penting untuk dapat mencermati respon para teman-teman terhadap
lingkungan.
Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala guru yang turut
membantu perolehan literatur terkait dalam penyelesaian tulisan ini. Karya
ilmiah remaja ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya kritik dan saran
sangat diharapkan demi perbaikan tulisan-tulisan berikutnya. Akhir kata kami
berharap semoga karya tulis remaja ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Baturaja,

Penyusun

Maret 2013

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Sekolah adalah rumah kedua bagi warga sekolah, terutama kelas
.Kelas yang di jadikan sebagai tempat di mana banyak aktifitas belajar
mengajar dilakukan. Berdasarkan UU No. 9 Pasal 3 tahun 1960
menyatakan bahwa pertumbuhan anak yang sempurana dalam
lingkungan hidup yang sehat adalah penting untuk mencapai generasi
yang sehat dan bangsa yang kuat. Pengertian dan kesadaran rakyat
tentang pemeliharaan dan perlindungan kesehatan adalah penting untuk
mencapai derajat kesehataan yang setinggi-tinggi nya.
Tentunya dengan kelas yang bersih dan sehat yang dapat melahirkan
siswa siswi yang pintar dan cerdas. Dapat dilihat bahwa ruangan kelas
yang ada di setiap sekolah di indonesia kemungkinan banyak coretancoretan, sampah, bangunan yang kurang terawat begitupun dengan
kelasnya.
Di baturaja pun banyak terlihat kelas yang kotor karena kurang
kesadaran para siswa yang belum mengoptimalisaikan kegiatan piket di
kelasnya. Seperti banyaknya sampah di kolong meja, coret-coretan di
meja dan bangunan sekolah, lantai-lantai yang kotor, peralatan-peralatan
yang kurang mamada. Hal ini juga terjadi di sekolah kami SMAN 4 OKU
yang kami tempati untuk belajar di kelas XI IPA 2.
Di kelas XI IPA 2 yang luasnya terdapat 35 siswa dengan keadaan kelas
yang terlihat kotor, banyak sampah di kolong meja, seperti sampah somai
mas tok, terdapat coretan-coretan di meja, masalah ini terjadi di
karenakan banyaknya siswa yang belum peduli atau kurangnya
kepedulian terhadap ruang kelasnya. Hal ini terlihat dengan semakin
sedikitnya siswa yang peduli terhadap pelestarian dan kebersihan kelas.
Banyak siswa yang menyebabkan ruangan yang menjadi kotor akibat
sampah yang sengaja dibuang di bawah meja, sampah tersebut akhirakhir ini di rasa sudah mulai mengganggu aktifitas siswa, selain karena
mengganggu pemandangan estetika juga bisa menjadi sumber penyakt
dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Lingkungan sekolah yang kondusif sangat diperlukan dalam
menghasilkan tamatan yang cakap melaui proses belajar mengajar
berbasis sistem pendidikn bermutu, tidak itu saja, lingkungan belajar yang

kondusif juga akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup bermutu yang
pada saat ini sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing bangsa
di mata dunia, sekaligus melestarikan lingkungan kelas yang sehat dan
bersih.
Hal ini hendaklah menjadi perhatian khusus bagi penanggung jawab
sekolah dan komunitasnya dalam menata kembali lingkungan kelas dari
berbagai macam masalah, disamping budaya pelaku pendidikan yang
berwawasan
kebersihan.
Sehingga,
dirasakan
perlu
untuk
mengoptimalisasikan kegiatan piket kelas di XI IPA 2.
Menurut pendapat kami usaha yang dapat dilakukan aalah dengan
menyiapkan kebersihan piket, mengingatkan dan juga ikut membersihkan
kelas.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakan yang telah dijelaskan bahwa melalui
optimalisasi kegiatan piket kelas dapat meningkatkan kebersihan kelas.
Apakah upaya mengoptimalisasikan kegiatan piket kelas SMAN 4 OKU
di kelas XI IPA 2 dapat meningkatkan kebersihan kelas?
C.

Tujuan penelitian

penelitian ini dilaksankan dengan tujuan untuk :


1. Upaya kebersihan dikelas kita tetap terjaga
2. Meningkatkan kesadaran siswa-siswi akan pentingnya kebersihan
kelas
3. Upaya siswa mengerti akan pentingnya fungsi kelas
4. Meningkatkan optimalisasi kegiatan piket kelas

D.Manfaat penelitian
penetilian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada berbagai pihak
diantanya sebagai berikut :
1. Manfaat bagi siswa.
a) Dapat menjadi kebiasan bagi siswa sebelum melakukan belajar
mengajar.
b) Dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat
diterapkan dilingkungan masyarakat yang bermanfaat bagi
siswa dan menerapkan dalam kehidupan yang nyata.
2. Manfaat bagi guru.
a) Memperoleh kenyaman dalam kegiatan belajar mengajar.
b) Mempunyai metode belajar mengaja yang menenyangkan
didalam kelas dengan kondisi yang nyaman , bersih, dan sehat.

3. Manfaat bagi sekolah


Memiliki sekolah dengan kelas yang bersih, sehat, indah, dan
nyaman yang dapat membuat siswa lebih nyaman dalam siswa
dengan kelas yang bersih.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pelaksanaan Kebersihan Di Sekolah
a. Kegiatan pembersihan harian
Kegiatan ini dilakukan setiap hari kerja efektif pada waktu sebelum
kegiatan belajar dimulai, mulai jam 06.30-07.00 WIB. Tujuannyauntuk
membersihkan ruang kelas dan halaman sekitar kelas masing-masing,
serta halaman sekitar kantor atau ruang lainnya yang berdekatan
dengan kelas siswa.
B. Permasalahan dalam membersihkan lingkungan sekolah adalah
sebagai berikut :
1) Setip keluar istirahat sampah jajanan mulai banyak berserakan
2) Kurangnya kesadaran para siswa dalam membershkan lingkungan
sekolah
3) Kurangnya fasilitas untuk membersikan lingkingan sekolahterutama
dalam membersihkan kelas.
C. Pengaruh kebersihan terhadap proses belajar mengajar
Lingkungan belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar
yang produktif, di mana sebuah lingkungan belajar yang didesain atau
dibangun untuk membantu pelajar meningkatkan produktivits belajar
mereka sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai dengan apa
yang diharapkan . hal dapat digambarkan dengan kemudahan pelajar
dalam berfikir, berkreasi, juga mampu secara aktif, dikarenakan
lingkungan belajar yang bersihsangat mendukung ehingga timbul
ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar
berlangsung. Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki sebuah
lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas
dan membosankan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses
belajar mengajar dikarenakan lingkungan yang kotor, tidak kondusif, dan
tidak efektif.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode dan teknik penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis
menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik
yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pengamatan langsung atau Observasi


Pada teknik ini penulis terjun langsung menetili ke lapangan untuk
mengetahui bagaimana kebersihan lingkungan dan bagaimana
peranan masyarakat setempat terhadap masalah kebersihan
lingkungan.

2. Studi pustaka
Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang
berhubunan dengan penulisan karya ilmiah memalui media buku dan
inernet, serta yang berkaitan dengan masalah kebersihan kelas yang
sudah tercemar oleh sampah.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 kondisi kebersihan di kelas XI IPA 2
Kebersihan ingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang
mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan
belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan di kelas harus di jaga.
Begitu pula dengan kebersihan di kelas XI IPA 2 yang harus kita