Anda di halaman 1dari 13

SEJARAH ISLAM DI ACEH

Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh


Hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa dearah Indonesia yang mulamula di masuki Islam ialah daerah Aceh.(Taufik Abdullah, 1983: 4). Berdasarkan
kesimpulan seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia yang berlangsung di
Medan pada tanggal 17 20 Maret 1963, yaitu:
- Islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M,
dan langsung dari Arab.
- Daerah yang pertama kali didatangi oleh Islam adalah pesisir Sumatera,
adapun kerajaan Islam yang pertama adalah di Pasai.
- Dalam proses pengislaman selanjutnya, orang-orang Islam Indonesia ikut
aktif mengambil peranan dan proses penyiaran Islam dilakukan secara damai.
- Keterangan Islam di Indonesia, ikut mencerdaskan rakyat dan membawa
peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia.(Taufik
Abdullah, 1983: 5)
Masuknya Islam ke Indonesia ada yang mengatakan dari India, dari Persia, atau
dari Arab. (Musrifah, 2005: 10-11). Dan jalur yang digunakan adalah:
a. Perdagangan, yang mempergunakan sarana pelayaran
b. Dakwah, yang dilakukan oleh mubaligh yang berdatangan bersama para
pedagang, para mubaligh itu bisa dikatakan sebagai sufi pengembara.
c. Perkawinan, yaitu perkawinan antara pedagang muslim, mubaligh dengan
anak bangsawan Indonesia, yang menyebabkan terbentuknya inti sosial yaitu
keluarga muslim dan masyarakat muslim.
d. Pendidikan. Pusat-pusat perekonomian itu berkembang menjadi pusat
pendidikan dan penyebaran Islam.
e. Kesenian. Jalur yang banyak sekali dipakai untuk penyebaran Islam
terutama di Jawa adalah seni.
Bentuk agama Islam itu sendiri mempercepat penyebaran Islam, apalagi
sebelum masuk ke Indonesia telah tersebar terlebih dahulu ke daerah-daerah
Persia dan India, dimana kedua daerah ini banyak memberi pengaruh kepada
perkembangan kebudayaan Indonesia. Dalam perkembangan agama Islam di
daerah Aceh, peranan mubaligh sangat besar, karena mubaligh tersebut tidak
hanya berasal dari Arab, tetapi juga Persia, India, juga dari Negeri sendiri.
Ada dua faktor penting yang menyebabkan masyarakat Islam mudah
berkembang di Aceh, yaitu:
1. Letaknya sangat strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah
dan Tiongkok.
2. Pengaruh Hindu Budha dari Kerajaan Sriwijaya di Palembang tidak begitu
berakar kuat dikalangan rakyat Aceh, karena jarak antara Palembang dan Aceh
cukup jauh.(A.Mustofa, Abdullah, 1999: 53)
Sedangkan Hasbullah mengutip pendapat Prof. Mahmud Yunus, memperinci
faktor-faktor yang menyebabkan Islam dapat cepat tersebar di seluruh
Indonesia (Hasbullah, 2001: 19-20), antara lain:
a. Agama Islam tidak sempit dan berat melakukan aturan-aturannya, bahkan
mudah ditiru oleh segala golongan umat manusia, bahkan untuk masuk agama
Islam saja cukup dengan mengucap dua kalimah syahadat saja.
b. Sedikit tugas dan kewajiban Islam
c. Penyiaran Islam itu dilakukan dengan cara berangsur-angsur sedikit demi
sedikit.
d. Penyiaran Islam dilakukan dengan cara bijaksana.

e. Penyiaran Islam dilakukan dengan perkataan yang mudah dipahami umum,


dapat dimengerti oleh golongan bawah dan golongan atas.
Konversi massal masyarakat Nusantara kepada Islam pada masa perdagangan
terjadi karena beberapa sebab (Musrifah, 2005: 20-21), yaitu:
1. Portilitas (siap pakai) sistem keimanan Islam.
2. Asosiasi Islam dengan kekayaan. Ketika penduduk pribumi Nusantara
bertemu dan berinteraksi dengan orang muslim pendatang di pelabuhan, mereka
adalah pedagang yang kaya raya. Karena kekayaan dan kekuatan ekonomi,
mereka bisa memainkan peranan penting dalam bidang politik dan diplomatik.
3. Kejayaan militer. Orang muslim dipandang perkasa dan tangguh dalam
peperangan.
4. Memperkenalkan tulisan. Agama Islam memperkenalkan tulisan ke berbagai
wilayah Asia Tenggara yang sebagian besar belum mengenal tulisan.
5. Mengajarkan penghapalan Al-Quran. Hapalan menjadi sangat penting bagi
penganut baru, khususnya untuk kepentingan ibadah, seperti sholat.
6. Kepandaian dalam penyembuhan. Tradisi tentang konversi kepada Islam
berhubungan dengan kepercayaan bahwa tokoh-tokoh Islam pandai
menyembuhkan. Sebagai contoh, Raja Patani menjadi muslim setelah
disembuhkan dari penyakitnya oleh seorang Syaikh dari Pasai.
7. Pengajaran tentang moral. Islam menawarkan keselamatan dari berbagai
kekuatan jahat dan kebahagiaan di akhirat kelak.
Melalui faktor-faktor dan sebab-sebab tersebut, Islam cepat tersebar di
seluruh Nusantara sehingga pada gilirannya nanti, menjadi agama utama dan
mayoritas negeri ini.
Pusat Keunggulan Pengkajian Islam Pada Tiga Kerajaan Islam di Aceh.
1. Zaman Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai, yang
didirikan pada abad ke-10 M dengan raja pertamanya Malik Ibrahim bin
Mahdum. Yang kedua bernama Al-Malik Al-Shaleh dan yang terakhir bernama AlMalik Sabar Syah (tahun 1444 M/ abad ke-15 H). (Mustofa Abdullah, 1999: 54)
Pada tahun 1345, Ibnu Batutah dari Maroko sempat singgah di Kerajaan Pasai
pada zaman pemerintahan Malik Az-Zahir, raja yang terkenal alim dalam ilmu
agama dan bermazhab Syafii, mengadakan pengajian sampai waktu sholat
Ashar dan fasih berbahasa Arab serta mempraktekkan pola hidup yang
sederhana. (Zuhairini,et.al, 2000: 135)
Keterangan Ibnu Batutah tersebut dapat ditarik kesimpulan pendidikan yang
berlaku di zaman kerajaan Pasai sebagai berikut:
a. Materi pendidikan dan pengajaran agama bidang syariat adalah Fiqh
mazhab Syafii
b. Sistem pendidikannya secara informal berupa majlis talim dan halaqoh
c. Tokoh pemerintahan merangkap tokoh agama
d. Biaya pendidikan bersumber dari negara.(Zuhairini, et.al., 2000: 136)
Pada zaman kerajaan Samudra Pasai mencapai kejayaannya pada abad ke-14
M, maka pendidikan juga tentu mendapat tempat tersendiri. Mengutip
keterangan Tome Pires, yang menyatakan bahwa di Samudra Pasai banyak
terdapat kota, dimana antar warga kota tersebut terdapat orang-orang
berpendidikan.(M.Ibrahim, et.al, 1991: 61)
Menurut Ibnu Batutah juga, Pasai pada abad ke-14 M, sudah merupakan pusat
studi Islam di Asia Tenggara, dan banyak berkumpul ulama-ulama dari negaranegara Islam. Ibnu Batutah menyatakan bahwa Sultan Malikul Zahir adalah
orang yang cinta kepada para ulama dan ilmu pengetahuan. Bila hari jumat
tiba, Sultan sembahyang di Masjid menggunakan pakaian ulama, setelah

sembahyang mengadakan diskusi dengan para alim pengetahuan agama, antara


lain: Amir Abdullah dari Delhi, dan Tajudin dari Ispahan. Bentuk pendidikan
dengan cara diskusi disebut Majlis Talim atau halaqoh. Sistem halaqoh yaitu
para murid mengambil posisi melingkari guru. Guru duduk di tengah-tengah
lingkaran murid dengan posisi seluruh wajah murid menghadap guru.
2. Kerajaan Perlak
Kerajaan Islam kedua di Indonesia adalah Perlak di Aceh. Rajanya yang
pertama Sultan Alaudin (tahun 1161-1186 H/abad 12 M). Antara Pasai dan
Perlak terjalin kerja sama yang baik sehingga seorang Raja Pasai menikah
dengan Putri Raja Perlak. Perlak merupakan daerah yang terletak sangat
strategis di Pantai Selat Malaka, dan bebas dari pengaruh Hindu.(Hasbullah,
2001: 29)
Kerajaan Islam Perlak juga memiliki pusat pendidikan Islam Dayah Cot Kala.
Dayah disamakan dengan Perguruan Tinggi, materi yang diajarkan yaitu bahasa
Arab, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu bahasa dan sastra Arab, sejarah
dan tata negara, mantiq, ilmu falaq dan filsafat. Daerahnya kira-kira dekat Aceh
Timur sekarang. Pendirinya adalah ulama Pangeran Teungku Chik M.Amin, pada
akhir abad ke-3 H, abad 10 M. Inilah pusat pendidikan pertama.
Rajanya yang ke enam bernama Sultan Mahdum Alaudin Muhammad Amin
yang memerintah antara tahun 1243-1267 M, terkenal sebagai seorang Sultan
yang arif bijaksana lagi alim. Beliau adalah seorang ulama yang mendirikan
Perguruan Tinggi Islam yaitu suatu Majlis Taklim tinggi dihadiri khusus oleh para
murid yang sudah alim. Lembaga tersebut juga mengajarkan dan membacakan
kitab-kitab agama yang berbobot pengetahuan tinggi, misalnya kitab Al-Umm
karangan Imam Syafii.(A.Mustofa, Abdullah, 1999: 54)
Dengan demikian pada kerajaan Perlak ini proses pendidikan Islam telah
berjalan cukup baik.
3. Kerajaan Aceh Darussalam
Proklamasi kerajaan Aceh Darussalam adalah hasil peleburan kerajaan Islam
Aceh di belahan Barat dan Kerajaan Islam Samudra Pasai di belahan Timur. Putra
Sultan Abidin Syamsu Syah diangkat menjadi Raja dengan Sultan Alaudin Ali
Mughayat Syah (1507-1522 M).
Bentuk teritorial yang terkecil dari susunan pemerintahan Kerajaan Aceh
adalah Gampong (Kampung), yang dikepalai oleh seorang Keucik dan Waki
(wakil). Gampong-gampong yang letaknya berdekatan dan yang penduduknya
melakukan ibadah bersama pada hari jumat di sebuah masjid merupakan suatu
kekuasaan wilayah yang disebut mukim, yang memegang peranan pimpinan
mukim disebut Imeum mukim.(M. Ibrahim, et.al., 1991: 75)
Jenjang pendidikan yang ada di Kerajaan Aceh Darussalam diawali pendidikan
terendah Meunasah (Madrasah). Yang berarti tempat belajar atau sekolah,
terdapat di setiap gampong dan mempunyai multi fungsi antara lain:
- Sebagai tempat belajar Al-Quran
- Sebagai Sekolah Dasar, dengan materi yang diajarkan yaitu menulis dan
membaca huruf Arab, Ilmu agama, bahasa Melayu, akhlak dan sejarah Islam.
Fungsi lainnya adalah sebagai berikut:
- Sebagai tempat ibadah sholat 5 waktu untuk kampung itu.
- Sebagai tempat sholat tarawih dan tempat membaca Al-Quran di bulan
puasa.
- Tempat kenduri Maulud pada bulan Mauludan.
- Tempat menyerahkan zakat fitrah pada hari menjelang Idhul Fitri atau bulan
puasa
- Tempat mengadakan perdamaian bila terjadi sengketa antara anggota

kampung.
- Tempat bermusyawarah dalam segala urusan
- Letak meunasah harus berbeda dengan letak rumah, supaya orang segera
dapat mengetahui mana yang rumah atau meunasah dan mengetahui arah
kiblat sholat. (M. Ibrahim, 1991: 76)
Selanjutnya sistem pendidikan di Dayah (Pesantren) seperti di Meunasah
tetapi materi yang diajarkan adalah kitab Nahu, yang diartikan kitab yang dalam
Bahasa Arab, meskipun arti Nahu sendiri adalah tata bahasa (Arab). Dayah
biasanya dekat masjid, meskipun ada juga di dekat Teungku yang memiliki
dayah itu sendiri, terutama dayah yang tingkat pelajarannya sudah tinggi. Oleh
karena itu orang yang ingin belajar nahu itu tidak dapat belajar sambilan, untuk
itu mereka harus memilih dayah yang agak jauh sedikit dari kampungnya dan
tinggal di dayah tersebut yang disebut Meudagang. Di dayah telah disediakan
pondok-pondok kecil mamuat dua orang tiap rumah. Dalam buku karangan
Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, istilah Rangkang merupakan
madrasah seringkat Tsanawiyah, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, ilmu
bumi, sejarah, berhitung, dan akhlak. Rangkang juga diselenggarakan disetiap
mukim. (Hasbullah, 2001: 32)
Bidang pendidikan di kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi
perhatian. Pada saat itu terdapat lembaga-lembaga negara yang bertugas dalam
bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan yaitu:
1. Balai Seutia Hukama, merupakan lembaga ilmu pengetahuan, tempat
berkumpulnya para ulama, ahli pikir dan cendikiawan untuk membahas dan
mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Balai Seutia Ulama, merupakan jawatan pendidikan yang bertugas
mengurus masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
3. Balai Jamaah Himpunan Ulama, merupakan kelompok studi tempat para
ulama dan sarjana berkumpul untuk bertukar fikiran membahas persoalan
pendidikan dan ilmu pendidikannya.
Aceh pada saat itu merupakan sumber ilmu pengetahuan dengan sarjanasarjanaya yang terkenal di dalam dan luar negeri. Sehingga banyak orang luar
datang ke Aceh untuk menuntut ilmu, bahkan ibukota Aceh Darussalam
berkembang menjadi kota Internasional dan menjadi pusat pengembangan ilmu
pengetahuan.
Kerajaan Aceh telah menjalin suatu hubungan persahabatan dengan kerajaan
Islam terkemuka di Timur Tengah yaitu kerajaan Turki. Pada masa itu banyak
pula ulama dan pujangga-pujangga dari berbagai negeri Islam yang datang ke
Aceh. Para ulama dan pujangga ini mengajarkan ilmu agama Islam (Theologi
Islam) dan berbagai ilmu pengetahuan serta menulis bermacam-macam kitab
berisi ajaran agama. Karenanya pengajaran agama Islam di Aceh menjadi
penting dan Aceh menjadi kerajaan Islam yang kuat di nusantara. Diantara para
ulama dan pijangga yang pernah datang ke kerajaan Aceh antara lain
Muhammad Azhari yang mengajar ilmu Metafisika, Syekh Abdul Khair Ibn Syekh
Hajar ahli dalam bidang pogmatic dan mistik, Muhammad Yamani ahli dalam
bidang ilmu usul fiqh dan Syekh Muhammad Jailani Ibn Hasan yang mengajar
logika. (M.Ibrahim,et.al., 1991: 88)
Tokoh pendidikan agama Islam lainnya yang berada di kerajaan Aceh adalah
Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang pujangga dan guru agama yang
terkenal dengan ajaran tasawuf yang beraliran wujudiyah. Diantara karya-karya
Hamzah Fansuri adalah Asrar Al-Aufin, Syarab Al-Asyikin, dan Zuiat AlNuwahidin. Sebagai seorang pujangga ia menghasilkan karya-karya, Syair si
burung pungguk, syair perahu.

Ulama penting lainnnya adalah Syamsuddin As-Samathrani atau lebih dikenal


dengan Syamsuddin Pasai. Ia adalah murid dari Hamzah Fansuri yang
mengembangkan paham wujudiyah di Aceh. Kitab yang ditulis, Miratul al-Qulub,
Miratul Mukmin dan lainnya.
Ulama dan pujangga lain yang pernah datang ke kerajaan Aceh ialah Syekh
Nuruddin Ar-Raniri. Ia menentang paham wujudiyah dan menulis banyak kitab
mengenai agama Islam dalam bahasa Arab maupun Melayu klasik. Kitab yang
terbesar dan tertinggi mutu dalam kesustraan Melayu klasik dan berisi tentang
sejarah kerajaan Aceh adalah kitab Bustanul Salatin.
Pada masa kejayaan kerajaan Aceh, masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
oleh Sultannya banyak didirikan masjid sebagai tempat beribadah umat Islam,
salah satu masjid yang terkenal Masjid Baitul Rahman, yang juga dijadikan
sebagai Perguruan Tinggi dan mempunyai 17 daars (fakultas).
Dengan melihat banyak para ulama dan pujangga yang datang ke Aceh, serta
adanya Perguruan Tinggi, maka dapat dipastikan bahwa kerajaan Aceh menjadi
pusat
studi Islam. Karena faktor agama Islam merupakan salah satu faktor yang
sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Aceh pada periode berikutnya.
Menurut B.J. Boland, bahwa seorang Aceh adalah seorang Islam.
(M.Ibrahim,et.al., 1991: 89)
KESIMPULAN
Pendidikan merupakan suatu proses belajar engajar yang membiasakan kepada
warga masyarakat sedini mungkin untuk menggali, memahami dan
mengamalkan semua nilai yang disepakati sebagai nilai yang terpujikan dan
dikehendaki, serta berguna bagi kehidupan dan perkembangan ciri pribadi,
masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan Islam sendiri adalah proses
bimbingan terhadap peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang
baik (insan kamil)
Keberhasilan dan kemajuan pendidikan di masa kerajaan Islam di Aceh, tidak
terlepas dari pengaruh Sultan yang berkuasa dan peran para ulama serta
pujangga, baik dari luar maupun setempat, seperti peran Tokoh pendidikan
Hazah Fansuri, Syamsudin As-Sumatrani, dan Syaeh Nuruddin A-Raniri, yang
menghasilkan karya-karya besar sehingga menjadikan Aceh sebagai pusat
pengkajian Islam.

SOAL PERTANYAAN :

1. Mengapa pada abad ke-8 masyarakat pribumi belum sepenuhnya memeluk


islam ? jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut !
( R Modyta T )
2. Siapa yang pertama kali menyebarkan islam di aceh ? bagaimana metodenya
dalam menyebarkan islam ?
( Rachmad Fajrin A )
3. Siapa yang menyebarkan agama islam di aceh ? dan mengapa dia bisa
mengajak orang-orang di aceh masuk agama islam ?
( Ramita sari )
4. Bagaimana cara pedagang-pedagang muslim mensosialisasikan atau
menyebarkan agama islam di aceh pada saat itu ?
( Rhea Ulima caesaria )
5. Mengapa aceh sering di sebut sebagai serabih mekkah ?
( Rosa Apriani )
6. Pada tahun berapakah di samudra pasai ini kerajaan islamnya ? jelaskan
( Mia desy )
7. Siapakah yang membawah ajaran islam ke daerah aceh ?
( Mar`atus sholikah )
8. Siapa yang pertama yang menyebarkan agama islam di aceh ?
( Rahmilia sari samnufida )
9. Siapa orang pertama kali memperkenalkan agama islam di aceh ?
( Novrizal )
10.
Apa peranan yang dilakukan oleh ibnu battuthah dalam menyebarkan
agama islam di aceh ?
( Nindai haula muslimah )
11.
Siapa yang berperan penting dalam penyebaran agama islam di aceh ?
( Era novianti )
12.
Siapa yang pertama yang menyebarkan agama islam di aceh ?
( Santica ogase )
13.
Bagaimana tanggapan masyarakat aceh ketika islam masuk untuk
pertama kalinya ?
( Imelda )
14.
Bisakah kamu ringkas bagaimana islam masuk ke banda aceh dengan
bahasamu sendiri ?
( Linda savitri )
15.
Bagaimana perkembangan islam dari awal masuk sampai sekarang ?
apakah lebih maju atau lebih mundur ?
( Amalia riezka mindie )
16.
Menurut anda, bagaimana para pedagang tersebut bisa menyebarkan
islam di aceh ?
( Lusiana apriani )
17.
Menurut anda apakah perkembangan islam pada masa itu sudah terilhat
baik ? mengapa jelaskan .
( Mutiara denti )
18.
Coba sebutkan raja-raja yang pernah memimpin kerajaan samudra
pasai ?
( Andwiko putra )
19.
Kapan islam masuk ke kota aceh dan tolong jelaskan lebih rinci dan
mudah di pahami ?
( Leni muniarti yati )

20.
Benarkah agama islam pertama kali itu masuk di provinsi banda aceh ?
jelaskan mengapa bisa seperti itu !
( M Rizka fadli wibowo )
21.
Bagaimana perubahan yang di terima penduduk aceh setelah masuknya
agama islam ?
( Tria maisa harpayani )
22.
Siapa yang membawa ajaran agama islam ke aceh ?
( Rahman alfarbbi )
23.
Pada masa pemerintahan raja / sultan siapa ,kerajaan aceh mengalami
kejayaan ?
( Citra Yuniarti )
24.
Mengapa penyebaran agama islam di aceh di mulai dengan
perdagangan ?
( Bella suci niati )
25.
Mengapa kerajaan samudra pasai terletak di pesisir laut aceh ? tidak di
tempat dataran yang lebih tinggi ?
( Kevin naradian )
26.
Apakah ada peninggalan sejarah islam di aceh ? jelaskan ?
( Tio rakita dewa )
27.
Apa pengaruh dan dampak setelah islam masuk ke aceh ?
( Siti fatimah )
28.
Jelaskan bagaimana perkenalan pertama masyarakat aceh dengan islam ?
( Citra mutia lestari )
29.
Bagaimana masyarakat aceh menanggapi masuknya agama islam di aceh
?
( Diah septi aulia rahmi )
30.
Sebutkan yang pertama yang menyebarkan agama islam di aceh ?
( Gamma nurul wardah )
31.
Kapan kerajaan pasai runtuh ?
( M. Mada baskoro )
32.
Siapa yang pertama kali yang membawah agama islam ke aceh ?
( Andri oganda )
33.
Siapakah orang yang pertama kali yang membawah agama islam di aceh
?
( M. Aiman )
34.
Kenapa pada saat itu kerajaan samudra pasai runtuh ?
( Aditya nur firmansyah )

JAWABAN :

1. ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara


besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk
Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya
penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan
saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu
ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan
Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa
kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra
Islam dan para pendatang Arab ( R Modyta T )
2. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan. Dan metodenya dengan
cara perdagangan sambil berdakwah. ( Rachmad Fajrin A )
3. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana .mungkin
sewaktu orang yang menyebarkan agama islam berdakwah penduduk aceh
merasah terketuk hatinya untuk memeluk agama islam. ( Ramita sari )
4. Yaitu pada waktu para pelaut dan pedagang muslim terus berdatangan ,abad
demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri ini sambil berdakwah
tentang islam. Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk islam meskipun
belum secara besar-besaran. ( Rhea Ulima caesaria , )
5. Aceh adalah tempat perdana masuk islam di nusantara, tepatnya di lokasi
pantai timur, peureulak, serta pasai. dari aceh islam berkembang amat cepat
ke seluruh nusantara hingga ke philipina. mubaligh-mubaligh aceh
meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama allah pada
manusia. Sebagian orang diantara wali songo yang membawa islam ke jawa
datang dari aceh, yaitu maulana malik ibrahim, sunan ngampel, serta syarif
hidayatullah mungkin itu lah aceh di sebut serabi mekah. ( Rosa Apriani )
6. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan malik as-Saleh,
sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab
Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah
(13041368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345.
( Mia desy )
7. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan. ( Mar`atus sholikah )

8. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan. ( Rahmilia sari
samnufida )
9. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan.
( Novrizal )
10. Menurut saya peranan yang di lakukan oleh ibnu battuthah tidak ada karena
ibnu battuthah adalah seorang pengembara muslim dari maghribi ,yang ketika
singgah di aceh tahun 746 H / 1292 M telah tersebar mazhab syafi`i. ( Nindai
haula muslimah )
11. Orang berpengaruh dalam penybaran agama islam di aceh adalah seorang
mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah sengaja
menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan. ( Era novianti )
12. Seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan.
( Santica ogase )
13. Mungkin tanggapan orang aceh waktu masuk agama islam pertama kali
yaitu menerima dengan baik kedatangan islam ke aceh ( Imelda )
14. Pada tahun 30 H atau 651 M, hanya berselang sekitar 20 tahun dari
wafatnya Rasululah SAW, Kgalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke
cina untu memperkenalkan Daulah islam yang belum lama berdiri. Para
utusan Utsman ternyata sempat singggah di kepulauan Nusantara. Pada tahun
674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan degang di pantai barat
Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk indonesia dengan islam.
Sejak itu para pelaut dan pedagang muslim terus berdatangan, abad demi
abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.
Lambat laun penduduk pribumi mulai emeluk islam meskipun belum secara
besar-besaran. Aceh daerah paling barat dari kepulauan Nusantara, adalah
yang pertama sekali menerima agama islam. Bahkan di Acehlah kerajaan
islam pertama di indonesia berdiri yakni pasai. ( Linda savitri )

15. Menurut saya perkembangan islam di aceh dari awal sampai sekarang sudah
maju bisa kita lihat saja sekarang hukum yang di terapkan oleh pemerintahan
aceh sangat ketat contohya saja ada hukum cambuk bagi orang-orang yang
berbuat menyeleweng dari ajaran agam islam. Sedangkan orang-rang di sana
pun banyak juga yang masuk islam ,jadi menurut saya di aceh sekarang sudah
maju. ( Amalia riezka mindie )
16. Sama seperti pertanyaan nomor 4 menurut saya yaitu pada waktu para
pelaut dan pedagang muslim terus berdatangan ,abad demi abad. Mereka
membeli hasil bumi dari negeri ini sambil berdakwah tentang islam. Lambat
laun penduduk pribumi mulai memeluk islam meskipun belum secara besarbesaran. ( Lusiana apriani )
17. Menurut saya belum baik karena pada waktu itu orang di sana belum banyak
yang masuk islam dan banyak orang yang masih berdakwah untuk
menyebarkan agama islam jadi menurut saya belum baik. ( Mutiara denti )
18. raja yang memerintah di samudera pasai yaitu :
a) Sultan malik as Saleh
b) sultan malikul Zahri
c) Sultan Muhammad
d) Sultan Ahmad Malikul Zahri
e) Sultan Zainal Abidin
f) Sultan Bahiah
( Andwiko putra )
19. Pada tahun 30 H atau 651 M, hanya berselang sekitar 20 tahun dari
wafatnya Rasululah SAW, Kgalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke
cina untu memperkenalkan Daulah islam yang belum lama berdiri. Para
utusan Utsman ternyata sempat singggah di kepulauan Nusantara. Pada tahun
674 M, Sejak itu para pelaut dan pedagang muslim terus berdatangan, abad
demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil
berdakwah. ( Leni muniarti yati )
20. Lambat laun penduduk pribumi mulai emeluk islam meskipun belum secara
besar-besaran. Aceh daerah paling barat dari kepulauan Nusantara, adalah
yang pertama sekali menerima agama islam. Bahkan di Acehlah kerajaan
islam pertama di indonesia berdiri yakni pasai. Jadi agama islam pertama kali
itu masuk adalah di provinsi banda aceh. ( M Rizka fadli wibowo )
21. Mungkin tanggapan orang aceh waktu masuk agama islam pertama kali
yaitu menerima dengan baik kedatangan islam ke aceh. ( Tria maisa harpayani
)
22. Seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan.
( Rahman
alfarbbi )

23. Kerajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan
pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Perkembangan pesat
Kerajaan Aceh tidak dapat terlepas dari letak kerajaan Aceh yang strategis,
yaitu di pulau Sumatera bagian utara dan dekat jalur pelayar dan
perdagangan internasioanal pada saat itu. ( Citra Yuniarti )
24. Mungkin penyebaran Islam didorong untuk meningkatnya jaringan pedagang
di luar Nusantara. Pedagang dan bangsawan dari kerajaan besar Nusantara
biasanya adalah yang pertama mengadopsi Islam. ( Bella suci niati )
25. Letak geografis kerajaan Samudera Pasai yang sangat strategis yaitu di
tengah-tengah jalur aktivitas pelayaran perdagangan dunia saat itu, karena
letaknya di tepi selat Malaka yang merupakan urat-nadi pelayaran
perdagangan, menghubungkan antara dunia barat dengan dunia timur.
Keadaan inilah yang sangat mendukung kreativitas masyarakatnya untuk
terjun langsung ke dunia maritim. ( Kevin naradian )
26. 1. Masjid Raya Baiturrahman
2. Gunongan
3. Lonceng Cakra Donya
4. Kherkoff Peucut
5. Benteng Indra Patra
6. Rumoh Aceh dan masih banyak lagi
27. Mungkin pengaruhnya adalah abad 8 cukup banyak di Cina Selatan untuk
berdagang di Canton (758). Abad 9 telah ada di Champa. Orang Arab
melakukan perkawinan dengan wanita pribumi tetapi tetap terpisah secara
sosial dari masyarakat non muslim. ( Siti fatimah )
28. Mungkin perkenalan pertama orang aceh dengan islam dengan cara banyak
orang berdagang dan orang pengembara muslim yang sambil berdakwah
tentang agama islam.
( Citra mutia lestari )
29. Mungkin tanggapan orang aceh waktu masuk agama islam pertama kali
yaitu menerima dengan baik kedatangan islam ke aceh. ( Diah septi aulia
rahmi )
30. Seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan.
( Gamma
nurul wardah )
31.
Pasai ditaklukan dan di masukkan ke dalam wilayah Kekuasaan Kerajaan
Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mughayat Syah dan Lonceng Cakra Donya
hadiah dari Raja Cina untuk Kerajaan Islam Samudera Pasai dipindah-kan ke
Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh). Namun demikian dari perjalanan
sejarah Pasai antara akhir abad ke 13 sampai awal abad ke 16 memang

menunjukkan Kerajaan Samudera Pasai muncul dan berkembang.


Runtuhnya kekuatan Kerajaan Pasai sangat berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di luar Pasai itu sendiri, tetapi lebih di titik beratkan
dalam kesatuan zona Selat Malaka walaupun Kerajan Islam Samudera Pasai
berhasil ditaklukan oleh Sultan Asli Mughayat Syah, namun peninggalan dari
Kerajaan ini masih banyak dijumpai sampai saat ini di abad ke 21.
Kerajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai. ( M. Mada
baskoro )
32. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan.
( Andri
oganda )
33. seorang mubaligh yang bernama Syekh Ismail telah datang dari Mekkah
sengaja menuju samudera untuk mengislamkan penduduk di sana. Sesudah
menyebarkan agama Islam seperlunya, Svekh Ismail pun pulang kembali ke
Mekkah. Perlu uga disebutkan di sini bahwa dalam kedua kitab ini disebutkan
pula negeri-negeri lain di Aceh yang turut diislamkan.
( M. Aiman )
34 Pasai ditaklukan dan di masukkan ke dalam wilayah Kekuasaan Kerajaan
Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mughayat Syah dan Lonceng Cakra Donya
hadiah dari Raja Cina untuk Kerajaan Islam Samudera Pasai dipindah-kan ke
Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh). Namun demikian dari perjalanan
sejarah Pasai antara akhir abad ke 13 sampai awal abad ke 16 memang
menunjukkan Kerajaan Samudera Pasai muncul dan berkembang.
Runtuhnya kekuatan Kerajaan Pasai sangat berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di luar Pasai itu sendiri, tetapi lebih di titik beratkan
dalam kesatuan zona Selat Malaka walaupun Kerajan Islam Samudera Pasai
berhasil ditaklukan oleh Sultan Asli Mughayat Syah, namun peninggalan dari
Kerajaan ini masih banyak dijumpai sampai saat ini di abad ke 21.
Kerajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai. ( Aditya nur
firmansyah )

NAMA : A.RENDI.PRABOWO
KELAS XII IPA 3

Anda mungkin juga menyukai