Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA II
PENGUAT KELAS C
Nama
: HEAS PRIYO WICAKSONO
No. Reg
: 5215131492
Pend. Teknik Elektronika (S1)

A. Tujuan
Mengetahui dan merangkain rangkaian Penguat Kelas C
Dapat merancang penguat kelas C
Mengukur besar tegangan dan arus yang terdapat dalam transistor pada rangkaian
Penguat Kelas C
Menganalisa hasil pengukuran pada teori Penguat Kelas C
B. Teori
Titik kerja penguat kelas C berada di daerah Cut-Off transistor (mirip dengan penguat
kelas B) tetapi hanya membutuhkan satu transistor untuk bekerja normal. Penguat kelas C
dipakai untuk menguatkan signal pada satu sisi atau bahkan hanya puncak-puncak (peak
to peak) signal saja. Penguat ini tidak memerlukan fidelitas, yang dibutuhkan adalah
frekuensi kerja sinyal dan tidak memperhatikan bentuk sinyal. Penguat kelas C dipakai
pada penguat frekuensi tinggi. Untuk membantu kerja biasanya sering ditambahkan
sebuah rangkaian resonator LC yang terdiri dari induktor dan condensator. Penguat kelas
C mempunyai efisiensi yang tinggi sampai 100 % namun dengan fidelitas yang rendah
Penguat kelas C tidak memerlukan fidelitas, yang dibutuhkan adalah frekuensi kerja
sinyal sehingga tidak memperhatikan bentuk sinyal. Transistor penguat kelas C bekerja
aktif hanya pada phase positif saja, bahkan jika perlu cukup sempit hanya pada puncakpuncaknya saja dikuatkan.Rangkaian ini juga tidak perlu dibuatkan bias, karena transistor
memang sengaja dibuat bekerja pada daerah saturasi. Sifat-sifat penguat kelas C :

Memperkuat signal AC kurang dari 180 derajat


Efisiensi daya paling tinggi (lebih baik dari kelas B bahkan mendekati 100%)
Titik kerjanya dibawah titik cut off
Signal input 1 gelombang outputnya kurang dari 1/2 gelombang
Penguat kelas C banyak sekali digunakan pada rangkaian pemancar, sebab pada
rangkaian pemancar sangat mengutamakan efisiensi frekuensinya, akibatnya signal
yang dikuatkan hanya puncak saja, maka adanya harmonisasi dapat mengurangi
bahkan menghilangkan noise/pengganggu.
C. Gambar Rangkaian Percobaan

D. Alat dan Bahan


Power Supply 10 Volt sebagai VCC
Signal Generator 1000 Hz 3 Volt
Ossiloskop
Resistor
: R1 47, R2 100k, RB 10, RL 20k
Capasitor
: 2 buah 0.1 F
Transistor 2N3053 dengan data sheet sebagai berikut:
VBE = 5 Volt
IC
VCE = 80 Volt
PTOT
VCB = 100 Volt
HFE

= 1500 mA
= 8 Watt
= 250


E. Hasil Pratikum

Hasil
Pengukura
n
V

9,98

Volt
C
V
0,9

Volt
B
V

7,5

Volt
OUT
I
0,2 A

0,9 A

0,07

F. Analisis Data
Nilai VC pada rangkaian menunjukan nilai yang hampir sama dengan VCC. Karena
tegangan dari VCC mengalir langsung pada kolektor transistor sehingga nilai VC tidak jauh
berbeda dengan VCC. Nilai VOUT terukur 7,5 Volt yang menunjukan adanya penguatan
tegangan keluaran pada penguat kelas C.

G. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Pada penguat ini titik kerja transistornya bergeser melebihi titik cut off, akibatnya
signal output baru akan muncul bila signal inputnya mempunyai amplitudo sangat besar,
signal (+) akan muncul hanya pada amplitudo puncak saja. Pada penguat kelas C berkerja
sebagai penguat tegangan yang ditunjukan adanya penguatan sebesar 2,5 kali lipat dari
tegangan input signal generator 3 Volt menjadi tegangan keluaran yang terukur 7,5 Volt
B

Saran

Berikut adalah beberapa saran yang timbul demi terciptanya praktikum yang
lebih baik :
1. Komponen yang nilainya sudah tidak sesuai karena menurun diharapkan
untuk diganti dengan komponen yang baru.
2. Kepresisian alat mohon untuk diperhatikan.
3. Kebersihan ruang praktikum perlu diperhatikan.
4. Untuk setiap kelompok diharapkan jumlah anggota kelompok tidak terlalu
banyak agar ketika praktikum berjalan bisa lebih kondusif.