Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

HIJRIAH ARSYAD. 2014. Study Kelayakan Pengembangan Usaha


Biji Kopi menjadi Kopi Bubuk pada UD Berkat Asia di Kabupaten
Sinjai. Di bawah bimbingan Drs.D.Muhammadiah Semang,MM
selaku pembimbing I dan Yusdianto,STP selaku pembimbing II.
Kabupaten Sinjai merupakan salah satu daerah yang
mempunyai banyak industri kecil dan menengah yang bergerak
di berbagai bidang. Salah satu Industri Kecil dan Menengah yang
potensial dikembangkan di Kabupaten Sinjai adalah industri
pengolahan kopi yang berasal dari biji kopi Arabica dan kopi
Robusta. Kopi di daerah Sinjai dihasilkan dari kebun-kebun kopi
milik rakyat. Keadaan ini menimbulkan jaringan tataniaga yang
amat beragam untuk menampung dan menyalurkan produksi
kopi. Pola tataniaga kopi rakyat di daerah Sinjai ditandai dengan
berperannya pedagang pengumpul dan pedagang lokal kecil,
sehingga di daerah ini dibutuhkan suatu industri yang mengolah
biji kopi tersebut. Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari
proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi
sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan,
karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi
tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan
usaha pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk pada UD Berkat
Asia di Kabupaten Sinjai yang ditinjau dari aspek pasar dan
pemasaran, aspek teknologi, aspek organisasi/manajemen,
aspek keuangan, aspek ekonomi dan sosial, serta dari segi
pengembangannya. Jenis penelitian yang digunakan pada
penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian study kelayakan
ini menunjukkan Harga Pokok Produksi Rp 6.601/Bungkus, Harga
Jual Rp 9.252/Bungkus, Total Penjualan/Tahun Rp 4.503.034.300,
Break Event Point (BEP) 76.946/Bungkus dengan biaya yang
digunakan Rp 711.885.618, Internal Rate of Return 28%, MARR
12% sehingga usaha ini layak untuk dikembangkan, NPV Rp
1.360.732.827, dan pengembalian modal (PBP) pada 3,02 yaitu
tiga tahun 2 hari.
Kata Kunci : Biji Kopi, Kopi Bubuk, Harga Pokok Produksi, Harga
jual, Total Penjualan/tahun, BEP (Break Event Point), IRR, MARR,
PBP, NPV, Studi Kelayakan Usaha.