Anda di halaman 1dari 16

SIZING

(Pengolahan Mineral)

OLEH :

RIRINA DARA
1204108010061

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM - BANDA ACEH
2015

SIZING
Merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi
sesuai ukuran yang dibutuhkan. Kegiatan sizing meliputi, Screening yaitu salah satu
pemisahan berdasarkan ukuran adalah proses pengayakan (screening).
Sizing dibagi menjadi dua antara lain : a. Pengayakan / Penyaringan
(Screening / Sieving) Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan
secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan
(screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving)
dipakai untuk skala laboratorium. Produk dari proses
pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu antara lain :
1. Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan
(oversize).
2. Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan
(undersize).
Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium yaitu antara lain :
1. Hand sieve
2. Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive
3. Sieve shaker / rotap
4. Wet and dry sieving
Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri yaitu antara lain :
1. Stationary grizzly
2. Roll grizzly
3. Sieve bend
4. Revolving screen
5. Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.)
6. Shaking screen
7. Rotary shifter

a) Screening adalah proses pengelompokkan mineral berdasarkan ukuran


lubang ayakan sehingga ukurannya seragam. Alat untuk melakukan
screening disebut screen. Biasanya alat screen ini langsung berhubungan
dengan alat crusher.
Proses pengolahan mineral memerlukan ukuran-ukuran partikel dengan
distribusi kecil (berukuran relatif seragam) yang sesuai dengan ukuran
maksimal derajat liberalisasi mineral berharganya. Keseragaman ukuranukuran partikel mineral dapat diperoleh melalui proses pengayakan.
Screen sendiri merupakan alat yang digunakan untuk pemilahan
ukuran butir material dengan cara melewatkan material dari atas ayakan,
material yang lebih kecil dari lubang ayakan dapat lolos kebawah ayakan
sebagai produk halus (undersize) sedangkan partikel yang lebih kasar dari
ukuran ayakan teratahan di atas ayakan sebagai produk kasar (oversize).
Tujuan dilakukannya proses screening adalah :
1) Menghasilkan produk akhir yang berukuran relatif seragam agar sesuai
dengan spesifikasi pasar.
2) Meningkatkan kapasitas unit operasi lainnya.
3) Mencegah undersize masuk ke dalam mesin crusher.
4) Mencegah oversize masuk ke proses pengolahan selanjutnya.
5) Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding.
Screen berdasarkan bentuk permukannya dibedakan menjadi tiga,
yaitu :
1) Parralel rod screen
Alat screen terbuat dari steel bars, kayu atau cast iron dengan
peletakan secara memanjang.
2) Panched plate
Panched plate biasanya diletakan pada belt conveyor atau plat baja.
3) Woven wire screen
Woven wire screen merupakan anyaman dari kawat baja, tembaga,
monel atau alloy-alloy lainnya.
Selama penyaringan ideal, plus product hanya berisi oleh partikel
yang berukuran lebih besar dari lubang bukaan. Sedangkan minus

product terdiri dari partikel yang lebih kecil dari lubang bukaan. Namun,
dalam kenyataannya, ditemukan partikel oversize pada minus product
dan beberapa partikel undersize pada plus product. Hasil ini dipengaruhi
dari adhesi partikel kecil ke yang besar dan partikel tersebut tidak sempat
menyentuh permukaan screen. Kehadiran dari partikel besar pada
undersize kemungkinan disebabkan oleh lebih besar daripada lubang
bukaan atau kerusakan pada lubang bukaan screen.
Permukaan ayak dapat terdiri atas :
(1)Batang Baja : Batang-batang baja berjarak sedikit satu sama lain.
Batang ini digunakan untuk mengayak bahan kasar seperti: batu,
batu bara, dll.
(2) Pelat Berlubang : Garis tengah lubang biasanya 1 cm atau lebih.
Ukuran tebal pelat meningkat sesuai dengan bertambah besarnya
garis tengah lubang.
(3) Anyaman Kawat : Biasa dipakai kawat baja, karena kuat.
(4) Sutera Tenun : Bahan ini digunakan untuk mengayak zat yang
sangat halus, seperti bunga dan tepung.
(5) Rol Berputar : Permukaan ayak semacam ini terdiri atas sejumlah
rol berusuk yang disusun berdampingan dan digerakkan dengan
kecepatan berlainan. Pengayakan pada permukaan ayak semacam
ini adalah sangat efektif.
Ayakan anyaman kawat : woven, wire , mesh

Anyaman kawat (woven wire), bahan dapat berupa baja, nikel,


perunggu, tembaga, atau logam lainnya.

Gambar 1. Woven wire

Plat yang berlubang (punched plate, bahan dapat berupa baja


ataupun karet keras.

Gambar 2. Punched plate

Susunan batangan logam, biasanya digunakan batang baja (pararel


rods).
Sistem bukaan dari permukaan ayakan juga bervariasi, seperti
bentuk lingkaran, persegi ataupun persegi panjang. Penggunaan
bentuk bukaan ini tergantung dari ukuran, karakteristik material,
dan kecepan gerakan screen.

Gambar 3. Parralel rods


Standar ukuran ayakan (screen):
Ukuran yang digunakan bisa dinyatakan dengan mesh maupun mm
(metrik). Yang dimaksud mesh adalah jumlah lubang yang terdapat dalam
satu inchi persegi (square inch), sementara jika dinyatakan dalam mm
maka angka yang ditunjukkan merupakan besar material yang diayak.
Standar kawat ayakan dibagi :
1. Tyler Standar, ukuran 200 mesh, diameter 0,0029 inci, dan SA
0,0021 inci.
2. British Standar, ukuran 200 mesh, SA 0,003 inci, dan SI 42.
3. US Standar, ukuran 18 mesh, SA 1 mm, dan SI 42.
Beberapa alat ayakan :
Grizzly
Vibrating
Oscillating
Reciprocating
Tromel/Revolving
Shaking
1. Ayakan sejajar, Grizzly
Grizzly, merupakan jenis ayakan statis, dimana material yang akan
diayak mengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu. Digunakan untuk
material yang sangat kasar. Terdiri dari serangkaian heavy bar paralel
yang terpasang pada sebuah frame, ada yang menggunakan rantai

sebagai pengganti bar dan ada yang digoyang atau digetarkan secara
mekanik untuk sizing atau membantu dalam penghilangan oversize ore.
Grizzlies biasanya digunakan untuk proses sizing meterial umpan
utama dari crusher. Palang dari grizzly biasanya dipasang pada sudut
antara 20-50 derajat, semakin besar kemiringan semakin, semakin besar
keluarannya, tetapi lebih rendah efisiensi. Ukuran partikel Screening dari
grizzlies mungkin menjadi sebesar

300 mm, atau sekecil 20 mm.

Kapasitasnya dapat mencapai 1000 ton per jam, sesuai dengan areanya.
Keuntungan menggunakan grizzly sebagai metode untuk memilah
bahan galian atau agregat batuan, antara lain :
1) harga relatif murah
2) digunakan untuk material yang kasar
3) peralatannya sederhana.
Sedangkan kerugian menggunakan grizzly sebagai metode memilah
bahan galian, yaitu :
1) memerlukan banyak tempat
2) mudah tersumbat karena tidak ada getaran.
3) kurang efisien
Cara kerjanya : Umpan yang sangat kasar, jatuh pada ujung atas
kisi. Bongkahan yang besar akan menggelinding ke bagian ujung dan
bongkahan

kecil

akan

jatuh

ke

bawah

masuk

kedalam

kolektor

(pengumpul) tersendiri. Jarak antara setiap batang pada bagian atas


dibuat cukup lebar dibandingkan bagian bawah agar kuat tanpa terjadi
penyumbatan oleh bongkahan yang hanya lolos sebagian. Jarak antara
batang berkisar 2 8 inch.

Gambar 4. Grizzly

2. Vibrating screen
Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan
miring digerakkan pada frekuensi 1000 sampai 7000 Hz. Ayakan jenis ini
mempunyai kapasitas tinggi, dengan efisiensi pemisahan yang baik, yang
digunakan untuk range yang luas dari ukuran partikel. Vibrating screen
bisa disebut juga sebagai (ayakan getar) umumnya bekerja untuk
memisahkan padatan yang terkandung dalam minyak kasar (dirt crude
oil) dengan cara di ayak/di getar pada media saringan dengan ukuran
mess tertentu (sesuai dengan kebutuhan).
Cara kerjanya : Prinsip kerja vibrating screen sebenarnya sangat
simple. Pada dasarnya prinsip kerja vibrating screen adalah proses
pengayakan dengan cara menggetarkan. Screen yang sering kita sebut
pengayakan dan vibrating yaitu menggetarkan. Vibrating screen secara
bentuknya ada yang berbentuk lingkaran dan berbentuk persegi, namun
secara umum bentuk lingkaran lebih sering dipakai karena lebih banyak di
pasaran.

Vibrating screen disarankan 2 tingkat penyaringan dengan

ukuran 30 mesh dibagian atas dan 40 mesh dibagian bawah. Dengan


ukuran yang demikian akan memudahkan penyaringan di brush strainner.

Gambar 5. Vibrating screen


3. Oscillating Screen
Oscillating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah
dari vibrating screen (100-400 Hz) dengan waktu yang lebih lama.
Oscillating biasanya digunakan untuk mengani material yang berukuran
kecil yang mengalir bebas, berukuran tipis, berdebu, dan material lain

yang sulit ditangani dengan cara bias, yaitu untuk ukuran yang lebih kecil
dari 4 mesh.
Cara kerjanya: Bahan dimasukkan dari lubang diatas dan oscillator
akan berputar kemudian partikel-partikel yang kecil akan tersaring dan
jatuh melewati lubang yang bawah sedangkan partikel yang besar tidak
akan tersaring. Hasil giling ini yang kemudian dimasukkan kedalam
vibrating screener dan mengalami proses pengayakan.

Gambar 6. Oscillating screen


4. Reciprocating screen
Ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang, pukulan yang
panjang (20-200 Hz). Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan
ukuran. Separasi ini biasa digunakan untuk:
Material yang halus
Material yang kering
Ukuran kecil (light) yaitu sekitar 10 sampai 20 m, dan terkadang
sampai 40 m.

Reciprocating screen terdiri dari sebuah: Gyratory horizontal yang


bergerak pada ujung umpan dari screen yang tegak lurus dengan bantuan
dari poros yang berputar secara tidak teratur. Perputaran poros tersebut
sebesar 1000 rev/min. Gerakan memutar pada ujung feed dengan cepat
menebarkan material-material melintang ke seluruh lebar dari permukaan
Screen.

Gerakan memutar ini juga menyusun material-material tersebut


berdasarkan perbedaan mesh. Selama material-material tersebut
melewati permukaan dari screen, akan terjadi pereduksiaan jumlah pada
ujung pemberhentian (ujung alat).Reduksi ini membantu memisahkan
material-material yang diistilahkan near mesh particles.

Gambar 7. Reciprocating screen


5. Trommel screen
Trommel Screen adalah alat screening yang digunakan dalam
industri skala besar terutama pada pertambangan. Ini adalah salah satu
perangkat skrining tertua, yang merupakan ayakan silinder biasanya
berputar di antara 35 dan 45% kecepatan kritis. Ini adalah jenis ayakan
bergulir. Trommels dapat menangani bahan dari 55 mm sampai 6 mm,
dan ukuran lebih kecil dapat ditangani dalam kondisi penyaringan basah.
Cara kerjanya: Trommel Screen yang berbentuk seperti tabung
besar, dimana tabung tersebut terdapat lubang lubang. Trommel Screen
terdiri dari input dan output, dimana feed masuk ke dalam input. Didalam
input, feed tersebut diputar oleh screen dengan kecepatan yang tentukan.
Feed yang tidak diinginkan akan keluar dengan sendirinya melalui lubang
yang melalaui output. Feed yang diinginkan akan masuk dalam
penampung / storage kemudian dialirkan melalui belt conveyor. Feed yang
tidak masuk / lolos atau di reycle.
Kelebihan Trommel:

Harga lebih murah dari vibrating screen


Kekurangan Trommel:
Biaya perawatan tinggi, terutama pada dinamo motor dan

sikat
Tidak dapat menghasilkan produk yang uniform seperti

Vibrating.
Kebutuhan tempat / ruangan relative besar

Gambar 8. Trommel screen

6. Shaking screen
Adalah sebuah alat yang digunakan untuk menspesifikasikan ukuran
dari bijih logam yang akan kita proses sebelum dimasukkan ke dalam bins
(tempat penyimpanan).
Cara kerjanya:
Menggunakan prinsip gerakan bolak balik (shake) yang bekerja pada

kondisi miring
Beroperasi dalam dengan jumlah stroke 60
800 per menit
Mengecilkan ukuran hingga <12mmPenggunaan
Pengunaan :
Banyak digunakan dalam penyeleksian mineral dalam skala besar
Persiapan coal dalam kondisi kering
Sangat jarang digunakan abrasive metalliferous ores
Kerugian : biaya perawatan tinggi dan kapasitas rendah

Gambar 9. Shaking screen

b) Sieving adalah metoda pengukuran yg paling penting untuk partikel


berukuran di atas 0,04 mm. Sedangkan untuk alatnya disebut ayakan
atau saringan. Alat ini digunakan secara luas di dunia ilmu pengetahuan
dan teknologi (di dalam laboratorium pangan, laboratorium bahan
bangunan, laboratorium tanah, di lapangan pengujian tanah, dan
sebagainya) dan di dunia kuliner. Ayakan kayu banyak dibuat
sebelum revolusi Industri dan kini masih dibuat oleh masyarakat
tradisional. Pada ayakan yang terbuat dari kayu, umumnya berupa bilahbilah kayu yang dianyam. Ayakan kayu juga digunakan di berbagai
percobaan dan eksperimen ilmiah ketika ayakan logam dan polimer tidak
bias digunakan terhadap bahan yang diayak karena mampu
mengkontaminasi bahan.
Proses pengayakan
Pengayakan dilakukan dengan menaruh bahan curah di atas ayakan
sambil menggoyang-goyangkan ayakan. Partikel yang berukuran lebih
kecil dari nomor mesh akan jatuh, sedangkan yang berukuran lebih besar
akan tetap berada di atas ayakan. Tergantung tujuannya, partikel yang
berukuran besar dapat digerus kembali agar lebih kecil atau dibuang

karena tidak dibutuhkan. Waktu ayak optimal adalah merupakan suatu


kesesuaian antara waktu tercapainya derajat pemisahan yg tinggi dan
derajat perubahan ukuran partikel asal karena proses pengayakan. Pada
sieving dikenal istilah mesh yaitu jumlah bukaan ayak tiap 1 inchi panjang
kawat ayakan. Sedangkan standar ayakan yang paling umum digunakan
adalah Standar Tyler dimana diameter kawat yang digunakan untuk setiap
ayakan dapat dilihat dalam referensi lain. Ayakan dengan ukuran standar
200 Mesh, berarti bahwa tiap 1 inchi panjang kawat ayakan terdapat 200
bukaan ayakan.
Beberapa gambar alat pengayakan:

Gambar 10. Wet and dry sieve

Gambar 11. Hand sieve


shaker

Gambar 12. Sieve

Gambar 13. Vibrating sieve


Estimasi Harga Sieve di Pasaran

1. Dahan vibration sieve machine resin circular vibro sieve


US $600-4500 / Set
1 Set
Weight: 160KG
Voltage: 380V
Certification: ISO9001:2008
Product Type: chemical industry
Warranty: 12 months
Type: Separating Plant
Main Products:
Vibrating screen, Linear vibrating screen, Ultrasonic vibrating screen, Test
sieve, Airflow screen
Total Revenue:
US$1 Million - US$2.5 Million

2. 200 micron stainless steel standard test sieve/hand sieve


US $10.8-23.7 / Unit
1 Unit
Wire Diameter: 0.025--2.0mm
Material: Stainless steel,Galvanized,Brass
Application: Filters,metallurgy, pharmaceutical, chemical, food etc.
Type: Weave Wire Mesh
Color: Silvery,gold.
Weave Style: Plain Weave

3. Sieve Shaker Electric

Rp6.000.000
Deskripsi Barang

Sieve Shaker
Electric, 220 V-AC, 200 Watt, steel base, cast alumunium pulley, 8 " sieve dia., 8 sieve
capacity, supplied without sieve/ pan & cover.

Dimension ( l x w x h) : 50 x 50 x 100 cm
Gross Weight : 55 kg