Anda di halaman 1dari 4

1.

ATROPIN
NAMA GENERIK
Atropin
NAMA KIMIA
Sinonim : Atropine sulfate; a-(Hydroxymethyl)benzeneacetic acid 8-mehtyl-8-azabicyclo(3.2.1)oct-3-yl ester
tropine topate, d,l- hyosciamine
STRUKTUR KIMIA
C17H23NO31/2H2O4S
KETERANGAN
Atropin adalah senyawa alam terdiri dari amine antimuscarinic tersier;Atropin adalah antagonis reseptor
kolinergik yang diisolasi dari Atropa belladona L, Datura stramonium L dan tanaman lain keluarga Solanaceae
SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal putih atau kristal putih seperti jarum ;Larut dalam air (2500 mg/mL), alkohol (200 mg/mL) pada
suhu 25 0 C, gliserol (400 mg/mL) atau metanol .;Dalam perdagangan injeksi atropine berada dalam bentuk
larutan steril dalam pelarut water for injection atau larutan Na Cl 0,9 %
SUB KELAS TERAPI
Obat Kardiovaskuler
FARMAKOLOGI
Farmakodinamik/Farmakokinetik ;Aksi onset : IV : cepat;Absorpsi : Lengkap;Distribusi : Terdistribusi secara luas
dalam badan , menembus plasenta; masuk dalam air susu ; menembus sawar darah otak. ;Metabolisme :
hepatik ;T eliminasi (half-life elimination) : 2-3 jam;Ekskresi : urin (30% hingga 50% dalam bentuk obat yang
tidak berubah dan metabolitnya)
STABILITAS PENYIMPANAN
Atropin sulfat secara lambat dipengaruhi oleh cahaya;Simpan injeksi pada suhu ruang yang terkontrol pada suhu
15C hingga 30C (59F hingga 86F); hindari dari suhu dingin dan lindungi dari cahaya.;Jika dicampur
pada syringe yang sama pada suhu kamar, injeksi atropin sulfat dilaporkan secara fisik kompatibel sedikitnya
selama 15 menit dengan injeksi berikut : chlorpromazine hydrochloride,;cimetidine hydrochloride,
dimenhydrinate, diphenhydramine hydrochloride, droperidol, fentanyl citrate, glycopyrrolate, hydroxyzine
hydrochloride, hydroxyzine hydrochloride dengan meperidine hydrochloride,;meperidine hydrochloride,
meperidine hydrochloride dengan promethazine hydrochloride, morphine supfate,opium alkaloid hydrochloride,
pentazocine lactate, pentobarbital sodium, prochlorperazineedisylate, ;promazine hydrochloride, promethazine
hydrochloride, propiomazine hydrochloride atau scopolamine hydrobromide. Kompatibilitas dengan larutan
injeksi lain tergantung dari beberapa faktor ;seperti konsentrasi obat, pH akhir larutan dan temperatur.Atreopine
sulfate injeksi dilaporkan secara fisik incompatible dengan norepinephrine bitartrate, sodium bicarbonate dan
metaraminol bitartrate. ;Kerusakan atau endapan terjadi dalam 15 menit jika atropine sulfate dicampur dengan
larutan methohexital sodium
KONTRA INDIKASI
Antimuscarinic kontraindikasi pada angle-closure glaucoma ( glaukoma sudut sempit), myasthenia gravis ( tetapi
dapat digunakan untuk menurunkan efek samping muskarinik dari antikolinesterase), paralytic ileus, pyloric
stenosis, pembesaran prostat.
EFEK SAMPING
Efek samping antimuscarinik termasuk kontipasi, transient (sementara) bradycardia ( diikuti dengan takikardi,

palpitasi, dan aritmia), penurunan sekret bronkial, retensi urin, dilatasi pupil dengan kehilangan akomodasi ,
fotophobia, ;mulut kering; kulit kering dan kemerahan. Efek samping yang terjadi kadang-kadang : kebingungan
(biasanya pada usia lanjut) , mual, muntah dan pusing
INTERAKSI OBAT
Meningkatkan efek/toksisitas : Antihistamin, fenotiazin, TCAs dan obat lain dengan aktivitas antikolinergik dapat
meningkatkan efek antikolinergik dari atropin jika digunakan secara bersamaan. Amine sympathomimetic dapat
menyebabkan tachyrrhytmias;;hindari penggunaan secara bersamaan.;Menurunkan efek: Efek antagonis terjadi
dengan obat phenothiazine.Efek levodopa dapat diturunkan(data klinik tervalidasi terbatas).Obat-obat dengan
mekanisme cholinergic(metochlopramide, cisapride, bethanecol) menurunkan efek antikolinergik atropin.
PENGARUH ANAK
Digunakan dengan peringatan (hati-hati) pada anak-anak
PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C ;Penggunaan obat pada ibu hamil tidak diketahui apakah membahayakan, produsen
menyarankan penggunaan dengan peringatan (hati-hati). Atropin dapat menembus plasenta manusia.
PENGARUH MENYUSUI
Obat terdapat pada air susu dalam jumlah sedikit, produsen menyarankan penggunaan dengan peringatan (hatihati);AAP rates compatible
PARAMETER MONITORING
Heart rate, tekanan darah, pulsa, status mental; monitor jantung
BENTUK SEDIAAN
Injeksi
PERINGATAN
Antimuskarinik harus digunakan dengan hati-hati pada Down s Syndrom, pada anak-anak dan pada orang tua;
digunakan secara hati-hati pula pada penderita refluks gastroesofageal, diare, ulcerative colitis, infark miokardiak
akut, hipertensi, ;kondisi yang ditandai dengan takikardi (termasuk hipertiroidism,insufisisiensi jantung, bedah
jatung), pyrexia, hamil dan menyusui.
MEKANISME AKSI
Menghambat aksi asetilkolin pada bagian parasimpatik otot halus, kelenjar sekresi dan SSP, meningkatkan
output jantung, mengeringkan sekresi, mengantagonis histamin dan serotonin
MONITORING
Denyut jantung, tekanan darah, pulsa, status mental; pemberian secara intravena diperlukan monitor jantung
{BOTTOM}

1.

Tubokurarin klorida (Kurarin).

Penggunaan : relaksasi otot


Farmakologi :
Merupakan obat penyekat neuromuskuler non depolarisasi aksi menengah. Obat
ini berkompetisi untuk resoptor kolinergik pada lempeng akhir motorik. Hipotensi
yang berkaitan dengan dosis klinis merupakan akibat sekunder dari blokade
ganglion otonomik dan pelepasan histamin. Dosis yang berulang dapat
mempunyai efek komulatif.

Farmakokinetik :
Awitan aksi: kurang dari 2 menit
Efek puncak: 2-6 menit
Lama aksi: 25-90 menit
Interaksi/toksisitas: efek dipotensiasi oleh anestetik volatil, antibiotik
aminoglikosid, anestetik lokal, diuretik, magnesium, litium, obat-obatan penyekat
ganglion, asidosis respiratorius, hipokalemia; peningakatan blokade
neuromuskuler akan terjadi pada pasien dengan miastenia gravis atau fungsi
adrenokorteks yang tidak adekuat; efeknya diantagonis oleh inhibitor
antikolinesterase seperti noestigmin, endrofoniuim, dan piridostigmin; restistensi
pada pemakaian bersamaan dengan penitoin dan pada pasien dengan cidera
bakar dan paresis; dosis prapengobatan dari d-tubokurarin menurunkan
fasikulasi tetapi mengurangi intensitas dan memperpendek lamanya blokade
neuromuskuler suksinilkolin; dosis prapengobatan menutunkan waktu awitan
blokde maksimal sampai dengan sekitar 30 60 detik; peningkatan resistensi
atau reversi dari efek pada penggunaan teofulin dan pada pasien dengan cedera
bakar dan paresis; mengurangi kebutuhan MAC untuk anestetik volatil.

Dosis

: intubasi

: i.v. 0,3 0,6 mg/kg

Pemeliharaan : i.v. 0,05 0,3 mg/kg (10% - 50% dari dosis intubasi).
Infus

: 1 6 g/kg/menit.

Prapengobatan : i.v. 10% dari dosis intubasi yang diberikan 3 5 menit sebelum
dosis relaksan depolarisasi/ nondepolarisasi.

Cara pemberian

: terutama melalui i.v., kadang-kadang i.m.

Eliminasi
melaui hepar.

: Ekskresi terutama melaui ginjal dan sebagian

Kemasan

: suntikan, 3 mg /ml

Penyimpanan

: suhu kamar (150 - 300 C). Jangan biarekan membeku.

Pengencceran untuk infus: 15 mg dalam 100 ml D5W (0,15 mg/ml).

Pedoman/peringatan:
1.
Pantau respon dengan stimulator saraf tepi untuk memperkecil resiko
kelebihan dosis.
2.
Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat asthma bronchial
dan reaksi anafilaktoid.
3.
Efek reversi dengan antikoliesterase seperti piridostigmin bromida,
neostigmin, atau edrofuniom bersamaan dengan pemakaian atropin atau
glikopirolat.
4.
Dosis prapengobatan dapat menimbulakan suatu tingkat blokade
neuromuskuler yang cukup untuk menyebabkan hipoventilasi pada beberapa
pasien.

Reaksi samping utama:


Kardiovaskuler
sinus.

: hipotensi, vaso dilatasi, takikardi sinus, bradikardi

Pulmoner
laringospasme, dispnoe.

: hipoventilasi, apnoe, bronchospasme,

Muskulus skeletal

: blok tidak adekuat, blok diperpanjang.

Dermatologik

: ruam, urtikaria.