Anda di halaman 1dari 28

BIAYA PEMBANGUNAN DAN

BELANJA PUBLIK
Oleh :
SUTIKNO

SISI PENERIMAAN
Penerimaan
No

Jenis Penerimaan

1.

Jumlah

Penerimaan Perpajakan

254,140,200,000,000.00

75.60

a.PenerimaanPajakDalamNegeri

241,742,400,000,000.00

71.91

b.PenerimaanPajakPerd.Internas

12,397,800,000,000.00

3.69

2.

Penerimaan Bukan Pajak

82,015,327,000,000.00

24.40

a.PenerimaanSDA

59,395,500,000,000.00

17.67

b.PenerimaanDariLabaBUMN

10,414,249,000,000.00

3.10

c.PenerimaanLainnya

12,205,578,000,000.00

3.63

3.

Penerimaan Hibah

0.00

Total Penerimaan & Hibah 2003

Devisit Anggaran

336,155,527,000,000.00
34,436,252,567,000.00

SISI PENERIMAAN
A. Pendapatan Negara dan Hibah
I. Penerimaan Dalam Negeri
1. Penerimaan Perpajakan
a. Pajak Dalam Negeri
i.Pajakpenghasilan
1.PPhMigas
2.PPhNon-Migas
ii.Pajakpertambahannilai
iii.Pajakbumidanbangunan
iv.BPHTB
v.Cukai
vi.PajakLainnya
b. Pajak Perdagangan Internasional
i.Beamasuk
ii.BeaKeluar
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak
a. Penerimaan SDA
i.Migas
-minyakbumi
-gasalam
ii.Nonmigas
b. Bagian Laba BUMN
c. PNBP Lainnya
d. Pendapatan BLU
II. Hibah

2008
1,007.0
1,004.1
641.0
606.4
325.7
70.4
255.3
199.5
25.5
5.5
46.7
3.3

2009
1,124.0
1,123.0
746.9
717.6
384.3
85.6
298.7
245.4
28.9
7.3
47.5
4.3

34.7
19.8
14.9
363.1
264.8
254.9
209.9
45.0
9.9
35.0
58.1
5.1
3.0

31.3
19.2
12.1
374.1
288.4
278.9
221.4
57.5
9.5
33.0
46.8
5.8
0.9

2008

2009

99.71
63.65
60.22
32.34
6.99
25.35
19.81
2.53
0.55
4.64
0.33

99.91
66.45
63.84
34.19
7.62
26.57
21.83
2.57
0.65
4.23
0.38

3.45
1.97
1.48
36.06
26.30
25.31
20.84
4.47
0.98
3.48
5.77
0.51
0.30

2.78
1.71
1.08
33.28
25.66
24.81
19.70
5.12
0.85
2.94
4.16
0.52
0.08

Permasalahan APBN
Relatif kecil, bahkan sangat kecil bila

dibandingkan dengan jumlah


penduduk dan luas wilayah
Selalu defisit sejak tahun 1967/1970
(atau) bahkan sejak republik ini
merdeka
Dari sisi penerimaan, terlalu besar
dari sektor pajak (kebocoran pajak,
belum optimalnya pengelolaan SDA,
dan kehilangan SDA)
Dari sisi pengeluaran, porsi
pengeluaran rutin terlalu tinggi.

SISI PENGELUARAN
Belanja
No

Jenis Anggaran

Jumlah

1.

Pelanja Pemerintah Pusat

253,714,075,000,000.00

68.46

a.PengeluaranRutin

188,584,275,000,000.00

50.89

65,129,800,000,000.00

17.57

Belanja Daerah

116,877,704,567,000.00

31.54

a.DanaPerimbangan

107,490,527,080,000.00

29.01

-DanaBagiHasil

27,895,943,600,000.00

7.53

-DanaAlokasiUmum

76,978,005,850,000.00

20.77

-DanaAlokasiKhusus

2,616,577,630,000.00

0.71

b.DanaOtonomiKhusus&Penyeim.

9,387,177,487,000.00

2.53

-DanaOtonomiKusus

1,539,560,117,000.00

0.42

-DanaPenyeimbang

7,847,617,370,000.00

2.12

Total Anggaran Pengeluaran

370,591,779,567,000.00

b.PengeluaranPembangunan
2.

SISI PENGELUARAN
2008
B. Belanja Negara

2009

2008

2009

1,097.6

1,203.3

73.25

72.07

804.0

867.2

26.43

25.98

A.BelanjaK/L

290.1

12.6

46.82

46.08

B.BelanjaNonK/L

513.9

554.5

8.84

9.08

97.0

109.3

29.87

26.87

327.8

323.3

24.48

21.44

268.7

258.0

16.43

14.88

180.3

179.1

8.05

6.56

88.4

78.9

5.38

5.44

59.1

65.4

3.95

4.51

43.4

54.3

26.75

27.94

293.6

336.2

25.47

27.18

1.Danaperimbangan

279.6

327.1

7.19

8.54

a.DanaBagiHasil

78.9

102.8

16.35

16.78

b.DanaAlokasiUmum

179.5

201.9

1.93

1.85

c.DanaAlokasiKhusus

21.2

22.3

1.28

0.76

14.0

9.1

-8.25

-6.60

(90.6)

(79.4)

0.00

0.00

I. Belanja Pemerintah Pusat

1.Pembayaranbungautang
2.Subsidi
a.Subsidienergi
i.BBM(Pertamina)
ii.Listrik(PLN)
b.Subsidinonpemerintah
C.Belanjalain-lain
II. Transfer ke daerah

2.DanaOtonomikhususdanPenyesuaian
D. Surplus/Defisit Anggaran (A-B)

Administrasi keuangan terdiri dari :


Angka-angka ex. Pendapatan negara dan
hibah diperkirakan sebesar Rp761,4 triliun
(17,7 persen terhadap PDB), dimana
sejumlah Rp583,7 triliun bersumber dari
penerimaan pajak.
Perhitungan-perhitungan
Uang

What Public Finance


Administration Is?
Alokasi anggaran dalam tahun 2008 akan diletakkan pada:
(i) belanja investasi, terutama di bidang infrastruktur dasar
untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional;
(ii)bantuan sosial, terutama untuk menyediakan pelayanan
dasar kepada masyarakat, khususnya dibidang
pendidikan dan kesehatan, dengan memperhatikan
peningkatan rasio anggaran pendidikan sesuai amanat
UUD 1945, serta meningkatkan upaya pemerataan;
(iii)perbaikan penghasilan dan kesejahteraan aparatur
negara dan pensiunan;
(iv)peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi
penyelenggaraan kegiatan operasionalpemerintahan;
(v)penyediaan subsidi untuk membantu menstabilkan
harga barang dan jasa pada tingkat yang terjangkau
masyarakat; serta
(vi) pemenuhan kewajibanpembayaran bunga utang.

Keuangan Negara
Adalah semua hak dan kewajiban negara
yang dapat dinilai dengan uang, serta
segala sesuatu baik berupa uang maupun
berupa barang yang dapat dijadikan milik
negara berhubung dengan pelaksanaan
hak dan kewajiban tersebut

KEUANGAN NEGARA
Ilmu Keuangan Negara (Public Finance / Government Finance)

merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari


tentang kegiatan-kegiatan pemerintah dalam bidang
ekonomi, terutama mengenai pengeluaran dan penerimaan
negara, serta pengaruhnya dalam pertumbuhan ekonomi.

Fokus utama dari Keuangan Negara adalah mempelajari

pengaruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah terhadap


pencapaian tujuan-tujuan ekonomi, seperti:
pertumbuhan ekonomi
stabilitas harga barang/jasa
penciptaan lapangan kerja
pemerataan distribusi pendapatan masyarakat
dll

17

What Public Finance


Administration is not?
Public finance administration is not Private Finance

Adminsitration, Public Finance, Macroeconomics, or


Public Budgeting.
Private finance konsentrasi pada penanganan aset
dan kewajiban individu dan bisnis untuk memperoleh
pendapatan dan keuntungan melalui penjualan barang
dan jasa.
Public Finance konsentrasi dengan prinsip-prinsip
ekonomi yang berkaitan dengan sektor publik
berdampak pada ekonomi swasta, khususnya alokasi,
distribusi, dan dampak pengaturan dari anggaran
publik.
Macroeconomics berkaitan dengan perilaku ekonomi
nasional, fiskal, dan rekomendasi kebijakan keuangan.
Public Budgeting Konsentrasi dengan keputusan
atau kebijakan untuk mengalokasikan sumber-sumber.

Elemen-Element Kunci Dari


Administrasi Keuangan Publik
Public Organizations

- Legal Constraints (Batasan Legal)


- Political Circumstances (Keadaan Politis)
Konsep Financial/Keuangan
Particular Techniques

Dasar Dasar
Administrasi Keuangan Publik
Hukum : Persyaratan, otorisasi, dan larangan-

larangan
Political circumstances : Proses penganggaran
Teknik-teknik : terdapat pada masing-masing
pejabat publik, ex. Akuntansi publik.
Pengaturan Organisasi : dengan konstitusi,
hukum, dan kebijakan-kebijakan pemerintah
lainnya. (legislatif, eksekutif, pejabat
pengelola keuangan, atau alokasi
pertanggungjawaban bagi badan-badan
operasional)

RUANG LINGKUP KEUANGAN


NEGARA
Pendekatan dari sisi Obyek
Keuangan negara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat

dinilai dengan uang, termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang:


fiskal
moneter
kekayaan negara yang dipisahkan
segala sesuatu, baik berupa uang maupun barang, yang dapat dijadikan
milik negara
Pendekatan dari sisi Subyek
Keuangan negara meliputi seluruh obyek yang dimiliki negara, dikuasai
oleh:
Pemerintah pusat
Pemerintah daerah
Perusahaan negara
Perusahaan daerah
Badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara
21

RUANG LINGKUP KEUANGAN


NEGARA
Pendekatan dari sisi Proses
Keuangan negara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang

berkaitan dengan pengelolaan obyek, mulai dari:

perumusan kebijakan
pengambilan keputusan,
perencanaan
pengorganisasian
pelaksanaan, sampai dengan
pertanggungjawaban

Pendekatan dari sisi Tujuan

Keuangan negara meliputi seluruh kebijakan, kegiatan, dan

hubungan hukum yang berkait dengan pemilikan dan atau


penguasaan obyek dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan negara

22

RUANG LINGKUP KEUANGAN


NEGARA
Pendekatan dari sisi Administratif
Keuangan negara, sebagaimana tercermin dalam Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran


Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mencakup :

Penerimaan Negara (Revenue)


Belanja Negara (Expenditure)
Defisit/surplus (Overall Balance)
Pembiayaan (Financing)

Surplus terjadi apabila total belanja negara pada suatu periode

tertentu (satu tahun) lebih kecil dari Penerimaan Negara.


Defisit terjadi apabila total belanja negara pada suatu periode
tertentu (satu tahun) lebih besar dari Penerimaan Negara
Apabila terjadi defisit maka diperlukan pembiayaan, yang
dipergunakan untuk menutupi kekurangan atau defisit yang
terjadi
23

AZAS-AZAS PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA
Dalam rangka mewujudkan good governance dalam

penyelenggaraan negara, pengelolaan keuangan negara perlu


dilakukan secara:

profesional
terbuka
bertanggung jawab
sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

Best practices (penerapan kaidah-kaidah yang baik) dalam

pengelolaan keuangan negara, mencakup:

24

akuntabilitas berorientasi pada hasil


profesionalitas
proporsionalitas
keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara
pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri

Orientasi Didalam Administrasi


Keuangan Publik
Organisasi Publik memiliki tiga orientasi :
1. Pengendalian (Control) : Suatu orientasi kendali

dicerminkan di (dalam) suatu konsentrasi usaha pada


[atas] memastikan bahwa organisasi
melengkapi;menyudahi tugas spesifik dan anggota
organisasi itu tidak menyimpang dari kebijakan pejabat
2. Manajemen (Management) : Suatu orientasi
manajemen dicerminkan di dalam suatu konsentrasi
usaha untuk mencapai daya guna dan tepat guna di
dalam operasi sehari-hari dan, karenanya, perhatian
yang diungkap kedalam detail operasional.
3. Perencanaan (Planning) : Suatu orientasi perencanaan
dicerminkan dalam suatu konsentrasi usaha atas
penentuan tujuan organisasi dan pilihan alat-alat untuk
mencapai tujuan

Orientasi kendali memerlukan informasi

seperti dalam mengambil tindakan tertentu


atau tidak diambil.
Orientasi manajemen memerlukan ukuran
dari hubungan input-output dan
pemenuhan.
Orientasi perencanaan memerlukan
proyeksi peristiwa masa depan, visi tentang
kemungkinan masa depan, dan alat-alat
dalam menuju kemungkinan keberhasilan
masa depan.

Sistem Administrasi Keuangan


Publik
Saling keterkaitan diantara elemen-

elemen, teknik-teknik, serta hal-hal yang


berhubungan dengan hak dan kewajiban
pengelolaan keuangan publik, yang akan
saling mempengaruhi sebagai satu
kesatuan dalam sistem
Ex. Konsekuensi atas subsidi harga BBM,
akan berpengaruh pada kondisi
ketersediaan sumber-sumber penerimaan
pemerintah, atau menambah beban hutang
pemerintah.

1. Hak Negara untuk memungut pajak

mengeluarkan dan mengedarka


melakukan pinjaman

tugas layanan umum


2. Kewajiban Negara untuk

3. Pemerimaan Negara

membayar tagihan pihak ket

Daerah

KEU
NEG

4. Pengeluaran

Negara
Daerah

5. Kekayaan Negara / Daerah yang


dikelola sendiri atau oleh pihak lain
6. Kekayaan pihak lain, yang dikuasai
Pemerintah
7. Kekayaan pihak lain, dengan fasilitas