Anda di halaman 1dari 10

Definisi Anemia dalam kehamilan

Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunya
hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut iksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada
ibu dan janin menjadi berkurang. selama kehamilan , indikasi anemia adalah jika konsentrasi
hemoglobin kurang dari 10,5 sampai 11,00gr/dl (varney H 2006).
Anemia adalah suatu kondisi medis di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin
kurang dari normal . kadar hemogloblin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan
perempuan . untuk kadar pria anemia biasanya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin
kurang dari 13,5gr/100ml dan pada wanita sebagai hemogloblin kurang dari 12,0gr/100ml.

Etiologi anemia dalam kehamilan


Hipervolemia menyebabkan terjadinya pengeceran darah , pertambahan darah tidak
sebanding dengan pertambahan plasma, kurangnya zat besi dalam makanan, kebutuhan zat
besi meningkat .
penyebab anemia defisiensi besi antara lain :
1. pendarahan.
jika pendarahan berlebihan atau terjadi selama periode waktu tertentu (kronis) , tubuh
tidak akan dapat mencukupi kebutuhan zat besi atau cukup disimpan untuk
menghasilkan hemoglobin yang cukup dan atau sel darah untuk menganti apa yang
hilang .
2. kurangnya asupan makanan
kekurangan zat besi mungkin terjadi karena tidak atau kurang mengkonsumsi zat
besi . perempuan hamil dan menyusui sering terjadi kekurangan ini karena bayi
memerlukan sejumlah besar besi untuk pertumbuhan . defisiensi besi dapat
menyebabkan bayi berat lahir rendah dan persalinan prematur.
3. gangguan penyerapan
kondisi tertentu mempengaruhi penyerapan zat besi dari makan pada saluran
gastrointestinal (GI) dan dari waktu dapat mengakitbatkan anemia.

patofisiologi anemia dalam kehamilan

Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum tulang atau kehilangan


sel darah merah yang berlebihan atau keduanya . kegagalan sumsum tulang dapat terjadi
akibat kekurangan nutrisi pajanan toksik, inuasi tumor, atau kebanyakan akibat yang tidak
diketahui . sel darah merah dapat hilang melalui pendarahan atau hemolysis (destruksi) pada
kasus yang disebut hemodilusi .
Perubahan hemotologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan
sirkulasi yang maikin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara . volume
plasma meningkat 45-65% dimulai dari trimester ke II kehamilan , dan maksimum terjadi
pada bulab ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000ml, menurun sedikit menjelang anterm serta
kembali normal 3 bulan setelah partus. stimulasi yang meningkat volume plasma seperti
laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron .
Klafisikasi Anemia dalam kehamilan
1. Anemia difiensi besi
anemia adalah yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah
.pengobatannya yaitu , keperluan zat besi untuk wanita hamil , tidak hamil dan
dalam laktasi yang dianjurkan adalah pembelian tablet besi .
a) terapi oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat, fero
glukonat atau Na-fero bisirat. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikan
kadar hb sebanyak 1gr perbulan . saat ini program nasional menganjurkan
kombinasi 60mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis (saefudin ,
2002)
b) terapi parenanatal baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi
Per oral , dan adanya gangguan penyerapan penyakit saluran pencernaan atau
masa kehamilannya tua.
untuk menegakan diangnosa anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamesa . hasil
anamesa didapatkan keluhan cepat lelah ,sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan
mual muntah pada hamil muda . pada pemeriksaan dan pengawasan HB dapat dilakukan
dengan mengunakan alat sachli , dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan trimester I dan
III . Hasil pemeriksaan hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut :
1)
2)
3)
4)

Hb 11gr% : Tidak anemia


Hb 9-10gr% : Anemia Ringan
Hb 7-8 gr% : Anemia sedang
Hb < 7 gr%: Anemia berat

2. Anemia Megaloblastik
adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik , jarang sekali
kekurangan vit B-12
3. Anemia hipoplastik
adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang belakang
membentuk sel darah merah baru .
4. Anemia Hemolitik
adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pencahan sel darah merah
yang lebih cepat dari pembuatanya

Tanda dan gejala anemia dalam kehamilan


Anemia dapat menyebabkan tanda dan gejala (varney , 2006) :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

letih , sering mengantuk


pusing lemah
nyeri kepala
luka pada lidah
kulit pucat
membran mukosa pucat (konjugtiva )
bantalan kuku pucat
tidak ada nafsu makan , mual, dan muntah

Penanganan dan terapi anemia dalam kehamilan


Penangugulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian
tablet besi serta peningkatan kulitas makanan sehari- hari.dosis pemberian asam folat
sebanyak 500mg dan zat besi sebanyak 120mg.pemberian zat besi sebanyak 30mg perhari
akan meningkatkan kadar hemoglobin sebesar 0,3 gram atau dalam 10 hari .
a) meningkatkan konsumsi makanan bergizi
perhatikan komposisi hidangan setiap kali makan dan makanan yang banyak
mengandung besi dari bahan makanan hewani( daging, ikan , ayam ,hati , telur
) dan bahan makanan nabati ( sayuran berwarna hijau tua, kacang,tempe).

perlu juga makan sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin c ( daun
katuk, daun singkong, bayam , jambu, tomat, jeruk .).
b) menambah pemasukan zat besi kedalam tubuh dengan minum tablet tambah
darah (tablet besi/tablet tambah darah)
c) mengobati penyakit yang menyebabkan atau memperberat anemia seperti :
kecacingan,malaria,dan penyakit tbc.

KPD

Definisi
ketuban pecah sebelum waktunya (KPSW) atau ketuban pecah dini (KPD) Atau ketuban
pecah dini (KPD) merupakan masalah penting dalam obstetri berkaitan dengan penyakit
kelahiran prematur dan terjadinya infeksi kariioamnionitis sampai sepsis yang meningkatkan
morbiditas dan mortalitas perinatal dan menyebabkan infeksi ibu (sarwono 2008).
hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan . KPD
preterm atau PPROM( preterm premature rupture of membranes) adalah ketuban pecah pada
saat usia kehamilan <37 Minggu dan yang memanjang adalah KPD yang terjadi lebih dari 12
jam sebelum waktunya melahirkan . serta PROM(Premature rupture of membranes) adalah
ketuban pecah pada saat usia kehamilan > 37 minggu .

Etiologi :
beberapa etiologi KPD sebagai berikut :
1

Inkompetensia serviks
Inkompetensia serviks adalah istilah untuk menyebut kelainan pada otot-otot
leher atau leher rahim (serviks) yang terlalu lunak dan lemah, sehingga sedikit
membuka ditengah-tengah kehamilan karena tidak mampu menahan desakan janin
yang semakin besar.
Adalah serviks dengan suatu kelainan anatomi yang nyata, disebabkan laserasi
sebelumnya melalui ostium uteri atau merupakan suatu kelainan congenital pada
serviks yang memungkinkan terjadinya dilatasi berlebihan tanpa perasaan nyeri dan
mules dalam masa kehamilan trimester kedua atau awal trimester ketiga yang diikuti
dengan penonjolan dan robekan selaput janin serta keluarnya hasil konsepsi
( Manuaba 2002 )

Peninggian tekanan inta uterin


Tekanan intra uterin yang meninggi atau meningkat secara berlebihan dapat
menyebabkan terjadinya ketuban pecah dini. Misalnya :
a
b

Trauma : hubungan seksual, pemeriksaan dalam, amniosintesis


Gemelli
Kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dua janin atau lebih. Pada

kehamilan gemelli terjadi distensi uterus yang berlebihan, sehingga menimbulkan


adanya ketegangan rahim secara berlebihan. Hal ini terjadikarena jumlahnya berlebih,
isi rahim yang lebih besar dan kantung (selaput ketuban ) relative kecil sedangkan
dibagian bawah tidak ada yang menahan sehingga mengakibatkan selaput ketuban
tipis dan mudah pecah. ( Abdul Bari, Saifudin. 2002 )

Makrosomia
Makrosomia adalah berat badan neonatus >4000 gram kehamilan dengan

makrosomia menimbulkan distensi uterus yang meningkat atau over distensi dan
menyebabkan tekanan pada intra uterin bertambah sehingga menekan selaput ketuban,
manyebabkan selaput ketuban menjadi teregang, tipis, dan kekuatan membrane
menjadi berkurang, menimbulkan selaput ketuban mudah pecah. ( Winkjosastro,
Hanifah, 1999 ).

Hidramnion
Hidramnion atau polihidramnion adalah jumlah cairan amnion >2000 mL.

uterus dapat mengandung cairan dalam jumlah yang sangat banyak. Hidramnion
kronis adalah peningaktan jumlah cairan amnion terjadi secara berangsur-angsur.
Hidramnion akut, volume tersebut meningkat tiba-tiba dan uterus akan mengalami
distensi nyata dalam waktu beberapa hari saja.

Kelainan letak

Misalnya pada letak sungsang dan lintang .


Korioamnionitis
Adalah infeksi selaput ketuban. Biasanya disebabkan oleh penyebaran
organism vagina ke atas. Dua factor predisposisi terpenting adalah pecahnya selaput
ketuban > 24 jam dan persalinan lama.
4

Penyakit infeksi
Adalah penyakit yang disebabkan oleh sejumlah mikroorganisme yang
meyebabkan infeksi selaput ketuban. Infeksi yang terjadi menyebabkan terjadinya
proses biomekanik pada selaput ketuban dalam bentuk proteolitik sehingga
memudahkan ketuban pecah.
Diagnosis

a)

Pastikan selaput ketuban pecah.

b)

Tanyakan waktu terjadi pecah ketuban.

c)

Cairan ketuban yang khas jika keluar cairan ketuban sedikit-sedikit, tampung
cairan yang keluar dan nilai 1 jam kemudian.

d)

Jika tidak ada dapat dicoba dengan menggerakan sedikit bagian terbawah janin
atau meminta pasien batuk atau mengedan.

e)

Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin tes ), jika
lakmus merah berubah menjadi biru menunjukan adanya cairan ketuban ( alkalis ). Darah dan
infeksi vagina dapat menghasilkan tes yang positif palsu. pH air ketuban 7 7,5

f)

Tes Pakis, dengan meneteskan cairan ketuban pada gelas objek dan dibiarkan
kering. Pemeriksaan mikroskopik menunjukan kristal cairan amniom dan gambaran daun
pakis.

g)

Tentuka usia kehamilan, bila perlu dengan pemeriksaan USG.

h)

Tentukan ada tidaknya infeksi.

i)

Tanda-tanda infeksi adalah bila suhu ibu lebih dari 38OC serta cairan ketuban
keruh dan berbau.

j)

Leukosit darah lebih dari 15.000/mm3.

k)

Janin yang mengalami takikardi, mungkin mengalami infeksi intra uterin.

l)

Tentukan tanda-tanda persalinan.

m)

Tentukan adanya kontraksi yang teratur

n)

Periksa dalam dilakukan bila akan dilakukan penanganan aktif ( terminasi


kehamilan )

Tanda dan gejala KPD Sebagai berikut :

Gejala dan tanda selalu ada

Gejala dan tanda kadang- Diagnosis kemungkinan


kadang ada

Keluar cairan ketuban

Ketuban pecah tiba-tiba

Caiaran

tampak

Ketuban pecah dini

di

introitus

Cairan vagina berbau

Demam atau menggigil

Nyeri perut

Cairan vagina berbau

Tidak

ada

Tidak ada his dalam 1

jam
Riwayat

keluarnya

cairan

Uterus nyeri

DJJ cepat

Perdarahan pervaginam

sedikit
Gatal

riwayat

Nyeri perut

Cairan vagina berdarah

Disuria
Nyeri perut

Gerak janin berkurang

berupa

darah

lendir

Vaginitis atau servisitis

Perdarahan antepartum

Keputihan

ketuban pecah

Cairan

Amnionitis

Perdarahan banyak
Pembukaan
dan

Awal persalinan aterm

penipisan tipis

atau preterm

Ada his

Pengaruh KPD
1

Terhadap Janin

Walaupun ibu belum menunjukan gejala-gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah
terkena infeksi, karena infeksi intrauterin lebih dahulu terjadi (amnionitis, vaskulitis) sebelum
gejala pada ibu dirasakan. Jadi akan meninggikan morrtalitas dan morbiditas perinatal.
2. Terhadap Ibu
Karena jalan telah terbuka, maka dapat terjadi infeksi intrapartal, apalagi bila terlalu
sering diperiksa dalam. Selain itu juga dapat dijumpai infeksi puerpuralis atau nifas,

peritonitis dan septikemia, serta dry-labor. Ibu akan merasa lelah karena terbaring di tempat
tidur, partus akan menjadi lama, maka suhu badan naik, nadi cepat dan nampaklah gejalagejala infeksi lainnya.