Anda di halaman 1dari 32

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Identitas
Identitas Sekolah

: SMA Negeri 2 Kisaran

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas /Semester

:X /1

Materi Pokok

: Ikatan Kimia

Sub Materi Pokok

: Gaya antar molekul dan Sifat fisik senyawa

Alokasi Waktu

: 9 x 45 Menit ( 7 JP)

B. Kompetensi Inti/Kompetensi Dasar/Indikator/Tujuan


Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Indikator
KI 1: Menghayati dan 1.1 Menyadari adanya 1. Mengagungkan
mengamalkan
keteraturan struktur
kebesaran
Tuhan
ajaran
agama
partikel
materi
YME
2.
Menyadari bahwa
yang dianutnya.
sebagai
wujud
ketentuan
yang
kebesaran
Tuhan
ditetapkan
oleh
YME
dan
Tuhan YME adalah
pengetahuan
yang terbaik bagi
tentang
struktur
kita.
partikel
materi
sebagai
hasil
pemikiran kreatif
manusia
yang
kebenarannya
bersifat tentatif.
KI 2 : Menghayati dan 2.1 Menunjukkan
1. Rasa ingin tahu
mengamalkan
perilaku
ilmiah 2. Teliti
dalam
perilaku
jujur,
(memiliki
rasa
mengolah
dan
disiplin,
ingin tahu, disiplin,
menganalis data.
tanggungjawab,
jujur,
objektif,
peduli (gotong
terbuka,
mampu 3. Ulet dalam mencari
royong,
membedakan fakta
sumber pengetahuan
kerjasama,
dan opini, ulet,
yang
mendukung
toleran, damai),
teliti, bertanggung
santun,responsif
jawab,
kritis,
penyelesaian
dan
pro-aktif
kreatif,
inovatif,
masalah.
dan
demokratis,

Tujuan
Siswa
dapat
menyadari adanya
gaya antar molekul
dan sifat-sifat fisis
yang

terbentuk

dalam

suatu

senyawa
wujud

sebagai
kebesaran

Tuhan YME.

1. Siswa

dapat

menumbuhkan
rasa ingin tahu.
2. Siswa dapat teliti
dalam
dan

mengolah
menganalis

data.
3. Siswa dapat ulet
dalam
sumber

mencari

menunjukkan
komunikatif) dalam
sikap
sebagai
merancang
dan
bagian
dari
melakukan
solusi
atas
percobaan
serta
berbagai
berdiskusi
yang
permasalahan
diwujudkan dalam
dalam
sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan
berinteraksi
perilaku kerjasama,
secara
efektif
santun,
toleran,
dengan
cinta damai dan
lingkungan
peduli lingkungan
sosial dan alam
serta hemat dalam
serta
dalam
memanfaatkan
menempatkan
sumber daya alam.
diri
sebagai
cerminan bangsa 2.3 Menunjukkan
perilaku responsif,
dalam pergaulan
dan proaktif serta
dunia.
bijaksana sebagai
wujud kemampuan
memecahkan
masalah
dan
membuat
keputusan.
KI 3: Memahami
, 3.1 Membandingkan
menerapkan,
proses pembentukan
ikatan ion, ikatan
menganalisis
kovalen,
ikatan
pengetahuan
kovalen
koordinasi
faktual,
dan ikatan logam
konseptual,
serta interaksi antar
prosedural
partikel (atom, ion,
berdasarkan rasa
molekul) materi dan
ingin
tahunya
hubungannya dengan
tentang
ilmu
sifat fisik materi.
pengetahuan,
teknologi, seni,
budaya,
dan
humaniora
dengan wawasan
kemanusiaan,
kebgansaan,

4. Kritis,
serta

demokratis

pengetahuan yang

komunikatif

mendukung

dalam diskusi.
5. Bekerjasama
pro-aktif

penyelesaian
dan
dalam

masalah.
4. Siswa dapat kritis,
demokratis

mengambil
keputusan
menyelesaikan

serta

komunikatif dalam

dan

diskusi.
5. Siswa

permasalahan.

dapat

bekerjasama
pro-aktif

dan
dalam

mengambil
keputusan

dan

menyelesaikan
permasalahan

1. Mengetahui proses 1
terjadinya interaksi
antar
partikel
(atom,
ion,
molekul)
2. Menjelaskan gayagaya antar molekul 2
yang terbentuk dari
interaksi
antar
partikel.
3. Menjelaskan
hubungan
antara
jenis ikatan dengan 3
sifat fisis senyawa

Siswa
dapat
mengetahui proses
terjadinya interaksi
antar
partikel
(atom,
ion,
molekul)
Siswa
dapat
menjelaskan gayagaya antar molekul
yang terbentuk dari
interaksi
antar
partikel
Menjelaskan
hubungan antara
jenis ikatan dengan
sifat fisis senyawa

kenegaraaan,
dan peradaban
terkait penyebeb
fenomena dan
kejadian, serta
menerapkan
pengetahuan
prosedural pada
bidang
kajian
yang
spesifik
sesuai
dengan
bakat
dan
minatnya untuk
memecahkan
masalah.
KI 4: Mengolah
, 4.1 Mengolah
1. Siswa
dapat
dan 1. Menggambarkan
menalar,
menggambarkan
menganalisis
proses terbentuknya
perbandingan proses
menyaji,
dan
proses
gaya-gaya
antar
pembentukan ikatan
mencipta dalam
terbentuknya gayaion, ikatan kovalen,
molekul
ranah
konkret
gaya antar molekul
ikatan
kovalen
dan
ranah
2. Siswa
dapat
2. Menganalisis
koordinasi, dan ikatan
abstrak terkait
menganalisis
hubungan antara
logam serta interaksi
dengan
hubungan antara
antar partikel (atom,
jenis ikatan dengan
pengembangan
jenis ikatan dengan
ion, molekul) materi
dari
yang
sifat fisis senyawa.
sifat fisis senyawa
dan
hubungannya
dipelajarinya di
dengan sifat fisik
sekolah secara
materi.
mandiri
serta
bertindak secara
efektif
dan
kreatif,
dan
mampu
menggunakan
metoda sesuai
kaidah
keilmuan.

C. Materi Pembelajaran

Gaya Antar Molekul Dan Sifat Fisis Senyawa

a Gaya Antar Molekul


Atom yang membentuk molekul akan mempunyai sifat jauh berbeda dengan atom-atom
asalnya. Pada setiap molekul terdapat gaya tarik-menarik antar atom. Gaya tarik-menarik
antaratom dalam molekul dinamakan ikatan kimia. Dalam bab ini akan dipelajari gaya tarikmenarik antarmolekul. Apa gaya tarik-menarik antarmolekul itu? Gaya tarik-menarik
antarmolekul, yaitu gaya yang menyebabkan antarmolekul menjadi terikat dalam satu kelompok
atau merupakan interaksi antara molekul-molekul dalam suatu zat (unsur atau senyawa) melalui
gaya elektrostatis. Gaya antarmolekul ini sangat dipengaruhi kepolaran dari masingmasing
molekul. Gaya tarik-menarik antarmolekul sangat berkaitan dengan sifat fisika dari senyawa
yang bersangkutan.
Beberapa sifat fisika dari senyawa antara lain titik didih, titik beku, kelarutan, kerapatan, tekanan
uap, dan tekanan osmosis. Secara garis besar terdapat tiga (3) jenis gaya tarik-menarik
antarmolekul, yaitu:
b
c
d

gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas,


gaya tarik-menarik dipol-dipol, dan
ikatan hidrogen

1. Gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas (gaya London)


Elektron akan senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan elektron dari satu orbital ke
orbital lain mengakibatkan suatu molekul yang tadinya bersifat nonpolar dapat menjadi polar.
Sehingga timbul dipol (polar) sesaat. Dipol tersebut disebut sesaat karena dapat berubah jutaan
kali setiap detiknya. Hal ini disebabkan adanya tarikan antara elektron satu molekul dan inti
molekul lain.
Suatu getaran dalam sebuah molekul mengimbas suatu geseran dalam elektron-elektron
molekul tetangga. Tarikan lemah ini pertama kali diuraikan oleh ilmuwan fisika, berasal dari
Jerman, Fritz London (dikenal London), pada tahun 1930-an sehingga sering disebut gaya
London.
Gaya London sangat erat hubungannya dengan massa relatif molekul. Padaumumnya
molekul dengan jumlah elektron yang besar akan lebih mudah mengalami polarisabilitas. Jika

semakin besar nomor massa molekul relatif, maka semakin kuat pula gaya London yang bekerja
pada molekul itu. Misal, dua molekul propana saling menarik dengan kuat dibandingkan dua
molekul metana. Molekul dengan distribusi elektron besar lebih kuat saling menarik daripada
molekul yang elektronnya kuat terikat. Misal molekul I2 akan saling tarik-menarik lebih kuat
daripada molekul F yang lebih kecil.
Dengan demikian titik didih I2 akan lebih besar jika dibandingkan dengan titik didih F.
Molekul yang mempunyai bentuk molekul panjang lebih mudah mengalami polarisabilitas
dibandingkan dengan molekul dengan bentuk simetris. Misal deretan hidrokarbon dengan rantai
cabang akan mempunyai titik didih lebih rendah jika dibandingkan dengan hidrokarbon dengan
rantai lurus. Normal butana mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan isobutana yang
memiliki rantai cabang.

2. Gaya tarik-menarik dipol-dipol


Molekul dengan sebaran elektron tidak simetris akan bersifat polar. Molekul ini akan
memiliki perbedaan muatan (dipol) yang menyebabkan bersifat polar. Molekul yang mempunyai
momen dipol permanen disebut polar. Sedangkan senyawanya dinamakan senyawa polar.
Molekul molekul yang ada di dalam senyawa polar cenderung untuk menyusun diri sehingga
ujung yang berbeda muatan akan saling mendekat dan saling tarik-menarik. Gaya tarikmenarik
dipol-dipol merupakan gaya tarik-menarik antara dua molekul polar. Dipol-dipol molekul
tersebut akan saling tarik pada kutub-kutub dengan muatan berllautanan, yaitu positif dan
negatif. Kekuatan tarikan yang timbul akan lebih besar daripada tarikan pada molekul nonpolar.
Jadi, zat-zat yang mempunyai molekul molekul polar cenderung memiliki titik didih dan titik
leleh lebih tinggi daripada molekul nonpolar dengan ukuran sama.
Gaya antarmolekul, seperti gaya London dan gaya tarik dipol-dipol, secara bersama-sama
sering disebut sebagai gaya Van der Waals. Gaya London terdapat pada setiap zat, baik bersifat
polar maupun nonpolar. Sedangkan gaya tarik dipol-dipol hanya terdapat dalam senyawa polar.
Dalam hal ini, gaya Van der waals juga memiliki peran cukup penting. Karena dalam
membandingkan titik didih atau sifat fisika lainnya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi, gaya
tarik dipol sesaat-dipol terimbas atau gaya tarik menarik dipol-dipol. Gaya London lebih
dominan daripada dipol-dipol.

3. Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik-menarik dipol-dipol dengan kekuatan besar
(sekitar 5-10 kali lebih besar). Ikatan ini terjadi jika molekul polar mengandung satu atom
hidrogen terikat pada atom yang sangat elektronegatif seperti F, O, dan N. Ikatan kovalen polar
antara hidrogen dan salah satu atom itu akan terpolarisasi dan tarikan antara molekul-molekul itu
cukup kuat. Besar energi ikatannya sekitar 13-30 kJ mol
Atom-atom yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah N dalam NH3, O dalam H-O,
dan F dalam HF. Hal ini dapat dipahami karena ketiga atom tersebut memiliki elektronegativitas
yang tertinggi. Pada umumnya terdapat hubungan antara titik didih suatu senyawa dengan massa
molekul relatifnya. Titik didih akan naik jika massa molekul relatif juga naik, kecuali HF, H2O,
dan NH3.Ketiga senyawa tersebut mempunyai titik didih yang tinggi dibandingkan senyawa lain
dalam kelompoknya.

b Sifat Fisis Senyawa


Sifat fisis suatu zat ditentukan oleh gaya antar-partikel penyusun zat. Pada senyawa ion
dan logam, gaya antar partikel tersebut adalah ikatan ion dan ikatan logam itu sendiri. Sedangkan
pada senyawa kovalen, gaya antar-partikel tersebut adalah gaya antar-molekul.
Perbedaan sifat fisis pada senyawa ion, kovalen dan logam
Karakteristik
Jenis ikatan kimia
Partikel penyusun

Gaya antar partikel

Senyawa ion
Senyawa kovalen
Ikatan ion
Ikatan kovalen
Ion-ion positif dan Molekul-molekul

Logam
Ikatan logam
Ion-ion positif yang

negatif

dikelilingi
berupa Gaya

oleh

lautan elektron
elektrostatis Ikatan logam berupa

Ikatan

ion

gaya

elektrostatis antar-molekul (gaya gaya

elektrostatis

yang kuat antar ion- van der waals) yang yang kuat antar ionion
negatif

positif

dan relatif lemah

ion logam positif dan


elekron-elektron
bebas

Ikatan ion pada NaCl

ikatan kovalen HCl

ikatan logam pada logam

1. Sifat Fisis Senyawa Ion


Sifat fisis senyawa ion ditentukan oleh
gaya elektrostatis yang kuat dan sama ke
segala arah. Dalam senyawa ion, suatu ion
positif akan dikelilingioleh sejumlah ion
negatif, demikian pula sebaliknya. Dalam
fase padat, ikatan antar ion-ion positif dan
negatif ini membentuk suatu pola/struktur
teratur yang disebut struktur kristal. Susunan partikel-partikel dalam kristal
disebut kisi kristal. Kisi kristal mempunyai pola tertentu yang merupakan
pengulangan dari bagian-bagian yang disebut unit sel. Dari penjelasan di
atas, akan memudahkan kita untuk memahami beberapa sifat fisis senyawa
ion berikut:

1. .Struktur/susunan kristal
Dalam keadaan padat, senyawa ionis terdapat dalam bentuk
kristal dengan susunan tertentu. Penafsiran terhadap hasil difraksi
sinar-X pada senyawa ion dapat memberi petunjuk mengenai
susunan internal dari kristal ion tersebut. Misalnya pada kristal
NaCl dapat diketahui bahwa setiap ion Na + dikelilingi oleh 6 ion
Cl-, dan setiap ion Cl- juga dikelilingi oleh 6 ion Na+.

2. Isomorf
Senyawa-senyawa ion yang mempunyai susunan yang mirip satu sama lain seperti NaCl
dan KNO3 mempunyai bentuk kristal yang sama yang disebut isomorf. Di samping itu terdapat
pula senyawa-senyawa yang mempunyai muatan ion berbeda, tetapi mempunyai susunan kristal
yang sama, misalnya NaF dan MgO, CaCl2 dan K2S masing-masing mempunyai susunan kristal
yang sama. Fakta tersebut dapat dijelaskan dengan meninjau konfigurasi elektron ion-ion
penyusun kristal tersebut.

3. Daya hantar listrik


Suatu zat dapat menghantar listrik jika terdapat
ion-ion atau elektron-elektron yang dapat bergerak
bebas membawa muatan listrik. Padatan senyawa
ion tersusun dari ion-ion positif dan negatif yang
tidak dapat bergerak bebas. Akan tetapi dalam fase
cair (lelehan) atau jika larut dalam air, ion-ion
tersebut dapat bergerak bebas.

Pada table 1.1 dapat dilihat daya hantar berbagai senyawa klorida dalam keadaan cair (meleleh)
pada suhu titik lelehnya.

4. Titik leleh dan titik didih tinngi


Ion positif dan ion negatif

pada senyawa ionis, terikat satu sama lain oleh gaya

elektrostatis yang sangat kuat. Untuk memisahkan ion-ion tersebut baik yang terdapat dalam
bentuk kristal maupun dalam bentuk cairnya, diperlukan energi yang cukup besar, yang
mengakibatkan titik leleh dan titik didih senyawa ionis juga tinggi. Pada table 1.2 dapat dilihat
titik didih berbagai senyawa klorida.

5. Kelarutan
Secara umum larutan akan ternentuk apabila zat terlarut dan pelarutan memepunyai
kepolaran yang sama. Senyawa ionis larut dalam pelarut yang mengandung gugus OH - seperti
H2O dan C2H5OH yang merupakan senyawa kovalen polar, sedangkan senyawa kovalen larut
dalam pelarut nonpolar.

6. Keras, kaku dan rapuh


Struktur kristal senyawa ion dapat digambarkan
sebagai lapisan-lapisan yang mengandung ionion positif dan negatif. Ion-ion psitif dan negatif
ini terkait oleh gaya elektrostatis yang kuat ke
segala arah. Hal ini memberikan sifat keras pada
kristal tersebut. Akan tetapi, jika diberi gaya dari
luar, maka lapisan-lapisan dalam kristal dapat
bergeser. Ion-ion sejenis ini dapat berada satu di
atas lainnya sehingga timbul tolak menolak yang
kuat sehinggamengakibatkan pemisahan. Kristal akan hancur berkeping-keping atau dikatakan
rapuh

Sifat kristal NaCl


a) Kristal NaCl akan pecah jika dipukul dengan palu

b) pergeseran lapisan karena adanya gaya dari


luar dapat menyebabkan ion-ion sejenis berada
pada satu di atas lainnya. Akibatnya timbul tolakmenolak yang kuat sehingga terjadi pemisahan.

Gambar krisatal garam dapur (NaCl

2. Senyawa Kovalen
Struktur molekul dapat dibedakan menjadi struktur kovalen sederhana dan struktur kovalen
raksasa. Kebanyakan senyawa kovalen tersusun dai molekul-molekul dengan struktur kovalen
sederhana. Molekul-molekul tersebut terikat oleh gaya elektrostatis yang relatif lemah, disebut
gaya antar-molekul (gaya van der waals). Gaya ini yang akan menentukan sifat fisis senyawa
kovalen. Untuk sturktur kovalen lainnya, yaitu struktur kovalen raksasa, sifat fisisnya ada yang

ditentukan oleh ikatan kovalennya saja atau oleh ikatan kovalen dan gaya elektrostatis dalam
molekulnya.

(Gambar Produk-produk komersial yang mengandung senyawa kovalen)


Sifat fisis senyawa kovalen yang dimiliki molekul-molekul dengan struktur kovalen sederhana
diantaranya yaitu:
1. Berupa gas, cairan, atau padatan lunak pada suhu ruang
Hal ini di karenakan molekul-molekul dalam senyawa kovalen terikat oleh gaya antarmolekul yang lemah. Jadi, molekul-molekul tersebut dapat bergerak relatif lebih bebas.
2. Bersifat lunak dan tidak rapuh
Gaya antar-molekul yang lemah pada senyawa kovalen dalam fase padat menyebabkan
molekul-molekul struktur kristal mudah bergeser. Hal ini menyebabkan senyawa kovalen bersifat
lunak dan tidak rapuh. Contohnya adalah lilin parafin
3. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah
Hal ini dikarenakan gaya antar-molekul senyawa kovalen relatif lemah. Pada suhu yang
rendah, molekul-molekul dapat memperoleh energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya
antar molekul tersebut.
Air (H2O)

merupakan senyawa kovalen. Ikatan kovalen yang mengikat antara atom

hidrogen dan atom oksigen dalam molekul air cukup kuat, sedangkan gaya yang mengikat antar
molekul-molekul air cukup lemah. Keadaan inilah yang menyebabkan air yang cair itu mudah
berubah menjadi uap air bila dipanasi sampai sekitar 100 oC, akan tetapi pada suhu ini ikatan
kovalen yang ada di dalam molekul H2O tidak putus. Hampir semua senyawa kovalen
mempunyai titik didih yang rendah (rata-rata di bawah suhu 200 oC), sedang senyawa ion
mempunyai titik didih yang tinggi (rata-rata di atas suhu 900oC).

Tabel titik leleh dan tiitk didih beberapa senyawa kovalen


Senyawa kovalen
CH4
CCl4
C6H6

Titik leleh (oC)


-183
-22,9
5,50

Titik didih (oC)


-164
76,7
80,2

4. Mudah Menguap
Banyak sekali berbagai bahan yang kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari merupakan senyawa kovalen seperti
ditunjukkan pada gambar 18. Sebagian besar senyawa kovalen
berupa cairan yang mudah menguap dan berupa gas. Molekulmolekul senyawa kovalen yang mudah menguap sering
menghasilkan bau yang khas. Parfum dan bahan pemberi aroma
merupakan senyawa kovalen. Hal ini tidak diperoleh pada sifat
senyawa ionik.
(Senyawa kovalen banyak diaplikasikan
dalam produk kosmetik)

5. Umumnya tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik
Kebayakan senyawa kovalen tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik.
Penegcualiannya adalah senyawa kovalen yang bersifat polar.
6. Umumnya tidak dapat menghantar listrik
Hal ini dikarenakan senyawa kovalen tidak memiliki ion atau elektron yang dapat bergerak
bebas membawa muatan listrik. Akan tetapi beberapa senyawa kovalen polar yang larut dalam
air dapat terhidrolisis (bereaksi dengan air) membentuk ion-ion sehingga dapat menghantar
listrik.

Sifat fisis unsur dan senyawa kovalen dengan struktur kovalen raksasa

A. Unsur dengan struktur kovalen raksasa


Unsur-unsur

seperti karbon (C), silikon (Si), dan germanium (Ge) mempunyai struktur

kovalen raksasa. Unsur C sendiri mempunyai lebih dari 1 struktur antara lain intan dan grafit.
Struktur kovalen raksasa dari unsur Si dan Ge mirip dengan unsur C dalam intan.
Unsur karbon dalam intan
Intan merupakan kristal menkilap yang banyak digunakan untuk perhiasan. Atom-atom C
dalam

intan

bergabung

membentuk

struktur

kovalen raksasa yang stabil dan simetris. Struktur


ini dapat menjelaskan mengapa intan bersifat keras,
tidak dapat menghantar listrik, dan memiliki titik
leleh dan titik didih tinggi.

Sangat keras
Setiap atom C terikat kuat dalam struktur kovalen raksasa yang stbil dan simetris.
Tidak dapat menghantar listrik
Setiap atom C terikat ke 4 atom C lainnya. Jadi tidak
dapat ion/elektron bebas yang dapat membawa muatan
listrik
Titik leleh dan titik didih tinggi
Atom C terikat kuat dalam struktur kovalen raksasa.
Jadi diperlukan energi yang sangat besar untuk
memisahkannya.
Gambar pengeboran minyak

(sifat keras intan merupakan alasan mengapa


intan digunakan pada ujung bor untuk memotong bebatuan dalam pengeboran minyak)

Unsur Karbon dalam Grafit


Grafit merupakan padatan hitam yang tidak mengkilap. Struktur grafit terdiri dari lapisanlapisan dimana masing-masing atom C dalam lapisan dikelilingi oleh 3 atom C lainnya.
Lapisan lapisan tersebut kemudian terikat oleh suatu gaya elektrostatis yang lebih lemah.
Dari mana gaya tersebut berasal? Seperti diketahui, atom C memiliki 4 elektron valensi. Tiga
elektron digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dengan 3 atom C lainnya. Satu elektron
yang tersisa dapat bergerak bebas di antara lapisan-lapisan sehingga timbul gaya eletrostatis
antara lapisan-lapisan tersebut. Struktur grafit ini dapat menjelaskan mengapa grafiit bersifat
lunak/licin/rapuh, dapat menghantar dan mempunyai titik sublimasi yang tinggi (3000 oC).
(Grafit tidak meleleh tetapi mengalami sublimasi)
Lunak, licin dan rapuh
Lapisan-lapisan dalam grafit oleh gaya elektrostatis yang lebih lemah sehingga

lunak/mudah bergeser, dan pecah


Dapat menghantar listrik dengan baik
Hal ini dikarenakan adanya elektron-elektron yang dapat bergerak di antara lapisan-

lapisan.
Titik sublimasi tinggi
Atom-atom C terikat kuat dalam strukturnya. Diperlukan energi yang sangat besar untuk
memsahkannya.
Sifat fisis grafit di atas dimanfaatkan untuk aplikasi berikut:
1. Pensil
Grafit (dengan pengeras tanah liat) dalam pensil digunakan untuk menulis

2. Bubuk grafit digunakan sebagai pelumas bensin

grafit digunakan sebagai elektrode pada baterai

B. Senyawa dengan struktur kovalen raksasa


Dua contoh senyawa kovalen dengan struktur kovalen raksasa adalah SiO2 dan SiC.
Silikon dioksida (SiO2)
Di dalam kristal SiO2, setiap atom Si terikat secara kovalen
dengan 4 atom O, dan setiap setiap atom O terikat ke atom
Si lainnya. Struktur tersebut menjelaskan mengapa SiO 2
bersifat keras, tidak dapat menghantar listrik, dan memiliki
titik leleh dan titik didih yang tinggi (1.6.10oC dan 2.230

C). Di alam, SiO2 ditemukan dalam pasir dan kuarsa.

Kuarsa digunakan pada perhiasan dan komponen elektronik.


Silikon karbida (SiC)
Struktur SiC mirip dengan struktur kovalen raksasa
dari intan. Hal ini menjelaskan mengapa SiC antara
lain sangat keras dan mempunyai titik leleh yang tinggi.
3. Sifat Fisis Logam
Sifat fisis logam ditentukan oleh ikatan logamnnya yang kuat, strukturnya yang rapat, dan
keberadaan elektron-elktron bebas. Beberapa sifat fisis senyawa logam yaitu:

Berupa padatan pada suhu ruang


Atom-atom logam bergabung oleh ikatan logam yang sangat kuat
membentuk struktur kristal yang rapat. Hal ini menyebabkan atomatom tidak memiliki kebebasan bergerak seperti halnya pada zat cair
(pengecualiannya adalah Hg).

(raksa)

Bersifat keras tetapi lentur/tidak mudah patah jika ditempa

Ikatan logam yang kuat dan struktur logam yang rapat menyebabkan logam bersifat kuat,
keras, dan rapat. Akan tetapi. Adanya elektron-elektron bebas menyebabkan logam
bersifat lentur/tidak mudah patah. Hal ini dikarenakan sewaktu logam dikenakan gaya

luar, maka elektron-elektron bebas akan


berpindah mengikuti ion-ion positif yang
bergeser. Kemudian, berikatan lagi dengan
atom yang berada di sampingnya. Oleh
karena

itu,

logam

dapat

ditempa,

dibengkokkan, atau dibentuk sesuai keinginan.

Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi


Hal ini dikarenakan atom-atom logam terikat oleh ikatan logam yang kuat. Untuk mengatasi
ikatan tersebut, diperlukan energi dalam jumlah yang besar.

Menghantarkan listrik dengan baik


Di dalam ikatan logam, terdapat elektronelektron bebas yang dapat membawa muatan
listrik. Jika diberi suatu beda tegangan, maka
elektron-elektron ini akan bergerak dari
kutub negatif menjadi kutub positif.

Menghantarkan panas dengan baik

Elektron-elektron yang bergerak bebas di


dalam kristal logam memiliki energi kinetik.
Jika

dipanaskan,

elektron-elektron

akan

memperoleh energi kinetik yang cukup untuk


dapat bergerak/bervibrasi dengan cepat. Dalam
pergerakannya, elektron-elektron tersebut akan
bertumbukkan dengan elektron-elektron lainnya. Hal ini menyebabkan terjadinya transfer
energi dari bagian bersuhu tingi ke bagian bersuhu rendah.

Mempunyai permukaan yang mengkilap

Di dalam ikatan logam, terdapat elektron-elektron bebas. Sewaktu cahaya jatuh pada
permukaan logam, maka elektron-elektron bebas akan menyerap energi cahaya tersebut.
Elektron-elektron akan melepas kembali energi tersebut dalam bentuk radiasi
elektromagnetik dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi cahaya awal. Oleh karena
frekuensinya sama, maka kita melihatnyta sebagai pantulan cahaya yang datang. Pantulan
cahaya tersebut memberikan permukaan logam tampak mengkilap.

Memberikan efek fotolistrik dan efek termionik


Apabila elektron bebas pada ikatan logam memperoleh
energi yang cukup dari luar, maka elektron tersebut dapat
lepas dari logam. Elektron tersebut dapat ditarik keluar
oleh suatu beda potensial positif. Jika energi yang
diperoleh elektron bebas berasal dari berkas cahaya,
maka fenomena pelepasan elektron dari logam disebut
efek fotolistrik. Sedangkan jika energi tersebut berasal
dari pemanasan, maka disebut efek termionik.
Contoh gambar ikatan logam

D. Pendekatan dan Metode Pembelajaran


Pendekatan

: scientific

Model

: Koopeeratif Tipe STAD

Metode

: Demonstrasi, diskusi, penugasan dan latihan

E Media, Alat, Sumber Pembelajaran


Media

: Ms. Power point, handout, dan Lembar Kerja Siswa

Alat

: LCD Proyektor, papan tulis, spidol.

Sumber

a. Johari, JMC dan Rachmawati, M., (2006), Kimia SMA dan MA untuk kelas X, Esis,
Jakarta
b. Purba, M., (2006), Kimia Untuk SMA kelas X, Erlangga, Jakarta

F Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama 3 x 45 menit
N
o
1.

Alokas
Kegiatan
Pendahuluan

Uraian Kegiatan

1.Guru mengkondisikan siswa agar siap mengikuti

Waktu
20

pelajaran

menit

2.Siswa berdoa sebelum memulai pelajaran


3.Guru mengulas materi yang telah disampaikan
pada

pertemuan

sebelumnya

dan

memberi

kesempatan kepada siswa untuk bertanya, serta


memotivasi siswa
4.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat materi yang akan dipelajari
5.Guru menyampaikan cakupan materi ikatan
kimia dan gaya-gaya antar molekul
2.

Kegiatan Inti

100

Mengamati
1.Siswa mengamati ciri-ciri unsur yang bisa
mengalami ikatan Hidrogen
2.Siswa membaca data titik didih beberapa
senyawa

dan

hubungannya

dengan

ikatan

Hidrogen serta gaya elektrostatik

Menanya
3.Siswa diberi pertanyaan mengapa suatu senyawa
bisa berikatan Hidrogen?
4.Siswa diberi pertanyaan mengapa ada senyawa
yang titik didihnya tidak mengikuti pola umum?
5.Siswa diberi pertanyaan mengapa senyawa bisa
mengalami perubahan sifat jika telah mengalami

menit

ikatan Hidrogen

Pengumpulan data
6. Melalui diskusi kelompok siswa membahas
pembentukan ikatan Hidrogen
7. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis
sifat senyawa yang berikatan Hidrogen
8. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis
hubungan antara keelektronegatifan unsur dengan
kecenderungan interaksi antar molekulnya
Mengasosiasi
9.Melalui diskusi kelompok siswa menyimpulkan
bahwa jenis ikatan kimia berpengaruh kepada sifat
fisik materi..
Mengkomunikasikan
10.Secara berkelompok siswa mempresentasikan
proses terbentuknya ikatan Hidrogen kaitannya
dengan sifat fisis logam menggunakan model
sederhana
11.Secara berkelompok siswa mempresentasikan
proses terbentuknya gaya antar molekul
3.

Penutup

menggunakan model sederhana


1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan
tentang ikatan Hidrogen
2. Guru meminta siswa mencatat soal penugasan
mengenai ikatan Hidrogen
3. Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam

15
menit

Pertemuan kedua 3 x 45 menit


N
o
1.

Alokas

Kegiatan
Pendahuluan

Uraian Kegiatan

1.Guru mengkondisikan siswa agar siap mengikuti

Waktu
20
menit

pelajaran
2.Siswa berdoa sebelum memulai pelajaran
3.Guru mengulas materi yang telah disampaikan
pada

pertemuan

sebelumnya

dan

memberi

kesempatan kepada siswa untuk bertanya serta


memotivasi siswa.
4.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat materi yang akan dipelajari
5.Guru menyampaikan cakupan materi ikatan
kimia dan gaya-gaya antar molekul
2.

Kegiatan Inti

Mengamati
1.Siswa mengamati ciri-ciri unsur yang bisa
mengalami ikatan Hidrogen, gaya Van der Waals
dan gaya London
2.Siswa membaca data titik didih beberapa
senyawa dan hubungannya dengan ikatan Hidrogen
serta gaya elektrostatik
Menanya
3.Siswa diberi pertanyaan mengapa suatu senyawa
bisa mengalami gaya Van der Waals dan gaya
London

100
menit

4.Siswa diberi pertanyaan mengapa ada senyawa


yang titik didihnya tidak mengikuti pola umum?
5.

siswa

diberi

pertanyaan

kaitan

gaya

antarmolekul dengan sifat fisis senyawa.


Pengumpulan data
6. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis
sifat senyawa yang bisa mengalami gaya Van der
Waals dan gaya London
7. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis
hubungan antara keelektronegatifan unsur dengan
kecenderungan interaksi antar molekulnya
Mengasosiasi
8.Melalui diskusi kelompok siswa menyimpulkan
bahwa jenis ikatan kimia berpengaruh kepada sifat
fisik materi..
Mengkomunikasikan
9.Secara berkelompok siswa mempresentasikan
proses terbentuknya ikatan Hidrogen serta gaya
Van der Waals dan gaya London dan kaitannya
dengan sifat fisis logam menggunakan model
sederhana
10 .Secara berkelompok siswa mempresentasikan
proses terbentuknya gaya antar molekul
menggunakan model sederhana

3.

Penutup

1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan

15

tentang ikatan Hidrogen, gaya Van der Waals dan

menit

gaya London
2. Guru meminta siswa mencatat soal penugasan
mengenai ikatan Hidrogen, gaya Van der Waals dan
gaya London
3. Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk
materi berikutnya
4. Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam

Pertemuan ketiga 3 x 45 menit


N
o
1.

Alokas

Kegiatan
Pendahuluan

Uraian Kegiatan

1.Guru mengkondisikan siswa agar siap mengikuti

Waktu
20
menit

pelajaran
2.Siswa berdoa sebelum memulai pelajaran
3.Guru mengulas materi yang telah disampaikan
pada

pertemuan

sebelumnya

dan

memberi

kesempatan kepada siswa untuk bertanya serta


memotivasi siswa.
4.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat materi yang akan dipelajari

5.Guru menyampaikan cakupan materi sifat fisis


senyawa
2.

Kegiatan Inti

100

Mengamati
1.Siswa mengamati sifat fisis dari senyawa ion,
kovalen dan logam
2.Siswa membedakan sifat fisis dari senyawa ion,
kovalen dan logam
Menanya
3.Siswa diberi pertanyaan mengapa suatu senyawa
bisa mengalami perbedaan sifat fisis dengan sifat
atomnya
4.Siswa diberi pertanyaan mengapa ada senyawa
yang titik didihnya tidak mengikuti pola umum?
5.

siswa

diberi

pertanyaan

kaitan

gaya

antarmolekul dengan sifat fisis senyawa.


Pengumpulan data
6. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis
sifat

senyawa

yang

sering

dijumpai

dalam

kehidupan sehari-hari
7. Melalui diskusi kelompok siswa menganalisis
hubungan antara ikatan kimia dengan adanya sifat
fisis senyawa
Mengasosiasi
8.Melalui diskusi kelompok siswa menyimpulkan
bahwa jenis ikatan kimia berpengaruh kepada sifat
fisik senyawa..
Mengkomunikasikan
9.Secara berkelompok siswa mempresentasikan
sifat-sifat fisik yang terbentuk dari ikatan kovalen,
ion, dan logam.

menit

10 .Secara berkelompok siswa mempresentasikan


produk senyawa ion, kovalen dan logam yang
sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari
3.

Penutup

15

1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan

menit

tentang sifat fisis senyawa


2. Guru meminta siswa mencatat soal penugasan
mengenai sifat fisis senyawa
3. Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam

G Penilaian Hasil Pembelajaran


1

Tes hasil belajar (penguasaan konsep) kimia menggunakan peskoran (setiap soal diberi
skor 1 bila jawaban benar, dan skor nol bila salah).

Penilaian Sikap (perilaku) menggunakan rubrik penilaian perilaku

Penilaian keterampilan mengolah data hasil percobaan menggunakan rubrik kinerja

A Penilaian kognitif
NO

NAMA

NO SOAL
1

SKOR =

JUMLAH JAWABAN BENAR


X 100
10

B Penilaian Afektif

SKOR
4

...

Pengamatan Afektif

No.

Aspek yang Dinilai

1.
2.
3.

Rasa ingin tahu


Teliti mengolah data informasi
Ketekunan dan tanggung jawab dalam belajar dan

4.

bekerja, baik secara individu maupun berkelompok


Keterampilan berkomunikasi pada saat belajar

No.

Rubrik Penilaian Afektif


Aspek yang Dinilai

Skor
3

1.

Menunjukkan rasa ingin

tahu

Rubrik
Menunjukkan rasa ingin tahu yang
besar, antusias, aktif dalam kegiatan
kelompok
Menunjukkan rasa ingin tahu, namun
tidak terlalu antusias, dan baru terlibat
aktif dalam kegiatan kelompok ketika

disuruh
Tidak menunjukkan antusias dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam
kelompok walaupun telah didorong

2.

Teliti

mengolah

data

informasi
1

untuk terlibat
Menganalisis

informasi

dan

mengolahnya

sehingga

bisa

menjelaskan dengan lengkap


Menganalisis
informasi
dan
mengolahnya
namun
dalam
menjelaskannya kurang lengkap
Menganalisis

informasi

mengolahnya

namun

dan
dalam

menjelaskannya kurang lengkap dan


tidak benar

Keter

3.

3
Ketekunan dan tanggung
jawab dalam belajar dan
bekerja

baik

individu

secara

maupun

kelompok

4.

Berkomunikasi

Tekun
dengan

dalam
hasil

menyelesaikan
terbaik

tugas

yang

bisa

dilakukan, berupaya tepat waktu


Berupaya
tepat
waktu
dalam
menyelesaikan tugas, namun belum
menunjukkan upaya terbaiknya
Tidak
berupaya
sungguh-sungguh
dalam

menyelesaikan

tugasnya tidak selesai


Aktif dalam tanya
mengemukakan

tugas,
jawab,

gagasan

dan
dapat

atau

ide,

menghargai pendapat siswa lain


Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut
mengemukakan

gagasan

atau

ide,

menghargai pendapat siswa lain


Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut
mengemukakan gagasan atau ide, dan
kurang menghargai pendapat siswa lain

c. Penilaian Psikomotorik

No

Pengamatan Afektif
Aspek yang dinilai

.
1.

Menjelaskan kembali materi

2.

yang telah disampaikan guru


Mampu menjelaskan tentang
gaya antar molekul dan sifat

3.

fisis senyawa
Mampu

menganalisis

penyebab terjadinya interaksi


antar molekul dan perbedaan
sifat fisis antara senyawa ion,
kovalen dan logam

Skor
B
C

Keterangan
D


No
1

Rubrik Penilaian Afektif


Aspek Yang Dinilai
Kriteria
Menjelaskan kembali materi yang telah A : Menjelasan ulang materi dengan
disampaikan guru

persentase kebenaran 100%


B : Menjelaskan ulang materi dengan
benar dengan persentase kebenaran 75%
C : Menjelaskan ulang materi dengan
benar dengan persentase kebenaran 50%
D : Menjelaskan ulang materi dengan

benar dengan persentase kebenaran 25%


Mampu menjelaskan tentang gaya A : Mampu menjelaskan tentang gaya
antar molekul dan sifat fisis senyawa

antar

molekul

dan

sifat

senyawa

seluruhnya
B : Mampu menjelaskan tentang gaya
antar molekul dan sifat fisis senyawa
hanya sebagian materi
C : Mampu menjelaskan salah satu
diantara gaya antar molekul dan sifat
fisis senyawa
D

Tidak

mampu

menjelaskan

keduanya, baik tentang gaya antar


3

Mampu

menganalisis

molekul maupun sifat fisis senyawa.


penyebab A : Mampu menganalisis penyebab

terjadinya interaksi antar molekul dan terjadinya interaksi antar molekul dan
perbedaan sifat fisis antara senyawa perbedaan sifat fisis antara senyawa ion,
ion, kovalen dan logam

kovalen dan logam secara lengkap


B : Mampu menganalisis penyebab
terjadinya interaksi antar molekul dan
perbedaan sifat fisis antara senyawa ion,
kovalen dan logam hanya sebagian
C : Mampu menganalisis penyebab

terjadinya interaksi antar molekul saja


atau perbedaan sifat fisis antara senyawa
ion, kovalen dan logam saja.
D

Tidak

penyebab

mampu

terjadinya

menganalisis

interaksi

antar

molekul dan perbedaan sifat fisis antara


senyawa ion

SOAL
1. Ikatan yang terjadi dalam molekul (antara atom N dengan atom H) dan antar
molekul NH3 adalah
A. Kovalen dan Van Der Walls
B. Ion dan gaya disperse
C. Kovalen Koordinat dan Gaya dipiol-dipol
D. Kovalen dan Ikatan Hidrogen
E. Kovalen dan Gaya Lndon
2. Ikatan yang terdapat antara atom atom H dalam molekul gas hydrogen adalah.
A. Ikatan ion
B. Ikatan logam
C. Ikatan kovalen
D. Ikatan kovalen koordinat
E. Ikatan hydrogen
3. Penyebab adanya gaya london adalah
A. adanya gaya tarik menarik antarmolekul dalam senyawa nonpolar

B. adanya gaya tarik menarik antarmolekul dalam senyawa polar


C. adanya dipol sesaat yang mampu menimbulkan tarik-menarik atar molekul
D. adanya kemampuan tarik menarik dari salah satu molekul
E. adanya ikatan hidrogen di antara molekulnya
4. Molekul-molekul berikut ini dapat membentuk gaya antarmolekul. Gaya antarmolekul yang
paling kuat adalah
A. HF dan HCl

D. HCl dan H2

B. HF dan HI

E. H2 dan Cl2

C. HCl dan Cl2


5. Antar molekul diatomik dapat membentuk gaya antarmolekul karena adanya gaya London.
Sesuai

dengan

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

gaya london,

diatomik berikut yang memiliki gaya Van der Waals paling kuat adalah
A. H2 dan N2

D. N2 dan O2

B. N2 dan Cl2

E. Cl2 dan O2

C. H2 dan Cl2
6. Dampak ikatan logam terhadap sifat fisis logam adalah..
a. logam tidak dapat menghantar panas/listrik
b. logam dapat ditempa
c. logam mempunyai titik didih yang rendah
d. logam tidak mengilap
e. logam mempunyai titik lebur yang rendah
tabel untuk soal No 7-9
Zat

Titik leleh (oC)

Daya hantar listrik

antarmolekul

Fase padat
Fase cair
A
115
Buruk
Buruk
B
660
Buruk
Baik
C
1.500
Baik
Baik
D
-50
Buruk
Buruk
E
1.610
Buruk
Buruk
7. Berdasarkan tabel diatas, manakah yang merupakan senyawa ion:
a. zat B

d. zat C

b. zat A

e. zat E

c. zat D
8. Berdasarkan tabel diatas, manakah yang merupakan senyawa kovalen..
a

zat B

d. zat A dan D

zat E

e. zat D dan E

zat C

9. Berdasarkan tabel diatas, manakah yang merupakan senyawa logam..


a

zat C

zat E

zat C dan E

zat D

zat B

10. berdasarkan tabel manakah yang merupakan senyawa ion dan senyawa kovalen
a

zat A dan D

zat D dan E

zat B dan zat C

zat A dan zat C

zat B.

Anda mungkin juga menyukai