Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

KONSEP KEPRIBADIAN YANG SEHAT


(Menurut Freud & Rogers)
Disusun untuk memenuhi tugas :
Mata Kuliah

: Kesehatan Mental

Dosen Pengampu

: A.Tabiin, M. Pd

Disusun Oleh:
Kelompok 2
Izza Zulfana

2041112032

Evana

2041112033

Kelas A

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)


PEKALONGAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan gerakan Kesehatan Mental dan


pergeseran cara pandang mengenai karakteristik individu yang sehat
mental, maka muncullah pembahasan mengenai kepribadian sehat,
dalam ranah psikologis. Tidak dapat dipungkiri bahwa individu yang sehat
mental tidak dapat terlepas dari perasaan perasaan sedih, marah,
kecewa,

bahkan

depresi

sekalipun.

Akan

tetapi,

mereka

memiliki

kemampuan untuk bangkit, mengendalikan , dan mengelolah emosi


negatif tersebut. Pribadi yang sehat juga memiliki kemampuan mengasah
bakat dan keterampilan mereka sehingga dapat bertahan dari masalah
serta berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam psikologis menjelaskan proses terbentuknya kepribadian
sehat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari hari untuk mencapai
individu yang tidak sekedar sehat secara mental , tetapi mampu bertahan
dari permasalahan hidup dan mengasah kemampuan kemampuan
mentalnya.

BAB II
PEMBAHASAN

KONSEP KEPRIBADIAN YANG SEHAT


A. Pengertian Kepribadian
Istilah istilah yang dikenal dalam kepribadian adalah :
a. Mentality, yaitu situasi mental yang dihubungkan dengan kegiatan
mental

atau

intelektual.

Pengertian

secara

difinitif

yang

dikemukakan dalam Oxford Dictionary adalah Intelectual Power


Integrated activity of the organism.
b. Personality, menurut Wibters Dictionary :
a. The totality of personality characteristic.
b. An integrated group of consriturion

of

trends

behavior

tendenciesact.
c. Individuality, adalah sifat khas seseorang yang menyebabkan
seseorang mempunyai sifat yang berbeda dari orang lainnya.
d. Identity, yaitu sifat kedirian sebagai suatu kesatuan dan sifat-sifat
mempertahankan dirinya terhadap sesuatu dari luar (Unity and
Persistance of personality).1
Kepribadian (personality) berasal dari bahasa Yunani per dan
sonare, yang berarti topeng , dan kata personare yang berarti pemain
sandiwara, yaitu pemain yang memakai topeng tersebut. Secara umum
kepribadian ( personality ) merupakan suatu pola watak yang relative
permanen, dan sebuah karakter unik yang memberikan konsistensi
sekaligus

individualitas

memberikan

konstribusi

bagi
bagi

perilaku

seseorang.

Watak

perbedaan-perbedaan

individu

traits

dalam

perilakunya, konsistensi perilakunya sepanjang waktu, dan stabilitas


1 Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), hlm.121.

perilaku tersebut disetiap situasi. Sedangkan karakter ( characteristic )


adalah kualitas unik seseorang yang mencakup atribut-atribut, seperti
temperamen, fisik, dan intelegensia.2
Allpor mengatakan bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis
dalam diri individu yang terdiri atas berbagai sistem psikofisik yang
bekerja

sebagai

penentu

tunggal

dalam

menyesuaikan

diri

pada

lingkungannya.
Ross

Stanger,

mengartikan

kepribadian

dalam

dua

macam.

Pertama, kepribadian sebagai topeng yaitu kepribadian yang berpurapura, yang dibuat-buat , semu atau mengandung kepalsuan. Kedua,
kepribadian sejati adalah kepribadian yang sesungguhnya.
Kemudian, Wethrington, menyimpulkan bahwa kepribadian memiliki
ciri ciri sebagai berikut :
a. Manusia karena ketentuannya mula mula hanya merupakan
individu, dan malah menjadi suatu pribadi setelah mendapat
pengaruh dari lingkungan sosialnya dengan cara belajar.
b. Kepribadian adalah istilah untuk menamakan tingkah

laku

seseorang yang secara terintegrasi merupakan satu kesatuan.


c. Kepribadian untuk menyatakan pengertian tertentu yang ada pada
pikiran orang lain, dan pikiran tersebut ditentukan oleh nilai
perangsang sosial seseorang.
d. Kepribadian tidak menyatakan sesuatu yang bersifat statis seperti
bentuk badan, ras, akan tetapi merupakan gabungan dari keluruhan
dan kesatuan tingkah laku seseorang.
e. Kepribadian tidak berkembang secara pasif, tetapi setiap pribadi
menggunakan kapasitasnya secara aktif untuk menyesuaikan diri
kepada lingkungannya.3
B. Kepribadian Sehat

2 Arie Arumwardani, Psikologi Kesehatan, (Yogyakatra: Galangpres, 2011), hlm. 59.


3 Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), hlm.122-123.

Kepribadian sehat adalah suatu konsep yang sampai sekarang


masih menjadi perdebatan hangat. Sehingga definisinya pun juga hanya
menurut para ahli yang menganut suatu aliran tertentu atau madzhab
tertentu. Secara universal orang yang dikatakan memiliki kepribadian
sehat adalah orang yang dinilai sehat dari berbagai macam aspek , baik
itu aspek psikologis, sosial, fisik, maupun religiusnya.4
a) Kepribadian sehat menurut Rogers
Carl

Rogers

adalah

seorang

psikolog

yang

terkenal

dengan

pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered).


Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai
terapis selama bertahun tahun. Teori Rogers mirip dengan pendekatan
Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena
Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat.
Pokok pokok teori menurut Rogers antara lain yaitu :
a. Organisme, yaitu keseluruhan individu, organisme memiliki sifat
sifat verikut :
o Organisme
phenomenal

bereaksi
dengan

sebagai

keseluruhan

maksud

kebutuhannya.
o Organisme
mempunyai

satu

terhadap

memenuhi
motif

medan

kebutuhan
dasar

yaitu,

mengaktualisasikan, mempertahankan dan mengembangkan diri.


o Organisme mungkin melambangkan pengalamanya sehingga hal
itu disadari atau mungkin menolak pelambangan itu, sehingga
pengalaman pengalaman itu tak disadari atau mungkin juga
organism itu tak memperdulikan pengalaman pengalamannya.
b. Medan Phenomenal, yaitu keseluruhan pengalaman. Medan
Phenomenal punya sifat disadari atau tak disadari, tergantung
apakah pengalaman yang mendasari medan phenomenal itu
dilambangkan atau tidak.
c. Self, yaitu bagian medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan
terdiri dari pola pola pengamatan dan penilaian sadar daripada I
dan Me. Self mempunyai bermacam macam sifat :
4 Alwisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM Press, 2009), hlm 20

o Self berkembang dari interaksi organism dengan lingkungannya.


o Self mungkin menginteraksikan nilai nilai orang lain dan
mengamatinya dalam cara (bentuk) yang tidak wajar.
o Organisme mengejar (menginginkan) Consistency (keutuhan atau
kesatuan, keselarasan).
o Organisme bertingkah laku dalam cara yang selaras (consisten)
dengan self.
o Pengalaman pengalaman yang tak selaras dengan struktur self
diamati sebagai ancaman.
Jadi, kepribadian yang sehat menurut Carl Rogers berdasarkan teori
selfnya adalah manusia yang mampu berinteraksi dengan lingkungannya
secara

baik

demi

memenuhi

kebutuhannya

serta

mampu

mengaktualisasikan, mempertahankan dan mengembangkan diri.5


b) Kepribadian sehat menurut Sigmund Freud
Menurut Freud , kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan
antara id, ego, dan superego.
o Das Es / id
Lapisan jiwa yang tidak sadar yang dalam bahasa Inggris disebut
the id, dalam bahasa jerman disebut das Es. Dalam buku ini ketiga
macam istilah tadi, das es, the id, dan lapisan tidak sadar, dipakai
silih berganti dengan arti yang sama. Das Es sebagai suatu sistem
dari sistem total kepribadian mempunyai :
- Fungsi
- Sifat
- Komponen
- Prinsip kerja
- Dinamisme
- Mekanisme
o Ego
Ego merupakan subsistem kedua dari kepribadian. Ego dibentuk
oleh das es. Ego itu terbentuk karena individu sebagai organisme
mempunyai kebutuhan kebutuhan yang memerlukan transaksi
transaksi (hubungan-hubungan kerja)yang sesuai dengan dunia
kenyataan yang objektif. Karena das Es mempunyai keinginan
5 Ibid,. Hlm 51-52

keinginan, tetapi tidak cukup dipenuhi dengan proses primer, maka


perlu dipenuhi secara nyata sesuai dengan tuntutan hidup manusia
budaya dimasyrakat. Karena das Es tidak dapat melaksanakan
sendiri, maka tugas itu diserahkan atau didelegasikan kepada Ego.
Jadi ego menjadi badan eksekutif dari das Es dengan hak untuk
mengatur atau memenej (mengelolah) segalanya. Artinya , ego
dapat menyeleksi, menerima, menunda, atau jika perlu menolak,
terhadap keinginan keinginan dari das Es. Kemudian ego meneliti
kepada dunia nyata, apakah keinginan tadi ada objeknya atau tidak,
lalu Ego mengorganisir tindakan untuk melaksanakan tugas yang
telah diputuskannya. Di sini dorongan dorongan atau nafsu nafsu
dari das Es yang telah diseleksi tadi lalu dioper menjadi keinginan
dan kemauan Ego.
o Super Ego
Super Ego sebagai suatu sistem yang ketiga dari sistem kepribadian
secara totalitas. Super Ego adalah sistem kepribadian yang ketiga
dan yang terakhir yang dikonsepsikan oleh Freud. Super ego adalah
perwujudan internal dari nilai nilai dan cita cita tradisional
masyarakat sebagaimana diterangkan oleh orang tua kepada anak
anak. Nilai nilai dan cita cita ini dilaksanakan dengan cara
memberi hadiah hadiah , jika sesuai dengan norma, atau hukuman
hukuman , jika menyimpang dari norma.
Karena super Ego bekerja atas prinsip moralitas tinggi, maka
perannya ialah:
a. Super Ego memegang wewenang moral dalam kepribadian.
b. Super Ego mencerminkan yang ideal dan bukan yang riiil.
c. Super Ego memperjuangkan kesempurnaan dan bukan
kenikmatan.
d. Super Ego terutama

memerhatikan

untuk

memutuskan

apakah sesuatu itu benar atau salah agar dapat bertindak


sesuai dengan norma norma moral yang diakui oleh wakil
wakil masyarakat.
e. Super Ego sebagai wakil tingkah laku yang diinternalisasikan
berkembang dengan memberikan respons terhadap hadiah

hadiah atau hukuman hukuman yang diberikan oleh orang


tua.6
c) Kepribadian sehat menurut Erich Fromm
C. Konsep konsep dalam Kepribadian Sehat
Kepribadian sehat merupakan proses yang berlangsung terus
menerus dalam kehidupan manusia, sehingga kualitasnya dapat menurun
atau naik. Hal ini yang akan mempengaruhi kondisi kesehatan mental
individu tersebut. Berbagai pendekatan dalam psikologis konsep konsep
kepribadian sehat , antara lain :7
Konsep Teori Rogers
Teori Psikodinamik. Teori psikodinamik menjelaskan individu yang
memiliki kepribadian sehat sebagai individu yang :
a. Mampu untuk mencintai & bekerja (lieben und arbeiten)
(freud) : individu mampu peduli pada orang lain secara mendalam ,
terikat dalam suatu hubungan yang intim dan mengarahkannya
dalam kehidupan kerja yang produktif.
b. Memiliki ego strength
Ego dari individu yang berkepribadian sehat memiliki kekuatan
mengendalikan dan mengatur id dan superego-nya, sehingga
ekspresi primitif id berkurang dan ekspresi yang sesuai dengan
situasi

yang

muncul

tanpa

adanya

berlebihan.
c. Merupakan Creative self
(Jung & Adler) , mengungkapkan

represi

dari

bahwa

ego

secara

individu

yang

berkepribadian sehat merupakan self yang memiliki kekuatan untuk


mengarahkan perilaku mengembangkan potensi yang dimilikinya.
d. Mampu melakukan kompensasi bagi perasaan inferiornya
(Adler), juga menambahkan bahwa individu haruslah menyadari
ketidaksempurnaan dirinya dan mampu mengembangkan potensi
yang ada untuk mengimbangi kekurangannya tersebut.
6 Ki Fudyartanta, Psikologi Kepribadian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hlm. 134-142.
7 Alwisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM Press, 2009), hlm hlm. 75-77

e. Memiliki hasil yang positif dalam setiap tahap interaksinya dengan


lingkungan sosial (Erikson), setiap keberhasilan dalam tiap tahap
psikososial yang diungkapkan Erikson memberikan kontribusi pada
individu yang sehat kepribadiannya.
Teori Eksistensi Humanistik. Fokus dalam pembahasan kepribadian
sehat adalah fungsi dari individu yang sehat secara psikologis. Adapun
karakteristiknya adalah:
a.
b.
c.
d.

Mengalami hidup saat ini & masa datang.


Terbuka terhadap pengalaman baru.
Mengekspresikan ide dan perasaanya.
Terlibat dalam aktivitas yang bermakna,

memiliki

perasaan

bermakna serta mengalami pengalaman puncak.


e. Mampu membuat perubahan besar dalam hdiupnya, sehingga
memiliki cara dalam menginterprestasikan pengalaman, berjuang
menuju tujuan baru, dan bertindak dengan bebas.
f. Saya adalah saya, yaitu memiliki nilai dan cara sendiri untuk
membangun peristiwa , dan memahami konsekuensi atau resiko
sehingga dapat mengatisipasi dan mengendalikan situasi tersebut.
Teori Pensifatan (Trait). Teori pensifatan memiliki asumsi bahwa faktor
herediter mempengaruhi kepribadian seseorang. Hal tersebut membuat
teori trait menjelaskan kepribadian sehat sebagai bentuk kompilasi antara
sifat sifat yang diturunkan ke individu dengan kemampuan individu
menyesuaikan diri dengan sifat tersebut dan lingkungannya. Pribadi yang
sehat adalah individu yang mampu menemukan potensi positif dalam sifat
sifat yang ada untuk menjadi apa yang diinginkannya. Adapun bentuk
bentuk penyesuaian dalam perspektif teori trait, dicontohkan sebagai
mereka yang mampu mencari jenis pekerjaan dan aktivitas sosial yang
sesuai dengan sifat sifat yang dimilikinya.
Konsep Teori Erich Fromm
Konsep Teori Erich Fromm :8

8 Ibid,.

Loneliness: Manusia merasa kesepian , sunyi dan terasingkan.


Isolation
: Manusia terpisah dari manusia lain.
Sense of belongness
: Mencari ikatan baru, rasa memiliki.
The Meaning of life
: Arti hidup.

Kondisi dasar eksistensi manusia ada 2 aspek :


a. Aspek Binatang; memiliki kebutuhan fisiologis tertentu yang harus
segerah dipuaskan.
b. Aspek Manusia memiliki kesadaran diri, pikiran dan khayal.
Jadi dari 2 kondisi eksistensi manusia diatas tersebut menimbulkan 5
kebutuhan :
1) Keterhubungan
Kebutuhan orang untuk berhubungan dengan orang lain (saling
mencintai, menghargai) dengan membentuk kelompok.
2) Transedensi
Kebutuhan yang menyebabkan manusia memiliki daya kreatif guna
menciptakan sesuatu yang baru terutama berwujud kebudayaan.
3) Keterberakaran
Kebutuhan manusia untuk bersatu yang menyebabkan manusia
ingin menjadi bagian yang integral dengan dunianya.
4) Identitas
Menjadikan manusia individual berbeda dengan yang lain.
5) Kerangka Orientasi
Kebutuhan mengenai cara cara yang diterapkan

dalam

memandang , memahami dunianya atau dirinya.


Konsep Teori Sigmund Freud
Freud membagi mind ke dalam consciousness, preconsciousness, dan
unconsciousness. Dari ketiga aspek kesadaran unconsciousness adalah
yang paling dominan dan paling penting dalam menentukan perilaku
manusia (analoginya dengan gunung es). Di dalam unconsciousness
tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis yang besar dan instink.
Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara consciousness dan
unconsciousness, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja.
Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu satunya
bagian

yang

memiliki

kontak

langsung

dengan

realitas.

Freud

mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan

mind apparatus, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud


dan menjadi konstruknya yang terpenting , yaitu id, ego , dan super ego.

D. Ciri Ciri Kepribadian Sehat dan Tidak Sehat


Setiap individu memiliki ciri ciri kepribadian tersendiri, mulai dari
yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat.
Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri ciri
kepribadian yang sehat dan tidak sehat , sebagai berikut :

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

a.
b.
c.
d.

Kepribadian yang sehat


Mampu menilai diri sendiri secara secara realistik.
Mampu menilai situasi secara realistik.
Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik.
Menerima tanggung jawab.
Kemandirian.
Dapat mengontrol emosi.
Berorientasi tujuan.
Berorientasi keluar.
Penerimaan sosial.
Memiliki filsafat hidup.
Berbahagia.
Kepribadian yang tidak sehat
Mudah marah (tersinggung).
Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan.
Sering merasa tertekan (stress atau depresi).
Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang

usianya lebih mudah atau terhadap binatang.


e. Ketidak mampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang
f.
g.
h.
i.

meskipun sudah diperingati atau dihukum.


Kebiasaan berbohong.
Kurang memiliki rasa tanggung jawab.
Senag mengkritik atau mencemooh orang lain.
Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama.
BAB III
KESIMPULAN

9 Ibid,. Hlm 88

Jadi, kepribadian yang sehat menurut Carl Rogers berdasarkan teori


selfnya adalah manusia yang mampu berinteraksi dengan lingkungannya
secara

baik

demi

memenuhi

kebutuhannya

serta

mampu

mengaktualisasikan, mempertahankan dan mengembangkan diri.


Sedangkan menurut Freud kunci kepribadian yang sehat adalah id,
ego, dan superego. Dimana id adalah lapisan jiwa yang tidak sadar yang
dalam bahasa Inggris disebut the id, dalam bahasa jerman disebut das Es.
Dalam buku ini ketiga macam istilah tadi, das es, the id, dan lapisan tidak
sadar, dipakai silih berganti dengan arti yang sama. Das Es sebagai suatu
sistem dari sistem total kepribadian. Ego merupakan subsistem kedua dari
kepribadian. Ego dibentuk oleh das es. Ego itu terbentuk karena individu
sebagai organisme mempunyai kebutuhan kebutuhan yang memerlukan
transaksi transaksi (hubungan-hubungan kerja)yang sesuai dengan
dunia kenyataan yang objektif. Sedangkan Super Ego sebagai suatu
sistem yang ketiga dari sistem kepribadian secara totalitas. Super Ego
adalah

sistem

kepribadian

yang

ketiga

dan

yang

terakhir

yang

dikonsepsikan oleh Freud. Super ego adalah perwujudan internal dari nilai
nilai dan cita cita tradisional masyarakat sebagaimana diterangkan
oleh orang tua kepada anak anak.

DAFTAR PUSTAKA

Ramayulis, Psikologi Agama, Jakarta: Kalam Mulia, 2002.


Arumwardani, Arie , Psikologi Kesehatan, Yogyakarta: Galangpress, 2011.
Fudyartanta, Ki, Psikologi Kepribadian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Alwisol, Psikologi Kepribadian, Malang: UMM Press, 2009.