Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK IRIGASI DAN DRAINASE


PENGUKURAN IRIGASI BERTEKANAN SERTA
MENENTUKAN DEBIT DAN HEAD OPTIMUM POMPA
IRIGASI
Oleh :
KELOMPOK 7
1. Citra Noer Intan Purwadi F44120010
2. M. Didik Nugraha F44120037
3. Nur Padliah F44120043
4. Denny Syafrudin F44120049
5. Angga Warsito F44120052

Dosen Pengajar :
Sutoyo, S. TP., M. Si.
Dr. Satyanto Krido Saptomo, S. TP., M. Si.

Asisten Praktikum
1. Muhammad Ridwan F44110015
2. Mega Puspita F44110004

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pipa adalah saluran tertutup yang biasanya berpenampang lingkaran yang
digunakan untuk mengalirkan fluida dengan tampang aliran penuh. Fluida yang di
alirkan melalui pipa bisa berupa zat cair atau gas dan tekanan bisa lebih besar atau
lebih kecil dari tekanan atmosfer. Apabila zat cair di dalam pipa tidak penuh maka
aliran termasuk dalam aliran saluran terbuka atau karena tekanan di dalam pipa
sama dengan tekanan atmosfer (zat cair di dalam pipa tidak penuh), aliran temasuk
dalam pengaliran terbuka. Karena mempunyai permukaan bebas, maka fluida yang
dialirkan dalah zat cair. Tekanan dipermukaan zat cair disepanjang saluran terbuka
adalah tekanan atmosfer (Olson 1993).
Pada umumnya pompa mempunyai dua pipa, yaitu: pipa hisap dan pipa
hantar/buang. Pipa hisap merupakan pipa hisap dari suatu pompa sentrifugal
mempunyai peranan penting dalam keberhasilan kerja dari pompa tersebut.
Rancangan yang buruk dari suatu pipa hisap akan menyebabkan Net Positive
Suction Head (NPSH) yang tidak mencukupi, timbul getaran, suara berisik akibat
pukulan air (water hammer), keausan dan sebagainya. Mengingat tekanan pada
bagian masuk pompa adalah hisapan (negatif) dan katupnya harus dibatasi untuk
menghindari kavitasi, maka harus diusahakan agar kerugian pada pipa hisap sekecil
mungkin. Untuk maksud ini diusahakan agar diameter pipa hisap cukup besar dan
dihindarkan adanya belokan. Pipa hantar merupakan sebuah katup searah (check
valve) harus dipasang pada pipa hantar dalam posisi dekat dengan pompa dengan
maksud untuk menghindari water hammer dan mengatur pengeluaran pompa.
Ukuran dan panjang pipa hantar tergantung dari kebutuhan (Frank 1994).
Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan
cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari
daerah bertekanan rendah ke daerah yang bertekanan tinggi dan juga sebagai
penguat laju aliran pada suatu sistem jaringan perpipaan. Hal ini dicapai dengan
membuat suatu tekanan yang rendah pada sisi masuk atau suction dan tekanan yang
tinggi pada sisi keluar atau discharge dari pompa (Sularso 1987). Pada prinsipnya,
pompa mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran fluida. Energi yang
diterima oleh fluida akan digunakan untuk menaikkan tekanan dan mengatasi
tahanan tahanan yang terdapat pada saluran yang dilalui.
Pompa juga dapat digunakan pada proses - proses yang membutuhkan tekanan
hidraulik yang besar. Hal ini bisa dijumpai antara lain pada peralatan - peralatan
berat. Dalam operasi, mesin-mesin peralatan berat membutuhkan tekanan discharge
yang besar dan tekanan isap yang rendah. Akibat tekanan yang rendah pada sisi isap
pompa maka fluida akan naik dari kedalaman tertentu, sedangkan akibat tekanan
yang tinggi pada sisi discharge akan memaksa fluida untuk naik sampai pada
ketinggian yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis pompa
adalah fungsi terhadap instalasi pemipaan, kapasitas, head, viskositas, temperatur
kerja dan jenis motor penggerak (Maryono 2003). Salah satu kegunaan pompa pada
kegiatan irigasi adalah untuk membantu proses irigasi bertekanan.
1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan head optimum dan debit optimum
yang dihasilkan oleh poma air.

II METODOLOGI
Praktikum ini dilakukan pengukuran debit dan tekanannya pada pompa irigasi,
serta menghitung head optimum dan debit optimum yang dihasilkan oleh pompa
air tersebut. Praktikum ini berlangsung selama tiga jam dimulai pada pukul 08.00
WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB. Praktikum ini dilakukan di Laboratorium
Hidrolika dan Hidromekanika. Alat dan bahan yang digunakan yaitu pompa air,
meteran atau pita ukur, penggaris, stopwatch, alat tulis. Langkah-langkah yang akan
dilakukan dalam praktikum ini dapat dilihat pada gambar 1.

Pengukuran

Pengukuran head

Pengukuran debit

panjang pipa hisap

static.

pada 4 tekanan

dengan meteran.

berbeda.

Hitung WHP dan

Catat waktu

Masing-masing

efisiensi, jika nilai

pengukuran

debit diukur 3 kali

SHP = 3,5.

masing-masing

pengulangan.

debit.

Hitung head

Buat grafik hubungan head dan

tekanan.

efisiensi terhadap debit. Cari debit


optimum dan head optimunya.

Gambar 1 Skema penentuan debit optimum dan head optimum.

Persamaan yang digunakan untuk menghitung debit (Q):

= .....................................................................................................(1)
Persamaan yang digunakan untuk menghitung WHP:

=
......................................................................(2)
75
Persamaan yang digunakan untuk menghitung efisiensi:

= 100 %.................................................................(3)
Persamaan yang digunakan untuk menghitung tekanan (P):

= 0,01019716 ........................................................................................(4)

Persamaan yang digunakan untuk menghitung head tekanan:

() = 0,1 (2 )..................................................(5)
Keterangan:
P = Tekanan (KN/m2)
Po = Tekanan awal (kg/cm2/Psi)
H = Head tekanan (m)
WHP = Water Horse Power (kw)
Eff = Efesiensi (%)
Q = Debit (L/det)
V = Volume (L)
t = Waktu rata-rata (det)

III HASIL DAN PEMBAHASAN


Irigasi pompa merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk
menaikan aliran dari dataran rendah menuju dataran tinggi. Irigasi pompa sangat
penting diperlukan apabila pasokan air pada dataran tinggi sudah tidak mampu
mencukupi kebutuhan air irigasi tanaman. Irigasi pompa pada perencanaan irigasi
harus mengetahui beberapa parameter yang dijadikan acuan dalam pengukuran.
Parameter-parameter yang perlu diketahui yaitu debit optimum, efisiensi optimum
dan head optimum yang dapat dihasilkan pompa tersebut untuk memenuhi
kebutuhan air irigasi. Pompa yang digunakan untuk kebutuhan irigasi juga memiliki
head static. Skema dalam perencanaan pengaliran air irigasi bertekanan dapat
dilihat pada gambar 2. Berdasarkan gambar 2 huruf A melambangkan pipa hantar
(head deliver), huruf B melambangkan head suction, dan huruf C melambangkan
head static.

Gambar 2 Skema perencanaan pengaliran air irigasi bertekanan

Head static merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari fluida
yang dipompakan, head static terdiri dari head hisapan statis (hs) yang dihasilkan
dari pengangkatan fluida relatif terhadap garis pusat pompa, ha bernilai positif jika
ketinggian cairan di atas garis pusat pompa dan negatif jika ketinggian cairan berada
di bawah garis pusat pompa. Head pembuangan statis (hd) yaitu jarak vertikal
antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam tangki tujuan. Head suction

atau pipa yang mengalirkan aliran disebut juga pipa hisap harus diatur sedemikian
rupa guna mencegah penurunan tekanan dan kantung uap yang dapat pula
menimbulkan kavitasi pada impeler. Apabila perubahan ukuran diperlukan untuk
mempercepat atau memperlambat aliran, maka reduser eksentris harus dipakai jika
pemasangan kantung tanpa vent tak dapat dihindari. Pemasangan pipa pada pompa
dan turbin harus diatur sedemikian rupa, sehingga mudah untuk perawatan dan
perbaikan. Hal ini penting untuk mencegah pembongkaran besar yg tak perlu pada
pemeliharaan dan perbaikan pipa. Saringan permanen dan sementara harus
disediakan pada inlet pompa dan turbin. Sedangkan, untuk aliran panas dan dingin
harus diperhatikan fleksibilitasnya, begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga
haruslah baik dan dapat mengatasi getaran-getaran yang diakibatkan motor pipa
serta aliran. Jenis-jenis pipa penyalur antara lain: pipa lurus, pipa siku, pipa T, pipa
sambungan empat, dan pipa penutup (Harahap 1994).
Hal-hal yang sangat penting dalam pemasangan pipa hisap, antara lain:
pencegahan kebocoran, pencegahan kantong udara. Pemasangan pipa hisap harus
cenderung menurun dari pompa ke tanah hisap dengan kemiringan 1/50 sampai
1/200. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terbentuknya kantong udara.
Pemasangan saringan harus sempurna dan presisi kedalaman ujung pipa harus
cukup meskipun permukaan zat cair di dalam tadah hisap turun sampai batas
minimum. Katup sorong pipa hisap yang bekerja dengan isapan pada waktu
memasukan cairan tidak boleh dilengkapi dengan katup sorong. Katup ini akan
menimbulkan kebocoran udara atau menjadi kantong udara. Dalam hal pemasukan
dengan dorongan, katup sorong di perlukan pada waktu pompa harus dilepas atau
diperiksa. Namun, pemasangan katup ini harus dilakukan dengan cara yang benar
yaitu dengan menempatkan pemutarnya di bawah atau di samping. Hal ini untuk
menghindari kantong udara. Katup ini harus dalam keadaan terbuka penuh kecuali
pada waktu pompa diperiksa atau dilepas. Reducer dan belokan diusahakan
sesedikit mungkin dengan sudut belokan yang sehalus mungkin (Prabowo 2006).
Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan akan diperoleh hasil seperti
pada tabel 1. Pengukuran debit dilakukan dengan memberi tekanan yang berbedabeda. Berdasarkan tabel 1 semakin tinggi tekanan yang diberikan pada pompa
irigasi akan semakin rendah debit yang dihasilkan. Volume yang diperoleh setiap
debit yaitu 50 liter. Masing-masing debit diukur sebanyak tiga kali pengulangan.
Setiap pengulangan akan memperoleh waktu yang berbeda-beda. Debit terendah
dihasilkan oleh tekanan pompa irigasi 1,50 kg/cm2 yaitu 2,03 liter/detik.
Sedangkan, debit tertinggi dihasilkan oleh tekanan pompa irigasi 0,00 kg/cm2 yaitu
6,54 liter/detik.
Tabel 1 Hasil pengukuran debit yang diperoleh beserta waktunya.
Waktu
Tekanan Volume
Waktu
Waktu
Waktu
rata2
Debit
(kg/cm2)

(liter)

(detik)

(detik)

(detik)

(detik)

(liter/detik)

0,00

50,00

7,59

7,86

7,47

7,64

6,54

0,50

50,00

8,45

8,76

8,77

8,66

5,77

1,00

50,00

12,22

12,37

12,25

12,28

4,07

1,50

50,00

24,59

24,65

24,62

24,62

2,03

Head static yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran yaitu 1,45 meter.
Panjang pipa yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran yaitu 10,7 meter. Head
delivery yang diperoleh dari hasil pengukuran yaitu 1,92 meter, sehingga total head
yang diperoleh yaitu 14,07 meter. Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 1
akan diperoleh besarnya WHP, efisiensi, dan head tekanan. Hasil perhitungan
WHP, efisiensi, dan head tekanan dapat dilihat pada tabel 2. Berdasarkan tabel 2
semakin tinggi tekanan pompa yang diberikan akan semakin tinggi head yang
dihasilkan. Head tertinggi dihasilkan pada tekanan 147,10 kN/m2 yaitu 14,71 meter.
Head terendah dihasilkan pada tekanan 0,00 kN/m2 yaitu 0,00 meter. Sebaliknya,
semakin tinggi tekanan pompa yang diberikan akan semakin rendah WHP yang
dihasilkan. WHP tertinggi dihasilkan pada tekanan 0,00 kN/m2 yaitu 1,23 kW dan
WHP terendah dihasilkan pada tekanan 147,10 kN/m2 yaitu 0,38 kW. Besarnya
SHP yang digunakan yaitu 3,50 kW untuk masing-masing tekanan yang diberikan.
Tabel 2 Hasil perhitungan besarnya WHP, head, dan efisiensi.
Tekanan

Head

WHP

SHP

Efisiensi

(kN/m )

(m)

(kW)

(kW)

(%)

0,00

0,00

1,23

3,50

35,08

49,03

4,90

1,08

3,50

30,95

98,07

9,81

0,76

3,50

21,82

147,10

14,71

0,38

3,50

10,89

Berdasarkan tabel yang sama (tabel 2), semakin tinggi tekanan yang diberikan
akan semakin kecil efisiensi yang dihasilkan. Efisiensi pompa irigasi tertinggi
diperoleh pada tekanan 0,00 kN/m2 yaitu 35,08 %, sedangkan efisiensi pompa
irigasi terendah diperoleh pada tekanan 147,10 kN/m2 yaitu 10,89 %. Hal ini
membuktikan bahwa semakin besar tekanan yang diberikan pada pompa irigasi,
maka efisiensi yang dihasilkan akan semakin kecil. Jika besarnya head dan efisiensi
pompa irigasi terhadap debit yang dihasilkan dihubungkan dalam bentuk grafik,
maka akan diperoleh grafik seperti pada gambar 3. Berdasarkan gambar 3 hubungan
debit dengan efisiensi yang dihasilkan yaitu linier ke atas. Sedangkan, hubungan
antara head dengan debit yang dihasilkan yaitu linier ke bawah.
Berdasarkan grafik yang terlihat pada gambar 3 akan diperoleh besarnya head
optimum, debit optimum, dan efisiensi optimum pompa irigasi yang digunakan.
Besarnya head optimum, debit optimum, dan efisiensi optimum pompa irigasi
diperoleh dari perpotongan grafik head terhadap debit dan efisiensi terhadap
debitnya. Besarnya head optimum, debit optimum, dan efisiensi optimum pompa
irigasi ditunjukan oleh garis yang berwarna hijau. Besarnya head optimum yang
dihasilkan adalah sekitar 90,00 meter. Debit optimum yang dihasilkan yaitu sekitar
4,50 liter/detik. Efisiensi pompa yang dihasilkan yaitu sekitar 22,50 %. Keadaan
optimum adalah keadaan dimana pompa yang digunakan tidak terlalu stress dan
konsumsi bahan baku yang digunakan juga tidak stress. Jenis pompa yang
digunakan dalam praktikum ini adalah pompa bermerek DriShin Pump SCR-50
dengan maksimal total head sebesar 32 meter, head suction maksimal sebesar 8,5
meter, kuantitas maksimal 520 liter/menit, dan ukuran pipa 2Bx2B. Pompa ini
merupakan pompa yang dibuat oleh negara Jepang. Gambar pompa lebih jelas dapat
dilihat pada gambar 4.

40,00

140,00

35,00

120,00

30,00

100,00

25,00

80,00

20,00

60,00

15,00

40,00

10,00

20,00

5,00

0,00

Efisiensi (%)

Head (m)

160,00

Head
Efisiensi

0,00
0,00

2,00

4,00

6,00

8,00

Debit (l/det)
Gambar 3 Grafik hubungan antara head dan efisiensi pompa irigasi terhadap debit yang
diperoleh.

Gambar 4 Pompa dengan merek DriShin Pump SCR-50

Jenis-jenis pompa yang biasa digunakan untuk keperluan irigasi adalah pompa
sentrifugal, pompa submersibel, dan pompa turbin. Pompa sentrifugal merupakan
pompa dengan kedalaman muka air maksimum delapan meter. Pompa ini paling
banyak digunakan untuk keperluan irigasi. Pompa submersibel merupakan pompa
dengan diameter yang kecil dan dimasukkan ke dalam pipa pelindung. Pompa
turbin adalah pompa putar (rotasi) yang dipasang di dalam sumur dan mempunyai
kapasitas yang besar (Dirjen SDA 2006). Beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi kinerja pompa antara lain: spesifikasi pompa untuk mengetahui
kapasitas pompa, jenis pompa, tipe pompa, displacement, pump flow rate, ukuran
pipa, total head, power, NPSH (Net Positive Suction Head) available, NPSH
required untuk menghindari kavitasi, dan juga besarnya energi yang diserap pompa
dalam mengalirkan air merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan agar
tidak menghabiskan biaya yang besar. Seluruh faktor diusahakan memiliki nilai
efisiensi yang tinggi agar tidak merugikan pengguna.

IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
Besarnya head optimum yang dihasilkan adalah sekitar 90,00 meter. Debit
optimum yang dihasilkan yaitu sekitar 4,50 liter/detik. Efisiensi pompa yang
dihasilkan yaitu sekitar 22,50 %. Keadaan optimum adalah keadaan dimana pompa
yang digunakan tidak terlalu stress dan konsumsi bahan baku yang digunakan juga
tidak stress. Grafik hubungan debit dengan efisiensi yaitu linier ke atas, sedangkan
hubungan antara head dengan debit yang dihasilkan yaitu linier ke bawah.
4.2 Saran
Diperlukan jenis pompa irigasi lain untuk membandingkan perbedaan debit
optimum dan head optimum yang diperoleh dari setiap pompa irgasi.

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2006. Sistem Irigasi Pompa Air Tanah.
Jakarta(ID): Departemen Pekerjaan Umum.
Frank WM. 1994. Mekanika Fluida. Jakarta(ID): Erlangga.
Harahap Z. 1994. Pompa dan Blower Sentrifugal. Jakarta(ID): Erlangga.
Maryono A. 2003. Hidrolika Terapan. Jakarta(ID): Pradnya Paramita.
Olson RM. 1993. Dasar-Dasar Mekanika Fluida Teknik. Jakarta(ID): Gramedia.
Prabowo A. 2006. Metode Perbaikan Disain Pompa Irigasi Untuk Mendukung
Perbaikan Mutu Produk Lokal. Malang(ID): CVPabrik Mesin Guntur.
Sularso TH. 1987. Pompa dan Kompresor. Jakarta(ID): Pradnya Paramita.

Lampiran Contoh Perhitungan pada tekanan 1,00 kg/cm2/Psi


= + +
= 1,92 + 10,7 + 1,45 = 14,07
=
=

50

= 4,07
12,28

4,07 14,07
= 0,76
75

=
=

0,76
100 % = 21,82 %
3,5
1,00

0,01019716

= 98,07

() = 0,1 98,07 = 9,81