Anda di halaman 1dari 2

KENAPA MANUSIA HARUS BERAGAMA?

Selalu saja ada hal dalam kehidupan yang terkadang kita tidak ketahui penyebabnya, meskipun hal
itu kita lakukan. Beragama misalnya; saya, kita, mereka sebagai manusia mengklaim diri sebagai
manusia beragama. Tapi tahukah kita kenapa kok manusia harus beragama?. Emang pertanyaan ini
penting?. Bagi saya ini sangat penting. Dengan mengetahui epistemologi (sumber pengetahuan dan
salah satunya adalah sebab), akan memperkuat dan meneguhkan apa yang kita lakukan.
Dalam konteks kenapa manusia harus beragama, maka jawabannya sekaligus merupakan
epistemologi dari ke-beragama-an manusia itu sendiri. Mengetahuinya berarti meneguhkan,
menambah keyakinan bahwa apa yang kita lakukan sebagai manusia ketika beragama adalah
benar. Terlepas apapun agamanya.
Dalam sejarah disimpulkan beberapa sebab kenapa manusia harus beragama, diantaranya;
pertama, agama muncul karena kebodohan manusia. Comte bahkan menegaskan bahwa agama
muncul sebagai bagian dari tahap perkembangan pemikiran manusia dalam memikirkan semesta.
Menurutnya, manusia beragama hanyalah alternatif ketika tidak menemukan jawaban dari
pencariannya, dan bersandar kepada sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerti dengan bahasa
Tuhan.
Hal ini tentu oleh sebagian orang marah dan tak mau menerima. Padahal di sekitar kita banyak,
makin pandai secara akademis, tapi makin bodoh dalam memahami agama. Mereka yang dikatakan
bodoh, justru kuat dalam melaksanakan ibadah. Tak sedikit juga akhirnya memelintir pemahaman
agama karena kepintarannya.
Kedua, manusia beragama karena kelemahan. Agama hadir kemudian diyakini sebagai sesuatu
yang layak diikuti pada dasarnya berawal dari ketakutan. Seorang anak mengikuti agama orang
tuanya, karena sadar dirinya lemah dibanding kuasa orang tuanya, kemudian terpaksa meyakini
sesuatu itu dengan bahasa agama.
. Orang tuanyalah yang menjadikannya Majusi, Nasrani, Yahudi. Kata Nabi saw.

Dalam sejarah juga tercatat, bahwa manusia beragama karena ketertundukan pada penguasa.
Sebuah keyakinan kemudian dipaksakan kepada mayarakat sebuah negara. Teori ini dicetuskan
oleh Karl Max. Berawal dari kesadaran lemah itu kemudian sedikit demi sedikit menyadari bahwa

memang ada kekuatan besar di luar dari diri manusia dan diwakilkan dengan bahasa Tuhan. Jadi,
takut merupakan akibat dari meyakini adanya Tuhan (beragama).
Ketiga, manusia beragama kesadaran akan fitrah manusia. Fitrah manusia adalah hanif, lurus.
Fitrah manusia adalah kebenaran, dan kebaikan. Tidak ada manusia yang lahir dan tidak menyukai
kebenaran dan kebaikan. Buktinya, seburuk apapun pemikiran dan perbuatan manusia, dia pasti
menghindari sesuatu yang tidak benar dan tidak baik menimpa dirinya.

Agama *yang benar adalah kebenaran. Dengan fitrah manusia, yang benar itu dipahami dan
diamalkan. Dengan fitah manusia, muncul harapan keselamatan dalam hidup akibat kebaikan
bersumber dari apa yang diyakininya (agama). Manusia beraga dengan kesadaran ini, tidak akan
merasa cemas, takut, dan khawatir, karena yang diyakininya adalah kebaikan dan kebenaran.
Mereka tidak takut, dan mereka tidak bersedih (QS. al-Baqarah).

Tak bisa dipungkiri ketiga penyebab manusia beragama dalam tiga poin di atas, bisa jadi kita alami
sebagian atau keseluruhan. Melalui celoteh ini, saya merekomendasikan, mari beragama karena
kesadaran akan fitrah manusia dalm poin ke-3. Karena semua manusia mengharapkan kebenaran
dan kebaikan, maka kewajiban melaksanakan dari sumber yang diyakini pun mutlak. Logikanya,
manusia yang tidak melaksanakan ajaran agama yang diyakini, berarti manusia itu belum
beragama. Buat apa meyakini sesuatu, jika itu tidak baik.

Anda mungkin juga menyukai