Anda di halaman 1dari 12

RUBELLA

11 11 2009
RUBELLA ICD-9 056; ICD-10 B06
(CAMPAK JERMAN)
RUBELLA KONGENITAL ICD-9 771.0; ICD-10 P35.0
(SINDROMA RUBELLA KONGENITAL)
1. IDENTIFIKASI
RUBELLA

ADALAH PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS DAN MENIMBULKAN

DEMAM RINGAN
DENGAN RUAM PUNGTATA DAN RUAM MAKULOPAPULER YANG MENYEBAR DAN
KADANG -KADANG MIRIP
DENGAN CAMPAK ATAU DEMAM SCARLET.

ANAK-ANAK

BIASANYA MEMBERIKAN

GEJALA
KONSTITUSIONAL YANG MINIMAL , TETAPI ORANG DEWASA AKAN MENGALAMI
GEJALA PRODROMAL
SELAMA

1-5

HARI BERUPA DEMAM RINGAN , SAKIT KEPALA , MALAISE , CORYZA

RINGAN DAN
KONJUNGTIVITIS .

LIMFADENOPATI

POST AURIKULER , OKSIPITAL DAN SERVIKAL

POSTERIOR MUNCUL DAN


MERUPAKAN CIRI KHAS DARI INFEKSI VIRUS INI YANG BIASANYA MUNCUL

5-10

HARI SEBELUM
TIMBULNYA RUAM.

HAMPIR

SEPARUH DARI INFEKSI INI TANPA RUAM .

LEKOPENI

UMUM TERJADI DAN


TROMBOSITOPENI JUGA BISA TERJADI , TETAPI MANIFESTASI PERDARAHAN
JARANG.

ARTHALGIA

DAN, YANG

LEBIH JARANG TERJADI , ARTHRITIS SEBAGAI KOMPLIKASI INFEKSI INI TERUTAMA


PADA WANITA DEWASA .

ENSEFALITIS

DAN TROMBOSITOPENI JARANG TERJADI PADA ANAK -ANAK;

ENSEFALITIS TERJADI LEBIH


SERING PADA ORANG DEWASA .

454
RUBELLA

MENJADI PENTING KARENA PENYAKIT INI DAPAT MENIMBULKAN

KECACATAN PADA JANIN .

SINDROMA

RUBELLA CONGENITAL

TERJADI PADA

90%

(CONGENITAL RUBELLA SYNDROME, CRS)

BAYI

YANG DILAHIRKAN OLEH WANITA YANG TERINFEKSI RUBELLA SELAMA TRIMESTER


PERTAMA KEHAMILAN;
RISIKO KECACATAN CONGENITAL INI MENURUN HINGGA KIRA -KIRA

10-20%

PADA MINGGU KE -16 DAN


LEBIH JARANG TERJADI BILA IBU TERKENA INFEKSI PADA USIA KEHAMILAN

20

MINGGU.

INFEKSI

JANIN PADA USIA LEBIH MUDA MEMPUNYAI RISIKO KEMATIAN DI DALAM

RAHIM , ABORTUS
SPONTAN DAN KECACATAN CONGENITAL DARI SISTEM ORGAN TUBUH UTAMA .

CACAT

YANG TERJADI BISA

SATU ATAU KOMBINASI DARI JENIS KECACATAN BERIKUT SEPERTI TULI, KATARAK,
MIKROFTALMIA ,
GLAUCOMA CONGENITAL , MIKROSEFALI , MENINGOENSEFALITIS ,
KETERBELAKANGAN MENTAL, PATENT
DUCTUS ARTERIOSUS, DEFEK SEPTUM ATRIUM ATAU VENTRIKEL JANTUNG,
PURPURA ,
HEPATOSPLENOMEGALI , ICTERUS DAN PENYAKIT TULANG RADIOLUSEN .

CRS

PENYAKIT

YANG SEDANG

DAN BERAT BIASANYA SUDAH DAPAT DIKETAHUI KETIKA BAYI BARU LAHIR;
SEDANGKAN KASUS RINGAN
YANG MENGGANGGU ORGAN JANTUNG ATAU TULI SEBAGIAN , BISA SAJA TIDAK
TERDETEKSI BEBERAPA
BULAN BAHKAN HINGGA BEBERAPA TAHUN SETELAH BAYI BARU LAHIR .

D IABETES

MELLITUS DENGAN
KETERGANTUNGAN INSULIN DIKETAHUI SEBAGAI MANIFESTASI LAMBAT DARI

CRS. MALFORMASI

CONGENITAL DAN BAHKAN KEMATIAN JANIN BISA TERJADI PADA IBU YANG
MENDERITA RUBELLA TANPA
GEJALA .

MEMBEDAKAN
INFEKSI

RUBELLA DENGAN CAMPAK

(Q.V.),

DEMAM SCARLET

(LIHAT

STREPTOKOKUS)

DAN PENYAKIT RUAM LAINNYA

(MISALNYA

INFEKSI ERITEMA DAN EKSANTEMA

SUBITUM ) PERLU
DILAKUKAN KARENA GEJALANYA SANGAT MIRIP.

RUAM

MAKULER DAN

MAKULOPAPULER JUGA TERJADI


PADA SEKITAR

1-5%

PENDERITA DENGAN INFEKSI MONONUCLEOSIS

(TERUTAMA

JIKA DIBERIKAN
AMPISILIN ), JUGA PADA INFEKSI DENGAN ENTEROVIRUS TERTENTU DAN SESUDAH
MENDAPAT OBAT
TERTENTU.

DIANGOSA

KLINIS RUBELLA KADANG TIDAK AKURAT .

KONFIRMASI

LABORATORIUM HANYA BISA


DIPERCAYA UNTUK INFEKSI AKUT. INFEKSI RUBELLA DAPAT DIPASTIKAN DENGAN
ADANYA PENINGKATAN
SIGNIFIKAN TITER ANTIBODI FASE AKUT DAN KONVALESENS DENGAN TES

HAI,
TES

HA

PASIF

LA,

ELISA,

ATAU

ATAU DENGAN ADANYA IG M SPESIFIK RUBELLA YANG

MENGINDIKASIKAN INFEKSI RUBELLA


SEDANG TERJADI .

SERA
10

SEBAIKNYA DIKUMPULKAN SECEPAT MUNGKIN

(DALAM

KURUN WAKTU

7-

HARI ) SESUDAH

ONSET PENYAKIT DAN PENGAMBILAN BERIKUTNYA SETIDAKNYA

(LEBIH

BAIK

KEMUDIAN.
HINGGA

2-3

7-14

HARI

MINGGU)

VIRUS

BISA DIISOLASI DARI FARING

MINGGU SEBELUM DAN

MINGGU

SESUDAH TIMBUL RUAM .


DAN TINJA .

NAMUN

VIRUS

BISA DITEMUKAN DARI CONTOH DARAH, URIN

ISOLASI VIRUS ADALAH PROSEDUR PANJANG YANG MEMBUTUHKAN WAKTU


SEKITAR

10-14

DIAGNOSA

HARI .

DARI

CRS

PADA BAYI BARU LAHIR DIPASTIKAN DENGAN DITEMUKAN

ADANYA ANTIBODI

I GM

SPESIFIK PADA SPESIMEN TUNGGAL, DENGAN TITER ANTIBODI SPESIFIK

TERHADAP RUBELLA DILUAR


WAKTU YANG DIPERKIRAKAN TITER ANTIBODI MATERNAL IG G MASIH ADA , ATAU
MELALUI ISOLASI VIRUS
YANG MUNGKIN BERKEMBANG BIAK PADA TENGGOROKAN DAN URIN PALING
TIDAK SELAMA

VIRUS
3

TAHUN.

JUGA BISA DIDETEKSI DARI KATARAK KONGENITAL HINGGA BAYI BERUMUR

TAHUN .

2. PENYEBAB

PENYAKIT:

VIRUS

RUBELLA

(FAMILI TOGAVIRIDAE ;

GENUS

RUBIVIRUS).
3. DISTRIBUSI
TERSEBAR

PENYAKIT

DI SELURUH DUNIA, UMUMNYA ENDEMIS, KECUALI PADA MASYARAKAT

YANG TERISOLASI ,
TERUTAMA MASYARAKAT KEPULAUAN TERTENTU YANG MENGALAMI

10-15

KLB

SETIAP

TAHUN.

PENYAKIT

INI BANYAK MUNCUL PADA MUSIM DINGIN DAN MUSIM SEMI .

WABAH

YANG SANGAT LUAS


TERJADI DI
TAHUN

AS

PADA TAHUN

1935, 1943

DAN

1964

DAN DI

AUSTRALIA

PADA

1940. SEBELUM

455
VAKSIN RUBELLA DIIJINKAN BEREDAR PADA TAHUN
RUBELLA TERJADI DI
SETIAP

AS

6-9

1969,

PUNCAK INSIDENSI

AS

TAHUN SEKALI .

SELAMA

TAHUN

1990-AN

INSIDENSI RUBELLA DI

MENURUN DENGAN

DRASTIC.

NAMUN

PERSENTASI KASUS DIANTARA ORANG ASING YANG LAHIR

DISANA MENINGKAT TAJAM


PADA SAAT YANG SAMA .

SELAMA

TAHUN

1990-AN, KLB

RUBELLA DI

AS

TERJADI DI TEMPAT KERJA ,


PADA INSTITUSI , DI MASYARAKAT UMUM DAN LINGKUNGAN LAIN DIMANA ANAK ANAK MUDA DAN
MEREKA YANG BERANGKAT DEWASA BERKUMPUL .

VIRUS

RUBELLA BERTAHAN

PADA ORANG YANG TIDAK


DIIMUNISASI .

4. RESERVOIR: MANUSIA.
5. CARA PENULARAN
KONTAK

DENGAN SEKRET NASOFARING DARI ORANG TERINFEKSI . INFEKSI

TERJADI MELALUI DROPLET ATAU


KONTAK LANGSUNG DENGAN PENDERITA.

PADA

LINGKUNGAN TERTUTUP SEPERTI

DI ASRAMA CALON
PRAJURIT, SEMUA ORANG YANG RENTAN DAN TERPAJAN BISA TERINFEKSI .
DENGAN

BAYI

CRS

MENGANDUNG VIRUS PADA SEKRET NASOFARING DAN URIN MEREKA DALAM


JUMLAH BESAR , SEHINGGA
MENJADI SUMBER INFEKSI.

6. MASA

INKUBASI : DARI

7. MASA

PENULARAN

SEKITAR 1

14-17

HARI KISARAN ANTARA

MINGGU SEBELUM DAN PALING SEDIKIT

14-21

HARI .

HARI SESUDAH ONSET

RUAM ; PENYAKIT INI


SANGAT MENULAR.

BAYI

DENGAN

CRS

KEMUNGKINAN TETAP MENGANDUNG

VIRUS SELAMA
BERBULAN- BULAN SESUDAH LAHIR .

8. KERENTANAN
SEMUA

DAN

KEKEBALAN

ORANG RENTAN TERHADAP INFEKSI VIRUS RUBELLA SETELAH KEKEBALAN

PASIF YANG DIDAPAT


MELALUI PLASENTA DARI IBU HILANG . I MUNITAS AKTIF DIDAPAT MELALUI
INFEKSI ALAMI ATAU SETELAH
MENDAPAT IMUNISASI ; KEKEBALAN YANG DIDAPAT BIASANYA PERMANENT
SESUDAH INFEKSI ALAMI

DAN SESUDAH IMUNISASI DIPERKIRAKAN KEKEBALAN JUGA AKAN BERLANGSUNG


LAMA, BISA SEUMUR
HIDUP, NAMUN HAL INI TERGANTUNG JUGA PADA TINGKAT ENDEMISITAS.
SEKITAR

10%

DARI

PENDUDUK TETAP RENTAN .


TERLINDUNGI SELAMA

DI AS,

BAYI

YANG LAHIR DARI IBU YANG IMUN BIASANYA

6-

BULAN ,TERGANTUNG DARI KADAR ANTIBODI IBU YANG DIDAPAT SECARA PASIF

MELALUI PLASENTA .

9. CARA-CARA PEMBERANTASAN
A. TINDAKAN
1) LAKUKAN

PENCEGAHAN

PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT UMUM MENGENAI CARA

PENULARAN DAN
PENTINGNYA IMUNISASI RUBELLA .

PENYULUHAN

OLEH PETUGAS KESEHATAN

SEBAIKNYA
MENGANJURKAN PEMBERIAN IMUNISASI RUBELLA UNTUK SEMUA ORANG YANG
RENTAN.

UPAYA

DIARAHKAN UNTUK MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI RUBELLA PADA ORANG


DEWASA DAN
DEWASA MUDA YANG RENTAN; PERLU DIKAJI TINGKAT KEKEBALAN ORANG ORANG YANG LAHIR DI
LUAR

AS,

HAL INI PERLU DIBERIKAN

2) BERIKAN

PERHATIAN

KHUSUS.

DOSIS TUNGGAL VAKSIN HIDUP, YAITU VAKSIN VIRUS RUBELLA

YANG DILEMAHKAN

(RUBELLA

VIRUS VACCINE ,

LIVE),

DOSIS TUNGGAL INI MEMBERIKAN RESPONS

ANTIBODI YANG
SIGNIFIKAN, YAITU KIRA- KIRA

98-99%

DARI ORANG YANG RENTAN.

456
3) VAKSIN

INI DIKEMAS DALAM BENTUK KERING DAN SESUDAH DILARUTKAN

HARUS DISIMPAN
DALAM SUHU

2-80C (35,60- 46,40F)

DAN DILINDUNGI

ATAU PADA SUHU YANG LEBIH DINGIN

DARI SINAR MATAHARI AGAR TETAP POTEN.

VAKSIN

VIRUS BISA DITEMUKAN

PADA NASOFARING
DARI ORANG- ORANG YANG TELAH DIIMUNISASI PADA MINGGU KE-2 HINGGA KE -4
SESUDAH
IMUNISASI , UMUMNYA HANYA BERTAHAN SELAMA BEBERAPA HARI , NAMUN VIRUS
INI TIDAK
MENULAR.

DI AS,

IMUNISASI KEPADA SEMUA ANAK- ANAK DIREKOMENDASIKAN

12-15

BULAN SEBAGAI BAGIAN DARI VAKSIN KOMBINASI CAMPAK

DIBERIKAN
PADA USIA

DAN VAKSIN
GONDONGAN

MMR

(MEASLES MUMPS

AND

RUBELLA=MMR)

DAN DOSIS KEDUA

DIBERIKAN

PADA USIA ANAK MASUK SEKOLAH ATAU DEWASA MUDA .

D ITEMUKANNYA

PENYAKIT RUBELLA
TERUS -MENERUS DIANTARA ORANG -ORANG YANG LAHIR DI LUAR

AS,

MENGINDIKASIKAN BAHWA
PEMBERIAN IMUNISASI RUBELLA HARUS DILAKUKAN PADA KOMUNITAS INI.

VAKSIN

RUBELLA

DAPAT DIBERIKAN KEPADA SEMUA WANITA YANG TIDAK HAMIL TANPA


KONTRAINDIKASI .

DEWASA

MUDA YANG RENTAN DAN MEMPUNYAI RIWAYAT KONTAK DENGAN

ANAK- ANAK ATAU


BERKUMPUL BERSAMA DI KAMPUS ATAU INSTITUSI LAIN SEPERTI TINGGAL DI
ASRAMA
SEBAIKNYA DIIMUNISASI .

SEMUA

PETUGAS KESEHATAN SEBAIKNYA SUDAH KEBAL

TERHADAP
RUBELLA TERUTAMA ORANG -ORANG YANG KONTAK DAN MERAWAT PENDERITA DI
BAGIAN
PRENATAL.

BUKTI

ADANYA KEKEBALAN DIINDIKASIKAN DENGAN ADANYA

ANTIBODI SPESIFIK
TERHADAP RUBELLA DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM ATAU BUKTI TERTULIS

BAHWA SESEORANG
TELAH DIIMUNISASI RUBELLA PADA SAAT ATAU SESUDAH ULANG TAHUNNYA YANG
PERTAMA .

VAKSIN

RUBELLA SEBAIKNYA TIDAK DIBERIKAN KEPADA ORANG YANG TIDAK

MEMPUNYAI
SISTEM KEKEBALAN ATAU MENDAPAT TERAPI IMUNOSUPRESIF ; NAMUN

MMR

DIREKOMENDASIKAN UNTUK DIBERIKAN KEPADA ORANG- ORANG DENGAN INFEKSI

HIV

YANG

ASIMTOMATIK.

PEMBERIAN

VAKSIN

MMR

SEBAIKNYA DIPERTIMBANGKAN BAGI

PENDERITA

HIV

DENGAN GEJALA .

SECARA

MERENCANAKAN HAMIL,

NAMUN

TEORITIS, WANITA YANG DIKETAHUI HAMIL ATAU

BULAN MENDATANG SEBAIKNYA TIDAK DIIMUNISASI .

DARI

HASIL CATATAN DI

CDC A TLANTA

MENUNJUKKAN BAHWA DARI

321

WANITA

YANG
DIIMUNISASI RUBELLA PADA WAKTU HAMIL, SEMUANYA MELAHIRKAN ATERM
DENGAN BAYI
YANG SEHAT.

HAL-HAL

YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PROGRAM IMUNISASI RUBELLA

ADALAH SELALU
MENANYAKAN KEPADA WANITA PASCA PUBERTAS APAKAH MEREKA HAMIL , DAN
MEREKA YANG
MENYATAKAN YA TIDAK DIBERIKAN IMUNISASI DAN KEPADA YANG LAIN YANG
TIDAK HAMIL
DIBERI PENJELASAN PENTINGNYA MENCEGAH KEHAMILAN SELAMA

BULAN

MENDATANG SERTA
DIBERI PENJELASAN RISIKO TEORITIS YANG AKAN TERJADI JIKA HAL INI
DILANGGAR .

STATUS

IMUNISASI SESEORANG HANYA DAPAT DAPAT DIPERCAYA BILA DILAKUKAN TES


SEROLOGIS ,
NAMUN HAL INI TIDAK TERLALU PENTING UNTUK DIKETAHUI SEBELUM

PEMBERIAN IMUNISASI
KARENA VAKSIN INI SANGAT AMAN DIBERIKAN KEPADA ORANG YANG SUDAH
KEBAL .

DI

BEBERAPA NEGARA , IMUNISASI RUTIN DIBERIKAN KEPADA GADIS REMAJA USIA

11

HINGGA

13

TAHUN DENGAN ATAU TANPA TES ANTIBODI SEBELUMNYA.


YAITU

DI

BANYAK NEGARA

AS,

AUSTRALIA

DAN

SKANDINAVIA,

DOSIS KEDUA VAKSIN

MMR

DIREKOMENDASIKAN UNTUK
DIBERIKAN KEPADA REMAJA PRIA MAUPUN WANITA.

UNTUK

LEBIH JELASNYA,

LIHAT
PENJELASAN MENGENAI

4) JIKA

CAMPAK, 9A1.

DIKETAHUI ADANYA INFEKSI ALAMIAH PADA AWAL KEHAMILAN,

TINDAKAN ABORSI
SEBAIKNYA DIPERTIMBANGKAN KARENA RISIKO TERJADINYA CACAT PADA JANIN
SANGAT TINGGI.

PADA

BEBERAPA PENELITIAN YANG DILAKUKAN PADA WANITA HAMIL YANG TIDAK

SENGAJA
DIIMUNISASI , KECACATAN KONGENITAL PADA BAYI YANG LAHIR HIDUP TIDAK
DITEMUKAN;
DENGAN DEMIKIAN IMUNISASI YANG TERLANJUR DIBERIKAN PADA WANITA YANG
KEMUDIAN

457
TERNYATA HAMIL TIDAK PERLU DILAKUKAN ABORSI, TETAPI RISIKO MUNGKIN
TERJADI SEBAIKNYA
DIJELASKAN.

KEPUTUSAN

AKHIR APABILA AKAN DILAKUKAN ABORSI DISERAHKAN

KEPADA
WANITA TERSEBUT DAN DOKTER YANG MERAWATNYA .

5) IG

YANG DIBERIKAN SESUDAH PAJANAN PADA AWAL MASA KEHAMILAN

MUNGKIN TIDAK
MELINDUNGI TERHADAP TERJADINYA INFEKSI ATAU VIREMIA, TETAPI MUNGKIN

BISA
MENGURANGI GEJALA KLINIS YANG TIMBUL .

IG

KADANG- KADANG DIBERIKAN

DALAM DOSIS
YANG BESAR

(20

ML) KEPADA WANITA HAMIL YANG RENTAN YANG TERPAJAN

PENYAKIT INI
YANG TIDAK MENGINGINKAN DILAKUKAN ABORSI KARENA ALASAN TERTENTU ,
TETAPI
MANFAATNYA BELUM TERBUKTI .

B. PENGAWASAN
1) LAPORAN
DAN

CRS

PENDERITA , KONTAK DAN LINGKUNGAN SEKITAR

KEPADA PETUGAS KESEHATAN SETEMPAT :

SEMUA

KASUS RUBELLA

HARUS

DILAPORKAN .

DI AS,

LAPORAN WAJIB DILAKUKAN ,

KELAS 3 B (LIHAT

TENTANG

PELAPORAN
PENYAKIT MENULAR ).

2) ISOLASI: DI

RUMAH SAKIT DAN INSTITUSI LAIN, TERHADAP PENDERITA YANG

DICURIGAI
MENDERITA RUBELLA SEBAIKNYA DIRAWAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN
ISOLASI KONTAK
DAN DITEMPATKAN DI RUANG TERPISAH; UPAYA HARUS DILAKUKAN UNTUK
MENCEGAH
PAJANAN KEPADA WANITA HAMIL YANG TIDAK DIIMUNISASI

. ANAK-ANAK

YANG

SAKIT
DILARANG KE SEKOLAH DAN BEGITU JUGA ORANG DEWASA YANG SAKIT
DILARANG BEKERJA
SELAMA

HARI SESUDAH MUNCULNYA RUAM.

BAYI

DENGAN

CRS

MUNGKIN

MENGANDUNG
VIRUS DALAM TUBUHNYA UNTUK JANGKA WAKTU YANG LAMA.

SEMUA

ORANG

YANG KONTAK
DENGAN BAYI DENGAN

CRS

HARUS SUDAH KEBAL TERHADAP RUBELLA DAN

BAYI -BAYI INI


SEBAIKNYA DIPISAHKAN DI RUANG ISOLASI .

TERHADAP

BAYI YANG MENDERITA

CRS

INI

TINDAKAN TINDAKAN KEWASPADAAN ISOLASI SEBAIKNYA DIBERLAKUKAN SETIAP


SAAT BAYI INI
DIRAWAT DI RUMAH SAKIT SEBELUM BAYI BERUSIA

TAHUN, KECUALI HASIL

KULTUR FARING
DAN URIN NEGATIF TIDAK DITEMUKAN VIRUS SESUDAH BAYI BERUMUR LEBIH
DARI

BULAN .

3) DISINFEKSI

SERENTAK :

TIDAK

DILAKUKAN .

4) KARANTINA: TIDAK

DILAKUKAN .

5) IMUNISASI

PEMBERIAN

KONTAK:

KONTRAINDIKASI

IMUNISASI SELAMA TIDAK ADA

(KECUALI

SELAMA KEHAMILAN ) TIDAK MENCEGAH INFEKSI ATAU KESAKITAN . I MUNISASI


PASIF DENGAN

IG

TIDAK DIANJURKAN

(KECUALI

SEPERTI YANG DIJELASKAN PADA

9A4

DI

ATAS).

6) INVESTIGASI

KONTAK DAN SUMBER INFEKSI :

LAKUKAN

INVESTIGASI DAN

IDENTIFIKASI WANITA
HAMIL YANG KONTAK DENGAN PENDERITA, TERUTAMA WANITA HAMIL PADA
TRIMESTER
PERTAMA .

MEREKA

YANG PERNAH KONTAK DENGAN PENDERITA INI SEBAIKNYA

DILAKUKAN
PEMERIKSAAN SEROLOGIS UNTUK MELIHAT TINGKAT KERENTANANNYA ATAU
UNTUK MELIHAT
APAKAH ADA INFEKSI AWAL

(ANTIBODI IGM)

DAN TERHADAP MEREKA DIBERI

NASIHAT
SEPERLUNYA .

7) PENGOBATAN

SPESIFIK:

C. PENANGGULANGAN
1) UNTUK

TIDAK

ADA.

WABAH

MENANGGULANGI

KLB

RUBELLA , LAPORKAN SEGERA SELURUH

PENDERITA DAN
TERSANGKA RUBELLA DAN SELURUH KONTAK DAN MEREKA YANG MASIH RENTAN

DIBERI
IMUNISASI .

2) PETUGAS

DAN PRAKTISI KESEHATAN SERTA MASYARAKAT UMUM SEBAIKNYA

DIBERI INFORMASI
TENTANG ADANYA

KLB

RUBELLA AGAR DAPAT MENGIDENTIFIKASI DAN

MELINDUNGI WANITA
HAMIL YANG RENTAN.

458
D. IMPLIKASI

BENCANA :

TIDAK

ADA .

E. TINDAKAN INTERNASIONAL : TIDAK

ADA