Anda di halaman 1dari 2

Konstruksi Rumah

Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding dan atap. Rumah
memiliki jalan masuk berupa pintu dengan tambahan berjendela. Lantai rumah biasanya berupa
tanah, ubin, babut, keramik, atau bahan material lainnya. Rumah bergaya modern biasanya
memiliki unsur-unsur ini. Ruangan di dalam rumah terbagi menjadi beberapa ruang yang
berfungsi secara spesifik, seperti kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang makan, dapur, ruang
keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras dan pekarangan.
Rumah memiliki berbagai model dan tipe desain yang beragam, selain model rumah minimalis,
terdapat juga beberapa model rumah lain seperti model rumah kontemporer, rumah tradisional
dan model rumah modern. Selain memiliki beragam model rumah saat ini juga memiliki ukuran
baku, seperti rumah type 36, rumah type 45, rumah type 54.

Efisiensi energi
Konstruksi rumah yang bagus harus memperhatikan efisiensi pemakaian energi. Konstruksi
rumah hemat energi di Indonesia yang beriklim tropis tidak serumit konstruksi rumah di negaranegara yang beriklim subtropis, karena tidak ada perubahan musim yang ekstrim. Kebutuhan
energi untuk pencahayaan, insulasi, ventilasi, pengaturan udara, dan lain-lain tidak sebesar
rumah di negara-negara dengan empat musim. Efisiensi energi bisa dimaksimalkan dengan
memakai pencahayaan alami di siang hari, tata letak lampu penerangan yang tepat, pemakaian
lampu hemat energi, pemasanan ventilasi dan insulasi pada dinding, pemilihan atap yang tidak
menyerap panas, dan pemakaian peralatan listrik yang hemat energi.
Dalam desain rumah hemat energi, termasuk didalamnya segala rancang bangunan yang ramah
lingkungan, dengan meminimalkan penggunaan energi tidak terbarui dan mengoptimalkan
pemanfaatan energi alami. Keterbatasan sumber daya alam membuat konstruksi rumah hemat
energi menjadi semakin relevan mulai dari sekarang.[1]

Perlindungan terhadap gempa


Sesuai dengan UU No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, setiap bangunan wajib
memenuhi persyaratan keselamatan, salah satunya adalah perlindungan terhadap gempa.[2] Hal
ini perlu diperhatikan karena Indonesia terletak di sebelah tenggara Cincin Api Pasifik sehingga
hampir semua wilayahnya mempunyai aktivitas seismik dan vulkanik tinggi. Data menunjukkan
bahwa rata-rata setiap tahun terjadi sepuluh peristiwa gempa bumi yang mengakibatkan
kerusakan yang cukup besar diIndonesia.[3]
Prinsip utama bangunan rumah tahan gempa ada pada denah rumah yang simetris, pemilihan
material yang ringan, dan sistem konstruksi penahan beban yang memadai. Kekenyalan struktur
sangat ditekankan untuk mencegah keruntuhanbangunan. Gaya gempa hanya dapat ditahan oleh
sistem struktur yang menerus (jalur lintasan gaya yang menerus) dari puncak bangunan sampai
ke tanah.[3]

Fungsi Rumah
Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja, bersekolah atau
melakukan aktivitas lain. Aktifitas yang paling sering dilakukan di dalam rumah adalah
beristirahat dan tidur. Selebihnya, rumah berfungsi sebagai tempat beraktivitas antara anggota
keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekarangan.
Rumah dapat berfungsi sebagai tempat untuk menikmati kehidupan yang nyaman, tempat untuk
beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga, dan tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam
masyarakat.

Lihat pula

Tempat tinggal
Tunawisma

Referensi
1.
2.

^ Desain Hemat Energi


^ UU No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung

3.

^ a b Konstruksi Rumah Tahan Gempa


Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat
membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.