Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jika sebuah gas diletakkan di dalam tabung kemudian arus listrik dialirkan ke dalam tabung,
gas akan memancarkan cahaya. Cahaya yang dipancarkan oleh setiap gas berbeda-beda dan
merupakan karakterisktik gas tersebut. Cahaya dipancarkan dalam bentuk spektrum garis dan
bukan spektrum yang kontinu. Kenyataan bahwa gas memancarkan cahaya dalam bentuk
spektrum garis diyakini berkaitan erat dengan struktur atom. Dengan demikian, spektrum
garis atomic dapat digunakan untuk menguji kebenaran dari sebuah model atom.
Istilah atom pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli filsafat Yunani bernama Democritus (460370 SM). Setiap zat dapat dibagi atas bagian-bagian yang lebih kecil, sampai mencapai bagian yang
paling kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Bagian yang tak dapat dibagi itu oleh Demokritus disebut
atom ,dari kata Yunani atomos yang artinya tak dapat dibagi.

Sejak ditemukannya partikel-partikel dasar atom, teori atom banyak mengalami


perubahan. Hal ini menggoyahkan teori atom Dalton yang menyatakan bahwa atom tidak
dapat dibagi-bagi.
Atom dalam suatu unsur dapat menghasilkan spektrum emisi (spektrum diskret)
dengan menggunakan alat spectrometer, sebagai contoh spektrum hydrogen. Atom hydrogen
memiliki struktur yang paling sederhana. Spektrum garis atom hydrogen berhasil dijelaskan
oleh Niels Bohr, pada tahun 1913.
Spektrum garis membentuk suatu deretan warna cahaya dengan panjang gelombang
berbeda. Untuk gas hydrogen yang merupakan atom yang paling sederhana, deret panjang
gelombang ini ternyata mempunyai pola tertentu yang dapat dinyatakan dalam bentuk
persamaan matematis. Seorang guru matematika swiss bernama Balmer menyatakan deret
untuk gas hydrogen ini sebagai persamaan berikut ini. Dimana panjang gelombang dinyatakan

dalam satuan nanometer (nm). Beberapa orang yang lain kemudian menemukan deret-deret
yang lain selain deret Balmer sehingga dikenal adanya deret Lyman, deret Paschen, Bracket,
dan Pfund.
Pada akhir abad ke-sembilanbelas ditemukan bahwa panjang gelombang yang terdapat
pada spektrum atomic jatuh pada kumpulan tertentu yang disebut deret spectral. Panjang
gelombang pada setiap deret dapat dispesifikasikan dengan rumus empiris yang menyatakan
spektrum yang sederhana dengan keserupaan yang mengherankan antara rumusan dari
berbagai deret yang menyatakan spektrum lengkap suatu unsur.
Konstanta Rydberg merupakan nilai pembatas yang tertinggi bilangan gelombang
(panjang gelombang invers) dari setiap foton yang bisa dipancarkan dari atom hidrogen, atau,
sebaliknya, bilangan gelombang dari terendah-energi foton mampu mengionisasi atom
hidrogen dari keadaan dasar . Spektrum hidrogen dapat dinyatakan hanya dalam hal konstanta
Rydberg, menggunakan rumus Rydberg . Panjang gelombang dari spectrum warna dimulai
dari yang terbesar yaitu Merah, jingga, kuning, hijau, biru , nila, ungu. Percobaan konstanta
Ridberg dilakukan supaya kita dapat membandingkan apakah nilai konstanta Rydberg secara
teori sama dengan nilai konstanta Rydberg secara praktek. Begitu juga melalui percobaaan ini
kita akan mengetahui secara praktek hubungan jarak (d) dan (l) dalam percobaan konstanta
Rydberg. Percobaan Rydberg juga dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, untuk itulah
percobaan Rydberg dilakukan supaya kita lebih memahami bagaimana pengaruh konstanta
Rydberg dalam pekerjaan yang kita lakukan dalam kehidupan kita.

1.2 Tujuan Pratikum


1. Untuk menentukan konstanta Rydberg R dari beberapa spektrum
2. Untuk menentukan warna dari beberapa spektrum gelombang
3. Untuk mengetahui hubungan jarak (d) dan jarak (l)
4. Untuk mengetahui aplikasi percobaan
BAB II
LANDASAN TEORI

Spektrum cahaya disebut sebagai spectrum kontinu, spectrum jenis ini terdiri dari semua
panjang gelombangcahaya tampak (visible light). Hal yang berbeda terjadi apabila kita
melihat spectrum dari gas hydrogen, gas hydrogen dalam wadah tertutup diberi percikan api
yang bersal dari dari sumber listrik bertegangan tinggi, maka molekul-molekul gas hydrogen
akan menyerap energi ini yang menyebabkan sebagian ikatan H-H dalam H2 terputus,
sehingga dihasilkan atom hydrogen yang tereksitasi, yaitu atom hydrogen yang kelebihan
energi.
Kelebihan energi ini nantinya akan di emisikan dalam bentuk cahaya dalam berbagai
macam panjang gelombang, dan apabila cahaya tampak yang dihasilkan dari emisi atom
hydrogen ini dilewatkan pada prisma akan dihasilkan spectrum .Spectrum seperti gambar
diatas disebut sebagai spectrum garis dan gambar diatas adalah spectrum atom hydrogen.
Suku tetapan yang dihitung untuk kasus nj = 2 dan ni = 1 didapatkan identik dengan nilai
yang didapatkan sebelumnya oelh Rydberg untuk atom hidrogen (lihat persamaan 2.1). Nilai
yang secara teoritik didapatkan oleh Bohr (1,0973 x 10-7 m -1) disebut dengan konstanta
Rydberg R. Deretan nilai frekuensi uang dihitung dengan memasukkan nj = 1, 2, 3,
berkaitan dengan frekuensi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan elektron yang kembali
dari keadaan tereksitasi ke tiga keadaan stasioner, n = 1, n =2 dan n = 3. Nilai-nilai didapatkan
dengan perhitungan adalah nilai yang telah didapatkan dari spektra atom hidrogen. Ketiga
deret tersebut berturut-turut dinamakan deret Lyman, Balmer dan Paschen. Ini
mengindikasikan bahwa teori Bohr dapat secara tepat memprediksi spektra atom hydrogen.
(Martin Karplus.1970)
Analisis spektra atom dimulai pada 1885 diwakili Balmer, dengan rumus sederhana,
serangkaian garis spektral diamati dalam Pelucut listrik melalui hidrogen . Pada tahun 1906
lyman menemukan serangkaian hidrogen , berkaitan dengan deret Balmer dalam ultraviolet.
Analisis spektra atom dan molekul, telah terus berkembang. ketika salah satu Pelucut listrik
dalam hidrogen , semua spektrum rumit diamati. Spektrum ini dipandang terdiri dari dua

Bagian rangkaian tertata dengan baik dari garis beberapa ditumpangkan pada massa yang
sangat banyak yang lemah . Hal ini masuk akal untuk atribut garis terang sedikit untuk atom
hidrogen dan banyak garis untuk molekul hidrogen untuk atom yang sederhana , mungkin
diharapkan untuk dapat memancarkan spektrum sederhana.Kami hanya tertarik pada garis
dikaitkan dengan hidrogen atom. bagian dari spektrum atom terdiri dari empat baris , tetapi
investigasi fotografi dari dekat wilayah menunjukkan ultraviolet yang keempat yang diikuti
oleh

lebih

banyak

garis

semua

konvergen

menuju

batas.

Deret Balmer merupakan himpunan garis spektrum atom hydrogen yang bersangkutan dengan
de-eksitasi ke edaran dengan bilangan satu utama n = 2. Garis dengan panjang gelombang
terbesar 656,3 nm diberi lambang H disebelahnya yang panjang gelombangnya 486,3 nm
diberi lambang H , dan seterusnya. Ketika panjang gelombangnya bertambah kecil, garisnya
didapatkan bertambah dekat dan intensitasnya lebih lemah sehingga batas deret pada 364,6
nm dicapai, diluar batas itu tidak terdapat lagi garis yang terpisah, hanya terdapat spektrum
kontinyu yang lemah.
Rumus Balmer untuk panjang gelombang dalam deret ini memenuhi
n = 3,4,5,
Konstanta R dikenal sebagai tetapan Rydberg, yang mempunyai harga :
R = 1,097 x 10-7 m-1
R = 0,01097 nm

Garis H bersesuaian dengan n = 3, garis H dengan n = 4, dan seterusnya. Batas deret


bersesuaian dengan n =, sehingga pada saat itu, panjang gelombangnya adalah 4/R sesuai
dengan eksperimen. Deret Balmer hanya berisi panjang gelombang pada bagian tampak dari
spektrum hydrogen. Garis spectral hydrogen dalam daerah ultra ungu (ultra violet) dari infra
merah jatuh pada beberapa deret lain. Dalam daerah ultra ungu terdapat deret Lyman yang
mengandung panjang gelombang yang ditentukan oleh rumus

1
1 1
R( 2 - 2 ) n 2 ,3,4,...

1 n

.1961)
(Otto Oldenberg
Tabung sinar hidrogen adalah suatu tabung tipis yang berisi gas hidrogen pada tekanan
rendah dengan elektroda pada tiap-tiap ujungnya. Jika didalam tabung dialirkan tegangan
tinggi (seperti 5000 volt), tabung akan menghasilkan sinar berwarna merah muda yang terang.
Jika sinar tersebut dilewatkan pada prisma atau kisi difraksi, sinar akan terpecah menjadi
beberapa warna. Warna yang dapat dilihat merupakan sebagian kecil dari spektrum emisi
hidrogen. Sebagian besar spektrum tak terlihat oleh mata karena berada pada daerah inframerah atau ultra-violet. Pada gambar dibawah ini, menunjukkan bagian dari tabung sinar
katoda, sebelah kanan menunjukkan tiga garis yang paling mudah dilihat pada daerah tampak
(visible) dari spektrum.
Ada lebih banyak lagi spektrum hidrogen selain tiga garis yang dapat dilihat dengan mata
telanjang. Hal ini memungkinan untuk mendeteksi pola garis-garis pada daerah ultra-violet
dan infra-merah spektrum dengan baik. Hal ini memunculkan sejumlah "deret" garis yang
dinamakan dengan nama penemunya. Gambar di bawah menunjukkan tiga dari deret garis
tersebut, deret lainnya berada di daerah infra-merah.
Deret Lyman merupakan deret garis pada daerah ultra-violet. Perhatikan bahwa garis
makin merapat satu sama lain dengan naiknya frekuensi. Akhirnya, garis-garis makin rapat
dan tidak mungkin diamati satu per satu, terlihat seperti spektrum kontinu. Hal itu terlihat
sedikit gelap pada ujung kanan tiap spektrum. Kemudian pada titik tertentu, disebut sebagai
deret limit (limit series), deret terhenti. Jika dilihat deret Balmer atau Paschen, membentuk
pola yang sama tetapi deretnya menjadi makin dekat. Pada deret Balmer, perhatikan posisi
tiga garis yang tampak pada gambar di atas.

Pola deret-deret ini ternyata serupa dan dapat dirangkum dalam satu persamaan.
Persamaan ini disebut deret spektrum hidrogen.
Dimana R adalah konstanta Rydberg yang nilainya 1,097 107 m1.
- Deret Lyman (m = 1)
dengan n = 2, 3, 4, .
- Deret Balmer (m = 2)
dengan n = 3, 4, 5 .
- Deret Paschen (m = 3)
dengan n = 4, 5, 6 .
(http://k3tiumb.blogspot.com/2009/09/dasar-dasar-teori-kuantum-klasik689.html
25-09-12 22.10)

Dalam membahas spektrum atom, kita mengambil atom hidrogen sebagai contoh
.karena termasuk bagian terkecil dari emisi matahari dan bintang yang telah memberikan
kontribusi informasi yang sangat rinci untuk spektrum hidrogen, sebagian karena itu hidrogen
adalah atom yang paling sederhana .Salah satu kontribusi yang signifikan terhadap analisis
eksperimental dari spektrum hidrogen adalah Balmer.dia membuat serangkaian garis yang di
wujudkan dalam bentuk aljabar sederhana . Jika setiap baris adalah bilangan bulat n ,frekuensi
v pada garis memberikan rumus kuantitatif dengan:
v =cosnt

1 1

22 n2

n= 3, 4, 5

Secara kualitatif , kita dapat melihat bahwa jarak diantara garis menjadi lebih kecil dengan
pertambahan n , sesuai dengan rumus.Dalam peraktik spektroskopi , ukuran yang sering
dibuat dalam hal( ) panjang gelombang , daripada frekuensi . satu cara mudah dalam
penambahan untuk menghasilkan relasi antara:
v=

Dimana c adalah kecepatan cahaya. Untuk menghindari jumlah yang sangat besar yang
diperoleh, dengan mengalikan kecepatan cahaya, itu adalah hal yang bisa untuk
mengekspresikan ukuran dalam hal kebalikan dari panjang gelombang. alasan lain untuk itu
adalah bahwa data spectoscopic umumnya lebih akurat daripada penentuan kecepatan cahaya.
Kuantitas ini disimbolkan dengan v rata rata, di sebut dengan bilangan gelombang :
1 v
v= =
c
bilangan gelombang adalah jumlah gelombang per unit panjang, biasanya dinyatakan dalam
1
satuan sentimeter minus 1 (cm ) dalam bilangan gelombang , rumus Balmer adalah :

v =1.09 105

( 21 n1 ) cm

Dimana konstanta yang diperkirakan oleh Balmer dari pengamatan dari serangkaian baris
tertentu .Spektrum hidrogen mengandung banyak garis lain selain deret Balmer, dan sejumlah
orang melakukan kerja mengindentifikasi dan mengklasifikasi lebih lanjut , dan membuat
pengukuran yang lebih akurat dan luas. Rydberg menemukan semua garis pada spektrum
hidrogen yang diperoleh dari rumus tunggal bentuk umum :
v =R

( n11 n12 )
2

Dimana R adalah konstanta ( disebut konstanta Rydberg ) dan n 1 dan n2 keduanya bilangan
bulat dengan n1 = 1,2,3,4 , ..... dan n2 = n1 +1 +n1+2 ... , Setiap nilai n1 sesuai dengan jumlah
terpisah , sedangkan nilai n2 berhubungan dengan individu baris jumlah . Jadi n 1 = 1, n2 =
2,3,4 , .... adalah jumlah yang awalnya ditemukan oleh lyaman dan disebut dengan seri lyman
untuk menghormatinya , n1= 2 , n2 = 3,4,5 , ... adalah deret Balmer , yang sudah dibahas, n 1 =
3, n2 = 4,5,6 , ... sesuai dengan penemuan seri Paschen. Untuk semua seri R konstan yang
berlaku sama.

5
1
Keakuratan nilai R adalah : R=1.0967758 10 cm

Rumus Rydberg sebagai hasil penelitian yang rinci , tidak bisa dipungkiri pada tahun 1889
bahwa semua seri di spektrum optik dapat diatur menurut hubungan bentuk relasi :
v =v R/(n+ )2

Dimana R ditemukan berupa sebuah konstanta universal untuk semua seri, sekarang disebut
konstanta Rydberg . Kelebihan rumus Rydberg terdiri dalam fakta bahwa bilangan garis
gelombang apapun dapat dinyatakan sebagai dua istilah yang berbeda. Rumus Rydberg ini
sehingga dapat ditulis dengan :

v =R

( m1 n1 )
2

Jika bilangan kuantum keadaan awal (energy lebih tinggi) ialah n1 dan bilangan kuantum
akhir (energy lebih rendah) ialah nt, kiya nyatakan bahwa
Energy awal Energi akhir = Energi Foton
Ei Ef

=h

Dengan menyatakan frekuensi foton yang dipancarkan. Dari persamaan berikut


En = - me4

= E1

82 h2

n2

n2

n = 1,2,3 (persamaan tingkat energy foton)

Maka kita peroleh


Ei Ef = E1

= - E1

Kita ingat bahwa sebelumnya E1 adalah bilangan negative (-13,6 eV), sehinggga E 1 adalah
bilangan positif. Frekuensi foton yang dipancarkan dalam transisi ini adalah

= Ei Ef = - E1

karena = c / , 1/ = / c

h
dan

- E1

h
spektrum hydrogen

Persamaan ini menyatakan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh atom hydrogen yang
tereksitasi hanya mengandung panjang gelombang tertentu saja. Pengukuran panjang
gelombang yang dipancarkan oleh atom hydrogen tereksitasi didasarkan pada prinsip
interferensi dengan menggunakan kisi-kisi interferensi konstruktif terjadi bila beda lintasan
merupakan kelipatan dari panjang gelombangnya.

n = d sin

n = orde difraksi 1, 2, 3,
(J.B.Rajam. 2000)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 PERALATAN DAN FUNGSI


1. Induktor Rumkorf
Fungsi: sebagai sumber tegangan
2. Tabung lampu
Fungsi : sebagai tempat lampu Hg
3. Lampu Hg
Fungsi: sebagai sumber cahaya
4. Kisi 80 lines/mm dan 300 lines/mm
Fungsi: untuk menguraikan cahaya menjadi spektrum warna yang berasal dari lampu
Hg
5. Penggaris 50cm
Fungsi: untuk mengukur antara jarak kolimator ke lampu Hg
6. Statif
Fungsi: sebagai penyangga lampu Hg dan tabung Hidrogen
7. kabel
Fungsi : sebagai penghubung induktor Rumkorf ke sumber PLN
8. Lup (kaca pembesar)
Fungsi: sebagai alat untuk memperjelas skala yang akan dibaca pada spektrometer
9. Spektrometer
Fungsi: sebagai alat optik untuk mengamati spektrum warna dan berbagai spektrum
sudutnya yang terdiri dari:
a. Teropong
Fungsi: untuk mengamati spektrum warna yang terjadi
b. Kolimator
Fungsi: Untuk memfokuskan atau mensejajarkan cahaya dari lampu Hg
c. Meja kisi
Fungsi: sebagai tempat untuk meletakkan kisi
d. Meja skala
Fungsi: untuk membaca besar sudut yang dibentuk oleh spektrum warna
3.2 Prosedur Percobaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Untuk d = 30 cm
Disiapkan seluruh peralatan yang akan digunakan dalam praktikum
Dipasang tabung lampu ke statif
Dipasang lampu Hg ke dalam tabung lampu
Dihubungkan induktor Rumhkorf ke sumber PLN
Dinyalakan induktor Rumhkorf dan ditunggu hingga lampu Hg menyala penuh
Diukur jarak dari lampu Hg ke kolimator dengan jarak sejauh 30 cm
7. Dilihat sudutnya pada skala sebagai standart

8. Disejajarkan kolimator dengan menggeser ke kiri-kanan untuk menyejajarkan


cahaya pada celah sempit agar sejajar dengan sumbu x dan sumbu y
9. Diletakkan kisi ke meja kisi 80 lines/mm
10. Dicari spektrum warna yang akan dianalisis dengan menggeser teleskop ke kirikanan
11. Dibaca skala pada spektrometer untuk mengetahui besar sudut spektrum warna
yang diperoleh
12. Dicatat hasilnya pada kertas data
13. Diulangi percobaan yang sama diatas dari no 5 sampai no 12 untuk kisi dengan kisi
300lines/mm
-

Untuk d =35 cm

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Disiapkan seluruh peralatan yang akan digunakan dalam praktikum


Dipasang tabung lampu ke statif
Dipasang lampu Hg ke dalam tabung lampu
Dihubungkan induktor Rumhkorf ke sumber PLN
Dinyalakan induktor Rumhkorf dan ditunggu hingga lampu Hg menyala penuh
Diukur jarak dari lampu Hg ke kolimator dengan jarak sejauh 30 cm
7. Dilihat sudutnya pada skala sebagai standart
8. Disejajarkan kolimator dengan menggeser ke kiri-kanan untuk menyejajarkan cahaya
pada celah sempit agar sejajar dengan sumbu x dan sumbu y
9. Diletakkan kisi ke meja kisi 80 lines/mm
10. Dicari spektrum warna yang akan dianalisis dengan menggeser teleskop ke kiri-kanan
11. Dibaca skala pada spektrometer untuk mengetahui besar sudut spektrum warna yang
diperoleh
12. Dicatat hasilnya pada kertas data
13. Diulangi percobaan yang sama diatas dari no 5 sampai no 12 untuk kisi dengan kisi
300lines/mm
3.3 Gambar
3.4 Diagram Alir

DI PASANG PERALATAN SESUAI DENGAN GAMBAR

DIHUBUNGKAN TABUNG DENGAN INDUKTOR


RUMHKORF

DILETAKKAN KISI PADA JARAK TERTENTU

DIHIDUPKAN INDUKTOR RUMHKORF, SERTA


DICATAT JARAK L UNTUK H, H, H

HASIL
BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS
4.1 Data Percobaan

No

Jarak

Warna

Spektrum

80 lines/mm

300 lines/mm

Biru

56

57

Hijau

48,5

64,5

Kuning

52

60,5

Biru

52,5

57

Hijau

41,5

64,5

Kuning

52

60,5

.
1.

2.

30 cm

35 cm

Medan, 13 November 2013


Asisten,

Praktikan,

( Putri Astari Rahmy)

( Firman Lamsyah )

4.2 Analisa Data

Menentukan
-

Menentukan

dan R untuk masing-masing kisi


1

L
d

tan =

= arc tg

L
d

Maka : m = d sin
1
m
=
d sin ; dimana m = 1

d1 =

1
80lines /mm

= 0,0125 mm

d2 =

1
300 lines /mm

0,0033 mm

Untuk kisi 80 lines/mm


a Untuk d = 30 cm
o Biru
215,5
= arc tg
= 82,07o
30
1

1
=
83,33 mm-1
0,0125sin 82,0 7 o

o Hijau
= arc tg
1

o Merah
= arc tg
1

226,5
30

1
=
o
81.30 mm-1
0,0125sin 82,4 5
245,5
30

o Hijau
= arc tg
1

o Merah
= arc tg
1

= 83,03o

1
=
5,95 mm-1
0,0125sin 83,0 3o

b Untuk d = 35 cm
o Biru
214,5
= arc tg
35
1

= 82,45o

= 80,73o

1
=
153,11 mm-1
0,0125sin 31,5 0o
207,5
350

= 30,66o

1
=
156,88 mm-1
0,0125sin 30,6 6 o
223,5
350

= 32,56o

1
=
o
148,65 mm-1
0,0125sin 32,5 6