Anda di halaman 1dari 2

Beberapa Contoh Lawas Sumbawa

Contoh LAWAS :
Kantap kusepan Bismillah
Kenang samula balawas
Idung mata dadi mengas
Pekat tanenang bakolar
Kuku - kolo saleng balas
Cece we maras balawas
Coba katoan lako let
Apa bowat umak aris
Saling katik siyer lawas
Tu loka beyang nasehat
Tu tarima kewa mengas
Puji nene kenang lawas

Contoh Lainnya
Ka mu pendi mares pendi
Na mu saying mara kemang
Mara me lema na bosan
Kemang kuning si parana
Ka tungku bulan les mamung
No si mara mayang buah
Long lolo buah kemang ba
No ku beang reso kembo
Mayang masih kembas diri
Contoh lawas
Na Mara Kemang Tamuruk
Kekar Asar Gugir Subu
Maras Si Konang Sangara.
Lawas ini mengingatkan pengantin baru agar tidak seperti Bunga Oyong ( Tamuruk )
yang mekarnya sore hari namun gugur dan layu diwaktu subuh. Maknanya ; bahwa
apalah artinya membangun sebuah rumah tangga yang hanya sesaat, padahal
siapapun pasti menginginkan rumah tangga itu kekal sepanjang hidup. Dari itu itu
orang tua berharap, agar rumah tangga itu bisa bertahan hingga ajal menjemput
seperti yang terlukis dari sebuah lawas :
Mara Punti Gama Anak
Den Kuning No Tenri Tana
Mate Bakolar Ke Lolo

Pohon pisang dilambangkan sebagai contoh yang pantas ditiru,walaupun dahannya


mati dan menguning ia takkan lepas dari pohonnya.

Dari sebuah catatan, bahwa kehadiran Lawas bagi masyarakat Sumbawa pada
awalnya berperan sebagai media ekspresi batin manusia dan sebagai perekam
peristiwa yang terjadi di seputarnya. Apa yang tampak atau yang dipikirkan oleh
masyarakat Sumbawa tempo dulu biasanya akan disampaikan melalui Lawas.
Lawas seperti ini disebut pula dengan Lawas Loka karena sebagian besar lawaslawas itu masing-masing bercerita tentang masanya. Sebuah contoh ketika orangorang Makasar mulai berdatangan ke Sumbawa, orang-orang tua dahulu mencatat
dan melukiskan sekaligus sebagai sebuah peringatan bagi anak dadi nya
( anak,keponakannya ) dengan sebuah Lawas.
Mana Si Kapasal Cinde
Min Kadadi Tali Lampak
Ya Rik Repa Si Leng Tau.
Mana Si Kapasal Lutung
Lamin Dadi Lapis Songko
Soan Jonyong Si Leng Tau
Makna bait pertama lawas diatas : Walaupun kita datang dari keturunan orang
mulia, orang berada dlsb namun jika perangai dan sikap kita tidak terjaga apalagi
menunjukkan kesombongan dan bangga akan kelebihan yang kita miliki maka pasti
akan dicampakkan oleh orang lain. Bait pertama lawas diatas menceritakan
bagaimana dahulu itu orang-orang Makassar datang dengan segala kebesaran dan
kekayaan yang melimpah ruah ditambah dengan pengikut yang sangat banyak.
Begitu pula dengan penampilan dari sebagian besar diantara mereka yang
cenderung menganggap hina penduduk asli yang rata-rata tidak memiliki harta dan
dari keturunan rakyat biasa. Lalu sebagian orang Sumbawa saat itu kebanyakan
pula mengikuti pola tingkah para pendatang itu sehingga orang-orang seperti itu
dijuluki oleh orang-orang tua dahulu dengan sebutan Tanja Makassar.