Anda di halaman 1dari 20

DASAR TEORI

Definisi
Heroin (INN:diaceythl: morfin, BAN:
diamorphine)semisintetik opioid
(derivat opium)
Dari pengeringan ampas bunga opium
Merupakan 3,6-diasetilester dari morfin
Putih, pahit
Kualitas rendahputaw
IV, inhalasi, dicampur rokok, dll

Patofisiologi
Belum jelas
Aksis hipotalamus-hipofisis-adrenalopioid
endogen berperan respon stress normal
Opioid endogen dari pro-opio-melano-cortin
(POMC)jadi beta endorfin,
proenkefalinenkefalin,
prodinorfindinorfin
Reseptor mu, delta, gamma, kappa
Heroinganggu sistem opioid endogen

Dini tekan respon stres di HPA


Jangka panjang tekan HPA terus menerus
mendatarkan irama sirkadian ACTH, betaendorfin, kortiso
Putus zataktivasi HPA sangat kuat
Reseptor opioid sistem limbik, batang otak,
medula spinalis
Sehingga munculhilang nyeri, tenang, mual
muntah, miosis, hipotermi, euforia, anti depresi,
kurangi cemas, dll

Pada endokrin hambat


GnRHsiklus mens terganggu,
testosteron turun
Pada GIT konstipasi
Histamine release vasodilatasi kulit
& gatal
Konstriksi vesika urinaria
Korteks prefrontal (goal directed
behaviour), korteks singulare
(conditioning, reward), korteks

Manifestasi Klinis
Penggunaan heroin memiliki efek :
Analgetik
Euforia / disforia pada saat penggunaan
pertama kali
Rasa ngantuk

Manifestasi Klinis
SAKAU (Sakit Karena Putau)
Salah satu bentuk detoksifikasi alamiah
Gejala :

mata dan hidung berair


Badan terasa ngilu
Rasa gatal di bawah kulit
Menggigil / kedinginan

Manifestasi Klinis
Intoksikasi Akut
Gejala klinis :

Kesadaran menurun, sopor - koma


Depresi pernapasan KEMATIAN
Pupil kecil (pin point pupil), simetris dan reaktif
Sianotik
Hipotermia
Bradikardi
Edema paru
Kejang

Intoksikasi Kronis
1. Habituasi
2. Ketergantungan Fisik
3. Toleransi

Manifestasi Klinis
Gejala Putus Obat
6-12 jam lakrimasi, rhinorrhea, bertingkat, sering
menguap, gelisah
12-24 jam tidur gelisah, iritabel, tremor, midriasis,
anoreksia
24-72 jam semua gejala diatas intensitasnya bertambah +
kelemahan, depresi, nausea, vornitus, diare, kram perut, nyeri
pada otot dan tulang
7-10 hari gejala hiperaktivitas otonom mulai berkurang
tetapi penderita masih tergantung kuat pada obat. Beberapa
gejala ringan masih dapat terdeteksi dalam 6 bulan.

Dosis toksik :
200 mg!

Intoksikasi Akut
Kriteria Umum
Bukti nyata baru saja menggunakan zat
psikoaktif dalam dosis tinggi
Ada keluhan atau gejala yang cukup
berat hingga mempengaruhi pikiran,
kesadaran, dan perilaku
Keluhan atau gejala yang ada tidak
disebabkan oleh kondisi medis yang
tidak berkaitan dengan penggunaan zat
psikoaktif dan bukan disebabkan oleh
gangguan mental dan perilaku lain

Intoksikasi Akut
Memenuhi kriteria umum
Terdapat disfungsi perilaku, minimal
satu :
Apatis dan sedasi
Disinhibisi
Retardasi psikomotor
Gangguan memusatkan perhatian
Gangguan daya nilai

Intoksikasi Akut
Sekurangnya satu dari gejala di
bawah :
Mengantuk
Pelo
Ukuran pupil menyempit
Kesadaran menurun

Sindrom Ketergantungan
Tiga atau lebih dari gejala di bawah
bersamaan paling sedikit satu bulan lamanya
atau jika kurang dari 1 bulan, terjadi berulang
ulang selama 12 bulan
Keinginan kuat menggunakan zat psikoaktif
Gangguan kemampuan untuk mengendalikan
perilaku menggunakan zat psikoaktif
Adanya keadaan putus zat
Adanya toleransi
Preokupasi terhadap zat psikoaktif
Tidak peduli pada efek merugikan

Keadaan Putus Zat


Kriteria Umum
Bukti akhir-akhir ini menghentikan atau
mengurangi penggunaan zat psikoaktif
Keluhan dan gejala sesuai pada putus
zat psikoaktif tertentu
Keluhan dan gejala bukan disebabkan
oleh kondisi medis yang tidak berkaitan
dengan penggunaan zat psikoaktif,
gangguan mental dan perilaku lain

Keadaan Putus Zat


Memenuhi kriteria umum
Harus terdapat 3 dari gejala di bawah ini
Keinginan kuat untuk mengkonsumsi obat terkait
Hidung basah (rinore)
Mata basah (lakrimasi)
Kejang perut
Mual atau muntah
Diare
Pupil melebar
Berulangkali menggigil
Denyut jantung cepat atau tekanan darah tinggi
Menguap berulang kali
Tidur tidak lelap

Tatalaksana
Tujuan dan rasionalisasi
Mencegah gejala putus zat
Menurunkan keinginan menggunakan
narkoba lagi
Menormalkan fungsi fisiologis yang
terganggu akibat penggunaan narkoba

Tatalaksana
Terapi pada intoksikasi akut
Nalokson HCL 0,2-0,4 mg (1cc) atau 0,01 mg/kg berat
badan secara IV, IM, atau subkutan. Dapat diulang tiap 310 menit sampai 2-3 kali.

Terapi putus Opioida


Abrupt withdrawal
Simptomatik
Bertahap (cth: metadon)
Bertahap dengan pengganti bukan dari golongan opioida
(cth : klonidin)
Antagonis opioida di bawah anestesi umum (rapid
detoxification)

Tatalaksana
Metadon drug of choice untuk
terapi detoksifikasi adiksi opioid.
Dosisnya adalah 2-3 kali 5-10 mg
perhari peroral. Setelah 2-3 hari
stabil dosis mulai ditappering off
dalam 1-3 minggu
Buprenorphine dosis rendah. 1,5-5
mg sublingual setiap 2-3 kali
seminggu

Tatalaksana
Terapi rumatan
Metadon dan LAAM. Metadon diberikan
setiap hari sedangkan LAAM 3 kali
seminggu.
Buprenorphine. 2-20 mg/hari
Naltrexone. 50-100 mg peroral untuk 2-3
kali seminggu

Tatalaksana
Terapi pasca detoksifikasi
Farmakoterapi
Latihan jasmani
Akupuntur
Terapi relaksasi
Terapi tingkah laku
Cara imaginasi
Konseling
Psikoterapi
Terapi keluarga
Terapi substitusi