Anda di halaman 1dari 14

TUGAS 3 Pengertian e-business,Model ebusiness,Perbedaaan e-bisnis & ecommerce,Pengaruh,Faktor,Infrastruktur ebusiness

Pengertian e-bisnis

What is e-Business
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan secara luas
sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem yang
terotomasi
Bagaimana teknologi informasi (elektronik dan digital) berfungsi
sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran
barang dan jasa) yang lebih baik dibandingkan cara-cara konvensional
Era Digital = Era e-Business
Perubahan paradigma, old economy to digital economy
Digitalisasi segala aktivitas ekonomi/bisnis mendasari terbentuknya
Digital Economy/e-Business Surat Elektronik, audio/video dll
Data dan informasi dapat dengan mudah diterima/disebar sehingga
memudahkan proses bisnis
Era digital memudahkan/mempercepat perkembangan e-Business
MengapMengapa Diigiitalliisasii Berkembang?
Karena sangat mudah diduplikasi
Biaya murah pada saat menduplikasi
Mudah melakukan proses restrukturisasi (mis: analog ke digital)
Dapat memperbaiki kualitas sumber daya fisik
Value e-business terhadap perusahaan
Efficiency
Perbaikan efisiensi perusahaan (40% biaya operasional utk penciptaan dan penyebaran
informasi)

E-mail, Website, Call Center, VOIP, Sistem Pendukung Keputusan dll.


Effectiveness
Penerapan SCM meningkatkan efektifitas operasional
Penerapan ERP mengintegrasikan aktivitas perusahaan
Peningkatan kualitas pengambilan keputusan
Reach
Perluasan jangkauan dan ruang gerak perusahaan
Memperluas kerjasama dan cakupan daerah bisnis
Menembus batas ruang dan waktu
Structure
Struktur bisnis lebih simple/sederhana
Virtual Company
Perubahan perilaku perusahaan dalam berbisnis
Opportunity
Peluang yang besar untuk inovasi perusahaan
e-Marketing, e-Financing, e-Procurement, e-Logistics, e-Inventory, dll

Model-Model e-Business
1. B2C (Business to Consumers). Interaksi yang dimungkinkan oleh
teknologi antara individu dan organisasi.
2. B2B (Business to Business). Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi
antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi).
3. C2C (Consumer-to-consumer). Interaksi dimana konsumen menjual
produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu
mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah
satu

situs

lelang

atau

classified

ads.

Contohnya

meliputi

www.bekas.com danwww.classified2000.com.
4. C2B (Consumer-to-business). Interaksi yang meliputi individu yang
menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang

mencari penjual, berinteraksi dengan penjual tersebut, dan melakukan


transaksi.
5. Non-business electronic commerce, terdiri atas institusi non bisnis
seperti lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan,
organisasi

sosial,

dan

www.bappenas.go.id,

instansi

pemerintah.

www.bps.go.id,

Contohnya,

www.komnas.go.id,

www.bppt.go.id. Umumnya organisasi non bisnis menggunakan berbagai


tipe e-commerce atau e-business untuk keperluan menekan biaya atau
meningkatkan layanan pelanggan dan operasi.
6. Intrabusiness

(organizational)

electronic

commerce meliputi

semua

aktivitas internal organisasi yang biasanya dilakukan melalui internet


dan meliputi pertukaran barang, jasa atau informasi.
Adapun model model E- business dapat dikategorikan menjadi
Sembilan Model bisnis yaitu :
1. Virtual Storefront, yang menjual produk fisik atau jasa secara online,
sedangkan pengirimannya menggunakan sarana sarana tradisional.
seperti jasa posdan kurir.
Contoh:
Amazon.com
Virtual vineyards
Security first
Network bank
2. Marketplace Concentrator, yaitu yang memusatkan mengenai informasi
produk dan jasa dari beberapa produsen pada satu titik sentral.
Pembeli dapat mencari, membanding bandingkan dan kadangkala juga
melakukan transaksi pembelian.
Contoh:
Internet mall
DealerNet

Industrial marketplace
Insuremarket
3. Information Brokerme, yaitu menyediakan informasi mengenai produk,
harga

dan

ketersediaannya

dan

terkadang

menyediakan

fasilitas

transaksi. Namun nilai utamanya adalah informasi yang disediakan.


Contoh:
Partnet
Travelocity
Auto by Tei
4. Transaction Broker, yaitu pembeli dapat mengamati berbagai tarif dan
syarat

pembelian,

namun

aktifitas

bisnis

utamanya

adalah

memfasilitasi transaksi.
Contoh:
Etrade
Ameritrade
5. Electronic Clearinghouses, yaitu menyediakan suasana seperti tempat
lelang

produk,

dimana

harga

dan

ketersediaan

selalu

berubah

tergantung pada reaksi konsumen.


Contoh:
Bid.com
Onsile
6. Reverse auction, yaitu konsumen mengajukan tawaran kepada berbagai
penjual

untuk

membeli

barang

atau

jasa

dengan

harga

yang

disfesifikasi oleh pembeli.


7. Digital Product Delivery, yaitu menjual dan mengirim perangkat lunak,
multimedia, dan produk digital lainnya lewat internet.

8. Content

Provider,

yaitu

yang

memperoleh

pendapatan

melalui

penyediaan kontan, pendapatan dapat dihasilkan dari biaya langganan


atau biaya akses.
9. Online Service Provider, yaitu menyediakan layanan dan dukungan bagi
para pemakai perangkat lunak dan perangkat keras
Contoh:
Telkomnet speedy
Indosat m2

Alur Kerja e-Business


e-Business merupakan kegiatan berbisnis di Internet yang tidak
saja meliputi pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga meliputi
pelayanan

pelanggan dan kerja sama

dengan rekan

bisnis (baik

individual maupun instansi). Salah satu fitur dari konsep e-Business


adalah menawarkan cara-cara penciptaan, penyimpanan, pengolahan,
dan pendistribusian informasi yang efisien dan efektif di dalam sebuah
perusahaan
(supplier,

maupun
customer,

antara
mitra

perusahaan
bisnis,

vendor,

dengan
dan

stakeholdernya
pihak

lain

yang

berkepentingan).
Contohnya adalah sebuah perusahaan skala kecil di Legian (Bali) yang
memanfaatkan teknologiinternet untuk menjual (mengekspor) ribuan layangan ke
Australia pada saat musim panas, atau perusahaan skala menengah di Jepara yang
berhasil menggunakan situs untuk mempromosikan dan melakukan transaksi jual beli
furniture ke negara-negara Eropa.

Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian ebusiness, cara yang sering digunakan adalah menggunakan prinsip 4W,
yaitu :
a. What: menjelaskan tentang aktifitas apa saja yang ada dalam ebusiness.
b. Who: menjelaskan siapa saja yang terlibat dalam aktifis e-bussiness.
c. Whare: menjelaskan dimana saja aktifitas bisnis dapat dilakukan.

d. Why: menjelaskan

mengapa

para

praktisi

bisnis

diseluruh

dunia

sepakat mengimplementasikan e-business.

Perbedaan e-bisnis dan e-commerce


Banyak orang mengasumsikan bahwa e-commerce dan e-bisnis adalah
sama. Istilah e-commerce dan e-bisnis mungkin kedengarannya sama
tapi secara teknis sebenarnya keduanya berbeda.
Keduanya memang memiliki huruf e yang mengindikasikan penggunaan
elektronik termasuk internet dan EDI (electronic data interchange)
untuk mengembangkan proses bisnis.
Secara definisi e-commerce merupakan bagian dari e-bisnis, namun
tidak semua e-bisnis berarti e-commerce. E-commerce lebih sempit
jika dibandingkan e-bisnis, di mana e-commerce adalah sub perangkat
dari e-bisnis. Di mana e-bisnis sangat luas, menunjuk kepada
penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil,
memberikan dampak yang besar kepada bisnis secara keseluruhan.
Sementara e-commerce mengacu kepada penggunaan internet untuk
belanja online, seperti untuk belanja produk dan jasa. Contohnya
terjadi ketika konsumen men-order tiket, buku atau hadiah, produk
berwujud maupun tidak berwujud melalui internet. Sampel lainnya
ketika sebuah organisasi atau individu membayarkan sejumlah uang via
internet.
Istilah e-bisnis meng-cover semua area bisnis. E-bisnis terjadi ketika
perusahaan atau individu berkomunikasi dengan para klien atau nasabah
melalui email. Pemasaran dilakukan melalui internet, menjual produk
atau jasa melalui internet, menggunakan internet untuk riset pasar,
menggunakan internet untuk meng-hire orang, menggunakan internet
untuk promosi produk dan jasa, dan sebagainya.

Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis

Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar,


ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer
(mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses
bisnis.

EDI:

Meningkatkan tingkat akurasi

Mengurangi biaya

Faktor-faktor keberhasilan E-Business

Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan


langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.

Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas


e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses


e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam
transaksi bisnis apapun, yaitu :

Validitas, Integritas, dan Privasi


INFRASTRUKTUR untuk E-BUSINESS
Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet,
menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini
memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan
mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode
alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam
mengimplementasikan e-business.
Jenis-jenis Jaringan
Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk
melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari
beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet
Software Komunikasi

Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan.


Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis
peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

Pengendalian akses
Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan
antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab
telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang;
serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah
pengiriman.

Pengelolaan jaringanPada software ini berfungsi untuk


mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk
mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan
dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan;
dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.

Pengiriman data dan fileSoftware ini berfungsi untuk mengontrol


pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.

Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahanSoftware ini


berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar
merupakan data yang diterima.

Keamanan dataSoftware ini berfungsi untuk melindungi data


selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang

Rangkuman Materi E-Business dan Contohnya


Pengertian e-Business
Pengertian e-Business kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan
semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business
memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan
data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga
banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan,
serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Perbedaan e -business dengan e -commerce
e-commerce adalah proses pembelian, penjualan, atau pengantian produk,
pelayanan dan informasi dengan menggunakan jaringan internet.

e-business adalah perluasan dari e-commerce , di mana tidak hanya pembelian dan
pembayaran barang, dan pelayanan, tetapi juga disertai pelayanan konsumen,
kolaborasi dengan partner bisnis dengan dukungan elektronik sebagai alat transaksi
atau organisasi.
pengaruh e-Business terhadap proses bisnis
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value
chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai
suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan
pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business
memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan
perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di
antaranya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi e-Business


Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas ebusiness atas strategi keseluruhan perusahaan.

Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business


memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun
yaitu

1.
2.
3.

validitas
integritas
dan privasi.

Model-Model E-Business
B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi
antara individu dan organisasi.
2.
B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi
antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)
3.
Consumer-to-consumer (C2C) dimana konsumen menjual produk secara
langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa,
pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads.
Contohnya meliputi www.bekas.com dan www.classified2000.com.
4.
Consumer-to-business (C2B) meliputi individu yang menjual produk atau jasa
kepada organisasi, serta individu yang mencari penjual, berinteraksi dengan
penjual tersebut, dan melakukan transaksi.
5.
Non-business electronic commerce, terdiri atas institusi non bisnis seperti
lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial,
dan instansi pemerintah. Contohnya, www.bappenas.go.id, www.bps.go.id,
1.

www.komnas.go.id, www.bppt.go.id. Umumnya organisasi non bisnis menggunakan


berbagai tipe e-commerce atau e-business untuk keperluan menekan biaya atau
meningkatkan layanan pelanggan dan operasi.
6.
Intrabusiness (organizational) electronic commerce meliputi semua aktivitas
internal organisasi yang biasanya dilakukan melalui internet dan meliputi
pertukaran barang, jasa atau informasi.
Infrastruktur e-Business
Jaringanuntuk melakukan kegiatan e-Business, kita memerlukan jaringan
untuk membuat koneksi ke internet
2.
Software KomunikasiSoftware komunikasi mengelola aliran data melalui
suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis
peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
1.

Contoh E - Business Adalah:


-. Komputer, router, dan perangkat keras lainnya
-. Satelit, kawat, dan optik komunikasi dan saluran jaringan
-. Sistem dan aplikasi perangkat lunak
-. Dukungan layanan, seperti pengembangan situs web dan hosting, konsultasi,
pembayaran elektronik, dan jasa sertifikasi.
-. Modal manusia, seperti programmer.
sumber :
http://f0ur.blogdetik.com/2009/03/16/tugas-e-businnes-kelompok-4/
http://ewawan.com/pengertian-e-business-atau-definisi-e-business.html
http://dikung.blogspot.com/2010/10/faktor-faktor-keberhasilan-e-business.html
http://ridwansalimdb16.blogspot.com/2010/10/model-model-e-business.html
http://kazovanajah.blogspot.com/2011/11/contoh-e-business.html

Model-Model E-Business
Model-Model E-Business
1. B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan
organisasi.
2. B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan
organisasi (antar organisasi)
3. Consumer-to-consumer (C2C) dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada
konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya

disalah satu situs lelang atau classified ads. Contohnya meliputi www.bekas.com dan
www.classified2000.com.
4. Consumer-to-business (C2B) meliputi individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi,
serta individu yang mencari penjual, berinteraksi dengan penjual tersebut, dan melakukan
transaksi.
5. Non-business electronic commerce, terdiri atas institusi non bisnis seperti lembaga pendidikan,
organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah. Contohnya,
www.bappenas.go.id, www.bps.go.id, www.komnas.go.id, www.bppt.go.id. Umumnya organisasi
non bisnis menggunakan berbagai tipe e-commerce atau e-business untuk keperluan menekan biaya
atau meningkatkan layanan pelanggan dan operasi.
6. Intrabusiness (organizational) electronic commerce meliputi semua aktivitas internal organisasi
yang biasanya dilakukan melalui internet dan meliputi pertukaran barang, jasa atau informasi.
Memasuki era ini, e-business dipandang bakal mengalami perkembangan pesat. Ini ditunjukan
dengan berbagai angka prediksi yang mencerminkan optimisme mengenai masa depan e-business.
Menurut biri reset terkemuka Forrester Research, total pasar e-business diseluruh dunia pada tahun
2001 Mencapai US$ 354 milyar, dan yang paling mendominasi berasal dari business-to-business
commerce.
Di Indonesia sendiri nilai transaksi e-business selam periode 1996-1999 masih kurang dari US$ 20
juta. Dalam e-business internasional, pria mendominasi transaksi di Internet, yaitu sekitar 70-80%.
Sedangkan di Indonesia, justru sebaliknya, dimana sekitar 80% dilakukan oleh kaum wanita.
Adapun model model E- business dapat dikategorikan menjadi Sembilan Model bisnis yaitu :
1. Virtual Storefront, yang menjual produk fisik atau jasa secara online, sedangkan pengirimannya
menggunakan sarana sarana tradisional. seperti jasa posdan kurir. Amazon.com
Virtual vineyards
Security first
Network bank
2. Marketplace Concentrator, yaitu yang memusatkan mengenai informasi produk dan jasa dari
beberapa produsen pada satu titik sentral. Pembeli dapat mencari, membanding bandingkan dan
kadangkala juga melakukan transaksi pembelian. Internet mall
DealerNet
Industrial marketplace
Insuremarket
3. Information Brokerme, yaitu menyediakan informasi mengenai produk, harga dan
ketersediaannya dan terkadang menyediakan fasilitas transaksi. Namun nilai utamanya adalah
informasi yang disediakan.
Partnet
Travelocity
Auto by Tei
4. Transaction Broker, yaitu pembeli dapat mengamati berbagai tarif dan syarat pembelian, namun
aktifitas bisnis utamanya adalah memfasilitasi transaksi.
Etrade
Ameritrade
5. Electronic Clearinghouses, yaitu menyediakan suasana seperti tempat lelang produk, dimana
harga dan ketersediaan selalu berubah tergantung pada reaksi konsumen.
Bid.com
Onsile
6. Reverse auction, yaitu konsumen mengajukan tawaran kepada berbagai penjual untuk membeli
barang atau jasa dengan harga yang disfesifikasi oleh pembeli.
7. Digital Product Delivery, yaitu menjual dan mengirim perangkat lunak, multimedia, dan produk

digital lainnya lewat internet.


8. Content Provider, yaitu yang memperoleh pendapatan melalui penyediaan kontan, pendapatan
dapat dihasilkan dari biaya langganan atau biaya akses.
9. Online Service Provider, yaitu menyediakan layanan dan dukungan bagi para pemakai perangkat
lunak dan perangkat keras
Telkomnet speedy
Indosat m2

Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis


Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara
elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.
EDI:
Meningkatkan tingkat akurasi
Mengurangi biaya

Faktor-faktor keberhasilan E-Business


Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam
e-business.
Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi
keseluruhan perusahaan.
Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga
karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :
Validitas, Integritas, dan Privasi

Pengertian Dan Model-model e-business


Pengertian e-Business atau Electronic business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan
semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu
perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan
fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta
memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Model - model e-business :

B2C (Business to Consumers)

B2B (Business to Business)

Consumer To Consumer (C2C)

Pengertian B2B :
Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang
dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar
Karakteristik B2B :

1.

Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.

2.

Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan Service sistem yang
digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.

3.

Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.

4.

Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange )

5.

Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah
untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya

Pengertian B2C :
Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu
pada saat tertentu
Karakteristik B2C :

1. Informasi disebarkan secar umum.


2.

Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.

3.

Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku
usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.

4.

Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan
menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server

Pengertian C2C :
Merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada
saat tertentu.

Karakteristik C2C :

1. Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar
konsumen saja, seperti Lelang Barang.
2.

Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan
pelayanannya.

3.

Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada
ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

Anda mungkin juga menyukai