Anda di halaman 1dari 3

Usai UN, siswa SMP di Bogor ditangkap

bawa celurit & video porno


| Kamis, 8 Mei 2014 19:11

Aksi coret seragam murid SMP. 2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman


Berita Terkait
Merdeka.com - Satuan Tugas (Satgas) Pelajar Dinas Pendidikan Kota Bogor mengamankan
sejumlah pelajar yang terindikasi akan melakukan aksi coret-coret baju setelah pelaksanaan ujian
nasional tingkat SMP sederajat selesai dilaksanakan.
Dalam operasi antisipasi coret-coret dan tawuran setelah Ujian Nasional, Kamis, anggota Satgas
mendapatkan sebuah celurit dan telepon genggam yang menyimpan video porno milik pelajar
yang terjaring di wilayah Cipaku.
"Ada sekitar 40 pelajar yang kami amankan di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor
tepatnya di tanjakan Cipaku. Dari tangan pelajar kami mengamankan satu buah celurit dan
telepon genggam yang menyimpan video porno," ujar Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor,
Muhammad Ikbal, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/5).
Ikbal mengatakan, karena status pelajar tersebut siswa dari SMP Al Hasanah Plus, Cigombong,
merupakan wilayah hukum Kabupaten Bogor.
"Kami telah mendata siswa dan mengamankan barang bukti seperti celurit, dan HP berisi video

porno, serta seragam siswa yang telah dicoret-coret," ujar Ikbal


Setelah mengamankan 40 pelajar di wilayah Cipaku, petugas kembali mengamankan 10 orang
pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Bogor yang juga menggelar aksi corat-corat seragam
sekolah di Bundaran Air Mancur, Kecamatan Bogor Tengah.
Petugas lalu membubarkan aksi siswa, namun karena panik puluhan siswa berhamburan
berlarian menghindari ke segala penjuru. Bahkan salah satu siswa nekat menabrak salah seorang
anggota Satgas hingga cedera.
Dari 30 siswa yang berkumpul tersebut, 10 orang di antaranya berhasil diamankan. Dibantu oleh
Satpol PP, siswa lalu dibawa ke Sekretariat Satgas Pelajar di Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Para pelajar tersebut dilucuti seragamnya, sepatu dan juga pemeriksaan tas sekolahnya. Dalam
salah satu tas milik pelajar, petugas mendapati sejumlah batu berukuran besar.
"Ada indikasi mereka akan melakukan tawuran karena di dalam tas salah satu siswa ada yang
membawa sejumlah batu seukuran kepalan tangan pria dewasa," ujarnya.
Siswa yang terjaring operasi petugas tersebut selanjutnya didata oleh petugas, alamat rumah dan
sekolahnya. Satgas juga meminta pihak sekolah datang untuk menjemput siswanya.
"Kami juga memanggil orang tuanya, agar mereka dikembalikan dan mendapatkan pembinaan
dari orang tua. Mereka juga akan kami berikan efek jera berupa penggundulan kepala," ujar
Ikbal.
Ikbal mengatakan, Satgas Pelajar Kota Bogor, rutin setiap hari melakukan pengawasan antisipasi
tawuran dengan melakukan monitoring ke sejumlah sekolah.
Menghadapi ujian nasional dan kelulusan, Satgas juga melakukan operasi gabungan mengawasi
aksi pelajar agar tidak melakukan corat-corat dan tawuran.
"Hasilnya benar sejumlah siswa ada yang melakukan aksi corat-corat setelah ujian nasional
selesai, padahal belum tentu lulus," ujarnya.
Sementara itu, menurut Nestaluhu (15) siswa SMP Gita Amanda mereka melakukan aksi coratcorat hanya untuk merayakan telah melaksanakan ujian nasional.
"Kami patungan Rp2.000 per siswa untuk membeli cat semprot dan makanan. Kami cuma mau
merayakan selesai ujian, bukan mau tawuran," ujarnya.
Selain siswa dari SMP Gita Amanda, siswa lainnya berasal dari SMP Al Ghazali, dan SMPN 4
Kota Bogor.
Nama : Max Gilberth Emillio Veerman
Kelas : 8E

No

: 23