Anda di halaman 1dari 3

Analisis dan Penelitian Kebijakan Manajemen Konstruksi

Sampah di Beijing
Yinga, Zhen Yin, Tingting Guo, Jing Zhoub
Key Laboratory of Urban Stormwater System and Water Environment
(Beijing University of Civil Engineering and Architecture), Ministry of Education, Beijing,
100044, China
aliy@bucea.edu.cn, b247420322@qq.com
Abstraksi
Menurut situasi manajemen limbah konstruksi saat ini, hukum dan peraturan konstruksi
mengenai pengelolaan limbah akan dianalisis sesuai dengan situasi manajemen limbah
konstruksi di Beijing. Peneilitian ini akan menganalisis masalah kebijakan manajemen
limbah konstruksi di Beijing untuk memberikan revisi dan penyempurnaan peraturan
perundang-undangan dari pengolahan limbah konstruksi di Beijing.

1. Pendahuluan
Penelitian mengenai pengelolaan limbah konstruksi di Beijing mulai beberapa tahun terakhir
menunjukkan pelanggaran prosedur di berbagai tempat. Banyak pelanggaran mengacu
kepada control administrative yang kurang substansial, regulasi yang tidak terpenuhi, dan
manajemen pengolahan limbah konstruksi yang terbelakang . Situasi manajemen saat ini
telah menunjukkan bahwa kebijakan yang berlaku saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan
perlindungan lingkungan. Untuk itu perlu suatu revisi atau undang-undang baru untuk
membuat pengelolaan limbah konstruksi di Beijing lebih efisien.
2. Hukum dan peraturan limbah konstruksi di China
2.1 Hukum dan Regulasi Nasional
1. Hukum Nasional
Hukum nasional yang ditetapkan oleh Kongres Rakyat Nasional dan standing
committee. Hukum Republik Rakyat Cina pada pencegahan dan pengendalian
pencemaran limbah padat disahkan dalam sesi keenam belas kongres rakyat
nasional pada tanggal 30 Oktober di tahun1995. Ini adalah hukum besar dihukum
sistem pencemaran limbah padat.

2. Regulasi Administratif
Peraturan administrasi oleh dewan negara bagian sesuai dengan konstitusi. Dewan
Negara menetatpkan "peraturan yang mengatur tata letak dan sanitasi umum kota
"pada sesi ke-104 pada 20 Mei tahun 1995 yang merupakan hukum yang relevan
dengan tata letak dan sanitasi di kota-kota dan berbagai spesifikasi untuk
pengelolaan limbah padat di kota-kota.
3. Regulasi Departemen
Peraturan Departemen adalah peraturan yang dibuat oleh departemen independen
yang ditetapkan berdasarkan langkah-langkah dan perintah yang ditetapkan oleh
dewan negara. "Ketentuan administrasi limbah konstruksi perkotaan "adalah
peraturan khusus pertama pada pengelolaan limbah konstruksi yang dirilis oleh
departemen konstruksi pada tanggal 26 Februari 1996.

3. Analisis kebijakan pengelolaan limbah konstruksi di Beijing


Berdasarkan analisis peraturan manajemen limbah konstruksi di Beijing dan Pengalaman di
negara maju, masalah dalam pengelolaan limbah konstruksi di Beijing adalah sebagai berikut:
3.1 Kurangnya Efektivitas Dari Kebijakan Manajemen Yang Berlaku
Sampai sekarang tidak ada peraturan daerah khusus untuk limbah konstruksi di
Beijing, dan ada beberapa aspek yang tidak lengkap dalam peraturan manajemen saat
ini. Dalam hal ini keseluruhan proses dari input, transportasi, dan pembuangan limbah
harus dijelaskan dalam manajemen yang berlaku.
3.2 Kurangnya Tanggung Jawab Produsen
Yang dimaksud disini adalah para developer dan kontraktor gedung tidak bertanggung
jawab dalam pengelolaan limbah gedung itu sendiri. Jika produsen gedung mengikuti
peraturan yang berlaku, maka 25 -30 % material yang terbuang percuma akan dapat
dikurangi.
3.3 Rendahnya Biaya Pembuangan Limbah Konstruksi
Biaya yang ditetapkan untuk pembuangan limbah konstruksi sekarang adalah 1.5
RMB per ton. Seharusnya ditetapkan biaya yang lebih untuk mendorong para
kontraktor bangunan untuk lebih memperhatikan limbah konstruksi.

3.4 Kurangnya Standar Pembuangan Limbah Konstruksi

Saat ini, belum ada statistik dan analisis kuantitas limbah konstruksi yang dihasilkan
oleh berbagai bangunan dan standar pembuangan limbah konstruksi.
3.5 Kurangnya Kebijakan Menggunakan Kembali (reuse) Di Lingkungan Konstruksi
Belum adanya kebijakan special mengenai menggunakan kembali merupakan salah
satu kebijakan yang harus ditetapkan dalam upaya mengurangi jumlah emisi di
Beijing.