Anda di halaman 1dari 17

Pendahuluan

Fungsi utama ginjal adalah mengeluarkan sisa hasil ekskresi dari tubuh. Bagian dari ginjal
yang berfungsi untuk menyaring zat-zat tesebut disebut dengan unit kerja ginjal atau lebih
lazim disebut dengan nefron. Nefron terdiri dari glomerulus, tubulus kontortus proksimal,
ansa henle pars desendens, ansa henle pars asendens, tubulus kontortus distal, dan duktus
koligentes. Glomerulus sendiri terdapat pada korteks ginjal, sedangkan bagian lainnya
mungkin ditemukan baik pada korteks ginjal maupun pada medula ginjal. Hasil saringan
tersebut akan dialirkan kedalam kalix minor, kalik mayor lalu ke dalam pelvis renalis. Nefron
sendiri dibagi menjadi dua yaitu nefron panjang atau yokstamedular dan nefron pendek yang
disebut dengan nefron korteks. Unit fungsional pertama yang akan dibahas adalah korpuskel
dari ginjal. Korpuskel ginjal dapat menjadi dua bagian utama yaitu glomerulus dan kapsula
bowmans. Gromerulus merupakan suatu anyaman dari kapiler darah yang disebut dengan
kapiler fenestra. Kapiler tersebut memiliki banyak lubang yang mungkin dilewati oleh
berbagai zat yang akan difiltrasi. Pada glomerulus terdapat dua pintu yaitu arteriol afferen
yang berfungsi sebagai tempat masuknya darah dan arteriol eferen yang berfungsi sebagai
tempat keluarnya darah.

Isi
1. Anatomi
Alat-alat saluran kemih (tractus urinarius = organa uroputica) terdiri atas:

Ren
Ureter
Vesica urinaria
Urethra

A. Ren
Ren atau ginjal terletak retroperitoneal, yaitu diantara peritonium parietale dan fascia
tranversa abdominalis dan fascia tranversa abdominis, pada sebelah kanan dan kiri
columna vertebralis. Ren sinistra terletak setinggi costa XI atau vertebra lumbal 2-3,
sedangkan ren dextra terletak setinggi costa XII atau vertebra lumabl 3-4. Jarak antara
extremitas superior ren dextra dan sinistra adalah 7cm, sedngakan jarak extremitas
inferior ren dextra dan sinistra adalah 11cm. Sedangkan jarak dari extremitas inferior
ke crista illiaca adalah 3-5cm.1
Ginjal dibungkus oleh:
Capsula fibrosa
Capsula fibrosa melekat pada ren dan mudah dikupas, capsula fibrosa
hanya menyelubungi ginjal dan tidak mebungkus gl. Suprarenalis.
Capsula adiposa
Capsula adiposa mengandung banyak lemak dan membungkus ginjal
dan glandula suprarenalis. Capsula adiposa di depan relatif lebih tipis
daripada bagian belakang.
Ginjal dipertahankan tempatnya oleh fascia adiposa. Pada keadaan
tertentu capsula adiposa sangat tipis sehingga jaringan ikat yang
menghubungkan capsula fibrosa dan capsula renalis kendor sehingga
ginjal turun, yang disebut nephroptosis. Nehroptosis sering terjadi pada
ibu yang sering melahirkan (grande multipara).1
Fascia renalis (Gerota)
Fascia renalis terletak diluar capsula fibrosa dan terdiri dari 2 lembar
yaitu fascia prerenalis di bagian depan ginjal dan fascia retrorenalis di
bagian belakang ginja. Kedua lembar fascia renalis ke caudal tetap
2

terpisah, ke cranial bersatu, sehingga kantong ginjal terbuka ke bawah,


sehingga sering terjadi ascending infection.
Bagian-bagian ginjal:
Coertex renalis
Coertex renis terdiri dari glomerolus dan pembuluh darah. Di dalam
glomerolus, darah disaring dan di salurkan ke dalam mesulla. Pada
medulla, saluran-saluran tersebut akan bermuara pada papila renalis
sehingga tampak garis-garis pada medulla yang disebut processus
medullaris (FERHEINI).
Medulla renalis
Pada medulla renalis dapat dijumpai:
Papila renalis sesuai ujung ginjal yang berbentuk segi tiga,
yang disebut pyramid renalis (malphigi).
Saluran-saluran yang membungkus papila yang disebut ductulli
papilaris (bellini), tempat menembusnya ayakan yang disebut
area cirbriformis.
Papila renalis menonjol kedalam calix minor
Diantara papila-papila renalis terdapat collumna renalis
(bertini)
Beberapa calix minor (2-4) membentuk calix mayor
Beberapa calix mayor bergabung menjadi pyleum atau pelvis
renis. Kemudian menjdai ureter
Ruangan tempat calix disebut sinus renalis
Pendarahan ginjal:
Ginjal diperdarahi oleh A. Renalis. Perjalana vasukularisasi dapat diuraikan sebgai
berikut:

Arteri renalis
A. renalis dipercabangkan dari aorta abdominalis setinggi vertebra lumbal 1-2.
A. Renalis kanan lebih panjang dari A. Renalis kiri karena harus menilang v.
Cava inferior di belakangnya. A. Renalis masuk ke dalam ginjal melalui hillus
renalis dan mempercabangkan 2 cabang besar. Cabang yang pertama berjalan
ke depan ginjal dan memperdarahi bagian depan ginjal. Sedangkan cabang
yang kedua berjalan di belakang ginjal dan memperdarahi bagian belakang
3

ginjal. Cabang yang menuju ke bagian depan ginjal lebih panjang daripada
cabang yang menuju kebagian belakang ginjal. Kedua cabang a. Renalis
bagian depan dan bagian belakang akan bertemu di lateral, pada garis tengah
ginjal atau disebut dengan garis broedel. Pembedahan ginjal dilakukan di garis
broedel karena pendarahannya minimal.1
a. renalis berjalan di antara lobus ginjal dan mempecabangkan lagi menjadi a.
Interlobaris.
Arteri interlobaris
A. interlobaris pada perbatasan cortex dan medulla akan bercabang menjadi a.
Arcuata yang akan mengelilingi cortex dan medulla, sehingga disebut a.
Arciformis.
A. Arcuata (a. Arciformis)
A. arcuata akan mempercabangkan a. Interlobularis dan berjalan sampai tepi
ginjal (cortex), kemudian mepercabangkan:
o Vassa afferens: glomerolus
o Dalam glomerolus mebentuk anyaman/pembuluh kapiler sebagai vassa
afferens anyaman rambut = tubuli conturti
Pembuluh balik pada ren mengikuti nadinya dari permukaan ginjal sebagai kapiler
dan kemudian berkumpul ke dalam v. Interlobaris = Vv stellatae ( verheyeni). Dari v.
Interlobularis v. Arcuata v. Renalis v. Cava inferior

B. Ureter
Ureter merupakan lanjutan pelvis renis, panjangnya 25-30 cm berjalan kearah distal
untuk bermuara di vessica urinaria. Menurut letaknya, ureter dibedakn menjadi:

Pars abdominalis ureteris


Perjalan ureter dalam cavum abdomen (pars abdominalis ureteris) pada
laki-laki dan wanita tidak berbeda. Pars abdominalis ureteris disebelah
ventral bebatasan dengan peritoneum, a.v. colica, dan menyilang a.v.
spermatica interna (pada laki-laki) atau a.v. ovarica (pada wanita). Di
sebelah ventral, pars abdominalis ureteris dextra juga berbatasan
dengan pars descendens duodeni di bagian atas, ileum di bagian
bawah, dan tepi lateral v. Cava inferior. Sedangkan pars abdominalis
ureteris

sinistra

bebrbatasan

dengan

colon

sigmoideum

dan

mesocolonnya ( serta recessus intersigmodieus). Di sebelah dorsal,

pars abdominalis ureteris dextra dan sinistra disilang oleh m.psoas dan
n. Genitofemoralis.1
Pars pelvina ureteris
Perjalanan ureteris dalam cavum pelvis (pars pelvina ureteris) pada
wanita berbeda dengan laki-laki karena perbedaan alat-alat panggul
wanita dan laki-laki. Mula-mula pars pelvina ureteris pada wanita dan
laki-laki menilang apertura pelvis superior di ventral a. Iliaca
communis, kemudian berjalan ke arah dorsocaudal di ventral a.iliaca
interna menuju ke daerah spina ischiadica. Dari spina ischiadica, pars
pelvina ureteris laki-laki membelok ke ventral dan medial untuk
bermuara ke dalam vesica urinaria pada sudut lateral atasnya. Pada saat
hendak memasuki vesica urinaria, pars pelvina laki-laki menyilang
ductus deferens di sebelah lateral.
Sedangkan pada wanita, setelah mecapai spina ischiadica maka pars
pelvina ureteris akan berjalan ventromedial di bawah lig. Latum uteri
dan menyilang a. Uterina di sebelah medial. Kemudian pars pelvina
uteris akan berjalan ke arah ventral, disebelah lateral fornix lateralis
vagina, dan kemudian masuk kedalam vesica urinaria.
Muara ureter pada vesica urinaria berupa garis miring sepanjang
1,9cm.1
Sepanjang perjalanannya, ureter mengalami penyempitan di beberapa
tempat, yaitu pada:
Ureteropelvin junction
Saat ureter menyilang vassa illiaca communis (flexura

marginalis)
Saat ureter masuk kedalam vesica urinaria

Ureter diperserafi oleh plexus hypogastricus inferior T11-L2 melalui neuronneuron symphatis

C. Vesica urinaria
Vesica urinaria disebut juga bladder atau kandung kemih dan berfungsi sebagai
resevoir urine dengan kapasitas 200-400 cc.
Pada anak-anak, vesica urinaria terletak diatas apertura pelvis superior. Setelah
dewasa rongga panggul akan membesardan vesica urinaria akan turun ke dalam
rongga panggul. Bila terisi, bagian atas vesica urinaria akan terletak di daerah
hypogastrica dan berbentuk ovoid atau menyerupai telur. Sedangkan vesica urinaria

yang kosong, seluruhnya terletak di belakang symphysis ossis pubis dalam rongga
panggul dan akan berbentuk seperti limas, sehingga dapat dibedakan menjadi:2
Apex vesica urinaria
Dasar vesica urinaria
Dinding vesica urinaria
Collum vesica urinaria
Namun secara anatomis vesica urinaria, dapat di bedakan menjadi bagian-bagian
berikut: apex, corpus dan fundus
Fundus berbentuk segitiga dan menghadap ke caudodorsal dan berhadapan dengan
rectum. Pada laki-laki, dinding posterior vesica urinaria dilekati oleh vesikula
seminalis dan ampulla ductus deferens, sedangkan di antara vesica urinaria dan
rectum dapat di jumpai lekukan peritonium yang di sebut excavatio recto vesicalis.
Pada wanita, fundus vesica urinaria dipasahkan dari rectu oleh fornis posterior dan
portio vaginalis cervisis uteri.

Lapisan dinding vesica urinaria dapat dibedakan menjadi:


Lapisan mukosa
Pada saat vesica urinaria kosong,permukaan mukosa tampak berlipat-lipat.
Tetapi pada saat terisi penuh, lapisan mukosa menjadi sangat tipis dan lipatanlipatan mukosa menghilang. Di dalam vesica urinaria dapat di jumpai
trigonum vesica (liutaudi) yang dibentuk oleh orificium ureteris dextra,
orificium ureteris sinistra dan orificium uretrha internum. Trigonum visicae
bekerja sebagai katub untuk mencegah aliran balik urine ke ginjal. Selain itu
dapat dijumpai uvula vesica, berupa tonjolan kecil di belakang orificium
uretrhae interna yang di sebabkan oleh lobus medial gl. Prostata.2
Lapsian otot
Lapisan otot vesica urinaria merupakan lapisan otot yang kuat dan terdiri dari
3 lapis otot yang saling menutupi, yaitu:

M. detrusor, terdapat pada lapisan dalam dan berfungsi mengeluarkan


isi vesica urinaria.
M. trigonal, terdapat dalam segitiga liutaudi (di fundus vesica urinaria),
ikut membentuk uvula dan berfungsi membuka orificium uretrha
interna
M. sphincter vesica, terdapat pada daerah collum vesica urinaria dan
berfungsi menahan urine.
Vesica urinaria diperdarahi oleh:
A. Vesicales superior
Memperdarahi fundus
A. Vesicales inferior
Memperdarahi bagian caudal dan lateral permukaan depan vesica urinaria,
serta gl. Prostata
A. Vesicolodeferentialis
Memperdarahi ovarium dan vagina
Pembuluh darah balik
Aliran pembuluh darah balik dari vesica urinaria bermuara ke plexus venosus
vesicales yang berhubungan dengan plexus venosus prostaticus, dan kemudian darah
dialirkan ke v.iliaca interna. Sedangkan aliran getah bening bermuara ke nnll. Iliaca
interna dan nnll. Iliaca externa.2
Persarafan
Vesica urinaria dipersarafi oleh cabang-cabang plexus hypogastricus inferior.

D. Urethra
Urethra pada laki-laki (masculina) berbeda dengan wanita (femina).
Urethra masculina merupakan pipa fibromusculair dengan panjang 18-22 cm dan
mempunyai fungsi menyalurkan urine dari vesica urinaria sampai ke duina luar dan
tempat lewatnya semen/sperma.2
Urethra masculina terdiri dari 4 bagian, yaitu:
Urethra pars intramularis (preprostatica)
Panjang urethra pars intramularis adalah 0,5-1,5 cm
Urethra pars prostatica
Panjang urethra pars prostatica 3 cm, membentang dari collum vesica urinaria
sampai sedikit ventral apex gl.prostata. pada dinding posteriornya dapat
dijumpai:
o Crista urethralis
7

o Sinus urethralis
o Colliculus seminalis
o Muara ductus ejaculatorius di kanan dan kiri utriculus prostaticus
Urethra pars membranacea
Urethra pars membranacea merupakan bagian yang paling pendek, sepanjang
1-2 cm, dan membentang apex prostat sampai bulbus penis. Bagian paling
sempit urethra pars membranacea disebabkan oleh otot yang mengelilingi
urethra yaitu, m.sphincter urethrae. Urethra bagian ini seluruhnya terletak
dalam diapharagma pelvis/diapharagma urogenitale. Selain pendek dan
sempit, urethra bagian ini sulit di regangkan dan sangat tipis di bagian

distalnya sehingga mudah robek saat katerisasi.2


Urethra pars spongiosa
Urethra pars spongiosa merupakan bagian urethraterpanjang yaitu 15 cmdan
membentang dari bulbus penis sampai ujung glans penis. Seluruh bagian
urethra

pars

spongiosa

dekelilingi

oleh

corpus

spongiosum/corpus

carvernosum. Pada glans penis terdapat bagian yang melebar disebut fossa
naviculare urethrae. Muara urethra pars spongiosa pada glans penis disebut
orificium externum urithrae dan pada bagian anterior bermuara gl. Urethralis
littre.

2. Histologi
I.

Ginjal
Irisan sagital ginjal menampakan bagian korteks yang lebih gelap di bagian
luar, danbagian medula yang lebih pucat di bagian dalam yang terdiri atas
piramid renal berbentuk kerucut. Juluran menurun korteks di antara piramid
membentuk kolumna renali. Dasar setiappiramid, disebut papila renalis,
dikelilingi kaliks minor berbentuk corong. Kaliks minorbergabung membentuk
kaliks major yang pada gilirannya bergabung membentuk pelvisrenalis.3

Susunan fungsional ginjal disebut nefron. Ginjal tersusun atas banyak nefron,
yangberfungsi untuk filtrasi dan pembentukan urin. Satu unit nefron terdiri dari :
GlomerulusMerupakan suatu gulungan kapiler. Dikelilingi oleh sel sel epitel
lapis ganda atau biasadisebut Kapsul Bowman. Bertindak seperti saringan,
menyaring darah yang datang dariArteriol Aferen. Membentuk urin primer
yang berupa cairan pekat, kental, dan masihseperti darah, tapi protein dan
glukosa, sudah tidak ditemukan.3

Tubulus Kontortus ProksimalSuatu saluran mikro yang amat berliku dan


panjang. Mempunyai mikrovilus untuk memperluas area permukaan lumen.
Ansa HenleSuatu saluran mikro yang melengkung dan berliku, terdiri dari
bagian yang tipis dan yangtebal. Bagian tebal terdiri atas Tubulus rectus
proximal dan tubulus rectus distal. Padabagian yang tipis, didominasi oleh
reabsorpsi air. Sedangkan pada bagian yang tebal,didominasi oleh reabsorpsi
elektrolit, seperti NaCl. Dan pada ansa henle ini lah nantinyaakan terjadi
mekanisme

counter

current,

yaitu

salah

satu

mekanisme

dalam

pembentukanurine.
Tubulus Kontortus DistalSuatu saluram mikro yang juga panjang dan berliku.
Disini, sedikit dilakukan reabsorpsiair.
Ductus Coligentus Suatu saluran lurus dimana berkumpulnya hasil urin setelah
melewati Tubulus KontortusDistal. Bermuara ke Calix Minor Renalis. Yang
selanjutnya akan dibawa ke Calix MayorRenalis, lalu ke Pelvis Renalis.

II.

Ureter
Mukosa ureter sangat berlipat dan dilapisi epitel transisional tebal. Di
bawahnyaterdapat

lamina

propria

jaringan

ikat.

Muskularis

ureter

mengandung dua lapisan otot polos,yaitu lapisan otot longitudinal dalam dan
lapisan otot sirkular di tengah. Lapisan ketiga,longitudinal luar terdapat di
dinding ureter sepertiga bawah. Di sekitar dinding ureter terdapat jaringan ikat
adventisia. Di dalam adventisia dan sekitarnya juga terdapat banyak
pembuluhdarah dan jaringan lemak.3
Ureter yang tidak diregangkan memiliki lumen berkelok karena adanya
lipatanmemanjang. Dinding ureter terdiri atas mukosa, muskularis, dan
adventisia. Mukosa terdiriatas epitel transisional dan lamina propria lebar.
Epitel transisional terdiri atas beberapa lapissel, lapisan terluar ditandai sel-sel
kuboid besar. Sel-sel intermediate berbentuk polihedralkarena sel-sel di basal
berbentuk kuboid atau silinder rendah. Permukaan basal epitel inilicin, tanpa
lekukan papil-papil jaringan ikat. Lammina propria terdiri atas jaringan ikat
fibroelastis lebih padat di bawah epitel lebih padat dibandingkan dengan
fibroblas di dekat muskularis yang lebih longgat. Jaringan limfoid difus dan
kadang-kadang limfonodus kecil mungkin terlihat sekitar lamina propria.
Pada ureter bagian atas, muskularis terdiri atas lapisan otot polos longitudinal
dalam dansirkular luar. lapisan ini tidak selalu jelas. Lapisan longitudinal luar
tambahan terdapat padasepertiga ureter bagian bawah. Adventisia menyatu
9

dengan jaringan ikat fibroelastis dan jaringan lemak di sekitarnya yang


mengandung banyak arteri, venula, dan saraf kecil.3

III.

Vesica urinaria
Lapisan otot polos dinding vesica urinaria serupa dengan lapisan otot di ureter,
kecuali ketebalannya. Dinding vesica urinaria terdiri atas mukosa, muskularis,
dan serosa padapermukaan superior vesica urinaria, permukaan inferior nya
ditutupi oleh adventisia yangmenyatu dengan jaringan ikat struktur-struktur
dekatnya.4
Mukosa vesika yang kosong tampak berlipat-lipat. Epitel transisional
mengandung lebihbanyak lapisan sel dan lamina propria lebih lebar daripada
yang di ureter. Jaringan ikat didalamnya mengandung lebih banyak serat
elastin.
Muskularisnya tebal dan ketiga lapisan di bagian leher vesika urinaria tersusun
dalamberkas yang saling beranastomosis dengan jaringan ikat longgar di
antaranya. Pada vesikakosong, sel-sel superfisial epitel transisional berbentuk
kuboid atau silindris rendah. Bilavesika penuh dan epitel transisionalnya
diregangkan, sel-selnya menjadi gepeng. Membranpermukaan asidofilik selsel superfisial tmpak jelas.

IV.

Urethrae
Uretra pada pria terdapat pada prostat, urogenital diapraghma, dan penis.
Uretra pria terdiri dari mukosa, muskularis, dan adventisia. Pada lapisan
mukosa, terdiri dari epitel transisional sampai berlapis gepeng. Sedangkan
pada lapisan muskularisnya terdapat otot polos.4

3. Mekanisme ginjal
Dalam proses pembuatan urin terdapat tiga proses utama yaitu filtrasi, reabsorbsi dan
sekresi dari ginjal. Jumlah urin yang terbentuk dari ketiga proses tersebut berjumlah
sekitar 1500ml perhari. Jumlah urin ini ditentukan dengan jumlah ketiga proses
tersebut dimana jumlah urin sama dengan jumlah filtrasi dikurangi dengan jumlah
reabsorbsi dan ditambahkan dengan jumlah sekresi dari ginjal. Oleh karena ketiga
kegiatan yang dilakukan ginjal diatas dapat disimpulkan bahwa pengaturan yang
dilakukan oleh ginjal dapat dilakukan dalam proses sekresi, filtrasi maupun pada
proses reabsorbsi dari ginjal tersebut.5
Filtrasi Ginjal

10

Proses filtrasi dari ginjal dilakukan pada daerah korpuskel ginjal yang dimana
banyak terdapat pembuluh darah pada daerah tersebut. Kapiler darah yang berupa
kapiler fenestra yang tertutupi oleh kaki kaki pedikel pososit ini berfungsi
seperti saringan yang dapat melewatkan benda berukuran dibawah 8 nano meter.
Ukuran yang kecil ini tidak memungkinkan bagi protein, enzim dan zat yang
besar untuk melewatinya. Selain daripada itu, sawar ini juga memiliki muatan
negatif, sehingga zat-zat yang memiliki muatan negatif akan sangat sulit untuk
melewati sawar ini. Hal ini terbukti pada protein albumin yang memiliki ukuran
lebih kecil dari 8 nanometer dan bermuatan negatif. Albumin ini tidak dapat
melewati sawar ginjal dengan alasan bahwa molekul tersebut merupakan suatu
molekul negatif yang saling tolak-menolak dengan sawar dari ginjal tesebut. Oleh
karena itu dapat disimpukkan bahwa kemampuan filtrasi zat terlarut berbanding
terbealik dengan ukurannya tetapi tidak berlaku pada molekul yang bermuatan.
Dengan pembahasan yang telah dilakukan diatas dapat juga ditarik kesimpulan
bahwa dalam filtrat tidak diketemukan protein dan lemak, karena lemak biasanya
berikatan dengan protein yang terdapat dalam plasma.5
GFR atau laju aliran tubulus merupakan banyaknya plasma yang melewati
membran tubulus dalam satu menit. Pada orang dewasa normal, jumlahnya
sekitar 125mL/menit. Laju filtrasi gromelurus ini ditentukan dengan kesimbangan
osmotik dan onkotik antara plasma dengan di kapsula bowman dan juga faktor
filtrasi dari zat tersebut. Hal yang mempengaruhi kecepatan berikutnya adalah
tekanan hidrostatik dari kapiler dan gromelurus. Dimana peningkatan tekanan
hidrostatik dari kapiler akan meningkatkan GFR sedangkan peningkatan tekanan
hidrostatik dari glomerulus akan menurunkan GFR. Hal berikutnya yang
berpengaruh adalah konsentrasi protein plasma yang bersifat higroskopis atau
menarik air yang disebut sebagai tekanan onkotik. Karena dalam glomerulus
tidak terdapat protein yang berarti maka tekanan onkotik glomerulus pada orang
normal dianggap sama dengan nol. Sedangkan tekanan onkotik pada kapiler awal
dibandingkan dengan kapiler akhir akan terus menigkat karena banyak air yang
sudah keluar dan hal inilah yang menyebabkan tidak semua plasma dapat keluar
dari kapiler ke dalam glomerulus. Hal ini dapat diartikan bahwa kontriksi dari
arteriol aferen akan menurunkan GFR, sedangkan kontriksi dari arteriol eferen
memiliki 2 sifat yaitu menurunkan dan menaikan GFR. Pada kontriksi arteriol
11

eferen awal akan meningkatkan GFR, sedangkan pada kontriksi arteriol akhir
akan menurunkan GFR itu sendiri.
Kontrol umpan balik yang berfungsi untuk mengatur kerja dari filtrasi ginjal
adalah renin dan angiotensin. Prosesnya adalah sebagai berikut, apabila tekanan
arteri menurun maka akan menyebabkan tekanan hidrostatik glomerulus ikut
turun dan akan serta merta menurunkan GFR. Penurunan zat yang difiltrasi akan
juga menurunkan jumlah nacl yang terdeteksi oleh makula densa. Apabila hal ini
terjadi maka akan menurunkan tahanan dari arterol aferen, selain daripada itu,
penurunan ini juga akan menyebabkan peningkatan renin yang akan
menghasilkan suatu hormon angiotensin II. Hormon ini dan penurunan tahanan
dari arteriol aferen akan menjadi suatu umpan balik yang akan menaikkan
tekanan hidrostatik dari glomerulus. Peningkatan ini juga akan meningkatkan
reabsorbsi nacl dan akan kembali ke keadaan homeostatis.
Reabsorsi ginjal
Pembentukan urin yang berikutnya akan melalui proses reabsorbsi dan sekresi
di sepanjang berbagai bagian dari nefron. Setiap bagian dari nefron mulai dari
tubulus kontortus proksimal, ansa henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus
koligents mempunyai sifat dan cara kerja reabsorbsi dan sekresi urin yang
berbeda. Proses transpor dari berbagai zat tersebut dapat dilakukan dengan
transpor aktif primer, transpor aktif sekunder maupun dengan transpor pasif.
Transpor aktif primer berarti transpor tersebut melalui membran tubulus ke
dalam sel dengan langsung menggunakan ATP, misalnya natrium-kalium
ATPase, hidrogen ATPase, hidogen kalium ATPase, dan kalsium ATPase.
Sedangkan pada transpor aktif sekunder, dua atau lebih zat berinteraksi
dengan suatu protein membran spesifik dan ditranspor bersama melewati
membran, contoh yang paling umum adalah transpor dari glukosa. Untuk
transpor aktif sendiri selalu memiliki batas kecepatan yang disebut sebagai
transpor maksimum. Keterbatasan ini disebabkan oleh kejenuhan dari sistem
transpor spesifik yang dilibatkan apabla jumlah zat terlarut yang dikirim ke
tubulus melebihi kapasitas protein pengangkut dan enzim-enzim spesifik yang
terlibat dalam proses transport. Pada transport pasif yang paling banyak
terjadi adalah pada reabsorbsi air yang melalui osmosis terutama menyertai

12

reabsorpsi natrium. Selain dari pada air reabsorbsi dari klorida, ureum dan
zat-zat terlarut lainnya melalui difusi pasif.5
Bagian pertama dalam proses reabsorbsi dan sekresi adalah tubulus
proksimal.

Secara

muatan natrium dan air

normal, sekitar 65 persen dari


yang

difiltrasi

dan

nilai

presenntase yang sedikit


lebih renadah dari klorida
akan direabsorbsi oleh
tubulus

proskimal

sebelum filtrat mencapai


ansa Henle peresentase
dapat

menigkat

atau

ini
menurun

dalam berbagai kondisi fisiologis. Pada tubulus proskimal zat zat yang
terutama direabsorbsi adalah natrium, clorida, air, glukosa, asam amino dan
ion bikarbonat. Dan zat yang terutama disekresi adalah ion hidrogen, asam
organik, dan beberapa jenis basa. Pada pertengahan pertama dari tubulus
proksimal transpor natrium sebagaian besar diikuti oleh transport dari glukosa
ataupun asam amino, sedangkan untuk paruh berikutnya karena konsentrasi
dari clorida lebih tinggi lagi, maka transport dari natrium akan lebih
bersamaan dengan ion clorida. Transport imbangan dari natrium adalah
dengan hidrogen yang pada tubulus ginnjal berreaksi dengan ion bikarbonat
dan akan menjadi carbondioksida dan air. Dan hal yang juga penting adalah
pada tubulus prosimal terdapat proses sekresi dari asam dan basa organik
yang berfungsi untuk mengeluarkan obat-obatan atau toksin yang potensial
berbahaya melalui sel-sel tubulus ke dalam tubulus dan dapat dengan cepat
dibersihkan dari darah.
Ansa henle terdiri dari tiga segmen fungsional yang berbeda yaitu segmen
tipis desenden, segmen tipis asenden dan segmen tebal asenden ansa henle.
Bagian tebal dari segmen tipis ansa henle sangat permeable terhadap air dan
cukup permeabl terhadap sebgaian besar zat terlarut tetapi hanya memiliki
beberapa mitokondria dan terjadi reabsorbsi aktif yang sedikit atau bahkan
tidak terjadi reabsorbsi aktif. Segmen tebal asenden ansa henle mereansornsi
sekitar 25% natrium, klorida dan kalium yang terfiltrasi serta sejumlah besar
kalsium, bikarbinat dan magnesium. Segmen ini juga menyekresikan ion
13

hidrogen ke dalam lumen tubulus. Dan disini dapat dijelaskan bahwa pada
bagian segmen tipis desendens dari ansa henle sangat permeable terhadap air,
sendangkan pada bagian acendensnya tidak lagi permeable terhadap air tertapi
banyak terdapat transport aktif keluar untuk natrium. Keadaan ini

yang

menyebabkan tetap tingginya osmilaritas cairan intersitial yang terdapat pada


medula ginjal.
Bagian awal tubulus distal banyak memiliki kesamaan dengan karakteristik
dengan segmen tebal asenden ansa Henle dan mereabsorbsi natrium, klorida,
dan magnesium tapi sebnenarnya tidak permeable terhadap air dan ureum.
Bagian akhir dari tubulus distal dan tubulus kologentes kortikalis terdiri dari
dua jenis sel yang berbeda yaitu sel prinsipalis dan sel interkalatus. Sel
prinsipalis mereabsorbsi natrium dari lumen dan menyekresikan ion kalium
ke dalam lumen. Sel interkalatus mereabsorbsi ion kalium dan bikarbonat dari
lumen dan menyekresikan ion hidrogen ke dalam lumen. Rabsorbsi air dari
segmen tubulus ini
diatur
konsentrasi

oleh
hormon

antidiuretik.
Ciri khas dari duktus
koligentes

bagian

medula dalah dalam


reabsorbsi air sangat
dipengaruhi

oleh

hormon ADH. Peningkatan hormon ini akan menyebabkan banyak dari air
yang akan direabsorbsi ke dalam darah, begitu juga sebaliknya. Ciri
berikutnya yaitu duktus koligentes bagian medula bersifat permeabel terhadap
ureum.
Oleh karena itu beberapa ureum tubulus direabsorbsi ke dalam interstisium
medula, membantu meningkatkan osmolalitas daerah ginal ini dan turut
berperan pada seluruh kemampuan ginjal untuk membentuk urin yang pekant.
Dan yang terakhir adalah duktus koligentes bagian medula mampu
menyekresikan ion hidrogen melawan gradien konsentrasi yang besar, seperti
yang juga terjadi dalam tubulus koligentes kortikalis. Jadi, duktus koligentes
bagian medula juga memainkan peranan kunci dalam mengatur keseimbangan
asam basa.5
14

Sekresi ginjal
Sekresi tubulus, mengacu pada perpindahan selektif zat-zat dari darah kapiler
peritubulus ke dalam lumen tubulus, merupakan rute kedua bagi zat dari darah
untuk masuk kedalam tubulus ginjal. Proses sekresi terpenting adalah sekresi
H+,

K+, dan

ion-ion

organik. Sekresi

tubulus

dapat

dipandang

sebagai mekanisme tambahan yang meningkatkan eliminasi zat-zat tersebut


dari tubuh. Semua zat yang masuk ke cairan tubulus, baik melalui fitrasi
glomerulus

maupun

sekresi tubulus

dan

tidak

direabsorpsi

akan

dieliminasi dalam urin.6


Sekresi tubulus melibatkan transportasi transepitel seperti yang dilakukan
reabsorpsi tubulus,

tetapi

langkah-langkahnya

berlawanan arah.

Seperti

reabsorpsi, sekresi tubulus dapat aktif atau pasif. Bahan yang paling penting
yang disekresikan oleh tubulus adalah ion hidrogen (H+), ionkalium (K+),
serta

anion

dan

kation

organik, yang

banyak

diantaranya

adalah

senyawa senyawa yang asing bagi tubuh.

Sekresi Ion Hidrogen.


Sekresi hidrogen ginjal

keseimbangan asam-basa tubuh.


Sekresi ion Kalium
Ion kalium adalah contoh zat yang secara selektif berpindah dengan

sangatlah

penting

dalam pengaturan

arah berlawanan di berbagai bagian tubulus; zat ini secara aktif


direabsorpsi di tubulusproksimal dan secara aktif disekresi di

tubulus distal dan pengumpul.


Sekresi anion dan kation Organik
Tubulus proksimal mengandung dua jenis pembawa sekretorik yang
terpisah, satu untuk sekresi anion organik dan suatu sistem terpisah
untuk sekresi kation organik.6

15

4. Hormon di ginjal
ADH
Hormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat
mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. Hormon ini dibentuk oleh
hipotalamusyang ada di hipofisis posterior yang mensekresi ADH dengan
meningkatkan osmolaritasdan menurunkan cairan ekstrasel.5
Aldosteron
Hormon ini berfungsi pada absorbsi natrium yang disekresi oleh kelenjar
adrenal ditubulus ginjal. Proses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya
perubahankonsentrasi kalium, natrium, dan sistem angiotensin rennin
Prostaglandin
Prostagladin merupakan asam lemak yang ada pada jaringan yang berlungsi
meresponsradang,

pengendalian

tekanan

darah,

kontraksi

uterus,

dan

pengaturan pergerakangastrointestinal. Pada ginjal, asam lemak ini berperan


dalam mengatur sirkulasi ginjal.5
Gukokortikoid
Hormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air
yangmenyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium
Renin
Selain itu ginjal menghasilkan Renin; yang dihasilkan oleh sel-sel
apparatus jukstaglomerularis pada :

Konstriksi arteria renalis ( iskhemia ginjal )


Terdapat perdarahan ( iskhemia ginjal )
Uncapsulated ren (ginjal dibungkus dengan karet atau sutra )
Innervasi ginjal dihilangkan

Kesimpulan
Rasa nyeri akibat adanya gangguan pada fugsi dan mekanisme kerja sistem
uropoetika yaitu, filtrasi, reabsorsi, sekresi serta ekskresi.

16

Daftar pustaka
1. Rasjidi I. Panduan pelayanan medik model interdisiplin penatalaksanaan.
1st ed. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008. h. 27
2. Inggriani, Y. Buku ajar Anatomi : Traktus Urogenitalis. 2 nd ed. Jakarta :
Bagian Anatomi FK UKRIDA; 2012. h. 20-3
3. Junqueira, L.J, Carneiro, J. Histologi dasar. 1st ed. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2007.
4. Leeson. Buku ajar Histologi. 1st ed. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
EGC. 2006

5. Sherwood L. 2001. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi-2. Jakarta : EGC. Hal
461-504.
6. Hall, Guyton. Buku ajar fisiologi kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
EGC. Hal 439-445.

17