Anda di halaman 1dari 3

Tempat injeksi subkutan intramuskular

Rute administrasi obat dengan cara injeksi ke dalam tubuh bermacam-macam, dua
diantaranya adalah injeksi subkutan (SK) dan intramuskular (IM). Masing-masing rute
memiliki tujuan tersendiri dalam mencapai tujuan terapi.

Injeksi SK merupakan pemberian obat ke dalam lapisan jaringan lemak dibawah kulit
menggunakan jarum hipodermik yang dapat diaplikasikan sendiri oleh pasien (eg. insulin).
Beberapa faktor yang mempengaruhi rute subkutan diantaranya ukuran molekul akan
menyebabkan kecepatan penetrasi molekul besar lebih rendah, viskositas obat akan
mempengaruhi kecapatan difusi obat ke dalam cairan tubuh, karakteristik anatomi sisi injeksi
(eg.vaskularitas, jumlah jaringan lemak) akan mempengaruhi kecepatan absorpsi obat.
Perbandingan kecepatan absorpsi antara SK, IM dan IV adalah SK < IM < IV. Adapun
kekurangan rute SK adalah kesulitan mengontrol kecepatan absorpsi dari deposit SK, terjadi
komplikasi lokal (iritasi dan nyeri pada tempat injeksi) sehingga tempat injeksi harus
berganti-ganti untuk mencegah akumulasi obat yang tidak terabsorpsi karena dapat
menyebabkan kerusakan jaringan. Cara dan daerah tempat penyuntikan digambarkan di
bawah ini.

Injeksi IM dilakukan dengan cara obat dimasukan ke dalam otot skeletal, biasanya otot deltoit
atau gluteal. Onset of action IM > SK. Absorpsi obat dikendalikan secara difusi dan lebih
cepat daripada SK karena vaskularitas pada jaringan otot lebih tinggi. Kecepatan absorpsi
bervariasi bergantung pada
sifat fisikokimia larutan yang diinjeksikan dan variasi fisiologi (sirkulasi darah otot dan
aktivitas otot). Pemberian IM ke dalam otot dapat membentuk depot obat di otot dan akan
terjadi absoprsi secara perlahan-lahan. Adapun kekurangan dari cara IM yaitu nyeri di tempat
injeksi, jumlah volume yang diinjeksikan terbatas yang bergantung pada masa otot yang
tersedia , dapat terjadikKomplikasi dan pembentukan hematoma serta abses pada tempat
injeksi. Faktor yang mempengaruhi pelepasan obat dari depot otot antara lain kekompakan
depot yang mana pelepasan obat akan lebih cepat dari depot yang kurang kompak dan lebih
difuse, konsentrasi dan ukuran partikel obat dalam pembawa, pelarut yang digunakan, bentuk
fisik sediaan, karakteristik aliran sediaan dan volume obat yang diinjeksikan. Contoh bentuk
sediaan yang dapat diberikan melalui IM diantaranya emulsi minyak dalam air, suspensi
koloid, serbuk rekonstitusi. Daerah tempat penyuntikan digambarkan di bawah ini.