Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS LAPORAN

ARUS KAS

A. Pengertian Kas dan Setara Kas


PSAK No. 2 kas didefinisikan sebagai :
Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand)
dan
rekening giro. (1995:2.2).
Statement Of Financial Accounting Standard
No. 95, FASB menyatakan bahwa :
Suatu laporan arus kas harus menjelaskan
selisih yang terjadi antara saldo awal dan saldo
akhir serta setara
kas (cash equivalent).
Hal ini berarti dalam laporan kas, kas memiliki
pengertian yang lebih luas yang tidak hanya
terbatas pada saldo kas yang tersedia di perusahaan
(cash on hand) dan kas di bank, tetapi juga
termasuk perkiraan-perkiraan yang dikenal sebagai
setara kas (cash equivalent).

Definisi setara kas (cash equivalent) dalam PSAK No. 2


Investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka
pendek dan dapat segera dijadikan kas dalam jumlah
tanpa
menghadapi
perubahan
nilai
yang
berarti.(1995:2.3).
Contoh setara kas yang disamakan dengan kas,
menurut Harrison (1995:731) adalah treasury bills,
commercial paper jangka pendek, money market,
serta surat-surat berharga lain yang mempunyai
syarat-syarat :
1. Setiap saat dapat ditukar dengan kas.
2. Tanggal jatuh temponya sangat singkat, dalam waktu
tiga bulan atau kurang.
3. Resiko perubahan nilai yang kecil atau kurang berarti.

B. Pengertian Laporan Arus Kas


Laporan Arus Kas (SAK)
Arus kas menurut PSAK No. 2 : Arus masuk dan keluar kas
atau setara kas. (1995:2.3).
Laporan Arus Kas (IAS 7)
Menurut IAS7 ( statement of cash flows ), definisi arus kas
sama dengan yang ada di dalam PSAK No.2.
Kas sendiri terdiri dari kas di tangan ( cash on hand ) dan
rekening deposito.
Sedangkan, setara kas (cash equivalent) adalah investasi
yang sifatnya sangat likuid, berjangkapendek, dan yang
dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat
ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
signifikan.

C. Kegunaan laporan Arus Kas


Menurut Financial Accounting Standard Board, informasi yang
diberikan dalam suatu laporan kas, jika digunakan dengan
pengungkapan yang berkaitan dan laporan keuangan lainnya,
harus membantu investor, kreditor dan pihak lainnya untuk :
1. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus
kas bersih masa depan,
2. Menilai
kemampuan
perusahaan
dalam
memenuhi
kewajibannya,
kemampuan
membayar
dividen,
dan
kebutuhan untuk pendanaan eksternal.
3. Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibanding
penerimaan serta pengeluaran kas yang berkaitan.
4. Menilai pengaruh transaksi investasi dan pendanaan baik kas
maupun non kas terhadap posisi keuangan suatu perusahaan
selama satu periode tertentu.

D. Penyajian Laporan Arus Kas


Klasifikasi Arus Kas (PSAK)
PSAK No. 2, paragraf 49 (1995:2.4), dinyatakan bahwa : Laporan
arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan
diklasifikasikan menurut aktifitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Paragraf 41, PSAK NO. 2 (1995:2.9) diatur lebih lanjut tentang
transaksi non kas yang berkaitan dengan aktifitas investasi dan
pendanaan, sebagai berikut : Transaksi investasi dan pendanaan
yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas
dikeluarkan dari laporan arus kas.
PSAK No. 2 (1995:2.11-2.12) : Pos luar biasa, arus kas dari pos
ini harus diklasifikasikan sebagai aktifitas operasi, investasi dan
pendanaan sesuai dengan sifat transaksinya dan diungkapkan
secara terpisah.

Klasifikasi Arus Kas (IAS 7)


Arus kas harus dianalisis antara operasi, investasi dan
pendanaan.[IAS 7.10]prinsip-prinsip kunci yang ditetapkan oleh
IAS 7 untuk penyusunan laporan arus kas adalah sebagai berikut :
1. Operating activities / aktivitas operasi [IAS 7,14]
2. Investing activities / aktivitas investasi [IAS 7,6]
3. Financing activities / aktivitas pendanaan [IAS 7,6]
4. Arus kas bunga dan dividen yang diterima dan
dibayarkan [IAS 7,31]
5. Arus kas yang berasal dari pajak atas penghasilan [IAS
7,35]
6. Untuk operasi arus kas [IAS 7.18]

Metode Penyajian Laporan Arus Kas (PSAK)


Dalam PSAK No. 2 (1995:2.7), perusahaan
diwajibkan untuk melaporkan arus kas dari
aktifitas operasi dengan menggunakan salah satu
metode dibawah ini :
1. Metode Langsung
2. Metode Tidak Langsung
Perbedaan IAS dengan PSAK2 adalah yaitu dalam
IAS 7 cash flow statements boleh memilih direct
atau indirect method, namun extraordinary items
dilarang.

Penyusunan Laporan Arus Kas


Menurut Smith dan Skousen (1992:191),
penyusunan laporan arus kas terdiri dari
sumber-sumber data yang ada meliputi
empat langkah pokok :
1. Menentukan perubahan dalam kas
2. Menentukan arus kas bersih dari aktifitas
operasi.
3. Menentukan arus kas dari aktifitas investasi
dan pendanaan.
4. Menyiapkan suatu laporan arus kas formal.

E. Analisis Laporan Keuangan


Hakikat Analisis Laporan Keuangan
Tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk
mengevaluasi posisi dan hasil operasi sekarang
dan masa lampau dari suatu perusahaan.
Evaluasi Kinerja Perusahaan
Laporan arus kas dapat membantu
para
pemakainya untuk melihat bagaimana saldo kas
dan setara kas dalam neraca perusahaan berubah
dari awal hingga akhir periode akuntansi dan apa
artinya perubahan tersebut bagi perusahaan.

F. Analisis Rasio Arus Kas


Analisis laporan arus kas menurut Plewa dan Friedlob
(1995:228) : SOLVENCY RATIO
LIKUIDITY RATIO
Capital Expenditure
Cash Flow Return Ratios
1. Current Cash
Debt Coverage

1. Cash Long Term


Debt Coverage

1. Capital Acquisition
Ratio

1. Overall Cash Flow


Ratio

2. Cash Divident
Coverage

2. Cash Interest
Coverage

2. Invesment / CFO
Plus Finance Ratio

2. Cash Return On Sales


Ratio

3. Operation /
Invesment Ratio

3. Cash Flow To Net


Income Ratio

4. Cash
Reinvesment Ratio

4. Quality Of Sales Ratio

5. Quality Of Income
Ratio
6. Cash Return On Assets
Ratio
7. Cash Return On
Stockholders Equity
Ratio
8. Cash Flow Per Share

SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH