Anda di halaman 1dari 2

Peran dokter keluarga

Pada prinsipnya pelayanan dokter keluarga mencakup 4 hal ini:


a. Promotif
Merupakan suatu tindakan yang lebih memberikan informasi sebagai edukasi
mengenai kesehatan termasuk masalah penyakit sehingga keluarga mengetahui
bahaya-bahaya dari suatu penyakit dan bagaimana cara menghindari dan
mengatasinya termasuk tindakan preventifnya yang bertujuan untuk meningkatkan
taraf kesehatan anggota keluarga.
- Menjelaskan tentanggagal tumbuh itu penyakit seperti apa pada keluarganya,
terutama mengenai apa penyebabnya, apa akibatnya, bagaimana cara
-

mengobati dan pencegahannya


Edukasi kepada keluarga pasien mengenai masalah-masalah yang dapat

memunculkan penyakit-penyakit tersebut dan bagaimana cara mengatasinya


Melakukan penyuluhan kepada keluarga dilingkungan sekitarnya mengenai

pola hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit gagal tumbuh
b. Preventif
Merupakan tindakan atau program yang dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi
penyakit. Berbagai tindakan preventif yang bisa dilakukan seperti melakukan
pengawasan faktor resiko dan penyakit yang memiliki kecendrungan menjadi wabah.
- Pasien dianjurkan untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan secara teratur
-

dan pemberian nutrisi yang sesuai


Edukasi keluarga mengenai kebutuhan gizi dan cara pemberian makan
Anak yang tidak respon terhadap modifikasi nutrisi dan perilaku

membutuhkan evaluasi lebih lanjut


Diet tinggi kalori untuk tumbuh besar dan pemantauan minimal satu kali

sebulan sampai tercapai pertumbuhan yang normal


- Jaga kebersihan lingkungan rumahnya
c. Kuratif
Tahapan yang dapat ditempuh dalam penatalaksanaan anak dengan gagal tumbuh
adalah:
d. Rehabilitatif
Adalah program untuk meminimalisasi dampak suatu penyakit.
- Rujuk ke dokter spesialis anak

Tahap-tahap pertumbuhan anak:


Menurut moersintowarti (2002) tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:

1. Masa pranatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).
a. Masa embrio ialah sejak konsepsi sampai umur kehamilan 8 minggu.
b. Masa fetus ialah sejak umur 9 minggu sampai kelahiran. Masa ini terdiri dari dua
periode:
- Masa fetus dini, sejak usia 9 minggu sampai dengan trimester kedua
kehidupan intra uterin, terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad
-

manusia sempurna dan alat tubuh telah terbentuk dan mulai berfungsi.
Masa fetus lanjut, pada trimester akhir pertumbuhan berlangsung pesat dan
adanya

perkembang

fungsi-fungsi.

Pada

masa

ini

terjadi

transfer

imunoglobulin G (IgG) dari darah ibu melalui plasenta.


2. Masa postnatal atau masa setelah lahir, masa ini terdiri dari lima periode antara lain:
a. Masa neonatal (0-28 hari)
Terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta
mulai berfungsi organ-organ tubuh lainnya.
b. Masa bayi dibagi menjadi 2=dua:
- Masa bayi dini (1-12 bulan) pertumbuhan yang sangat pesat dan proses
pematangan berlangsung secara kontinue terutama meningkatnya fungsi
-

sistem saraf.
Masa bayi akhir (1-2 tahun), kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan

terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik dan fungsi eksresi.


c. Masa prasekolah (2-6 tahun)
Pada saat ini pertumbuhan berlangsung dengan stabil, terjadi perkembangan
dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya keterampian dan
proses berfikir.
d. Masa sekolah atau masa prapubertas (wanita: 6-10 tahun, laki-laki: 8-12 tahun)
Pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan masa prasekolah. Keterampilan
dan intelektual makin berkurang senang bermain berkelompok dengan jenis
kelamin yang sama.
e. Masa adolesensi ( masa remaja), (masa:10-18 tahun, laki-laki:12-20 tahun)
Anak wanita 2 tahun lebih cepat memasuki masa adolesensi dibanding anak lakilaki. Masa ini merupakan transisi dari periode anak ke dewasa. Pada masa ini
terjadi percepatan percepatan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang
sangat pesat yang disebut adolecent growth spurt. Pada masa ini juga terjadi
pertumbuhan dan perkembangan pesat dari alat kelamin dan timbulnya tandatanda kelamin sekunder.
Dapus
Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta. EGC: 1995