Anda di halaman 1dari 22

BAB I

Pengantar
Ringkasan :
Pada bab pertama dalam buku ini menjelaskan tentang ekonomi dibagi menjadi dua
bagian yaitu mikroekonomi dan makroekonomi.Mikroekonomi menangani mengenai perilaku
satuan-satuan ekonomi

individual.Satuan-satuan

ini

mencakup

konsumen,pekerja atau

buruh,para penanam modal,pemilik tanah,perusahan bisnis ,intinya setiap individu atau entitas
yang memainkan peranan dalam berfungsinya perekonomian.Bidang lain yang penting dalam
mikroekonomi yaitu bagaimana satuan-satuan ekonomi berinteraksi untuk untuk membentuk
satuan-satuan

yang

lebih

besar

dalam

pasar

dan

industry.

sedangkan makroekonomi yaitu cabang utama lain dari ekonomi menangani jumlah
agregat ekonomi,seperti tingkat dan laju pertumbuhan produksi nasional,suku bunga
,pengangguran,dan inflasi.
1.1 Dasar-dasar Mikroekonomi
Dasar-dasar mikroekonomi yaitu mengenai tentang keterbatasan-keterbatasan pendapatan
yang dikeluarkan konsumen untuk barang dan jasa,keterbatasan keterampilan yang digunakan
perusahaan untuk memproduksi barang-barang ,dan keterbatasan jam kerja dalam seminggu
yang dapat dialokasikan para bekerja untuk bekerja dan bersenang-senang.
Mikroekonomi menjelaskan situasi-tukar atau trade-off konsumen,pekerja,dan wajah
perusahaan,serta menunjukkan bagaimana trade-off ini dibuat dengan baik.
Teori dan model mikroekonomi seperti halnya setiap sains,ekonomi berkaitan dengan
penjelasan dan ramalan fenomena yang diamati.jadi tidak satupun dari teori yang mutlak
benar.Kegunaan dan validitas sebuah teori bergantung pada apakah teori itu berhasil menjelaskan
dan meramalkan serangkaian fenomena yang kan dijelaskan dan diramalkan.Oleh karena itu,teori
tersebut selalu dikaji melalui pengamatan.Hasilnya,teori sering dimodifikasi atau diperbaharui
bahkan dibuang.
Mikroekonomi menangani masalah-masalah positif dan normative.Masalah positif
menyangkut penjelasan dan ramalan,dan masalah normative menyangkut apa yang seharusnya

berlaku. ,sedangkan analisis normative yaitu analisis yang menguji pertanyaan-pertnyaan yang
seharusnya dilakukan.
1.2 Pengertian Pasar
Pasar yaitu sekumpulan pembeli dan penjual yang melalui interaksi actual dan potensial
mereka,menetukan harga suatu produk atau sekumpulan produk.Ada pasar bersaing versus pasar
tak bersaing,pasar bersaing sempurna yaitu mempunyai banyak penjual dan pembeli,sehingga
tidak ada satupun pembeli atau penjual yang mempunyai pengaruh kuat terhadap harga.Pasar
tidak bersaing yaitu pasar mencakup banyak produsen ,namun perusahaan dapat mempengaruhi
harga.
Pasar menyediakan kemungkinan terjadinya transaksi antara pembeli dan penjual.Jumlah
barang yang dijual dengan harga tertentu.Dalam pasar bersaing sempurna biasanya berlaku satu
harga.Dalam pasar persaingan tidak sempurna,masing-masing perusahaan mungkin akan
membebankan harga yang berbeda untuk produk yang sama.
Harga pasar dari kebanyakan barang akan naik turun sepanjang waktu,dan banyak barang
yang naik turunnya begitu cepat ,ini khususnya terjadi pada barang-barang yang dijual dipasar
bersaaing.
Seperti yang kita lihat,definisi pasar mengidentifikasi pembeli dan penjual mana yang
seharusnya diikutsertakan dalam suatu pasar.Namun,untuk menetapkan pembeli dan penjual
mana yang harus dicakup,harus menentukan luasnya pasar.Luas pasar mengacu pada batas dari
suatu psar,baik geografis maupun dalam hal rangkaian produk yang diproduksi dan dijual dipasar
tersebut.Definisi pasar penting mislanya untuk sebuah perusahaan harus mengerti siapa yang
merupakan pesaing actual dan potensial untuk produk yang berbeda-beda yang ia jual sekarang
atau yang akan ia jual dikemudian hari.
1.3 Harga Riil Versus Harga Nominal
Kita sering membandingkan harga barang sekarang dengan dimasa lalu atau
kemungkinannya dikemudian hari.Untuk membuat suatu perbadingan kita harus mengukur harga
relative terhadap tingkat harga secara keseluruhan.Harga nominal yaitu harga absolut dari suatu

barang yang tidak disesuaikan untuk inflasi.sedangan harga riil yaitu harga suatu barang relative
terhadap ukuran agregat harga;harga disesuakan untuk inflasi.
1.4 Mengapa mempelajari Mikroekonomi?
Tujuan mempelajari mikroekonomi adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip
mikroekonomi dalam membuat keputusan.
Kelebihan dan Kelemahan :
Kelebihan : dalam bab ini menjelaskan pengantar mikroekonomi secara detail dan dimulai dari
yang dasar,sehingga memudahkan pembaca dalam memahami konsep dan teori dari
mikroekonomi .Kemudian juga dilengkapi dengan contoh kasus nyata dari tiap pembahasan yang
sedang di jelaskan sehingga menambah pengetahuan pembaca lebih mendalam.
Kelemahan : Bab ini menjelaskan tentang pengantar mikroekonomi dengan bahasa yang sedikit
tinggi sehingga tidak mudah dipahami oleh orang awam.

BAB II
Dasar-dasar Penawaran dan Permintaan
Ringkasan :
Analisis permintaan penawaran adalah alat dasar yang kuat yang dapat diterapkan pada
berbagai masalah yang menarik dan penting.Tanpa campur tangan pemerintah ,permintaan dan
penawaran dengan sendirinya akan menciptakan keseimbangan guna menetapkan harga suatu
barang dan total jumlah produksi.
2.1 Permintaan dan Penawaran
Kurva Penawaran
Kurva penawaran menunjukkan jumlah barang yang bersedia dijual oleh para produsen
pada harga yang kan diterimanya dipasar,sambil mempertahankan agar harga setiap faktor yang
memepngaruhi jumlah penaran itu tetap.Jumlah penawaran dapat bergantung pada variable-

variabel lain disamping harga,yaitu faktor produksi,termasuk upah ,beban bunga,dan biaya bahan
baku.
Kurva Permintaan
Kurva permintaan menyatakan seberapa banyak konsumen bersedia membeli karena
harga perunit berubah.Pergeseran kurva permintaan bukan hanya karena harga,namun juga
pendapatan.
Barang substitusi dan barang komplemen
Barang substitusi yaitu terjadi pada dua barang dimana kenaikan harga salah satu barang
memicu kenaikan jumlah permintaan barang lain.Sedangkan komplemen terjadi pada dua barang
dimana kenaikan harga salah satu barang memicu penurunan jumlah permintaan barang lain.
2.2 Mekanisme Pasar
Kecendrungan dipasar bebas karena harga berubah sampai pasar seimbang disebut
mekanisme pasar.Harga ekuilibrium yaitu harga yang menyamakan jumlah penawaran dan
permintaan.
2.3 Perubahan dalam Ekuilibrium Pasar
Kurva permintaan dan penawaran bergeser akibat perubahan variable-variabel seperti
tingkat upah ,biaya modal dan pendapatan.Dikebanyakan pasar ,baik kurva permintaan maupun
kurva penawaran bergeser dari waktu kewaktu .Pendapatn siap pakai konsumen berubah apabila
perekonomian tumbuh atau menciut .Permintaan barang bergeser terhadap beberapa barang
musiman,atau karena perubahan selera.
2.4 Elastisitas Pemintaan dan Penawaran
Elastisitas mengukur kepekaan dari suatu variable terhadap yang lainnya,atau suatu
bilangan yang menginformasikan kepada kita presentase perubahan yang terjadi pada suatu
variable sebagai reaksi terhadap perubahan

1 persen pada variable lain.Elastisitas

permintaan,perubahan dalam jumlah permintaan barang akibat kenaikan 1 persen padda harga
barang tersebut.Apabila elastisitas harga lebih besar dari 1,maka permintaan itu elastis terhadap

harga karena penurunan presentasejumlah permintaan lebih besar daripada peningkatan


presentase harga.Jika kurang dari 1,permintaan dikatakan inelastic terhadap harga.Pada
umumnya elastisitas permintaan untuk suatu barang tergantung dari adanya barang lain yang
dapat menggantikannya.Kurva permintaan linear ,kurbva permintaan yang bentuknya adalah
garis lurus.
Elastisitas penawaran terhadap harga ,presentase perubhan dalam jumlah penawaran
akibat kenaikan harga 1 persen.Elastisitas penwaran dapat juga dihubungkan dengan variablevariabel seperti suku bunga,upah,dan harga bahan baku dan barang-barang lain yang dipakai
untuk membuat produk tersebut.
2.5 Elastisitas Jangka Pendek Versus Elastisitas Jangka Panjang
Permintaan
Bagi banyak barang ,permintaan jauh lebih elastis terhadap harga dalam jangka panjang
daripada jangka pendek,salah satu alasannya orang butuh waktu untuk mengubah kebiasaan
konsumsinya,alasan lain bahwa permintaan untuk suatu

barang mungkin berkaitan dengan

persedian barang lain ,yang berubah hanya secara perlahan.


Permintaan dan durabilitas,dipihak lain untuk beberapa barang justru berlaku
kebalikannya ,permintaan lebih elastis dalam jangka pendek daripada jangka panjang,karena
barang-barang yang bersifaan lama.
Elastisitas pendapatan juga berbeda dalam jangka pendek dan jangka panjang.Untuk
kebanyakan barang dan jasa makanan minuman,bahan bakar ,sarana hiburan dan
lainnya,elastisitas

pendapatan

terhadap

permintaan

lebih

besar

dalam

jangka

panjang.Kebalikannya berlaku untuk bahan tahan lama.


Karena permintaan untuk barang tahan lama naik turun begitu tajam sebagai reaksi
terhadap perubahan-perubahan jangka pendek dalam hal pendapatan,industry yang memproduksi
barang ini mudah sekali terimbas oleh kondisi perubahhan makroekonomi,khususnya terhadap
perputaran

siklus

usaha.Karenanya,industry-industri

ini

sering

disebut

industry

bersiklus,penjualan mereka cenderung memperbesar perubahan siklus padda Produk Nasioal


Bruto dan Pendapatan Nasional.

Pewaran
Untuk kebanyakan produk penawaran jangka panjang jauh lebih elastis terhadap harga
daripada penawaran jangka pendek,karena perusahaan menghadapi kendala kapasitas dalam
jangka pendek dan perlu waktu untuk memperluas kapasitas mereka dengan membangun fasilitas
produksi baru dan memperkerjakan karyawan tambahan.
Untuk beberapa barang dan jasa ,penawaran jangka pendek sama sekali tidak
elastis,contohnya menyewakan rumah dibeberapa kota.
Untuk beberapa barang,penawaran lebih elastis dalam jangka pendek yaitu barang-barang
yang dapat didaur ulang.
2.6 Memahami dan Memprediksi Pengaruh Perubahan Kondisi Pasar
Jika kita dapat memperkirakan kurva permintaan dan penawaran pasar tertentu ,kita
dapat menhitung harga ekuilibrium pasar dengan menyelesaikan persamaan-persamaan untuk
jumlah penawaran dan jumlah permintaan .Juga, jika kita mengetahui bagaimana penawaran dan
permintaan bergantung pada variable ekonomi lain,seperti pendapatan atau harga barang lain,kita
dapat menghitung harga dan jumlah ekuilibrium pasar akan berubah selagi variable-variabel
lainnya berubah,inilah cara untuk menjelaskan atau memprediksi prilaku pasar.
2.7 Efek Intervensi Pemerintah- Pengendalian Harga
Ada untung dan rugi akibat dari pengendalian harga.
Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan : Bab ini menjelaskan secara detail mengenai dasar-dasar permintaan dan
penawaran,satu persatu dijelaskan secara baik an teratur.
Kekurangan : Pada efek intervensi pemerintah hanya dijelaskan sedikit.

BAB III
Perilaku Konsumen
Teori perilaku konsumen yaitu deskripsi tentang bagaimana konsumen mengalokasikan
pendapatan diantara barang dan jasa yang berbeda-beda untuk memaksimumkan kesejahteraan
mereka.
3.1 Preferensi Konsumen
Dengan mengunakan istilah keranjang pasar terhadap sekelompok item tertentu.Secara
spesifik keranjang pasar adalah sebuah daftar dari satu atau lebih komoditi dengan jumlah
tertentu.Konsumen memilih keranjang pasar dengan memutuskan pilihan mereka.
Beberapa asumsi dasar mengenai prefernsi yaitu kelengkapan,transivitas,dan lebih baik
berlebih

daripada

kurang.

kurva indefernsi memperlihatkan semua kombinasi keranjang pasar yang memberikan


tingkat

kepuasan

yang

sama

kepada

seseorang.

Peta indiferensi yaitu suatu grafik yang berisikan serangkan kurva indeferensi yang
meenunjukkan keranjang pasar dimana diantaranya konsumen adalah indiferen.Kurva indiferen
tidak dapat saling berpotongan.Dan untuk tiap tingkat kepuasan terdapat sejumlah kurva
indefernsi

yang

tidak

terhitung

yang

tidak

saling

memotong

satu

sama

lain.

Bentuk-bentuk kurva indeferensi menggambarkan bagaimana konsumen bersedia


mensubtitusi

satu

barang

untuk

barang

lain.

Orang-orang menghadapi pilihan trade off ketika memilah diantara dua barang atau
lebih,dan kurva indefernsi dapat membantu menjelaskannya.Untuk menyatakan secara kuantitatif
akan satu barang yang bersedia dikorbankan konsumen ,kita menngunkan tingkat substitusi
marginal yaitu jumlah suatu barang yang bersedia dikorbankan konsumen untuk memperoleh
satu

unit

tambahan

barang

lain.

Bentuk kurva indefernsi dapat menunjukkan berbagai tingkat kesediaan untuk


menggantikan suatu barang dengan barang lainnya.Ada substitusi sempurna yaitu dua barang
dimana tingkat substitusi marginal satu barang untuk barang lainnya adalah tetap.Komplemen
sempurna yaitu dua barang dimana MRS nya tidak terbatas;kurva indiferensi bentuknya sudut
siku-siku.

Ketika kurva indefernsi memeringkat keranjang pasar yang berurutan,atau ordinal,fungsi


utilitas yang menghasilkan peringkat keranjang pasar disebut fungsi utilitas ordinal.
3.2 Kendala Anggaran
Kendala naggaran yaitu kendala-kendala yang dihadapi konsumen akibat keterbatasan
pendapatan.Garis anggaranlah yang digunakan untuk melihat bagaimana kendala anggaran
membatasi pilihan konsumen.Yang menggeser garis anggaran yaitu efek dari pendapatan dan
harga
3.3 Pilihan Konsumen
Dengan diketahuinya preferensi dan kendala anggaran,maka dapat ditentukan pilihan
konsumen secara individu memilih jumlah barang yang akan dibelinya.Keranjang pasar yang
maksimal harus memenuhi dua syarat:harus berada pada garis anggaran dan harus memberikan
kombinasi

barang

dan

jasa

yang

paling

disukai

kepada

si

konsumen.

Kadang-kadang konsumen membeli barang secara ekstrim,paling tidak untuk suatu


kategori barang.Oleh karena itu diperlukan pemecahan sudut untuk menghadapi situasi ini.Dan
apabila terjadi pemecahan sudut,MRS konsumen tidak perlu sama dengan rasio harga.
3.4 Preferensi Terungkap
Jika suatu konsumen memilih satu keranjang pasar daripada yang lainnya dan keranjang
pasar yang dipilih lebih mahal dari yang lainnya,maka konsumen pasti lebih suka akan keranjang
pasar yang dipilih itu.
3.5 Utilitas Marginal dan Pilihan Konsumen
Utilitas Marginal yaitu tambahan kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi tambahan
satu unti barang.Konsep utilitas marginal juga dapat digunakan untuk menyusun kembali analisis
kita yang sebelumnya dengan suatu pemahaman yang lebih mendalam.
3.6 Indeks Biaya Hidup
Indeks biaya hidup yaitu rasio dari biaya sekarang atas sekumpulan barang dan jaasa
konsumen

yang

umum

dibandingkan

dengan

biaya

selama

periode

dasar.

Indeks laspeyres dapat menjawab pertanyaan berapakah jumlah uang yang dibutuhkan
seseorang pada harga tahun ini untuk membeli kumpulan barang dan jasa yang telah dipilih pada
tahun dasar dibagi biaya pembelian kumpulan yang sama dengan harga tahun dasar.
Indeks Paasche ,jumlah uang pada harga tahun sekarang yang dibutuhkan seseorang
untuk membeli sekumpulan barang dan jasa sekarang dibagi dengan biaya membeli kumpulan
yang

sama

dalam

suatu

tahun

dasar.

Baik indek laspeyres dan indeks paasche merupakan indeks ukurn tetap.Jumlah barang
dan jasa disetiap indeks tidak berubah.Namun,untuk indeks laspeyres jumlah tidak berubah itu
terjadi pada tingkat tahun dasar,untuk indeks paasche jumlah tidak berubah itu terjadi pada tahun
sekarang.
Indeks laspeyres dan indeks paasche tidak memberikan indeks biaya hidup yang
sempurna,dan informasi yang dibutuhkan untuk indeks ideal sangat banyak.Dalam prakteknya
apakah yang terbaik?yaitu dengan menerapkan pemakaian indeks harga rantai tertimbangan
untuk mendeflasi ukuran PDB dengan demikian memperoleh taksiran dari PDB yang
sebenarnya.
Kelebihan dan kekurangan:
Kelebihan : Bahasa yang mudah dimengarti dan memulai setiap bab dengan sangat dasar dan
dijelaskan secara rinci,menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai prilaku konsumen yang
sebenarnya,disertai contoh dan juga pemecahan masalah yang timbul dari prilaku konsumen.
Kekurangan : pada pembahasan mengenai indeks hidup ideal tidak dijelaskan secara
lengkap,contoh negaranya misalnya,dan juga pada indeks laspeyres dan pasche tidak ada contoh
matematisnya.
BAB IV
Permintaan Perorangan dan Permintaan Pasar
4.1 Permintaan Perorangan
Konsumsi pangan dan sandang akan berubah seiring dengan berubahnya harga.Kurva
permintaan individu berkaitan dengan jumlah suatu barang yang akan dibeli oleh seorang

konsumen

untuk

harga

barang

tersebut.

Perubahan pendapatan juga dapat merubah permintaan perorangan,semakin tinggi


pendapatan maka semakin besar permintaan perorangan.Untuk menjelaskan kondisi tersebut
digunakan kurva engel yang menunjukkan kaitan antara jumlah barang yang dikonsumsi dengan
pendapatan.
4.2 Efek Pendapatan dan Substitusi
Jatuhnya harga memberikan efek substitusi dan efek pendapatan.efek substitusi adalah
perubahan konsumsi pangan yang diasosiasikan dengan perubahan harga pangan,dengan tingkat
utilitas dijaga agar tetap konstan.Efek substitusi meliputi perubahan dalam konsumsi pangan
yang terjadi akibat perubahan yang membuat pangan relative lebih murah daripada sandang.
Efek pendapatan yakni perubahan konsumsi pangan yang disebabkan oleh peningkatan
daya beli,dengan harga pangan tetap konstan.
4.3 Permintaan Pasar
Kurva permintaan pasar menyatakan jumlah suatu barang sehingga semua konsumen
didalam pasar akan membeli pada harga barang tersebut.Dari permintaan perorangan dan
menjadi permintaan pasar.
4.4 Surplus Konsumen
Surplus konsumen ,selisih antara berapa yang bersedia dibayar konsumen untuk suatu
barang dan jumlah sesungguhnya yang dibayar oleh konsumen tersebut.Surplus konsumen dapat
dengan mudah dihitung jika mengetahui kurva permintaannya.Apabila dijumlah dari antara
banyak orang,surplus konsumen mengukur agregat menfaat yang dipeolrh konsumen denga
membeli barang dipasar.Apabila dikombinasikan surplus konsumen dengan agregat laba yang
diperoleh produsen ,maka dapat dinilai biaya dan keuntungan dari struktur pasar alternative dan
dari kebijakan umum yang mengubah prilaku konsumen dan perusahaan dalam pasar itu.
4.5 Eksternalitas Jaringan
Ketika setiap permintaan individu tergantung kepada pembelian individu-individu lain
disebut eksternalitas jaringan.Untuk beberapa barang permintaan seseorang juga tergantung oleh

permintaan orang lain .Eksternalitas positif dimana konsumen ingin memiliki suatu barang
karena orang lain juga memilikinya disebut efek ikut-ikutan.Efek snob dimana eksternalitas
jaringan negative dimana konsumen ingin memiliki suatu barang yang eksklusif atau unik.Efek
snob membuat permintaan pasar menjadi kurang elastis.
4.6 Perkiraan Empiris dari Permintaan
Beberapa metode dapat dipakai untuk mempeoleh informasi tentang permintaan
konsumen.Ini mencakup wawancara,pendekatan eksperimen,dan pendekatan statistic yang tidak
langsung.Pendekatan statistic sangat bermanfaat untuk diterapkan,tetapi penting untuk untuk
menetapkan variable yang tepat yang memperngaruhi permintaan sebelum pekerjaan statistic itu
selesai.
Pemahasan matematis
Maksimisasi utilitas dengan metode pengali lagrange,menetapkan permasalahan dengan kendala
anggaran PxX + PYY I = 0,kemudian diferensial metode pengali lagrange ,dan menyelesaikan
hasil persamaan.
Prinsip persamaan marginal dengan rumusnya,tingkat substitusi marginal,utilitas marginal
pendapatan dU/dI = (

PxdX + PydY) / (PxdX + PydY) =

Dualitas dalam taori konsumen dengan menggunakan pendekatan cobb-Douglas.

Kelebihan dan Kekurangan :


Kelebihan : Bahasa yang mudah dipahami dan penjelasan lengkap disertai juga dengan analisi
empiris

dan

juga

pembahsan

matematisnya.

Kekurangan : Dalam menyajian contoh kasus digunakan data yang tidak up to date.dan dalm
contoh matematisnya juga contohnya tidak menggunakan angka ,beda dengan ekonomi produksi
Aulia Tasman yang langsung menggunakan angka.Sehingga lebih mudah dimengerti langsung
dengan adanya contoh konkrit.

BAB V
Pilihan Dalam Ketidakpastian
5.1 Menggambarkan Resiko
Probabilitas mengacu pada kemungkinan bahwa suatu peristiwa akan terjadi .Penafsiran
dalam probabilitas dapat tergantung kepada ketidakpastian yang akan terjadi,keyakinan dari
orang-orang

yang

terlibat

atau

keduanya.

Nilai yang diharapkan dari situasi yang tidak pasti merupakan bobot rata-rata dari hasil
perolehan atau nilai dari semua hasil yang mungkin akan terjadi dengan kemungkinan tiap hasil
dipakai

sebagai

bobot.

Variabilitas ,sejauh mana hasil yang mungkin dari situasi yang tidak pasti yang
berbeda.Itukah beberapa penggambarakn dalam mengambil resiko oleh karena itu dalam
membuat keputusan dengan mempertimbangkan resiko yang paling kecil dari yang lain.
5.2 Preferensi Terhadap Resiko
Sebuah fungsi utilitas memberikan suatu tingkat utilitas terhadap masing-masing
keranjang pasar yang mungkin.Utilitas marginal digambarkan sebagai tambahan kepuasan yang
diperoleh dengan mengkonsumsi sejumlah barang tambahan.Orang berbeda-beda dalam
kesediannya untuk menanggung resiko.Ada yang suka resiko da nada yang enggan da nada yang
netral.
5.3 Mengurangi Resiko
Resiko dapat dikurangi dengan diversifikasi ,dengan mengalokasikan sumberdaya untuk
berbagai aktifitas yang hasilnya tidak berkaitan.kemudian dengan melakukan asuransi ,dengan
mebeli asuransi

ia mempunyai pendapatan yang sama terlepas apakah ada kerugian atau

tidak.Kemudian mengurangi resiko bisa dengan nilai informasi,orang sering membuat keputusan
dengan informasi yang terbatas.Jika lebih banyak informasi yang tersedia,konsumen dapat
membuat lebih banyak prediksi dan mengurangi resiko.
5.4 Permintaan pada Aset yang Beresiko

Teori konsumen dapat diterapkan untuk keputusan melakukan investasi pada asset yang
beresiko.Garis anggaran mencerminkan harga resiko dan kurva indeferensi konsumen
mencerminkan sikap mereka terhadap resiko.
Kelebihan : Menjelaskan mengani pilihan ketidak pastian,kemudian resiko yang dihadapi secara
jelas.Sehingga sangat berguna terutama untuk seorang menejer dan individu dalam membantu
mengambil

keputusan.

Kekurangan : Pembahsan tidak terlalu mendalam.

BAB VI
Produksi
6.1 Teknologi Produksi
Suatu fungsi produksi menunjukkan keluaran terbesar yang dihasilkan suatu perusahaan
untuk setiap kombinasi masukan tertentu
6.2 Isokuan

isokuan yaitu kurva yang menunjukkan semua kombinasi yang mungkin dari

input yang menghasilkan output yang sama.Isokuan memperlihatkan fleksibilitas yang dimiliki
perusahaan ketika membuat keputusan produksi.
6.3 Produksi dengan Satu Masukan Variabel
Produksi dengan satu masukan variable,tenaga kerja,akan bermanfaat bila digambarkan
sebagai produk rata rata dari tenaga kerja dan produk marginal tenaga kerja .Produk marginal
tenaga kerja yang semakin berkurang berlaku untuk kebanyakan proses prediksi.The law of
diminishing return sering dipakai untuk menggambarkan gejala ini.Yang menyatakan bahwa jika
pengguna masukan meningkat,suatu tititk akhirnya akan dicapai yang pada titik ini penambahan
tersebut akan mengurangi pengeluaran.
6.4 Produksi dengan Dua Masukan Variabel

Meskipun tenaga kerja dan modal adalah variable dalam jangka panjang,akan berguna
bagi perusahaan untuk memilih bauran masukan yang optimal untuk mempertanyakan apa yang
terjadi terhadap keluaran karena setiap keluaran meningkat,dengan masukan lain tetap.
Dengan dua masukan yang dapat divariasikan,seorang manejer mempertimbangkan
untuk menukar satu masukan dengan yang lain.Kemiringan dari setiap isokuan menunjukkan
bagaimana jumlah dari satu masukan dapat ditukarkan terhaddap jumlah masukan lain,sambil
tetap mempertahankan agar keluaran konstan.Bila tanda negative dihilangkan,maka kita
menyebut kemiringannya dengan MRTS.
6.5 Skala Pengembalian
Skala pengembalian yaitu tingkat dimana keluaran meingkat karena masukan meningkat
secara proporsional.Skala pengembalian meningkat bila keluaran yang jumlah nya lebih dari dua
kali lipat apabila semua masukan digandakan.Skala pengembalian tetap,keluaran yang
jumlahnya belipat ganda apabila semua masukan digandakan.Skala pengembalian menurun
,keluaran yang jumlahnya kurang dari dua kali lipat apabila semua masukan digandakan.
Skala pengembalian sangat bervariasi diantara setiap perusahaan dan industry.Dengan
hal-hal lain tidak berubah,semakin besar skala pengembalian,semakin besar perusahaan dalam
industry yang bersangkutan.
Kelebihan : Sangat jelas dalam menerangkan setiap pembahasannya.Kemudian juga dilengkapi
dengan contoh yang nyata pada Negara Amerika,sehingga meperjelas pembahasan dan lebih
memperdalam.
Kekurangan : sebaiknya pembahsan nya lebih diperluas untuk lebih memperdalam pengetahuan
mahasiswa.

BAB VII
7.1 Mengukur Biaya
Biaya ada beberapa yaitu biaya ekonomis,akunting,biaya peluang,biaya hangus,biaya
tetap dan biaya veriabel.Manajer ,investor,dan ahli ekonomi harus ikut memperhitungkan biaya
kesempatan sehubungan dengan pemakaian sumber daya perusahaan yakni biaya dari
kesempatan yang lepas apabila perusahaan selajutnya menggunkan sumber dayanya pada
elternatif yang terbaik.
7.2 Biaya Jangka Pendek
Untuk menghitung biaya jangka pendek digunakan biaya marjinal yaitu kenaikan harga
yang diakibatkan oleh produksi satu unit tambahan keluaran.Biaya marginal menyatakan berapa
banyak biaya untuk memperluas keluaran perusahaan dengan satu unit.
Faktor-faktor penentu jangka biaya

pendek bergantung pada proses produksi itu

sendiri,khususnyasejauh mana produksi melibatkan diminishing return pada faktor-faktor


variable.Apabila tidak semua masukan adalah variable tunggal,adanya skala pengembalian
menurun menentukan bentuk kurva biaya.Khususnya ada hubungan terbalik antara produk
marginal produksi.Kurva biaya variable rata-rata dan kurva biaya total rata-rata berbentuk
U.Kurva biaya marginal jangka pendek meningkat melampaui batas titik tertentu dan memotong
kedua kurva biaya rata-rata dari bawah pada titik minimumnya.
7.3 Biaya Jangka Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan dapat mengubah semua masukannya,dengan memilih
kombinasi masukan yang meminimalkan biaya untuk memproduksi keuaran tertentu.Kemudian
melakukan jalur perluasan dan biaya jangka panjang.Apabila ada skala pengembalian tetap da
nada banyak kemungkinan ukuran pabrik,kurva biaya jangka panjang adalah horizontal dan
selubungnya terdiri atas titik minimum biaya rata-rata jangka pendek.Namun bila pada mulanya
ada skala pengembalian yang meningkat dan kemudian ada skala pengembalian yang
menurun,kurva rata-rata jangka panjang berbentuk U dan selubungnya tidak mencakup semua
titik minimum biaya rata-rata jangka pendek.

Perusahaan menikmati skala ekonomis apabila dapat menggandakan keluarannya dengan


biaya kurang dari dua kali lipat.Sehubungan dengan ini,skala ekonomis terjadi bila penggandaan
keluaran membutuhkan biaya lebih dari dua kali lipat.Skala ekonomis dan tidak ekonomis juga
berlaku apabila proporsi masukan tetap.
Pembahasan Matematis
Minimisasi biaya dengan rumus C + wL + rK,dengan berpatokan pada kendala F (K,L) =
Q0 sehingga r/MPk(K,L)=w/MPl (K,L)
MRTS :
MPL/w = MPk/r
Dualitas dalam teori produksi dan biaya :
MPk(K,L/r) = MPL (K,L)/w
Fungsi biaya dan produksi cobb-douglas:
C = wbra [(a/b)b + (a/b)-a] (1/A)Q
Kelebihan : pembahasan yang disajikan cukup jelas dan lengkap apalagi dilengkapi dengan
pembahasan matematisnya.Karena dalam produksi pembahasan matematis sangat penting untuk
mengukur keadaan yang terjadi dengan melakukan uji terhadap teori yang berlaku.
Kekurangan : hanya sedikit kekurangannya yaitu tidak adanya contoh soal dari pembahsan
matematisnya,apabila ada tentu akan lebih menigkatkan kualtas pada pembahasan bab ini.
BAB VIII
Memaksimalkan Laba dan Penawaran Bersaing
8.1 Pasar Persaingan Sempurna
Model

persaingan

sempurna

menyisakan

tiga

asumsi

dasar

penerimaan

harga,keseragaman produk,bebas masuk dan keluar.Banyak pasar mendekati persaingan


sempurna dalam arti bahwa satu atau lebih perusahaan bertindak seakan-akan mereka

menghadapi kurva permintaan yang hampir horizontal.Pada umunya jumlah perusahaan dalam
suatu industry tidak selalu menjadi indicator yang baik tentang sejauh mana industry tersebut
bersaing.
8.2 Memaksimalkan Laba
Untuk perusahaan kecil yang dikelola oleh pemiliknya,laba mungkin mendominasi
hampir semua keputusan perusahaan.Namun,diperusahaan besar,para manajer yang sehari-hari
membuat keputusan biasanya kurang berinteraksi dengan pemilik.Akibatnya,pemilik perusahaan
tidak dapat memantau perilaku manajer secara teratur.Karenanya para manajermempunyai
peluang untuk mengelola perusahaan dan sampai batas tertentu dapat menyimpang dari perilaku
memkasimalkan laba.
8.3 Penerimaan Marginal ,Biaya Marginal,dan Maksimisasi Laba
Laba dimaksimalkan bila penerimaan marginal sama dengan biaya marginalnya berlaku
untuk smeua perusahaan,baik yang bersaing maupun tidak.Dimana = R- C.
8.4 Memilih Keluaran Jangka Pendek
Persyaratan untuk maksimisasi laba adalah bahwa penerimaan marginal sama dengan
titik dimana kurva biaya marginal naik.Kesimpulan ini sangat penting karena penerapannya
dilakukan terhadap keputusan keluaran perusahaan yang ada didalam pasar yang memungkinkan
atau tidak memungkinkan terjadinya apersaingan sempurna.
8.5 Kurva Penawaran Jangka Pendek Perusahaan yang Bersaing
Kurva penawaran jangka pendek cenderung menaik dengan alasan bahwa peningkatan
biaya marginal adanya pengembalian marginal yang berkurang pada satu atau lebih faktor
produksi.Akibatnya,suatu peningkatan dalam harga pasar akan memacu perusahaan-perusahaan
yang sudah ada dipasar

untuk meningkatkan jumlah produksinya.Harga yang lebih tinggi

membuat produksi tambahan menguntungkan dan juga meningkatkan laba total karena berlaku
untuk semua unit yang diproduksi.
8.6 Kurva Penawaran Pasar Jangka Pendek

Ketika

harga

naik,semua

perusahaan

dalam

industry

memperluas

keluaran

mereka.Keluaran perubahan ini meningkatkan permintaan untuk memasukan produksi dan


mungkin akan memacu harga masukan yang lebih tinggi.Kurva biaya marginal kemiringan
menaik,elastisitas jangka pendek penawaran selalu positif.Bila biaya marginal meningkat cepat
sebagai tanggapan terhadap kenaikan keluaran,elastisitas penawaran akan rendah.Perusahaan lalu
menghadapi kendala kapasitas dan peningkatan keluaran kan menjadi mahal.
8.7 memilih Keluaran Jangka Panjang
Dalam jangka panjang ,perusahaan bersaing yang memaksimalkan laba kan memilih
tingkat keluaran pada harga yang sama dengan biaya marginal jangka panjang.Ekuilibrium
bersaing jangka panjang akan terjadi bila :perusahaan memaksimalkan laba,semua perusahaan
menerima laba ekonomis nol sehingga tidak ada insentif untuk memasuki atau meninggalkan
industry tersebut,dan jumlah permintaan produk sama dengan jumlah penawaran.
8.8 Kurva Penawaran Jangka Panjang Industri
Kurva penawaran jangka panjang bagi suatu perusahaan adalah horizontal bila
industrinya adadalah industry biaya konstan,dengan permintaan yang meningkat untuk masukan
produksi tidak berpengaruh terhadap harga masukan.Namun kurva penawaran jangka panjang
perusahaan kemiringannya menaik dalam industry biaya meningkat,dengan peningkatan
permintaan terhadap masukan menyebabkan naiknya harga pasar dari beberapa atau semua
masukan produksi.
Kelebihan: pembahasan yang baik dan jelas dalam menjelaskan mengenai memaksimalkan laba
dan perusahaan bersaing,sehingga kita bisa mengeri konsep dari memaksimalkan laba dalam
aplikasinya di perekonian indusstri bersaing.Kemudia juga dilengkapi dengan studi mengenai
pembahasan tersebut.
Kekurangan : setiap pergantian sub bab tidak dijelaskan sebelumnya keterkaitannya dengan bab
sebelumnya,sehingga kita harus lebih focus dalam membacanya.

BAB IX
Analisi Pasar Bersaing
9.1 Menilai Untung Rugi kebijakan Pemerintah
Pemerintah menetapkan price celling untuk mensejahterakan masyarakat atau
konsumen,namun apakah kebijakan ini efektif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat
secara keseluruhan?Dalam setiap kasus,surplus konsumen dan produsen digunakan untuk
menilai keuntungan dan kerugian konsumen dan produsen.Dengan penerapan metodologi pada
kendali harga gas alam,regulasi perusahaan penerbangan,dukungan harga untuk gandum,dan
kuota gula,kita temukan bahwa keuntungan dan kerugian ini lumayan besar.
9.2 Efisiensi Pasar Bersaing
Untuk mengevaluasi keluaran pasar maka dinyatakan dalam pencapaian efisiensi
ekonomi,yaitu maksimisasi dari agregat konsumen dan surplus konsumen.Kebijakan
memperlakukan efisiensi biaya perekonomian dilakukan secara bersama-sama,surplus konsumen
dan produsen dikurangi dengan jumlah kerugianbobt mati.Tanpa ekstenalitas atau informasi
kurang ,pasar kompetitif yang tidak diatur menjurus ketingkat keluaran yang efisien secara
ekonomis.
9.3 Harga Minimum
Dengan adanya kebijakan pemerintah menetapkan harga minimum maka konsumen
medapat kerugian karena menerima harga lebih tinggi dari unti-unti yang merek ajual,yang
menimbulkan peningkatan surplus.
9.4 Dukungan Harga dan Kuota Produksi
Dukungan harga ditujukan untuk menaikkan harga produksi produk sehingga produsen
menerima pendapatan yang lebih tinggi.Disamping memasuki pasar dan memborong hasil
produksi meningkatkan permintaan total,pemerintah dapat juga meningkatkan harga dengan cara
mengurangi penawaran dengan menetapkan kuota yang dapat diproduksi oleh setiap
perusahaan.Dengan menetapkan kuota yang tepat harga bisa dipaksa naik kesetiap tingkat yang
dikehendaki.

9.5 Kuota dan tariff impor


Kuota dan tariff impor dipergunakan banyak Negara untuk mempertahankan harga
domestic suatu produk diatas tingkat dunia yang memungkinkan industry domestic menikmati
keuntungan yang lebih tinggi daripada dalam perdagangan bebas.Maka biaya untuk perlindungan
ini terhadap masyarakat jadi tinggi,kerugian konsumen menjadi keuntungan besar bagi produk
domestic.
9.6 Dampak Pajak dan Subsidi
Bila pemerintah mengenakan pajak atau subsidi,harga biasanya tidak naik atau jatuh
sebesar jumlah pajak atau subsidi tersebut.Biasanya,akibat pajak dan subsidi dibagi antara
produsen dan kosumen.Bagian yang harus dibayar atau diterima tiap kelompok bergantung pada
elastisitas relative penawaran dan permintaan.
Pengaruh campur tangan pemerintah biasanya menyebabkan mengakibatkan suatu
kerugian bobot mati,bahkan bila kesejahteraan konsumen dan produsen sama besarnya,akan
terjadi kerugian bersih dari kebijakan pemerintah yang memindahkan kesejahteraan dari suatu
kelompok ke kelompok lainnya.Dalam beberapa kasus kerugian bobot mati ini kecil,tetapi dalam
kasus-kasus lainnya sebagai contoh dukungan harga dan kuota impor adalah besar.Inefisiensi
ekonomi yang harus diperhitungkan dalam merancang dan menetapkan kebijakan.
Campur tangan pemerintah dalam pasar kompetitf tidak selalu merupakan hal yang
buruk.Pemerintah dan masyarakat yang diwakilinya mempunyai sasaran lain disamping efisiensi
ekonomi.Dalam keadaan tertentu campur tangan pemerintah dapat memperbaiki efisiensi
ekonomi .Contohnya adalah eksternalitas dan kasus kegagalan pasar .
Kelebihan : penjelasannya baik secara detail dan jelas,dan juga disertai dengan contoh konkrit
sehingga langsung membawa kita terjun kedalam masalah yang terjadi dalam bab ini.
Kekurangan : dalam penjabarannya dilakukan dengan panjang sehinnga memerlukan waktu yang
relative lama untuk membahas bab ini.
Perbadingan dengan buku ekonomi produksi aulia tasman : Buku ini menjelaskan setiap
pembahasannya dengan sangat detail dan rinci,sehingga pembaca bisa denganmudah mengerti

akan permasalah dan teori yang dibahas,kemudian dalam penulisannya menggunakan bahasa
yang mudah dipahami,berbeda dengan buku oleh Aulia Tasman yang menggunakan bahasa
terlalu ilmiah,sehingga sulit untuk dipahami.Namun disisi lain,penjabaran matematis dalam buku
ini hanya menyinggung sedikit saja,sedangkan dalam buku oleh Aulia Tasman dijelaskan secara
gambling.

TUGAS EKONOMI PRODUKSI


TENTANG

KRITIKAL BUKU
MIKRO EKONOMI EDISI KELIMA
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
NAMA
NIM
KELAS

: RUBIATUN IDAWIYAH TBN


: 7133141095
: C REGULER PENDIDIKAN EKONOMI 13

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015