Anda di halaman 1dari 79

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

MANFAAT LAPORAN KEUANGAN


KEBUTUHAN TERHADAP LAPORAN

KEUANGAN;
LAPORAN KEUANGAN UNTUK
AKUNTABILITAS PUBLIK;
LAPORAN KEUANGAN UNTUK
TRANSPARANSI.

KEBUTUHAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


Informasi keuangan merupakan suatu kebutuhan

bagi para pengguna (stakeholders);


Laporan keuangan disajikan kepada stakeholder
untuk membantu mereka dalam mengambil
keputusan sosial, politik, dan ekonomi sehingga
keputusan yang diambil lebih berkualitas dan tepat
sasaran;
Laporan keuangan merupakan cermin untuk
melihat kondisi keuangan republik tercinta ini ;
Neraca merupakan cermin utama untuk melihat apa
yang ada di republik, terutama menyangkut hal-hal
yang salah urus atau hal-hal yang tidak diurus
maupun yang belum diurus;

LAPORAN KEUANGAN UNTUK TRANSPARANSI

Era keterbukaan, teknologi informasi & komunikasi


sedemikian maju, masyarakat semakin mudah untuk
mendapatkan berbagai informasi dengan biaya
relatif murah.
Setiap rupiah uang publik harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat yang telah
memberikan uangnya untuk membiayai
pembangunan dan operasional pemerintahan;
Dalam hal pengelolaan uang publik, masyarakat
semakin cerdas menuntut adanya transparansi.
Transparansi pengelolaan keuangan pemerintah
merupakan tuntutan publik yang harus direspon
secara positif.

LAPORAN KEUANGAN UNTUK


AKUNTABILITAS
Laporan keuangan merupakan gambaran adanya

akuntabilitas dari para pemangku kekuasaan.


Akuntabilitas adalah amanah berarti pemangku
kekuasaan adalah mereka yang terpercaya dan
bertanggung jawab dalam mengelola sumberdaya
publik yang diberikan kepadanya;
Tidak adanya laporan keuangan menunjukkan
lemahnya akuntabilitas;
Lemahnya akuntabilitas megindikasikan lemahnya
sistem, selanjutnya berimbas pada membudayanya
korupsi sistematik;

Tujuan Laporan Keuangan


Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyajikan
informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam
menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik
keputusan ekonomi, sosial, maupun politik dengan
menyediakan informasi mengenai:
kecukupan penerimaan selama periode berjalan untuk
membiayai seluruh pengeluaran,
kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi
dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan
peraturan perundangan,
jumlah sumberdaya ekonomi yang digunakan dalam
kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah
dicapai,
6

Tujuan Laporan Keuangan


bagaimana entitas pelaporan mendanai
seluruh kegiatannya dan mencukupi
kebutuhan kasnya,
posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan
berkaitan dengan sumber-sumber
penerimaannya, baik jangka pendek maupun
jangka panjang, termasuk yang berasal dari
pungutan pajak dan pinjaman.
perubahan posisi keuangan entitas pelaporan,
apakah mengalami kenaikan atau penurunan,
sebagai akibat kegiatan yang dilakukan
selama periode pelaporan.

Manfaat Laporan Keuangan


Memberikan informasi untuk:
menentukan dan memprediksi kondisi kesehatan

keuangan pemerintah terkait dengan likuiditas


dan solvabilitasnya;
menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi
pemerintah dan perubahan-perubahan yang
telah dan akan terjadi;
memonitor kinerja, kesesuaian dengan peraturan
perundang-undangan, kontrak yang telah
disepakati, dan ketentuan lain yang disyaratkan;
perencanaan dan penganggaran;
8

Manfaat Laporan Keuangan

mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional:


menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas
sehingga memudahkan analisis dan melakukan
perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan,
membandingkan dengan kinerja periode-periode
sebelumnya, dan dengan kinerja unit yang lain;
mengevaluasi tingkat ekonomi, efisiensi, dan
efektivitas operasi, program, aktivitas, dan fungsi
tertentu di dalam pemerintahan;
mengevaluasi hasil (outcome) suatu program,
aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap
pencapaian tujuan dan target;
mengevalauasi tingkat pemerataan dan keadilan
(equtiy & equality)
9

PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis laporan keuangan merupakan analisis


yang dilakukan terhadap berbagai macam
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
Dalam melakukan analisis, setiap pengguna
laporan harus mengidentifikasi informasi yang
harus dipilih untuk dianalisis, teknik analisis yang
tepat, ruang lingkup, kedalaman analisis dengan
menggunakan pertimbangan yang cermat agar
dapat memperoleh informasi yang diinginkan
untuk mendukung keputusan-keputusan yang
diambilnya.
10

PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN

Masyarakat;
Para wakil rakyat;
Lembaga pengawas, dan lembaga
pemeriksa;
Pemberi atau yang berperan dalam proses
donasi, investasi, dan pinjaman
Manajeman pemerintah

11

TUJUAN ANALISIS
Meyakini bahwa pemerintah telah melaksanakan
anggaran sesuai dengan peraturan perundang-udangan

T
U
J
U
A
N

Mengukur dan mengevalusasi kinerja pemerintah

Mengukur potensi pendapatan atau sumber ekonomi

Mengetahui kondisi keuangan

Mengetahui kemampuan pemerintah dalam memenuhi


kewajibannya
12

TINGKAT KEDALAMAN
ANALISIS
Semakin besar permasalahan yang
dihadapi dan semakin panjang waktu
yang menjadi kepentingan pengguna
akan diperlukan analisis yang
semakin mendalam dengan
menggunakan berbagai teknik dan
metode analisis.

13

TINGKAT KEDALAMAN
ANALISIS

Contoh:
Seorang calon investor yang akan menanamkan uang
untuk jangka waktu yang panjang akan membutuhkan
banyak informasi dengan ruang lingkup yang luas, dan
melakukan analisis secara mendalam dengan
menggunakan berbagai teknik analisis. Mereka akan
membutuhkan informasi mengenai:
- potensi ekonomi di masa yang akan datang
- mengukur tingkat keuntungan yang dikehendaki
- mengukur berapa lama investasinya akan
diperoleh kembali.

14

TINGKAT KEDALAMAN
ANALISA
Contoh:
Sebaliknya mungkin ada pejabat pemerintah yang hanya
ingin mengetahui naik-turunya pendapatan pajak atau
bukan pajak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Karena kebutuhannya sangat sederhana maka ia hanya
akan membandingkan antara pajak dan bukan pajak
dengan tahun anggaran sebelumnya.

15

PRASYARAT ANALISIS
Prasysarat analisis yang harus dipahami oleh
pengguna, antara lain:
1. Laporan keuangan disusun berdasarkan SAP dan

kebijakan akuntansi yang ditetapkan oleh pemerintah


2. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan
mungkin dipengaruhi oleh suatu kondisi atau masalah
tertentu yang spesifik
3. Pengaruh transaksi, peristiwa dan kejadian yang
ekstrim atau luar biasa juga harus dieliminasi supaya
tidak meyesatkan.
4. Pemilihan angka-angka yang menjadi tolok ukur harus
dilaksanakan secara hati-hati, terlebih lagi jika yang
digunakan sebagai pembanding adalah laporan
keuangan

16

METODE ANALISIS

Analisis horisontal: dilaksanakan dengan


membandingkan angka-angka dalam suatu
laporan keuangan kementerian
negara/lembaga dengan kementerian
negara/lembaga lainnya, antara pemerintah
dengan pemerintah lainnya.
Analisis vertikal: dilakukan dengan
membandingkan antara pos yang satu
dengan pos yang lain dalam laporan
keuangan yang sama.

17

TOLOK UKUR ATAU


PEMBANDING

1.

2.

Evaluasi hasil analisa laporan keuangan akan


dibandingkan dengan kriteria atau tolok ukur
yang ditetapkan.
Tolok ukur yang dapat digunakan dalam
melakukan analisa ini antara lain:
1) informasi internal dari kementerian negara/lembaga

yang bersangkutan, berupa:


a. rencana kerja dan anggaran atau dokumen lainnya
b. laporan keuangan periode sebelumnya

2) informasi eksternal, informasi yang disajikan dalam

laporan keuangan K/L lainnya.

18

TEKNIK ANALISIS
Teknik analisa laporan keuangan meliputi:
Analisis perubahan laporan keuangan

Analisis persentase per komponen


Analisis trend
Analisis rasio
Analisis sumber dan penggunaan
dana
Analisis ketaatan terhadap peraturan

19

ANALISIS PERUBAHAN LAPORAN KEUANGAN

Pengertian
Teknik analisa yang dilakukan dengan

memperbandingkan pos-pos yang sama


dari dua laporan keuangan suatu K/L
dengan dua periode yang berlainan

Tujuan
Untuk mengetahui perubahan suatu pos
dari periode yang satu ke periode yang
lain

20

ANALISIS PERUBAHAN

21

ANALISIS PERUBAHAN

22

ANALISIS PERUBAHAN

23

Kesimpulan dari hasil analisa

Pendapatan Negara mengalami kenaikan secara ratarata 28,83 %, kecuali Pajak Perdagangan Internasional
turun sebesar 13,17 %,
Belanja Pemerintah Pusat secara keseluruhan
meningkat secra rata-rata 21,84%, kecuali Belanja
Subsidi turun 11,04 %.
Transfer untuk Daerah meningkat tajam secara
siknifikan yaitu 50,32 %, kecuali Dana Penyesuaian
turun 89,74 %.
Pembiayaan Dalam Negeri meningkat tajam, yaitu
mencapai 192,42%, sedangkan Pembiayaan Luar
Negeri menurun sebesar 41,95%.

24

ANALISIS PERUBAHAN

25

ANALISIS PERSENTASE
PERKOMPONEN

Pengertian
Suatu teknik analisa yang dilakukan dengan
membandingkan antara suatu pos terhadap
totalnya dalam laporan keuangan yang sama.

Tujuan
Untuk mengetahui

seberapa besar kontribusi


suatu pos dalam bentuk angka total.

26

Ilustrasi
Belanja pegawai selama satu tahun anggaran
Rp3 milyar, yang terdiri:
Gaji
Rp1 milyar,
Honorarium
Rp1,5 milyar
Lainnya
Rp0,5 milyar.
Angka ini memperlihatkan bahwa besarnya
gaji hanya 1/3, sedangkan honorarium
mencapai atau 50%. Angka yang demikian
sudah memberikan sinyal adanya kelemahan
atau kesalahan dalam pemberdayaan sumber
daya manusia.
27

ANALISIS PERSENTASE
PERKOMPONEN

28

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL ANALISIS


PERSENTASE PERKOMPONEN

29

ANALISIS TREND

Pengertian
Teknik analisa yang dilakukan dengan
membandingkan pos-pos yang sama dari
beberapa periode yang berurutan (time serries
data).

Tujuan
untuk memahami arah atau kecenderungan
suatu pos dari waktu ke waktu.

30

Ilustrasi

31

ANALISIS TREND

32

CONTOH PENGUNGKAPAN HASIL


ANALISIS TREND

33

ANALISIS RASIO

Pengertian
Teknik analisis yang dilakukan dengan membandingkan

pos yang satu dengan pos yang lain dalam laporan


keuangan yang sama. Rasio-rasio yang diperoleh
selanjutnya akan dibandingkan dengan rasio yang sama
di K/L yang bersangkutan untuk periode yang berlainan
atau akan dibandingkan dengan rasio pos yang sama
dari K/L lainnya.

Tujuan
Untuk mengetahui likuiditas, solvabilitas, efisiensi serta
kemampuan suatu organisasi dalam memperoleh hasil
untuk membiayai pengeluarannya.
34

ASET
31 Des 2006

31 Des 2005

Aset Lancar
Kas

125,98 triliun
38,19 triliun

128,55 triliun
46,19 triliun

Investasi Jangka
Panjang

663,55 triliun

650,49 triliun

Aset Tetap

343,92 triliun

314,17 triliun

1,73 triliun

86,50 triliun

78,20 triliun

Dana Cadangan
Aset Lainnya
Total Aset

1.219,96 triliun 1.173,13 triliun


35

KEWAJIBAN

Kewajiban Jangka
Pendek

31 Des 2006

31 Des 2005

108,14 triliun

138,03 triliun

Kewajiban Jangka
Panjang

1.221,92 triliun 1.204,02 triliun

Total Kewajiban

1.330,06 triliun 1.342,05 triliun

36

ANALISIS RASIO
2006

2005

Current Ratio= Current Asset


Current Liabilities

1,17

0,93

Quick Ratio = Cash


Current Liabilities

0,33

0,35

Solvabilitas Ratio= Total Asset


Total Liabilities

0,92

0,87

37

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN


DANA
Pengertian

Teknik analisa untuk mengetahui dari mana pemerintah


memperoleh dana dan bagaimana pemerintah tersebut
menggunakan dana yang diperolehnya selama tahun
berjalan.
Tujuan
Analisa ini dimaksudkan antara lain untuk mengetahui:
sumber dana selama satu tahun anggaran
penggunaan dana selama satu tahun anggaran
kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
operasionalnya
sumber dana yang digunakan untuk memperoleh aset
dari mana defisit anggaran ditutup
ke mana surplus anggaran digunakan
38

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN


DANA

Arus kas diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:


arus kas dari aktifitas operasi
arus kas dari aktifitas investasi aset non

keuangan
arus kas dari aktifitas pembiayaan
arus kas dari aktifitas non anggaran

39

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN


DANA
Arus kas dari aktifitas operasi mencerminkan
kemampuan pemerintah untuk mendanai
kebutuhan operasionalnya.
Arus kas neto dari aktifitas operasi positif

mencerminkan penerimaan kas operasional


mencukupi kebutuhan operasionalnya.
Arus kas dari aktifitas operasi negatif
mencerminkan pemerintah tidak mampu
mandiri, berarti tidak mampu menggali potensi
pendapatan sehingga biaya operasi tidak
mencukupi.

40

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN


DANA
Arus kas dari aktivitas investasi aset non
keuangan mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas yang berasal dari penjualan aset
tetap dan perolehan aset tetap.
Arus kas dari aktifitas investasi positif berarti

pemerintah sedang mengurangi/tidak menambah


aset tetap yang dimilikinya.
Arus kas dari aktifitas investasi negatif berarti
pemerintah sedang membangun dan
mengadakan sarana dan prasarana.

41

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN


DANA

Arus kas dari aktifitas pembiayaan


mencerminkan dari mana pemerintah
memperoleh dana untuk menutup defisit
dan ke mana pemerintah mengalokasikan
adanya surplus dana.
Jumlah ini arus kas dari aktifitas
pembiayaan ini seharusnya berimbang
dengan jumlah surplus/defisit.

42

ANALISA SUMBER DAN


PENGGUNAAN DANA

Arus kas dari aktivitas nonanggaran


mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas bruto yang tidak
mempengaruhi anggaran pendapatan,
belanja dan pembiayaan pemerintah.

43

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN


DANA

44

Analisis Ketaatan Terhadap


Peraturan

Pengertian

Teknik analisa yang dilakukan dengan cara


menguji apakah peraturan-peraturan yang
ada telah ditaati.

Tujuan
Untuk mayakini bahwa semua peraturan
perundang-undangan telah dipatuhi.

45

PRINSIP
1.
2.
3.

4.

Pendapatan dan belanja diatur dalam undangundang APBN


Prinsip prealabel, yaitu anggaran harus
disahkan sebelum ada penggunaan
Prinsip universalitas, yaitu semua jenis
pengeluaran harus dicantumkan dalam
anggaran
Prinsip spesialitas, yaitu anggaran yang telah
disediakan dalam mata anggaran pengeluaran
tertentu tidak diperkenankan untuk digeser

46

PRINSIP
5.
6.
7.
8.

Prinsip periodisitas, yaitu laporan disusun


secara berkala sesuai dengan peraturan
Azas bruto, yaitu tidak diperbolehkan adanya
offsetting antara pendapatan dan belanja
Anggaran belanja merupakan plafon
Pelaksanaan anggaran sesuai dengan
pedoman yang mengatur pelaksanaan
anggaran

47

ANALISIS THD UU APBN

48

LATIHAN

49

50

51

PERTANYAAN

TINGKAT PENCAPAIAN TARGET?


TINGKAT PERTUMBUHAN?
EFISIENSI? PROFIT CENTER
EFISIENSI? COST CENTER
SATKER MANA YANG LEBIH BAGUS?

52

53

SOLUSI

SATKER A

SATKER B

54

TELAAH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT


SATKER

55

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

56

UNSUR-UNSUR YANG PERLU


DITELAAH
Dokumen sumber:
DIPA, DIPAL, Rev. DIPA/DIPAL, POK,
SSBP, SSPB, dan SPM&SP2D.
2. Format Laporan:
1.

LRA Satuan Kerja/W/E1/Departemen


LRA: Realisasi Belanja
LRA: Realisasi Pendapatan
LRA: Realisasi Pengembalian Belanja
LRA: Realisasi Pengembalian

Pendapatan

57

UNSUR-UNSUR YANG PERLU


DITELAAH

Kementerian negara/lembaga
Eselon 1
Wilayah provinsi
Satuan Kerja
Jenis Satuan Kerja

58

UNSUR-UNSUR YANG PERLU


DITELAAH

Fungsi,
Sub Fungsi,
Program,
Kegiatan,
Output,
Sumber Dana dan Cara Penarikan.
Jenis Belanja (2 digit, 4 digit, dan 6 digit)
Jumlah Rupiah (anggaran dan realisasi)

59

NERACA

60

Kas di Bendahara
Pengeluaran

Minus (kurang):
SPM/SP2D UP/TUP ada yang belum rekam.

Terlalu besar:
SPM GU Nihil masih ada yang belum direkam.
SSBP berupa pengembalian UP belum direkam.

Kas di Bendaharawan Pengeluaran = Uang


Muka dari KPPN.

61

MAK(MAP) yang Mempengaruhi


Akun Kas di Bendahara
Kode
Pengeluaran
MAK
Uraian MAK (MAP)
(MAP
)

Debet

Kredit

825111

Pengeluaran Uang Persediaan Dana Rupiah

825112

Pengeluaran Uang Persediaan Dana


Pinjaman/Hibah Luar Negeri

825113

Pengeluaran Uang Persediaan Pengguna PNBP


(Swadana)

(815111)

(Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan


Dana Rupiah)

(815112)

(Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan


Dana Pinjaman/Hibah Luar Negeri)

(815113)

(Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan


Pengguna PNBP (Swadana))

(815114)

(Penerimaan Pengembalian Uang Persediaan


Tahun Anggaran yang Lalu)

62

Kas di Bendahara
Penerima

Cermati apakah pada tanggal neraca masih


terdapat kas di bendahara penerima (kas yang
diterima dari PNBP) yang belum disetor ke kas
negara.
Jika ada, sajikan nilai kas tersebut di neraca
sebesar nilai yang ada pada bendahara
penerima.
Akun Kas di Bendahara Penerima =
Pendapatan yang Ditangguhkan

63

Kas Lainnya dan Setara


Kas

Berupa:
1. Bunga jasa giro yang belum disetor ke kas negara
2. Pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara
3. Penerimaan hibah langsung berupa kas (dalam/luar
negeri)
4. Belanja yang tidak jadi direalisir atau pengembalian
belanja
5. Belanja (gaji/honor) yang belum dibayarkan kepada
yang berhak
Saldo Akun Kas Lainnya dan Setara Kas butir 1-4 =
Pendapatan yang Ditangguhkan

Saldo akun Kas Lainnya dan Setara Kas butir 5


= Utang Kepada Pihak Ketiga

Persediaan

Sering terjadi tidak ada nilai persediaan


pada Neraca baik pada laporan
semester maupun akhir tahun.
Mintalah laporan persediaan ke bagian
barang, terutama pada akhir semester,
karena pada semester satuan kerja
seharusnya mempunyai persediaan.
Persediaan = Cadangan Persediaan

65

Bagian Lancar
TGR/TPA
TGR/TPA biasanya mencakup
masa
pelunasan lebih dari satu tahun anggaran.
Jika pada akhir tahun masih terdapat saldo,
dilakukan reklasifikasi untuk menentukan
Bagian Lancar (yang jatuh tempo pada tahun
depan)
Jumlah Bagian Lancar TGR/TPA ini
dimasukkan ke kelompok aset lancar,
sedangkan sisanya (TPA/TGR) disajikan
dalam kelompok Aset Lainnya.

66

<Aset Tetap> Sebelum


Disesuaikan
Periksa apakah masih ada akun
<Aset Tetap>

Sebelum Disesuaikan
Akun ini masih muncul, mungkin disebabkan oleh:
Penerimaan ADK dari Aplikasi SIMAK-BMN belum

dilakukan,
Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan
tetapi terdapat Aset berikut SPM/SP2D nya yang belum
direkam
Penerimaan ADK dari SIMAK-BMN sudah dilakukan
tetapi ada kesalahan dalam perekaman nomor
SPM/SP2D ataupun jumlah rupiah SPM

Pada akhir Semester atau Tahun akun ini tidak


boleh lagi muncul di neraca.

MAK yang Menimbulkan Akun


<Aset Tetap> Sebelum
Mata Anggaran
Akun-akun
Neraca
Disesuaikan
Pengeluaran

Kode
MAK

Uraian

yang ditimbulkan

Kode
BB

Uraian

531111

Belanja Modal Tanah

13121
1

Tanah Sebelum
Disesuaikan

532111

Belanja Modal
Peralatan dan Mesin

13141
1

Peralatan dan Mesin


Sebelum Disesuaikan

533111

Belanja Modal
Gedung dan
Bangunan

13161
1

Gedung dan Bangunan


Sebelum Disesuaikan

534111

Belanja Modal Jalan


dan Jembatan

534112

Belanja Modal Irigasi

534113

Belanja Modal
Jaringan

13181
1

Jalan, Irigasi, dan


Jaringan Sebelum
Disesuaikan

68

Aset Tetap

Bandingkan nilai aset tetap di Neraca dengan


Laporan BMN Intrakomtabel. Nilai aset tetap
non KDP di neraca seharusnya sama dengan
total nilai BMN di LBMN Intrakomtabel.
Bandingkan pertambahan nilai aset tetap di
Neraca dengan Realisasi Belanja Modal pada
LRA.
Jika akuntansi BMN masih dikerjakan secara
manual, periksa kebenaran mapping antara
laporan BMN dengan akun aset tetap di Neraca.
Total nilai aset tetap harus sama dengan nilai
akun Diinvestasikan Dalam Aset Tetap
69

Akun-akun Aset Tetap


Kode
Akun

Uraian Akun

131111

Tanah

131211

Tanah Sebelum Disesuaikan

131311

Peralatan dan Mesin

131411

Peralatan dan Mesin Sebelum Disesuaikan

131511

Gedung dan Bangunan

131611

Gedung dan Bangunan Sebelum Disesuaikan

131711

Jalan, Irigasi, dan Jaringan

131811

Jalan,
Irigasi,
Disesuaikan

131911

Aset Tetap Lainnya

132111

Konstruksi Dalam Pengerjaan

dan

Jaringan

Sebelum

70

Aset Lainnya

Lakukan reklasifikasi pada akhir tahun untuk


TPA/TGR yang akan jatuh tempo pada tahun
berikutnya.
Yakinkan bahwa nilai TPA/TGR yang
terdapat pada neraca akhir tahun adalah nilai
setelah dikurangai bagian lancar-nya.
Total Aset Lainnya = Diinvestasikan Dalam
Aset Lainnya.

71

72

LATIHAN

73

74

75

76

77

ANALISIS LKPP

78

79