Anda di halaman 1dari 47

BAB 2

Game Theory
1. Permainan dan Keputusan Strategis
Permainan (game) adalah setiap situasi dimana para pemain (partisipan) mengambil
keputusan-keputusan strategis yaitu, keputusan yang memperhitungkan tindakan-tindakan
dan tanggapan-tanggapan masing-masing yang lainnya.
Tujuan utama teori permainan adalah untu menentukan strategi yang optimal untuk
masing-masing pemain. Strategi adalah aturan atau rencana tindakan untuk tampil dalam
permainan tersebut.Menentukan strategi-strategi yang optimal dapat menjadi sesuatu
yang sulit, bahkan dalam kondisi simetri lengkap dan informasi yang sempurna.
Permainan Nonkoperatif versus Koperatif
Permaianan ekonomi ( economic game) yang dimainkan perusahaan dapat bersifat
koperatif atau nonkoperatif. Dalam permainan koperatif, para pemain dapat
menegoisasikan kontrak yang mengikat yang memungkinkan mereka merencanakan
strategi bersama. Dalam permainan nonkoperatif, negoisasi dan pelaksanaan kontrak
yang mengikat tidak dimungkinkan. Perbedaan mendasar antara permainan koperatif dan
nonkoperatif terdapat dalam kemungkinan-kemungkinan kontrak tersebut (contracting
possibilities). Dalam permainan koperatif, kontrak yang mengikat mungkin terjadi dalam
permainan nonkoperatif,kontrak tersebut tidak mungkin.
2. Strategi Dominan
Beberapa strategi mungkin akan berhasil jika para pesaing mengambil pilihan-pilihan
tertentu tetapi akan gagal jika mereka mengambil piluhan-pilihan lainnya. Namun,
strategi-strategi lain mungkin juga akan berhasil tanpa peduli apa pun yang dipilih
pesaing. Kita mulai dengan konsep strategi dominan, strategi yang akan optimal tidak
peduli apa pun yang dilakukan lawan. Contoh berikut memberikan ilustrasi tentang hal
ini dalam lingkungan duopoli. Andaikanlah Perusahaan A dan B menjual produk yang
bersaing dan sedang memutuskan apakah akan melakukan iklan. Masing-masing
perusahaan akan dipengaruhi keputusan pesaingnya. Hasil ini memungkinkan dari
permainan itu diilustrasikan oleh matriks keuntungan (payoff matrix).

Apabila setiap pemain mempunyai suatu


strategi dominan, kita menyebut hasil
permainan tersebut sebagai ekuilibrium
strategi dominan (equilibrium in dominant
strategies). Permainan-permainan seperti itu
sangat mudah dianalisis karena strategi
optimal masing-masing pemain dapat
ditentukan tanpa mencemaskan tindakantindakan para pemain lainnya. Sayangnya, tidak setiap permainan mempunyai suatu
trategi dominan untuk masing-masing pemain. Sekarang Perusahaan A tidak mempunyai
strategi dominan. Keputusan optimalnya bergantung pada apa yang dilakukan perusahaan
B. Jika Perusahaan B beriklan, Perusahaan A melakukan hal yang terbaik dengan
memasangkan iklan tetapi jika Perusahaan B tidak beriklan, Perusahaan A juga
melakukan hal yang terbaik tanpa beriklan.

3. Pembahasan Ulang tentang Ekuilibrium Nash


Konsep euilibrium nash dan melihat bahwa strategi ini dapat diterapkan secara luas
dan menarik secara intutif. Ekuilibrium nash adalah serangkaian strategi (atau tindakan)
yang memungkinkan masing-masing pemain melakukan hal yang terbaik yang dapat ia
lakukan dengan memperhitungkan tindakan pesaing-pesaingnya.
Kita mengguanakan ekuilibrium nas untuk mempelajari keluaran dan penetapan
harga oleh perusahaan-perusahaan menetapkan oligopolistik. Contohnya, dalam model
cournot masing-masing perusahaan menetapkan keluarannya sendiri sambil menganggap
keluaran para persaingnya sebagai sesuatu yang tetap.
Andaikanlah anda (Y) dan pesaing (C)
berencana menjual minuman ringan dipantai
musim panas ini. Pantai itu panjangnya
200yard dan orang yang mandi sinar
matahari tersebar merata sepanjang pantai
tersebut. Anda dan pesaing menjual minuman
ringan yang sama dengan harga yang sama, sehingga pelanggan akan berjalan ke penjaja
terdekat. Anda akan melihat bahwa hanya ekuilibrium nas yang menghendaki anda
maupun pesaing anda mencari lokasi pada titik yang sama ditengah-tengah pantai.
Strategi Maksimin

Dalam permainan ini, dua perusahaan bersaing


dalam menjual peranti lunak enkripsi file (file
encryption).
Karena
kedua
perusahaan
menggunakan standar enkripsi yang sama, file
yang dienkripsikan oleh peranti lunak satu
perushaan dapat dibaca oleh peranti lunak
perusahaan lainnya, suatu keuntungan bagi para
konsumen.
Namun
demikian
perusahaan
1mempunyai pangsa pasar yang jauh lebih besar. Kedua perusahaan tersebut kini sedang
mempertimbangkan suatu investasi dalam standar enkripsi yang baru. Berivestasi adalah
suatu strategi dominan bagi perusahaan 2 karena dengan berbuat demikian perusahaan itu
akan tampil lebih baik, tidak peduli apa pun yang dilakukan perusahaan 1. Strategi seperti
ini disebut strategi maksimin karena strategi ini memaksimalkan pendapatan minimum
yang dapat diperoleh.
Strategi Campuran
Salah satu contohnya adalah permainan
melempar koin, dalam permainan ini
masingmasing pemain memilih kepala
atauekor dan kedua pemain memperlihatkan
koin mereka pada waktu yang sama. Jika
koin itu berpasangan, pemain A menang dan
menerima satu dolar dari pemain B. Jika
koin tersebut tidak berpasangan, pemain B
menang dan menerima satu dolar dari
pemain A.
Salah satu alasan mempertimbangkan strategi campuran adalah karena beberapa
permainan sama sekali tidak mempunyai ekuilibrium nash dalam strategi murni. Namun,
dapat ditunjukan bahwa begitu kita memperoleh strategi campuran setiap permainan
mempunyai sekurang-kurangnya satu ekuilibrium nash.
4. Permainan Berulang
Permainan Berulang Tanpa Batas, andaikanlah
permainan tersebut diulang-ulang tanpa batas.
Dengan kata lain, pesaing saya dan saya berulangulang menetapkan harga setiap bulan,terus-menerus.
Perilaku koperatif (yaitu mengenakan harga yang
tinggi) dengan demikian adalah tanggapan yang
rasional atas suatu strategi pembalasan. Pada
kenyataannya, dengan permainan yang berulangulang tanpa batas, pesaing saya bahkan tidak perlu
merasa yakin bahwa saya sedang memainkan pembalasan untuk menjadi kerja sama
sebagai strategi rasional sendiri.
5. Permainan Berurutan

Untuk menemukan penyelesaian atas bentuk perluasan permainan tersebut, mulailah


secara terbalik dari belakang. Bagi perusahaan 1 urutan gerakan yang paling baik adalah
urutan dimana perusahaan tersebut memperoleh 20 dan perusahaan 2 memperoleh 10.
Dengan demikian, perusahaan itu dapat menyimpulkan bahwa ia seharusnya
memproduksi sereal manis, karena dengan demikian tanggapan terbaik perusahaan 2
adalah memproduksi sereal renyah.
BAB 3
Investment Time and Capital Market
1. Stok versus Arus
Modal diukur sebagai stok (persediaan) yaitu jumlah pabrik dan peralatan yang dimiliki
perusahaan.contohnya jika suatu perusahaan memiliki pabrik mesin listrik dengan nilai
$10juta,kita mengatakan bahwa perusahaan tu mempunyai stok modal dengan nilai
$10juta. Dipihak lain, masukan tenaga kerja dan bahan baku diukur sebagai arus (flow)
demikianpula keluaran perusahaan tersebut.
2. Nilai Diskonto Sekarang

Menilai Aliran Pembayaran, sekarang dapat menentukan nilai sekarang (nilai tunai) aliran
pembayaran dari waktu kewaktu. Contohnya bayangjanlah kedua aliran pembayaran
dalam aliran A berjumlah $200;$100 dibayar sekarang dan $100 dibayarkan setahun dari
sekarang. Aliran B berjumlah $220;$20 dibayar sekarang,$100 dibayar setahun dari
sekarang, dan $100 dibayar dua tahun dari sekarang. Untuk menghitung PDV kedua
aliran ini kita menghitung dan menambahkan nilai sekarang pembayaran setiap tahun.

3. Nilai Obligasi
Obligasi adalah suatu kontrak dimana seorang peminjam setuju membayar kepada
pemegang obligasi (pemberi pinjaman) suatu arus uang. Misalnya obligasi korporat
(obligasi yang diterbitkan perusahaan PT tbk) mungkin membuat pembayaran senilai
$100 pada akhir tahun keseepuluh tersebut.
Perpetuitas
adalah
obligasi
yang
membayarkan uang dalam jumlah tetap
setiap tahun selamanya. Tidak perlu
menghitung dan menjumlahkan semua
faktor ini untuk mencari nilai perpertuitas ini.
Nilai Sekarang Arus kas obligasi, karena
kebanyakan pembayaran obligasi terjadi
pada masa mendatang, nilai diskonto
sekarang menurun sementara tingkat suku
bunga naik. Misalnya, apabila tingkat
suku bunganya adalah 5%, PDV suatu
obligasi berjangka 10 tahun yang
membayar $100 pertahun dengan pokok
sebesar $1000 adalah $1386.
Hasil efektif obligasi, banyak obligasi swasta (korporat) dan kebanyakan obligasi
pemerintah diperdagangkan dalam pasar obligasi. Nilai obligasi yang diperdagangkan
dapat ditentukan langsung dengan melihat harga pasarnya nilai atau hara yang dipasang
untuk obligasi tersebut oleh pembel dan penjual.
Hasil Efektif, hasil efektif atau tingkat pengembalian ini merupakan persentase
pengambilan yang diterima seseorang dengan berinvestasi dalam obligasi yang dalam hal
ini adalah perpetuitas.
Hasil Efektif Obligasi, hasil efektif adalah tingkat suku bunga yang menyamakan nilai
sekarang, arus pembayaran obligasi tersebut dengan harga pasar obligasi tersebut.gambar
diatas memperlihatkan nilai sekarang, arus pembayaran tersebut sebagai fungsi tingkat

suku bunga. Dengan demikian, hasil efektif


itu dapat ditemukan dengan menggambarkan
suatu garis horizontal pada tingkat harga
obligasi tersebut.

4. Kriteria Nilai Bersih Sekarang untuk Keputusan Investasi Modal


Salah satu keputusan yang paling umum dan terpenting yang diambil perusahaanperusahaan adalah berinvestasi dalam modal baru. Perusahaan itu seharusnya menghitung
nilai sekarang dari arus kas masa mendatang yang diharapkan akan diperolehnya dari
investasi tersebut, dan membandingkannya dengan biaya investasi tasi. Metode ini
disebut sebagai kriteria nilai bersih sekarang(net present value-NPV).

Menentukan Tingkat Diskonto, biaya kesempatan untuk berinvestasi dalam proyek ini
adalah pengembalian yang dapat diperoleh seorang proyek atau aset lainnya dengan
tingkat risiko yang sama.
Nilai Bersih Sekarang Suatu Pabrik, NVP auatu
pabrik adalah diskonto sekarang dari semua arus
kas yang termaksuk dalam pembangunan dan
pengoperasiannya. Disini nilai tersebut adalah
PDV arus laba pada masa mendatang
dikurangkan biaya pembangunan sekarang.
NPV tersebut turun apabila tingkat suku
bunganya naik. Pada tingkat suku bunga R,
NPV tersebut adalah nol.
Tingkat Diskonto Rill versus Nominal, arus kas pada masa depan sudah pasti sehingga
tingkat diskonto R seharusnya adalah tingkat suku bunga bebas risiko,seperti tingkat suku
bunga obligasi pemerintah A.S.karena tingkat diskonto tersebut adalah biaya kesempatan
investasi itu. Jika inflasi tidak dimasukkan dalam arus kas tersebut, biaya itu seharusnya
juga tidak dimasukkan kedalam biaya kesempatannya. Apabila aturan NPV tersebut
digunakan untuk menilai investasi, angka-angka dalam perhitungan tadi mungkin adalah
dalam bentuk rill atau dalam bentuk nominal, sejauh semuanya tetap konsisten.
Arus Kas Negatif pada Masa Mendatang, pabrik dan fasilitas produksi lainnya dapat
memakan waktu beberapa tahun untuk dibangun dan dilengkapi. Biaya investasi juga
akan disebar dalam beberapa tahun,alih-alih hanya terjadi pada masa-masa awalnya.
Selain itu beberapa investasi diperkiakan akan membawa kerugian,alih-alih laba, selama
beberapa tahun pertama.

5. Penyesuaian karena Risiko


Tingkat suku buna yang bebas risiko meruakan tingkat diskonto yang tepat untuk arus kas
pada masa mendatang yang sudah pasti. Namun, bagi kebanyakan proyek arus kas pada
masa deoan berada jauh dari kepastian. Memperhitungketidak pastian dengan yang biasa
dilakukan adalah menaikkan tingkat diskonto dengan menambahkan premi risiko(risk
premium) ketingkat yang bebas risiko tersebut. Gagasannya ialah bahwa pemilik
perusahaan tersebut suka menghindari risiko, yang mengakibatkan arus kas masa depan
yang berisiko kurang bernilai dari pada arus kas yang sudah pasti.
Risiko yang Dapat Didiversifikasi versus Tidak Dapat Didiversifikasi, penambahan
presmi risiko ke dalam tingkat diskonto tersebut harus dilakukan dengan hati-hati. Jika
para manajer perusahaan tersebut bekerja demi kepentingan pemegang saham,mereka
harus membedakan antara dua macam risiko yang dapat didiversifikasi dan tidak dapat
didiversifikasi. Risiko yang dapat didiversifikasi dapat dihilanglan dengan berinvestasi
dedalam proyek atau dengan memegang saham banyak perusahaan. Risiko yang tidak
dapat didiversifikasi tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.
Model Penetapan Harga Aset Modal, mengukur presmi risiko untuk investasi modal
dengan membandingkan pengembalian yang diharapkan dari investasi tersebut erhadap
pengembalianyang diharapkan atas seluruh pasar saham tersebut. CAPM tersebut
meringkas hubungan antara pengembalian yang diharapkan dan presmi risiko ini melalui
persamaan berikut:

Tingkat Diskon yang telah Disesuaikan Risikonya (the risk adjusted discount rate),
dengan mengetahui beta dapat menentukan tingkat diskonto yang tepat untuk dipakai
dalam menghitung suatu NPV. Tingkat diskonto tersebut adalah pengembalian yang
diharapkan atas aset tersebut atau aset lainnya dengan risiko yang sama. Karena itu,
tingkat bebas ditambah suatu presmi risiko itulah yang menceminkan risiko yang dapat
didiversifikasi:

6. Keputusan Investasi oleh Konsumen


Konsumen menghadapi keputusan-leputusan seupa ketika mereka membeli barang tahan
lama. Masalah-masalah ini adalah analog dengan permasalahan suatu perusahaan yang
harus membandingkan aliran labanya pada masa mendatang dengan biaya pabrik dan
peralatan sekarang ketika mengambil keputusan investasi modal.

7. Investasi dalam Modal Sumber Daya Manusia


Modal Sumber Daya Manusia (human capital) adalah pengetahuan,keterampilan dan
pengalaman yang membuat seseorang menjadi lebih produktif dan oleh karenanya dapat
menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi selama hidupnya.
Nilai Bersih Sekarang (NPV) dari Pendidikan Tinggi, terdapat dua biaya utama terkait
dengan pendidikan tinggi.
8. Keputusan Produksi Antar waktu Sumber Daya yang Dapat Habis
Keputusan produksi sering mempunyai aspek antar waktu (intertemporal). Produksi
sekarang memengaruhi penjualan atau biaaya pada masa mendatang. Kepurusankeputusan produksi dalam kasus-kasus seperti ini melibatkan perbandingan antara biaya
dn keuntungn sekarang dengan biaaya dan keuntungan pada masa mendatang.Keputusan
Produksi Produsen Sumber Daya Individual :

Harga Sumber Daya yang Dapat


Habis,
dalam
(a)
haranya
diperlihatkan naik seiring dengan
waktu. Unit-unit sumber dalam tanah
harus menghasilkan pengembalian
yang setara dengan pengembalian atas
aset-aset lainnya. Karena itu, pada
pasar yang bersaing harga dikurangi
biaya produksi marjinal akan naik pada tingkat suku bunga. Bagian (b) menunjukkan
gerakan naik kurva permintaan tersebut ketika harga naik.

Biaya pengguna, dalam pasar bersaing


untuk sumber yang dapat habis harga
meliputi biaya marjinal(dan perbedaan
antara harga dan biaya marjinal
meningkat lama-kelamaan). Ada biaya
kesempatan tambahan karena tindakan
memproduksi dan menjual satu unit
sekarang
meneyebabkannya
tidak
tersedia lagi untuk diproduksi dan dijual
pada masa mendatang.
Produksi Sumber Daya oleh Pelaku Monopoli, andaikanlah seorang pelaku monopoli
sedang memutuskan antara mempertahankan unit tambahan sumber daya tetap dalam
tanah, atau memproduksi dan menjualnya. Nilai unit itu adalah peneriamaan marjianl
kuang biaya marjinalnya. Unit tersebut seharusnya dibiarkan tetap dalam tanah jika
nilainya diharapkan akan naik lebih cepat dari pada tingkat suku bunga, unit tersebut
seharusnya diproduksi dan dijual jika nilainya diperkrakan naik kurang dari tingkat suku
bunga.

9. Bagaimana Tingkat Suku Bunga Ditentukan


Penawaran dana yang dapat dipinjamkan berasal dari
rumah tangga yang ingin menabung segaian dari
pendapatannya untuk dikonsumsi lebih banyak pada
masa yang akan datang. Permintaan dana yang dapat
dipinjamkan mempunyai dua komponen. Pertama
beberapa rumah tangga ingin mengkonsumsi lebih
banyak dari pada pendapatan mereka sekarang baik
karena pendapatan mereka sekarang adalah rendah,
tetapi diperkirakan akan tumbuh,maupun karena mereka
ingin melakukan pembelian sesuatu yang besar.Penawaran dan Permintaan Dana yang
Dapat Dipinjamkan, tingkat suku bunga pasar ditentukan oleh penawaran dan permintaan
dana yang dapat dipinjamkan rumah tangga menawarkan danna guna mengkonsumsi
lebih banyak pada masa mendatang. Makin tinggi tingkat suku bunga makin banyak yang
mereka tawarkan. Rumah tangga dan perusahaan sama-sama membutuhkan dana, tetapi
makin tinggi tingkat suku bunga makin berkurang permintaan mereka. Pergeseran
permintaan atau penawaran menyebabkan perubahan dalam tingkat suku bunga.
Berbagai jenis Suku Bunga, menjumlahkan masng-masing permintaan dan penawaran
seakan-akan hanya ada satu tingkat suku bunga pasar :
Suku Bunga Obligasi Pemerintah Jangka Pendek
Suku Bunga Obligasi Pemerintah Jangka Panjang
Tingkat Diskonto

Tingkat Dana Federal


Suku Bunga Surat Berharga Komersial
Suku Bunga Utama
Suku Bunga Obligasi Swast

BAB 4
Uncertainty and Consumer Behavior
1. Menggambarkan Risiko
Probabilitas
Probalitas mengacu kepada kemungkinan bahwa suatu peristiwa akan terjadi. Penafsiran
mengenai probalitas dapat tergantung pada ketidakpastian yang akan terjadi, keyakinan
dari orang-orang yang terlibat, atau keduanya. Probabilitas subjektif adalah presepsi
bahwa suatu hasil akan terjadi presepsi ini dapat berdasarkan perilaku atau pengalaman
seseorang, tetapi tidak penting berapa sering suatu
hasil tertentu terjadi di masa lampau.
Apabila probabilitas ditentukan secara subjektif,
orang yang berbeda mungkin mengartikan
probabilitas secara berbeda pada hasil yang
berbeda, dan dengan demikian membuat pilihan
yang berbeda pula. Apa pun yang menjadi
penafsiran probabilitas, ukuran tersebut dipakai
dalam menghitung dua ukuran penting yang membantu kita menggambarkan dan
membandingkan pilihan yang berisiko. Satu ukuran memberi nilai yang diharapkan dan
yang lain adalah variabilitas dan hasil yang mungkin terjadi.
Nilai yang Diharapkan
Nilai yang diharapkan dari situasi yang tidak pasti merupakan bobot rata-rata dari hasil
peroleh atau nilai dari semua hasil yang mungkin akan terjadi, dengan kemungkinan tiap
hasil dipakai sebagai bobot. Nilai yang diharapkan mengukur kecenderungan sentral yaitu
rata-rata hadil peroleh.

Variabilitas
Variabilitas adalah sejauh mana hasil-hasil yang mungkin dari situasi yang tidak pasti
bersifat berbeda. Variasi dapat diukur dengan memahami selisih yang besar (baik positif
atau negatif) antara hasil perolehan aktual dan yang diharapkan, yang disebut deviasi atau

sompangan menandakan risiko yang lebih besar. Dengan sendirinya simpangan tidak
memberikan suatu ukuran variabilitas, karena simpangan tersebut kadang-kadang positif
dan kadang-kadang negatif.
Untuk memecahkan masalah ini dengan cara menguadratkan setiap simpangan, yang
selalu menghasilkan angka-angka yang positif. Kemudian mengukur variabilitasnya
dengan menghitung simpangan baku(standrard deviation), akar pangkat dari rata-rata
simpangan kuadrat hasil perolehan berkaitan dengan masing-masing hasil dari nilai yang
diharapkan. Simpangan baku diberlakukan sama apabila terdapat hasil yang banyak dari
pada hanya dua saja.
Bahwa pekerjaan pertama lebih berisiko dari
pada
yang
kedua.
Kemungkinan
penyebaran hasil perolehan untuk pekerjaan
pertama jauh lebih besar dari penyebaran hasil
perolehan yang kedua. Dan simpangan baku
dari hasil perolehan untuk pekerjaan pertama
lebih besar dari simoangan baku yang kedua.
Semua hasil perolehan mungkin terjadi, jadi
kurva yang menggambarkan hasil perolehan untuk setiap pekerjaan bentuknya datar.

Gambar diatas memperlihatkan hasil perolehan yang lebih ekstrem adalah yang paling
kecil kemungkinan terjadi. Untuk selanjutnya akan menggunakan simpangan baku hasil
perolehan untuk mengukur yang berada dipertengahan distribusi.

Membuat Keputusan

Pekerjaan 1 :

Ekspektasi pendapatan = $1.600 Simpangan baku = $500

Pekerjaan 2 :

Ekspektasi pendapatan = $1.500 Simpangan baku = $99,50

Pekerjaan 1 memberikan ekspektasi pendapatan yang lebih tinggi, tetapi risikonya lebih
banyak dari pada pekerjaan 2. Pekerjaan yang lebih disukai tergantung kepada seseorang.
Seorang wirausahawan yang agresif mungkin memilih pekerjaan 1 dengan pendapatan
yang lebih tinggi dan simpangan baku yang lebih tingggi, tetapi seseorang lebih
konservatif mungkin memilih pekerjaan yang ke dua.
2. Preferensi Terhadap Risiko
Kurva 0E, yakni fungsi utilitas wanita, menyatakan kepada tingkat utilitas (pada sumbu
vertikal) yang dapat dicapaikannya untuk setiap tingkat pendapatan (diukur dalam ribuan
dolar pada sumbu horizontal). Karena mengukur nilai dalam pengertian utilitas dapat
menghitung utilitas yang diharapkan E(u) yang dapat diperolehnya. Utilitas (yang) di
harapkan adalah jumlah utilitas dari semua kemungkinan hasil, dibobot dengan
probabilitas bahwa setiap hasil akan terjadi.

Keengganan terhadap risiko (risk aversion), orang-orang berbeda dalam preferensinya


terhadap risiko. Pada (a) utilitas marjinall konsumen berkurang ketika pendapatan
meningkat. Konsumen enggan terhadap risiko karena ia lebih suka pendapatan yang
sudah pasti $20.000 (dengan utilitas 16) dari pada bertaruh dengan probabilitas 0,5 dari
$30.000 (dan utilitas yang diharapkan 4). Pada (b) konsumen menyukai risiko, karena ia
lebih suka spekulasi yang sama (dengan utilitas yang diharapkan 10.5) daro pada
pendapatan tetap (dengan utilitas 8). Terakhir pada (c) konsumen yang netral terhadap
risiko dan tidak peduli apakah sesuatu sudah pasi dan sesuatu yang tidak pasti dengan
ekspektasi pendapatan sama.
Preferensi yang Berbeda-beda Terhadap Risiko, orang-orang berbeda dalam kesediannya
untuk menangung risiko, ada yang tidak suka risiko, ada yang suka risiko dan ada juga
yang netral terhadap resiko.seseorang yang lebih suka diberikan pendapatan tertentu dari
pada pekerjaan berisiko dengan ekspentasi pendapatan yang sama disebut orang yang
enggan terhadap risiko.
Enggan terhadap risiko merupakan sikap umum terhadap risiko, untuk melihat bahwa
kebanyakan orang biasanya tidak suka risiko, perhatikanlah bahwa kebanyakan orang
tidak hanya membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi mobil tetapi juga
mencari pekerjaan dengan gaji yang relatif stabil. Seseorang yang menyukai ririko (risk
loving) lebih memilih pendapatan yang tidak pasti dari pada pendapatan yang sudah pasti
meskipun nilai yang diharapkan dari pendapatan yang tidak pasti itu lebih kecil dari pada
pendapatan yang sudah pasti.
Beberapa orang mungkin enggan terhadap beberapa risiko dan bertindak seperti orang
yang menyukai ririko dibandingkan yang lainnya. Permi risiko(risk premium) adalah
jumlah uang yang akan dibayarkan seseorang yang menyukai risiko untuk menghindari
risiko. Besarnya premi risiko pada umumnya tergantung kepada alternatif yng dihadapi
seseorang.
Premi risiko, CF, mengukur jumlah pendapatan seseorang yang bersedia dilepaskan untuk
membiarkan ketidakpeduliannya terhadap pilihan yang berisiko dan yang pasti. Disini
premi risiko adalah $4.000 karena pendapatan yang sudah pasti sebesar $16.000 (pada
titik C) memberikan kesamaan utilitas yang diharapkan kepadanya (14) seperti hanya
pendapatan yang tidak pasti (probabilitas 0,5 berada dititik A dan probabilitas 0,5 berada
dititik E) yang mempunyai nilai yang diharapkan sebesar $20.000.

Kegagalan Terhadap Risiko dan


Pendapatan sejauh mana keengganan
seseorang terhadap risiko bergantung
pada hakiki risiko itu sendiri dan pada
pendapatan seseorang. Pada umumnya,
orang yang enggan terhadap ririko lebih
suka variabilitas yang lebih kecil dari
hasil. Keengganan Terhadap Risiko dan Kurva Indiferensi, dapat menjelaskan sejauh
mana keengganan seseorang terhadap risiko dalam bentuk kurva indiferensi yang
menghubungkan pendapatan yang diharapkan dengan variabilitas pendapatan yang diukur
dengan simpangan baku.
Bagian (a) diaplikasikan untuk
seseorang yang keengganan terhadap
risikonya tinggi, naiknya simpangan
baku
pendapatan
seseorang
membutuhkan kenaikan yang tinggi
dalam pendapatan yang diharapkan
jika
ia
ingin
mempertahankan
kesejahteraannya agar tetap sama. Bagian (b) diaplikasikan untuk seseorang yang
keengganan terhadap risikonya kecil, naiknya simpangan baku pendapatan hanya
membutuhkan kenaikan yang kecil dalam pendapatan yang diharapkan jika ia
menginginkan agar kesejahteraan sama.
3. Mengurangi Risiko
Kadang-kadang konsumen memilih alternatif yang memberi kesan bahwa ia menyukai
ririko daripada perilaku engan terhadap risiko. Dalam menghadapi bermacam-macam
situasi yang berisiko, konsumen biasanya tidak menyukai risiko.
Diversifikasi
Korelasinya negatif keduanya cenderung bertetangan. Bursa saham secara khusus
diversifikasi itu penting bagi mereka yang berivenstasi di bursa saha. Harga saham
seseorang dapat naik atau turun dalam jumlah yang besar kapan saja. Tetapi beberapa
saham harganya naik sementara yang lain turun, oleh karena itu seseorang yang
menginvestasikan semua uangnya di satu jenis saham saja (menentukan seua elur yang
dimilikinya di salam satu keranjang) lebih berisiko dari pada yang seharusnya.

Tidak semua risiko dapat dibagi. Meskipun beberapa saham harganya naik ketika yang
lainnya turun, sejauh ini harga saham untuk beberapa berkorelasi positif. Saham-saham
itu cenderung sama dalam menanggapi perubahan kondisi ekonomi.

Asuransi
Membeli asurans memastikan seseorang bahwa ias mempunyai pendapatan yang sama
terlepas apakah ada kerugian atau tidak. Karena biaya asuransi sama dengan perkiraan
kerugian, maka pendapatan yang sudag pasti ini sama dengan ekspektasi pendapatan dari
situasi yang berisiko. Untuk konsumen yang enggan terhadap risiko, jaminannya adanya
pendapatan yang sama dengan tidak peduli akan hasilnya membeli lebih banyak utilitas
dari pada jika orang itu mempunyai pendapatan yang tinggi ketika tidak ada kerugian dan
pendapatan rendah ketika terjadi kerugian.

Hukum jumlah besar, konsumennya biasanya membeli asuransi dari perusahaan yang
mengkhususkan diri menjual asuransi. Pada umumnya perusahaan asuransi adalah
perusahaan yang memaksimalkan keuntungan dengan menawarkan asuransi karena
apabila konsumen mengumpulkan polis,mereka menghadapi risiko yang relatif kecil.
Penaksiwan yang wajar, dengan beroperasi dalam skala besar, perusahaan asuransi dapat
memastikan bahwa dalam kejadian yang cukup besar, total premium yang dibayar masuk
akan sama total dengan jumah uang yang dibayar keluar.
Nilai Informasi
Orang sering membuat keputusan berdasarkan informasi yang terbatas. Jika lebih banyak
informasi yang tersedia, konsumen dapat membuat lebih banak prediksi dan mengurangi
risiko. Karena informasi merupakan komoditi yang bernilai tinggi, orang-orang bersedia
membayar untuk itu. Nilai informasi yang lengkap adalah selisih antara nilai yang
diharapkan
apabila
informasi
tidak
lengkap.

4. Permintaan atas Aset yang Berisiko


Kebanyakan orang tidak suka risiko. Bila diberi pilihan, mereka lebih suka pendapatan
bulanan yang tetap dari pada pendapatan rata-rata yang lebih tinggi, tetapi naik turun
secara acak dari bulan yang satu ke bulan berikutnya. Namun, banyak dari orang-orang
ini akan menginvestasikan semua atau sebagian tabungannya dalam saham,obligai, dan
aset-aset lain yang cukup risiko.
Aset

Harta atau aset (asset) adalah sesuatu yang memberi atas keuangan atau jasa kepada
pemiliknya. Arus keuangan yang diterima seseorang dari pemilikan aset dapat berbentuk
pembayaran langsung, tetapi kadang-kadang arus keuangan dari pemilikan aset itu
berbentuk tidak langsung berupa kenaikan atau penurunan dalam harga atau nilai aset
tersebut. Peningkatan nilai dari aset merupakan keuntungan modal (capital gain),
penurunan merupakan kerugian modal (capital loss)
Aset Berisiko dan Aset Bebas Risiko
Suatu aset berisiko (rizky asset) memberikan arus keungan yang tidak menentu. Dengan
kata lain, arus keungan sebelom tidak diketahui dengan pasti. Kebalikan dari aset berisiko
adalah aset yang bebas berisiko yang membayar arus keuangan dengan pasti.
Pengembalian Aset
Orang-orang membeli dan memegang aset karena arus keuangan yang diberikannya.
Untuk membandingkan aset yang satu dengan yang lain, akan sangat membantu bila
memandang arus keuangan ini secara relatif terhadap haraga atau nilai aset.
Pengembalian (return) aset adalah bagian dari harga yang dihasilkan termaksuk
keuntungan atau kerugian modal sebagai bagian dari harga. Apabila orang
menginvestasikan tabungan mereka pada saham,obligasi,tanah, atau aset lainnya, mereka
biasanya mengharapkan keuntungan yang melebihi tingkat inflasi,sehingga dengan
menangguhkan konsumsi, mereka dapat membeli lebih di masa mendatang dari pada
yang dapat mereka belanjakan dari seluruh pendapatan mereka sekarang.
Pengembalian rill (real return) dari aset adalah pengembalian biasa (atau nominal)
dikurangi tingkat inflasi. Ekspektasi pengembalian versus pengembalian aktual, karena
kebanyakan aser sifatnya berisiko seorang investor tidak dapat mengetahui sebelumnya
berapa pengembalian yang dapat diperoleh pada tahun mendatang. Ekspektasi
pengambalian dari suatu aset adalah nilai yang diharapkan dari pengembalian (yaitu ratarata return yang harus dibayarkan).
Situasi Tukar Antara Risiko dan Pengembalian
Treasury bill yang bebas risiko dinyatakan dengan Rf. Karena pengembalian itu bebas
risiko, ekspektasi pengembalian dan pengembalia aktual adalah sama. Ekspektasi
pengembalian dari investasi dipasar saham dinyatakan dengan Rm dan pengembalian
aktualnya dengan rm. Pengembalian aktual adalah berisiko, pada saat membuat keputusan
investasi, kita mengetahui hasil-hasil yang mungkin serta probabilitas masing-masing,
tetapi kita tidak tahu hasil mana yang akan terjadi. Aset berisiko mempunyai ekspektasi
pengemabalian yang lebih tinggi dari pada aset yang bebas risiko (Rm > Rf). Jika tidak
pada investor yang enggan terhadap risiko hanya akan membeli Treasury bill dan sahamsaham tidak akan laku.
Masalah Pilihan bagi Investor

Masih belum tau cara menentukan bagaimana investor seharusnya memilih fraksi b.
Untuk melakukan pertama-tama harus menunjukan bahwa menghadapi suatu pilihan
risiko pengembalian dengan persamaan garis anggaran konsumen.

Risiko dan Garis Anggaran, persamaan ini adalah suatu garis anggaran (budget line)
karena menggambarkan situasi tukar antara risiko (op) dan ekspektasi pengembalian
(Rp). Perhatikanlah bahw apersamaan untuk garis lurus Rm,Rf, dan om adalah konstan
sehingga kemiringan (Rm-Rf)om konstan, ang memotong Rf. Persamaan ini
menunjukkan bahwa ekspektasi pengembalian dari portopolio Rp meningkat dengan
meningkatkannya penyimpangan baku dari pengembalian op. Kemiringan dari garis
anggaran ini (RM-Rf)/sm, disebut harga dari risiko karena menunjukkan kepada kkita
berapa banyak tambahan risiko yang haris ditanggung oleh investor untuk mencapai
ekspektasi pengembalian yang lebih tinggi.
Memilih antara risiko dan pengembaliannya,
seorang investor membagi dananya dua aset,
Treasury bill, yang bebas risiko dan saham. Garis
anggaran menggambarkan situasi antara ekspektasi
pengembalian dan pengembalian risiko, uang
diukur oleh simangan bakunya. Kemiringan dari
garis anggaran adalah (Rm;Rf) yang merupakan
harga dari risiko. Ketiga kurva diatas menunjukkan
kombinasi riisko dan pengembalian yang memberi
kepuasan yang sama bagi investor. Kurva tersebut cenderung menaik karena investor
yang enggan terhadap risiko membutuhkan ekspektasi pengembalian yang lebih tinggi
jika ia harus menanggung lebih banyak risiko. Portofolio investasi ang memaksimalkan
keuntungan ada di titik dimana kurva indeferensi U2 bersentuhan dengan garis anggaran.
Pilihan Dua Investor yang Berbeda, investor A sangat
enggan terhadap risiko. Portofolionya sebagian besa
akan terdiri dari aset yang bebas risiko, jadi
ekspektasi pengembalian Ra hanya sedikit lebih besar
dari padapengembalian bebas-risiko, tetapi risiko Qa
kecil. Investor B lebih berani terhadap risiko. Ia akan
menginvestasikan sebagian besar dari dananya
disaham. Ekspektasi pengembalian dari protofolio Rb
akan lebih besar, tetapi pengembaliannya juga lebih
berisiko.
Membeli Saham Berdasarkan Margin, karena investor A itu enggan terhadap risiko,
portofolionya berisikan campuran saham dan Teasury bill yang bebas risiko. Ain halnya
dengan investor B yang mempunyai tingkat keengganan terhadap risiko yang sangat

rendah. Kurva indeferensinya, UB bersentuhan dengan


garis anggaran pada titik dimana pengembalian yang
diharapkan dan simpangan baku untuk portofolionya
melampaui hal itu untuk keseluruhan bursa saham. Hal
ini mengimplikasikan bahwa ia lebih suka
menginvestasikan lebih dari 100 persen kekayaannya
dibursa saham. Ia melakukan hal itu dengan membeli
saham berdasarkan margin yaitu dengan membeli dari perusahaan broker untuk
membantu membiayai investasi tersebut.
5. Ekonomi Perilaku
Perilaku seseorang kadang-kadang bertentangan dengan asumsi-asumsi yang selama ini
mendasari pemahaman kita tentang model pilihan konsumen. Hal ini adalah tujuan dari
sebuah bidang yang saat ini sedang marak diperbincangkan yaitu ekonomi perilaku.

Titik Referensi

Model standar perilaku konsumen menggambarkan bahwa konsumen akan memberikan


nilai yang unik pada barang dan jasa yang mereka beli. Namun demikian para ahli
prikologi berpendapat bahwa nilai yang diberikandari suatu barang dan jasa akan sangat
tergantung pada keadaan.
Kewajaran
Banyak orang yang mengerjakan sesuatu karena mereka berpikir bahwa mengerjakan
suatu tersebut adalah wajar dan tepat. Sesungguhnya mereka kadang-kadang membantu
orang lain untuk tidak mengharapkan adanya keuntungan sama sekali. Perilaku kewajaran
juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian.
Hukum-hukum Peluang
Pencobaan menunjukan bahwa seseorang tidak selalu menilai peristiwa-peristiwa yang
tidak pasti berdasarkan hukum-hukum peluang atau mereka tidak juga selalu
memaksimalkan kepuasan sebagaimana yang diharapkan.
Kesimpulan
Tidak selamanya, teori yang kita pelajari sampai bagian ini membantu kita untuk
memahami dan mengevaluasi permintaan konsumen. Walauun apa yang kita pelajari ini
tidak mencakup semua keputusan konsumen, tetapi paling tidak telah menyinggung
beberapa diantaranya. Ekonomi perilaku yang sedang berkembang saat ini mencoba
untuk menerangkan dan merinci situasi-situasi yang tidak tercangkup dalam teori dasar
konsumen.
BAB 5
Market with a Symentric Information

Informasi yang asimetris merupakan karakteristik banyak situasi bisnis. Sering


seorang penjual suatu produk tahu lebih banyak tentang kualitas produknya dari pada
pembeli. Para pekerja biasanya tahu lebih banyak tentang keahlian dan kemampuan
mereka sendiri dari pada majikannya. Informasi yang asimetris menjelaskan banyak
susunan kelembangaan dalam masyarakat jaminan.
1. Ketidakpastian Mutu dan Pasae untuk Barang Cacat
Kenyataan bahwa mobil yang bekas adalah barang bekas langsung mengurangi segitu
besarnya karena, mobil bekas laku jauh lebih murah dari pada mobil baru karena terdapat
informasi yang asimetris mengenai kualitasnya. Penjual mobil bekas tahu jauh lebih
banyak tentang mobil itu dari pada calon pembeli. Pembeli dapat menyewa seorang
mekanik untuk meriksa mobi tersbut, tetapi penjuakk telah berpengalaman dengan itu dan
akan tahu lebih banyak tentang hal itu. Lebih jauh,justru fakta bahwa mobil tersebut
dijual murah. Pasar untuk asuransi,kredit keuangan, dan bahkan lapangan kerja juga
dicirikan oleh informasi kualitas yang asimetris.
Pasar untuk Mobil Bekas
Pasar untuk Mobil Bekas, apabila penjual produk
mempunyai informasi yang lebih baik tentang
kualitas produk dari pada pembeli. masalah
barang cacat mungkin akan muncul dimana
barang yang berkualitas rendah menggusur
barang yang berkualitas tinggi. Dalam (a) lurva
permintaan untuk mobil berkualitas tinggi adalah
Dh namun karena pembeli menurunkan
ekspektasi mereka tentang kualias rata-rata mobil dipasar, perintaan yang mereka
persepsikan bergesr ke Dm. Sama halnya dalam (b) kurvapermintaan yang dipresepsikan
untuk mobil yang berkualitas rendah bergeser dari Dl ke DM. Akibatnya jumlah
penjualan mobil yang berkualitas tinggi jatuh dari 50.00 menjadi 25.000 dan jumlah
penjualan mobil yang berkualitas rendah naik dari 50.000 menjadi 75.000 akhirnya hanya
mobil yang berkualitas rendah terjual.
Pasar mungkin akan mencapai equbilium pada
harga yang memuncul setidaknya beberapa mobil
yang berkualitas. Tetapi bagian dari mobil yang
berkualitas tinggi tersebut akan lebih rendah dari
pada yang seharusnya andaikata konsumen dapat
mengenai kualitasnya sebelum melakukan
pembelian.
Masalah barang cacat (lemons problems) adalah sebuah sumber utama dari kegagalan
pasar (market falue). Hal ini sangat ditekankan.
Implikasi-implikasi informasi yang asimetris

Pentingnya Reputasi dan Standardisasi, informasi asimetris juga terdapat dalam banyak
pasar lain. Ini hanyalah beberapa contoh :
-

Toko eceran: apakah toko tersebut memperbaiki atau memperolehkan anda


mengembalikan produk yang cacat? Toko tersebut tahu lebih banyak tentang
kebijakan dari pada anda.
Pedagang perangko, uang logam, buku, dan lukisan langka. Apakah benda-benda
tersebut asli atau palsu? Pedagang terseut tahu lebih banyak tentang keasliannya
dari pada anda.
Tukang genteng, tukang ledeng, dan monitir listrik. Ketika seorang tukang
genteng memperbaiki atau merenovasi genteng rumah anda, apakah anda
memanjat untuk memeriksa kualitas keja tersebut?
Restoran: seberapa sering anda pergi ke dapur untuk memeriksa apakah para koki
menggunakan bahan makanan segar dan mematuhi undang-undang kesehatan?

2. Pemberian Isyarat Pasar (Market Signaling)


Informasi asismetris kadang-kadang dapat menyebabkan masalah barang cacat karena
penjualan lebih banyak tahu tentang kualitas suatu barang dari pada pembeli, pembeli
mungkin mengasumsikan bahwa kualitasnya rendah sehingga harga turun dan hanya
barang yang berkualitas rendah dijual. Umtuk melihat bagaimana isyarat pasar bekerja,
marilah kita lihat pasar tenaga kerja, yang merupakan contoh tepat suatu pasar yang
mempunyai informasi asismetris. Andaikanlah suatu perusahaan berencana merekut
beberapa orang baru. Pekerja baru tersebut (penjual tenaga kerja) tahu lebih banyak
tentang kualitas kerja yang dapat mereka sediakan dari pada perusahaan(pembeli tenaga
kerja) tersebut.
Model Sederhana Pembeian Isyarat Pasar Kerja, asumsikan bahwa hanya ada pekerjaan
yang produktivitas rendah (kelompok I) yang produk rata-rata dan produk
marjinalnasumsikan bahwa hanya ada pekerjaan yang produktivitas rendah (kelompok I)
yang produk rata-rata dan produk marjinalnya adalah 1, dan pekerjaan dengan
produktivitas tinggi (kelomppok II) yang produk rata-rata dan produk marjinalnya 2. Para
karyawan akan dipekerjakan perusahan-perusahaan yang berasaing, yang produk-produk
laku $10.000 dan yang mengharapkan masing-masing karyawan bekerja rata-rata 10
tahun. Kita juga mengasumsikan bahwa separuh karyawan dalam populasi tersebut
berada dalam kelompok I dan separuh lainnya dalam kelompok II, sehingga produktivitas
rata-rata seluruh karyawan adalah 1,5. Perhatikanlah bahwa ekspektasi penerimaan
(revenue) untuk dihasilkan karyawan kelompok I adalah $100.000 ($10.000/tahun x
10tahun) dan dari karyawan kelompok II adalah $200.000 ($20.000/tahun x 10tahun).
Pemberian Isyarat, pendidikan dapat menjadi isyarat yang bermanfaat untuk produktivitas
yang tinggi bagi sekelompok pekerja jika pendidikan lebih mudah dicapai kelompok
berproduktivitas rendah. Dalam (a) kelompok yang berproduktivitas rendah akan memilih
tingkat pendidikan y=0 karena biaya pendidikannya akan lebih tinggi dari pada kenaikan
penghasilan yang terjadi akibat pendidikan. Namun, dalam (b) kelompok berproduktivitas
tinggi akan memilih tingkat pendidikan y*=4 karena kenaikan penghasilan akan lebih
besar dari pada biayanya.

Perbandingan Biaya Keuntungan (cost


benefit), dalam memutuskan seberapa
tinggi pendidikan yang akan dicapai,
orang-orang membandingkan manfaat
pendidikan dengan biayanya. Orangorang dalam masing-masing kelompok
melakukan perhitungan biaya manfaat
mencapai tingkat pendidikan y* jika
manfaatnya
(yaitu
kenaikan
penghasilan) sekurang-kurangnya sama besarnya dengan biaya pendidikan ini. Bagi
kedua kelompok tersebut, manfaatnya (kenaikan penghasilan) adalh $100.000. namun
biayanya berbeda. Untuk kelompok I adalah $40.000y, tetapi untuk kelompok II biaya
tersebut hanyalah $20.000y. karena itu, kelompok I tidak akan memperoleh pendidikan
sejauh.
$100.000 < $40.000y* atau y* > 2,5
Dan kelompok II akan mencapai tingkat pendidikan y* sejauh
$100.000 > $20.000 y* atau y* < 5
Garansi dan Jaminan, jika konsumen tidak dapat memastikan merek mana tyang
cenderung lebih dapat diandalkan, merek-merek yang lebih baik tidak dapat dijual dengan
harga yang lebih tinggi. Garansi dan jaminan dengan efektif memberikan isyarat tentang
kualitas produk karena jaminan yang panjang akan lebih mahal bagi produsen barang
berkualitas rendah dari pada untuk produsen barang yang berkualitas tinggi.
3. Risiko Moral Buruk
Apabila satu pihak diasuransikan penh dan tidak dapat dipantau dengan tepat oleh pihak
suatu perusahaan asuransi yang memiliki informasi yang terbatas, pihak yang
diasuransikan tersebut mungkin akan mengambil tindakna yang meningkatkan
kemungkinan bahwa suatu kecelakaan atau cidera akn terjadi. Konsep risiko moral
berlaku bukan hanya pada masalh asurans, tetapi juga untuk masalah-masalah pekerja
yang mempunyai kinerja dibawah kemampuannya ketika majikan tidak dapat memantau
perilaku mereka.
Akibat Risiko Moral Buruk, risiko moral
mengubah
kemampuan
pasar
untuk
mengalokasikan sumber daya dengan efisien.
D adalah permintaan untuk penggunakan
mobil sendiri. Tanpa risiko moral, biaya
marjinal transportasi tersebut, MC, adalah
$1.50 per mil pemilik mobil tersebut
menempuh jarak 100mil, yang merupakan
angka yang efisien. Dengan risiko moral
pemilik mobil mempersepsikan biaya per
milnya menjadi Mc = $1.00 dan menempuh jarak 100 mil.

4. Masalah Prinsipal Agen


Andaikata pemantauan produktivitas pekerja tidak mahal, pemilik bisnis
dapatmemastikan bahwa para manajer dan karyawannya akan bekerja efektif. Namun
dalam kebanyakan perusahaan pemilik tidak dapat memantau segala sesuatu yang
dilakukan karyawan-karyawan mempunyai pengetahuan yang baik dari pada pemilik.
Informasi yang asimetris ini menciptakan masalah prinsipal agen.
Suatu hubungan keagenan terjadi apabila ada suatu keadaan dimana kesejahteraan
seseorang bergantung pada apa yang dilakukan orang lain. Agen adalah orang yang
bertindak, dan prinsipal adalah pihak yang dipngaruhi tindakan tersebut. Masalah
pronsipal agen adalah bahwa manajer mungkin mengejar tujuan-tujuan mereka
sendiri,bahwkan kendati mengorbankan perolehan laba yang lebih kecil untuk pemilik.
Masalah Prinsipal Agen dalam Perusahaan Swasta
Fakta bahwa kebanyakan pemegang saham individu hanya mempunyai presentase kecil
dari total ekuitas suatu perusahaan mengakibatkan mereka sulit memperoleh informasi
tentang seberapa baik kinerja para manajer perusahaan tersebut. Namun, ada
keterbatasan-keterbatasan penting dalam kemampuan manajer untuk menyimpang dari
tujuan-tujuan pemilik. Seseorang harus mendapatkan mekanisme yang lebih
menyejajarkan kepentingan manajer dan pemegang saham.
Masalah Prinsipal Agen dalam Lembaga Pemerintah
Kerangka prinsipal agen dapat membantu kiyta memahami perilaku para manajer
organisasi-organisasi pemerintah. Para manajer ini mungkin juga tertarik dengan
kekuasaan dan penghasilan tambahan, yang keduanya dapat diperoleh dengan
mengembangkan organisasi mereka melebihi tingkat efisien karena juga dibutuhkan
biaya yang mahal untuk memantau perilaku para manajer pemerintah, sama seklai tidak
ada jaminan mereka akan menghasilkan output yang efisien.
Insentif dalam Kerangka Prinsipal Agen
Dapat menyebutkan masalah prinsipal agen tersebut dari prespektif pemilik. Tujuan
pemilik tersebut adalh untuk memaksimalkan ekspektasi laba, mengingat ketidakpastian
output dan mengingat fakta bahwa perilaku tukang tersebut tidak dapat dipantau.
Pola pembayaran yang terbaik
bergantung pada sifat produksi,
tingkat ketidakpastian, dan tujuantujuan pemilik maupun manajer.
Rencana tersebut tidak akan selalu
berjalan seefektif pola ideal yang langsung terkait dengan upaya. Kurangnya informasi
dapat menurunkan efeisensi ekonomi karena penerimaan oemilik maupun upah tukang
mungkin saja turun pada saat yang sama.

5. Insentif Manajerial dalam Peruahaan Terpadu


Beberapa perusahaan yang tepasu secara horizontal (horizontally integrated) beberapa
pabrik menghasilkan produk yang sama atau terkait. Yang lainnya juga terpadu secara
vertikal (vertically integrated) divisihulu memproduksi bahan baku, suku cadang, dan
komponen yang digunakan divisihair untuk menghasilkan produk akhir. Perpaduan
menciptakan masalah-masalah prganisasi.
Informasi Asimetris dan Rancangan Insentif dalam Perusahaan Terpadu, dalam suatu
perusahaan terpadu manajer-manajer divisi mungkin mempunyai informasi yang lebih
baik tentang biaya operasional dan potensi produksi mereka yang berbeda dari yang
dimiliki manajemen pusat. Informasi yang asimetris ini menyebabkan dua masalah :
-

Bagaimana manajemen pusat dapat meminta informasi yang tepat tentang biaya
operasional dan potensi produksi divisi dari para manajer divisi? Hal ini penting
karena input untuk beberapa divisi mungkin adalah ooutput divisi-divisi lain,
karena pengiriman kepada konsumen harus dijadwalkan dan karena harga tidak
mungkin ditetapkan tanpa mengetahui seluruh kapasitas dan biaya produksi.
Struktur imbalan atau insentif apa yang seharusnya digunakan manajemen pusat
untuk mendorong para manajer divisi untuk berproduksi seefisien mungkin?
Apakah mereka harus diberi bonus berdasarkan berapa banyak yang mereka
produksi, dan jika memang begitu bagaimana seharusnya imbalan dan insentif
tersebut ditata?

Contohnya, jika pikiraan manajer tentang tingkat produksi yang munkin tercapai adalah
Qp bonus tahunan dalam dolar B mungkin adalah

Jika diubah pilanya menjadi


Penerapan, karena masalah
informasi yang asimetris dan
rancangan
insentif
sering
timbull
dalam
lingkungan
manajerial,
pola
insentif
sebagaimana diuraikan diatas muncul dalam banyak konteks.
Rancangan insentif dalam perusahaan terpadu, suatu pola bonus dapat dirancang yang
memberi kepada seorang manajer suatu insentif untuk memperkirakan dengan tepat
ukuran pabrik tersebut. Jika manajer tersebut melaporkan kapasitas yang memungkinkan
sebesar 20.000 unit per tahun, sama dengan kapasitas yang sesungguhnya, bonus yang
diterima akan dimaksimalkan (sebesar $6.000).

6. Informasi Asimetris dalam pasar


Tenaga Kerja Teori Upah Efisiensi
Apabila pasar tenaga kerja bersaing, semua orang
yang ingin bekerja akan mencari pekerjaan dengan
upah yang setara dengan produk marjinal mereka.
Namun, kebanyakan negara memiliki angka
pengangguran yang sangat besar meskipun banyak
orang dengan agresif mencari kerja. Ahli-ahli ekonomi telah berpendapat bahwa
produktivitas tenaga kerja dinegara-negara yang sedang berkembang bergantung pada
tingkat upah karena alasan gizi. Upah dimana tidak terjadi pelalaian tugas tersebut adalah
upah efisiensi (efficiency wage).
Pengangguran dalam Model Pelalaian Tugas,
pengangguran masih dapat timbul dalam pasar tenaga
kerja yang bersaing apabila majikan tidak dapat
dengan tepat memantau karyawan. Disini paksaan
untuk tidak melalaikan tugas ( no shirking constraint
NSC)memberikan upah yang diperlukan untuk
mencegah agar para pekerja tidak melalaikan tugas.
Perusahaan tersebut merengkut karyawan Le (dengan
upah yang lebih tinggi dari pada upah efesiensi yang
bersaing we), yang menciptkan pengganguran sebesar
L* Le.

BAB 6
General Equilibrium dan Economic Eficiency
1. Analisis Ekuilibrium Umum
Perilaku pasar terutama telah didasarkan pada analisis ekuilibrium parsial (partial
equilibrium analysis). Ketika menentukan harga dan jumlah akuilibrium dalam suatu
pasar, kita mengadaikan aktifitas dalam suatu pasar mempunyai sedikit atau sama sekali
tidak ada pengaruh terhadap pasar-pasar lainnya. Sering analisis ekuilibrium persial sudah
cukup untuk memahami peilaku pasar, namun hubungan timbal balik pasar dapat
berperan penting.
Berbeda dengan analisis ekuilibrium parsial, analisis ekuilibrium umum ( partial
equlibrium analysis) menentukan harga dan jumlah dalam seluruh pasar secara
bersamaan, dan secara ekplisit hal itu memperhitungkan pengaruh umpan balik. Pengaruh
umpan balik adalah penyesuaian harga dan jumlah dalam suatu pasar yang disebabkan
oleh penyesuaian harga dan jumlah dalam suatu pasar yang disebabkan oleh penyesuaian
harga dan jumlah dalam pasar-pasar yang masih terkait.
Dua Pasar yang Saling Bergantungan, Bergerak ke Arah Ekuilibrium Umum

Dua Pasar yang Saling


Bergantung:
(a)
tiket
bioskop dan (b) penyewaan
DVD, apabila pasar saling
bergantung, harga seluruh
produk harus ditentukan
secara bersamaan. Disini
pajak
tiker
bioskop
menggeser penawaran film
k atas dai Sm menjadi S*m, sebagaimana ditunjukan dalam (a) harga tket bioskop yang
lebih tinggi ($6,35 dibandingkan $6,00) mula-mula bergeser permintaan untuk DVD
keatas (dari Dv menjadi Dv) yang menyebabkan harga vidio naik (dari $3,00 menjadi
$3,50) sebagaimana ditunjukan(b). Harga DVD ysng lebih tinggi memberi pengaruh
besar kedalam pasar tiket bioskop yang menyebabkan prmintaan bergeser dari Dm
menjadi Dm dan harga tiket film naik dari $6,35 menjadi $6,75. Hal ini melanjutkan
sampai ekuilibrium umumtercapai sebagaimana ditunjukkan perpotongan D*m dan S*m
dalam (a) dengan harga tiket bioskop sebesar $6,82 dan berpotongan D*y dan Sy salam
(b) dengan harga DVD sebesar $3,58.

2. Efisiensi Pertukaran
Ekonomi pertukaran(exchange economy) dengan menganalisis perilaku dua konsumen
yang dapat memperdagangkan salah satu dari dua barang diantara mereka sendiri. Dalam
pengalokasian efisie barang, tidak seorang pun dapat lebih diuntungkan tanpa
mengakibatkan yang lain dirugikan.

Diagram Kotak Edgeworth, dalam kotak edgeworth masing-masing titik menggambarkan


keranjang pasar kedua konsumen.
Pertukaran dalam kotak edgeworth, setiap titik dalam kotak edgeworth secara bersamaan
melambangkan keranjang pasar pangan dan sandang James dan Karen. Pada A misalnya
James mempunyai 7 unit pangan dan 1 unit sandang dan Karen mempunyai 3 unit pangan
dan 5 unit sandang.

Pengalokasian
yang
Efisien,
dengan
demikian, perdagangan dari A ke B membuat
Karen dan James lebih diuntungkan. Tetapi,
bergantung pada apakah MRS james dan
karen sama-sama berada pada B, yang pada
gilirannya bergantung pada bentuk kurva
indiferensi mereka. Kurva indiferensi karena
terlihat cembung sama seperti kurva james
kita semata-mata melihat keduanya dari sudut
yang berbeda
Efesiensi dalam Pertukaran, kotak
edgeworth tersebut mengilustrasikan
kemungkinan-kemungkinan bagi kedua
konsumen untuk meningkatkan kepuasan
mereka
dengan
memperdagangkan
barang.
Jika
A
memberikan
pengalokasian sumber daya semula,
daerah arsiran tersebut menggambarkan
seluruh perdagangan yang sama-sama
menguntungkan kedua belah pihak.

Kurva Kontrak, kurva kontrak yaitu sebuah kurva


yang diperoleh melalui semua pengalokasian yang
efisien seperti :Kurva kontrak berisi semua
pengalokasian dimana kurva indiferensi semua
konsumen saling bersinggungan. Setiap titik pada
kurva kontrak tersebut adalah efisien karena
seseorang tidak mungkin lebih diuntungkan tanpa
mengakibatkan orang lain dirugikan.
Ekuilibrium Konsumen dalam Pasar yang Bersaing, dalam suatu pertukaran antara dua
orang, hasilnya dapat bergantung pada daya tawar kedua belah pihak. Namun, pasar yang
bersaing mempunyai banyak pembeli dan penjual yang sesungguhnya atau calon pembeli
dan penjual. Dengan demikian jika prang-orang tidak menyukai syarat-syarat suatu
pertukaran, mereka dapat mencari penjual lain yang menawarkan syarat-syarat yang lebih
baik.
Ekuilibrium yang Bersaing, dalam suatu pasar yang bersaing, harga kedua barang
menentukan syarat-syarat pertukaran diantara para konsume. Jika A merupakan
penalokasian mula-mula barang dan garis harga PP melambangkan rasio harga tersebut,
pasar yang bersaing akan menghasilkan ekuilibrium pada C, yaitu persinggungan kedua

kurva indiferensi ttersebut. Akibatnya


ekuilibrium yang bersaing tersebuat akan
efien.
Ekuilibrium ini seharusnya berlangsung
sementara. Dalam pasar bersaing, harga
akan menyesuaikan diri jika terdapat
kelebihan permintaan (excess demand)
dalam beberapa pasar (jumlah satu barang
yang diminta lebih besa dari pada jumlah yang itawarkan) dan kelebihan penawaran
(excess supply) pada yang lainnya (jumlah yang ditawarkan lebih besar dari pada jumlah
yang diminta).
Efisiensi Ekonomi Pasar yang Bersaing, dalam suatu kerangka pertukaran dan dalam
keadaan ekuilibrium umum dimana seluruh pasar bersaing dengam sempurna. Inilah cara
yang paling langsung untuk mengilustrasikan jalan pikiran tangan gaib (invisible hand)
Adam Smith yang terkenal, karena hal ini memberitahukan kepada kita bahwa
membutuhkan kontrol otomatis mengalokasikan sumber daya secara efisien tanpa
membutuhkaan kontrol pengaturan pemerintah.
Apapun pandangan seseorang tentang campur tangan pemerintah, kebanyakan ahli
ekonomi menganggap hasil tangan gaib tersebut penting. Bahkan, hasil bahwa suatu
ekuilibrium yang bersaing adalah efisien secara ekonomis sering digambarkan sebagai
dalil pertama ilmu ekonomi kesejahteraan (welfare economics). Secara formal dalil
pertama tersebut menyatakan hal berikut:
jika setiap orang berdagang dalam pasar yang bersaing, semua perdagangan yang samasama menguntungkan akan tercapai dan pengalokasian sumber daya ekulibrium yang
dihasilkan akan efisien secara ekonomi
Ringkasan tentang ekuilibrium yang bersaing dari prespektif konsumen:
-

Karena kurva-kurva indiferensi saling bersinggungan, semua tingkat subsitusi


marjinal diantara konsumen adalah sama.
Karena masing-masing kurva indeferensi bersingungan dengan garis harganya,
MRS masing-masing orang atas sandang untuk pangan adalah sama dengan rasio
harga kedua barang tersebut.

3. Keadilan dan Efisiensi


Batas Kemungkina Utilitas, menunjukan semua pengalokasian yang efisien. Batas ini
menunjukan tingkat kepuasan yang dicapai ketika dua individu telah mencapai kurva
kontrak.
Batas kemungkinan utilitas menunjukkan tingkat kepuasan yang dicapai masing-masing
dari kedua orang tersebut setelah mereka saling menukar untuk memperoleh hasil yang

efisien pada kurva kontrak tersebut. Titik E, F dan


G saling berhubungan dengan titik-titik pada kurva
kontrak tersebut dan ternyata efisien. Titik H tidak
efisien karena setiap pertukaran dalam daerah yang
diasir akan mengakibatkan salah satu atau kedua
orang tersebut lebih diuntungkan.
Fungsi Kesejahteraan Sosial, suatu fungdi
kesejahteraan
sosial,utilitarian,
mempertinmbangkan utilitas setiap orang dengan sama rata dan akibatnya
memaksimalkan total utilitas seluruh anggota masyarakat. Utilitarian mungkin akan
menuntut suatu perbedaan antara anggota masyarakat yang terbaik dan terburuk.
Akhirnya pandangan yang beorientasi pasar mungkin akan mengakibatkan ketidakadilan
besar-besaran dalam mengalokasikan barang dan jasa.
1. Egalitarian seluruh anggota masyarakat menerima jumlah barang yang sama.
2. Rawisan memaksimalkan utilitas orang yang paling miskin.
3. Utilitarian maksimalkan utilitas orang yang paling miskin.
4. Berorientasi pasar hasil pasar adalah yang paling adil.

Keadilan dan Persaingan Sempurna, suatu ekulibrium yang bersaing memberikan hasil
Preto yang efisien yang mungkin atau mungkin tidak adil. Dalam kenyatannya,
ekulibrium yang bersaing dapat erjadi pada setiap titik alam kurva kontrak tersebut,
bergantung pada pengalokasian awalnya. Hasil bahwa suatu ekulibrium yang bersaing
dapat menyongkong setiap titik pada kurva kontrak tersebut adalah suatu hasil
fundamental dalam mikroekonomi.
Jika preferensi individual ternyata adalah cembung,setiap pengalokasian yang efisien
(setiap titk pada kurva kontrak tersebut)adalah ekuilibrium yang bersain untuk suatu
pengalokasian awal barang.
5. Efisiensi Produksi
Mengasumsikan ada total penawaran tetap dua input, yaitu tenaga kerja dan modal, yang
dibutuhkan untuk memproduksi dua produk yang sama pangan dan sandang. Namun,
bukan hanya dua orang lagi sekarang kita mengasumsikan bahwa banyak konsumen
memiliki input untuk produksi dan memperoleh pendapatan dengan menjualnya.
Kerangka ini menghubungkan elemen penawaran dan permintaan perekonomian.
Produksi dalam Kotak Edgeworth, dalam kotak produksi edgeworth dengan dua input
tetap dan dua barang. Penggunaan input yang efisien terjadi apabila isokuan untuk kedua
barang tersebut bersinggungan. Jika produksi pada mulanya menggunakan input yang
digambarkan oleh A daerah yang diarsir menunjukkan wilayah dimana lebih banyak dari

kedua output tersebut dapat diproduksi dengan menata kembali penggunaan input. Titik
B, C, D berada pada kurva kontrak produksi dan melibatkan penggunaan input yang
efisien.
Efisiensi input, untuk melihat bagaimana input-input dapat digabungkan secara efisien
kita harus menemukan berbagai jenis kombinasi input yang dapat digunakan untuk
memproduksi masing-masing dari kedua input tersebut. Suatu pengalokasi tertentu
kedalam proses produksi akan efisien secara teknis jika output satu barang tidak
mungkindinaikan tanpa menurunkan output barang lainnya.
Kurva Kontrak Produksi, melambangkan suatu titik persinggungan dua kurva indeferensi.
Melambangkan seluruh kombinasi input yang efisien secara teknis. Ekuilibrium Produsen
dalam Pasar Input yang Bersaing, jika pasar nput bersaing suatu titik produksi yang
efisien akan tercapai.
Batas Kemungkinan Produksi, menunjukkan berbagai jenis kombinasi pangan dan
sandang yang dapat diproduksi dengan input tenaga kerja dan modal tetap, dengan
catatan teknologi tetap konstan.

Batas
kemungkinan-kemungkinan
produksi
memperlihatkan seluruh kombinasi output yang
efisien. Titik B, C, dan D diambil dari titik-titik yang
sebanding pada kurva kontrak produksi. Batas
kemungkinan produksi tersebut tampak cekung
karena kemiringan naik berhubungan tingkat produksi
pangan naik.
Tingkat Transformasi Marjinal, batas kemungkinan produksi tersebut berbentuk cekung,
maksudnya kemiringan akan makin besar apabila makin banyak pangan diproduksi.
Lengkungan batas kemungkinan-kemungkinan produksi terjadi langsung dari kenyataan
bahwa biaya marjinal untuk memproduksi pangan dibandingkan dengan biaya marjinal
untuk memproduksi sandang naik. Pada setiap titik di sepanjang batas tersebut berlaku
kondisi berikut :

Efisiensi Output, agar suatu perekonomian efisiensi, barang tidak boleh hanya diproduksi
dengan biaya minimum barang juga harus diproduksi dalam kombinasi yang sesuai
dengan kesediaan orang-orang untuk membayarnya.
Kombinasi output uang efisien dihasilkan apabila tingkat transpormasi marjinal antar
kedua barang tersebut (yang megukur biaya memproduksi satu barang dibandingan

barang lain). Sama dengan tigkat subtitusi marjinal


konsumen (yang mengukur manfaat marjinal
mengkonsumsi satu barang dibandingkan barang
lainnya. Pada titik singgung kurva indiferensi dan
batas produksi, MRS (kemiringan kurva indiferensi)
dan MRT (kemiringan batas produksi)adalah sama.
Efisiensi dalam Pasar Output, apabila pasar output
bersaing dengan sempurna, seluruh konsumen akan
mengalokasikan anggaran mereka sehingga tingkat subtitusi marjinal mereka di antara
dua barang sama dengan rasio harganya. Untuk kedua barang kita tersebut, pangan dan
sandang.

Pada saat yang sama, masing-masing perusahaan yang memaksimalkan laba akan
memproduksi outputnya hingga mencapai titik dimana harganya sama dengan boaya
marjinal. Sekali lagi, untuk kedua barang kita tersebut.

Karena tingkat transformasi marjinal sama dengan rasio biaya produksi marjinal, itu
berarti bahwa

Dalam suatu pasar output yang bersaing, orangorag mengkonsumsi hingga titik dimana tingkat
subtitusi marjinal mereka sama dengan rasio
harganya. Prodsen memilih output sehingga
tingkat transformasi marjinalnya sama dengan
rasio harganya. Karena MRSnya sama dengan
MRTnya pasar output yang bersaing tersebut
akan efisien. Setiap rasio harga lainnya akan
mengakibatkan kelebihan permintaan untuk satu
barang dan kelebihan penawaran untuk barang
lainnya.
6. Keuntungan Perdagangan Bebas
Ada keuntungan yang diperoleh dari perdagangan internasional dalam perekonomian
yang berdsarkan pertukaran. Namun ada keuntungan tambahan dari perdagangan apabila
perekonomian dua negara berbeda sehingga satu negara mempunyai keunggulan

komparatif dalam memproduksi satu barang, sedangkan negara kedua mempunyai


keunggulan komparatif dalam memproduksi barang lainnya.
Keunggulan Komparatif, negara 1 mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan
negara 2 dalam memproduksi suatu barang jika biaya untuk memproduksi barang tersebu
dibandingkan dengan biaya untuk memproduksi barang lainnya dinegara 1, ternyata lebih
rendah dari pada biaya untuk memproduksi barang tersebut di negara 2, dibandingkan
dengan biaya untuk memproduksi barang lainnya dinegara 2 perhatikanlah bahwa
keunggulan komparatif tidak sama dengan keunggulan absolut. Suatu negara mempunyai
keunggulan absolut dalam memproduksi suatu barang jika biayanya ternyata lebih rendah
dari pada biaya dinegara lain.
Perluasan Batas Kemungkinan-kemungkinan Produksi, apabila terdapat keunggulan
komparatif, perdagangan internasional mempunyai efek yang memungkinkan suatu
negara mengkonsumsi diluar batas kemungkinan-kemungkinan produksinya.

Tanpa perdagangan, produksi dan konsumsi berada pada


titik A ynag berkaitan dengan harga perbandingan keju
dengan anggur, yaitu 2 berbanding 1. Engan perdagangan
pada harga perbandingan 1 keju dengan 1 anggur,
produksi dalam negeri sekarang ada pada titik B
sementara konsumsi dalam negeri berada pada titik D.
Perdagangan bebas telah memungkinkan utilitas naik dari
U1 menjadi U2.
7. Tinjauan Kembali Efisiensi Pasar yang Bersaing
1. Efisiensi pertukaran : seluruh pengalokasian harus terdapat pada kurva kontrak
pertukaran tersebut, sehingga tiap tingkat subtitusi marjinal konsumen untuk
pangan terhadap sandang adalah sama.

Suatu pasar yang bersaing mencapai hasil yang efisien ini karena, bagi konsumen
titik singgung garis anggarannya dan kurva indeferensi tertinggi yang dapat
dicapai memastikan bahwa

2. Efesiensi penggunaan input produksi : seluruh kombinasi input harus terdapat


pada kurva kontrak produksinya, sehingga tingkat subtitusi teknis marjinal setiap

produsen dari tangan kerja untuk modal terlihat sama dalam produksi kedua
barang

3. Efisiensi pasar output: campuran output harus dipilih ehingga tingkat


transformasi marjinal diantara output sama dengan tingkat ubtitusi marjinal
konsumen:

Suatu pasar yang bersaing mencapai hasil yang efisien ini karena produsen yang
memaksimalkan laba menaikan putput sampai mencapai titik di mana biaya
marjinalnya sama dengan harga:

Akibatnya :

Tetapi konsumen memaksimalkan kepuasan mereka dalam pasar yang bersaing


hanya jika

Karena itu,

BAB 7
Externalities and Public Goods

Eksternalitas dan barang menimbulkan masalah-masalah kebijakan publik yang


serius. Apabila terdapat eksternalitas, harga suatu barang tidak perlu menggambarkan
nilai sosialnya. Akibatnya, perusahaan-perusahaan mungkin akan berproduksi terlalu
banyak atau terlalu sedikit, sehingga hasil pasarnya tidak akan efisien. Penanggulangan
membuuhkan peraturan pemeritah, yang lain terutama mengandalkan daya tawar
dikalangan individu-individu atau hak hukum orang-orang yang dirugikan untuk
mengadukan orang-orang yang menciptakan eksternalitas tersebut.
1. Eksternalitas
Eksternalitas dapat muncul diantara para produsen, di antara konsumen, dan diantara
konsumen dan produsen. Eksternalitas dapat saja negatif apabila tindakan satu pihak
membebankan biaya pada pihak lainnya atau positif apabila tindakan satu pihak
bermanfaat bagi pihak lain. Eksternalitas positif terjadi apabila seorang pemilik rumah
mencat ulang rumahnya dan membangun taman yang menarik. Seluruh tetangganya akan
dapat manfaat dari kegiatan ini, namun keputusan pemilik rumah tersebut untuk mencat
ulang dan menata kebunnya barangkali tidak memperhitungkan semua manfaat.
Eksternalitas Negatif dan Inefesiensi, karena eksternalitas tidak tercemin dalam harga
pasar, hal tersebut dapat menjadi sumber inefesiensi ekonomi.

Apabila terdapat eksternalitas, biaya sosial marjinal MSC akan lebih tinggi dari pada
biaya perorangan marjinal MC. Selisih tersebut adalah biaya eksternal marjinal MEC.
Dalam (a) suatu perusahaan yang memaksimalkan laba berproduksi pada q1 dimana
harganya sama engan MC. Output yang efensien adalah q* dimana harganya sama
dengan MSC. Dalam (b) output yang bersaing industri tersebut adalah Q1, pada
perpotongan antara penawaran industri MC dan permintaan D. Namun output yang
efisien Q* akan lebih rendah, pada perpotongan permintaan dan biaya sosial marjinal
MSC.
Eksternalitas Positif dan Inefisiensi, eksternalitas juga bisa dapat menimbulkan terlalu
sedikit produksi. Tetapi perbaikan menghasilkan manfaat eksternal bagi para biaya
tetangga, sebagaimana ditunjukkan kurva manfaat eksternal marjinal. MEB dalam contoh
ini.
Manfaat eksternalitas, apabila terdapat eksternalitas positif, manfaat sosial marjinal MSB
akan lebih tinggi dari pada manfaat marjinal D. Aelisih tersebut adalah manfaat eksternal
marjinal MEB. Pemilik rumah yang mempunyai keperningan pribadi menginvestasikan q
dalam perbaikan, yang ditentukan perpotongan kurva manfaat marjinal D dan kurva biaya

marjinal MC. Tingkat perbaikan yang efisien q* akan lebih


tinggi dan diberikan oleh perpotongan kurva manfaat sosial
marjinal dan biaya marjinalnya.
Kurva manfaat sosial marjinal MSB dihitung dengan
menambahkan manfaat marjinal perorangan dan manfaat
eksternal marjinal pada setiap tingkat output. Sering inovasi
yang dihasilkan dari riset tidak dapat dilindungi dari
perusahaan-perusahaan lain. Jaringan eksternalitas dapat
juga membawa pada suatu kegagalan pasar.
2. Cara Memperbaiki Kegagalan Pasar
Perusahaan yang menghasilakan eksternalitas tersebut mmepunyai teknologi produksi
proporsi tetap, eksternalitas tadi dapat dikurangi hanya dengan mendorong perusahaan itu
berproduksi lebih sedikit. Untungnya kebanykan perusahaan dapat melakukan substitusi
diantara input-input dalam proses produksi tersebut dengan mengubah pilihan-pilihan
teknoloinya.

Tingkat emisi yang efisien, tingkat efisien emisi pabrik


adalah yang menyamakan biaya sosial marjinal emisi
tersebut MSC dengan manfaat yang terkait dengan
biaya pengurangan emisi yang lebih rendah MCA.
Tingkat efisiensi 12 unit adalah E*.
Standar emisi adalah batas legal seberapa banyak
polutan dapat dikeluarkan suatu perusahaan. Jika
melamoaui batas ini dilampaaui, perusahaan tersebut akan menghadapi hukuman dalam
bentuk uang dan bahkan pidana.standar ini memastikan bahwa perusahaan tersebut
berproduksi dengan efisien.
Biaya emisi adalah biaya yang dikenakan pada setiap unit emisi perusahaan. Dalam hal
ini perusahaan tersebut akan lebih suka membayar biaya tersebut dari pada mengurangi
lebih banyak emisinya. Karena ini perusahaan tersebut akan membayar total biaya yang
diberikan segi empat arsiran.
Standar versus Biaya, biaya-biaya administrasi, lembaga pemerintah yang mengatur
wmisi harus mengenakan biaya yang sama atau menetap standar yang sama ujntuk
seluruh perusahaan.
Standar biaya, tingkat emisi yang efisien pada E* dapat dicapai melalui biaya emisi
maupun standar emisi. Karena dihadapkan dengan biaya sebesar $3 per unit emisi, suatu
perusahaan mengurangi emisinya sampai titk dimana biayanya sama dengan suatu standar
marjinalnya. Tingkat pengurangan emisi yang sama dapat dicapai dengan suatu standar
yang membatasi emisi sampai 12unit.

Kasus untuk
biaya,
dengan
informasi
yang terbatas
penentu
kebijakan
mungkin
dihadapi
dengan pilihan biaya emisi tunggal atau standar emisi tunggal untuk semua perusahaan.
Biaya sebesar $3 akan mencapai tingkat total emisi sebesar 14 unit lebih murah dari pda
standar emisi 7 unit per perusahaan. Dengan biaya, perusahaan yang mempunyai kurva
biaya pengurangan yang lebih rendah (perusahaan 2( akan menurunkan lebih banyak
emisi dari pada perusahaan yang mempunyai kurva biaya yang lebih tinggi (perusahaan
1).

Kasus untuk standar, apabila pemerintah


mempunyai informasi yang terbatas tentang biaya
dan manfaat pengurangan polusi, standar emisi
maupun biaya emisi mungkin akan lebih disukai.
Standar emisi lebih disukai apabila kurva biaya
sosial marjinalnya terlihat curam dan kuva biaya
pengurangan marjinal tanpak relatif datar. Disini
kesalahan 12,5 persen dalam menetapkan standar
emisi akan mengakibatkan biaya sosial tambahan
sebesar segitiga ADE. Kesalahan dengan
persentase yang sama dalam menetapkan biaya emisi akan menyebabkan kelebihan biaya
ABC.
Izin Transfer Emisi, jika kita tahu biaya dan keuntungan dari kegiatan abatasi dan jika
seluruh biaya perusahaan adalah identik,kita dapat menerapkan standar. Alternatifnya,
jika biaya kegiatan abatasi bervariasi diantara perusahaan, maka fee emisi menjadi
pilihan. Namun demikian jika biaya perusahaan beragam dan tidak tahu biaya dan
keuntungannya, baik standar maupun fee emisi tidak akan menghasilkan hasil yang
efisien.
Daur ulang,, sejauh pembuangan lmbah produk hanya sedikit meminta atau sama sekali
tidak ada biaya dari konsumen maupu produsen, masyarakat akan membuang terlalu
banyak bahan limbah. Penggunaan berlebihan bahan yang masih baru dan kurangnya
penggunaan bahan daur ulang akan mengakibatkan suatu kegagalan pasar yang mungkin
akan membutuhkan campur tangan pemerintah.

Untuk melihat bagaimana insentif daur ulang ini bekerja, bayangkanlah keputusan umah
tangga kebanyakan berkenaan dengan pembuangan wadah kaca. Dalam banyak
masyarakat setiap rumah tangga dikenakan biaya tahunan tetap untuk pembuangan
sampah. Akibatnya, setiap rumah tangga ini dapat membuang kaca dan sampah-sampah
lainnya dengan biaya yang sangat murah hanya waktu dan tenaga kerja untuk memasukan
sampah tersebut kedalam tong sampah.
Jumlah daur ulang yang efisien, jumlah
untuk barang rongsokan adalah jumlah
yang menyamakan biaya sosial marjinal
pembuangan barang ronsokan, MSC,
dengan biaya marjinal daur ulang, MCR.
Jumlah yang efisien pembangunan barang
ronsokan m* adalah lebih kecil dari pada
jumlah yang akan muncul dalam pasar pribadi, m1.

Simpanan (deposito) yang Dapat Daur


Ulang yang Efisien, salah satu solusi
kebijakan yang telah digunakan dengan
agak berhasil untuk mendorong daur ulan
adalah deposito yang dapat dikembalikan.
Dengan sistem deposito yang dapat
dikembalikan deposito awal dibayarkan
kepada pemilik toko ketika produk wadah kaca tersebut dbeli.
Dari sudut pandang individu, deposito yang dapat dikembalikan akan menciptakan
tambahan biaya pembangunan pribadi biaya kesempatan karena gagal untuk memperoleh
pengembalian uang. Analisis serupa berlaku pada tinggat industri. Pola deposito yang
dapat dikembalkan inimempunyai kelebihan lain tercipta pasar yang produk-produk daur
ulang.
Deposito yang dapat dikembalikan, awalnya ekuilibrium
dalam pasar wadah kaca melibatkan harga P dan
penawaran kaca daur ulang M. Dengan meningkatkan
biaya relatif pembuangan dan mendorong daur ulang.
Deposito yang dapat dikembalikan tersebut akan
meningkatkan penawaran kaca daur ulang dari S menjadi
S. Dan penawaran kaca secara keseluruhan dari S
menjadi S kemudian harga kaca turun ke P, jumlah kaca
daur ulang naik menjadi M* dan jumlah kaca yang
dbuang turun.

3. Eksternalita dan Hak Kepemilikan


Biaya emisi dan izin yang dapat diahlikan dapat berjalan karena keduanya mengubah
insentif suatu perusahaan, yang memaksanya memperhitungkan biaya-biaya eksternal
yang dibebankan. Tetap peraturan pemerintah bukanlah satu-satunya cara untuk
mengatasi eksternalias.
Hak kepemilikan adalah aturan hukum yang menjelaskan apa yang dapat dilakukan orang
atau perusahaan dengan milik mereka. Tawar menawar dan eisiensi ekonomi, efisiensi
ekonomi dapat dicapai tanpa investasi pemerintah apabila eksternalitas mempengaruhi
relatif sedikit dan apabila hak kepemilikan ditentukan dengan baik. Solusi yang efisien
tersebut akan memaksimalkan laba bersama pabrik dan nelayan tersebut. Pemaksimalkan
ini terjadi apabila pabrik tersebut memasang alat penyaring dan nelayan tersebut tidak
membangun pabrik pengelola.
Biaya tawar-menawar peran perilaku strategis, tawar-menawar dapat menyita waktu dan
biaya, khusunya apabila hak kepemilikan tidak ditentukan dengan jelas. Dalam hal ini
tidak satu pun meras yakin seberapa sulit melakukan tawar-menawar sebelum pihak lain
menyetujui auatu penyelesaian.
4. Sumber Daya Milik Bersama
Kadang-kadang eksternalitas timbul apabila sumber daya dapat digunakan tanpa bayar.
Sumber daya milik bersama adalah segala sesuatu yang dapat diakses setiap orang dengan
bebas. Akibatnya sumber daya tersebut digunakan secara berlebihan.
Sumber daya milik bersama, apabila suatu
sumber daya miik publik, seperti perikanan
dapat dimasuki semua orang. Sumber daya
tersebut digunakan hingga titik F dimana biaya
pribadinya sama dengan penerimaan tambahan
yang dihasilkan. Penggunaan ini melebihi
tingkat efisiensi F* dimana biaya sosial marjinal
penggunaan sumber daya tersebut sama dengan
manfaat marjinalnya ( sebagaimana diberikan
kurva permintaan tersebut).
5. Barang Publik

Sumber daya milik bersama menciptakan inefesien pasar yang kadang-kadang


memerlukan pengaturan pemerintah. Barang non bersaing, barang publik mempunyai dua
kataristik barang tersebut non bersaing dan non ekslusif. Suatu barang dikatakan non
bersaing jika untuk setiap tingkat produksi tertentu, biaya marjinal untuk menyediakan
bagi seorang konsumen tambahan adalah nol. Kebanyakan barang akan bersaing dalam
pengkonsumsiannya. Barang non eksklusif, suatu barang dikatakan non ekslusif jika
orang-orang tidak mungkin dilarang untuk mengkonsumsinya. Sebagai konsekuensinya
akan sulit atau mustahil mengenakan biaya kepada orang-orang karena meggunakan
barang non ekslusif barang tersebut dapat dinikmati tanpa pembayaran langsung. Barang
non eksklusif tidak perlu bersifat nasional.
Efisiensi dan Barang Publik, tingkat penyedian fisien barang pribadi ditentukan dengan
membandingkan manfaat marjinal unit tambahan dengan biaya marjinal untuk
memproduksi unit tersebut. Efisiensi dicapai apabila manfaat marjinalnya dan biaya
marjinalnya sama. Prinsip yang sama berlaku untuk barang publik, tetapi analisisnya
berbeda. Untuk barang pribadi, manfaat marjinalnya diukur oleh manfaat yang diterima
konsumen.

Penyediaan barang publik yang efisien, apabila suatu


barang bersifat non bersaing, manfaat marjinal sosial
untuk mengkonsumsinya, yang diberikan oleh kurva
permintaan D, ditentukan oleh penjumlahan vertikal
masing-masing kurva permintaan untuk barang tersebut.
D1 dan D2 pada tingkat output yang efisien, kurva
permintaan dan kurva biaya marjinal saling berpotongan.

6. Preferensi pribadi terhadap barang publik


Produksi pemerintah untuk suatu barang publik akan menguntungkan karena pemerintah
dapat mengenakan pajak ata bea membayarnya. Tetapi bagaimana pemerintah dapat
menentukan berapa banyak barang publik harus disediakan apabila pemerintah dapat
menentukan berapa banyak barang publik harus disediakan apabila masalah penumpang
gratis. Voting umumnya digunakan untuk memutuskan masalah-masalah pengalokasian.
Kesediaan membayar setiap tingkat pengeluaran adalah jumlah maksmum uang yang
akan dibayarkan warga tersebut
untuk menikmati tingkat pengeluaran tersebut
dibandingkan dengan tidak ada pengeluaran sama sekali.
Menentukan tingkat pengeluaran pendidikan, tingkat pengeluaran pendidikan yang
efisien ditentukan oleh penjumlahan kesedian membayar pendidikan (kurang pembayaran
pajak) masing-masing dari etiga warga. Kurva W1, W2, W3 melambangkan kesedian
mereka untuk membayar, dan kurva AW melambangkan seluruh kesediaan membayar.
Tingkat pengeluaran yang efisien adalah $1200 per siswa. Tingkat pengeluaran yang

sesungguhnya disediakan adalah tingkat


yang diminta pemilih rata-rata. Dalam
kasus khusus ini, preferensi pemilih ratarata (diberikan oleh titik puncak kurva
W2) juga merupakan tingka yang efisien.

BAB 1
Labor Supply
1. Alokasi Waktu
Setiap individu memilih untuk mengalokasikan jumlah pendapatan tetpa terhadap
berbagai jenis barang yang tersedia. Setiap individu harus membuat pilihan dalam
memutuskan bagaimana mereka akan menggunakan waktu mereka. Setiap individu harus
memutuskan berapa jam waktu mereka yang digunakan untuk bekerja, menikmati
konsumsi berbagai jenis barang, berapa jumlah waktu untuk bersantai dan meningkatkan
kualitas hidup.
2. Dua Model sederhana
Kita mengasumsikan setiap individu menghabiskan waktunya untuk bekerja dengan
tingkat upah tertentu yaitu w per jam atau tidak bekerja. Anggaplah waktu tidak bekerja
adalah saat seseorang bersantai (leisure).
Secara spesifik, asumsikan setiap utiltas individu pada hari biasa ditentukan oleh
konsumsi barang dan jasa dalam periode tertentu ( C ) dan berapa jam yang digunakan
untuk besantai ( H ).

Utility=U (c , h)
Dalam menulis fungsi utilitas tersebut kita harus menggunakan perpaduan dua barang,
konsumsi dan leisure. Individu terikat dengan dua batasan yaitu batasan waktu yang dapat
digunakan untuk bekerja ( L ) dan waktu untuk bersantai ( H ).

l+ h=24
Batasan yang kedua menyatakan berapa besar konsumsi yang dilakukan setiap individu
hanya dengan bekerja. Jika upah yang didapat pekerja dinyatakan dengan w, income
constraint individu tersebut adalah

c=wl
Dengan menggabungkan dua batasan tersebut kita akan mendapati bahwa

c=w ( 24h )
c +wh=24
Gabungan batasan tersebut memiliki interpretasi yang penting yaitu setiap individu yang
memiliki pendapatan utuh yaitu 24w adalah individu yang menggunakan seluruh
waktunya untuk bekerja dan dapat memiliki sejumlah barang sebesar pendapatan tersebut
setiap hari.
Memaksimalkan Utilitas
Kita dapat memaksimalkan utilitas tenaga kerja dengan melangrangekan fungsi diatas
menjadi

L=U ( c , h ) ( c + wh24 w )
Turunan Pertama dari fungsi tersebut adalah

L
=U c =0
C
L
=U H w=0
L
L
=C +wH 24 w=0

Dari persamaan tersebut maka dapat diketahui bahwa

UC
=w=MRS ( H for C )
UH
Analisa Grafis

Dua kemungkinan reaksi akibat perubahan upah

( w ) ditunjukan oleh grafik berikut ini

Consumption

c1

C=w1(24-h)
U1

c0

C=w0(24-h)
U0

h1 h0

Leisure

Pada grafik pendapatan individu mulamula sebesar w0 dengan begitu pilihan optimal terdapat pada U0 saat c0 dan h0. Ketika
pendapatan meningkat ke w1 maka tingkat kepuasan baru yang dapat diraih adalah U0
dengan pilihan optimal pada c1 dan h1. Efek subtitusi terjadi ketika perpindahan dari co
dan h0 ke titik S. sedangkan efek pendapatan terjadi ketika perpindahan dari titik S ke c1
dan h1. Dari grafik diketahui bahwa efek subtitusi lebih besar daripada efek pendapatan
hal ini karena semakin tinggi upah individu waktu untuk bersantai individu tersebut
semakin sedikit.

Consumption

C=w1(24-h)

C1
C0

C=w0(24-h)
U1
U0

H0

H1

Leisure

kejadian sebaliknya terjadi efek pendapatan lebih besar dari pada efek subtitusi. Pada
grafik terlihat bahwa pada saat pendapatan w0, optimalisasi kepuasan individu terjadi
ketika c0 dan h0. Ketika pendapatan individu tersebut meningkat dari w0 ke w1 maka
optimalisasi kepuasan individu terjadi ketika c1 dan h1. Perpindahan dari titik c0 dan ho
ke titik S menunjukan efek subtitusi. Perpindahan dari titik S ke titik c1 dan h1

menunjukan efek pendapatan. Pada individu tersebut peningkatan upah mengakibatkan


efek pendapatan yang lebih besar daripada efek subtitusi. Dapat disimpulkan bahwa
ketika pendapatan sang individu naik, waktu untuk bersantai dan mengonsumsi barang
dan jasa individu tersebut meningkat bersamaan.
Analisis Matematika dari Penawaran Tenaga Kerja
Untuk menurunkan persamaan matematis dari penawaran tenaga kerja, pertama-tama kita
harus mengubah budget constraint tenaga kerja dengan menambahkan variabel n untuk
menyatakan pendapatan diluar upah tenaga kerja.

c=wl+n
Pendapat diluar upah tenaga kerja adalah sewa, dividen, bunga, hibah dan lain-lain.

juga dapat menunjukan pajak langsung yang dibayarkan oleh seseorang, dalam hal ini

n dapat bernilai negative.


Menurunkan persamaan tersebut akan mendapatkan hasil yang identic dengan persamaan
sebelumnya. Selama

n tidak terpengaruh oleh keputusan tenaga kerja untuk memiliki

waktu luang lebih efeknya harnya akan menggeser budget constraint keatas atau kebawah

Permasalahan Ganda dalam Maksimalisasi Utilitas


Tenaga kerja memiliki permasalahan ganda dalam memaksimalkan tingkat utilitasnya
yaitu antara memilih mendapatkan nilai konsumsi yang lebih ( c
waktu luang

atau lebih banyak

(h=24l) . Sehingga akan kita dapati pengeluaran tambahan adalah.

E=cwl
Dengan menurunkan fungsi tersebut terhadap upah

( w ) maka kita akan mendapatkan

nilai maksimumnya

E
=l
w
Secara intuitif setiap kenaika

l sebesar Rp1 akan menurunkan E sebesar Rp1

Persamaan Penawaran Tenaga Kerja Slutsky

Sekarang kita dapat menerapkan konsep diatas untuk menurunkan tenaga kerja slutsky
yang merefleksikan efek subtitusi dan pendapatan yang dihasilkan dari perubahan dalam
upah ril.
c
l ( w ,U )=l [ w , E ( w , U ) ] =l(w ,n)

Turunkan persamaan tersebut secara parsial terhadap variabel

l
l l E
=
+

,
w w w w
Dengan menambahkan persamaan sebelumnya untuk E/ w

sehingga

l
l
l l
w
=
l
=
l
.
w w
w w
n
Dengan menambah notasi yang sedikit berbeda untuk menyamakan dengan fungsi tenaga
kerja.

l c l
=
U =U 0
w w
dan mengatur kembali persamaan akan menghasilkan persamaan akhir dari penawaran
tenaga kerja slutsky

l l
l
=
U =U 0 +l
w w
n
Fungsi tersebut menyatakan, perubahan dalam penawaran tenaga kerja yang dikarenakan
oleh perubahan tingkat upah dapat dipisahkan kedalam jumlah efek subtitusi dimana
utilitasnya konstan dan efek pendapatan yang secara anlitis memiliki nilai yang sama
dengan penyesuaian pada pendapatan non-tenaga kerja.
Penawaran Pasar untuk Tenaga Kerja
Kita dapat menyusun penawran pasar tenaga kerja dengan menjumlahkan penawaran
individu tenaga kerja seperti dalam grafik berikut.

Real Wage

Real Wage

Real Wage

S2

S1
w/p3

w/p2

w/p1

Hours
(a) Individual a

Total labor supply

Hours
(b)Individual (b)

The Market

Pada grafik dapat terlihat jika upah ril semakin meningkat, individu akan lebih banyak
memasuki angkatan kerja. Ketika upah ril lebih kecil dari w/p1 maka individu a dan b
memilih untuk tidak akan bekerja. pada tingkat upah w/p1 individu a memilih bekerja,
sedangkan b baru akan bekerja jika tingkat upah mencapai w/p2.
Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja
Keseimbangan pada pasar tenaga kerja tercipta oleh interaksi antara keputusan penawaran
pasar tenaga kerja dengan keputusan berapa banyak yang produsen butuhkan.
Real Wage

w*

l*

Quantity of Labor

Pada tingkat upah w* jumlah tenaga kerja yang diminta oleh perusahan tepat sama
dengan jumlah tenaga kerja yang ditawarkan oleh pasar tenaga kerja. Jika tingkat upah
kurang atau lebih dari w* akan terjadi ketidak seimbangan antara jumlah tenaga kerja
yang diminta dengan yang ditawarkan
Ketidakseimbangan pada pasar tenaga kerja dapat terjadi, salah satunya diakibatkan oleh
siklus bisnis yang berfluktuasi sepanjang waktu.
Keseimbangan pasar tenaga kerja juga dapat digunakan dalam studi tentang kebijakan
pajak dan regulasi.
Variasi Upah
Human Capital
Karena setiap permintaan perusahaan terhadap pekerja tergantung oleh tingkat produksi
marjinal, perbedaan produktivitas antar pekerja akan mengarah pada perbedaan upah.
Salah satu faktor penting dalam perbedaan produktivitas adalah perbedaan keahlian dan
pengalaman pada pekerja.
Mengkompensasi Perbedaan
Setiap orang pasti akan menawarkan pekerjaan kepada orang lain. Beberapa faktor seperti
kondisi pekerjaan yang nyaman, transportasi yang mudah membuat seseorang mau
menerima pekerjaan dengan bayaran lebih kecil daripada yang lain. Hal tersebut akan
mempengaruhi dalam penurunan upah untuk pekerjaan semacam itu. Sebaliknya,
pekerjaan yang kurang menyenangkan atau memiliki tingkat resiko tinggi memerlukan
gaji yang lebih tinggi untuk menarik tenaga kerja.
Monopsoni pada Pasar Tenaga Kerja
Pada banyak situasi perusahaan bukan sebagai price taker untuk input yang mereka beli.
Untuk itulah kurva penawaran bekerja, jika penawaran tenaga kerja tidak jauh elastis
pada upah yang berlaku, perusahaan perlu memberikan tingkat upah yang lebih tinggi
diatas upah yang berlaku. Asumsi pembeli tunggal (monopsoni) akan memudahkan kita
mempelajari hal tersebut. Untuk menambah jumlah tenaga kerja, perusahaan harus
meraih titik yang lebih tinggi pada kurva penawaran. Hal ini mengakibatkan membayar
lebih tidak hanya pada tenaga kerja tambahan tetapi juga pada tenaga kerja yang sudah
ada. Oleh karena itu biaya marginal yang muncul karena penambahan tenaga kerja

( MEt )

akan melebihi rata-rata upah. Kita dapat menuliskan hasil tersebut dalam

persamaan matematika. Biaya total tenaga kerja untuk perusahaan dinotasikan dengan

wl . Maka perubahan pada biaya yang diakibatkan oleh penambahan tenaga kerja
adalah.

MEt=

w
w
=w +l
l
l

Dalam kasus kompetitif,

w / l=0

upah tenaga kerja tambahan akan sama dengan

upah rata-rata. Tetapi jika perusahaan menghadapi kurva penawaran tenaga kerja berslope
positif, maka

w /l>0

dan biaya marjinal akan melebihi tingkat upah. Gagasan

tersebut akan diringkas dalam penjelasan berikut ini


Definisi
Biaya Marjinal Input. Biaya marjinal yang terkait dengan input (ME) adalah kenaikan
biaya ketika menambah satu unit input. Perusahaan akan memaksimalkan profit dengan
memperoleh seluruh input yang dibutuhkan sampai batas dimana biaya marjinalnya sama
dengan pendapatan marjinalnya

( MRPl=ME l ) . Jika pendapatan marjinal

perusahaan lebih besar maka perusahaan sebaiknya menambah jumlah input. Sebaliknya
jika pendapatan marjinal lebih kecil maka perusahaan sebaiknya mengurang jumlah
tenaga kerja yang ada.
Analisa Grafik
Pilihan monopsony untuk input tenaga kerja digambarkan dalam grafik seperti berikut.
Wage

ME1

w*
w1

l1

l*

Labor Input per Periode

Permintaan perusahaan digambarkan dengan kurva berslope negatif. Kurva S dan

MEl

berslope positif dan

diraih perusahan berada pada

MEl

selalu berada diatas S. Profit maksimal yang dapat

l 1 , yang merupakan tingkat input untuk perusahaan

memaksimalkan labanya. Pada tingkat input

l1

dengan upah sebesar

w1

tenaga kerja yang dipekerjakan lebih sedikit daripada keseimbangan pasar di titik

jumah

l .

Hal ini dimungkinkan karena posisi perusahaan sebagai monopsini. Perusahaan memilih
tingkat input tersebut sebagai tingkat input yang paling dinginkan dari kurva penawaran
S. Tingkat input lain pada kurva penawaran tidak akan dipilih kecuali terjadi perubahan
external seperti perubahan teknologi yang mempengaruhi tingkat produktifitas marjinal
tenaga kerja.
Serikat Tenaga Kerja
Para pekerja mungkin akan mendapat keuntungan dengan bergabung dengan serikat
pekerja untuk meraih tujuan yang dapat tercapai secara efektif dengan berkelompok. Jika
seluruh anggota secara sukarela bergabung maka dapat kita asumsikan bahwa mereka
mendapatkan keuntungan dengan bergabung. Namun keanggotaan yang wajib
biasanya juga digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Hal itu juga
untuk menghindari adanya free rider yang tidak bergabung dengan serikat namun
mendapatkan keuntungan dari tercapainya tujuan serikat kerja.
Tujuan Serikat Tenaga Kerja
Asumsi pertama yang kita perlukan adalah dengan menganggap seluruh tujuan serikat
sepenuhnya mewakili tujuan anggotanya. Rencana dari sebagian serikat kerja belum
pernah menekankan pada perubahan social yang radikal, kecuali secara singkat pada awal
1900-an. Tepatnya serikat telah berusaha untuk mempengaruhi hanya di pasar tenaga
kerja, dan mereka berhasil.
Dengan menganalisa serikat kerja seperti cara kerja pasar monopoli yaitu dengan
mengasumsikan bahwa serikat kerja merepresentasikan kurva penawaran tenaga kerja,
dengan demikian mereka dapat menentukan dititik mana mereka akan beroperasi yang
disesuaikan dengan tujuan serikat. Tiga kemungkinan pilihan serikat akan dijelaskan pada
grafik berikut.

Real Wage

MR

W2

E2

E1

W1

E3

W3

l2

l1

l3

Quantity of labour per periode

Sebagai contoh jika serikat ingin memaksimalkan kuantitas pekerja yang memaksimalkan
upah pekerja

(w l) . Dalam kasus tersebut maka pendapatan marjinal

dari

permintaan tenaga kerja adalah sama dengan 0 yaitu pada titik E1. Jika serikat ingin
memaksimalkan sewa ekonomi yang didapatkan oleh anggotanya yang bekerja yaitu pada
titik E2. Yang ketiga adalah memaksimalkan quantitas tenaga kerja pada titik E3,L3
sehingga tidak terdapat pekerja yang menganggur.