Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN RESMI PROJECT TERAPI

ELEKTROSTIMULATOR
KELAS : C3-4

LABORATORIUM ELEKTRONIKA
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK POLTEKKES
SURABAYA
2013

ABSTRAK
Penyebab
lambatnya
perkembangan
fisioterapi setelah pasien menderita stroke
disebabkan oleh kontraksi otot yng tidak
optimal lagi. Oleh karena itu penulis akan
merancang sebuah alat yang digunakan
untuk penyembuhan pasien yang mengalami
faktor degenerasi.
Elektro stimulator yang penulis
buat dengan menggunakan rangkaian boost
converter untuk menaikan tegangan 70V,
tiap kenaikan tegangan dari boost converter
diatur oleh PWM mikrokontroler Atmega8.
Output dari boost converter diteruskan oleh
SSR menuju pasien yang dikontak oleh
mikrokontroler Atmega8 dengan frekuensi
23Hz 250uS.
Kata kunci : Elektro Stimulator, Boost
Converter, Atmega8.
PENDAHULUAN
1.

Latar belakang

Electrical Stimulation (ES) adalah


segala sesuatu yang
menghasilkan
stimulasi
listrik
berguna sebagai
stimulus dari jaringan tubuh lainnya.
ES banyak jenisnya, salah satunya adalah
Functional Electrical Stimulation (FES).
FES adalah ES yang berfungsi untuk
memberikan stimulasi pada jaringan
tubuh
untuk
dapat melakukan
fungsi/kerja tertentu. Contohnya, FES
pada otot jantung. FES dikembangkan
sejak beberapa tahun terakhir untuk bisa
mereplika sinyal stimulus dan akhirnya
bisa menggantikan sementara stimulus
yang berasal dari jaringan syaraf
neural yang terputus selama menderita
stroke. Dengan FES yang sudah
didesain untuk menghasilkan artifak
sinyal neural maka bisa menstimulus
jaringan otot motorik, dan stroke,
khususnya
yang
terkena
faktor
degenerasi otot. Selama mengidap
penyakit
stroke, pasien mengalami
ketidakmampuan menggerakan organ
motorik seperti tangan dan kaki. Hal
ini
diakibatkan
oleh terputusnya
jaringan syaraf antara jaringan syaraf
neural dan jaringan otot motorik. Jika
hal ini berlangsung dalam kurun
waktu yang lama, otot-otot organ
motorik akan mengalami penurunan
daya kontraksi otot, dilanjutkan dengan
hilangnya kemampuan kontraksi otot,
dan yang
paling parah adalah
terjadinya degenerasi otot. Hal inilah
yang menyebabkan pasien pasca stroke
mengalami kesulitan
pemulihan,
sehingga harus dilatih menggerakan
organ motorik dengan fisioterapi. Jadi

pokok
permasalahan
adalah tidak
bekerjanya otot dalam waktu yang lama
menyebabkan
otot
kehilangan
kemampuan kontraksi sehingga tidak
mempunyai
daya untuk melakukan
pergerakan. Dalam kondisi seperti ini
perlu dilakukan fisiotrapi.
2. Tujuan
-

Memahami dan mengerti


proses perancangan alat
terapi Electrical Stimulation
(ES) .
Memahami prinsip kerja
Electrical Stimulation (ES)
secara umum

1. LANDASAN TEORI
1. SINYAL TUBUH
Elektromiografi
(EMG)
adalah teknik untuk mengevaluasi
dan rekaman aktivitas listrik yang
dihasilkan oleh otot rangka. EMG
dilakukan menggunakan alat yang
disebut
Electromyograph.
SebuahElectromyographmendeteksi
potensial listrik yang dihasilkan oleh
sel-sel otot ketika sel-sel ini elektrik
atau neurologis diaktifkan. Sinyal
dapat dianalisis untuk mendeteksi
kelainan medis, tingkat aktivasi,
perintah rekrutmen atau untuk
menganalisa biomekanik gerakan
manusia atau hewan.
Untuk melakukan EMG
intramuskular, jarum elektroda atau
jarum mengandung dua elektrodakawat halus dimasukkan melalui
kulit ke dalam jaringan otot.
Seorang yang sudah terlatih atau
profesional (seperti physiatrist, ahli
saraf, atau terapis fisik) mengamati
aktivitas listrik ketika memasukkan
elektroda. Kegiatan insersional
memberikan informasi berharga
tentang keadaan otot dan saraf yang
innervating. Otot normal saat
kegiatan istirahat, sinyal-sinyal
listrik
normal
ketika
jarum
dimasukkan
ke
dalamnya.
Kemudian aktivitas listrik dipelajari
ketika otot yang diam. Aktivitas
spontan
abnormal
mungkin
menunjukkan beberapa saraf atau
kerusakan otot. Kemudian pasien
diminta untuk kontrak otot lancar.
Bentuk, ukuran, dan frekuensi
potensi unit motor yang dihasilkan
tentukan.
Kemudian
elektroda
ditarik beberapa milimeter, dan
sekali lagi kegiatan ini dianalisa
sampai setidaknya 10-20 unit telah
dikumpulkan. Setiap lagu elektroda
hanya memberikan gambaran yang
sangat lokal dari aktivitas seluruh
otot. Karena otot berbeda dalam
struktur batin, elektroda harus
ditempatkan pada berbagai lokasi
untuk mendapatkan penelitian yang
akurat.

2. Trafo

Trafo

simbol trafo

Transformator atau trafo adalah


komponen elektromagnet yang
dapat mengubah taraf suatu
tegangan AC ke taraf yang lain.
Transformator bekrja berdasarkan
prinsip induksi elektromagnetik.
Tegangan masukan bolak balik
yang
membentangi
primer
menimbulkan fluks magnet yang
idealnya
semua
bersambung
dengan lilitan sekunder. Fluks
bolak-balik ini menginduksi GGL
dalam lilitan sekunder. Jika
efisiensi sempurna, semua daya
pada
lilitan
primer
akan
dilimpahkan pada lilitan sekunder.
Transformator memiliki berbagai
jenis, namun yang perlu diketahui
ada dua macam transformator,
diantaranya yaitu :

Transformatorstep
upadalahtransformator
yang
memiliki lilitan sekunder lebih
banyak
daripada
lilitan
primer(Ns > Np), sehingga
berfungsi
sebagai
penaik
tegangan. Transformator ini
biasa ditemui pada pembangkit
tenaga listrik sebagai penaik
tegangan
yang
dihasilkan
generator menjadi tegangan
tinggi yang digunakan dalam
transmisi jarak jauh.

Gambar Simbol trafo step up

Transformatorstep down adalah


transformator yang memiliki
lilitan sekunder lebih sedikit
daripada lilitan primer(Np >
Ns), sehingga berfungsi sebagai
penurun
tegangan.
Transformator jenis ini sangat
mudah ditemui, terutama dalam
adaptor AC-DC.

Gambar Simbol trafo step down

Dan trafo yang digunakan pada


percobaan ini adalah tafo step dwon
yang dapat menjadi adaptor AC-DC
karena rangkaian-rangkaian pada
percobaan
ini
menggunakan
tegangan DC.
5. Resistor

Forward bias adalah suatu keadaan dimana


anoda diberi muatan positif dan katoda
mendapat tegangan negatif, maka akan ada
arus yang mengalir atau arus yang dapat
mengalir melalui dioda. Sedangkan Reverse
bias adalah suatu keadaan dimana anoda
mendapat tegangan negatif dan katoda
mendapat tegangan positif, maka tidak akan
ada arus yang mengalir melalui dioda
tersebut.
7. LED

Gambar resistor

simbol resistor
Secara
teori
sebuah
resistor
dinyatakan memiliki resistansi murni akan
tetapi pada prakteknya sebuah resistor
mempunyai sifat tambahan, yaitu sifat
konduktif dan kapasitif. Pada dasarnya
resistor bernilai rendah jika bersifat induktif
dan bernilai tinggi jika bersifat kapasitif.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Semakin besar untuk fisik
resistor maka semakin besar
pula daya resistor tersebut,

Dioda emisi cahaya atau dikenal dengan


singkatan LED merupakan Solid State Lamp
yang merupakan piranti elektronik gabungan
antara elektronik dengan optik, sehingga
dikategorikan
pada
keluarga
Optoelectronic. Tegangan maksimum
yang dimiliki oleh LED adalah 2 volt.
LED digunakan untuk mengubah energi
listrik menjadi energy cahaya jika dikenai
tegangan maju. Pada saat ini, LED tersedia
dalam beberapa warna cahaya. Seperti
merah, kuning, dan hijau. Pada dasarnya,
semua warna bisa dihasilkan. Pada LDR,
elektroda-elektrodanya sama seperti dioda
lainnya,yaitu anoda (+) dan Katoda (-). Ada
tiga kategori umum penggunaan LED, yaitu
sebagai lampu indikator, transmisi sinyal
cahaya yang dimodulasikan dalam suatu
jarak tertentu, sebagai penggandeng
rangkaian elektronik yang terisolir secara
total.

b. Semakin besar nilai daya


resistor, semakin tinggi suhu
yang bisa diterima resistor
tersebut
c. Resistor bahan gulungan kawat
pasti lebih besar bentuk dan
nilai dayanya dibandingkan
resistor dari bahan karbon.
Simbol LED
6. Dioda
Cara mengetahui kutub positif dan negatif

Dioda adalah komponen aktif


bersaluran dua ( dioda termonik,mungkin
memiliki saluran ke tiga sebagai pemanas).
Dioda memiliki dua elektroda aktif dimana
isyarat listrik dapat mengalir dan
kebanyakan dioda digunakan karena
karakteristik satu arah yang dimiikinya.
Fungsi paling umum dioda adalah untuk
untuk memperbolehkan arus listrik mengalir
dalam satu arah dan untuk menahan arus
dari arah sebaliknya.
Dioda dapat disusun dengan dua
cara, yakni forward bias dan reverse bias.

Ada beberapa cara untuk mengetahui kutub


positif ( anoda ) dan kutub negatif ( katoda )
pada LED.

Cara 1

Dengan melihat panjang pendeknya


kaki pada LED. Bagian kaki yang panjang
berkutub positif (+) dan bagian kaki yang
pendek berkutub negatif ( - ).

Cara 2

Dengan melihat lempengan yang ada di


dalam LED. Lempengan berukuran kecil
berkutub positif
( anoda), sedangkan lempengan yang
berukuran besar berkutub negatif ( katoda ).

Cara 3

Mengetahui
anoda
dan
katoda
menggunakan multimeter. Caranya dengan
mengarahrahkan range selector pada skala
ohm meter. Kemudian menyambungkan
probe multimeter pada kaki-kaki LED.
Apabila LED menyala, maka probe ( - )
menunjukkan anoda, sedangkan probe ( + )
menunjukkan katoda.
8. Kapasitor
Kapasitor termasuk salah satu
komponen
pasif
yang
banyak
dipergunakan
dalam
rangkaian
elektronika.
Kapasitor memiliki dua jenis yakni :
Kapasitor polar dan kapasitor non polar.
-

Kapasitor Polar adalah kapasitor


yang memiliki dua buah kaki
dan dua buah kutub yakni kutub
positif dan negatif serta
memiliki cairan elektrolit dan
biasanya berbentuk tabung.

x10, x100 dengan satuan ohm


() sesuai yang dikehendaki)
2. Hubungkan kabel AVOmeter ke
kaki-kaki kapasitor (probe hitam
ditempelkan pada kaki positif,
sedangkan
probe
merah
ditempelkan ke kaki negatif)
3. Lihat bentangan jarum yang
dihasilkan pada avometer :
Jika jarum bergerak ke
kanan dan kembali ke
kiri, berarti kapasitor
dalam keadaan baik
Jika jarum bergerak ke
kanan dan kembali kekiri
tapi
tidak
penuh
(ditengah),
berarti
kapasitor setengah rusak
Jika jarum bergerak ke
kanan dan berhenti,
berarti kapasitor bocor
Jika jarum tidak bergerak
sama
sekali, berarti
kapasitor mati
9. Relay
Relay merupakan salah satu jenis
switch (sakelar). Perbedaannya, relai
dikendalikansecara elektronik, sedangkan
switch (saklelar) dikendalikan secara
mekanik. Relay menggunakan prinsip
electromagnet koil (kumparan). Relay dapat
dikendalikan dari rangkaian elektronik
lainnya. Relay terdiri dari beberapa
komponen-komponen penyusun, yaitu:
1. Koil (Kumparan)
Koil merupakan komponen utama
relay yang digunakan untuk
menciptakan
medan
magnet
(elektromagnetik).
2. Input
Input merupakan bagian control
relay.
Relay
membutuhkan
tegangan masukan (VDC) untuk
dapat mengoprasikan kumparan.

Sedangkan jenis yang satunya


lagi
kebanyakan
nilai
kapasitasnya lebih rendah, tidak
mempunyai
kutub
positif
ataupun kutub negatif pada
kakinya, kebanyakan berbentuk
bulat pipih berwarna coklat,
merah, hijau dan lainnya seperti
tablet atau kancing baju.

Simbolnya
Cara
mengukur
kapasitor
menggunakan avometer :
1. Arahkan saklar ke posisi (x1,

3. Common
Common
merupakan
bagian
keluaran relay yang tersambung
dengan Normally Closed (NC)
dalam keadaan normal.
4. Normally Closed (NC)
Normally Closed (NC) merupakan
bagian sakelar relay yang dalam
keadaan normal (relay tidak diberi
tegangan)
terhubung
dengan
common.
5. Normally Open (NO)

Normally Open (NO) merupakan


bagian sakelar relay yang dalam
keadaan normal (relay tidak diberi
tegangan) tidak terhubung dengan
common. Tetapi Normally Open
akan terhubung dengan common
apabila relay diberi tegangan.
Bentuk fisik relay

Menghubungkan probe merah


pada salah satu kaki relay dan
menghubungkan probe hitam
pada kaki yang lainnya. Apabila
LED pada relay menyala, maka
kedua kaki tersebut merupakan
kaki positif dan negative koil
relay.

Cara kerja dan fungsi relay


Cara kerja komponen ini dimulai pada
saat mengalirnya arus listrik melalui
koil,lalu membuat medan magnet sekitarnya
sehingga dapat merubah posisi saklar yang
ada di dalam relay terserbut, sehingga
menghasilkan arus listrik yang lebih besar.
Disinilah keutamaan komponen sederhana
ini yaitu dengan bentuknya yang minimal
bisa menghasilkan arus yang lebih
besar.Pemakaian relay dalam perangkatperangkat
elektronika
mempunyai
keuntungan yaitu ;

Dapat mengontrol sendiri arus serta


tegangan listrik yang diinginkan
Dapat memaksimalkan besarnya
tegangan listrik hingga mencapai
batas maksimalnya

Simbol relay
Jenis-jenis relay
SPST (Single Pole Single Throw),
memiliki 2 terminal yang saling
berhubungan atau saling terpisah
pada keadaan normal (tidak
ditekan).
SPDT (Single Pole Double Throw),
terdiri dari 5 buah pin, yaitu 2 koil, 1
common, 1 NC, 1 NO.
DPST (Double Pole Single Throw),
setara dengan 1 buah saklar atau
relay SPST.
DPDT (Double Pole Double
Throw.), setara dengan 2 buah saklar
atau relay SPDT.
QPDT

(Quadruple Pole Double


Throw), sering disebut sebagai Quad
Pole Double Throw, atau 4PDT.
Setara dengan 4 buah saklar atau
relay SPDT atau dua buah relay
DPDT. Terdiri dari 14 pin(termasuk
2 buah untuk koil).

Cara
relay

mengetahui

bagian-bagian

Bagian-bagian relay dapat diketahui


dengan 2 cara, yakni:
1. Melihat tulisan yang ada pada
bawah badan relay tersebut
2. Menggunakan multimeter (Ohm)

Mengarahkan selector multimeter


pada skala terbesar.

Dapat menggunakan saklar maupun


koil lebih dari satu, disesuaikan
dengan kebutuhan.

Menguji relay
Cara mengetahui relay tersebut masih
berfungsi atau tidak dapat dilakukan dengan
cara memberikan tegangan yang sesuai
dengan relay tersebut pada bagian koilnya.
Jika kontaknya masih bekerja, yakni kontak
terhubung dengan NC pada saat tidak diberi
tegangan dan kontak terhubung dengan NO
pada saat diberi tegangan, maka dapat
dikatakan bahwa relay tersebut masih dalam
keadaan baik.
10. Transistor
Transistor
merupakan
komponen
elektronika pertama yang mengantarkan
dunia elektronika klasik menuju elektronika
modern.Transistor pada umumnya berfungsi
sebagai sakelar dan komponen penguat
tegangan atau arus listrik.Transistor
memiliki 3 buah kaki atau pin yaitu:
Collector (C), Emitter (E) dan Basis (B).
Posisi kaki-kaki ini berbeda antara transistor
satu dengan yang lain walaupun ada juga
yang sama.

11. LM555

Gambar transistor

Konfigurasi LM555

Simbol NPN
NPN (Negative Positive Negative)
Arus yang mengalir dari basis harus
lebih kecil daripada arus yang mengalir dari
kolektor ke emitor, oleh sebab itu maka ada
baiknya jika pada pin basis dipasang sebuah
resistor. Dengan kata lain, transistor NPN
hidup ketika tegangan basis lebih tinggi
daripada tegangan emitter. Tanda panah
dalam symbol diletakkan pada kaki emitter
dan menunjuk ke luar

Transistor
NPN

PNP

Kabel Colok

Jaru
m

Kabel
Colok

Jarum
AVO

AVO
Positive

Negati
ve

Cara menentukan jenis transistor


Keterangan :
: jarum multimeter bergerak
: jarum multimeter tidak bergerak

Gambar LM555
IC timer 555 atau sering disebut
dengan IC 555 adalah salah satu IC yang
mempunyai banyak sekali kegunaan. IC ini
pertama kali diperkenalkan oleh signetics
corporation sebagai SE555/NE555 dan
disebut The IC Time Machine yang
merupakan mesin timer pertama dan
dikomersialkan. Fungsi dari IC555 bisa
bermacam-macam,
karena
dapat
menghasilkan sinyal pendetak/sinyal kotak.
IC 555 diletakkan dalam suatu rangkaian
digunakan sebagai clock untuk jam digital,
hiasan
menggunakan
lampu
LED,
menyalakan 7-segment dengan rangkaian
astable, metronome dalam industry music,
timer counter, atau dengan lebih dalam
mengutak-atik lagi dapat memberikan PWM
(pulse width modulation) yang mengatur
frekuensi sinyal logika high untuk mengatur
duty cycle yang diinginkan.
Definisi dan fungsi masing-masing pin :
1. ground, adalah pin input dari sumber
tegangan DC paling negative
2. trigger, input negative dari lower
komparator (komparator B) yang menjaga
osilasi tegangan terendahkapasitor di 1/3
Vcc dan mengatur RS flip-flop.
3. output, pin ini disambungkan ke beban
yang akan diberi pulsa dari keluaran IC ini.
IC555 bisa mengeluarkan arus 100mA pada
outputnya bahkan 200mA pada LM555.
4. reset, adalah pin yang berfungsi untuk me
reset latch didalam IC yang akan
berpengaruh untuk me-reset kerja IC. Pin ini
tersambung ke suatu gate transistor bertipe
PNP, jadi transistor akan aktif jika diberi
logika low. Biasanya pin ini langsung

dihubungkan ke Vcc agar tidak terjadi reset


latch, yang akan langsung berpengaruh
mengulang kerja IC555 dari keadaan low
state.
5. control voltage, pin ini berfungsi untuk
mengatur kestabilan tegangan referensi input
negative upper comparator (komparator A).
pin ini bisa dibiarkan digantung, tetapi untuk
menjamin kestabilan referensi komparator
A, biasanya dihubungkan dengan kapasitor
berorde sekitar 10nF ke pin ground.

dalam logika tegangan hanya ada dua


kondisi yaitu tinggi dan rendah atau 1 dan
0, maka membalik logika tegangan berarti
mengubah 1 menjadi "0 atau sebaliknya
mengubah nol menjadi satu.

13. INDUKTOR

6. threshold, pin ini terhubung ke input


positif upper comparator (komparator A)
yang akan me-reset RS flip-flop ketika
tegangan pada kapasitor mulai melebihi 2/3
Vcc.
7. discharge, pin ini terhubung ke open
collector transistor Q1 yang emitternya
terhubung ke ground. Switching transistor
ini berfungsi untuk meng-clamp node yang
sesuai ke ground pada timing tertentu
8. vcc, pin ini untuk menerima supply DC
voltage (most positive) yang diberikan.
Biasanya akan bekerja optimal jika diberi 5
15V(maksimum). supply arusnya dapat
dilihat di datasheet, yaitu sekitar 10 -15mA.
Ada dua macam rangkaian dasar
yang
banyak
digunakan
untuk
mengaplikasikan IC timer ini, yaitu
rangkaian monostable dan rangkaian astable.
12. IC 7404

Induktor
adalah
sejenis
komponen
elektronika pasif yang mayoritas bentuknya
torus, bisa menjadi media penyimpan energi
pd medan magnet yg dimunculkan akibat
aliran listrik yang melaluinya. Komponen ini
biasanya juga disebut dengan spul. Bahan
pembuatannya dari bahan tembaga berupa
kawat dengan email yang tipis. Satuan yang
digunakan adalah Henry, dengan singkatan
H.
Fungsi Induktor
wadah lahirnya gaya magnet;
melipat
tegangan;
dan
membangkitkan getaran. Dari fungsi
ini kita bisa menggunakannya untuk
memproses sinyal pd rangkaian
berupa analog; menghilangkan
dengungan (noise)
pencegah intrusi frekuensi radio;
komponen
terpenting
untuk
membuat transformator; Alat filter
pd rangkaian berupa power supply.
Macam-macam induktor umumnya
dibedakan berdasar inti yg dipakainya, yaitu:

Gerbang NOT ( 7404 ) atau juga bisa


disebut dengan pembalik (inverter) memiliki
fungsi membalik logika tegangan inputnya
pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik)
adalah gerbang dengan satu sinyal masukan
dan satu sinyal keluaran dimana keadaan
keluaranya selalu berlawanan dengan
keadaan masukan. Membalik dalam hal ini
adalah mengubah menjadi lawannya. Karena

1. Induktor-inti-udara / air-coreinductor
2. Induktor-frekuensi-radio / radiofrequency-inductor
3. Induktor-inti-Feromagnetik /
ferromagnetic-core-inductor
4. Induktor-Variabel / Variableinductor

5. Induktor-inti-Laminasi / Laminatedcore-inductor
6. Induktor-inti-toroida / Toroidakcore-inductor
7. Induktor-inti-ferit / Ferrite-coreinductor
14. ATMEGA 8
Gambar konfigurasi atmega8

AVR ATmega8 adalah mikrokontroler


CMOS 8-bit berarsitektur AVR RISC yang
memiliki 8K byte in-System Programmable
Flash. Mikrokontroler dengan konsumsi
daya rendah ini mampu mengeksekusi
instruksi dengan
kecepatan maksimum 16MIPS pada
frekuensi 16MHz. Jika dibandingkan dengan
ATmega8L perbedaannya hanya terletak
pada besarnya tegangan yang diperlukan
untuk bekerja. Untuk ATmega8 tipe L,
mikrokontroler ini dapat bekerja dengan
tegangan antara 2,7 - 5,5 V sedangkan untuk
ATmega8 hanya dapat bekerja pada
tegangan antara 4,5 5,5 V.
ATmega8 memiliki 28 Pin, yang
masing-masing pin nya memiliki fungsi
yang berbeda-beda baik sebagai port
maupun fungsi yang lainnya. Berikut akan
dijelaskan fungsi dari masing-masing kaki
ATmega8.
VCC merupakan supply tegangan
digital.
GND merupakan ground untuk
semua
komponen
yang
membutuhkan grounding.
Port B (PB7...PB0) Didalam Port B
terdapat XTAL1, XTAL2, TOSC1,

TOSC2. Jumlah Port B adalah 8


buah pin, mulai dari pin B.0 sampai
dengan B.7. Tiap pin dapat
digunakan sebagai input maupun
output. Port B merupakan sebuah 8bit bi-directional I/O dengan
internal pull-up resistor. Sebagai
input, pin-pin yang terdapat pada
port B yang secara eksternal
diturunkan,
maka
akan
mengeluarkan arus jika pull-up
resistor diaktifkan. Khusus PB6
dapat digunakan sebagai input
Kristal
(inverting
oscillator
amplifier) dan input ke rangkaian
clock internal, bergantung pada
pengaturan Fuse bit yang digunakan
untuk memilih sumber clock.
Sedangkan untuk PB7 dapat
digunakan sebagai output Kristal
(output
oscillator
amplifier)
bergantung pada pengaturan Fuse
bit yang digunakan untuk memilih
sumber clock. Jika sumber clock
yang dipilih dari oscillator internal,
PB7 dan PB6 dapat digunakan
sebagai I/O atau jika menggunakan
Asyncronous Timer/Counter2 maka
PB6 dan PB7 (TOSC2 dan TOSC1)
digunakan untuk saluran input
timer.
Port C (PC5PC0) Port C
merupakan sebuah 7-bit bidirectional I/O port yang di dalam
masingmasingpin terdapat pull-up
resistor. Jumlah pin nya hanya 7
buah mulai daripin C.0 sampai
dengan
pin
C.6.
Sebagai
keluaran/output
port
C
memilikikarakteristik yang sama
dalam hal menyerap arus (sink)
ataupun
mengeluarkan
arus
(source).
RESET/PC6.Jika RSTDISBL Fuse
diprogram,
maka
PC6
akan
berfungsi sebagai pin I/O. Pin ini
memiliki karakteristik yang berbeda
dengan pin-pin yang terdapat pada
port C lainnya. Namun jika
RSTDISBL Fuse tidak diprogram,
maka pin ini akan berfungsi sebagai
input reset. Dan jika level tegangan
yang masuk ke pin ini rendah dan
pulsa yang ada lebih pendek dari
pulsa8 minimum, maka akan
menghasilkan suatu kondisi reset
meskipun clock-nyatidak bekerja.
Port D (PD7PD0). Port D
merupakan 8-bit bi-directional I/O
dengan internal pull-up resistor.
Fungsi dari port ini sama dengan
port-port yang lain. Hanya saja pada
port ini tidak terdapat kegunaankegunaan yang lain. Pada port ini
hanya berfungsi sebagai masukan
dan keluaran saja atau biasa disebut
dengan I/O.

Avcc. Pin ini berfungsi sebagai


supply tegangan untuk ADC. Untuk
pin ini harus dihubungkan secara
terpisah dengan VCC karena pin ini
digunakan untuk analog saja.
Bahkan jika ADC pada AVR tidak
digunakan tetap saja disarankan
untuk menghubungkannya secara
terpisah dengan VCC. Jika ADC
digunakan, maka AVcc harus
dihubungkan ke VCC melalui low
pass filter
AREF merupakan pin referensi jika
menggunakan ADC.

Pada
AVR
status
register
mengandung beberapa informasi
mengenai hasil dari kebanyakan
hasil eksekusi instruksi aritmatik.
Informasi ini digunakan untuk
altering arus program sebagai
kegunaan untuk meningkatkan
performa pengoperasian. Register
ini di-update setelah operasi ALU
(Arithmetic Logic Unit) hal tersebut
seperti
yang
tertulis
dalam
datasheet khususnya pada bagian
Instruction Set Reference. Dalam hal
ini untuk beberapa kasus dapat
membuang
10
penggunaan
kebutuhan instrukasi perbandingan
yang telah didedikasikan sertadapat
menghasilkan peningkatan dalam
hal kecepatan dan kode yang lebih
sederhana dan singkat. Register ini
tidak secara otomatis tersimpan
ketika memasuki sebuah rutin
interupsi
dan
juga
ketika
menjalankan sebuah perintah setelah
kembali dari interupsi. Namun hal

tersebut harus dilakukan melalui


software.
15. ELEKTRODA

Gambar Elektoda
Elektroda adalah konduktor yang
digunakan untuk bersentuhan dengan bagian
atau media non-logam dari sebuah sirkuit
(misal semikonduktor, elektrolit atau
vakum). Ungkapan kata ini diciptakan oleh
ilmuwan Michael Faraday dari bahasa
Yunani elektron (berarti amber, dan hodos
sebuah cara).
Elektroda dalam sel elektrokimia dapat
disebut sebagai anoda atau katoda, kata-kata
yang juga diciptakan oleh Faraday. Anoda
ini didefinisikan sebagai elektroda di mana
elektron datang dari sel elektrokimia dan
oksidasi terjadi, dan katoda didefinisikan
sebagai elektroda di mana elektron
memasuki sel elektrokimia dan reduksi
terjadi. Setiap elektroda dapat menjadi
sebuah anoda atau katoda tergantung dari
tegangan listrik yang diberikan ke sel
elektrokimia tersebut. Elektroda bipolar
adalah elektroda yang berfungsi sebagai
anoda dari sebuah sel elektrokimia dan
katoda bagi sel elektrokimia lainnya.
Jenis elektroda :
Elektroda untuk kegunaan medis,
seperti
EEG,
EKG,
ECT,
defibrillator.
Elektroda
untuk
teknik
elektrofisiologi
dalam
riset
biokedokteran.
Elektroda untuk eksekusi oleh
kursi listrik
Elektroda untuk proses lapis
listrik atau penyepuhan.
Elektroda untuk pengelasan busur
listrik.
Elektroda untuk proteksi katodik.
Elektroda inert untuk hidrolisis
(misalnya
yang
terbuat
dari
platinum).
Dalam pembahasan kali ini penulis
memakai
Elektroda
untuk
teknik
elektrofisiologi dalam riset biokedokteran.
Elektrofisiologi ialah studi sifat kelistrikan
sel dan jaringan biologis, yang melibatkan
pengukuran perubahan voltase. Dalam
neurosains, elektrofisiologi melibatkan
aktivitas potensial aksi.
Elektro stimular adalah sebuah alat yang
memberikan kejutan listrik atau pulsa.

Elektro stimulator banyak digunakan untuk


mengetahui respon sel-sel saraf dan otot
terhadap rangsang (stimulasi) listrik yang
diberikan terutama untuk mendapatkan
gambaran mengenai mekanisme terjadinya
potensial aksi pada sel-sel tertentu.
16. SEVEN SEGMENT

Seven Segment adalah suatu


segmen-segmen
yang
digunakan
menampilkan angka. Seven segment ini
tersusun atas 7 batang led yang disusun
membentuk angka 8 dengan menggunakan
huruf a s/d g yang disebut dot matrix. Setiap
segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light
Emitting Diode ( LED ). Seven Segment
merupakan gabungan dari 7 buah LED
(Light Emitting Diode) yang dirangkaikan
membentuk suatu tampilan angka
Prinsip Kerja
Prinsip kerja seven segmen ialah input biner
pada switch dikonversikan masuk ke dalam
decoder,
baru
kemudian
decoder
mengkonversi bilangan biner tersebut
menjadi decimal, yang nantinya akan
ditampilkan pada seven segment. Prinsip
kerja seven segment ialah input biner pada
switch dikonversikan masuk ke dalam
decoder,
baru
kemudian
decoder
mengkonversi bilangan biner tersebut
menjadi decimal, yang nantinya akan
ditampilkan pada seven segment.

BAB III
METODOLOGI

SKEMATIK RANGKAIAN

Scematic Pengondisi Sinyal


-

Scematic:

Layout

Cara kerja
Setiap sinyal yang dihasilkan dari otot-otot melalui elektroda yang dihubungkan pada
kabel yang masuk ke pengondisi sinyal ada noise yang masuk, akan di filter pada capasitor dan
akan sinyal yang kecil dari tubuh akan di kuatkan oleh AD 620 agar sinyal-sinyal kelistrikan
tubuh lebih jelas terdeteksi oleh osiloskop. Saat otot pada tubuh mengalami relaksasi maka sinyal
akan lemah sehingga monostabil tidak tertriger. Sebaliknya saat otot pada tubuh mengalami
kontraksi maka sinyal tubuh lebih kuat dan akan mentriger monostabil. Sebagai indikator
monostabil bekerja atau tidak dengan led indikator.

Pengirim
-

Scematic

Layout

Cara kerja
Saat sinyal tubuh ini berkontraksi maka rangkaian sebelumnya pengondisi sinyal
akan bekerja sehingga akan mengaktifkan rangkaian astabil yang sebelumnya disulut
oleh monostabil. Dengan astabil bekerja maka akan di deteksi yang mengakibatkan
infrared akan memancarkan frekuensi. Frekuensi yang di kirimkan ini fungsinya
untuk mengaktifkan rangkaian receiver.

Receiver
-

Scematic

Layout

Cara kerja
Saat infrared memancarkan cahaya maka akan ditangkap oleh photodioda. Frekuensi
yang di pancarkan ini kemudian akan masuk pada Band Pass Filter sehingga pada frekuensi yang
di setting yaitu 2200 2400 Hz akan ditangkap oleh BPF sedangkan frekuensi yang lain akan di
blok. Dengan aktifnya rangkaian ini akan mengaktifkan rangkaian selanjutnya yaitu driver motor.

Driver Motor
-

Scematic

- Layout

Cara kerja
Tegangan dari filter akan masuk pada komparator lalu dibandingkan, saat outputan keluar
tegangan VCC maka akan mentriger transistor dan mentriger relay. Rangkaian driver motor ini
akan bekerja saat frekuensi yang diterima oleh receiver sehingga akan mengaktifkan driver motor.
Saat terjadi kontraksi maka motor akan berputar ke kanan dan saat relaksasi motor akan kembali
berputar ke kiri.

ANALISA DATA

DAFTAR PUSTAKA

1. Design frekuensi pada astabil


belum tentu menghasilkan nilai
yang sama dengan frekuensi
pada rangkaian filter pada
penerima, sehingga diperlukan
setting pada multiturn untuk
menyesuaikan nilai frekuensi
agar didapatkan nilai yang
sesuai.

http://mankbore.wordpress.com/2010/12/
13/elektromiografi-emg/

2. Nilai perhitungan pada design


filter BPF tidak selalu sama
dengan hasil outputan nya. Ini
dikarenakan
jenis
jenis
komponen
yang
berbeda
mempunyai nilai toleransi yang
berbeda juga.

KESIMPULAN
-

Setiap orang memiliki titik


referensi yang berbeda-beda,
yang akan mempengaruhi pada
output sinyal yang dihasilkan.

Bahan
dasar
mempengaruhi
fungsinya.

komponen
kualitas

http://www.emedicinehealth.com/electromy
ography_emg/article_em.htm
http://www.datasheetcatalog.com/datasheets
_pdf/T/L/0/8/TL081.shtml
http://www.analog.com/en/specialtyamplifiers/instrumentationamplifiers/ad620/products/product.html
http://www.electro-tech-online.com/generalelectronics-chat/105583-ad620instrumentation-amplifier-usage.html
http://www.alldatasheet.com/datasheetpdf/pdf/22753/STMICROELECTRONICS/
LM324.html
http://www.engineersgarage.com/electroniccomponents/lm324n-datasheet