Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Iklima Fitri Rahmatiah

Npm

: 13212593

Kelas

: 3EA18

Tulisan

: Softskill. Teori Tentang Resensi


RESENSI

A. Pengertian Resensi
Jenis tulisan yang memiliki hubungan dengan ringkasan dan ikhtisar adalah
resensi. Resensi adalah suatu ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buk. Tujuan
resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau karya
ituapakah patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Seorang penulis
resensi (pertimbangan buku) bertolak dari tujuan untuk membantu para pembaca
dalam menentukan perlu tidaknya sebuah buku dibaca. Resensi harus disesuaikan
dengan selera pembaca. Oleh karena itu resensi yang dimuat melalui sebuah majalah
mungkin tidak sama dengan yang disiarkan oleh majalah lain. Ada buku yang cocok
dibaca oleh anak muda, ada pula yang cocok untuk orang tua. Jenis kelamin dan
tingkat pendidikan juga dapat menentukan selera pembaca. Pembaca merupakan
orang-orang yang akan dihadapi secara langsung oleh penulis resensi.
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya,
baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan
resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil
karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
Menurut Samad (1997: 1), resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata
kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti
yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan
dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal
yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan
penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Di
Indonesia, resensi buku serimg juga diistilahkan dengan timbangan buku, timbangan
buku, tinjauan buku, bedah buku atau ulasan buku.
Adapun menurut Keraf (2001: 274), resensi adalah suatu tulisan atau ulasan
mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Resensi berarti pertimbangan atau
pembicaraan. Jadi, resensi buku berarti pertimbangan atau pembicaraan terhadap
suatu buku.

Sayuti (2002: 13) menjelaskan bahwa buku yang diresensi biasanya


merupakan buku terbitan baru. Oleh karena itu, sifat resensi harusdipenuhi adalah
nilai informasinya bagi pembaca. Sebuah resensi harus memberikan informasi yang
lengkap kepada pembacamengenai buku yang diresensi itu. Di samping nilai
informasi, sebuah resensi juga seringkali mengandung nilai advertensi, maksudnya
dengan resensi itu diupayakan agar pembaca tertarik untuk membaca (tentu saja
setelah mereka membeli).
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa resensi adalah suatu
kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah buku dengan cara memberikan
komentar secara objektif, sehingga setelah membaca resensi, orang lain akan tergerak
hatinya untuk menyaksikan atau membaca karya orang lain. Resensi adalah tulisan
yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan sebuah karya.
Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu
menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas. Menurut Samad (1997: 2),
pembuatan resensi buku sekuarng-kurangnya mempunyai lima tujuan, yaitu :
1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang
terungkap dalam sebuah buku.
2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan
lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku pantas
mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
4. Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku yang baru
terbit, seperti: (a) siapa pengarangnya?, (b) mengapa ia menulis buku itu?, (c)
apa pertanyaanya?, (d) bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis
karya pengarang yang sama?, (e) bagaimana hubungannya dengan buku-buku
sejenis yang dihasilkan oleh pengarang-pengarang lain?.
5. Untuk pembaca yang membaca resensi agar mendapatkan bimbingan dalam
memilih buku-buku atau jika tidak ada waktu untuk membaca buku maka
dapat membaca resensi tersebut.
Pada saat membuat resensi, resentator harus menguasai dan mengetahui bahan
yng akan di resensi. Samad (1997: 2-3) menyebutkan ada empat dasar resensi, yaitu:
1. Peresensi memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku itu
2. Peresensi menyadari sepenuhnya tujuan meresensi karena sangat menentukan
corak resensi yang akan dibuat.
3. Peresensi memahami betul latar belakang pembaca yang akan menjadi
sasarannya.
4. Peresensi memahami karakteristik media cetak yang akan memuat resensi.

Djuharie dan Suherli (2005: 23) menguraikan beberapa hal yang perlu
mendapat perhatian dari resensi, yaitu:
1. Peresensi harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan
menanggalkan sepenuhnya sikap subjektivitas.
2. Peresensi mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan
diresensi.
3. Peresensi harus mencoba membandingkan sajian dengan bentuk lain yang
memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.
4. Peresensi harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan
terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan
kesalahtafsiran antara resentator dan penulis buku tersebut.
5. Peresensi harus mengungkapkan data berupa bagian atau unsur-unsur yang
diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihubunghubungkan antarkeduanya oleh pembaca.
6. Peresensi harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang
diresensi, yaitu dengan cara mengetahui dengan jelas tujuan dan arah penulis
atau penyaji karya tersebut.
B. Tujuan Resensi
1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam)
tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.
2. Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah karya yang diresensi itu
merupakan suatu karya yang bermutu atau tidak.
3. Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah buku itu layak untuk
dibaca.

C. Unsur-unsur Resensi
Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:
1. Membuat judul resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti
tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah

resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi
resensi.
2. Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
a. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau
demikian, tuliskan judul aslinya.);
b. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau
penyunting seperti yang tertera pada buku.)
c. penerbit;
d. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
e. tebal buku;
f. harga buku (jika diperlukan).
3. Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
a. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja,
dan prestasi apa saja yang diperoleh;
b. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh
pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain
c. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
d. memaparkan keunikan buku;
e. merumuskan tema buku;
f. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
g. mengungkapkan kesan terhadap buku;
h. memperkenalkan penerbit;
i. mengajukan pertanyaan;
j. membuka dialog.
4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
5. Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

Resensi :
(http://2009editor.wordpress.com/2009/03/13/pengertian-dan-unsur-unsur-resensi/)
http://odazzander.blogspot.com/2011/07/pengertian-dan-unsur-unsur-resensi.html
http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Resensi

Anda mungkin juga menyukai