Anda di halaman 1dari 21

Portable Infrared Mineral

Analysis ( PIMA )

Oleh :
Wahyudi Zahar
22113026
Rhoni Leonhard
22113037

MAGISTER REKAYASA PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

Apa itu PIMA?


PIMA (Portable Infrared Mineral Analysis) adalah analisa dengan
spektrometer inframerah portabel yang digunakan untuk mengidentifikasi
secara kualitatif mineral menggunakan shortwave infrared (SWIR)
eletromagnetic spectrum (1300-2500 nanometer). PIMA umumnya
berukuran sebesar kotak sepatu yang memiliki window yang digunakan
untuk memancarkan gelombang infrared.
Instrumen ini dapat dioperasikan di lapangan atau dilaboratorium, dan
dalam analisisnya merupakan analasis non-destruktif. Dalam aplikasinya,
PIMA tidak memerlukan preparasi sampel dan tidak menyebabkan
kerusakan akibat radiasi. Alat ini sensitif terhadap berbagai mineral yang
ditemukan di zona alterasi di sekitar badan bijih.

WINDOW

Merupakan alat pengukuran


yang berfungsi seperti window
dengan alat ini proses
pengukuran diharapkan dapat
dilakukan dengan lebih akurat
terkait dengan pengukuran
reflektan dan pemancaran
gelombang.

Penggunaan PIMA
PIMA dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan, antara lain:
Menentukan mineral-mineral alterasi
Mengetahui bahan-bahan dasar benda arkeologi
Sebagai bahan tambahan untuk studi tanah dan sedimentasi
Mengidentifikasi mineral-mineral pada drillcore

Bagaimana cara kerja PIMA?


PIMA membutuhkan waktu antara 30-60 detik untuk 'membaca' sampel.
dengan menggunakan Shortwave Infrared (SWIR) elektromagnetic
spectrum (1300 - 2500 nanometer atau 1,3 m 2,5 m).
Cara kerja PIMA secara umum adalah dengan pengukuran reflektan dari
gelombang inframerah yang dipantulkan kembali oleh sample atau
permukaan bidang yang diukur. Dengan menggunakan analisis ini kita
mengetahui karakteristik energi ikatan interatomik mineral tertentu.
Analisis ini juga dapat digunakan untuk menentukan derajat kristalinitas
material.
Dengan melihat posisi, kedalaman, dan bentuk fitur absorbsi, seorang
spectroscopist berpengalaman dapat menentukan mineral-mineral yang
terkandung dalam sampel. Dengan menggunakan Software kita akan
mendapatkan perbandingan otomatis spektrum hasil pengukuran dengan
referensi database yang ada atau dapat juga dengan database referensi
tersendiri dengan menggunakan mineral lokal sebagai kontrol.

Jenis material apa yang dapat dianalisa


menggunakan PIMA?
Material terbaik untuk dianalisis menggunakan PIMA adalah material
yang mengandung hidroksil (kelompok OH), seperti phyllosilicates
(termasuk tanah liat, klorit, dan mineral serpentine, dihidroksilasi silikat
(epidotes dan amphiboles), sulfat (misalnya gipsum), dan karbonat.
PIMA telah digunakan untuk menganalisis mineral oleh ahli geologi dan
industri pertambangan di Australia, Kanada, Eropa, dan Amerika Utara
dan Selatan. baru-baru ini diterapkan pada artefak arkeologi dari batu dan
tanah liat seperti pipa Hopewell dan Cahokian-gaya patung batu clay
(lihat Emerson et al. 2002, 2003, Emerson dan Hughes 2000, 2001,
Hughes et al 1998;... Wisseman et al, 2002) dengan mengambil sampel
batu dan tanah liat sumber bahan baku di Midwest, database referensi
spektrum sedang disusun untuk perbandingan dengan artefak spektrum.

Penggunaan PIMA dalam menentukan


minera alterasi
Keuntungan penggunaan PIMA dalam menentukan mineral alterasi
adalah:
Mineral alterasi dan zona alterasi memiliki informasi penting mengenai
proses pembentukan bijih. Data ini dapat menjadi masukan prediktif
untuk menetukan model eksplorasi awal.
Zona alterasi sering memiliki dimensi jauh lebih besar daripada badan
bijih. Sehingga eksplorasi terhadap badan bijih yang relatif kecil dapat
dilakukan dengan mengamati zona alterasinya.
Pengetahuan lingkungan dan keterdapat
membimbing eksplorasi terhadap bijih.

zona

alterasi

dapat

Gambar: Cara penggunaan PIMA

Gambar: Seorang yang sedang menggunakan PIMA


untuk mengindentifikasi jenis mineral.

Pengguan PIMA dalam analisa drillcore

Dalam penggunaannya untuk mengidentifikasi mineral pada drillcore


analisa dapat di bagi menjadi grid-grid tertentu. Sehingga hasil analisa
dapat mewakili keseluruhan drillcore.

Contoh analisis drillcore menggunakan PIMA

Pengguan PIMA bidang ilmu Arkeolgi


PIMA juga dapat digunakan untuk mempelajari tanah dan sedimen dari
situs arkeologi. penerapan analisis tulang juga sekarang sedang
dieksplorasi (abstract sebuah paper konferensi yang dipresentasikan
oleh Linda Klepinger dan Sarah Wisseman).
Penerapan PIMA pada keramik memberikan hasil yang tidak pasti.
Panas yang tinggi dalam pembuatan keramik mengakibatkan
berkurangnya kadar air pada mineral tertentu (dehidrasi), dan dengan
demikian tidak menghasilkan spektrum yang baik untuk dianalisis
menggunakan PIMA. keramik yang dipanaskan dengan suhu rendah
(dipanaskan kurang dari 800 derajat celcius) menghasilkan spektrum
bisa digunakan atau dianalisa. Namun, keramik cenderung heterogen,
dengan tanah liat yang dicampur dan inklusi - temper - yang juga akan
terbaca' oleh PIMA. Hal ini dimungkinkan untuk beberapa faktor mineral
dari spektrum, meninggalkan tanda jejak mineral dari tanah liat, tapi ini
belum sepenuhnya dieksplorasi.

Application of a PIMA SPTM to Pipestone Flint Clay Studies of


Two Native American Cultures

PIMA telah sangat berhasil dalam menentukan komposisi mineral dari


museum artefak. Ini telah terbukti dan berguna dalam museum dalam
pengkurasian dan penentuan keaslian artefak atau bagian potongan
yang direkonstruksi museum. Keuntungan terbesar PIMA adalah bahwa
itu adalah non-destruktif, sehingga pembacaan yang akurat dapat
diambil tanpa bergerak atau merusak objek sampling.
(Lihat artikel mendatang di Journal of American Institute for
Conservation, oleh Wisseman, Emerson, Hynes, dan Hughes:
Menggunakan Spektrometer Portable untuk Sumber Bahan Arkeologi
dan Mendeteksi Restorasi di Museum Objects)

Keuntungan menggunakan PIMA?


PIMA memiliki tiga keunggulan utama:
1. Portabel - PIMA dapat digunakan di lapangan dilaboratorium. Alat ini
memiliki komputer Palmtop yang dapat digunakan untuk menyimpan
bacaan/data, atau dapat dihubungkan ke laptop untuk spektral output
yang instan.
2. Sangat mudah dan cepat dalam pembacaan (analisis) untuk
mengoperasikan PIMA membutuhkan waktu 30-60 detik.
3. Tidak membutuhkan preparasi sample sehingga lebih praktis untuk
digunakan.
4.

Analis yang dilakukan merupakan analisis non-destruktif, sehingga


dapat digunakan untuk analisa dengan sample yang terbatas

How does PIMA compare to other mineralogical and chemical


analyses such as thin-section petrography, X-ray diffraction
(XRD), X-ray fluorescence (XRF), instrumental neutron
activation analysis (INAA), and sequential acid dissolutioninductively coupled plasma (SDA-ICP)?
PIMA spektrometer hampir unik dalam portabilitas dan operasi nya yang
non-destruktif. PIMA adalah teknik mineraological semi-kuantitatif seperti
XRD. Ini tidak memberikan kuantitatif, data yang multielemental seperti
AANI atau XRF.
Dapat digunakan untuk sumber bahan arkeologi, metode gabungan yang
menggunakan portable PIMA dalam hubungannya dengan metode
laboratorium lain menghasilkan hasil yang terbaik. PIMA berfungsi
sebagai langkah pertama non-destruktif dalam menganalisis komposisi
mineral. Hal ini dapat membantu para peneliti memilih sampel harus
dianalisa lebih lanjut menggunakan teknik berbasis laboratorium yang
lebih tradisional. Pendekatan ini menghemat waktu, uang, dan sampel
dari kehancuran yang tidak perlu.

courtesy of Integrated Spectronics Pty Ltd.

Gambar : Hasil analisis Portable Infrared Mineral Analizer yang telah diolah

SUMBER
Paper ATAM (Program Of Ancient Technologiest
and Archaelogical Material)
www. Australiant Government Geoscience Australia
http://econgeol.geoscienceworld.org/content/96/
5/939.abstract
http://www.isas.illinois.edu/atam/research/pima/fa
qs.html
http://www.isas.illinois.edu/public_engagement/ex
hibits.shtml
http://www.isas.illinois.edu/atam/research/pima/wh
atispima.html