Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

SUARA PARAU
merupakan gejala penyakit
Suara parau ini digambarkan
pasien suara yang kasar, suara
susah keluar, atau suara dengan
yang lebih rendah dari suara
biasa/ normal.

oleh
yang
nada
yang

Setiap keadaan yang menimbulkan


Gangguan getaran, gangguan dalam ketegangan, serta
gangguan dalam pendekatan kedua pita suara kiri dan
kanan suara parau
Suara parau selalu berasal dari laring

kelainan pada laringnya

Pada pembahasan kali ini akan membahas


tentang penyebab suara parau, kapan kita
mencurigai adanya keganasan pada suara
parau serta bagaimana penatalaksanaanya .

PERMASALAHAN
Apa saja yang bisa menjadi
penyebab dari suara parau (jenis
penyakit penyebab suara parau)?
2. Kapan kita mencurigai suatu
keganasan pada suara parau?
3. Bagaimana penatalaksanaannya?
1.

PEMBAHASAN
1. Penyebab

suara parau

prinsipnya menimpa laring dan sekitarnya.


Penyebab ini dapat berupa:
Radang
akut disertai gejala seperti demam, nyeri
menelan, atau berbicara batuk.
kronik non spesifik disebabkan sinusitis
kronis atau bronchitis kronis atau penggunaan
suara seperti berteriak-teriak atau biasa
berbicara keras (vocal abuse)

Radang kronik spesifik disebabkan


oleh tuberkulosa dan lues
Tumor , tumor pita suara
Paralisis otot-otot laring
Gangguan persarafan sentral
Paralysis bulbar, siringomyelia, tabes
dorsalis, multiple sclerosis
Gangguan persarafan perifer
struma, pasca strumektomi, limfadenopati
koli, trauma leher, tumor esophagus dan
mediastimum, aneurisma aorta, dan arteri
subklavia kanan

Kelainan laring

terjadi akibat tindakan operasi sehingga


menimbulkan sikatriks, fiksasi pada sendi
krikoaritenoid
Disfonia ventrikuler
yaitu keadaan plika ventrikuler yang
mengambil alih fungsi fonasi dari pita
suara, sering ditemukan pada pemakaian
suara yang terus-menerus pada penderita
laryngitis akut.

2. curiga keganasan bila


suara parau berlangsung lama
tidak disertai dengan gejala sistemik
keadaan umum penderita menjadi lebih jelek
dalam waktu beberapa minggu atau bulan
disfagia, odinofagia
penjalaran rasa saskit kearah telinga bila
penyakit
keganasan
telah
mengadakan
perluasan kearah faring
pembesaran kelenjar leher serta tumor

3. Penatalaksanaan suara parau


dilakukan tindakan laringoskopi tak langsung
dilakukan laringoskopi langsung
Bila ditemukan :
Nodul/ polip: dikukan ekstirpasi dan
pemeriksaan patologi anatomi.
Hematoma, edema : diberikan antibiotika
dan antiinflamasi serta istirahat suara.
Kelainan struktur : Pemeriksaan CT scan
(jika diperlukan) dan rekonstruksi

Tumor : biopsy dan pemeriksaan PA


Parese/paraliss suara :
1. Bilateral : Jika kelainan nervus
laringeus superior dan
rekurens , maka
dilakukan CT Scan,
foto basis kranii,
arteriografi dan
konsultasi bagian
syaraf
Jika terjadi parakise abductor maka
dilakukan trakeostomi, reseksi aritenoid
dan reseksi/lateralisasi pita suara.

2. Unilateral : Jika kelainan pada nervus


rekurens dilakukan pemeriksaan tiroid, CTscan leher dan rontgen foto thoraks. Jika
terdapat kelumpuhan nervus laringeus
superior, maka dilakukan tomografi, CT
scan, foto basis krani, arteriografi
Pada laringitis spesifik maka penyebabnya
harus diatasi, laringitis TBC maka diberi
obat anti tuberculosis

Anda mungkin juga menyukai