Anda di halaman 1dari 70

EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA TK. TUNAS SANDANG

SKRIPSI

OLEH :

DIAH KOMALA FITRI

111100019

TK. TUNAS SANDANG SKRIPSI OLEH : DIAH KOMALA FITRI 111100019 PROGRAM STUDI STRATA-1 AKUNTANSI SEKOLAH TINGGI

PROGRAM STUDI STRATA-1 AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA

2015

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Penelitian

1.1.1. Latar Belakang Masalah

Kas merupakan hal yang paling penting dalam setiap transaksi perusahaan. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi akuntansi kas yang mengatur mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yang dirancang sedemikian rupa sehingga setiap arus transaksi yang berhubungan dengan kas dapat dicatat dengan baik.

Penerapan sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan atau organisasi dapat mengoptimalkan biaya operasional yang dikeluarkan dan dapat mengefektifkan jumlah tenaga kerja yang dimiliki. Dalam pengembangan manajemen yang baik, sangat diperlukan sistem informasi didalam perusahaan. Salah satu sistem informasi perusahaan atau organisasi adalah sistem akuntansi. Dimana sistem informasi mempunyai peranan sangat besar bagi perusahaan maupun organisasi. Sistem akuntansi yang digunakan adalah penerimaan dan pengeluaran kas. Sistem penerimaan dan pengeluaran kas harus dilaksanakan secara efektif agar tidak terjadi penyalahgunaan kas. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang memadai untuk mengawasi kegiatan penerimaan dan pengeluaran kas. Hal itu juga yang harus menjadi perhatian perusahaan maupun organisasi.

Bersamaan dengan perkembangan dunia usaha tingkat persaingan diantara perusahaan juga semakin meningkat begitupun organisasi. Organisasi dituntut untuk memberikan jaminan yang cukup atas kelangsungan hidupnya sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk bergabung. Dalam kegiatan usaha

2

organisasi ini tentu dalam kegiatan sehari-hari tidak terlepas dari transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.

Menurut Krismiaji (2010,h. 331). Departemen yang terlibat kegiatan penerimaan kas adalah kasir, yaitu bagian yang berada dibawah departemen keuangan, yang bertugas menangani penerimaan kas dan penyetorannya ke bank, dan bagian piutang dari pelanggan. Sedangkan menurut Soemarso S.R (2009 :

296), kas adalah sesuatu (baik yang berbentuk uang atau non uang) yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat perlunasan kewajiban pada nilai nominalnya.

Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Sandang Jl. Igusti Ngurahrai, Komplek Sandang Jakarta Timur, merupakan sarana untuk berpartisipasi di dalam dunia pendidikan. Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Sandang adalah salah satu lembaga pendidikan yang bergerak dibidang pendidikan usia dini yang terdiri dari 3 tingkatan pendidikan. Yang pertama Kelas Bermain (BK), yang kedua kelas A, dan terakhir adalah kelas B. Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Sandang adalah lembaga pendidikan yang tidak terlepas dari transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Kas merupakan uang tunai yang digunakan membiayai operasi suatu perusahaan atau lembaga pendidikan, dimana harus dikelola dengan baik untuk menghindari penyelewengan-penyelewengan atas kas tersebut. Penyelewengan terhadap kas dapat dihindari dengan adanya suatu sistem informasi dan pengendalian intern yang memuaskan untuk kas, maka hal-hal yang merugikan perusahaan atau lembaga pendidikan bisa dihindari atau dapat dideteksi seminimal mungkin. Permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan atau lembaga pendidikan yaitu sistem informasi akuntansi yang masih memakai sistem manual, dikhawatirkan pihak tertentu dapat memanipulasi data- data keuangannya dan penyajiannya tidak akurat. Penerimaan kas di Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Sandang terdiri dari pembayaran setoran SPP tiap bulan yang dilakukan secara tunai tanpa melalui transaksi bank, penerimaan dari pembayaran PMB dan bantuan dari DIKNAS. Sedangkan sistem pengeluaran dilakukan secara tunai dan tidak menggunakan cek.

3

Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Sandang saat ini memiliki sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan secara manual dan dilakukan menurut kebiasaan. Oleh karena itu hampir setiap jenis perusahaan maupun lembaga pendidikan sekalipun harus memiliki sistem informasi akuntansi yang baik, menciptakan prosedur-prosedur akuntansi yang dapat mencegah timbulnya praktek-praktek atau penyelewengan yang merugikan perusahaan atau lembaga pendidikan. Untuk mencegah terjadinya penyelewengan kas diperlukan adanya tertib administrasi dan pengendalian yang baik agar pengeluaran yang tidak berkaitan dengan Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Sandang dapat dikurangi.

Dari uraian diatas, penulis memandang bahwa sistem informasi akuntansi kas sangat penting bagi perusahaan atau lembaga pendidikan, dalam mendukung keberhasilan Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Sandang di dalam menjalankan aktivitasnya sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang bejudul :

“Evaluasi Sistem Pengelolaan Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada TK. Tunas Sandang”.

1.1.2. Perumusan Masalah

Bagaimana pelaksanaan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas di TK. Tunas Sandang?

1.1.3. Spesifikasi Masalah Pokok Penelitian

Berdasarkan Masalah Pokok Penelitian diatas, maka spesifikasi masalah pokok dirumuskan menjadi beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut;

1. Bagaimana Sistem pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas pada TK. Tunas Sandang? 2. Bagaimana Peranan dari pengurus Sekolah dalam penerimaan dan pengeluaran kas?

4

3. Bagaimana

Pengendalian

pengeluaran kas?

1.2. Tujuan dan Manfaat

1.2.1. Tujuan Penelitan.

Intern

dalam

pengelolaan

penerimaan

dan

1. Untuk mengetahui sistem pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas pada TK. Tunas Sandang

2. Untuk mengetahui peranan dari pengurus sekolah dalam penerimaan dan pengeluaran kas

3. Untuk mengetahui pengendalian intern dalam pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas

1.2.2. Manfaat Penelitian

Penulisan penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi semua pihak, baik penulis, bagi Taman Kanak-Kanak maupun perkembangan ilmu ekonomi, bagi peneliti selanjutnya, terlebih dalam bidang pendidikan. Manfaat penelitian ini antara lain :

1. Bagi Penulis

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada TK. Tunas Sandang sehingga penulis dapat

memberikan masukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada pimpinan TK. Tunas Sandang.

2. Bagi perkembangan ilmu ekonomi

Memberikan informasi tentang sistem pelaksanaan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas yang digunakan oleh lembaga pendidikan. Dalam hal ini penulis membahas tentang pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas di suatu Taman Kanak-Kanak, penulis juga berharap dengan

5

adanya penelitian ini mampu memberikan pengetahuan baru tentang tata cara pengelolaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang digunakan oleh Taman Kanak - Kanak.

3. Bagi TK. Tunas Sandang

Diharapkan penelitian ini mampu memberikan kejelasan tentang proses pengelolaan arus kas yang diterapkan oleh Taman Kanak-Kanak beserta sistem pelaksanaan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas tersebut.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa lainnya yang ingin meneliti pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas pada

lembaga pendidikan khususnya tingkat TK, dan menambah ilmu pengetahuan dan informasi mengenai sistem pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas.

6

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terdahulu

Dalam

melakukan penelitian, penulis mengambil referensi dari penelitian

terdahulu yang dilakukan oleh mahasiswa pada tahun 2009 oleh Sdr Erwin Aryo

Nugroho dari Fakultas Ekonomi di Universitas Sebelas Maret dengan judul

penelitian

“Evaluasi

Sistem

Penerimaan

Kas

dan

Pengeluaran

Kas

pada

Percetakan Persatuan”.

Dalam

penelitiannya

metode

penelitian

yang

digunakan

adalah

menggunakan metode deskripsi analisis, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk

memperoleh data yang dapat memberikan gambaran suatu objek penelitian.

Untuk

mendapatkan

data

yang

berhubungan

dengan

masalah

data

yang

diteliti

serta

memberikan

evaluasi,

penulis

menggunakan

beberapa

metode

pengumpulan data. Hasil penelitian yang didapatkan adanya rangkap jabatan

sehingga mengakibatkan pengendalian intern yang sangat minim. Dokumen yang

digunakan telah diarsip dengan baik.

Dalam penelitian kedua penulis mengambil referensi jurnal dari jurnal penelitian yang dilakukan oleh Rannita Margaretha Manoppo (2009) Vol 1,

No

Sistem

Pengendalian Intern Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT. Sinar Galesong Prima Cabang Manado”

4

penelitiannya

yang

berjudul

“Analisis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Sinar Galesong Prima Manado. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan

7

bahwa sistem pengendalian intern penerimaan kas telah efektif, berlawanan dengan pengendalian intern pengeluaran kas.

Dalam Penelitian ketiga penulis juga mengambil referensi skripsi dari skripsi penelitian yang dilakukan oleh Ida Ayu Rosita (2005) dari penelitiannya yang berjudul “Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada PT. Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Semarang”. Dari Fakultas Ekonomi di Universitas Negeri Semarang.

Objek kajian dalam hal ini adalah sistem akuntansi penerimaan kas dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatorik, interview, dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan yaitu analisis eksploratif dan disajikan dalam analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukan bahwa sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Pelni Cabang Semarang secara umum baik, namun masih terdapat poin-poin tertentu yang dinilai belum cukup baik yaitu, tidak diselenggarakannya sistem dana kas kecil untuk pengeluaran kas secara tunai yang jumlahnya relatif kecil, belum dibentuk Fungsi pemeriksa intern terhadap saldo kas, pengeluaran kas secara tunai kadang masih diambilkan dari saldo kas yang bersumber dari penghasilan.

Dalam penelitian keempat penulis mengambil referensi jurnal dari jurnal

penelitian yang dilakukan oleh Marselina Prisilia Stacy Pomantow

No 1 (2014) , Pomantowdari Faculty of Economic and Business International Business Administration (IBA) Program University of Sam Ratulangi Manado Penelitian ini dibuat pada tahun 2014. Penelitian ini diberikan judul “Analyzing Customer Preference Towards Payment System : Cash, Debit Card and Credit

Card ". Sistem pembayaran adalah alat pembayaran yang bertujuan untuk membantu aktivitas pembeli dan penjual transaksi lebih mudah di daerah modern ini diperlukan untuk pembayaran instrumen yang lebih mudah untuk membawa dan praktis sistem pembayaran untuk penggunaan mencakup kerangka hukum dan peraturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk mentransfer dana untuk menyelesaikan kewajiban yang timbul dari kegiatan ekonomi.

8

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sistem tiga pembayaran: tunai, kartu debit, dan kartu kredit. Penelitian ini menggunakan proses hirarki analitik (AHP) sebagai data yang dianalisis dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah terutama 200 PNS di manado yang telah menggunakan sistem pembayaran di sana. sampel penelitian ini adalah 30 responden dari purposive random sampling. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar sistem pembayaran yang digunakan berdasarkan kriteria dan subkriteria adalah kartu kredit. subkriteria berdasarkan dianggap oleh responden untuk memilih. promosi, pengalaman, privasi, dan mengurangi waktu dianggap sebagai faktor dalam kriteria keamanan prioritas yang sangat penting dalam memilih dan menggunakan pembayaran.

Dalam penelitian kelima penulis mengambil referensi jurnal dari jurnal penelitian yang dilakukan Norvald Monsen Volume 10, Issue 4, 2001. Publishing models and article dates explained. Penelitiannya yang berjudul Cameral accounting and cash flow reporting: some implications for use of the direct or indirect method.

Objek kajian ini membahas tentang masalah format yang paling menyeluruh diperdebatkan dalam merancang laporan arus kas untuk masalah bisnis perusahaan menggunakan metode langsung atau indirect method ketika melaporkan kas dari aktivitas operasi. Penelitian ini menyatakan bahwa alasan mengapa kita tidak bisa memecahkan dilema ini dengan menggunakan metode langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan fakta bahwa diskusi kita terbatas untuk menggunakan pendapat pembukuan ganda-entri dalam akuntansi komersial. Penelitian ini menyatakan bahwa akuntansi komersial dapat belajar dari akuntansi anggaran, memisahkan uang tunai dari perubahan neraca, dan langsung menyiapkan laporan arus kas transaksi tunai pada rekening kas dari-entri tunggal, sebelum mereka masuk ke dalam sistem pembukuan ganda-entri, untuk memberikan hasil kinerja (pendapatan dikurangi biaya) dan terkait informasi neraca (aset, kewajiban, dan ekuitas). Tujuan dari Penelitian ini dengan menerapkan prosedur ini, metode langsung mempersiapkan laporan arus kas menjadi metode alami untuk digunakan.

9

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Sistem Akuntansi Kas

2.2.1.1. Pengertian

Setiap sistem akan lebih dapat dipahami jika dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan. Dengan adanya sistem, maka kegiatan operasional perusahaan diharapkan berjalan lancar dan terkoordinir sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Ada berbagai macam pengertian sistem, berikut ini ada beberapa pengertian sistem menurut para ahli yang menerangkan tentang sistem :

a. Menurut Azhar Susanto (2009:18) adalah “Kumpulan dari sub sistem/ bagian/ komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan tertentu”.

b. Menurut Jogiyanto (2009:2) “Sistem adalah dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”.

c. Menurut Sutarman ( 2009:5), “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan saling berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.

d. Menurut Hall (2009, h.6), “Sistem adalah sekelompok, dua atau lebih komponen yang saling berkaitan yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama”.

e. Menurut Agus Mulyanto (2009:1) [1] , “Sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai suatu kesatuan”.

f. Menurut West Churchman yang diterjemahkan oleh krismiaji (2011:1), “ Sistem adalah serangkaian komponen yang di koordinasikan untuk mencapai serangkaian tujuan”.

10

Berdasarkan definisi para ahli, penulis menyimpulkan bahwa : “Sistem adalah sekumpulan dari elemen-elemen yang saling berhubungan serta melengkapi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya perusahaan menyusun suatu prosedur sebagai landasan dalam melaksanakan kegiatannya. Menurut Mulyadi (2005:5), Prosedur adalah urutan kegiatan klerikal biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang”. Sedangkan M.Nafarin (2008:84), menuturkan dalam bukunya yang berjudul. “Penganggaran Perusahaan” menyatakan bahwa: “Prosedur adalah suatu urutan- urutan seri tugas yang saling berhubungan yang diadakan untuk menjamin pelaksanaan kerjanya seragam”. Prosedur disusun sebaik-baiknya agar dapat tercapai tujuan kegiatan yang direncanakan. Pengertian prosedur sebagaimana dinyatakan oleh Jerry FitzGerald, et,al., yang dikutip oleh Puspitawati & Anggadini (2011:1), Suatu prosedur adalah urutan-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan intruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya”.

Berdasarkan pengertian diatas tersebut dapat diketahui bahwa: “Prosedur adalah suatu serangkaian kegiatan yang biasanya melibatkan beberapa orang, guna menangani segala transaksi perusahaan yang berulang terjadi secara seragam.

“Akuntansi adalah proses mengindentifikasikan, mengukur dam melaporkan informasi ekonomi untuk membuat pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat bagi pemakai informasi tersebut”. Ada berbagai macam pengertian akuntansi, berikut ini ada beberapa pengertian akuntansi menurut para ahli yang menerangkan tentang akuntansi :

a. Menurut Niswonger (2009:6), “Akuntansi adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan.

11

b. Menurut Rudiyanto (2009:4), “Akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menghasilkan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan.

c. Menurut Skousen. Stice yang diterjemahkan oleh Akbar (2009:7), “Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang berfungsi menyediakan informasi kuantitaif tentang entitas ekonomi yang dapat digunaan dalam pengambilan keputusan ekonomi”.

d. Menurut Ardiyos (2010:7), “Akuntansi adalah profesi yang memakai teori tertentu, asumsi mengenai cara bertindak, ketentuan atau aturan tentang cara mengukur dan prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi yang berguna tentang kegiatan dan tujuan yang menyangkut keuangan organisasi.”.

e. Menurut Weygandt, Kimmel & Kieso (2011:7), “Akuntansi adalah sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada pihak yang memiliki kepentingan”.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa:

“Akuntansi adalah sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengevaluasi peristiwa-peristiwa ekonomi suatu organisasi untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi tersebut harus dapat menjawab kebutuhan umum para pemakainya. Hasil dari suatu proses akuntansi disebut dengan laporan keuangan.

“

yan

berfungsi dalam mengolah data keuangan kas perusahaan, yang akan digunakan untuk bahan pengambilan keputusan dalam manajemen keuangan perusahaan.

Sistem

Informasi

Akuntansi

adalah

sebuah

sistem

akuntansi

12

Ada berbagai macam pengertian akuntansi, berikut ini ada beberapa pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahli yang menerangkan tentang sistem informasi akuntansi :

a. Menurut Anastasia Diana dan Lilis Setiawati Sistem Informasi Akuntansi adalah : “Sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan”.

b. Menurut Gelinas dan dull (2010,p14), “Subsistem khusus dari sistem informasi yang berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan aspek keuangan dari suatu kejadian bisnis Hal ini diartikan pemakai informasi yang berasal dari dalam perusahaan”.

c. Menurut Krimiaji (2010;3) Sistem Informasi Akuntansi adalah: “Sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis”.

d. Mulyadi (2010;3) Mengemukakan bahwa : “Sistem Informasi Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang di koordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan”.

e. Didalam buku Mardi (2011 : 4) Menurut Wiyanto, “Sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai dokumen alat komunikasi, tenaga pelaksanaan, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan”.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem yang memproses data dan transaksi serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan”.

13

“Kas merupakan aktiva paling liquid, dimana dapat dipakai sebagai alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan”. Sehingga kas disajikan pada urutan pertama di aktiva. Beberapa pengertian kas menurut para ahli :

a. Pengertian kas menurut (IAI) (2009 : 22), memberikan definisi kas sebagai berikut: “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. Setara kas adalah investasi yang sifatnya liquid berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan”.

b. Menurut Soemarso S.R (2009 : 296), “Kas adalah sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat perlunasan kewajiban pada nilai nominalnya”.

c. Menurut Standar Akuntansi Pemerintahan Peraturan Pemerintah nomor 24 Tahun 2005 (2009:106), menjelaskan bahwa: “Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan”.

d. Menurut Munawir (2010:14) bahwa: “Kas adalah uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan. Termasuk dalam pengertian kas adalah cek yang diterima dari para langganan dan simpanan perusahaan di bank dalam bentuk giro atau permintaan deposit, yaitu simpanan di bank yang dapat diambil kembali setiap saat oleh perusahaan.”

e. Menurut Harahap (2011 : 258), Kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut :

1. Setiap saat dapat ditukar menjadi kas

2. Tanggal jatuh temponya sangat dekat

3. Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat harga

Dapat disimpulkan bahwa kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan, oleh karena itu kas harus direncanakan dan

14

diawasi dengan baik, baik penerimaanya (sumber-sumbernya) maupun penggunaannya (pengeluaran). Penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan ada yang bersifat rutin atau terus-menerus. “Sistem penerimaan kas adalah sistem yang dirancang untuk menangani transaksi yang berkaitan dengan sumber pemasukan kas yang diterima perusahaan”. Menurut Soermarso (2009: 172), “Penerimaan kas adalah suatu transaksi yang menimbulkan bertumbuhnya saldo kas dan bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya penjualan hasil produksi, penerimaan piutang maupun hasil transaksi lainnya yang menyebabkan bertambahnya kas”. Sedangkan menurut Ridwan (2011) mengemukakan bahwa, “Penerimaan kas dalam perusahaan pada umumnya berasal dari transaksi penjualan tunai dan penerimaan piutang dari debitor”. “Sistem pengeluaran kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan cek maupun dengan uang tunai yang digunakan untuk kegiatan umum perusahaan. Menurut Depdiknas sistem pengeluaran kas adalah suatu proses, cara, perbuatan mengeluarkan alat pertukaran yang diterima untuk perlunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya, juga simpanan dalam bank atau tempat-tempat lainnya yang dapat diambil sewaktu-waktu. Sedangkan menurut James A. Hall yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi menyatakan definisi pengeluaran kas bahwa: “Sistem pengeluran kas adalah memproses pembayaran kewajiban yang dihasilkan oleh sistem pembelian”.

2.2.2. Tujuan Sistem Akuntansi

Dalam mewujudkan sistem akuntansi yang baik, pada dasarnya harus mengetahui pembangunan sistem akuntansi itu sendiri, sistem sendiri sangat erat hubungannya dengan kerjasama manusia dengan sumber daya lainnya didalam suatu perusahaan untuk mewujudkan tujuan suatu perusahaan atau lembaga.

15

Dari setiap sistem akuntansi yang terdiri dari berbagai sistem mempunyai tujuan yang sama. Sistem sendiri dibuat untuk mengelola perusahaannya.

Berdasarkan tujuan sistem akuntansi yang diuraikan memiliki penjalasan yaitu :

1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.

Dalam perusahaan yang baru berjalan sangat dibutuhkan pengembangan sistem akuntansi. Pada perusahaan dibidang dagang, jasa, manufaktur sangat memerlukan pengembangan sistem akuntansi lengkap, hal ini berguna agar kegiatan perusahaan berjalan dengan lancar.

2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.

Seringkali sistem akuntansi yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, mutu, ketepatan penyajian, dan struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan usaha perusahaan, sehingga dengan sendirinya menuntut sistem akuntansi untuk bisa menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan perusahaan.

3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.

Akuntansi merupakan pertanggungjawaban kekayaan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam hal pengembangan sistem akuntansi selalu digunakan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan perusahaan, sehingga pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik.

4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

Dalam hal ini informasi dapat dijadikan sebagai barang ekonomi yang mempunyai banyak manfaat, karena untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya. Jika pengorbanan lebih besar dari

16

manfaatnya, maka sistem yang sudah ada perlu dirancang kembali guna untuk mengurangi pengorbanan sumber daya bagi penyedia informasi tersebut.

2.2.3. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas

2.2.3.1 Pengertian Sistem Akuntansi Penerimaan Kas

Sistem Akuntansi Penerimaan Kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang dari penjualan tunai atau dari piutang yang siap dan bebas digunakan untuk kegiatan umum perusahaan. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas adalah proses aliran kas yang terjadi di perusahaan adalah terus menerus sepanjang hidup perusahaan yang bersangkutan masih beroperasi. Aliran kas terdiri dari aliran kas masuk dan aliran kas keluar.

Ada berbagai macam pengertian penerimaan kas berikut ini ada beberapa pengertian sistem menurut para ahli yang menerangkan tentang penerimaan kas :

1. Menurut Mulyadi (2008:455), “Sistem penerimaan kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melakukan kegiatan penerimaan kas yang diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan mapun penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan”.

2. Menurut Soermarso (2009: 172), “Penerimaan kas adalah suatu transaksi yang menimbulkan bertumbuhnya saldo kas dan bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya penjualan hasil produksi, penerimaan piutang maupun hasil transaksi lainnya yang menyebabkan bertambahnya kas”.

3. Menurut Krimiaji (2010, h. 331), Departemen yang terlibat dalam kegiatan penerimaan kas adalah kasir, yaitu bagian yang berada dibawah departemen keuangan, yang bertugas menangani penerimaan kas dan penyetorannya ke bank, dan bagian piutang dagang, yaitu bagian yang

17

berada dibawah manajer akuntansi dan bertugas untuk mencatat

perlunasan piutang dari pelanggan.

4. Ridwan (2011) mengemukakan bahwa, “Penerimaan kas dalam

perusahaan pada umumnya berasal dari transaksi penjualan tunai dan

penerimaan piutang dari debitor”.

Berdasarkan pengertian para ahli dapat disimpulkan bahwa, “Sistem

akuntansi penerimaan kas adalah suatu kesatuan untuk mengumpulkan,

mencatat transaksi yang dapat membantu pimpinan untuk menangani

penerimaan perusahaan. Penerimaan kas seluruhnya dicatat pada bukti

penerimaan kas yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan

kas. Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik sistem penerimaan kas

mengharuskan:

1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal check

2. Penerimaan kas dalam bentuk penjualan tunai dilakukan melalui transaksi kartu kredit yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.

2.2.3.2 Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penerimaan kas

Dalam perusahaan jasa :

1. Fungsi Penjualan

Fungsi penjualan bertanggung jawab untuk menerima permintaan,

membuat bukti pembayaran, dan menyerahkan kepada konsumen serta staf

keuangan.

2. Fungsi Kas

Fungsi kas bertanggung jawab menerima kas dari konsumen.

3. Fungsi Gudang

Fungsi gudang bertanggung jawab menyediakan barang yang diperlukan

oleh konsumen.

18

Fungsi akuntansi bertanggung jawab merekap penerimaan, membuat laporan penerimaan kas harian, melaporkan, dan menyetorkan kas.

2.2.3.3. Prosedur yang Dilaksanakan

Penerimaan uang dalam perusahaan jasa perlu dirancang sedemikian rupa sehingga kemungkinan tidak tercatat dan tidak diterimanya uang yang seharusnya diterima dapat dikurangi menjadi sekecil mungkin. Prosedur penerimaan kas perusahaan jasa perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Terdapat pemisahan tugas antara yang menyimpan, menerima dan yang mencatat penerimaan uang. Apabila untuk perusahaan kecil pemisahan demikian tidak dapat dilakukan, maka penggabungan antara ketiga tugas tadi hanya dapat dilakukan oleh pemilik perusahaan.

2. Setiap penerimaan uang langsung disetor ke bank sebagaimana adanya.

19

Flowchart Penerimaan Kas

19 Flowchart Penerimaan Kas Sumber : http://aldotaldi.blogspot.com

20

Job Description dari masing-masing bagian dalam proses penerimaan kas, yaitu:

1. Customer

Mengecek surat utang yang akan dibayar

Menerima surat bukti lunas

2. Bagian Penjualan

Mencocokkan surat utang dengan arsip

Membuat surat bukti lunas

Mebuat laporan penerimaan piutang

3. Pimpinan

Menerima laporan penerimaan piutang

2.2.4. Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas

2.2.4.1. Pengertian Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas

Keberadaan sistem pengeluaran kas dapat mendukung pencapaian tujuan dari perusahaan. Sistem tersebut membuat perusahaan lebih mudah dalam mengelola hal-hal yang berkaitan dengan besarnya pengeluaran kas yang terjadi yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap laba yang diterima perusahaan. Laba tersebut tentunya dapat bermanfaat bagi kelangsungan perusahaan dan pihak pihak yang berkepentingan seperti manajer, karyawan, investor, bank dan lain sebagainya. Didalam perusahaan, pengeluaran kas merupakan suatu transaksi yang sering terjadi. Dana-dana yang dikeluarkan oleh perusahaan misalnya digunakan untuk biaya pemeliharaan, biaya gaji / upah pegawai dan pengeluaran lainnya. Di bawah ini beberapa pengertian pengeluaran kas menurut ahli, yaitu:

1. Menurut Mulyadi (2008:543). “Pengeluaran Kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan cek maupun dengan uang tunai yang digunakan untuk kegiatan umum perusahaan.”

21

2. Menurut Soemarso (2009), dalam bukunya menjelaskan tentang pengertian kas yang mengatakan bahwa “Kas adalah segala sesuatu baik yang berbentuk uang atau logagam yang dapat bersedia dengan segera dan diterima sebagai alat perlunasan kewajiban pada nominalnya”.

3. Menurut Reniey mengenai akuntansi pengeluaran kas (2013), ia berpandangan bahwa pengeluaran kas adalah transaksi-transaksi yang mengakibatkan berkurangnya saldo-saldo kas tunai, atau rekening bank milik perusahaan baik yang berasal dari pembelian tunai, pembayaran utang, pengeluaran transfer maupun pengeluaran-pengeluaran lainnya. Pengeluaran kas dapat berupa uang logam, cek atau wesel pos, uang yang dikeluarkan melalui bank atau langsung dari piutang.

4. Menurut Depdiknas sistem pengeluaran kas adalah suatu proses, cara, perbuatan mengeluarkan alat pertukaran yang diterima untuk perlunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya, juga simpanan dalam bank atau tempat-tempat lainnya yang dapat diambil sewaktu-waktu

5. Menurut James A. Hall yang diterjamahkan oleh Amir Abadi Jusuf dalam buku yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi menyatakan definisi pengeluaran kas bahwa: “Sistem pengeluran kas adalah memproses pembayaran kewajiban yang dihasilkan oleh sistem pembelian”.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas adalah suatu proses yang dilaksanakan untuk melaksanakan pengeluaran kas baik dengan cek maupun uang tunai untuk kegiatan perusahaan. Sistem Akuntansi yang digunakan untuk melaksanakan pengeluaran kas yaitu sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek dan sistem akuntansi pengeluaran kas dengan melalui dana kas kecil.

2.2.4.2. Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dengan Cek.

Pengeluaran kas dengan cek memiliki kebaikan ditinjau dari pengendalian intern sebagai berikut:

22

1. Dengan digunakannya cek atas nama, pengeluaran cek akan dapat diterima oleh pihak yang namanya sesuai dengan yang ditulis pada formulir cek. Dengan demikian pengeluaran kas dengan cek menjamin diterimanya cek tersebut oleh pihak yang dimaksud oleh pihak pembayar.

2. Dilibatnya pihak luar (dalam hal ini pihak bank) dalam pencatatan transaksi pengeluaran kas perusahaan. Dengan digunakannya cek dalam setiap pengeluaran kas perusahaan, transaksi pengeluaran kas direkam juga oleh bank, secara periodik mengirimkan rekening koran bank (bank statement) kepada perusahaan nasabahnya. Rekening Koran inilah yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengecek ketelitian catatan transaksi kas perusahaan yang direkam dalam jurnal penerimaan dan pengeluaran kas.

3. Jika sistem perbankan mengembalikan cancelled check kepada check issuer, pengeluaran kas dengan cek memberikan manfaat tambahan bagi perusahaan yang mengeluarkan cek dengan dapat digunakannya cancelled check sebagai tanda terima kas dari pihak yang menerima pembayaran. Dengan digunakannya cek dalam pengeluaran, check issuer akan secara otomatis menerima tanda penerimaan dari pihak yang menerima pembayaran.

2.2.4.2.1. Dokumen-dokumen yang digunakan

a. Bukti kas keluar Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kasa sebesar yang tercantum dalam dokumen. Disamping itu dokumen ini berfungsi sebagai surat pemberitahuan yang dikirim kepada kreditur dokumen sumber bagi pencatatan berkurangnya utang.

b. Cek Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek.

23

c. Permintaan cek (Check request)

2.2.4.3. Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas dengan Dana Kas Kecil Dana kas kecil adalah uang yang dicadangkan oleh entitas bisnis atau perusahaan untuk pembayaran pengeluaran-pengeluaran yang bersifat rutin namun jumlah nominalnya relatif kecil, serta tidak material. Menurut Horngren (2012) bahwa kas kecil jauh lebih mudah dicairkan jika dibandingkan dengan kas yang ada pada bank, karena tidak adanya kelayakan kontrol dan pengawasan terhadap kas layaknya di kas pada bank. Untuk itu pada kas kecil setidaknya memerlukan beberapa elemen pengawasan :

1. Penunjukan bendahara atau kasir (custodian) untuk mengelola dan bertanggungjawab terhadap dana kas kecil.

2. Pengalokasian secara spesifik sejumlah uang pada dana kas kecil.

3. Pembayaran dana kas kecil melalui nota kas kecil (petty cash ticket), nota kas kecil diberikan nomor secara urut dan berlaku sebagai bukti pengesahan dan bukti penggunaan, sehingga mudah untuk mengontrol dan menelusuri penggunaan kas kecil.

2.2.4.3.1. Karakteristik Kas kecil

1. Jumlahnya dibatsi sehingga tidak melebihi atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan.

2. Digunakan untuk mendanai transaksi kecil yang bersifat rutin setiap hari

3. Disimpan ditempat khusus, misalnya dikotak kecil yang biasa disebut petty cash box atau didalam sebuah amplop.

4. Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan ditingkatan pemula (Junior cashier)

2.2.4.3.2. Tujuan Kas Kecil

Ada beberapa tujuan dibentuknya kas kecil, berikut diantaranya :

24

1. Menangani masalah perlengkapan atau perbekalan kantor yang dialami oleh suatu bagian dikantor.

2. Menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis juga tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak .

3. Meringankan beban staff keuangan dalam memberikan pelayanan secara maksimal. Kepada pelanggan juga termasuk kepada relasi bisnis pimpinan.

4. Mempercepat aktivitas atasan yang menggunakan dana secara mendadak dan juga tidak terancam sebelumnya.

2.2.4.3.3. Pembayaran Kas Kecil Pembayaran melalui kas kecil dilakukan untuk suatu hal sebaga berikut:

1. Pengeluaran kas kecil biasanya telah ditentukan batas maksimal setiap terjadi pengeluaran.

2. Pengeluaran tidak diperbolehkan untuk pemberian pinjaman (utang) kepada staf.

3. Bukti pengeluaran kas kecil harus ditandatangani oleh bagian pemegang dana kas kecil.

4. Apabila ada bukti pembayaran, semisal kuintansi, faktur atau bukti pendukung yang lain harus dilampirkan juga pada bukti pengeluaran kas.

2.2.4.4. Fungsi yang Terkait dalam sistem akuntansi pengeluaran kas

1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

Misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas, fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi pencatatan utang. Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan.

2. Fungsi pencatatan utama

Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek

25

yang tercantum dalam dokumen tersebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan validitas dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar.

3. Fungsi keuangan.

Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab untuk mengisi cek, meminta otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.

4. Fungsi akuntansi biaya

Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.

5. Fungsi akuntansi umum

Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.

6. Fungsi audit intern

Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan perhitungan kas (cash count) secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (akun kas dalam buku besar). Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodik.

2.2.4.3.5. Dokumen-dokumen yang digunakan

1. Bukti Pembayaran Dokumen ini merupakan bukti penerimaan kas yang diterima oleh fungsi kas, bagian keuangan, dan konsumen sebagai pendukung faktur penjualan

tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan.

26

2. Bukti Setor bank Dokumen ini merupakan bukti bahwa kas yang diterima oleh fungsi kas telah disetorkan ke rekening bank oleh bagian keuangan.

2.2.4.6. Prosedur yang dilaksanakan

Sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek yang tidak memerlukan permintaan cek, terdiri dari jaringan prosedur berikut :

1. Bagian kassa ( bendahara ) menerima dokumen pendukung dari pihak yang mengajukan permintaan pengeluaran kas dengan cek

2. Berdasarkan dokumen pendukung tersebut bagian kasa ( bendahara ) membuat bukti pengeluaran bank yang jumlahnya disesuaikan dengan bagian pembelian terhadap harga beli.

3. Bagian akuntansi menerima laporan kas harian.

27

Flowchart Pengeluaran Kas

27 Flowchart Pengeluaran Kas Sumber : http://aldotaldi.blogspot.com

28

Job Description dari masing-masing bagian dalam proses pengeluaran kas, yaitu:

1. Supplier

Menerima surat utang

Memeriksa surat utang dengan arsip

Memberi tanda bukti lunas

2. Bagian Pembelian

Mengecek utang yang belum dibayar

Membuat surat utang

Membuat laporan

3. Pimpinan

Menerima laporan

2.2.4 Sistem Pengendalian Intern

Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisai, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjadi kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Dengan adanya internal kontrol maka kinerja dari masing-masing bagian dapat efisien. Berikut ini beberapa pengertian tentang sistem pengendalian intern menurut para ahli yang menerangkan tentang sistem pengendalian intern :

1. Menurut Sukrisno Agoes (2008:79), “Pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan, seperti keandalan laporan keuangan,

29

efektifitas dan efisiensi operasi, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.”

2. Menurut COSO (2008), “Pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan”.

3. Menurut Romney dan Steinbart (2009:229), “Pengendalian Internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.”

4. Menurut Mulyadi (2010), “Pengendalian Internal meliputi struktur organisasi metode dan prosedur yang dikoordinasikan dan diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk mengamankan harta milik perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansinya, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhnya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan sebelumnya”.

5. Menurut Tuankotta, (2013) bahwa, “Pengendalian internal dirancang, diimplementasi, dan dipelihara oleh pemilik perusahaan, manajemen, dan karyawan untuk menangani resiko bisnis dan resiko kecurangan yang diketahui mengacam pencapaian tujuan entitas, seperti pelaporan keuangan yang andal. Oleh karena itu keandalan struktur pengendalian internal merupakan salah satu faktor penentu keandalan laporan keuangan”.

6. Menurut V. Wiratna Sujarweni dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi” (2014). “Sistem pengendalian intern adalah suatu sistem yang dibuat untuk memberi jaminan keamanan bagi unsur-unsur yang ada dalam perusahaan”.

Berdasarkan definisi dari berbagai para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa “Sistem pengendalian internal adalah sistem, struktur atau prosedur yang

30

saling berhubungan memiliki beberapa tujuan pokok yaitu menjaga kekayaan

organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi yang

dikoordinasikan sedemikian rupa, dan mendorong dipatuhinya kebijakan hukum

dan peraturan yang berlaku untuk melaksanakan fungsi utama perusahaan.

2.2.5.1. Komponen Pengendalian Internal

Pengendalian internal yang baik harus memenuhi beberapa kriteria atau unsur-unsur. Menurut Sukrisno Agoes (2008:80), Pengendalian internal terdiri dari lima komponen yang saling berkaitan. Lima komponen pengendalian internal tersebut adalah :

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Merupakan suatu suasana organisasi, yang mempengaruhi kesadaran akan suatu pengendalian dari sikap orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan suatu fondasi dari semua komponen pengendalian internal lainnya yang bersifat disiplin dan berstruktur.

Mengidentifikasikan 7 faktor penting untuk sebuah lingkungan pengendalian, antara lain :

a. Komitmen kepada integritas dan nilai etika

b. Filosofi dan gaya operasi manajemen

c. Struktur organisasi

d. Komite audit

e. Metode penerapan wewenang dan tanggung jawab

f. Praktik dan kebijakan tentang sumber daya manusia

g. Pengaruh eksternal

2. Penilaian Resiko (Risk Assessment) Merupakan suatu kebijakan dan prosedur yang dapat membantu suatu perusahaan dalam meyakinkan bahwa tugas dan perintah yang diberikan oleh manajemen telah dijalankan.

3. Aktivitas Pengendalian (Control Activities) Merupakan suatu kebijakan dan prosedur yang dapat membantu suatu perusahaan dalam meyakinkan bahwa tugas dan perintah yang diberikan oleh manajemen telah dijalankan.

4. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication) Merupakan pengidentifikasian, penangkapan dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan kerangka waktu yang membuat orang mampu melaksanakan tanggung jawabnya.

31

5. Pemantauan (Monitoring)

Merupakan suatu proses yang menilai kualitas kerja pengendalian internal pada suatu waktu. Pemantauan melibatkan penilaian rancangan dan pengoperasian pengendalian dengan dasar waktu dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

2.2.5.2. Tujuan Sistem Pengendalian Internal

Menurut Arens & Loebbecke (2009:258) Manajemen dalam merancang struktur

pengendalian intern mempunyai kepentingan-kepentingan sebagai berikut:

1. Keandalan Laporan Keuangan

Manajemen perusahaan bertanggung jawab dalam menyiapkan laporan

keuangan bagi investor, kreditor dan pengguna lainnya. Manajemen

mempunyai kewajiban hukum dan profesional untuk menjamin bahwa

informasi telah disiapkan sesuai standar laporan, yaitu prinsip akuntansi yang

berlaku umum.

2. Mendorong efektifitas dan efisiensi operasional

Pengendalian dalam suatu organisasi adalah alat untuk mencegah kegiatan

dan pemborosan yang tidak perlu dalam segala aspek usaha, dan untuk

mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak efektif dan efisien.

3. Ketaatan pada hukum dan peraturan

Pengendalian internal yang baik tidak hanya menyediakan seperangkat

peraturan lengkap dan sanksinya saja. Tetapi pengendalian internal yang baik,

akan mampu mendorong setiap personal untuk dapat mematuhi peraturan yang

sudah ditetapkan dan berkaitan erat dengan akuntansi contohnya adalah

Undang-Undang (UU) Perpajakan dan Undang-Undang (UU) Perseroan

Terbatas.

2.2.5.3. Pengendalian Intern Penerimaan

32

Pengendalian intern kas adalah penting agar dapat melindungi kas dari kemungkinan yang merugikan, dapat menciptakan, dan akuntansi yang akurat. Efisiensi penggunaan kas dan ditaatinya prosedur atau rencana rencana yang telah ditetapkan. Tujuan pengendalian intern atas kas melindungi kas dari hal hal yang dapat merugikan, selain itu juga data akuntansi mengenai kas dapat diandalkan juga peningkatan, penggunaan kas, dan ditaatinya prosedur, kebijakan, dan pengelolaan kas. Sistem akuntansi penerimaan kas digunakan dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional yang diperlukan oleh perusahaan.

Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas dari pendapatan mengharuskan :

1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukam internal check.

2. Penerimaan kas dari pendapatan tunai dilakukan melalui transaksi kartu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan penerimaan kas.

2.2.5.3.1. Ciri pengendalian intern atas transaksi penerimaan kas

Berikut ini beberapa ciri pengendalian intern yang baik atas transaksi penerimaan kas:

a. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab yang menerima kas dengan yang melakukan pencatatan, memberikan otorisas atas penerimaan kas.

b. Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank di buat setiap bulan dan harus ditelaah (direview) oleh kepala bagian akuntansi.

33

d. Uang kas harus disimpan ditempat yang aman.

e. Uang kas harus dikelola dengan baik, dalam arti jangan dibiarkan

menganggur atau terlalu banyak disimpan di rekening giro karena tidak

memberikan hasil yang optimal.

f. Jika ada uang kas yang menganggur sebaiknya disimpan dalam deposito

berjangka atau dibelikan surat berharga yang sewaktu waktu bisa

diuangkan sehingga bisa menghasilkan penerimaan kas lain.

g. Digunakan formulir yang bernomor urut tercetak.

2.2.5.4. Pengendalian Intern Pengeluaran Kas

Prosedur pengeluaran kas perlu dirancang sedemikian rupa sehingga hanya pengeluaran-pengeluaran yang telah disetujui dan betul-betul untuk kegiatan perusahaan saja yang dicatat dalam pembukuan perusahaan. Pada dasarnya untuk dapat menghasilkan sistem pengendalian yang baik, prosedur pengeluaran kas harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Semua pengeluaran dilakukan dengan cek, pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah kecil dilakukan melalui dana kas kecil.

2. Semua pengeluaran kas harus memperoleh persetujuan dari yang

berwewenang terlebih dahulu.

3. Adanya pemisahan tugas. Tujuan dilakukannya pemisahan fungsi adalah untuk mencegah seseorang secara penuh melakukan sebuah transaksi dan yang efektif harus menciptakan kondisi yang sulit atau tidak memungkinkan bagi seseorang untuk mencuri kas atau aktiva lainnya.

2.2.5.4.1. Fungsi terkait sistem pengeluaran kas menggunakan cek

Menurut Mulyadi (2010:513), fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem

pengeluaran kas menggunakan cek adalah sebagai berikut:

1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

2. Fungsi kas.

34

4. Fungsi pemeriksaan internal.

2.2.5.4.2. Unsur-unsur pengendalian intern pengeluaran kas

Unsur-unsur

pengendalian

intern

yang

baik

dalam pengeluaran

kas

adalah sebagai berikut (Mulyadi, 2010: 516-522) :

1. Organisasi

a. Fungsi penyimpanan kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.

b. Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilaksanakan sendiri oleh bagian keuangan sejak awal hingga akhir, tanpa campur tangan pihak lain.

2. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

a. Pengeluaran

kas

berwewenang.

harus

mendapatkan

otorisasi

dari

pejabat

yang

b. Pembukuan dan penutupan rekening bank harus mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwewenang.

c. Pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas harus didasarkan bukti kas keluar yang telah mendapatkan otorisasi dari pejabat yang berwewenang

d. dan dilampirkan dengan dokumen lengkap.

3. Praktik yang Sehat

a. Saldo kas harus dilindungi dari kemungkinan penggunaan yang tidak semestinya.

b. Dokumen dasar dari pendukung transaksi pengeluaran kas harus dibubuhi cap LUNASoleh bagian keuangan setelah transaksi pengeluaran kas dilakukan.

c. Penggunaan rekening Koran bank (bank statement), yang merupakan informasi dari pihak ketiga untuk mengecek ketelitian catatan kas oleh

35

fungsi pemeriksaan intern (internal audit function) yang merupakan fungsi yang tidak terlibat dalam pencatatan dan penerimaan kas.

a. Semua pengeluaran kas harus dilakukan dengan cek atas nama perusahaan penerima pembayaran atau dengan pemindahan bukuan.

b. Jika pengeluaran hanya menyangkut jumlah yang kecil, pengeluaran ini melalui sistem dana kas kecil, yang akuntansinya diselenggarakan dengan imprest system.

c. Secara periodik diadakan pencocokan jumlah fisik kas yang ada di tangan dengan jumlah kas menurut catatan akuntansi.

d. Kas yang ada di tangan (cash in safe) dan kasa dalam perjalanan (cash in transit) diasuransikan dari kerugian.

e. Kasir diasuransikan (fidelity bond insurance).

f. Kasir dilengkapi dengan alat-alat yang mencegah pencurian terhadap kas yang ada di tangan (misalnya mesin registrasi kas, almari besi, dan strong room).

g. Semua nomor cek harus dipertanggungjawabkan oleh Bagian Kasa.

4. Karyawan yang berpotensi

a. Seleksi

calon

pekerjaannya.

karyawan

berdasarkan

persyaratan

yang

dituntut

oleh

b. Pengembangan pendidikan karyawan selama karyawan menjadi karyawan perusahaan, sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaannya.

36

BAB III

Prosedur Penelitian

3.1. Objek dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di TK. Tunas Sandang yang berlokasi Jl. Igusti Ngurahrai, Komplek Sandang Jakarta Timur, sedangkan waktu penelitian dilaksanakan selama kurang lebih ( + ) 6 bulan mulai Januari 2015 sampai dengan bulan juni 2015.

3.2. Strategi dan Metode Penelitian

Metode dalam penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengertian kualitatif menurut wikipedia adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Dengan demikian arti atau pengertian penelitian kualitatif tersebut adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti merupakan instrumen.

Berdasarkan dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian Data kualitatif adalah data yang bersumber dari lokasi penelitian yang diperoleh melalui wawancara dan tanya jawab dengan karyawan atau bagian yang terkait dengan objek penelitian serta penelitian secara langsung mengenai pengelolaan Penerimaan kas masuk dan keluar di TK. Tunas Sandang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Observasi, Observasi yaitu dengan

37

mengunjungi langsung TK. Tunas Sandang dan melakukan pengamatan terhadap aktivitas TK. Tunas Sandang untuk mendapatkan data-data yang diperlukan terutama pada aktivitas Pengelolan kas masuk dan kas keluar.

3.3. Unit Analisis Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian ini, maka unit yang dianalisis adalah TK. Tunas Sandang. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah berupa data sekunder yang diperoleh dengan melaksanakan penelitian lapangan dan penelitian kepustakan.

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa dokumen- dokumen serta catatan-catatan yang berkaitan dengan masalah penelitian. Data sekunder diperoleh melalui sampling atas dokumen-dokumen tertulis, seperti :

a. Laporan keuangan

b. Sistem operasional dan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas milik TK. Tunas Sandang, Serta melalui penelitian kepustakan yaitu dengan mempelajari, meneliti, mengkaji dan menelaah literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

Unit analisis data dalam peneliti ini adalah tata usaha dan bendahara sekolah yang berhubungan dengan sistem pengelolaan kas masuk dan kas keluar pada Tk. Tunas Sandang.

3.4. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data untuk mendapatkan keterangan yang diperlukan, antara lain melalui :

1.

Observasi Observasi yaitu dengan mengunjungi langsung perusahaan atau lembaga pendidikan dan melakukan pengamatan terhadap aktivitas

38

perusahaan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan terutama pada aktivitas pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas pada lembaga pendidikan.

2. Wawancara Wawancara yaitu melakukan komunikasi langsung terhadap karyawan TK. Tunas Sandang, khususnya pada bagian Tata Usaha dan Bendahara untuk mendapatkan data yang sesuai dengan variable penelitian ini.

3. Dokumentasi Dokumentasi yaitu suatu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara menggunakan dokumen-dokumen yang tersedia sumber informasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Teknik dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan dokumen yang tersedia sebagai sumber informas untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

3.5. Metode Analisis Data

3.5.1. Analisis Data Penelitian

Berdasarkan data yang dikumpul maka data tersebut akan dianalisa dengan menggunakan metode sebagai berikut :

1.Metode analisis data kualitatif

Data kualitatif adalah Data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan. Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.

3.5.2. Pengolahan dan Penyajian Data

39

Data

yang

diperoleh

kemudian

disajikan

secara

deksriptif

kualitatif.

Sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan, diteliti

kemudian dijelaskan mengenai prosedur-prosedur yang membentuk sistem penerimaan dan pengeluaran kas serta dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem tersebut.

Data-data mentah dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan akan diolah terlebih dahulu agar dapat dikemas menjadi suatu informasi untuk membantu membuat kesimpulan.

40

BAB IV

HASIL-HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1. Sejarah dan Profil Perusahaan

TK. Tunas Sandang merupakan salah satu sekolah pendidikan usia anak dini yang berada di Jakarta Timur. Pada saat itu pendidikan usia anak dini belum berkembang seperti sekarang, pendidikan usia anak dini belum dianggap penting bagi masyarakat sekitar. Padahal pendidikan usia dini sangat mempengaruhi dalam tumbuh kembangnya anak. Pada tahun 1988 Yayasan Sandang Utama yang di motori oleh Bapak Alm. Toha Zarkasih, Bapak Achmad Sukardi, Alm. Rahmat Subani, Kolonel Darmansyah dan Alm. Isa Anwari sepakat untuk mendirikan Taman Kanak-kanak di daerah Komplek Sandang. TK. Tunas Sandang merupakan salah satu Taman Kanak-kanak yang berbasis islam. Dimana setiap kegiatan di sertakan unsur agama didalamnya dan menempati ruang serba guna Masjid AL-IKHSAN. Pada awal berdiri TK. Tunas Sandang hanya memiliki dua (2) guru dimana masing-masing memegang kelas A dan kelas B.

Pada tahun 1997 TK. Tunas Sandang memanfaatkan tanah Yayasan Sandang Utama untuk membangun sebuah gedung. TK. Tunas Sandang memiliki fasilitas ruangan kelas, ruang kepala sekolah, kamar mandi dan taman bermain untuk siswa kanak-kanak. TK. Tunas Sandang tidak hanya meningkatkan swadaya, akan tetapi memperhatikan sumber daya manusia dalam hal ini adalah pendidik. Pendidik diwajibkan untuk bergelar sarjana pendidikan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dalam pengajaran dan meningkatkan daya saing antar Taman Kanak-kanak. TK. Tunas Sandang bertanggungjawab atas biaya pendidikan yang ditempuh oleh karyawan yang belum memiliki gelar sarjana, supaya pendidik berkualitas dalam mengajar anak didiknya.

41

Pada tahun 2000 TK. Tunas Sandang menambah satu kelas Kelompok Bermain dan menambah ruang ekstrakulikuler. Pada saat ini TK. Tunas Sandang memiliki tiga (3) kelas, yang pertama Kelompok Bermain (KB) dari umur (3-4 tahun ), yang kedua Kelas A dari umur (4-5 tahun), Kelas B dari umur (5-6 tahun), Dan memiliki beberapa ekstrakulikuler seperti : ekstrakulikuler mewarnai, drumband, dan menari. Saat kini telah berkembang menjadi salah satu Taman Kanak-kanak yang berprestasi dimana prestasi yang di raih seperti, juara dalam beberapa perlombaan diantaranya : lomba mewarnai tingkat wilayah Jakarta Timur, lomba tari tradisional tingkat wilayah jakarta timur, dan lomba drumband tingkat wilayah Jakarta Timur.

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

TK. Tunas Sandang mempunyai visi dan misi sebagai berikut:

a. Visi Dengan semangat yang tinggi melalui proses pembalajaran bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain dapat menumbuh kembangkan insan yang ceria, cerdas, mandiri dan kreatif serta memiliki moral yang luhur dan berwawasan nasional.

b. Misi

1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas, bermutu dan bermoral dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan integritas pribadi

2. Mewujudkan insan yang ceria, cerdas, mandiri dan kreatif serta sehat,

modern, disiplin dan dapat bertanggung jawab

3. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih dan indah

4. Menjadikan sekolah yang berkualitas dalam bidang pendidikan

42

TK. Tunas Sandang dibawah asuhan Yayasan Sandang Utama merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang jasa pendidikan Taman Kanak- kanak.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan khususnya pendidikan usia anak dini. Dimana perusahaan mempunyai hasrat atau sebuah keinginan yang lebih baik lagi untuk dunia pendidikan. Perusahaan bertekad untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia khususnya dunia pendidikan usia anak dini. Tujuan ini menginginkan mencerdaskan anak bangsa untuk siap terima dan bersaing didunia pendidikan. TK. Tunas Sandang memiliki kegiatan usaha seperti :

1. Mencari strategi terbaik untuk merancang mata pelajaran sehingga murid- murid tidak bosan dalam melaksanakan belajar mengajar.

2. Mencari cara-cara supaya anak tidak mudah jenuh dalam kegiatan belajar mengajar.

3. Memilih tema pendidikan yang unik, supaya anak merasa tertarik dalam kegiatan belajar mengajar

4.1.4. Struktur Organisasi

Setiap perusahaan memiliki struktur yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan jenis usaha yang dijalankan. Struktur organisasi dalam suatu perusahaan memiliki peranan yang penting dalam menjalankan aktivitas perusahaan sehari-hari, karena adanya struktur organisasi yang baik maka fungsi- fungsi manajemen dapat dijalankan dengan baik pula sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Struktur organisasi TK. Tunas Sandang sudah tersusun berdasarkan fungsi masing-masing bagian. Bagian-bagian tersebut telah mempunyai hak dan tanggung jawabnya. Struktur organisasi tersebut dibuat untuk memetakan pekerjaan yang terdapat dalam TK. Tunas Sandang. Struktur sangat dibutuhkan untuk mempermudah dalam mengetahui tugas masing-masing karyawan, mengetahui tanggung jawab serta wewenang setiap unit kerja. Mereka juga

43

diwajibkan menguasai bagianya, sehingga dalam memberi informasi dan melayani para pelanggan, mereka dapat bertindak secara profesional dan handal.

44

YAYASAN SANDANG UTAMA

KETUA H. Royadi S.E SEKRETARIS BENDAHARA Ir. Poniman H. Roasdiani S.E TK TUNAS SANDANG KEPALA
KETUA
H. Royadi S.E
SEKRETARIS
BENDAHARA
Ir. Poniman
H. Roasdiani S.E
TK TUNAS SANDANG
KEPALA SEKOLAH
Mardiyanti Spd.
BENDAHARA SEKOLAH Erni Royadi S.E
BENDAHARA
SEKOLAH
Erni Royadi S.E
GURU Mariam Spd.
GURU Mariam Spd.
GURU

GURU

Mariam Spd.

Mariam Spd.

GURU Nurdimah Spd.
GURU Nurdimah Spd.
GURU

GURU

Nurdimah Spd.

Nurdimah Spd.

GURU Nr. Yuliani Spd.
GURU Nr. Yuliani Spd.
GURU

GURU

Nr. Yuliani Spd.

Nr. Yuliani Spd.

GURU Hudaunah Spd.
GURU Hudaunah Spd.
GURU

GURU

Hudaunah Spd.

Hudaunah Spd.

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Yayasan Sandang Utama

45

4.1.4.1. Job Description Berikut ini akan diuraikan job description pada TK. Tunas Sandang :

1. Ketua Yayasan

Mengontrol seluruh aktivitas staff pengajar

Melakukan kajian atas program atau draft dari dewan guru

Memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh dewan guru

Mengontrol bagaimana sistem pengajaran yang ada di TK. Tunas Sandang

Mengawasi jalannya pendidikan

Bertanggung jawab penuh atas kepengurusan TK. Tunas Sandang

2. Sekretaris Yayasan

Berkaitan dengan surat menyurat

Melakukan agenda dan penataan persuratan

Membuat undangan untuk pertemyan atau keperluan lain

Membuat program penerimaan siswa baru

Mengadakan hubungan atau kerjasama keluar

Melakukan dokumentasi setiap kegiatan dan kearsipan

3. Bendahara Yayasan

Membuat laporan keuangan

Mengatur keluar masuknya uang yayasan

Menyetorkan uang terhadap Ketua yayasan

Menyediakan keuangan berdasarkan kebutuhan

Mengelola dan mengembangkan keuangan yayasan

Melaporkan seluruh program dan hasil kerjanya kepada ketua yayasan

Mengontrol setoran uang dari unit ke yayasan

Memberikan honor pada para karyawan TK. Tunas Sandang

Menyusun anggaran yang diperlukan selama setahun

46

4. Kepala Sekolah

Memahami semua peraturan dan pendoman yang berhubungan dengan sekolah, baik yang diproduksi oleh pemerintah, pemilik sekolah

Mengatur situasi didalam lingkungan sekolah

Mengendalikan kegiatan kelompok

Mengembangkan kegiatan-kegiatan (ekstrakulikuler)

Mengadakan evaluasi atas semua kegiatan dan jasa sekolah untuk peningkatan mutu berkelanjutan

Mengawasi pemeliharaan semua sarana fisik serta perlengkapan sekolah

Mengkoordinasikan pengadaan alat-alat administrasi kelas yang diperlukan para guru

Memberikan laporan berkala kepada atasan (yayasan) atau pihak-pihak terkait dengan sekolah, tentang semua kegiatan yang ada disekolah

Memeriksa daftar hadir guru

5. Bendahara Sekolah

Membuat laporan keuangan

Menyetorkan uang terhadap Bendahara yayasan

Meminta dana operasional sekolah terhadap bendahara yayasan

Menyediakan keuangan berdasarkan kebutuhan

Mendistribusikan keuangan berdasarkan kebutuhan

6. Guru-Guru

Melakukan proses belajar mengajar dikelas tepat waktu

Mendidik siswa menjadi terampil, mandiri

Mengecek kehadiran siswa dikelas

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian

4.2.1. Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas

47

4.2.1.1. Sistem Pengelolaan Penerimaan Kas

Pengelolaan sistem akuntansi penerimaan kas bersumber dari penjualan jasa yang dilakukan secara tunai. Transaksi yang dilakukan TK. Tunas Sandang masih menggunakan sistem manual, dimana penerimaan yang didapat masih secara tunai. Penerimaan kas yang di dapat sekolah diperoleh dari penerimaan harian, bulanan dan penerimaan tahunan. Penerimaan bulanan yang didapat adalah penerimaan dari pembayaran Surat Persetujuan Pembayaran (SPP) dan Pembayaran ekstrakulikuler. Penerimaan dari pembayaran SPP murid atau wali murid yang dilakukan setiap hari yang diterima oleh kepala sekolah, lalu murid atau wali murid menerima bukti pembayaran berupa kartu bayaran yang dipegang murid atau wali murid untuk sebagai bukti. Kemudian kepala sekolah setiap bulan memberikan laporan harian SPP ke bendahara sekolah setiap bulannya dan oleh bendahara sekolah dibuat laporan bulanan, laporan penerimaan bulanan di rangkap menjadi dua, yang terdiri dari dokumen laporan penerimaan bulanan asli, dokumen laporan penerimaan bulanan tembusan pertama dan tembusan kedua. Dokumen laporan penerimaan bulanan yang asli di arsipkan oleh bendahara sekolah, sedangkan tembusan dokumen laporan penerimaan bulanan pertama, di berikan ke kepala sekolah untuk arsip dokumen yang di simpan disekolah, lalu tembusan yang kedua di berikan ke bendahara yayasan. Setelah menerima dokumen laporan penerimaan kas, bendahara yayasan membuat laporan tahunan. Dokumen laporan penerimaan tahunan yang telah dibuat oleh bendahara yayasan di rangkap menjadi dua, yang terdiri dari dokumen laporan penerimaan tahunan asli, dokumen laporan penerimaan tahunan tembusan pertama dan tembusan kedua. Dokumen laporan penerimaan kas tahunan tembusan pertama, diberikan ke kepala sekolah untuk di arsipkan di sekolah, lalu dokumen laporan penerimaan kas tahunan tembusan kedua diberikan ke pimpinan atau ketua yayasan dan yang asli di arsipkan. Sedangkan pembayaran ekstrakulikuler yang dilakukan setiap hari yang diterima oleh kepala sekolah, lalu murid atau wali murid menerima bukti pembayaran berupa kuitansi bayaran yang dipegang murid atau wali murid untuk sebagai bukti pembayaran. Kemudian kepala sekolah setiap bulan memberikan bukti harian ekstrakulikuler ke bendahara sekolah setiap bulannya dan oleh bendahara sekolah dibuat laporan bulanan, laporan penerimaan

48

bulanan di rangkap menjadi dua, yang terdiri dari dokumen laporan penerimaan bulanan asli, dokumen laporan penerimaan bulanan tembusan pertama dan tembusan kedua. Dimana dokumen laporan penerimaan bulanan yang asli di arsipkan oleh bendahara sekolah. Sedangkan dokumen laporan penerimaan bulanan tembusan pertama diberikan ke kepala sekolah dan tembusan dokumen laporan penerimaan bulanan yang kedua di berikan bendahara yayasan. Setelah diberikan bendahara yayasan, bendahara memberikan tembusan dokumen laporan penerimaan estrakulikuler ke pimpinan atau ketua Yayasan

Penerimaan Kas TK. Tunas Sandang yang tahunan di dapat dari Pembayaran PMB ( Penerimaan Murid Baru ) yang diterima setiap tahunnya. Penerimaan kas yang di dapat berupa penerimaan dari pembayaran PMB, pembayaran pendaftaran ulang dan pembayaran fomulir. Pembayaran PMB dilakukan murid atau wali murid setiap tahun secara kredit, yang dapat di angsur selama dua kali atau satu tahun ajaran. Pembayaran yang dilakukan murid atau wali murid diterima oleh kepala sekolah untuk di catat ke buku penerimaan kas yang di dapat oleh murid. lalu kepala sekolah memberikan catatan pembayaran PMB ke bendahara sekolah. Setelah itu bendahara sekolah membuat laporan penerimaan PMB, lalu laporan penerimaan PMB di rangkap menjadi dua. Dimana dokumen laporan penerimaan PMB yang asli di arsipkan oleh bendahara sekolah, sedangkan tembusan dokumen laporan penerimaaan PMB yang pertama di berikan ke kepala sekolah dan dokumen laporan penerimaan PMB yang kedua di berikan bendahara yayasan. Laporan penerimaan PMB yang diterima yayasan lalu diperiksa dan di buat laporan penerimaan PMB untuk pimpinan atau ketua yayasan. Sedangkan pembayaran pendaftaran ulang yang dilakukan murid lama atau murid yang naik kelas dengan cara mengisi fomulir daftar ulang, yang diberikan kembali ke sekolah untuk di data, dan pembayaran pendaftaran ulang dilakukan dengan cara tunai, yang di berikan kepada kepala sekolah atau dengan bantuan beberapa guru. Setelah itu kepala sekolah mencatat penerimaan pendaftaran ulang dan diberikan kepada bendahara sekolah. bendahara sekolah bertugas untuk membuat laporan penerimaan dari daftar ulang, yang di rakap mejadi dua. Dokumen laporan penerimaan daftar ulang tembusan pertama di berikan ke kepala sekolah, sedangkan dokumen laporan penerimaan daftar ulang

49

tembusan kedua diberikan ke bendahara yayasan, dan dokumen laporan penerimaan daftar ulang yang asli di arsipkan. Penerimaan lainnya adalah dari pembayaran fomulir yang dilakukan murid baru yang ingin bergabung dengan sekolah. pembayaran fomulir dilakukan murid atau wali murid ketika pendaftaran murid baru, fomulir tersebut di isi dan dikembalikan kembali ke kepala sekolah untuk di arsipkan. Setelah di catat penerimaan pembayaran dari fomulir, kepala sekolah memberikan data tersebut kepada bendahara sekolah untuk dibuat laporan penerimaan murid tersebut, setelah dibuat laporan penerimaannya, bendahara sekolah merakap dokumen tersebut sebanyak dua, dimana, tembusan penerimaan pertama diberikan kepada kepala sekolah, dan tembusan penerimaan kedua diberikan ke yayasan untuk di data sebagai pemasukan murid dan bendahara yayasan .

Bendahara Yayasan bertugas menginput rekap data bulanan yang diberikan bendahara sekolah setiap bulannya untuk dibuat laporan penerimaan sekolah tahunan. Laporan penerimaan tersebut direkap sebanyak dua, dimana tembusan pertama diberikan kepada kepala sekolah untuk di simpan, sedangkan tembusan kedua diberikan ke pimpinan untuk di periksa dan di cek. Lalu dokumen yang asli di arsipkan oleh bendahara yayasan.

50

50 Diagram 4.1 Penerimaan Kas SPP Penerimaan Kas SPP pada TK. Tunas Sandang tidak sepenuhnya berjalan

Diagram 4.1 Penerimaan Kas SPP

Penerimaan Kas SPP pada TK. Tunas Sandang tidak sepenuhnya berjalan lancar, dimana pada tahun ajaran 2011-2012 TK. Tunas Sandang mengalami masalah dalam penerimaan kas . Penerimaan yang di peroleh dari Kelompok bermain sebesar 72% , Kelas A 86%, Kelas B1 87%, dan Kelas B2 sebesar 84%. Pada Ajaran 2012-2013 TK. Tunas Sandang Mengalami Peningkatan dalam penerimaan kas dimana Penerimaan yang di peroleh dari Kelompok bermain sebesar 73% , Kelas A 89%, Kelas B1 92%, dan Kelas B2 sebesar 82%. Namun pada tahun ajaran 2013-2014 TK. Tunas Sandang Mengalami Penurunan Penerimaan kas yang di peroleh dari Kelompok bermain sebesar 71% , Kelas A 87%, Kelas B1 81%, dan Kelas B2 sebesar 85%.

51

Flowchart Penerimaan Kas dari PMB

Murid Kepala Sekolah Bendahara Sekolah 2 Mulai Bukti Kas Masuk Surat bukti Mengisi lunas fomulir
Murid
Kepala Sekolah
Bendahara Sekolah
2
Mulai
Bukti Kas
Masuk
Surat bukti
Mengisi
lunas
fomulir
MSBL
Membayar
Membuat
PMB
LPMB Membuat
LPMB
Surat bukti
Bukti Kas
Masuk
Lunas
Laporan PMB
1
2
A
A
A
Surat bukti
lunas

MSBL : Membuat Surat Bukti Lunas

LPMB : Laporan Penerimaan Murid Baru

52

Bendahara Yayasan A Laporan PMB Mengecek LPMB Laporan PMB Setelah di cek B
Bendahara Yayasan
A
Laporan PMB
Mengecek
LPMB
Laporan PMB
Setelah di cek
B
Ketua Yayasan B Laporan PMB Setelah di cek SELESAI
Ketua Yayasan
B
Laporan PMB
Setelah di cek
SELESAI

Gambar Flowchart 4.2

53

Job Description dari Masing-masing bagian dalam proses penerimaan kas yaitu :

1. Murid

Mengisi fomulir

Membayar PMB

Menerima Bukti Kas Masuk

2. Kepala Sekolah

Menerima Bukti Kas Masuk

Membuat Surat Bukti Kas Masuk

Mengirim Surat Bukti Lunas

3. Bendahara Sekolah

Menerima Surat Bukti Lunas

Membuat Laporan Penerimaan Murid Baru

Mengirim Laporan Penerimaan Murid Baru

4. Bendahara Yayasan

Menerima Laporan Penerimaan Murid Baru

Mengecek Laporan Penerimaan Murid Baru

Mengirim Laporan Penerimaan Murid Baru yang sudah di cek

5. Ketua Yayasan

Menerima Laporan Penerimaan Murid Baru yang sudah di cek

54

Flowchart Penerimaan Kas dari SPP

Murid

Kepala Sekolah

Mulai

Membayar SPP Bukti Kas Masuk
Membayar
SPP
Bukti Kas
Masuk
1 Surat bukti lunas
1
Surat bukti
lunas
Bukti Kas Masuk
Bukti Kas
Masuk
MSBL Surat bukti Lunas 2 A
MSBL
Surat bukti
Lunas
2
A

Bendahara Sekolah

2
2
Surat bukti lunas Membuat LPMB Membuat LSPP Laporan SPP bulanan A A
Surat bukti
lunas
Membuat
LPMB Membuat
LSPP
Laporan SPP
bulanan
A
A

MSBL : Membuat Surat Bukti Lunas

LSPP : Laporan Surat Persetujuan Perjanjian

55

Bendahara Yayasan A Laporan SPP bulanan Mengecek LSPP bulanan Membuat LSPP Tahunan
Bendahara Yayasan
A
Laporan SPP
bulanan
Mengecek
LSPP bulanan
Membuat
LSPP Tahunan
Laporan SPP Tahunan B A
Laporan SPP
Tahunan
B
A
Ketua Yayasan B Laporan SPP Tahunan SELESAI
Ketua Yayasan
B
Laporan SPP
Tahunan
SELESAI

Gambar Flowchart 4.3

56

Job Description dari Masing-masing bagian dalam proses penerimaan kas yaitu :

1. Murid

Membayar SPP

Menerima Bukti Kas Masuk

2. Kepala Sekolah

Menerima Bukti Kas Masuk

Membuat Surat Bukti Kas Masuk

Mengirim Surat Bukti Lunas

3. Bendahara Sekolah

Menerima Surat Bukti Lunas

Membuat Laporan SPP bulanan

Mengirim Laporan SPP bulanan

4. Bendahara Yayasan

Menerima Laporan SPP bulanan

Mengecek Laporan SPP bulanan

Membuat Laporan SPP tahunan

Mengirim Laporan SPP tahunan

5. Ketua Yayasan

Menerima Laporan SPP tahunan

57

4.2.1.2. Sistem Pengelolaan Pengeluaran Kas

pengelolaan pengeluaran kas yang dilakukan di TK. Tunas Sandang bersumber dari penerimaan kas yang di dapat setiap bulan dan setiap tahunnya. Pengelolaan pengeluaran kas dilakukan setiap bulan dan tahunan. Aktivitas pengeluaran kas yang dilakukan di sekolah di kelola oleh yayasan di mana yayasan bertanggungjawab atas alur jalannya perputaran uang. Uang yang diperoleh dari penerimaan kas di kelola langsung oleh yayasan, pihak sekolah hanya diberikan sesuai kebutuhan. Ketika pihak sekolah memerlukan dana untuk sesuatu hal contohnya pembayaran yang tak terduga, maka pihak sekolah melakukan permohonan melalui surat permohonan dana yang diperlukan. Lalu pihak yayasan akan mengkaji dana yang di minta pihak sekolah dan memberikan kepada pihak sekolah.

Pengeluaran rutin bulanan yang dilakukan oleh TK. Tunas Sandang Seperti:

1. pembayaran honor guru dan Office Boy (OB)

2. Uang makan murid dan guru

3. pembayaran listrik dan telepon

4. pembayaran kebersihan.

Pengluaran bulanan yang tidak rutin dilakukan oleh TK. Tunas Sandang seperti:

1. Kegiatan Ekstra guru atau murid

2. Biaya Sekretariat

3. Kegiatan Sosial

4. Makan atau minum karyawan dan guru

5. Lain-lain

Pengeluaran yang dilakukan TK. Tunas Sandang tahunan dilakukan pada saat Penerimaan Murid Baru (PMB), dimana pengeluaran dilakukan untuk pembelian beberapa kebutuhan-kebutuhan untuk murid baru berikut ini adalah Pengeluaran Tahunan yang dilakukan oleh TK. Tunas Sandang Seperti :

1. Seragam Sekolah

58

3. Buku Paket Sekolah

4. Iuran Kas Gugus atau PGRI

5. Biaya Promosi

6. Kebutuhan Ajaran Baru

7. Seragam Guru

8. Perbaikan Gedung atau Kantor

9. Biaya Sekretariat

10. Biaya lain-lain

59

Flowchart Pengeluaran

Bagian Sekolah

Bagian Pemasok

PIMPINAN

MULAI Mengecek utang Membuat Surat order pembelian A
MULAI
Mengecek
utang
Membuat
Surat order
pembelian
A
Tanda Bukti Lunas Membuat Laporan
Tanda Bukti
Lunas
Membuat
Laporan
1 LAPORAN B 1
1
LAPORAN
B
1
2 LAPORAN SELESAI
2
LAPORAN
SELESAI
Surat Order Pembelian Bersama Uang Memeriksa SOP dg Arsip SOP setelah diperiksa Uang Memberi TBL
Surat Order
Pembelian
Bersama
Uang
Memeriksa
SOP dg Arsip
SOP setelah
diperiksa
Uang
Memberi
TBL
1 Tanda Bukti Lunas 2 1 Gambar Flowchart 4.4
1
Tanda Bukti
Lunas
2
1
Gambar Flowchart 4.4

SOP : Surat Order Pembelian

TBL : Tanda Bukti Lunas

Bersama

60

Job Description dari masing-masing bagian dalam proses pengeluaran kas yaitu:

1. Bagian Sekolah

Mengecek utang

Membuat SOP

Menerima Tanda Bukti Lunas

Membuat laporan

2. Bagian Pemasok

Menerima Surat Order Pembelian

Mengecek Surat Order Pembelian

Membuat Tanda Bukti

3. Pimpinan

Menerima Laporan

4.2.2. Peranan dari Pengurus Sekolah

TK. Tunas Sandang memiliki pengurus yang sangat besar pengaruhnya

dalam perkembangan sekolah. Peranan pengurus Yayasan Sandang Utama dalam perkembangan TK. Tunas Sandang yaitu pengurus melakukan tugas :

1. Pengurus melakukan pengangkatan guru dengan aturan yang telah ditetapkan. Pengangkatan guru dipilih dari pengalaman guru dalam mendidik murid-murid.

2. Pengurus bertugas untuk menyimpan dokumen keuangan yayasan yang diterima dari murid yang disimpan oleh bendahara yayasan.

3. Pengurus bertugas memajukan Yayasan serta TK. Tunas Sandang dan memperhatikan keperluan dari sebuah sekolah. untuk memajukan Taman Kanak-kanak (TK). Yayasan Sandang Utama menerima guru pendidik yang berwawasan, memberikan ekstrakulikuler, dan pengurus juga

61

memperhatikan keperluan seperti ruang belajar yang nyaman, ruang serbaguna untuk kegiatan ekstrakulikuler.

4. Pengurus melakukan Rapat Badan Pengurus sekurang-kurangnya dua kali setahun atau dapat lebih jika dianggap perlu.

4.2.3. Pengendalian Intern Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas

Dalam menjalankan kegiatannya, TK. Tunas Sandang menerapkan unsur- unsur sistem pengendalian internal, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian. Unsur-unsur tersebut diterapkan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kegiatan usahanya, sekaligus menjaga perusahaannya dari hal-hal tidak di inginkan.

1. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian disini lebih cenderung pada perekrutan karyawan. TK. Tunas Sandang memperkerjakan karyawan atau guru yang mempunyai perilaku yang baik, kompeten, jujur, kreatif dan mempunyai pengalaman dalam bidang tertentu, sesuai dengan posisi yang akan ditempati. Untuk karyawan atau guru yang membutuhkan pengalaman dan pendidikan yang tinggi, penyeleksiannya dilakukan dengan ketat oleh kepala sekolah untuk menerima karyawan atau guru. Dimana di dalam penyeleksian ini dianggap penting untuk menerima suatu karyawan atau guru. TK. Tunas Sandang tidak melakukan sistem pendidikan atau training yang terlalu ketat. Kemampuan karyawan diasah dalam kegiatan dan tanggung jawabnya sehari-hari. TK. Tunas Sandang menjalankan usahanya di bidang jasa pendidikan menerapkan sistem kekeluargaan. Hal ini di lakukan agar tidak terjadi kesenjangan sosial antar karyawan.

2. Penilaian Risiko Untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. TK. Tunas Sandang melakukan penilaian kerja dan evaluasi setiap kenaikan kelas, atau setiap tahunnya. Jadi setiap tahunnya karyawan atau guru diminta untuk melaporkan kejadian yang ada di kelas.

62

3. Informasi dan Komunikasi Dalam menjalankan kegiatannya, informasi dan komunikasi antar jajaran dan pegawai dilakukan dengan baik, diusahakan tidak terjadi kesenjangan informasi dan komunikasi. Informasi mengenai penerimaan kas dilaporkan setiap bulan, hal tersebut dilakukan karena TK. Tunas Sandang menerapkan laporan keuangan setiap bulan.

4. Aktivitas Pengendalian Aktivitas yang terjadi terhadap penerimaan kas di sekolah yang didapat dari murid, dibagi menjadi beberapa aktvitas antara lain: (1) Otorisasi. Dalam melakukan kegiatan, setiap dokumen yang digunakan diotorisasi oleh pihak yang berwenang; (2) Pengendalian akses. Pengendalian akses diterapkan dalam kegiatan TK. Tunas Sandang. Karyawan telah mempunyai tugasnya dan tanggung jawab masing-masing tidak boleh mencampuri kegiatan pegawai yang lain; (3) Pemisahan tugas. Dalam struktur organisasi tersebut, bagian- bagian telah dipisahkan berdasarkan beberapa bidang; (4) Penyimpanan kas, kas disimpan oleh yayasan yang diserahkan tunai oleh bendahara.

5. Pengawasan Ketua yayasan telah membuat struktur organisasi dan memberikan tanggung jawab kepada masing-masing bagian secara jelas. Semua kegiatan penerimaan kas ditanggung oleh bagian-bagian tersebut sesuai dengan tugasnya. Setiap bagian, mempunyai tugas masing-masing dalam kegiatan belajar mengajar. Kepala sekolah berfungsi untuk mengontrol kegiatan- kegiatan yang dilakukan pengajar yang berada dibawah tanggung jawabnya.

4.2.4.1. Unsur-Unsur Pengendaian Intern Penerimaan Kas

Unsur-unsur pengendalian

intern dalam

sistem

penerimaan

kas

yang

menjadi dasar terhadap pembahasan dan penilaian pengendalian yaitu:

63

Struktur organisasi merupakan kerangka kerja pembagian tugas fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk oleh Yayasan Sandang Utama untuk melaksanakan kegiatan pokok yang ada di TK. Tunas Sandang telah digambarkan adanya struktur kepegawaian beserta uraian tugas masing- masing. Struktur organisasi tersebut untuk sistem akuntansi penerimaan kas perusahaan.

2. Sistem Otorisasi dan Prosedur pencatatan. Unsur pengendalian intern perusahaan berupa sistem otorisasi dan prosedur pencatatan pada TK. Tunas Sandang, fungsi penagihan yang dilakukan bendahara untuk membayar SPP dan PMB hanya atas dasar daftar piutang yang harus ditagih yang dibuat oleh bagian akuntansi atau bendahara sekolah. Dengan kondisi yang demikian maka otorisasi penagihan dari fungsi penagihan akan ada karena adanya otorisasi fungsi akuntansi. Demikian pula sebaliknya fungsi akuntansi tidak dapat melakukan penagihan tanpa fungsi penagihan. Kondisi ini harus segera dicermati secara lebih seksama dengan melibatkan pihak lain dalam pemeriksaan dan pengawasan yang memiliki otorisasi yang kuat.

3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi Observasi mengenai sistem dan prosedur penerimaan kas terlihat bahwa hasil perhitungan kas yang dicatat langsung oleh bagian keuangan perusahaan pada buku penerimaan kas, dan bagian akuntansi atau bendahara sekolah akan menginput jurnal yang akan diperlukan sebagai input data secara manual menggunakan Ms. Excel.

4.2.4.2. Unsur-Unsur Pengendalian Intern Pengeluaran Kas

Unsur-unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi pengeluaran kas yang menjadi dasar terhadap pembahasan dan penilaian pengendalian intern yaitu:

64

Unsur pengendalian intern perusahaan, struktur organisasi dalam sistem pengeluaran kas pada TK. Tunas Sandang telah menetapkan pemisahan antara fungsi akuntansi dan fungsi penyimpanan kas. Struktur organisasi menetapkan bahwa sistem pengeluaran kas tidak boleh dilakukan oleh bagian keuangan dalam hal ini adalah bendahara sekolah. Pengeluaran kas dengan tunai melibatkan staff akuntansi atau bendahara yayasan, manajer akuntansi atau kepala sekolah dan ketua yayasan.

2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan Transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari ketua yayasan yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Pada TK. Tunas Sandang setiap dokumen yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas harus diotorisasi oleh ketua yayasan yang memiliki wewenang.

3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. Hasil peneitian didapatkan bahwa TK. Tunas Sandang melakukan penyetoran kas ke bendahara yayasan pada dilakukan penyetoran masih banyak siswa yang menunggak atau belum lunas. Pengerluan kas dengan jumlah kecil yang dilaksanakan oleh TK. Tunas Sandang telah menggunakan dana kas kecil yang penyelenggaraannya dilakukan dengan imprest system. Pengeluaran kas kecil dilakukan dengan pengjuan surat permohonan bantuan dana terhadap ketua yayasan, setiap pengajuan surat permohonan dana, dicatat sebagai pengeluaran kas kecil. Pengeluaran tersebut merupakan pengeluaran perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan,

4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab Peneriman karyawaan atau guru TK. Tunas Sandang seleksi secara objektif untuk mendapatkan pendidik yang bermutu, kompeten, dan kreatif. Kemudian pihak yayasan mengadakan sebuah training guru dan seminar seputar dunia pendidikan sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu para karyawan khususnya guru.

65

4.3.1. Evaluasi atas Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas

TK. Tunas Sandang masih menerapkan sistem manual dalam pengelolaan kas. Sistem manual yang dipakai dengan mengoperasikan Microsft Office dalam membuat laporan keuangan, sehingga hal ini memicu kecurangan beberapa pihak, kesalahan dalam input data dan tidak efektif. Dalam sistem penerimaan kas TK. Tunas Sandang Mengalami permasalahan dimana dalam penerimaan kas di TK. Tunas Sandang adalah pada saat Penerimaan Murid Baru (PMB), PMB yang dilakukan dengan cara mencicil mengalami permasalahan pada saat pembayaran yang tidak sesuai, contohnya murid yang sudah membayar PMB pertama tiba-tiba berhenti sekolah atau keluar sekolah dan tidak melanjutkan pembayaran. Pada saat membuat laporan keuangan ini sangat mempengaruhi pencatatan jumlah siswa yang ada dengan uang yang di terima tidak sesuai.

Permasalah yang kedua adalah SPP bulanan, dimana laporan keuangan yang ada tidak sesuai dengan kenyataan karena pada saat melakukan penginputan data, masih ada siswa yang belum membayar SPP bulanan, atau menunggak dan murid yang masuk atau pindah sekolah di tengah ajaran. Ini menyebabkan bendahara kesulitan pada saat penginputan data.

Penerimaan kas yang tidak sesuai dengan kenyataan ini mempengaruhi pengeluaran kas yang ada. Pada saat penerimaan murid baru meningkat, karyawan atau guru meminta kenaikan pada gaji mereka, pada saat gaji karyawan meningkat namun pada kenyataannya jumlah murid yang masuk tidak sesuai dengan jumlah uang yang diterima, masalah berikutnya adalah pada saat pengeluaran kas untuk kebutuhan PMB, seperti baju sekolah, dan alat tulis murid. Ini mempengaruhi sekolah untuk pembayaran baju sekolah dan alat tulis murid, sedangkan murid yang ada tidak sesuai dengan pemesanan baju sekolah dan alat tulis murid. Permasalahan selanjutnya pada saat murid tidak membayar SPP, ini berkaitan dengan pengeluaran kas yang rutin dilakukan. Pengeluaran rutin yang dilakukan seperti, gaji guru, pembayaran listrik dan telepon, dan transportasi dinas luar.

4.3.2. Evaluasi atas Praktek yang Sehat

66

Pembagian tanggung jawab fungsional dan sistem wewenang serta prosedur pencatatan yang telah ditetapkan tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak diciptakan cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalam pelaksanaannya. Adapun cara-cara yang ditempuh oleh TK. Tunas Sandang dalam menciptakan praktik yang sehat dalam prosedur penerimaan dan pengeluaran kas adalah :

1. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang. Karena formulir merupakan alat untuk memberikan otorisasi terlaksananya transaksi maka pengendalian pemakaiannya dengan menggunakan nomor urut tercetak akan dapat menetapkan pertanggungjawaban terlaksananya transaksi.

2. Pemeriksaan mendadak (surprised audit ). Pemeriksaan mendadak dilaksanakan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada pihak yang akan diperiksa dengan jadwal yang tidak teratur. Jika dalam suatu organisasi dilaksanakan pemeriksaan mendadak terhadap kegiatan-kegiatan pokoknya maka akan mendorong karyawan untuk melasanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

3. Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain. Karena setiap transaksi dilaksanakan dengan campur tangan pihak lain sehingga terjadi internal check terhadap pelaksanaan tugas setiap organisasi yang terkait maka setiap unit organisasi akan melaksanakan praktik yang sehat dalam pelaksanaan tugasnya.

4. Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak. Karyawan kunci organisasi diwajibkan mengambil cuti yang menjadi haknya. Selama cuti jabatannya digantikan sementara oleh pejabat lain sehingga seandainya terjadi kecurangan dapat diungkap oleh pejabat yang menggantikan sementara.

67

5. Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatanya. Untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan catatan akuntansinya, secara periodik harus diadakan pencocokan atau rekonsiliasi antara kekayaan secara fisik dengan catatan akuntansinya.

6. Pembentukan unit organsasi yang bertugas untuk mengecek efektifitas unsur- unsur sistem pegendalian internal yang lain

68

DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, S. E. (2009). Evaluasi Sistem Penerimaan Kas dan Pengeluaran Kas

pada Percetakan Persatuan. Fakultas Ekonomi di Universitas Sebelas

Maret.

Manoppo, R. M. (2009). Analisis Sistem Pengendalian Intern Penerimaan dan

Pengeluaran Kas Pada PT. Sinar Galesong Prima Cabang Manado. Riset

Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi .

Rosita, I. A. (2005). Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada PT.

Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Semarang. Kas, Masuk dan Keluar .

Pomantow, M. P. (2014). Analyzing Customer Preference Towards Payment

System : Cash, Debit Card and Credit Card. accounting , 2, no 1.

Monsen, N. (2001). Cameral Accounting and Cash FLow Reporting : some Implications For use Of the Direct or Indirect Method. European Accounting Review , 10 (4).

Sumber Internet :

http://julisna.blogspot.com/2014/01/sistem-informasi-akuntansi-penerimaan.html