Anda di halaman 1dari 12

Saat ini Aborsi menjadi salah satu masalah

yang cukup serius, dilihat dari tingginya angka


aborsi yang kian meningkat dari tahun ke tahun.
Di Indonesia sendiri, angka pembunuhan janin
per tahun sudah mencapai 3 juta. Angka yang
tidak sedikit mengingat besarnya tingkat
kehamilan di Indonesia.
Selain itu, ada yang mengkategorikan aborsi
itu pembunuhan. Ada yang melarang atas nama
agama. Ada yang menyatakan bahwa jabang bayi
juga punya hak hidup
sehingga harus
dipertahankan, dan lain-lain.

Angka 3 juta tersebut memberikan gambaran bahwa


masalah aborsi di Indonesia masih cukup besar.
Kami mencoba mengambil topik aborsi ini untuk
mengetahui lebih dalam apa itu aborsi, karena makalah
ini selain sebagai pelaksanaan tugas tetapi juga untuk
menginformasikan kepada anak-anak remaja saat ini.
Karena kita ketahui bahwa anak-anak remaja saat
ini sudah banyak yang berpacaran tetapi tidak mengenal
etika dan batas-batas pacaran. Maka kita mencoba
mengangkat tema aborsi agar mereka bias lebih mawas
diri.

PENGERTIAN ABORSI

Dalam istilah kesehatan aborsi


didefinisikan sebagai penghentian
kehamilan setelah tertanamnya
telur (ovum) yang telah dibuahi
dalam rahim , sebelum usia janin
mencapai 20 minggu.

Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan


342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta
melakukan, sebagai pembunuhan atau
pembunuhan dengan rencana.
Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau
mematikan kandungannya atau menyuruh orang
lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara
paling lama empat tahun.
Pasal 347
Barang siapa dengan sengaja menyebabkan gugur
atau mati kandungan seseorang perempuan
dengan ijin perempuan itu dihukum penjara selamalamanya 12 tahun.
Pasal 348
Barang siapa dengan sengaja menyebabkan gugur
atau mati kandungan seseorang perempuan tidak
dengan ijin perempuan itu dihukum penjara selamalamanya 5 tahun 6 bulan.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu
melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346,
ataupun melakukan atau membantu melakukan
salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal
347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam
pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan
dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian
dalam mana kejahatan dilakukan.

Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan


kehamilannya,
lalu melakukan aborsi. Alasannya yaitu :
1.Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk
hamil.
2.Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak
mau untuk
punya anak lagi.
3.Kehamilan di luar nikah.
4.Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah
beban ekonomi keluarga.
5.Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan,
janin cacat.
6.Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest
(hubungan antar
keluarga).
7.Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan
kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak
diinginkan.

Aborsi memiliki risiko penderitaan yang


berkepanjangan terhadap kesehatan maupun
keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika
dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi
ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh
pulang .
Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan
aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara
fisik dan gangguan psikologis. Risiko kesehatan dan
keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang
wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah

- Kematian mendadak karena pendarahan


hebat.
- Kematian mendadak karena pembiusan
yang gagal.
- Kematian secara lambat akibat infeksi serius
disekitar kandungan.
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- MKerusakan leher rahim (Cervical
Lacerations) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya.

MENGANTISIPASI ABORSI
Untuk para remaja
Usahakan supaya tidak melakukan hubungan intim sebelum
resmi menikah. Dalam berpacaran dan bertunangan sikap
tahu menahan diri merupakan tanda pengungkapan cinta
yang tertempa dan tidak egoistis.
Untuk para keluarga
Perencana kehamilan harus masak dipertimbangkan dan
dipertahankan dengan sikap bijaksana. Kehadiran buah
kandungan yang tidak direncanakan harus dielakkan secara
tepat dan etis.