Anda di halaman 1dari 11

Komunikasi antar sel

Komunikasi antar Sel


Oleh: Taufiq RN

Nucleol
us
Nuclear
Envelop
e
Chromati
neVacuol
e
Micro
tubulus
Lysosom
Golgi e
apparatus
Plasma
membrane
peroxiso
me

Nucleol
us

Cell in
General
Smooth
endoplasmic
reticulum

Rough
endoplasmic
reticulum
Mitochondri
onRibosom
e
Microfilame
nt
Microv
ili

Pendahulu
an
Pengeluaran signal kimiawi oleh sel merupakan
representasi dari proses komunikasi umum yang
terjadi di antara sel, baik pada organisme bersel
tunggal seperti jamur Saccharomyces cerevisae
(Sc) maupun mamalia

Komunikasi antar sel yang diperantarai


oleh signal kimia memunculkan
berbagai model komunikasi sel. Model
komunikasi yang dimaksud meliputi:
endokrin, parakrin, autokrin, intrakrin,
dan juxtakrin.

Endocrin
e Signal kimia yang disekresi

Bloo
d
L
g

R
c

Sel
target

Sel
endocrine

ke dalam peredaran darah,


kemudian dibawa ke organ
target yang berada di
tempat jauh, disebut
sebagai komunikasi model
endokrin (jarak jauh)

Sebagai contoh, Luteinizing hormone


(LH) yang disekresikan ke dalam
sirkulasi oleh hipofisis anterior,
kemudian diangkut oleh darah sampai
kepada sel Leydig testis dan diikat oleh
famili 7 reseptor transmembran domain
yang berpasangan dengan protein G,
cAMP, dan proteinkinase, untuk
membangkitkan respon seluler berupa
sintesis hormon testosteron (Te)

Paracrin
e

Lg

R
c

Extrasellule
r

Komunikasi model parakrin,


adalah sebuah bentuk
komunikasi yang dilakukan oleh
sel, dengan mensekresi signal
kimia ke ruang ekstrasel dan
menyebar ke sel lain yang
berdekatan (tetangga).
Komunikasi model parakrin
juga mampu menimbulkan
respon seluler melalui reseptor
seperti yang terjadi pada
komunikasi model endokrin,
meskipun bukan melalui famili
7-receptor transmembran
domain

Endocrine & Paracrine Hormone


Stresso
r

PR
Big
L

Big-big
Small
Glycocylate
d

Positive
correlation:
Sperm
concentration
Semen volume

NO

Hypophysis
anterior
(LH/FSH
)

AM
H
Inhibin
B

(Appasamy M, RBM
07)

Hypothalam
us (GnRH
)

Development
of external
organs
Ejaculator
y
Ducts

Refflection of
Sertoly cell
function

Leptin

Leydig
cell
Positive
correlation:
Sperm
concentration
Sperm motility
(Appasamy M, RBM

Testosteron
e
(DHT)
Spermatogenesi
s

Sertoli
cell

Adi
pos
e
tiss
ue

Endocrine
Disruptors
(Phthalate
s)

Autocrin
e

Komunikasi model autokrin


dapat dilukiskan sebagai
komunikasi yang dilakukan
oleh sel dengan diri sendiri.

L
g

L
g

Rc

Komunikasi dilakukan melalui


signal kimia yang dikeluarkan
oleh sebuah sel, kemudian
diikat kembali oleh reseptor sel
yang sama.
Sebagai contoh, vitamin D3 aktif
{125(OH)2} yang disintesis oleh
makrofag, kemudian diikat oleh
reseptor vitamin D pada sel yang
sama untuk merangsang produksi
peptida antimikroba demi
kepentingan sel makrofag sendiri.

Juxtacree
n
ii) interaksi antara dua sel

Dikenal 3 tipe model


bertetangga
melalui
juxtakrin antara
lain: gap
i)
junction
yang dibentuk
interaksi antara
dua sel dari
iii)
interaksi
sel dengan
protein
connexin.
Gap
yang bertetangga
melalui
ECM.
ECM
makromolekul
junction
mempunyai
peran
liganmerupakan
yang
dikeluarkan
oleh
yang dibentuk dari colagen,
penting
untuk diikat oleh
sel,
kemudian
proteoglikan,
glikoprotein
menghantarkan
signal
listrik
reseptor membran
sel
yang
fibronektin
dan laminin
serta
baik
saraf
maupun
dikeluarkan
oleh
sel
ke dalam
tepatpada
berada
di
sebelah
Sebagai contoh, adalah
lingkungan
sekitar.pada
miosit jantung
saatyang
komunikasi
sel neuron
ECM,
selain berfungsi
untuk
perkembangan
mengeluarkan
ligan Delta,
Berbagai
buktiprotein
menunjukkan
memperkuat
struktur,
juga
Jagged
atau
Serrate,
bahwa,
defisiensi
protein
gap
berperan
sebagai
pembawa
yang
kemudian
diikat
oleh
junction
menyebabkan
informasi
penting
berasal
dari
reseptor
Notch yang
dari
sel
tetangga
perkembangan
jantung
sebuah
kepada
sel menjadi
lain
yang
pada
saatsel
pembentukan
sel saraf
cacat
berada baik
di sekitar
(neurogenesis)
pada
susunan saraf pusat maupun
perifer

Se
l
S
K

Organel/enzi
m

Intracrin
e
Komunikasi model intrakrin

R
c
Organel/enzi
m

oleh Labrie et al, didefinisikan


sebagai aktivitas yang
dilakukan oleh signal kimia di
dalam sel, tanpa
mengekresikan signal kimia
tersebut ke ruang ekstrasel
atau ke dalam sirkulasi.
Komunikasi model intrakrin,
dimaksudkan untuk memberi
otonomi sel atau jaringan target
dalam mengatur atau
menyesuaikan sintesis dan
metabolisme hormon sesuai
dengan kebutuhan lokal. Sebagai
contoh, transformasi adrenal
dehidroepiandrosteron dan
dehidroepiandrosteron sulfat
menjadi testosteron pada jaringan

Binding
domain

Membran
e

Beta
AR

COOH

NH
2

GFRCytokine
(EGF)
Rec
(GH)
Binding
Binding
domain
domain

Accessory protein
with
Tyrosine kinase
domain

Tyrosine
kinase
domain