Anda di halaman 1dari 32

Buletin Edisi April 2015

KATA PENGANTAR

Buletin Analisis Hujan Bulan Maret 2015 dan Prakiraan Hujan Bulan Mei,
Juni dan Juli 2015 yang memuat Analisis Hujan Bulan Maret 2015 dan Prakiraan
Hujan bulan Mei, Juni dan Juli 2015 disusun berdasarkan hasil analisis data yang
diterima dari pos pengamatan cuaca di Kalimantan Barat serta pertimbangan
dinamika atmosfer yang terjadi.
Disamping itu disampaikan juga beberapa informasi Meteorologi yang
terjadi pada bulan Maret 2015 antara lain tentang banyaknya hari hujan dan cuaca
ekstrim yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat.
Kiranya Buletin ini dapat dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan
analisis dan perencanaan diberbagai kegiatan pembangunan di Kalimantan Barat
yang terkait dengan fenomena iklim.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak,
terutama kepada para pengamat pos hujan kerjasama yang telah mengirim data
tepat pada waktunya sehingga buletin ini dapat kami susun, semoga bermanfaat.

Pontianak, April 2015


KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI
SIANTAN PONTIANAK

KLAUS JOHANNES APOH DAMANIK, ST


NIP. 19700503 199103 1 003

Buletin Edisi April 2015

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...................................................................................................................i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ ii
I.

PENGERTIAN ................................................................................................................... 1

II.

RINGKASAN
A. TINJAUAN KONDISI DINAMIKA ATMOSFER DAN SUHU MUKA LAUT .........4
B. HASIL ANALISIS HUJAN BULAN MARET 2015, PRAKIRAAN HUJAN BULAN
MEI, JUNI DAN JULI 2015....................................................................................5
C. POTENSI BANJIR DI KALIMANTAN BARAT BULAN MEI 2015.....................7
D. PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU TAHUN 2015 ZONA MUSIM
(ZOM 265) KALIMANTAN BARAT............................................................................7

III.

ANALISIS HUJAN BULAN MARET 2015


A. ANALISIS SIFAT HUJAN BULAN MARET 2015.....................................................8
B. ANALISIS CURAH HUJAN BULAN MARET 2015 .............. ..................................8

IV.

PRAKIRAAN HUJAN BULAN MEI 2015


A. PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN MEI 2015......................................................9
B. PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN MEI 2015...............................................9

V.

PRAKIRAAN HUJAN BULAN JUNI 2015


A. PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN JUNI 2015 ............... ............................ ........10
B. PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN JUNI 2015. ................................ ....... ....10

VI. PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI 2015


A. PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN JULI 2015......................................................11
B. PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN JULI 2015...................................................11
VII. INFORMASI BANYAKNYA HARI HUJAN BULAN MARET 2015............................12
VIII. INFORMASI CUACA/ IKLIM EKSTRIM BULAN MARET 2015

A. INFORMASI KECEPATAN ANGIN, SUHU UDARA DAN VISIBILITY ..............12


B. INFORMASI HUJAN EKSTRIM ............................. ..................................................12

Buletin Edisi April 2015

ii

IX. INFORMASI KUALITAS UDARA


A. INDEKS KUALITAS UDARA............ ............................................... ...........................13
B. PM10 ( PARTICULATE MATTER).................................................................................13
C. ALAT............................................................................................................................14
D. PERHITUNGAN ISPU....... ............................................................................................14
E. ANALISA KUALITAS UDARA (PM10) BULAN MARET 2015................................14
F. KESIMPULAN....................................... .........................................................................15

IX. TABEL DAN PETA


Tabel 1 ....................................................................................................................... ..........16
A. PETA

DISTRIBUSI

HUJAN

DAN

ANALISIS

SIFAT

HUJAN

BULAN

MARET 2015................................................................................................................17
Tabel 2 .............................................................................................................................. ...18
B. PETA

PRAKIRAAN

CURAH

HUJAN

DAN

SIFAT

HUJAN

BULAN

MEI 2015.....................................................................................................................19
Tabel 3 ..................................................................................................................................20
C. PETA

PRAKIRAAN

CURAH

HUJAN

DAN

SIFAT

HUJAN

BULAN

JUNI 2015..................................................................................................................21
Tabel 4 ...................................................................................................................................22
D. PETA

PRAKIRAAN

CURAH

HUJAN

DAN

SIFAT

HUJAN

BULAN

JULI 2015.............................................................................................................23
E. PETA PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU TAHUN 2015 KALIMANTAN
BARAT.. .................................................................................................... .....................24
F. PETA DAERAH RAWAN BANJIR...............................................................................25

X. DATA

IKLIM

MIKRO

STASIUN

KLIMATOLOGI

SIANTAN

PONTIANAK

BULAN MARET 2015........................................................................... .................................26

TIM REDAKSI ............................................................................................................................28

Buletin Edisi April 2015

iii

I. PENGERTIAN
A. Curah Hujan (mm) merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat
yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu)
milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar
tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
B. Sifat hujan merupakan Perbandingan antara jumlah Curah Hujan yang terjadi selama
satu bulan dengan nilai rata-rata atau normal dari bulan tersebut disuatu tempat.
Sifat Hujan dibagi 3 kriteria, yaitu :
1. Di atas normal (A), jika nilai perbandingannya lebih besar dari 115 % terhadap
rata-ratanya.
2. N o r m a l (N), jika nilai perbandingannya antara 85 % - 115 % terhadap
rata-ratanya.
3. Di bawah normal (B), jika nilai perbandingannya kurang dari 85 % terhadap
rata-ratanya.
C. Permulaan Musim Kemarau : ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu
dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian
berikutnya atau kurang dari 150 mm dalam satu bulan.
D. Permulaan Musim Hujan : ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu
dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa
dasarian berikutnya atau lebih dari 150 mm dalam satu bulan.
E. Iklim merupakan Peluang statistik keadaan cuaca rata-rata atau keadaan cuaca
jangka panjang pada suatu daerah, meliputi kurun waktu beberapa bulan atau
beberapa tahun.
F. Hujan Ekstrim adalah keadaan curah hujan yang melebihi 100 mm/hari.
G. Fenomena global yang mempengaruhi iklim/musim di Indonesia:
1. El Nino dan La Nina
El Nino merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu muka laut di
ekuator Pasifik Tengah dan Timur dari nilai rata-ratanya. El Nino ditandai
dengan adanya anomali suhu muka laut di ekuator Pasifik Tengah (Nino 3.4)
Buletin Edisi April 2015

bernilai positif (lebih panas dari rata-ratanya) dan nilai SOI negatif selama
periode yang cukup lama (minimal tiga bulan). SOI adalah nilai indeks yang
menyatakan selisih Tekanan Permukaan Laut (SLP) antara Tahiti dan Darwin,
Australia. Pengaruh fenomena El Nino di wilayah Indonesia sangat tergantung
dengan kondisi perairan wilayah Indonesia. Fenomena El Nino yang
berpengaruh di wilayah Indonesia dengan diikuti berkurangnya curah hujan
secara drastis, baru akan terjadi bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup
dingin. Namun bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup hangat tidak
berpengaruh terhadap kurangnya curah hujan secara signifikan di Indonesia.
Disamping itu, mengingat luasnya wilayah Indonesia, tidak seluruh wilayah
Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
Sedangkan La Nina merupakan kebalikan dari El Nino yang ditandai dengan
anomali suhu muka laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di ekuator
Pasifik Tengah (Nino 3.4) dan nilai SOI positif selama periode yang cukup
lama (setidak-tidaknya tiga bulan). Fenomena La Nina secara umum
menyebabkan curah hujan di wilayah Indonesia meningkat bila diikuti dengan
menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia. Sama halnya dengan
El Nino, dampak La Nina tidak berpengaruh di seluruh wilayah Indonesia.
H. Dipole Mode
Dipole Mode merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia
yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) antara anomali suhu muka
laut perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera.
Perbedaan nilai anomali suhu muka laut tersebut disebut dengan Dipole Mode
Indeks (DMI).
Untuk DMI positif umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di
wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan nilai negatif berdampak pada
meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.
I. Fenomena Regional yang mempengaruhi iklim/musim di Indonesia:
1. Sirkulasi Monsun Asia Australia
Sirkulasi angin di Indonesia ditentukan oleh pola perbedaan tekanan udara di
Australia dan Asia. Pola tekanan udara ini mengikuti pola peredaran matahari
Buletin Edisi April 2015

dalam setahun yang mengakibatkan sirkulasi angin di Indonesia umumnya


adalah pola monsun, yaitu sirkulasi angin yang mengalami perubahan arah
setiap setengah tahun sekali. Pola angin baratan terjadi karena adanya tekanan
tinggi di Asia yang berkaitan dengan berlangsungnya musim hujan di
Indonesia. Pola angin timuran/tenggara terjadi karena adanya tekanan tinggi di
Australia yang berkaitan dengan berlangsungnya musim kemarau di Indonesia.

2. Suhu Permukaan Laut di wilayah perairan Indonesia


Kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia dapat digunakan
sebagai salah satu indikator banyak-sedikitnya kandungan uap air di atmosfer,
dan erat kaitannya dengan proses pembentukan awan di atas wilayah Indonesia.
Jika suhu permukaan laut dingin berpotensi sedikitnya kandungan uap air di
atmosfer, sebaliknya panasnya suhu permukaan laut berpotensi cukup
banyaknya uap air di atmosfer.

Buletin Edisi April 2015

II. RINGKASAN
A. TINJAUAN KONDISI DINAMIKA ATMOSFER DAN SUHU MUKA LAUT
Perkembangan dinamika atmosfer dan suhu muka laut hingga awal bulan
April 2015 :
Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik Equator bagian tengah (NINO
3.4) dan South Oscillatio Index (SOI)
Berdasarkan pengamatan perkembangan dinamika atmosfer, kondisi anomali
suhu muka laut di Samudera Pasifik Equator bagian tengah (Nino 3.4)
berturut-turut pada Januari (+0.5), Februari (+0.5), Maret (+0.5) hingga awal
bulan April 2015 bernilai +0.7C. Kondisi SOI pada bulan Januari (-7.8),
Februari (+0.6), Maret (-11.2) hingga awal April 2015 bernilai (-12.2). Hal
tersebut memberikan indikasi bahwa keadaan ENSO akan berkisar El Nino
lemah.
Prediksi ENSO dari 3 Institusi International dan BMKG akan berada pada kondisi
El Nino lemah- El Nino Sedang pada beberapa bulan kedepan.
Dipole Mode Index
Dipole Mode Index pada awal April 2015 terindikasi negatif dengan nilai
-0.05C, prediksi indeks Dipole Mode untuk beberapa bulan kedepan pada
kondisi Normal, sehingga tidak terjadi penambahan pasokan uap air yang
signifikan dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat.
Suhu Muka Laut Perairan Indonesia
Kondisi anomali suhu perairan Indonesia pada awal April 2015 antara -1.5 s/d
+1.0oC, sedangkan suhu perairan di wilayah perairan Kalimantan Barat (Selat
Karimata) antara -1.5oC s/d 0.5oC.

Buletin Edisi April 2015

Berdasarkan kondisi tersebut maka dalam satu bulan ke depan curah hujan di
wilayah Kalimantan Barat cenderung Bawah Normal hingga Normal.
Sistem Tekanan Udara dan Pola Angin 900 hPa (3000 feet)
Dalam skala regional, hasil pengamatan tekanan udara pada awal April 2015
menunjukkan bahwa tekanan di Belahan Bumi Utara lebih tinggi daripada
Belahan Bumi Selatan.
Berdasarkan analisa angin 850 hPa (3000 feet) yang melewati Kalimantan Barat
di Belahan Bumi Utara (BBU) bertiup dari arah Selatan hingga Utara, sedangkan
di Belahan Bumi Selatan (BBS) bertiup dari arah Timur Laut hingga Utara
dengan kecepatan angin 3 20 knot.
Dari kondisi dinamika atmosfer di atas dapat disimpulkan bahwa di wilayah
Kalimantan Barat pada bulan Mei hingga Juli 2015 penambahan massa uap air
tidak signifikan, sehingga dapat dikatakan kondisi sifat hujan di wilayah
Kalimantan Barat berkisar pada Bawah Normal hingga Normal.
B. HASIL ANALISIS HUJAN BULAN MARET 2015, PRAKIRAAN HUJAN
BULAN MEI, JUNI DAN JULI 2015
1. Hasil analisis curah hujan bulan Maret 2015, sebagian besar wilayah
Kalimantan Barat curah hujannya berkisar antara 151 - 300 mm. Daerah yang
mengalami

curah

hujan

Kurang

dari

151

mm

meliputi

sebagian

Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Bengkayang, Kab. Sambas, Kab. Sanggau
dan Kab. Kayong Utara. Adapun daerah yang mengalami curah hujan Lebih
dari 300 mm meliputi sebagian Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Sambas,
Kab. Sekadau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara, Kab. Sintang dan
Kab. Kapuas Hulu.
Analisis sifat hujan bulan Maret 2015 di sebagian besar Kalimantan Barat sifat
hujannya Bawah Normal hingga Normal. Daerah yang mengalami sifat hujan
Atas Normal meliputi sebagian Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Sambas,
Kab. Ketapang dan Kab. Kapuas Hulu.

Buletin Edisi April 2015

2.

Pada Mei 2015, curah hujan di Kalimantan Barat sebagian besar diprakirakan
antara 201-300 mm. Daerah yang diprakirakan curah hujan Kurang dari
201 mm meliputi sebagian Kab. Kubu Raya, Kab. Mempawah, Kab. Sambas,
Kab. Sanggau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara dan Kab. Sintang. Adapun
daerah yang diprakirakan curah hujan Lebih dari 300 mm meliputi sebagian
Kab. Landak, Kab. Kayong Utara dan Kab. Kapuas Hulu.
Sifat hujan bulan Mei 2015 di Kalimantan Barat diprakirakan umumnya
Normal. Daerah yang diprakirakan sifat hujan Bawah Normal meliputi
sebagian Kab. Kubu Raya, Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Bengkayang,
Kab. Sambas, Kab. Sekadau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara dan
Kab. Sintang.

3.

Pada Juni 2015, curah hujan di Kalimantan Barat sebagian besar diprakirakan
antara 151-300 mm. Daerah yang diprakirakan curah hujan Kurang dari
151 mm meliputi sebagian Kab. Bengkayang, Kab. Sambas, Kab. Sanggau,
Kab. Sekadau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara dan Kab. Sintang. Adapun
daerah yang diprakirakan curah hujan Lebih dari 300 mm meliputi sebagian
Kab. Sintang, Kab. Melawi dan Kab. Kapuas Hulu.
Sifat hujan bulan Juni 2015 di Kalimantan Barat diprakirakan umumnya
Normal. Daerah yang diprakirakan sifat hujan Bawah Normal meliputi
sebagian Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Bengkayang, Kab. Sekadau dan
Kab. Kayong Utara. Adapun daerah yang diprakirakan sifat hujan Atas Normal
meliputi sebagian Kab. Kubu Raya, Kota Singkawang, Kab. Sambas,
Kab. Sanggau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara, Kab. Sintang, Kab. Melawi
dan Kab. Kapuas Hulu.

4.

Untuk bulan Juli 2015, curah hujan di Kalimantan Barat diprakirakan antara
151-300 mm. Daerah yang diprakirakan curah hujan Kurang dari 151 mm
meliputi sebagian Kota Pontianak, Kab. Kubu Raya, Kab. Mempawah,
Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara dan
Kab. Sintang. Adapun daerah yang diprakirakan curah hujan Lebih dari
300 mm meliputi sebagian Kab. Sanggau, Kab. Sekadau, Kab. Sintang,
Kab. Melawi dan Kab. Kapuas Hulu.

Buletin Edisi April 2015

Sifat hujan bulan Juli 2015 di Kalimantan Barat diprakirakan umumnya


Normal. Daerah yang diprakirakan sifat hujan Bawah Normal meliputi
sebagian Kota Pontianak, Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Bengkayang,
Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Sekadau, Kab. Ketapang, Kab. Kayong Utara
dan Kab. Sintang. Adapun daerah yang diprakirakan sifat hujan Atas Normal
meliputi sebagian Kab. Kubu Raya, Kab. Bengkayang, Kab. Sanggau,
Kab. Sekadau, Kab. Ketapang, Kab. Sintang, Kab. Melawi dan Kab. Kapuas
Hulu.
C. POTENSI BANJIR DI KALIMANTAN BARAT BULAN MEI 2015
Potensi Banjir di Kalimantan Barat pada bulan Mei 2015 adalah sebagai
berikut :
a. Potensi rawan banjir tinggi meliputi : Nihil.
b. Potensi rawan banjir menengah meliputi : Kab. Sambas (Sambas,
Sejangkung, Selakau dan Tebas), Kab. Kapuas Hulu (Embaloh Hulu,
Embaloh Hilir, Bunut Hulu, Bunut Hilir, Putussibau, Selimbau, Semitau, Silat
Hulu dan Silat Hilir), Kab. Melawi (Nanga Pinoh dan Nanga Serawai),
Kab. Bengkayang (Bengkayang), Kab. Landak (Mandor, Ngabang dan
Menyuke), Kab. Mempawah (Mempawah Hilir), Kab. Kubu Raya (Batu
Ampar dan Sei Ambawang), Kab. Sanggau (Kembayan, Mukok, Tayan Hilir
dan Tayan Hulu).
c. Potensi rawan banjir rendah meliputi : Kab. Sambas (Sambas, Sejangkung,
Selakau dan Tebas) dan Kab. Mempawah (Mempawah Hilir).
D. PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU TAHUN 2015 ZONA MUSIM
(ZOM 265) KALIMANTAN BARAT
Prakiraan awal musim kemarau 2015 di Kalimantan Barat pada daerah
ZOM 265 yaitu di Kabupaten Ketapang diprakirakan jatuh pada bulan Juli 2015
dasarian ke-III dengan sifat hujan musim Kemarau adalah Normal dan
perbandingan prakiraan awal musim Kemarau terhadap rata-ratanya adalah Sama.

Buletin Edisi April 2015

III. ANALISIS HUJAN BULAN MARET 2015


A. ANALISIS SIFAT HUJAN BULAN MARET 2015
Berdasarkan data curah hujan bulan Maret 2015 yang diterima dari stasiun / pos
hujan, maka analisis sifat hujan bulan Maret 2015 adalah sebagai berikut :
SIFAT HUJAN
Diatas Normal
Normal

Dibawah Normal

KABUPATEN
Sebagian Mempawah, Landak, Sambas, Ketapang dan
Kapuas Hulu.
Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Landak,
Bengkayang, Kota Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau,
Ketapang, Kayong Utara, Sintang dan Kapuas Hulu.
Sebagian Kubu Raya, Landak, Bengkayang, Sambas,
Sanggau, Sekadau, Ketapang, Kayong Utara, Sintang dan
Melawi.

Peta Analisis Sifat hujan Bulan Maret 2015 Provinsi Kalimantan Barat sebagaimana
pada halaman 17.
B. ANALISIS CURAH HUJAN BULAN MARET 2015
Berdasarkan data curah hujan bulan Maret 2015 yang diterima dari stasiun / pos
hujan, maka analisis curah hujan bulan Maret 2015 adalah sebagai berikut :
CURAH HUJAN

KABUPATEN

(mm)
21 - 50
51 - 100
101 - 150
151 - 200

201 - 300

301 - 400
401 - 500
> 500

Sebagian Sambas dan Ketapang.


Sebagian Sambas, Mempawah, Sanggau dan Ketapang.
Sebagian Mempawah, Kubu Raya, Landak, Bengkayang,
Sambas, Sanggau dan Kayong Utara.
Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang,
Sambas, Sanggau, Sekadau, Ketapang, Sintang dan
Kapuas Hulu.
Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah,
Landak, Bengkayang, Kota Singkawang, Sambas,
Sanggau, Sekadau, Ketapang, Kayong Utara, Sintang,
Melawi dan Kapuas Hulu.
Sebagian Mempawah, Landak, Sambas, Sekadau, Kayong
Utara, Sintang, Kubu Raya, Kota Singkawang, Sanggau,
Melawi dan Kapuas Hulu.
Sebagian Ketapang dan Kapuas Hulu.
Sebagian Kapuas Hulu.

Peta Distribusi Curah hujan Bulan


sebagaimana pada halaman 17.

Buletin Edisi April 2015

Maret 2015

Provinsi Kalimantan Barat

IV. PRAKIRAAN HUJAN BULAN MEI 2015


A. PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN MEI 2015
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan
kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan
sifat hujan bulan Mei 2015 Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
SIFAT HUJAN
Diatas Normal

KABUPATEN
Nihil.
Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Landak,

Normal

Bengkayang, Kota Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau,


Ketapang, Kayong Utara, Sintang, Melawi dan Kapuas
Hulu.

Dibawah Normal

Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang,


Sambas, Sekadau, Ketapang, Kayong Utara dan Sintang.

Peta Prakiraan sifat hujan bulan Mei 2015 sebagaimana pada halaman 19.
B. PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN MEI 2015
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan
kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan
sifat hujan bulan Mei 2015 Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
CURAH HUJAN

KABUPATEN

(mm)
51 - 100

Sebagian Kayong Utara.

101 - 150

Sebagian Sambas, Kayong Utara dan Ketapang.

151 - 200

Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Sanggau,


Ketapang, Kayong Utara dan Sintang.
Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah,

201 - 300

Landak,

Bengkayang,

Kota

Singkawang,

Sambas,

Sanggau, Sekadau, Ketapang, Sintang dan Melawi.


301 - 400

Sebagian Landak, Kayong Utara dan Kapuas Hulu.

Peta Prakiraan curah hujan bulan Mei 2015 sebagaimana pada halaman 19.

Buletin Edisi April 2015

V. PRAKIRAAN HUJAN BULAN JUNI 2015


A. PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN JUNI 2015
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan
kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan
sifat hujan bulan Juni 2015 Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
SIFAT HUJAN
Diatas Normal

Normal
Dibawah Normal

KABUPATEN
Sebagian Kubu Raya, Kota Singkawang, Sambas,
Sanggau, Ketapang, Kayong Utara, Sintang dan Kapuas
Hulu.
Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah,
Landak, Bengkayang, Sambas, Sanggau, Sekadau,
Ketapang, Kayong Utara, Sintang dan Kapuas Hulu.
Sebagian Mempawah, Landak, Bengkayang, Sekadau
dan Kayong Utara.

Peta Prakiraan sifat hujan bulan Juni 2015 sebagaimana pada halaman 21.
B. PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN JUNI 2015
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan
kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan
sifat hujan bulan Juni 2015 Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut:
CURAH HUJAN

KABUPATEN

( mm )
51 - 100

Sebagian Sanggau.

101 - 150

Sebagian Bengkayang, Sambas, Sekadau, Ketapang,


Kayong Utara dan Sintang.

151 - 200

Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah,


Landak,

Bengkayang,

Kota

Singkawang,

Sambas,

Sanggau, Sekadau, Ketapang dan Sintang.


201 - 300

Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Landak, Sambas,


Sanggau, Kayong Utara dan Sintang.

301 - 400

Sebagian Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Peta Prakiraan curah hujan bulan Juni 2015 sebagaimana pada halaman 21.
Buletin Edisi April 2015

10

VI. PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI 2015


A. PRAKIRAAN SIFAT HUJAN BULAN JULI 2015
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan
kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan
sifat hujan bulan Juli 2015 Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
SIFAT HUJAN
Diatas Normal
Normal

Dibawah Normal

KABUPATEN
Sebagian Kubu Raya, Bengkayang, Sanggau, Sekadau,
Ketapang, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.
Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang,
Kota Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau, Kayong
Utara, Sintang dan Kapuas Hulu.
Sebagian Kota Pontianak, Mempawah, Landak,
Bengkayang, Sambas, Sanggau, Sekadau, Ketapang,
Kayong Utara dan Sintang.

Peta Prakiraan sifat hujan bulan Juli 2015 sebagaimana pada halaman 23.
B. PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN JULI 2015
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan
kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan
sifat hujan bulan Juli 2015 Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
CURAH HUJAN

KABUPATEN

(mm)
0 - 20
21 - 50

Sebagian Ketapang.
Sebagian Ketapang.

51 - 100

Sebagian Mempawah, Sanggau, Ketapang, Kayong


Utara dan Sintang.

101 - 150

Sebagian Kota Pontianak, Kubu


Ketapang, Kayong Utara dan Sintang.

151 - 200

Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang,


Kota Singkawang, Sambas, Sanggau, Sekadau dan
Sintang.

201 - 300

Sebagian Mempawah, Landak, Sanggau, Sekadau,


Ketapang, Kayong Utara dan Sintang.

301 - 400

Sebagian Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan


Kapuas Hulu.

Raya,

Sambas,

Peta Prakiraan curah hujan bulan Juli 2015 sebagaimana pada halaman 23.
Buletin Edisi April 2015

11

VII. INFORMASI BANYAKNYA HARI HUJAN BULAN MARET 2015


KRITERIA
> 20 hari
11-20 hari
0-10 hari

KABUPATEN
Sebagian Sekadau, Melawi, Sintang, Ketapang dan Kapuas Hulu.
Sebagian Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Kota
Singkawang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau,
Melawi, Sintang, Ketapang, Kayong Utara dan Kapuas Hulu.
Sebagian Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Bengkayang, Landak,
Sanggau, Sekadau, Ketapang, Kayong Utara dan Kapuas Hulu.

VIII. INFORMASI CUACA / IKLIM EKSTRIM BULAN MARET 2015


A. INFORMASI KECEPATAN ANGIN, SUHU UDARA DAN VISIBILITY
KRITERIA
Angin Kecepatan > 25 Knots

KETERANGAN
Nihil.

Suhu Udara >35 o C

Nihil.

Visibility < 1 Km

Nihil.

Suhu Udara < 15 o C

Nihil.

B. INFORMASI HUJAN EKSTRIM


No.

Lokasi Kejadian

Tanggal Kejadian CH >100 mm

1.

Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya.

28 Maret 2015

100.0

2.

Teluk Pakedai, Kab. Kubu Raya.

28 Maret 2015

104.0

3.

Singkawang Timur, Kota Singkawang.

27 Maret 2015

102.0

30 Maret 2015

103.5

4.

Sanggau Ledo, Kab. Bengkayang.

12 Maret 2015

110.0

5.

Pahauman, Kab. Landak.

11 Maret 2015

141.0

6.

Sanggau Kapuas, Kab. Sanggau.

25 Maret 2015

121.0

7.

Bodok, Kab. Sanggau.

23 Maret 2015

116.0

8.

Parindu, Kab. Sanggau.

23 Maret 2015

108.0

9.

Kebong, Kab. Sintang.

16 Maret 2015

125.0

10.

Nanga Tayap, Kab. Ketapang.

12 Maret 2015

103.5

11.

Manis Mata, Kab. Ketapang.

23 Maret 2015

172.0

12.

Marau, Kab. Ketapang.

25 Maret 2015

108.0

13.

Sukadana, Kab. Kayong Utara.

13 Maret 2015

129.0

14.

Stamet Pangsuma, Kab. Kapuas Hulu.

15 Maret 2015

116.0

15.

Kedamin, Kab. Kapuas Hulu.

15 Maret 2015

121.0

16.

Lanjak, Kab. Kapuas Hulu.

2 Maret 2015

138.5

Buletin Edisi April 2015

12

IX. INFORMASI KUALITAS UDARA


A. INDEKS KUALITAS UDARA
Indeks standar kualitas udara yang dipergunakan secara resmi di Indonesia
adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU),

sesuai dengan Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian


Pencemaran Udara.
Indeks Standar Pencemar Udara adalah angka yang tidak mempunyai satuan
yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu
yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan
makhluk hidup lainnya.
Indeks Standar Pencemar Udara ditetapkan dengan cara mengubah kadar
pencemar udara yang terukur menjadi suatu angka yang tidak berdimensi.
Rentang Indeks Standar Pencemar Udara Keputusan Menteri Negara
Lingkungan Hidup No. 45 Tahun 1997 Tentang Indeks Standar Pencemar
Udara.

B. PM10 ( PARTICULATE MATTER )


Particulate Matter 10 (PM10) merupakan partikel debu yang banyak dihasilkan dari
emisi kendaraan bermotor dan debu yang berada di jalanan. Particulat Matter 10 (PM10)
bersifat sangat mudah terhirup dan memiliki tingkat kelolosan yang tinggi terhadap saringan
pernafasan manusia sehingga dapat mengganggu sistem pernafasan.
Buletin Edisi April 2015

13

Indeks Standar Pencemar Udara

24 Jam PM10 g/m3

50

50

100

150

200

350

300

420

400

500

500

600

C. ALAT
Pengukuran kadar PM10 dilakukan dengan peralatan otomatis (digital) menggunakan
alat Betha Rays Attenuation Monitoring (BAM).

D. PENGHITUNGAN ISPU

Keterangan :
I

ISPU terhitung

Ia

ISPU batas atas

Ib

ISPU batas bawah

Xa

Ambien batas atas

Xb

Ambien batas bawah

Xx

Kadar ambien nyata hasil pengukuran

E. ANALISA KUALITAS UDARA (PM10) BULAN MARET 2015

Buletin Edisi April 2015

14

TGL

ISPU

KATEGORI

23.107

Baik

20.528

Baik

17.428

Baik

19.189

Baik

20.482

Baik

24.551

Baik

27.419

Baik

43.605

Baik

37.430

Baik

10

53.153

Sedang

11

19.631

Baik

12

16.582

Baik

13

22.252

Baik

14

17.004

Baik

15

17.345

Baik

16

17.371

Baik

17

14.021

Baik

18

15.233

Baik

19

17.167

Baik

20

23.115

Baik

21

27.075

Baik

22

30.228

Baik

23

33.078

Baik

24

40.265

Baik

25

56.056

Sedang

26

25.165

Baik

27

17.879

Baik

28

14.546

Baik

29

8.708

Baik

30

15.834

Baik

31

14.749

Baik

F. KESIMPULAN
Kualitas udara pada bulan Maret 2015 yang diamati pada Stasiun Klimatologi
Siantan dalam kategori Baik hingga Sedang, kategori Sedang terjadi pada tanggal
10 Maret 2015 dengan ISPU 53.153 dan pada tanggal 25 Maret 2015 dengan ISPU
56.056.
Buletin Edisi April 2015

15

X. TABEL DAN PETA


Tabel 1

ANALISIS
NO

CURAH HUJAN DAN SIFAT HUJAN


BULAN : MARET 2015

DAERAH
STASIUN / POS

X
(mm)

MAKS
(mm)
Tahun

MIN
(mm)
Tahun

S IFAT

KOTA PONTIANAK
Stamet. Maritim

175

501

1998

68

1983

1
2
3
4
5

KAB. KUBU RAYA


Stamet. Supadio
Rasau Jaya
Sei. Ambawang
Kubu
Terentang

273
183
251
236
195

501
365
508
445
587

1998
2014
1994
1991
2009

68
67
67
29
0

1983
1997
2001
2000
2001

N
N
N
B
N

1
2
3
4
5
6

KAB. MEMPAW AH
Staklim. Siantan
Anjungan
Sei. Pinyuh
Peniraman
Sei Kunyit
Toho

172
288
147
177
131
174

563
468
328
453
277
352

1988
1994
1988
1992
1994
1998

9
83
0
40
29
32

2006
2001
2006
1991
1989
2013

N
N
N
N
N
A

1
2
3
4
5

KAB. LANDAK
Menjalin
Karangan
Mandor
Serimbu
Darit

298
230
262
328
260

583
691
764
907
484

2003
1991
1988
1993
1994

91
41
45
121
87

2013
1990
1991
2013
2011

N
N
A
B
B

1
2
3
4
5

KAB. BENGKAYANG
Bengkayang
Sanggau Ledo
Simpang Monterado
Samalantan
Ledo

283
294
222
322
252

538
424
513
597
558

1993
1988
1995
1993
2008

64
115
63
68
74

2006
1997
2013
2013
1993

B
N
N
B
N

KOTA SINGKAW ANG


Singkawang

190

357

2008

10

1991

1
2
3
4
5
6
7
8

KAB. SAMBAS
Stamet. Paloh
Selakau
Pemangkat
Tebas
Sambas
SMPK Semelagi
Matang Segantar
Citrus Center

174
147
171
203
238
212
132
173

435
349
431
499
570
525
261
229

1985
2012
1992
1987
2003
2008
2012
2014

21
47
7
44
63
38
0
45

1983
2006
2013
2013
1997
2013
2013
2013

B
N
N
A
B
A
B
A

1
2
3
4
5

KAB. SANGGAU
Diperta Sanggau
Parindu
Balai Karangan
Balai Sebut
Meliau

326
330
291
128
356

647
606
472
217
806

1990
1988
2012
2009
1986

78
162
34
60
150

2004
2014
2014
1997
2014

N
N
B
N
B

1
2
3
4

KAB. SEKADAU
Sekadau Hilir
Sekadau Hulu
Nanga Mahap
Nanga Taman

367
295
378
351

564
571
574
753

1986
2009
1995
1994

205
108
135
77

1985
1990
2006
2011

B
N
N
B

1
2
3
4
5
6
7

KAB. KETAPANG
Stamet. Rahadi Usman
Kendawangan
Manis Mata
Sei Besar
Sei Awan
Tumbang Titi
Nanga Tayap

283
206
241
245
265
221
264

653
373
415
469
469
467
638

1998
1995
2010
1991
2010
2010
1991

21
11
24
24
132
10
50

2006
2001
2001
2006
2012
2009
1989

B
N
A
B
B
N
A

1
2
3
4

KAB. KAYONG UTARA


Sukadana
Sei Poduan
Seponti Jaya
Teluk Melano

329
242
284
310

526
427
699
557

1994
1984
2008
1994

50
107
74
75

2009
2014
2000
2001

N
B
N
N

1
2
3
4
5
6

KAB. SINTANG
Stamet. Susilo Sintang
Baning
Nanga Mau
Tempunak
Nanga Dedai
Paoh

345
408
279
225
307
270

761
669
459
285
609
637

1988
2008
2009
2014
2012
2008

74
137
98
99
68
137

2006
1993
2008
2009
1990
2014

N
B
N
N
N
N

KAB. MELAW I
Stamet. Nanga Pinoh

353

812

1994

118

2006

369
410

787
567

1993
2012

103
215

1983
2009

A
N

1
2

KAB. KAPUAS HULU


Stamet. Pangsuma
Kedamin
Keterangan:

X : Rata-rata Periode Tahun 1981- 2010


A : A tas Normal
N : Normal
B : Bawah Normal

Buletin Edisi April 2015

16

A. Peta Distribusi Curah Hujan dan Analisis Sifat Hujan Bulan Maret 2015

Buletin Edisi April 2015

17

Tabel 2

PRAKIRAAN CURAH HUJAN DAN SIFAT HUJAN


BULAN : MEI 2015
NO

DAERAH
STASIUN / POS

X
(mm)

MAKS
(mm)
Tahun

MIN
(mm)
Tahun

CH

S IFAT

KOTA PONTIANAK
Stamet. Maritim

248

576

1993

64

2000

201-300

1
2
3
4
5

KAB. KUBU RAYA


Stamet. Supadio
Rasau Jaya
Sei. Ambawang
Kubu
Terentang

263
269
270
248
182

576
507
470
504
459

1993
1992
1999
1993
2007

64
102
42
0
15

2000
1996
2000
2000
1996

201-300
201-300
201-300
201-300
151-200

N
B
N
N
N

1
2
3
4
5
6

KAB. MEMPAW AH
Staklim. Siantan
Anjungan
Sei. Pinyuh
Peniraman
Sei Kunyit
Toho

274
269
225
223
190
240

681
473
428
388
431
389

1999
2010
1992
1998
2010
2013

64
38
52
32
45
60

2009
2000
2000
2000
2008
2000

151-200
151-200
201-300
201-300
151-200
151-200

B
B
N
N
N
B

1
2
3
4
5

KAB. LANDAK
Menjalin
Karangan
Mandor
Serimbu
Darit

335
224
239
288
192

668
463
466
601
376

1988
2006
1988
1993
2013

81
90
62
137
70

2000
1995
2009
2009
2000

301-400
201-300
201-300
201-300
201-300

N
N
N
B
N

1
2
3
4
5

KAB. BENGKAYANG
Bengkayang
Sanggau Ledo
Simpang Monterado
Samalantan
Ledo

251
228
281
259
202

438
453
484
537
516

1992
2005
1992
1999
2013

71
95
128
96
103

1996
1996
2012
2000
1998

201-300
201-300
201-300
201-300
201-300

N
N
B
N
N

KOTA SINGKAW ANG


Singkawang

240

339

1987

25

1996

201-300

1
2
3
4
5
6
7
8

KAB. SAMBAS
Stamet. Paloh
Selakau
Pemangkat
Tebas
Sambas
SMPK Semelagi
Matang Segantar
Citrus Center

175
167
231
204
229
213
101
169

378
307
466
413
539
445
218
305

1987
1998
1993
2014
2002
2005
2007
2010

28
29
22
36
28
29
8
36

1996
2000
1996
2009
1996
2000
2012
2009

151-200
101-150
101-150
151-200
201-300
151-200
101-150
101-150

N
B
B
N
N
B
N
N

1
2
3
4
5

KAB. SANGGAU
Diperta Sanggau
Parindu
Balai Karangan
Balai Sebut
Meliau

232
227
264
131
238

461
406
401
200
424

1997
1992
1997
2010
1985

19
100
61
82
97

2004
1988
2003
2009
1996

201-300
201-300
201-300
151-200
201-300

N
N
N
N
N

1
2
3
4

KAB. SEKADAU
Sekadau Hilir
Sekadau Hulu
Nanga Mahap
Nanga Taman

233
227
290
268

306
437
763
501

1993
2010
1995
2013

129
121
82
13

2002
1990
1990
2009

201-300
201-300
201-300
201-300

N
N
B
N

1
2
3
4
5
6
7

KAB. KETAPANG
Stamet. Rahadi Usman
Kendawangan
Manis Mata
Sei Besar
Sei Awan
Tumbang Titi
Nanga Tayap

254
239
164
220
219
177
266

549
624
524
508
395
416
463

2013
1995
1989
2014
2013
1988
2013

23
31
15
38
67
31
94

1996
1996
1996
1996
2008
2008
2000

151-200
151-200
151-200
101-150
151-200
151-200
201-300

B
B
N
B
B
N
B

1
2
3
4

KAB. KAYONG UTARA


Sukadana
Sei Poduan
Seponti Jaya
Teluk Melano

339
177
167
261

673
376
347
402

1991
1993
2013
2013

74
0
60
23

2008
1995
2009
2009

301-400
51-100
151-200
151-200

N
B
N
B

1
2
3
4
5
6

KAB. SINTANG
Stamet. Susilo Sintang
Baning
Nanga Mau
Tempunak
Nanga Dedai
Paoh

255
325
260
189
235
297

425
752
422
417
535
505

1993
1998
2014
2014
1994
2007

84
103
44
51
41
136

2003
1996
2008
2009
1990
2010

201-300
201-300
201-300
201-300
201-300
151-200

N
N
N
N
N
B

KAB. MELAW I
Stamet. Nanga Pinoh

249

551

1985

92

1996

201-300

307
287

645
530

1993
2010

117
75

2000
2009

301-400
301-400

N
N

1
2

KAB. KAPUAS HULU


Stamet Pangsuma
Kedamin
Keterangan:

X : Rata-rata Periode Tahun 1981- 2010


A : Atas Normal
N : Normal
B : Bawah Normal

Buletin Edisi April 2015

18

B. Peta Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Mei 2015

Pemutakhiran : April 2015

Buletin Edisi April 2015

19

Tabel 3

PRAKIRAAN CURAH HUJAN DAN SIFAT HUJAN


BULAN : JUNI 2015
NO

DAERAH
STASIUN / POS

X
(mm)

MAKS
(mm)
Tahun

MIN
(mm)
Tahun

CH

S IFAT

KOTA PONTIANAK
Stamet. Maritim

210

438

2007

15

2000

151-200

1
2
3
4
5

KAB. KUBU RAYA


Stamet. Supadio
Rasau Jaya
Sei. Ambawang
Kubu
Terentang

195
182
228
170
139

438
461
583
443
299

2007
2010
2007
2006
1999

15
15
0
17
0

2000
2012
1993
1990
2004

151-200
151-200
151-200
201-300
151-200

N
N
N
A
A

1
2
3
4
5
6

KAB. MEMPAW AH
Staklim. Siantan
Anjungan
Sei. Pinyuh
Peniraman
Sei Kunyit
Toho

229
186
208
171
193
202

593
464
477
353
436
324

1987
2007
2010
1991
2007
2007

45
65
6
27
40
90

1988
1994
1993
1994
1988
2002

151-200
151-200
201-300
151-200
151-200
151-200

B
N
N
N
N
B

1
2
3
4
5

KAB. LANDAK
Menjalin
Karangan
Mandor
Serimbu
Darit

225
173
208
212
170

438
619
566
360
427

1989
2007
1999
1993
2007

46
31
30
89
11

1985
1990
2013
2013
1985

201-300
151-200
201-300
151-200
151-200

N
N
N
B
N

1
2
3
4
5

KAB. BENGKAYANG
Bengkayang
Sanggau Ledo
Simpang Monterado
Samalantan
Ledo

147
186
184
202
143

385
366
349
551
232

2008
2007
2009
2007
1994

14
25
59
24
38

2004
2004
1985
2002
1992

151-200
151-200
101-150
101-150
151-200

N
N
B
B
N

KOTA SINGKAW ANG


Singkawang

163

352

1987

1988

151-200

1
2
3
4
5
6
7
8

KAB. SAMBAS
Stamet. Paloh
Selakau
Pemangkat
Tebas
Sambas
SMPK Semelagi
Matang Segantar
Citrus Center

134
139
151
194
176
193
118
94

363
342
404
553
485
419
322
181

2007
2007
2007
2007
2001
2007
2007
2009

8
15
6
21
49
37
2
26

2014
1988
1990
2014
1990
2013
2014
2014

151-200
101-150
151-200
151-200
201-300
151-200
101-150
151-200

A
N
A
N
N
N
N
A

1
2
3
4
5

KAB. SANGGAU
Diperta Sanggau
Parindu
Balai Karangan
Balai Sebut
Meliau

145
188
195
83
224

383
330
342
159
320

1990
2010
2009
2008
1995

39
44
5
38
85

1989
2004
2013
1997
2012

151-200
151-200
151-200
51-100
201-300

A
N
N
N
N

1
2
3
4

KAB. SEKADAU
Sekadau Hilir
Sekadau Hulu
Nanga Mahap
Nanga Taman

173
183
198
181

295
346
746
369

2009
2003
1995
1992

34
27
31
13

2013
2013
1997
2013

151-200
151-200
151-200
101-150

N
N
N
B

1
2
3
4
5
6
7

KAB. KETAPANG
Stamet. Rahadi Usman
Kendawangan
Manis Mata
Sei Besar
Sei Awan
Tumbang Titi
Nanga Tayap

190
151
193
171
168
119
184

383
446
523
358
350
247
413

1998
2010
1989
2006
2010
2011
2002

48
23
11
64
35
13
0

1997
1997
2004
2005
2008
2008
1987

151-200
101-150
151-200
151-200
101-150
151-200
151-200

N
N
N
N
N
A
N

1
2
3
4

KAB. KAYONG UTARA


Sukadana
Sei Poduan
Seponti Jaya
Teluk Melano

228
121
202
199

409
346
569
658

2010
1996
2007
2007

52
0
53
40

1997
1995
1992
2014

201-300
101-150
101-150
101-150

A
N
B
B

1
2
3
4
5
6

KAB. SINTANG
Stamet. Susilo Sintang
Baning
Nanga Mau
Tempunak
Nanga Dedai
Paoh

196
255
133
154
204
196

381
548
220
255
451
652

1992
1992
2011
2007
1995
2006

11
27
32
28
57
47

1997
1997
2008
2008
1993
2013

151-200
201-300
101-150
101-150
301-400
151-200

N
N
N
N
A
N

KAB. MELAW I
Stamet. Nanga Pinoh

220

448

1991

81

1999

301-400

301
306

453
457

2008
2010

45
62

1988
2013

301-400
301-400

A
N

1
2

KAB. KAPUAS HULU


Stamet Pangsuma
Kedamin
Keterangan:

X : Rata-rata Periode Tahun 1981- 2010


A : A tas Normal
N : Normal
B : Bawah Normal

Buletin Edisi April 2015

20

C. Peta Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juni 2015

Pemutakhiran : April 2015

Buletin Edisi April 2015

21

Tabel 4

PRAKIRAAN CURAH HUJAN DAN SIFAT HUJAN


BULAN : JULI 2015
DAERAH
STASIUN / POS

X
(mm)

MAKS
(mm)
Tahun

MIN
(mm)
Tahun

CH

S IFAT

KOTA PONTIANAK
Stamet. Maritim

230

500

1984

41

2006

101-150

1
2
3
4
5

KAB. KUBU RAYA


Stamet. Supadio
Rasau Jaya
Sei. Ambawang
Kubu
Terentang

219
171
189
141
121

500
344
391
321
292

1984
1995
2010
2008
1984

41
18
0
5
5

2006
2006
2006
1994
1991

151-200
151-200
151-200
101-150
101-150

N
N
N
N
A

1
2
3
4
5
6

KAB. MEMPAW AH
Staklim. Siantan
Anjungan
Sei. Pinyuh
Peniraman
Sei Kunyit
Toho

207
225
209
253
196
215

475
473
742
676
431
392

2010
2010
2010
2010
2010
2010

16
33
27
22
12
21

2014
2002
1990
1994
2006
2014

51-100
151-200
151-200
201-300
51-100
151-200

B
B
N
N
B
B

1
2
3
4
5

KAB. LANDAK
Menjalin
Karangan
Mandor
Serimbu
Darit

268
198
182
239
205

492
592
441
500
477

1988
2010
1988
1984
2010

66
12
16
21
24

1994
1994
1994
2014
2014

201-300
151-200
201-300
151-200
151-200

N
N
N
B
N

1
2
3
4
5

KAB. BENGKAYANG
Bengkayang
Sanggau Ledo
Simpang Monterado
Samalantan
Ledo

175
189
178
226
104

423
518
395
604
307

1993
2010
1993
2008
2010

0
32
69
0
8

1992
1994
1986
2002
1994

151-200
151-200
151-200
151-200
151-200

N
N
N
B
A

KOTA SINGKAW ANG


Singkawang

180

429

2013

10

1994

151-200

1
2
3
4
5
6
7
8

KAB. SAMBAS
Stamet. Paloh
Selakau
Pemangkat
Tebas
Sambas
SMPK Semelagi
Matang Segantar
Citrus Center

156
155
159
185
166
176
158
217

463
537
393
475
328
462
315
421

2013
2007
2007
1988
1998
2013
2013
2012

13
7
0
33
26
30
18
37

2014
1994
2014
2002
1994
2002
2014
2014

151-200
101-150
101-150
101-150
151-200
101-150
101-150
151-200

N
N
N
B
N
B
N
B

1
2
3
4
5

KAB. SANGGAU
Diperta Sanggau
Parindu
Balai Karangan
Balai Sebut
Meliau

170
181
209
108
226

354
431
509
264
717

1995
1992
2010
2007
1996

17
0
3
16
0

1997
2010
2014
2014
2014

301-400
201-300
201-300
51-100
151-200

A
A
N
B
B

1
2
3
4

KAB. SEKADAU
Sekadau Hilir
Sekadau Hulu
Nanga Mahap
Nanga Taman

184
196
185
185

612
469
466
433

1984
1995
2010
1995

27
53
21
30

1994
2002
1987
2014

151-200
301-400
201-300
201-300

B
A
A
N

1
2
3
4
5
6
7

KAB. KETAPANG
Stamet. Rahadi Usman
Kendawangan
Manis Mata
Sei Besar
Sei Awan
Tumbang Titi
Nanga Tayap

154
141
121
159
190
159
151

384
474
452
410
416
461
399

2013
1995
2005
1998
2010
2012
2012

0
3
24
0
35
16
22

1994
2014
1997
2006
2008
2014
1987

101-150
21-50
51-100
0-20
51-100
51-100
201-300

B
B
B
B
B
B
A

1
2
3
4

KAB. KAYONG UTARA


Sukadana
Sei Poduan
Seponti Jaya
Teluk Melano

223
127
195
170

513
348
795
420

1989
1984
1984
2013

10
0
34
0

1991
1991
1991
1994

201-300
51-100
101-150
51-100

N
B
B
B

1
2
3
4
5
6

KAB. SINTANG
Stamet. Susilo Sintang
Baning
Nanga Mau
Tempunak
Nanga Dedai
Paoh

251
273
182
176
225
188

594
631
306
347
573
349

1995
1998
2008
2010
2010
2008

13
21
5
33
15
27

1994
2006
2009
2009
2006
1991

101-150
201-300
101-150
151-200
301-400
51-100

B
N
B
N
A
B

KAB. MELAW I
Stamet. Nanga Pinoh

225

594

1984

18

2002

301-400

473
480

2007
2013

40
34

1994
2009

301-400
301-400

A
N

1
2

KAB. KAPUAS HULU


Stamet Pangsuma
299
Kedamin
267
Keterangan:
X : Rata-rata Periode Tahun 1981- 2010
A : Atas Normal
N : Normal
B : Bawah Normal

Buletin Edisi April 2015

22

D. Peta Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juli 2015

Pemutakhiran : April 2015

Buletin Edisi April 2015

23

E. Peta Prakiraan Awal Musim Kemarau Tahun 2015 Kalimantan Barat

Buletin Edisi April 2015

24

F. Peta Daerah Rawan Banjir

Buletin Edisi April 2015

25

XI. DATA IKLIM MIKRO STASIUN KLIMATOLOGI SIANTAN PONTIANAK


BULAN MARET 2015
Lamanya penyinaran
matahari tertinggi terjadi
pada tanggal 18 Maret
yaitu sebesar

9.5 jam

dan yang terendah pada


tanggal 28 Maret yaitu
selama

0.2 jam.

Suhu udara maksimum


absolut

terjadi

pada

tanggal 26 Maret yaitu


32.90C dan suhu udara
minimum absolut terjadi
pada tanggal 5 Maret
yaitu 22.00C.

Tekanan udara rata rata


tertinggi

terjadi

pada

tanggal 15 Maret sebesar


1013.1 mb dan ratarata
terendah pada

tanggal

1 Maret yaitu 1009.2 mb.

Puncak penguapan
terjadi

pada

tanggal

17 Maret yaitu sebesar


6.7 mm dan penguapan
terkecil pada tanggal 11
dan

14

Maret

yaitu

2.2 mm.

Buletin Edisi April 2015

26

Kecepatan Angin dan Arah Angin Bulan Maret 2015


Kecepatan angin terbanyak dari arah
Barat (West) frekuensi 56%, dengan
kecepatan angin

tertinggi 11 knots.

Kecepatan angin rata-rata 1 - 4 knots


dengan frekuensi 48%.

Kelembaban relatif
rata rata bulan Maret 2015
tertinggi terjadi pada tanggal
15 Maret yaitu 92%

dan

terendah terjadi pada tanggal


4 Maret yaitu 79%.

Curah hujan tertinggi bulan


Maret terjadi pada tanggal 28
Maret yaitu

43.7 mm

curah hujan terendah

dan

terjadi

pada tanggal 1 dan 14 Maret


yaitu sebesar 0.0 mm.

Buletin Edisi April 2015

27

TIM REDAKSI
BULETIN CURAH HUJAN (BCH)
Pengarah

: Klaus Johannes Apoh Damanik, ST

Penanggung Jawab

: Subandriyo, SP

Pemimpin Redaksi

: Luhur Tri Uji Prayitno, SP

Editor

: Idrus, SE

Staf Redaksi

1. Ismaharto Adi, S.Kom


2. Fajar Raharjo, ST
3. Fanni Aditya, A.Md
4. M. Elifant Yuggotomo, A.Md
5. Syf. Nadya Soraya, A.Md
6. Riri Nur Ariyani, A.Md

Alamat Redaksi :
Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak
Jl. Raya Sei Nipah Km.20,5 Pontianak 78351
Telp : (0561) 7075983, Fax : (0561) 740316
Email : staklim.siantan@bmkg.go.id
Website : www.staklimsiantan.net

Buletin Edisi April 2015

28