Anda di halaman 1dari 7

ukuran pori

fisika
gaya van
der walls
adsorpsi

kimia

modifikasi
struktur
karbon
pengatifan
gugus
fungsi

Dalam air, ion Fe berubah menjadi ion Fe terhidrat. Pada keadaan basa, Fe berubah menjadi
Fe(OH)3 yang akan saling melekat sehingga berbentuk seperti gumpalan. Pada keadaan
basa, Fe berubah menjadi [Fe(H2O)6]3+
Secara garis besar adsorpsi dapat terjadi melalui 2 mekanisme, yaitu mekanisme fisika dan
mekanisme kimia. Mekanisme adsorpsi pada arang aktif dipengaruhi oleh cara aktivasinya.

1.Adsorpsi fisika

Pada adsorpsi fisika, kulit singkong yang telah di karbonasi kemudian di aktivasi dengan
cara direndam dengan bahan kimia.

Tanaman memiliki gugus aktif hidroksil pada permukaanya. Pada saat karbonasi, gugus
aktif ini hilang dan semua permukaan adsorben berubah menjadi rantai karbon yang
panjang. Menurut Nurhayati & Mahmudin, 2012 : 18, permukaan adsorben terdiri dari
banyak lempengan atom C yang diantaranya terdapat pori seperti pada gamabr di
atas.
Setelah proses karbonasi, terbentuk zat pengotor seperti ter, hidrokarbon, kation, dll
yang menutupi pori. Setelah proses aktivasi, zat pengotor ini terlarut dan pori menjadi
lebih besar. Karena pada dasarnya Tujuan dari aktivasi ini adalah untuk melarutkan
pengotor yang yang ada di pori adsorben sehingga porinya lebih luas. Jika pori

lebih luas maka daya serap adsorben terhadap adsorbat akan meningkat.
Melalui penjelasan di atas dapat diketahui bahwa ukuran porilah yang menjadi kunci
keberhasilan proses adsorpsi.

Gaya Van der Walls merupakan gaya yang terjadi diantara 2 buah benda yang
memiliki kutub (polar). Pada prinsipnya gaya van der walls merupakan gaya yang
bekerja antara dipol-dipol dan ion-dipol. Dipol sendiri merupakan benda yang
memiliki dua kutub (bipolar). Sedangkan benda dikatakan polar apabila resultan gaya

(FR) 0 dan dikatakan non polar bila resultan gaya (FR) = 0

Contoh benda polar adalah air (H2O). ikatan kimia pada air dapat dilihat pada gambar di
atas. Ion O memiliki electron sejumlah 8 buah. Sedangkan ion H hanya memiliki 2 buah
electron. Dapat disimpulkan bahwa ion O kaya akan electron sedangkan ion H miskin
elektro. Keadaan yang kontras antar kedua senyawa ini disebut polar.
Jika dilihat dari gaya yang bekerja di dalamnya, gaya bekerja pada ion O > dari pada
gaya pada ion H. sehingga didapatkan FR 0.

Contoh benda non polar adalah adsorben. Bahan baku yg telah dikarbonasi akan
menghasilkan rantai C yang panjang. Jika dilihat pada gambar di atas, rantai C pada
karbon bentuknya simetris sehingga FR = 0
Karena adsorben merupakan benda non polar yang berarti tidak memiliki kutub, jadi
persyaratan terjadinya gaya van der walls antara adsorben dan adsorbat tidak terpenuhi.
Yang menyebabkan terjadinya gaya van der walls pada adsorben adalah Karena adanya
awan electron yang mengelilingi rantai karbon. Oleh karena itu [Fe(H2O)6] 3+ dapat
berinteraksi dengan electron yang berada di rantai karbon C. adanya awan electron ini
lah yang menyebabkan adsorben lebih bermuatan negative sehingga bisa berinteraksi
dengan [Fe(H2O)6]3+

2.Adsoprsi kimia
Adsorpsi secara kimia tidak se simple adsorpsi secara fisika. Setelah proses karbonasi,
arang harus diperlakukan sedemikian rupa sehingga adsorpsi secara kimia dapat
terjadi.
a. Adsorpsi kimia dengan memodifikasi struktur karbon

Struktur karbon yang terdiri dari ikatan rantai C kemudian di aktivasi dengan H 3PO4
pada suhu tinggi (400C -500C). dengan aktivasi pada suhu tinggi, PO 4- akan
berinteraksi pada karbon C dan bertugas menjerap [Fe(H2O)6] 3+ . jika diibaratkan
badan, rantai karbon merupakan badannya dan PO 4- meruupakan tangan yang
berfungsi mencengkeram [Fe(H2O)6]3+ . ikatan ini sangat kuat dan tidak bersifat
balik.

b. Adsorpsi kimia dengan mengaktifkan gugus aktif pada permukaan


adsorben

Permukaan sekam padi tersusun dari O, Si dan Al. untuk dapat menjerap
[Fe(H2O)6]3+ secara optimal maka diperlukan penambahan bahan kimia untuk
menambahkan Al- atau mengurangi Si+ . sehingga jika ion Al- ditambahkan, maka
ion [Fe(H2O)6]3+ dapat terjerap secara optimal.

3.Kesimpulan
Adsorpsi yang terjadi pada arang aktif kulit singkong merupakan adsorpsi
secara fisika karena aktivasinya hanya direndam dengan KOH pada suhu 50C. yang
berperan aktif dalam penjerapan dengan arang aktif kulit singkong adalah pori
adsorben dengan bantuan sedikit bantuan gaya van der walls (karena adsoben
kulit singkong bersifat non polar. Gaya van der walls adalah gaya antara 2 benda yang
memiliki kutup (polar)).

Bagaimana ion [Fe(H2O)6]3+ dapat terjerap padahal bentuknya ion dan


ketika asam terlarut dalam air?
Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat tiga buah jari jari yaitu jari jari atom, jari jari
ion dalam bentuk Kristal, dan jari jari ion dalam bentuk terhidrat. Dengan adanya
jari-jari berarti ion memiliki ukuran. Dengan memiliki ukuran berarti ion
dapat terjerap didalam pori adsorben.
Maaf pak belum dicari referensi pendukung karena modemnya habis. Ini hasil diskusi
dengan Pak Didik Dosen MIPA Kimia dirangkum bersama hasil diskusi dengan Pak
Pardoyo. Dan akhirnya saya da naris berkesimpulan bahwa adsorpsi kami bersifat fisis
dengan bantuan pori adsorben.
Terimakasih pak