Anda di halaman 1dari 26

Ginekologi

Gynecology Gynaecology
That department of medical science which
treats of the functions and deseases
peculiar to women (Oxford English Dictionary)
Bagian dari ilmu Kedokteran yang mengobati
fungsi dan penyakit-penyakit pada wanita

Kondisi vagina
normal
Kel. Sabasea, Bartholini,Skene
Transudat ddg vagina
Eksfoliasi sel Cx dan Vagina
Cairan tuba & Endometrium
Produk metabolik mikroorganisma

Hormon
Emosi
Keseimbangan bakteri

Kuman Normal
Aerobik
6 jenis spesies
Memproduksi asam

Kuman normal

Kuman Patogen

infeksi
Bakterial Jamur Parasit

Virus

Pokok Bahasan
Oofaritis
Salpingitis
Endometritis
Metritis
Perimetritis

PID

Pelvitis
Peritonitis

Cervisitis
Vaginitis
Vulvitis

Vulvovaginitis

Infeksi Vagina-vulva
(Vulvovaginitis)
Bacterial vaginosis
Trichomonas vaginitis
Vulvovaginal Candidiasis
Vaginitis inflmatory
Atropican Vaginitis

Bacterial Vaginosis (BV)


Non spesifik
Akibat perubahan flora normal sehingga kurangnya
laktobasili penghasil hidrogen peroksida dan bakteri
anaerobik tumbuh secara berlebihan
Gardnerella vaginalis dan Mycoplasma hominis

Pencetus : alkalinisasi berulang vagina


Kebiasaan membersihkan vagina setelah SIC
Penggunaan pembersih vagina yang berlebihan

Diagnosis
Diagnosis
Lekore
Lekore putih keabuan mukopurulen
Vagina merah dan panas
PH >4,5
Mikroskopis : Cleu cell

Terapi
Terapi
Metronidazole 500
mg 2 kali sehari selama 7
hari atau
2 gram metronidazole oral single dose atau
Metronidazole krean
Klindamisin kream
Klindamisisn 300 mg oral 2 kali sehari selama 7
hari

Tricomonas Vaginitis
Trichomonas Vaginalis
Parasite berflagella anaerobe
Ditularkan melalui kontak seksual
Sering bersamaan dengan Bacteri Vaginalis

Diagnosis
Gejala tergantung daya imunitas vagina dan
jumlah parasit
Mulai asimptomatik sampai berat
Lekore mukopurulent dan banyak ,sangat gatal
dan bau
Bila parasit jumlah banyak , vagina memerah
(eritema) dan colpitis macularis
(strawberry cervix)
PH vagina > 5
Mikroskopis terdapat trikomonas yang motil

Terapi
1.
2.
3.
4.

Metronidazole DOC
Pasangan seksual harus diobati juga
Metronidazole gel sebaiknya tak digunakan
Bila tak respon , ulangi terapi 1 minggu
lagi, bila tak respon juga 2 g
metronidazole selama 3-5 hari

Vulvovaginal Candidiasis
75% wanita mengalami paling sedikit
1 kali episode vulvo-vagina candidiasis
selama hidupnya
45% wanita mengalami 2 atau lebih
episode /tahun
85-90% infeksi jamur di vagina
disebabkan Candida Albican

Candida
Candida albicans
Candida glabrata
Candida tropicalis

Jamur 2 bentuk
Blastophore === Mycelia
Penyebaran
Asymptomatic

invasif
symptomatic

Faktor predisposisi
Penggunaan Antibiotik
Kehamilan
Diabetes

Diagnosis
Lekore / keputihan
Perlukaan vagina
Dispareunia
Rasa terbakar di Vulva
Eksternal disuria
Eritema dan udema pada kulit vulva dan
labia
PH biasanya Normal
Diagnosis pasti : Kultur jamur

Terapi
Obat topikal golongan azole lebih efektif
dibandingkan nystatin
Anti jamur oral ,fluconazole, single dose
mempunyai efektifitas yang sama dengan
topikal gol. Azole
Dapat dikombinasikan dengan steroid
topikal lemah seperti hydrocortison 1%
untuk mengurangi iritasi

Vaginis Inflammatory
Suatu sindroma yang ditandai vaginitis eksudatif
yang difus , penglepasan sel-sel epitelial disertai dengan lekore
purulen yang banyak
Penyebab : Unknown
Keluhan : lekore purulen, iritasi atau rasa terbakar di vulva
dan dispareunia
Pada pemeriksaan : Vagina eritema, bintik ekimosis pada
Vulvovaginal dan colpitis macularis

Terapi : Clindamycin 2% ream

Atropic Vaginitis
Estrogen

Pelihara keseimbangan vagina

Estrogen

Dinding vagina atropi


Vaginitis atropikan

Lekore purulent,
dispaurenia,
post coital bleeding
Terapi

: Estrogen vaginal cream


Terapi sulih hormon

Servisitis
Glandular epitelium
Neisseria gonnoroaea
Chlamydia Trchomatis

Mucopurulent Endocervicitis (MPC )

Skuamous epitelium
Trichomonas
Candida
Herpes Simplek

Diagnosis
Fluksus endoservkal yang purulent
Test swab endoservikal
Test slide mukopus
Cultur GO dan Chlamidya
ELISA

Terapi
Endoservitis GO
- Ceftriaxone
- Ofloxacine
- Cefixime
- Cyprofloxacine

Endoservitis Chlamidya trachomatis


- Doxycyclin
- Azithromicyne
- Oflxacine
- Erytrhomycine

Pelvic Inflamatory Deasease (PID)

Diagnosis klinis yang


menyatakan bahwa telah
terjadi proses inflamasi
dan infeksi di saluran
reproduksi bagian atas

Endometritis
Salpingitis
Peritonitis

Kuman terbanyak penyebab :


Neisseria GO dan Chlamidya trachomatis

Kuman lain :
Haemophilus Influenzae
Streptococcus group A
Pneumococcus
Bacterial Vagina
Gardnerella vaginalis

Diagnosis
Trias simptom PID

Nyeri pelvik
Nyeri goyang servik dan Adneksa
Demam
Sulit Ok variasi keluhan sangat banyak
Bahkan ada yang tanpa gejala
Pertimbangkan juga PID bila ada
keluhan ISK

Nyeri abdomen bawah


Keputihan yang berlebihanMenometrorhagia
Demam atau menggigil

Terapi
Rawat Jalan

Rawat Inap

Regimen A

Regimen A

Cefoxitin 2 g IM atau Ceftrixon 250


mg IM

Cefoxitine 2 gsetiap 6 jam


<plus> Doxycycline 100mg
setiap 12 jam

<plus> Doxycyclin 100 mg 2 kali


sehari selama 14 hari

Regimen B

Regimen B

Ofloxacine 400 mg 2 kali sehari


selama 14 hari
<plus> Clyndamycine 450 mg 4
kali sehari atau Metronidazole
selama 14 hari

Clindamycine 900 mg setiap 8


jam<plus> Gentamycine IV
atau IM dengan dosis awal 2
mg/kg BB diikuti dosis
pemeliharaan 1,5 mg/kg BB
setiap 8 jam